Anda di halaman 1dari 83

FILUM PROTOZOA & PORIFERA

Program Studi Budidaya Perairan


Universitas Mataram

Hewan paling sederhana di dunia adalah Protozoa.


Karena hewan tersebut hanya terdiri dari satu sel
dan biasanya berukuran mikroskopis antara 5-5.000
mikron, rata-rata antara 30-300 mikron.

A. MORFOLOGI
Sel Protozoa terdiri dari protoplasma yang dibungkus
membran sel (plasmalemma) yang berfungsi sebagai
"dinding sel".
Protoplasma terdiri dari dua
komponen utama yaitu inti sel
(nukleus) dan isi sel atau sitoplasma.
Sitoplasma terdiri atas dua bagian,
yaitu bagian terluar tampak
homogen dan jernih (hyalin) disebut
ektoplasma, dan bagian dalam
disebut endoplasma

Protozoa tidak memiliki organ sejati seperti alat


pencernaan dan alat reproduksi sebagaimana
layaknya metazoa.
Akan tetapi sangat menakjubkan bahwa protozoa
yang berukuran mikroskopis dan terdiri dari satu
sel mampu melakukan semua kegiatan biologis
seperti bergerak, makan, bernapas, dan
reproduksi.
Proses-proses tersebut dilakukan oleh
bagian di dalam sel, yang disebut organel
seperti vakuola kontraktil.

B. FISIOLOGI
1. SISTEM PERNAPASAN DAN PERGERAKAN
Pernapasan berlangsung secara difusi karena adanya
perbedaan tekanan gas di dalam sel dan di luar sel.

Protozoa bergerak dengan menggunakan


kaki semu (pseudopodia), cilia, atau flagela.
Pseudopodia berasal dari penjuluran sitoplasma,
dan bersifat sementara terutama untuk berpindah
tempat atau makan.

Protozoa yang bergerak dengan


pseudopodia adalah dari kelas Sarcodina.
Pseudopodia dibagi dalam 4 tipe atas dasar
bentuk penjuluran protoplasmanya sebagai
berikut.
a. Lobopodia
Bentuk penjuIurannya
tumpul seperti lidah
atau. jari, adakalanya
bercabang, terdiri atas
ektoplasma dan
endoplasma.
Contoh pada Amoeba

Gbr 1.1

b. Filopodia
Bentuk penjuluran langsing,
lembut seperti benang (filamen),
biasanya runcing, terdiri atas
ektoplasma saja. Contoh pada
Vamprella
c. Reticulopodia

Gbr 1.2

Bentuk penjuluran panjang, halus


dan terdiri atas ektoplasma saja,
bercabang-cabang dan
berpotongan seperti jala.
Contohnya pada genus
Lieberkubnia dan Globigerina

Gbr 1.3

d. Axopodia

Bentuk penjulurannya seperti


jarum, agak kaku dan semi
permanen, ada kalanya bercabangcabang, memijar dari pusat.
MisaInya pada Actinophrys

Gbr 1.4

Cilia atau bulu getar merupakan alat gerak yang


berbentuk bulu-bulu halus, biasanya banyak dan
selalu bergetar.
Gerakan tersebut menimbulkan arus air yang dapat
menghasilkan gerakan maju.
Di antara semua Jenis Protozoa, Ciliata bergerak
paling cepat antara 200 sampai 1000 mikron per
detik
Penyebaran cilia di seluruh permukaan sel tidak
selalu merata, hingga berdasarkan susunan cilia
dalam kelompok dibedakan menjadi:
a. Membran berombak (undulating membrane)
b. Membranella
c. Cirrus (cirri)

TUGAS 1!
Jelaskan apa yang dimaksud dengan
a.Membran berombak (undulating
membrane)
b.Membranella
c.Cirrus (cirri)
dan carilah gambar/foto dari masing-masing
susunan cilia tersebut!

Flagela (bulu cambuk) merupakan alat gerak berupa


protoplasma panjang seperti cambuk, berjumlah satu
atau lebih tetapi umumnya dua helai.

Flagela berfungsi sebagai alat


gerak maju dengan kecepatan
antara 15 sampai 300 mikron
per detik.

