Anda di halaman 1dari 48

PEDOMAN PELAYANAN

LABORATORIUM KLINIK

RSUD SURADADI TEGAL


VISI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SURADADI
menjadi Rumah Sakit Pilihan Masyarakat Dengan Layanan Unggulan Traumatik
dan Rehabilitasi Medik
MISI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SURADADI
1. Meningkatkan Kinerja Pelayanan berorientasi kepada Pelanggan dan Kinerja
Keuangan yang Efisien dan Akuntabel
2. Meningkatkan Sarana Prasarana SDM RS Untuk menunjang Layanan unggulan
Traumatik dan Rehabilitasi Medik
3. Menyediakan Saran Prasarana dan Fasilitas untuk mendukung Layanan Unggulan
berbasis Terapi Wisata Bahari
MOTTO RSUD SURADADI
SEHAT BERASAMA KAMI

KATA PENGANTAR
Buku Pedoman Pelayanan Laboratorium ini disusun guna membakukan
peatalaksanaan kegiatan di Instalasi Laboratorium, sehingga tercapai mutu
pelayanan yang baik bagi pengguna jasa di RSUD Suradadi. Buku pedoman kerja
ini terdiri dari 7 (Tujuh) bab sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Departemen
Kesehatan RI dan dilampiri standar ketenagaan laboratorium klinis rumah sakit tipe
B non pendidikan dan waktu pemeriksaan.
Karena pelayanan bersifat dinamis, maka buku pedoman kerja ini akan
ditinjau ulang dan direvisi sesuai dengan perkembangan ilmu dan teknologi secara
periodik. Saran dan kritik yang bersifat membangun sangat diharapkan untuk
peningkatan selanjutnya.

Akhir kata, semoga buku pedoman ini dapat dijadikan acuan dalam meningkatkan
mutu pelayanan laboratorium klinik dan kepuasan pasien di RSUD Suradadi.

Penyusun,

DAFTAR ISI
Halaman judul
Visi, Misi dan Motto RSUD Suradadi Tegal.

ii

Kata pengantar.

iv

Daftar isi

BAB I.

PENDAHULUAN.

A. Latar Belakang ....


B. Ruang lingkup ..
C. Bantuan Operasional ..
D. Landasan Hukum .
BAB II.STANDAR KETENAGAAN
A. Kualifikasi Sumber Daya Manusia .
B. Distribusi Ketenagaan ..
C. Pengaturan Jaga ..
BAB III. STANDAR FASILITAS ..
A. Denah Ruang
B. Standar Fasilitas ..
BAB IV. TATA LAKSANA PELAYANAN .
A.
B.
a.
b.

Pendaftaran dan Pencatatan .


Pengelolaan Spesimen ..
Spesimen infeksius
Specimen tidak infeksius ..
C.
Pemeriksaan Laboratorium .
A. Pengelolaan Limbah .
A. Laporan Hasil .............. ..
A. Nilai Rujukan ..................
A. Arsip dan Dokumen........ ..
A. Pengkajian terhadap kontrak layanan laboratorium ..
68
A. Pemeliharaan dan Kalibrasi Alat 69
A. Trouble Shooting ..
BAB V LOGISTIK .
BAB VI. KESELAMATAN PASIEN
1.
2.
3.
4.

Pengertian .
Tujuan
Tata Laksana Keselamatan Pasien .
Hasil Kritis (critical result) ..

BAB VII. KESELAMATAN KERJA


BAB VIII. PENGENDALIAN MUTU ..

