Anda di halaman 1dari 8

Percobaan Hukum Kekekalan Energi

melalui Lintasan Roller Coaster


TUJUAN :

Tujuan dari percobaan ini adalah agar peserta didik


dapat :
1.

Untuk

membuktikan

hukum

kekekalan

energi

mekanik
2. Menentukan hubungan h ( ketinggian ) dengan

( kecepatan )
3. Menentukan grafik hubungan h dengan v
4. Menentukan hubungan massa (m) dengan kecepatan
(v)

Dasar Teori
Energi dari suatu benda adalah ukuran dari kesanggupan
benda tersebut untuk melakukan suatu usaha. Satuan energi adalah joule. Dalam ilmu fisika
energi terbagi dalam berbagai macam/jenis, antara lain : energi kinetik, energi panas energi
air, energi batu bara, energi minyak bumi, energi listrik, energi matahari, energi angin, energi
kimia, energi nuklir, energi gas bumi, energi ombak dan gelombang, energi minyak bumi,
energi mekanik/mekanis, energi cahaya, energi listrik, dan lain sebagainya
Dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan sering kali kita dapatkan fenomena energi
yang sering kita anggap biasa-biasa saja. Namun sebagai orang fisika kita selalu berpikir
bahwa hal itu tidaklah terjadi begitu saja dan hal itu terjadi karena adanya faktor-faktor yang
mengganggu keseimbangan dari sebuah benda atau zat, salah satu contoh fenomena yang
dapat dengan mudah kita dapatkan adalah fenomena hukum kekekalan energi yaitu
Permainan Bilyar, permainan ayunan, lintasan roller coaster, dan masih banyak lagi contoh
fenomena hukum kekekalan energi dalam kehidupan sehari-hari.
a. Energi Potensial

Page 1

Energi potensial adalah energi yang memperngaruhi benda karena posisi (ketinggian)
benda tersebut yang mana kecenderungan tersebut menuju tak terhingga dengan arah dari
gaya yang ditimbulkan dari energi potensial tersebut. Satuan SI untuk mengukur usaha dan
energi adalah Joule (simbol J). Contoh sederhana energi ini adalah jika seseorang membawa
suatu batu ke atas bukit dan meletakkannya di sana, batu tersebut akan mendapat energi
potensial gravitasi. Jika kita meregangkan suatu pegas, kita dapat mengatakan bahwa pegas
tersebut membesar & memanjang berarti pegas tersebut mendapatkan energi potensial lastik.
Berbagai jenis energi dapat dikelompokkan sebagai energi potensial. Setiap bentuk
energi ini dihubungkan dengan suatu jenis gaya tertentu yang bekerja terhadap sifat fisik
tertentu suatu materi (seperti massa, muatan, elastisitas, suhu, dll). Energi potensial gravitasi
dihubungkan dengan gaya gravitasi yang bekerja terhadap massa benda; energi potensial
elastik terhadap gaya elastik yang bekerja terhadap elastisitas objek yang berubah bentuk;
energi potensial listrik dengan gaya Coulomb; gaya nuklir kuat atau gaya nuklir lemah yang
bekerja terhadap muatan elektrik pada objek; energi potensial kimia, dengan potensial kimia
pada suatu konfigurasi atomik atau molekular tertentu yang bekerja terhadap struktur atomik
atau molekular zat kimia yang membentuk objek dan juga energi potensial termal dengan
gaya elektromagnetik yang berhubungan dengan suhu objek.
b. Energi Kinetik
Energi kinetik adalah energi gerak, juga disebut sebagai energi dalam gerakan, atau
energi yang berhubungan dengan pergerakan suatu benda. Secara matematis, energi kinetik
dihitung sebagai dari massa suatu benda, dikalikan dengan kecepatan tubuh kuadrat, KE =
mv2. Istilah energi kinetik berasal dari kata Yunani, yaitu kinesis (gerak) dan energeia (aktif
bekerja). Secara umum berarti, Melalui gerak melakukan pekerjaan aktif. Lebih sederhana,
setiap hal, suatu benda, objek, dll. yang memiliki massa dan bergerak akan memiliki beberapa
jenis energi kinetik. Misalnya, energi panas ada karena pergerakan atom atau molekul,
sehingga energi panas adalah variasi dari energi kinetik
Dirumuskan dengan EmA = EmB. Hal ini berarti bahwa jumlah energi mekanik benda
yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi adalah tetap. Energi mekanik didefinisikan sebagai
penjumlahan antara energi kinetik dan energi potensial
Sebuah benda yang dilempar ke atas akan memiliki energi potensial dan energi kinetik.
Energi potensial dimiliki karena ketinggiannya, sedangkan energi kinetik karena geraknya.
Makin tinggi benda tersebut terlempar ke atas, makin besar energi potensialnya. Namun,
makin kecil energi kinetiknya. Pada ketinggian maksimal, benda mempunyai energi potensial
tertinggi dan energi kinetik terendah