Gbr 1.5

2. CARA MAKAN

Cara makan protozoa ada 3 macam; yaitu


AUTOTROF, HETEROTROF, dan AMFITROF.
Autotrof artinva dapat mensintesis makanan sendiri
seperti layaknya tumbuh-tumbuhan dengan jalan
fotosintesis.
Protozoa yang tidak dapat melakukan fotosintesis,
mendapatkan makanannya dengan jalan menelan
benda padat, atau memakan organisme lain seperti
bakteri, jamur atau protozoa lain bersifat heterotrof.

Protozoa yang bersifat autotrof dan heterotrof


disebut amfitrof
Protozoa yang bersifat heterotrof dan dinding
selnya terdiri dari suatu membran tipis, mengambil
makanannya dengan cara membungkus makanan
kemudian menelannya ke dalam sitoplasma.
Cara ini disebut FAGOSITOSIS

Amoeba eating a paramecium

The.amoeba heads
toward the unsuspe
cting paramecium

The paramecium will


soon be completely
inside the amoeba!

It begins to spread out


it's body to catch its
prey

The amoeba keeps


changing its shape
until it can enclose
its prey.

The amoeba will absorb


its lunch directly inside
its cell walls.

Pada jenis yang berdinding tebal (pelikula), cara


mengambil mangsanya dengan menggunakan mulut sel
yang disebut CYTOSTOME (Gambar 1.6)

biasanya dilengkapi cilia untuk


mengalirkan air hingga bila ada
makanan vang lewat dapat
ditangkap dan dimasukkan ke
dalam sitoplasma.

Gbr 1.6
Makanan yang masuk ke dalam sitoplasma bersama air
akan ditempatkan dalam suatu rongga kecil yang
disebut gastriola (vakuola makanan). Makanan di
dalam gastriola dicerna secara enzimatis.

Sistem ekskresi pada


hewan rendah
Vakuola kontraktil
Protozoa, Porifera

C. REPRODUKSI
Reproduksi dilakukan secara ASEKSUAL
maupun SEKSUAL
Reproduksi aseksual dengan cara membelah diri
menjadi dua atau banyak, dan pertunasan (budding),
eksternal atau internal (Gambar 1.7).
Gambar 1.7.
A. Pertunason eksternal pada Ephelota
dengan larva bercilia;
B. Pertunasan internal pada Tokophrya
lemnarum,
C. larva berenang bebas

Pembelahan menjadi dua dapat terjadi secara


melintang atau membujur (Gambar 1.8.A, B, dan C).

Garnbar 1.8.
A. Amoeba
B. Euglena
C. Paramesium

sedangkan pembelahan menjadi banyak biasanya


dimulai dari inti sel, kemudian dikuti pembelahan
individu.
Sebagian besar protozoa air tawar yang hidup
bebas mempunyai kemampuan untuk
mempertahankan diri terhadap kondisi
lingkungan yang memburuk, yaitu dengan
membentuk siste (cyst) yang resisten terhadap
kekeringan, dingin. atau panas (Gambar 1.9)

Gambar 1.9
D. Euglypha (Sarcodina)
E. Colpoda (Ciliata)
F. Pleurofficha (Ciliato)
G. Ochromonas

Dua sel saling mendekat, menempel pada bagian mulut sel untuk kawin.
Artinya kedua hewan ini sedang mengalami konjugasi. Selanjutnya terbentuk
saluran konjugasi diantara kedua sel ini. Dan melalui saluran ini terjadi tukarmenukar mikronukleus. Mikronukleus dari sel yang satu pindah ke sel yang
lain, demikianlah sebaliknya.

D. NILAI EKONOMIS
Sampai saat ini diperkirakan ada 50.000 spesies
protozoa yang sudah diidentifikasi.
Habitat hidupnya di laut, air payau, ait tawar dan
daratan yang lembab maupun pasir kering.
Di antaranya banyak yang hidup bebas dan
merupakan makanan bagi organisme dan tingkatan
yang lebih tinggi.
Beberapa jenis flagelata dan cilata merupakan
makanan bagi anak ikan.