1. Pemantapan Mutu Internal..


2. Pemantapan Mutu Eksternal (PME) .
BAB IX. PENUTUP ..
Lampiran

BAB I
PENDAHULUAN
Peningkatan kualitas pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat,
mengakibatkan sistem nilai dan orientasi dalam masyarakatpun mulai berubah.
Masyarakat mulai menuntut pelayanan kesehatan yang lebih baik, lebih ramah dan
lebih bermutu. Akibat tuntutan masyarakat akan mutu pelayanan kesehatan yang terus
berkembang ini, maka fungsi rumah sakit sebagai pemberi pelayanan kesehatan
secara bertahap terus ditingkatkan agar bisa memberikan kepuasan terhadap pasien,
keluarga dan masyarakat. Berdasarkan hal itu, maka peningkatan mutu pelayanan
kesehatan rumah sakit perlu dilakukan.
Sebagai rumah sakit tipe D, RSUD Suradadi Tegal selalu berusaha untuk
meningkatkan dan melengkapi pelayanannya. Bahkan seluruh jajarannya sedang
berusaha untuk menjadi rumah sakit terbaik di kawasan pantura barat Jawa Tengah,
yang menjadi rujukan pengguna jasa pelayanan kesehatan. Tekad ini sejalan dengan
visi, misi serta moto rumah sakit yang sudah dicanangkan.
A. Latar Belakang
Laboratorium kesehatan yang merupakan bagian dari pelayanan rumah sakit
adalah merupakan bagian instalasi pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
Laboratorium kesehatan sebagai unit pelayanan penunjang medis, diharapkan dapat
memberikan informasi yang teliti dan akurat tentang aspek laboratoris terhadap
spesimen/sampel yang pengujiannya dilakukan di laboratorium.
Masyarakat dan tuntutan jaman, menghendaki hasil pengujian laboratorium
terus ditingkatkan seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi dan
perkembangan penyakit. Untuk meningkatkan kualitas pelayanan ini diperlukan
sebuah pedoman yang menjadi acuan dan petunjuk bagi ahli teknologi laboratorium
kesehatan dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan standar mutu pelayanan
laboratorium.
Sebagai bagian dari Rumah Sakit Umum Daerah Suradadi Tegal,
Laboratorium Klinik selalu berusaha secara terus menerus untuk meningkatkan
kualitas pelayanannya.
Peningkatan pelayananan pemeriksaan ini untuk mencapai pelayanan dan hasil
yang akurat sejalan dengan kebutuhan dan kepuasaan pelanggan.
Di sisi lain, secara terus menerus dan berkesinambungan laboratorium
kesehatan diharapkan memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan oleh
Departemen
Kesehatan
RI,
sehingga
mutu
pelayanannya
dapat
dipertanggungjawabkan , memberikan jaminan serta kepuasan kepada masyarakat /
pengguna jasa laboratorium.
Standar dan mutu pelayanan laboratorim yang telah dicapai dapat
meningkatkan kepercayaan masyarakat atau pengguna jasa, akan pelayanan dan
pemeriksaan yang aman, tepat waktu, akurasi yang tinggi dan dapat dijadikan dasar
untuk tindakan medis selanjutnya.
B.

Tujuan
1. Tujuan Umum
Pedoman pelayanan ini perlu diterapkan sebagai dasar dalam pelaksanaan
pelayanan laboratoriun sebagai bagian dari RSUD Suradadi dalam menunjang
diagnosa dokter agar terwujudnya pelayanan Rumah Sakit yang maksimal dan
mamapu mewujudkan visi misi Rumah Sakit.

C.

2. Tujuan Khusus
Pedoman ini digunakan dalam melakukan kegiatan-kegiatan dalam pelaksanaan
pemeriksaan laboratorium sehingga dapat menjadi acuan dalam melakukan pelayanan
laboratorium dari proses pra analitik, analitik, dan pasca analitik
Ruang Lingkup
Pembahasan ruang lingkup dalam pedoman ini adalah pemeriksaan yang dilakukan
di Laboratorium Klinik RSUD Suradadi Tegal mencakup aktifitas pra analitik, analitik
dan pasca analitik. Dilengkapi dengan standar ketenagaan, standar fasilitas, tata
laksana pelayanan, logistik, keselamatan pasien keselamatan kerja dan pengendalian
mutu.
Pokok bahasan di atas akan dijabarkan secara rinci dalam bentuk sub-sub
bahasan sesuai dengan ketersediaan dan kelengkapan fasilitas dan aktifitas riil yang
ada di laboratorium. Adapun ruang lingkup pelayanan laboratorium RSUD Suradadi

a.

meliputi :
Unit Gawat Darurat

b.

Unit Rawat Jalan

c.

Unit Rawat Inap

d.

Rujukan dari luar

D.

E.

Batasan operasional
Sebagai bagian dari RSUD Suradadi yang bertipe D, pelayanan instalasi
laboratorium memerlukan standar tenaga dan jenis pemeriksaan sebagaimana yang
tercantum dalam Pedoman Organisasi Rumah Sakit Umum. Yakni melaksanakan
tugas pemeriksaan sebagai berikut :
1. Hematologi
2. Kimia Klinik
3. Imunoserologi
4. Urinalisis
5. Mikrobiologi
Landasan Hukum
1. Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan (Lembaran Negara
Tahun 1992 Nomor 100, Tambahan Lembaran Negara Nomor 3495)
2. Peraturan
Menteri
Kesehatan
Republik
Indonesia
Nomor
411/Menkes/Per/III/2010, tentang Laboratorium Klinik.
3. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 298/Menkes/SK/2008,
tentang Pedoman Akreditasi Laboratorium Kesehatan.
4. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 657/Menkes/Per/III/2009 tentang
Pengiriman dan Penggunaan Spesimen Klinik, Materi Biologik dan Muatan
Informasinya.
5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 658/Menkes/Per/III/2009 tentang Jejaring
Laboratorium Diagnosis Penyakit Infeksi New Emerging dan Re-Emerging.
6. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor RI nomor 364/Menkes/SK/III/2003 tentang
Laboratorium Kesehatan.
7. Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1792/Menkes/SK/III/2010 tentang
Pedoman Pemeriksaan Kimia klinik.
8. Departemen Kesehatan RI Direktorat Jenderal Bina Pelayanan Medik tahun 2008
tentang Pedoman Praktik Laboratorium Kesehatan Yang Benar ( Good
Laboratory practice ).

