Anda di halaman 1dari 16

KEMENTERIAN PENDIDIKAN NASIONAL DAN

KEBUDAYAAN

UNIVERSITAS
TRUNOJOYO
TUGAS STATISTIK
(Hubungan inflasi, tingkat suku bunga dan
pajak terhadap investasi di Indonesia)

UNIVERSITAS TRUNOJOYO
MADURA

TAHUN PELAJARAN 20152016

Di susun oleh :
MUHAMMAD ARIS SISWANTO
(140231100103)
MUCHAMMAD AROFA (140231100111)
MAKHSUN (140231100113)
MUHAMMAD FAKHRUDDIN HIDAYAT
(140231100097)
1

RAHMAT HIDAYAT (140231100106)

KAMPUS UNIJOYO JL. RAYA TELANG PO. BOX


2 KAMALTELP: (031) 3011147, FAX:

(031)301150
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan isinya
serta menjadikan yang di dalamnya berpasang-pasangan. Sehingga apa
yang terjadi di dunia ini akan terjadi sesuai kehendak-Nya.
Hanya petunjuk-Nya yang mampu mengantarkan kita pada jalan
kebenaran dan senantiasa pada kebaikan. Do'a tak akan lupa kami
ucapkan kepada-Nya agar semua yang kita rencanakan bisa berjalan
dengan lancar dan mencapai hasil yang maksimal.
Sholawat serta salam tak lupa kami ucapkan kehadirat nabiyullah
Muhammad SAW. Yang telah mendidikan para pendahulu-pendahulu kita
dari jalan yang penuh kesesatan menuju jalan yang penuh rahmat dan
hidayah-Nya, jalan yang diridloi-Nya d an jalan yang terang benerang yaitu
Agama Islam.
Sesungguhnya kenikmatan terbesar yang telah diberikan oleh Allah
kepada kita, kenikmatan paling sempurna dan abadi adalah Allah telah
menuntun kita kepada islam. Agama Allah yang telah diturunkan
bersamamnya sebagai kitab suci, diutus bersamanya para Rasul dan tidak
ada agama selain itu yang diterimah oleh Allah SWT.
Penulis juga mohon maaf jika ada kesalahan pada penulisan atau
ada yang kurang memuaskan pembaca. Karma manusia tak luput dari
salah dan lupa, jika itu ada bukan merupakan kesalahan yang disengaja.

Bangkalan, 14 November 2015

Kelompok

DAFTAR ISI

HALAMAN

JUDUL

..

.. 1
KATA

PENGANTAR

.. 2
DAFTAR

ISI

3
BAB 1

PENYAJIAN DATA DAN IDENTIFIKASI MASALAH


1.1

Latar

Belakang

.... 4
1.2

Tujuan

dan

Manfaat

....... 5
BAB 2

LANDASAN TEORI
2.1 Pengaruh tingkat suku bunga, inflasi dan pajak
terhadap

investasi di Indonesia

. 6

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia sebagai negara berkembang merupakan tujuan dari
kegiatan investasi baik yang dilakukan oleh investor asing maupun
yang dilakukan oleh investor dalam negeri. Akan tetapi apabila iklim
investasi yang tidak ramah seperti terjadinya pemboman yang
dilakukan oleh teroris di hampir seluruh Indonesia, kondisi politik yang
tidak stabil, dan maraknya isu-isu yang menyesatkan dan kerusuhan di
mana-mana maka investasi baru sulit untuk diwujudkan. Walaupun ada
kegiatan investasi akan tetapi investasi tersebut hanya untuk
memperluas

ataupun

membiayai

investasi

yang

sudah

ada

sebelumnya.
Sementara tidak dapat dipungkiri bahwa pada saat ini Indonesia
memerlukan investasi baru untuk mengurangi tingkat pengangguran
yang setelah krisis ekonomi melanda negeri ini semakin menggila.
Semakin tinggi tingkat pengangguran, tingkat kemiskinan pun semakin
tinggi. Hal ini mengakibatkan pendapatan masyarakat pun semakin
rendah. Jalan keluar untuk mengatasi masalah ini adalah dengan