Akan tetapi, banyak juga yang hidup sebagai


parasit baik pada hewan, tumbuhan maupun pada
manusia.
Parasit ikan antara lain Tricbodina dan
Ickthyopbthirius (Gambar 1.10) dari kelas Ciliata,
serta Heneguya darl kelas Myxosporea.

Gambar 1.10
A Ichthyophthidus
B. Trichoding
C. Cyclochaeta

Trichodina (Protozoa)

Ichthyopbthirius

Heneguya

TUGAS 2!
Cari mekanisme kerja parasit tersebut dan sertai
gambar/foto ikan yang terinfeksi

Adapula jenis protozoa yang menghasilkan racun


(Gambar 1.11 ) yang diduga sebagai penyebab red
tide atau pasang merah di berbagai pantai daerah
Indopasifik, misalnya India, Thailand, Singapura,
Sabah, Filipina, Indonesia, dan Australia.

Gambar 1.11
A. Gymnodinium
B. Gonyaulax
C. Peridinium
D. D. Ceratium
E. Noctiluca

Gonyaulax penyebab red


tide

E. KLASIFIKASI
Pembagian Filum Protozoa menjadi 3
subfilum terutama berdasarkan alat geraknya
1. Subfilum Sarcomastigophora
Organela untuk bergerak adalah flagela &
pseudopodia. Nukleus satu macam.
a. Kelas Mastigophora (=Flagelata)

Bergerak dengan satu


atau beberapa buah
flagela. Contoh pada
Ceralium, Euglena,
dan Noctiluca
Euglena

b. Kelas Opalinata
Organela seperti cilia
berjumlah banyak sekali
terdapat di seluruh permukaan
tubuh. Nukleus 2 buah atau
lebih. Semua bersifat parasit.
Contohnya Opalina di dalam
usus amfibi.

Opalina

c. Kelas Sarcodina (=Rhizopoda)


Bergerak dengan
pseudopodia. Misalnya
Arcella, Amoeba, dan
Globigerina.
Amoeba

2. Subfilum Sporozoa
Tidak mempunyai alat gerak. Semua anggotanya
parasit.
Contohnya antara lain dan Sphaeromyxa parasit
ikan.

Plasmodium vivax

3. Subfilum Ciliophora
Mempunyai cilia atau organel cilia pada sebagian
atau seluruh stadium hidupnya. Mempunyai dua
macam nuklei.
a. Kelas Holotrichia
Cilia sederhana, terdapat di
seluruh atau sebagian
permukaan tubuh; cilia
adoral biasanya tidak ada
atau tidak jelas. Contoh
Paramaecium dan
Tetrahymena.
Paramaecium

b. Kelas Suctoria
Cilia hanya pada stadium muda; dewasa biasanya
sessile, bertangkai dan mempunyai tentakel.
Misalnya Tokophrya

Tokophrya

c. Kelas Peritricha
Bentuk sel seperti lonceng
atau jambangan. Umumnya
sessile. jajaran cilia hanya
pada bagian adoral dan
memutar berlawanan arah
jarum jam terhadap
cytostome.
Contohnya Vorticella dan
Trichodina
Vorticella

d. Kelas Spirotrichia
Cila dalam kelompok yang
agak jarang; cilia adoral
memutar searah jarum jam
terhadap cytostome, terdiri
atas banyak membranela.
Contohnya Stentor,
Solonichia, dan
Tintinnopsis.

Stentor

Filum Porifera atau Dikenal juga dengan nama


spons merupakan hewan bersel banyak (metazoa)
paling sederhana atau primitif.
Walaupun porifera tergolong
hewan, namun kemampuan
geraknya sangat kecil dan
hidupnya bersifat menetap.

A. MORFOLOGI DAN ANATOMI


Ukuran tubuh porifera
sangat bervariasi, dari
sebesar kacang polong
sampai setinggi 90 cm
dan lebar 1 m.

Bentuk tubuh spons juga


bermacam-macam,
beberapa simetri radial,
tetapi kebanyakan
berbentuk tak beraturan
dengan pola bervariasi
(Gambar 2.1).

Gambar 2.1. Filum Porifera.