BAB II
STANDAR KETENAGAAN
Pada dasarnya kegiatan Laboratorium Klinik RSUD Suradadi Tegal sudah
memiliki petugas yang sudah berkualifikasi pendidikan dan pengalaman yang
memadahi. Petugas laboratorium itu memiliki latar belakang pendidikan yang
mumpuni untuk menjalankan kewajiban dan bidang tugasnya.
A. Kualifikasi sumber daya manusia
Kualifikasi sumber daya manusia yang bertugas di Laboratorium Klinik RSUD
Suradadi Tegal, sebagian besar didominasi oleh tenaga analis kesehatan ( 6 orang)
yang dipimpin oleh seorang dokter Patologi Klinis sebagai Kepala Instalasi
Laboratorium.
Kualifikasi tenaga di laboratorium klinik RSUD Suradadi Tegal
1. Kepala instalasi
Kepala Instalasi Laboratorium merupakan jabatan fungsional untuk
memimpin dan mengelola sumber daya rumah sakit di Instalasi Laboratorium
guna menunjang kegiatan pelayanan medis termasuk diantaranya membantu
dalam proses transfusi darah. Jabatan Kepala Instalasi Laboratorium harus
dipegang oleh seseorang yang memenuhi kriteria dan persyaratan tertentu.
Kriteria jabatan :
1. Jabatan
: Kepala Instalasi Laboratorium.
2. Pendidikan formal
: Dokter Spesialis Patologi Klinik.
3. Kepangkatan
: Dokter Pratama Madya.
Persyaratan jabatan :
1. Memiliki
pengetahuan,keterampilan,sikap
professional
dalam
pekerjaan kepada pasien mulai dari kegiatan pra analisis, analisis dan
pasca analisis.
2. Memiliki pengetahuan, keterampilan,sikap professional dalam
pekerjaan kepada pasien mulai dari kegiatan manajerial laboratorium.
3. Memiliki pengetahuan,keterampilan,sikap professional memberikan
keterangan ahli kepada para pelanggan.
4. Memiliki
pengetahuan,keterampilan,sikap
professional
dalam
mendidik tenaga analis dan administrasi untuk mengembangkan
laboratorium dan sitem kerjanya
3.Kepala ruang
Kepala Ruang Laboratorium adalah staf analis yang bertugas
membantu Kepala Instalasi Laboratorium guna menunjang pelayanan
medis. Seorang Kepala Ruang harus memenuhi kriteria dan
persyaratan sebagai berikut :
Kriteria jabatan :
1. Jabatan
2. Pendidikan formal
3. Kepangkatan

: Kepala Ruang Laboratorium.


: Analis
: Pengatur Tk I

Persyaratan jabatan :
1. Menguasai bidang pelayanan laboratorium,
pemeriksaan patologi klinik.
2. Tegas dan disiplin.
3. Mempunyai integritas dan loyalitas yang tinggi.

termasuk

prosedur

3.Petugas teknis
Petugas teknis adalah petugas yang melakukan kegiatan laboratorium yang
meliputi pemeriksaan kimia darah, hematologi, imunoserologi,dan analisa
urin.
Kriteria jabatan
1. Jabatan
: Petugas teknis Laboratorium.
2. Pendidikan formal : D III Analis kesehatan
3. Kepangkatan
: Pranata Laboratorium Madya.
Persyaratan jabatan :
1. Mempunyai kemampuan pemeriksa kimia darah, hematologi, imunoserologi
dan analisa urin.
2. Mempunyai kemampuan pengetahuan di bidang Laboratorium Patologi klinik.
3. Mempunyai loyalitas dan dedikasi yang tinggi.
4. Mempunyai semangat dan etos kerja yang baik.
Distribusi ketenagaan
B.1. Stuktur Organisasi
Sesuai tuntutan manajemen dan profesionalitas, dari 7 orang yang bertugas
di Laboratorium Klinik RSUD Suradadi Tegal didistribusikan untuk menjalankan
tugas fungsionalnya. Distribusi ini sangat diperlukan dengan mempertimbangkan
aspek volume pekerjaan, bidang tugas dan tanggung jawab.
Guna mengetahui posisi masing-masing personil yang bertugas di Laboratorium
Klinik RSUD Suradadi Tegal, dapat dilihat dalam struktur organisasi berikut ini :
Struktur Organisasi Laboratorium Klinik RSUD Suradadi Tegal
B.1.1. Uraian Tugas
Berikut ini dipaparkan Daftar Nama Jabatan dan Uraian Tugas Tenaga
di Laboratorium Klinik RSUD Suradadi Tegal :