menciptakan investasi baru agar masalah pengangguran dapat diatasi


sehingga pendapatan masyarakat dapat mengalami peningkatan.
Selain faktor-faktor eksternal di atas ada juga faktor lain yang
mempengaruhi kegiatan investasi yang berasal dari dalam dari
kegiatan investasi yaitu tingkat suku bunga, inflasi dan pajak. Oleh
karena itu, kami disini akan mengunggkap bagaimana hubungan dan
seberapa besar pengaruhnya ketika ada Inflasi, permainan tingkat suku
bunga dan pajak terhadap investasi di Indonesia.
1.2 Tujuan dan Manfaat
Adapun dari latar belakang masalah dan rumusan masalah di atas
dapat disimpulkan tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk
mengetahui hubungan inflasi, tingkat suku bunga dan pajak terhadap
investasi.
Diharapkan dari makalah ini pembaca mengetahui bahwa suatu inflasi,
tingkat suku bunga dan pajak akn mempengaruhi suatu investasi dan
proyek-proyek tertentu di dalam suatu negara tersebut, sehingga
pemerintah pun bisa mengoreksi keadaan perekonomian negaranya
untuk menjadikannya menjadi yang lebih baik lagi kedepannya.

BAB II
LANDASAN TEORI

2.1 Pengaruh tingkat suku bunga, inflasi dan pajak

terhadap

investasi di Indonesia

Kekuatan ekonomi utama yang menentukan investasi


adalah hasil biaya investasi yang ditentukan oleh kebijakan
tingkat bunga, inflasi dan pajak, serta harapan mengenai
masa depan (Paul A. Samuelson dan William D. Nordhaus,
1993, 183). Suku bunga yang rendah akan merangsang
investasi dan aktivitas ekonomi yang akan menyebabkan
harga saham meningkat.
Dalam

aktivitas

ekonomi

rumah

tangga,

perusahaan

dan

pemerintahan akan selalu membeli barang-barang baru atau barang


investasi untuk meningkatkan persediaan modalnya atau mengganti
barang yang ada yang telah habis masa pakainya.
Dalam teori ekonomi investasi sangat tergantung pada tingkat
bunga, sebagai ukuran biaya dari dana yang sudah digunakan untuk
membiayai investasi tersebut. Itulah sebabnya apabila tingkat suku
bunga tinggi, maka investasi atau proyek-proyek relatif lebih sedikit
jumlahnya dibandingkan dengan saat tingkat suku bunga rendah.
Berdasarkan teori yang telah ada hubungan antara tingkat suku
bunga dengan kegiatan investasi adalah berhubungan negatif,
maksudnya apabila tingkat suku bunga mengalami penurunan maka
investasi akan mengalami peningkatan dan sebaliknya apabila tingkat
suku

bunga

mengalami

kenaikan

penurunan.

maka

investasi

mengalami

Akan hal tersebut disini pemerintah tidak mau berhenti dalam


mencoba menaikkan pendapatan negara, dengan menaikkan tingkat
pajak akan adanya proyek-proyek atau investasi yang lain tersebut.
Disisi lain pemerintah juga tidak mau terjadi adanya inflasi disuatu
negara tertentu karena adanya permainan dalam menaik atau
menurunkan pajak tadi yang akan menyebabkan pengaruh yang
sangat signifikan terhadap jumlah uang yang beredar dimasyarakat
yang dikhawatirkan akan menyebabkan inflasi.
Investasi selalu mencakup faktor risiko. Pada umumnya boleh
dikatakan bahwa semakin tinggi risiko, semakin tinggi juga potensi
laba. Selama beberapa tahun terakhir Indonesia telah menunjukkan
bahwa investasi tertentu sangat menguntungkan (misalnya di pasar
saham, bidang properti dan komoditas), namun berinvestasi di
Indonesia

juga

menyiratkan

lebih

banyak

risiko

dibandingkan

berinvestasi di negara-negara yang maju karena Indonesia mempunyai


dinamika dan karakteristik tertentu yang dapat menggagalkan investasi
dan

mengganggu

iklim

investasi

seperti

banyaknya

korupsi,

infrastruktur, pemerintahan, bencana alam, kekerasan etnis dan agama


dan lain-lain yang mana akan membuat canggung para investor untuk
berinvestasi di Indonesia.

BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
3.1
Data
Subjek Penelitihan

Subyek penelitian, yaitu semua individu yang dikenai


generalisasi dari sampel-sampel yang diambil dalam suatu
penelitian. Dari batasan di atas maka populasi penelitian adalah
investasi.
3.2 Obyek Penelitian
Obyek penelitian yang akan diteliti ialah variabel-variabel yang
bersifat independent yang mempengaruhi investasi, yaitu :
1. Pajak
2. Inflasi
3. Tingkat suku bunga
3.3 Populasi Dan Sampel Penelitian
Populasi adalah yang diminati dalam penelitian, atau
kelompok yang akan dikenakan atau diterapi hasil dari
penelitiannya. Sedang sampel adalah bagian dari populasi yang
mewakili populasinya. Data yang digunakan dalam penelitian ini
adalah data sekunder diperoleh data worldbank yang meliputi
data investasi, pajak , inflasi, serta tingkat suku bunga, mulai
tahun 1991 sampai tahun 2009.
3.4 Metode Analisa Data
Dalam penelitian ini menggunakan model regresi linier
berganda, melalui metode ini peneliti berusaha menemukan
bentuk atau pola hubungan antara variabel dependen dengan

lebih dari satu variabel independent. Persamaan garis regresi


dalam penelitian adalah :
Keterangan : Y = +1+2+3+
Harga Statistik sebagai penaksir parameter = constanta +
pajak + inflasi + tingkat suku bunga + resid
Dalam melaksanakan analisis regresi linier berganda perlu
dilakukan terlebih dahulu pengujian 5 asumsi klasik yang
dianggap penting, yaitu zero mean of error disturbance, tidak
terdapat multikoliniaritas antar variabel bebas, tidak terjadi
heterokedastisitas, dan tidak terjadi autokorelasi. Dan tidak adanya
hubungan antara u dan variabel bebas.
Uji Statistik t
Langkah langkah uji t adalah sebagai berikut :
1. Menentukan Hipotesis
H0 : 1 = 0 : suatu varibel independen tidak berpengaruh secara parsial
terhadap variabel dependen.
Ha : 1 0 : suatu varibel independen berpengaruh secara parsial
terhadap variabel dependen.
2.

Menghitung nilai thitung


t= 1se
(1)

3. Mencari nilai kritis dari ttabel dengan mengetahui nilai df (degree of


freedom) yaitu (n-k).
4. Menentukan taraf nyata (signifikansi level), yaitu = 0,05
5. Keputusan menolak atau menerima H0 adalah sebagai berikut :
Jika thitung > ttabel, maka H0 ditolak dan Ha diterima.
Jika thitung < ttabel, maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Uji Zero Mean of Error Disturbance


Uji Zero Mean of

Error Disturbance mempunyai tujuan untuk

mengetahui bahwa nilai rata-rata = 0

Uji Multikolinearitas
Mutikolinearitas adalah keadaan suatu variabel-variabel independent
dalam persamaan regresi mempunyai korelasi (hubungan) yang erat satu
dengan sama lain.
Uji Heterokedastisitas
Uji heterokedastisitas biasa ditemukan pada data Cross-sectional
yaitu pengamatan yang dilakukan pada individu yang berbeda pada saat
yang sama. Uji heterokedastisitas yang dipergunakan adalah
menggunakan teknik uji white 1.
Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi adalah menguji hubungan yang terjadi di antar
anggota-anggota dari serangkaian pengamatan yang tersusun dalam
rangkaian waktu. Untuk mendeteksi autokorelasi terjadi adalah dengan
serial correlation LM test.
Uji Tidak Ada Hubungan Antara dan Variabel Bebas
untuk menguji bahwa tidak ada hubungan antara u dengan variabel
bebas.

10

BAB IV
ANALISIS DATA
4.1 Analisis Hasil Regresi
Dependent Variable: INVESTASI
Method: Least Squares
Date: 12/16/15 Time: 11:35
Sample: 1991 2009
Included observations: 19
Variable

Coefficient

Std. Error

t-Statistic

Prob.