Genus Leucosolenia (Gambar 2.2 A dan B), adalah


salah satu jenis spons yang bentuknya sangat
sederhana; seperti kumpulan jambangan kecil yang
berhubungan satu sama lain pada bagian pangkalnya;
hidup di laut menempel pada batu karang di bawah
batas air surut terendah.

Gambar 2.2. Struktur spons yang sedarhana

Di dalam setiap individu yang berbentuk seperti


jambangan tersebut terdapat rongga yang disebut
SPONGOCOEL atau ATRIUM.
Pada permukaan tubuh terdapat lubang-lubang atau
pori-pori (asal nama Porifera), yang merupakan lubang
air masuk ke spongocoel, untuk akhirnya keluar melalui
osculum (Gambar 2.3).

Gambar 2.3. Tipe merfologi spons.

Pada dasarnya dinding tubuh porifera terdiri atas 3


lapisan, yaitu
1. Pinacocyte atau Pinacoderm, seperti
epidermis berfungsi untuk melindungi
tubuh bagian dalam
2. Mesohyl atau Mesoglea, terdiri dari zat
semacam agar (gelatinous protein matrix),
mengandung bahan tulang dan sel
amebocyte
3. Choanocyte, yang melapisi rongga atrium
atau spongocoel (Gambar 2.3 D).

Gambar (a) dan (b) struktur tubuh porifera, (c) koanosit.

Berdasarkan sistem aliran air (bukan secara


taksonomi), bentuk tubuh porifera dibagi
menjadi 3 tipe, yaitu ASCONOID, SYCONOID,
dan LEUCONOID (Gambar 2.3 A, B, dan C)

Gambar 3. Beberapa sistem saluran pada Porifera

SPIKUL

Gambar. Macam-macam bentuk spikula

B. FlSIOLOGI

Proses fisiologi yang terjadi pada porifera sangat


tergantung pada aliran air. Air masuk membawa
oksigen dan makanan serta mengangkut sisa
metabolisme keluar melalui osculum.
Makanannya terdiri dari partikel yang sangat kecil;
80% berukuran kurang dari 5 mikron dan 20% terdiri
atas bakteri, dinoflagelata, dan nanoplankton
Partikel makanan ditangkap oleh fibril kelepak
pada choanocyte. Partikel yang berukuran
antara 5 sampai 50 mikron dimakan dan dibawa
oleh amebocyte
Pertukaran gas terjadi secara difusi antara air dan sel
sepanjang aliran air. Sistern saraf pada ponfera belum
ditemukan, segala reaksi yang terjadi bersifat lokal dan
bebas (independen).

C. REPRODUKSI DAN REGENERASI


Porifera mempunyai kemampuan melakukan
regenerasi yang tinggi.
Bagian tubuh spons yang terpotong atau rusak, akan
mengalami regenerasi menjadi utuh kembali.
Porifera berkembang biak secara aseksual maupun
seksual. Reproduksi aseksual terjadi dengan.
cara pembentukan tunas (budding) atau
pembentukan sekelompok sel esensial, terutama
amebocyte, kernudian dilepaskan.

Spons air tawar dan beberapa jenis laut


membentuk gemmule, yaitu tunas internal.

Gemmule terbentuk dari


sekumpulan archeocyte
berisi cadangan
makanan dikelilingi
amebocyte yang
membentak lapisan luar
yang keras, dan acapkali
terdapat spikul sehingga
membentuk dinding yang
resisten (Gambar 2.5 D)

Beberapa spons air laut membentuk gemmule


tanpa cangkang yang resisten, dan
kadang-kadang berbentuk larva parenchymula
yang berenang bebas (Gambar 2.5 B dan C).

Gambar 2.5. A. larva amphiblastula; B dan C. larva parenchymula;


D. penampang membujur gemmule spons air tawar

D. NILAI EKONOMIS
Beberapa jenis spons laut seperti spons jari berwarna
oranye, Axinella canabina, diperdagangkan untuk
menghias akuarium air laut; ada kalanya diekspor ke
Singapura dan Eropa.

Jenis spons dari famili Chonidae mampu


mengebor dan menembus batu karang dan
cangkang moluska sehingga membantu
pelapukan pecahan batu karang dan cangkang
moluska yang berserakan di tepi pantai.