Nama
: dr. KRISTIAWAN ARDJITO, M.Si.Med, SpPK
NIP
: 19720710 201412 1 001
Pangkat/Golongan : Penata Muda TK I/IIIb ????
Jabatan
: Kepala Instalasi Laboratorium
Tugas :
1. Menyusun Standar Pelayanan Profesi Medik
2. Menyusun Standar Administrasi
3. Merencanakan pengembangan staf dan kebutuhan sarana dan
prasarana pelayanan medic
4. Menyusun program dan perencanaan pengembangan mutu pelayanan
medik
5. Menyusun program dan perencanaan kegiatan instalasi laboratorium.
6. Menyelesaikan masalah pelayanan medik yang timbul dalam
bidangnya.
7. Meneliti dan menandatangani hasil laboratorium
8. Memberi catatan / mengevaluasi hasil pemeriksaan laboratorium.
9. Mengadakan pertemuan kelompok Staf Medik Fungsional
10. Memelihara dan meningkatkan hubungan kerjasama yang baik dengan
bagian lain yang terkait
11. Mengawasi pelaksanaan kontrol kualitas internal dan jika ada
eksternal
12. Mengawasi dan mengevaluasi pelayanan profesi dan administrasi dan
ditindaklanjuti dengan perbaikan-perbaikan
13. Melakukan koordinasi dengan PMI dan melakukan evaluasi kegiatan
pelayanan darah.
kewenangan:
1. Memberi teguran kepada staf laboratorium.
2. Mengajukan promosi staf laboratorium.
3. Memberikan penilaian DP3 staf laboratorium

Nama
NIP
Pangkat/Golongan
Jabatan

: MOH. SOBIRIN,A.Md
: 19831031 201101 1 002
: Penata Muda/ IIIa
: Kepala Ruang Laboratorium

Tugas :
1. Mengatur jadwal Rotasi tugas analis.
2. Membantu kerja analis.
3. Melakukan pengecekan berkala terhadap persediaan reagen, alat habis
pakai.
4. Melakukan pemesanan Reagen dibuku permintaan untuk pengajuan reagen
dan alat habis pakai ke bagian pemesanan.
5. Memantau penyimpanan dan penggunaan alat serta reagen laboratorium.
Menghubungi rekanan kalau ada alat yang trobel.
6. Memantau rekanan alat untuk maintenen rutin.
7. Mengawasi penampilan kerja pelaksana laboratorium.
8. Mengikuti rapat setiap ada undangan rapat di SMF.
9. Stock opnam reagen laporan 3 bulan, 6 bulan dan 1 tahun
10. Membuat laporan bulanan jumlah pemeriksaan laboratorium untuk
dilaporkan ke RM
11. Menggantikan kepala instalasi laboratorium memimpin rapat rutin
laboratorium jika kepala instalasi berhalangan.
12. Melaporkan semua kegiatan kepada kepala instalasi laboratorium.
13. Bertanggung jawab atas pengamanan harta dan peralatan dilaboratorium.
Wewenang :
1. Memberi teguran secara lisan.
2. Menggantikan pekerjaan analis yang berhalangan
3. Mengatur jadwal dinas pelaksana Laboratorium
Melaporkan kepada Ka.Instalasi bila dijumpai kesulitan-kesulitan
yang dialami analis dalam pekerjaannya dan mencari jalan
keluarnya

Nama
NIP
Pangkat/Golongan
Jabatan

: YUSNITA WIJAYANTI,A.Md
: 19880625 201001 2 013
: Penata Muda / IIIa
: Pelaksana Laboratorium

Tugas :
1. Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi
2. Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai FPPL/
formulir permintaan pemeriksaan laboratorium.
3. Mengecek dan menyiapkan reagen yang harus disediakan / yang hampir
habis.
4. Melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan alat sesuai dengan
petunjuk manual alat.
5. Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan kontrol sebelum
melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.
6. Mengerjakan pemeriksaan sampel
7. Menginput hasil pemeriksaan dan mencetak hasil pemeriksaan.
8. Mengarsip hasil yang telah dicetak di buku kerja dan buku Register
laboratorium.
9. Melakukan pemeriksaan di BDRS
10. Melakukan perbaikan alat apabila ada trobel sebelum teknisi datang.
11. Melakukan pemeriksaan PME
12. Melaksanakan dan menaati peraturan dan prosedur yang ditetapkan.
13. Melaporkan adanya kesalahan, kekeliruan dalam melaksanakan tugas.
14. Turut bertanggungjawab atas pengamanan harta dan peralatan di
laboratorium.
15. Melakukan tugas / fungsinya secara profesional sesuai kode etik profesi.