Page 1

Untuk lebih memahami energi kinetik perhatikan sebuah bola yang dilempar ke atas.
Kecepatan bola yang dilempar ke atas makin lama makin berkurang. Makin tinggi kedudukan
bola (energi potensial gravitasi makin besar), makin kecil kecepatannya (energi kinetik bola
makin kecil). Saat mencapai keadaan tertinggi, bola akan diam. Hal ini berarti energi
potensial gravitasinya maksimum, namun energi kinetiknya minimun (v = 0). Pada waktu
bola mulai jatuh, kecepatannya mulai bertambah (energi kinetiknya bertambah) dan tingginya
berkurang (energi potensial gravitasi berkurang). Berdasarkan kejadian di atas, seolah terjadi
semacam pertukaran energi antara energi kinetik dan energi potensial gravitasi.
Saat benda jatuh, makin berkurang ketinggiannya makin kecil energi potensialnya,
sedangkan energi kinetiknya makin besar. Ketika benda mencapai titik terendah, energi
potensialnya terkecil dan energi kinetiknya terbesar. Mengapa demikian ?

Bola yang jatuh dari ketinggian h


Perhatikan gambar diatas, ketika sebuah bola berada pada ketinggian h, maka energi
potensial di titik A adalah EpA = m g h, sedangkan energi kinetiknya EkA = = mV2 Karena
v = 0, maka EkA = 0. Jumlah antara energi potensial di titik A dan energi kinetik di titik A
sama dengan energi mekanik. Besarnya energi mekanik adalah
EmA = EpA + EkA
=mgh + 0
= mgh
Misalnya, dalam waktu t sekon bola jatuh sejauh h1 (titik B), sehingga jarak bola dari
tanah adalah h h1. Energi potensial bola di titik B adalah EpB = mg(h h1). Dari titik A ke
titik B ternyata energi potensialnya berkurang sebesar m g h1. Sedangkan, energi kinetik saat

Page 1

bola di B adalah sebagai berikut. Saat bola jatuh setinggi h1, bola bergerak berubah beraturan
dengan kecepatan awal nol
................................. pers 1
................................ pers 2
Kecepatan benda tersebut adalah:
v = vo + g t (vo = 0)

v = gt = g

............................... pers 3

Jadi, energi kinetik bola di titik B adalah


EkB =
EkB =
EkB = mgh1
Jumlah energi kinetik dan energi potensial setelah benda jatuh sejauh h 1 (di titik B)
adalah sebagai berikut
EmB = EkB
= mgh1

EpB

(mgh mgh1)

= mgh
Jadi, energi mekanik di titik B adalah EmB = mgh
Berdasarkan perhitungan menunjukkan energi mekanik di titik A besarnya sama dengan
energi mekanik di titik B (EmA = EmB). Jadi, dapat disimpulkan bahwa jumlah energi mekanik
benda yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi adalah tetap.
Jika pada saat kedudukan di A jumlah energi potensial dan energi kinetik adalah EpA +
EkA, sedangkan pada saat kedudukan di B jumlah energi potensial dan energi kinetik
adalah EpB + EkB, maka :
EpA + EkA = EpB + EkB atau
Ep + Ek = tetap.