INFLASI
PAJAK
SUKU_BUNGA
C

0.040994
0.503629
-0.155563
-4.164192

0.060443
0.355004
0.114307
4.015158

0.678222
1.418660
-1.360922
-1.037118

0.5080
0.1764
0.1936
0.3161

R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)

0.163172
-0.004194
1.523632
34.82183
-32.71498
0.974942
0.430560

Mean dependent var


S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat

0.783881
1.520447
3.864735
4.063564
3.898385
0.937113

Dari tabel di atas , maka diperoleh persamaan regresi sebagai berikut :


Y =

-4.164192

0.040994x1

0.503629

persamaan regresi di atas, nilai konstanta =


independen:
sebesar

inflasi

0.040994.

-0.155563
-4.164192

Berdasarkan
dan variabel

(X1) memiliki pengaruh positif dan tidak signifikan,

Dalam artian setiap

inflasi

naik sebesar 1 persen maka

tingkat inflasi akan naik sebesar 0.040994 satuan. Hal ini sudah sesuai dengan
teori dimana ketika inflasi naik maka investasi juga akan naik. Variabel
pajak (X2) memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan, sebesar
0.503629

. Dengan demikian setiap pajak naik sebesar 1 persen maka

investasi akan naik sebesar

0.503629

satuan. Sedangkan hal ini tidak sesuai

dengan teori dimana seharusnya jika pajak naik maka investasi seharusnya
11

mengalami penurunan. Serta variabel tingkat suku bunga (X3) mempunyai


pengaruh negatif dan tidak signifikan sebesar

-0.155563.

Jadi, jika tingkat

suku bunga naik sebesar 1 satuan maka investasi akan turun sebesar
-0.155563

satuan. Hal ini juga sesuai dengan teori yakni ketika tingkat suku

bunga turun maka investasi akan naik. Constanta =

-4.164192,

Dengan kata

lain, jika tidak terjadi perubahan pada inflasi, pajak dan tingkat suku bunga
maka nilai investasi akan menurun sebesar 4.164192 satu satuan.
4.2 Uji t
Hipotesis untuk menguji pengaruh variabel independen (X1), (X2),
dan (X3) secara parsial terhadap variabel dependen yaitu (Y) dapat
dirumuskan:
1. H0: b1 = 0, maka pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen tidak ada, berarti koefisien variabel independen tidak signifikan.
2. H1: b1 0, maka ada pengaruh variabel independen terhadap variabel
dependen, sehingga koefisien variabel independen signifikan.
Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa variabel inflasi mempunyai
pengaruh yang tidak signifikan terhadap investasi dengan nilai probabilita
sebesar

0.5080.

Sedangkan variabel pajak mempunyai pengaruh yang tidak

signifikan terhadap investasi dengan nilai probabilita sebesar

0.1764.

Untuk

variabel tingkat suku bunga juga berpengaruh tidak signifikan terhadap


investasi dengan tingkat probabilita sebesar 0.1936.
4.3 Uji Zero Mean of Error Disturbance
5

Series: UT
Sample 1991 2009
Observations 18

0
-5

10

12

Mean
Median
Maximum
Minimum
Std. Dev.
Skewness
Kurtosis

1.21e-14
-2.285095
10.44033
-6.453411
5.584748
0.558339
1.875636

Jarque-Bera
Probability

1.883373
0.389970

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata = 0 atau


jika mendekati 0 maka bisa di asumsikan sebagai 0.

4.4 Uji Multikolinearitas


Dependent Variable: DINVESTASI
Method: Least Squares
Date: 12/16/15 Time: 12:42
Sample (adjusted): 1992 2009
Included observations:
18 after adjustments
DINVESTASI
INFLASI
PAJAK
SUKU_BUNGA
DINVESTASI
1
0.46784164564
0.35844074512
0.49210707420
Variable
Coefficient
Std. Error
t-Statistic
Prob.
57177
1435
19701
INFLASI
0.24902638364
0.83048950032
INFLASI
-0.037809 1 0.047567
-0.794866
0.4400
PAJAK 0.46784164564
-0.192557
0.26106357084
-0.737589 28569
0.4729
SUKU_BUNGA 57177 -0.003809
0.089489
-0.042563
0.9667
PAJAK C
0.24902638364
0.59384482800
3.099681
2.951972 1 1.050037
0.3115
0.35844074512
57084
72209
1435
R-squared
0.281372 Mean dependent var
-0.014021
SUKU_BUNGA
0.83048950032 0.59384482800
1
Adjusted R-squared
0.127380
S.D.
dependent
var
1.198678
0.49210707420
28569
72209
S.E. of regression 19701 1.119735 Akaike info criterion
3.257191
Sum squared resid
17.55328 Schwarz criterion
3.455051

Uji multikolinearitas dapat dilakukan dengan melakukan regresi antara


variabel tergantung dengan variabel bebas kemudian melihat pada
probability t statistik. Jika probability t statistik bernilai signifikan hal itu
merupakan indikasi terkena multikolinearitas.