Nama
NIP
Pangkat/Golongan
Jabatan
Tugas

: EDI SUSILO,A.Md
:
: Penata muda/ IIIa
: Pelaksana Laboratorium

:
1. Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi
2. Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai FPP/
buku permintaan pemeriksaan laboratorium
3. Mengecek, membuat menyiapkan reagen yang digunakan untuk
pemeriksaan.
4. Melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan alat
5. Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan control sebelum
melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.
6. melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.
7. Menginput hasil pemeriksaan lab dan mencetak hasil pemeriksaan laborat
8. Mengarsip hasil yang telah dicetak di buku register laboratorium
9. Melakukan pemeriksaan di BDRS
10. Melaksanakan dan menaati peraturan dan prosedur yang ditetapkan.
11. Melaporkan adanya penyimpangan hasil pemeriksaan kepada
Ka.Instalasi.
12. Membersihkan dan merapikan tempat pemeriksaan
13. Turut bertanggung jawab untuk pengamanan harta dan peralatan di
laboratorium
14. Melakukan tugas / fungsinya secara professional sesuai kode etik profesi.
15. Bertanggung jawab atas review kontrol mutu laboratorium rujukan.

Nama
NIP
Jabatan
Tugas

: NUR INDAH, A.Md


:
: Pelaksana Laboratorium
:
1. Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi
2. Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai FPPL/
formulir permintaan pemeriksaan laboratorium.
3. Mengecek dan menyiapkan reagen yang harus disediakan / yang hampir
habis.
4. Melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan alat sesuai dengan
petunjuk manual alat.
5. Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan kontrol sebelum
melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.
6. Mengerjakan pemeriksaan sampel
7. Menginput hasil pemeriksaan dan mencetak hasil pemeriksaan.
8. Mengarsip hasil yang telah dicetak di buku kerja dan buku Register
laboratorium.
9. Melakukan pemeriksaan di BDRS
10. Melakukan perbaikan alat apabila ada trobel sebelum teknisi datang.
11. Melaksanakan dan menaati peraturan dan prosedur yang ditetapkan.
12. Melaporkan adanya kesalahan, kekeliruan dalam melaksanakan tugas.
13. Turut bertanggungjawab atas pengamanan harta dan peralatan di
laboratorium.
14. Melakukan tugas / fungsinya secara profesional sesuai kode etik profesi.

Nama
NIP
Jabatan
Tugas

: NUZUL ABDUH, A.Md


:
: Pelaksana Laboratorium
:
1. Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi
2. Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai FPPL/
formulir permintaan pemeriksaan laboratorium.
3. Mengecek dan menyiapkan reagen yang harus disediakan / yang hampir
habis.
4. Melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan alat sesuai dengan
petunjuk manual alat.
5. Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan kontrol sebelum
melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.
6. Mengerjakan pemeriksaan sampel
7. Menginput hasil pemeriksaan dan mencetak hasil pemeriksaan.
8. Mengarsip hasil yang telah dicetak di buku kerja dan buku Register
laboratorium.
9. Melakukan pemeriksaan di BDRS
10. Melakukan perbaikan alat apabila ada trobel sebelum teknisi datang.
11. Melakukan pemeriksaan PME
12. Melaksanakan dan menaati peraturan dan prosedur yang ditetapkan.
13. Melaporkan adanya kesalahan, kekeliruan dalam melaksanakan tugas.
14. Turut bertanggungjawab atas pengamanan harta dan peralatan di
laboratorium.
15. Melakukan tugas / fungsinya secara profesional sesuai kode etik profesi.