Page 1

Inilah yang dinamakan Hukum kekekalan energi mekanik.

Rancangan Percobaan

Langkah Percobaan

1.
2.
3.
4.
5.

Menyiapkan satu sel alat praktikum


Mengukur massa mobil
Merangkai alat seperti gambar di bawah ( R pada lintasan bernilai 15 cm)
Meletakkan mobil diujung lintasan dengan ketinggian 65 cm
Menentukan titik-titik lintasan yang akan diamati seperti gambar (titik yang akan

diamati yaitu titik A-B, A-C, A-D) kemudian dipasang sensor sepanjang lintasan itu.
6. Menghidupkan Arduino Uno kemudian jalankan mobil
7. Amati waktu dan jarak yang ditempuh mobil dari ujung awal lintasan mobil akan
diluncurkan menuju titik lintasan mobil yang akan diamati kecepatannya (data
terletak pada LCD)
8. Menghitung nilai energi mekanik pada titik awal dan titik akhir dari titik lintasan
yang diamati
Pada titik A-B dihtung nilai energi mekanik A dan energi mekanik B
menggunakan persamaan:
Em A =Em B
1
1
mgh A + m v 2A=mgh B + m v 2B
2
2
1
mgh A +0=mgh B + m v 2B
2
1
mgh A=mgh B + m v 2B
2

Page 1

Pada titik A-C dihtung nilai energi mekanik A dan energi mekanik C
menggunakan persamaan
Em A =EmC
1
1
mgh A + m v 2A=mghC + m v 2C
2
2
1
mgh A=mg( 2 R)+ m v 2C
2

Pada titik A-D dihtung nilai energi mekanik A dengan energi mekanik D
menggunakan persamaan
Em A =Em D
1
1
mgh A + m v 2A=mgh D + m v 2D
2
2
1
mgh A=0+ m v 2D
2
1
2
mgh A= m v D
2

9. Ulangi langkah percobaan (no 4 sampai no 8) dengan ketinggian awal peluncuran


benda yang berbeda-beda yaitu 75 cm dan 85 cm.

TUGAS
LAPORAN
Analisis Data
Tabel pengamatan
Perco
baan
ke

Massa
(gr)

Tinggi
awal (cm)

10

Tinggi
akhir (cm)

Vawal
pengu
kuran
0

Vakhir
penguk
uran

EM 1

EM 2

65 cm

Page 1

2R
75 cm

0
2R

85 cm

0
2R

Perco
baan
ke

Massa
(gr)

Tinggi
awal (cm)

Tinggi
akhir (cm)

65 cm

Vawal
pengu
kuran

Vakhir
penguk
uran

EM 1

EM 2

Vakhir
penguk
uran

EM 1

EM 2

0
2R

20

75 cm

0
2R

85 cm

0
2R

Perco
baan
ke

Massa
(gr)

Tinggi
awal (cm)

Tinggi
akhir (cm)

65 cm

Vawal
pengu
kuran
0

2R
75 cm

0
2R

3
30

85 cm

0
2R

Pertanyaan:

Page 1

1. Bagaimana hubungan ketinggian awal benda bergerak dengan kecepatan akhir dari
titik yang diamati? jelaskan !
2. Bagaimana hubungan energi mekanik di titik awal dengan di titik akhir? apakah ada
selisih antara energi mekanik di titik awal dan di titik akhir
3. Gambarkan grafik hubungan antara ketinggian awal terhadap kecepatan akhir pada
titik yang diamati?
4. Apakah ada pengaruh antara massa benda dengan kecepatan benda pada lintasan
roller coaster?
5. Berikan kesimpulan dari percobaan yang telah dilakukan !

Kesimpulan :
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
......................................................................................................................................................
.........................................

Page 1