Anda di halaman 1dari 3

BAKU MUTU TINGKAT KEBISINGAN

Nilai ambang batas kebisingan dan Standar Kebisingan


Nilai batas amabang kebisingan adalah 85 dB yang ditanggap aman untuk
sebagaian besar tenega kerja bila bekerja 8 jam/hari atau 40 jam/minggu. Nilai
ambang batas untuk kebisingan ditempat kerja adalah intensitas tertinggi dan
merupakan rata-rata yang masih dapat diterima tenega kerja tanpa mengakibatkan
hilangnya daya dengar yang tetap untuk waktu teus menerus tidak lebih dari 8 jam
sehari atau 40 jam seminggunya. Berikut ini table

waktu maksimum untuk

bekerja.
Table 1.2
Waktu maksimum untuk bekerja adalah sebagai
No
1.
2.

TINGKAT KEBISINGAN (dBA)


85
88

PEMAPARAN HARIAN
8 Jam
4 Jam

3.
4.
5.

91
94
97

2 Jam
1 Jam
30 menit

6.

100

15 menit

Setelah pengukuran kebisingan dilakukan, maka perlu dianalisis apakah


kebisingan tersebut dapat diterima oleh telinga. Berikut ini standar atau kriteria
kebisingan yang ditetapkan oleh berbagai pihak berdasarkan Peraturan Menteri
Kesehatan Republik Indonesia No.718/Men/Kes/Per/XI/1987,tentang kebisingan
yang berhubungan dengan kesehatan.
Tabel 1.2: Pembagian Zona Bising Oleh Menteri Kesehatan
N
O
1

Zona
A

Tingkat Kebisingan (dB A)


Maksimum yang dianjurkan
Maksimum yang diperbolehkan
35
45

45

55

50

60

60

70

Zona A diperuntukan bagi tempat penelitian, rumah sakit, tempat perawatan


kesehatan dsb, Zona B diperuntukan perumahan, tempat pendidikan, rekreasi, dan
sejenisnya, Zona C diperuntukan untuk perkantoran, pertokoan, perdagangan,
pasar, dan sejenisnya serta Zona D industri, pabrik, stasiun kereta api, terminal bis,
dan sejenisnya.
Pengendalian Kebisingan
Mengingat dampak negative dari pemaparan kebisingan bagi masyarakat,
sebisa mungkin diusahakan agar tingkat kebisingan yang memapari masyarakat
lebih rendah dari baku tingkat kebisingan. Hal ini dapat dilakukan dengan
pengendalian kebisisngan pada sumbernya, penempatan penghalang (barrier) pada
jalan transmisi ataupun proteksi pada masyarakat yang terpapar.
Pengendalian kebisingan pada sumbernya dapat melalui pemberlakuan
peraturan yang melarang sumber bising (misalnya mesin pabrik) yang
mengelurkan bunyi dengan tingkat kebisingan yang tinggi. Penempatan
penghalang (barrier) pada jalan transmisi masih dapat dilakukan dengan membuat
penghalang (barrier) pada jalan transmisi diantara sumber bising dengan
masyarakat yang terpapar. Sebagai contoh, penanaman pohon bamboo disekitar
kawasan industry dapat mereduksi bising yang diterima masyarakat ataupun
proteksi kebisingan ada masyarakat yang terpapar dapat dilakukan pengguanaan
sumbat telinga pada masyarakat yang berada dekat kawasan industry yang
menghasilkan kebisingan

http://xavrianto.blogspot.co.id/2013/04/makalah-kebisingan-mkanalisakualitas.html 3:51 06/10


http://baristandsamarinda.kemenperin.go.id/download/KepMenLH48%281996%29
-Baku_Tingkat_Kebisingan.pdf 3:52 06/10