Nama
NIP
Jabatan

: AGNES RISKA. W, A.Md


:
: Pelaksana Laboratorium

Tugas :
1. Melakukan pemeriksaan sesuai jadwal rotasi
2. Menginput identitas pasien dan permintaan pemeriksaan sesuai FPPL/
formulir permintaan pemeriksaan laboratorium.
3. Mengecek dan menyiapkan reagen yang harus disediakan / yang hampir
habis.
4. Melakukan perawatan harian, mingguan, dan bulanan alat sesuai dengan
petunjuk manual alat.
5. Melakukan kalibrasi terhadap alat dan pemeriksaan kontrol sebelum
melakukan pemeriksaan terhadap sampel pasien setiap harinya.
6. Mengerjakan pemeriksaan sampel
7. Menginput hasil pemeriksaan dan mencetak hasil pemeriksaan.
8. Mengarsip hasil yang telah dicetak di buku kerja dan buku Register
laboratorium.
9. Melakukan pemeriksaan di BDRS
10. Melakukan perbaikan alat apabila ada trobel sebelum teknisi datang.
11. Melakukan pemeriksaan PME
12. Melaksanakan dan menaati peraturan dan prosedur yang ditetapkan.
13. Melaporkan adanya kesalahan, kekeliruan dalam melaksanakan tugas.
14. Turut bertanggungjawab atas pengamanan harta dan peralatan di
laboratorium.
15. Melakukan tugas / fungsinya secara profesional sesuai kode etik profesi.

2. Analisa Kebutuhan Tenaga


1. Standar Ketenagaan Laboratorium Klinis Rumah Sakit Tipe D Non
Pendidikan/Standar Depkes RI.
2. Daftar
tenaga
yang
dimiliki
Laboratorium
RSUD
Suradadi
Pertanggal...
3. Perhitungan beban kerja untuk kebutuhan pegawai berdasarkan:

a. Rata-rata pasien per hari


b. Jam pengerjaan parameter/hari/pasien
c. Jam pengambilan sampel yang diperlukan/pasien/hari
d. Jam pengolahan sampel/pasien/hari
e. Jam kerja efektif setiap analis/hari (7 jam/hari)
1. Rawat Jalan
a. Pra Analitik
1) Adminitrasi pemeriksaan kelengkapan data pasien 2 menit/pasien
2) Pengambilan sampel darah dan pembagian sampel dalam tabung
5 menit
3) Input data di Register pemeriksaan 3 menit/pasien
4) Pemusingan sampel dan pendataan sampel siap di kirim ke
ruangnan (kimia darah) 6 menit/pasien
b. Analitik
1) Melakukan pemeriksaan hematologi 20 menit/pasien
2) Melakukan
pemeriksaan
urinalisa,
HCG
30
menit/pasien/pemeriksaan
3) Melakukan pemeriksaan Mikrobiologi 60 menit
4) Melakukan
pemeriksaan
imunoserologi

15

menit/pasien/pemeriksaan
c. Pasca Analitik
1) Mencatat hasil pemeriksaan ke buku kerja dan buku induk 15
menit
2) Mencetak hasil pemeriksaan 5 menit/pasien
3) Mengarsipkan hasil laboratorium 60 menit
2. Rawat Inap
a. Pra Analitik
1) Menyiapkan tabung pemeriksaan (pemberian label,menulis buku
sampling) 30 menit
2) Melakukan sampling ke ruangan sesua permintaan dan membagi
kebutuhan sampel darah sesuai jenis pemeriksaan 60 menit
3) Memmbuat rincian biaya 60 menit
b. Analitik
1) Waktu melakukan pemeriksaan hematologi 60 menit
2) Waktu melakukan pemeriksaan kimia klinik 65 menit
3) Waktu melakukan pemeriksaan Imunoserologi 60 menit
c. Pasca Analitik
1) Mencetak hasil pemeriksaan 5 menit/pasien
2) Memasukan hasil pemeriksaan ke dalam buku kerja dan buku
induk 15 menit

3.

Rumus Perhitungan
A x B xC
XxY

A : Jumlah rata-rata pasien /hari


B : Jumlah jam perawatan efektif/hari
C : Jumlah hari dalam satu tahun (365 hari)
X : Jumlah hari efektif/tahun (286 hari)

Y : Jumlah jam kerja efektifperawatan (7 jam)


Hasil :

a. Jumlah rata-rata pasien perhari 75 pasien


b. Jumlah rata-rata jam pemeriksaan perpasien 75 menit pasien
a. Jumlah kebutuhan tenaga : 40 x 75 x 365 = 1.095.000 = 9 org
286 x 420 = 120.120
B. Pengaturan jaga
Tujuan utama pengaturan jaga adalah untuk megoptimalkan pelayanan demi
kepuasan pelanggan. Semua pasien atau pengguna jasa bisa mendapatkan layanan
Laboratorium Klinik RSUD Suradadi, diatur waktu dan petugasnya, diselaraskan
dengan volume pekerjaan.
Waktu pelaksanaan pemeriksaan diatur sebagai berikut :
Pagi pukul
:07.00 -14.00
Sore pukul

:14.00 - 21.00

Malam pukul :21.00 - 07.00


Pembagian shift di Instalasi Laboratorium Klinik RSUD Suradadi dibagi menjadi
3 yaitu :
1. Petugas analis dinas pagi, berjumlah 2/3 orang
2. Petugas analis dinas sore, berjumlah 1 orang.
3. Petugas analis dinas malam, berjumlah 1 orang.