E. KLASIFIKASI
Filum Porifera terdiri dari 4 kelas, yaitu Calcarea,
Hexactinellida, DemosponGiae, dan Sclerospongiae.
1. Kelas Calcarea
(= Calcispongiae)
Spikul kapur, monaxon,
trilaxon atau tetraxon;
permukaan tubuh berbulu;
warna suram; tinggi
kurang dari 15 cm. Kelas
Calcarea terdiri atas 2 ordo
;

1) Ordo Homocoela
Tipe asconoid; dinding
tubuh tipis; contohnya
Leucosolenia dan
Clathrina (Gambar 2.2
A).
Leucosolenia

2) Ordo Heterocoela
Tipe syconoid atau
leuconoid; dinding
tubuh tebal.
Contohnya Scypba
(Gambar 2.1).
Schypha

2. Kelas Hexactinellida (Hyalospongiae)


Spons kaca, spikul silikat, hexactinal, beberapa
bersambungan sepeti pagar, beberapa terjalin
seperti kaca; tipe syconoid; bentuk tubuh
silindris, datar atau bertangkai; tinggi 90 cm; di
laut pada kedalaman 90 cm sampai 5.000 m.
1). Ordo Hexasterophora
Spikul kecil hexactinal;
Euplectella aspergillum
(Gambar 2-6 A).

Euplectella aspergillum

2). Ordo Amphidiscophora


Spikul kecil dengan kait-kait pada kedua
ujungnya; Hyalonema

3. Kelas Demospongiae
Spikul silikat, serat spons atau keduanya atau
tidak ada; bila ada spikulnya monaxon atau
tetraxon; tipe leuconoid.

a. Subkelas Tetractinellida
Spikul tetraxon atau ticlak ada; bentuk tubuh
bulat atau datar tanpa percabangan; di
perairan dangkal.

1). Ordo Myxospongia (=Dendroceratisa)

Tidak mempunyai spikul;


bentuk tubuh sederhana,
tanpa kerangka; Oscarella

oscarella
2). Ordo Carnosa (=Homosclerophora
atau Microsclerophora)

Spikul tetraxon, ukuran


hampir sama; Plakina,
Plakortis.

plakortis

3). Ordo Choristida


Spikul tetraxon, dua macam ukuran besar clan
kecil ada semua; Thenea dan Geodia

Geodia

b.Subkelas Monaxonida
Spikul monaxon; ada yang berserat spons; bentuk
tubuh bervariasi; di tepi pantai sampai kedalaman
45 m; beberapa jenis sampai 5,5 km; melimpah dan
umum
1). Ordo Hadromerida (=Astromonaxonellida)
Spikul besar terpisah;
Suberites dan Cliona
(spons pengebor)

cliona

2). Ordo Halichondrida


Spikul besar dan
mempunyai serat
spons; Halichondria

halichondria
3). Ordo Poecilosclerida
Spikul berukuran besar
diikat oleh serat spons
seperti jala; Microciona
(Gambar 2-1).
microciona

4). Ordo Haplosclerida

Spikul besar, biasanya


tidak ada spikul kecil;
spons air tawar Spongilla
dan spons laut Haliclona
(Gambar 5-1).

c. Subkelas Keratosa
Terdiri dari ordo Dictyoceratida. Rangka dari serat
spons yang mengandung zat tanduk; tidak
ada spikul; bentuk tubuh bulat, adakalanya besar
sekali; warna gelap terutama hitam; spons
daun atau Phyllospongia, spons busa Euspongia
(Gambar 2-1) dan spons kuda Hippospongia

4.Kelas Sclerospongiae (Gambar 2-6 B)


Spons karang (Corraline sponges).
Berbeda dari spons kelas lainnya,
spons karang menghasilkan rangka
CaC03 (aragonit) yang terjalin dalam
serat-serat spons hingga sepintas
lalu mirip batu koral.

ceratoporella

Spikul silikat, monaxon; jaringan


yang hidup berupa lapisan tipis
menyelubungi rangka kapur;
dapat mencapai diameter 1 m;
banyak ditemukan di daerah
terumbu karang pada continental
slope di Jamaika; Ceratoporella,
Merlia, dan Stromatospongia.