4.5 Uji Heterokedasitas

13

Heteroskedasticity Test: White


F-statistic
Obs*R-squared
Scaled explained SS

0.679571
7.687585
7.796706

Prob. F(9,9)
Prob. Chi-Square(9)
Prob. Chi-Square(9)

0.7129
0.5659
0.5548

Test Equation:
Dependent Variable: RESID^2
Method: Least Squares
Date: 12/16/15 Time: 12:17
Sample: 1991 2009
Included observations: 19
Variable

Coefficient

Std. Error

t-Statistic

Prob.

C
INFLASI
INFLASI^2
INFLASI*PAJAK
INFLASI*SUKU_BUNGA
PAJAK
PAJAK^2
PAJAK*SUKU_BUNGA
SUKU_BUNGA
SUKU_BUNGA^2

-202.1760
2.910815
-0.052458
-0.341678
0.150273
29.22917
-0.976457
0.031105
-0.712504
-0.027522

119.1301
6.800240
0.072923
0.607907
0.207037
17.84074
0.687789
0.523044
5.759145
0.120561

-1.697102
0.428046
-0.719364
-0.562057
0.725826
1.638339
-1.419703
0.059469
-0.123717
-0.228285

0.1239
0.6787
0.4902
0.5878
0.4864
0.1358
0.1894
0.9539
0.9043
0.8245

R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
F-statistic
Prob(F-statistic)

0.404610
-0.190780
3.706742
123.6594
-44.75421
0.679571
0.712912

Mean dependent var


S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.
Durbin-Watson stat

1.832728
3.396851
5.763601
6.260674
5.847725
1.378291

Uji heterokedasitas dapat dilakukan dengan meregresikan variabel


tergantung dengan variabel bebas kemudian melakukan uji white. Uji white
bisa dilakukan dengan 3 cara yang pertama Uji white dilakukan dengan
meregresikan residual kuadrat sebagai variabel dependen dengan variabel
independen ditambah dengan kuadrat variabel independen, kemudian
ditambahkan lagi dengan perkalian dua variabel independen. Cara kedua
adalah dengan menambahkan variabel resid sedangkan cara yang ketiga
adalah dengan meregresikan residual kuadrat sebagai variabel dependen
dengan variabel hat dan variabel hat kuadrat.
4.6 Uji Autokorelasi

14

Uji autokorelasi dilakukan dengan meregresikan variabel tergantung


dan variabel bebas kemudian uji dengan serial correlation LM test.
4.7 Uji Tidak Ada Hubungan antara dengan Variabel Bebas
Dependent Variable: UT
Method: Least Squares
Date: 12/16/15 Time: 12:36
Sample (adjusted): 1992 2009
Included observations: 18 after adjustments
Variable

Coefficient

Std. Error

t-Statistic

Prob.

INFLASI
PAJAK
SUKU_BUNGA
C

-9.09E-17
-7.02E-16
2.33E-16
7.06E-15

0.047567
0.261063
0.089489
2.951972

-1.91E-15
-2.69E-15
2.61E-15
2.39E-15

1.0000
1.0000
1.0000
1.0000

R-squared
Adjusted R-squared
S.E. of regression
Sum squared resid
Log likelihood
Durbin-Watson stat

0.000000
-0.214286
1.119735
17.55328
-25.31472
2.119715

Mean dependent var


S.D. dependent var
Akaike info criterion
Schwarz criterion
Hannan-Quinn criter.

-4.93E-17
1.016143
3.257191
3.455051
3.284473

Uji tidak ada hubungan antara dengan variabel bebas dapat


dilakukan dengan meregresikan dengan variabel bebas dan jika nilai

15

probabilitas bernilai 1 pada semua variabel maka dapat dipastikan bahwa


tidak ada hubungan antara dengan variabel bebas.

16