BAB III
FASILITAS LABORATORIUM
A. Denah Ruang
Pada dasarnya, luasan ruang Laboratorium Klinik RSUD Suradadi mampu
menampung peralatan yang dipergunakan, aktifitas dan jumlah petugas yang
berhubungan dengan specimen / pasien untuk kebutuhan pemeriksaan laboratorium.
Ruang ini ditata sedemikian sesuai alur pelayanan dan memperoleh sinar matahari /
cahaya dalam jumlah yang cukup.

1.

Ruang Pengambilan Sampel

Luas
:3X3m
Dinding
: Tembok, kaca mati
Atap
: Gypsum
Lantai
: Keramik
Wastafel
: 40 X 40 cm
8. Ruang Pemeriksaan hematologi dan kimia
Luas
:6X6m
Dinding
: Tembok, Kaca mati, triplex
Atap
: Gypsum
Lantai
: Keramik
Wastafel
: 40 X 40 cm X 3 buah
AC
: 2 PK X 1 unit
Meja pemeriksaan
: Beton
Kursi
: 8 buah
Meja kerja
: 0,6 X 2,5 m
Telepon PABX
: 1 unit
9. Ruang Tidur

Luas
Dinding
Atap
Lantai

:3X3m
: Tembok
: Gypsum
: Keramik

10. Ruang Mikrobiologi & urinalisa

Luas
Dinding
Atap
Lantai
Wastafel
Savety Cabinet

:3X3m
: Tembok, kaca, dan triplex
: Gypsum
: Keramik
: 40 X 40 cm
: 1 unit

11. Kamar Mandi Petugas

Luas
Dinding
Atap
Lantai
Kloset

: 1,5 X 2 m
: Tembok
: Gypsum
: Keramik
: jongkok

B. Fasilitas yangtersedia
Fasilitas Ruanagan, meliputi :
1. Ruangan pengambilan sampel
2. Ruangan pemeriksaan sampel
3. Ruanagan penunjang, meliputi :
1. Kamar mandi dan WC untuk petugas
a. Lantai kamar mandi dan WC terbuat dari bahan kuat, kedap air, tidak
licin, berwarna terang mudah untuk dibersihkan.
b. Letak kamar mandi atau WC tidak berhubungan langsung dengan dapur,
c. Kamar mandi dan WC karyawan harus terpisah dengan kamar mandi dan
WC pasien.

d. Tidak terdapat tempat penampungan atau genangan air yang dapat


menjadi tempat perindukan nyamuk.
2. Dapur untuk petugas
Tersedia ruang makan yang terpisah dari ruang pemeriksaan laboratorium
3. Ruang tidur untuk petugas
Fasilitas lain :
1. Tersedianyapenampungan/ pengolahan limbah laboratorium,dimana
pengolahan limbah cair terhubung langsung dengan penampungan
dan pengolahan limbah rumah sakit.
2. Peralatan Keselamatan dan keamanan kerja sudah tersedia sesuai
kebutuhan.
3. Penempatan AC sesuai kebutuhan.
4. Penerangan menggunakan lampu neon di setiap ruangan sesuai
kebutuhan.
5. Listrik mempunyai aliran tersendiri dengan daya disesuaikan dengan
besarnya arus listrik pada masing masing alat laboratorium.
Keamanan dan pengamanan jaringan instalasi listrik terjamin. Sudah
dilengkapi cadangan listrik ( genset atau UPS ) untuk mengantisipasi
listrik mati.
Peralatan laboratorium
Daftar inventarisasi alat kesehatan laboratorium patologi klinik :
N
O
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15

NAMA ALAT

MEREK

JUMLAH

KONDISI

KET

Hematologi analiser
Kimia Analiser
Kimia Analiser
Mikroskop
Mikroskop
Centrifuge digital
Centrifuge dugital
Centrifuge manual
Centrifuge BDRS
Inkubator BDRS
Urinaliser
rotator
Kulkas reagen
Kulkas BDRS
oven

Symex KX21
Roche C111
Kenzamax
Olympus
Magnus
Hettich eba 21
Hettich eba 20

1
1
1
1
1
2
1
1
1
1
1
1
1
1
1

Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
Baik
rusak
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik
baik

Terpakai
Terpakai
Terpakai
Terpakai
Terpakai
1 tidak terpakai
Tidak terpakai
Terpakai
Terpakai
Terpakai
Tidak terpakai
Terpakai
Terpakai
Tidak terpakai
Terpakai

Grifols
Grifols
Roche
Axiom
GEA
Kirsch
Memmert

BAB IV
TATA LAKSANA PELAYANAN
A. Pendaftaran dan pencatatan
1. Pendaftaran
Prinsip pendaftaran pasien yang membutuhkan pemeriksaan di
Laboratorium Klinik RSUD Suradadi Tegal pada dasarnya harus
teridentifikasi dengan baik, benar dan lengkap. Masing-masing pasien
memiliki persyaratan administrasi yang berbeda, tergantung dari asal usul
pasien dan jenis pemeriksaan yang dibutuhkan.
Berikut ini alur pemeriksaan pasien laboratorium sesuai dengan asal
usul pasien dan jenis pemeriksaannya :
Pemeriksaan laboratorium yang dikerjakan di laboratorium RSUD
Suradadi :
1. Pasien rujukan dari dokter luar (kuhusus pasien umum) :
a. Pasien mendaftar di Loket Pendaftaran untuk mendapatkan status
rekam medik
b. Pasien ke laboratorium membawa formulir permintaan
pemeriksaan laboratorium
c. Pasien akan diberikan nota pembayaran laboratorium
d. Pasien membayar ke kasir dan pasien akan mendapatkan bukti
pembayaran dari kasir
e. Verifikasi petugas laboratorium
f. Pengambilan sampel sesuai formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium.
g. Menunggu hasil pemeriksaan sesuai waktu tunggu hasil yang
sudah ditentukan
h. Kembali ke dokter pengirim.
2. Pasien rujukan dari dokter poli rawat jalan :
a. Pasien mendaftar di Loket Pendaftaran untuk mendapatkan status
rekam medik
b. Pasien menuju keruang tunggu untuk menunggu panggilan sesuai
dengan nomor antrian
c. Pasien menuju ke ruang poli rawat jalan unyuk mendapatkan
pemeriksaan dokter
d. Pasien akan mendapat formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium sesuai permintaan dokter
e. Pasien ke laboratorium membawa formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium
f. Verifikasi petugas laboratorium
g. Pengambilan sampel sesuai formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium.
h. Menunggu hasil pemeriksaan sesuai waktu tunggu hasil yang sudah
ditentukan
i. Pasien akan diberikan hasil pemeriksaan laboratorium dan nota
pembayaran laboratorium
j. Pasien Kembali ke dokter pengirim/ ruang poli rawat jalan

k. Pasien membayar ke kasir dan pasien akan mendapatkan bukti


pembayaran dari kasir
2. Pasien rujukan dari dokter rawat inap :
a. Petugas laboratorium akan mengambil formulir permintaan
pemeriksaan laboratorium sesuai permintaan dokter diruang jaga
bangsal
b. Verifikasi petugas laboratorium
c. Petugas laboratorium membawa formulir permintaan
pemeriksaan laboratorium
d. Pengambilan sampel sesuai formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium di bangsal
e. Sampel dibawa ke laboratorium dan dilakukan pemeriksaan
sesuai permintaan dokter
f. Hasil pemeriksaan dikirim ke bangsal
2. Pasien rujukan dari dokter IGD :
a. Petugas laboratorium akan mengambil formulir permintaan
pemeriksaan laboratorium sesuai permintaan dokter diruang jaga
IGD
b. Verifikasi petugas laboratorium
c. Petugas laboratorium membawa formulir permintaan
pemeriksaan laboratorium
d. Pengambilan sampel sesuai formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium
e. Sampel dibawa ke laboratorium dan dilakukan pemeriksaan
sesuai permintaan dokter
f. Hasil pemeriksaan dikirim ke IGD
Pemeriksaan laboratorium yang dirujuk ke laboratorium luar :
2. Pasien rujukan dari dokter luar (khusus untuk pasien umum):
a. Pasien mendaftar di Loket Pendaftaran untuk mendapatkan
status rekam medik
b. Pasien ke laboratorium membawa formulir permintaan
pemeriksaan laboratorium
c. Pasien akan diberikan nota pembayaran laboratorium
d. Pasien membayar ke kasir dan pasien akan mendapatkan bukti
pembayaran dari kasir
e. Verifikasi petugas laboratorium
f. Pengambilan sampel sesuai formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium.
g. Sampel akan dikirim kelaboratorium luar
h. Pasien diperbolehkan pulang sambil menunggu hasil
pemeriksaan sesuai waktu tunggu hasil yang sudah ditentukan
i. Setelah hasil pemeriksaan jadi, pasien kembali kelaboratorium
untuk menerima hasil
j. Pasien kembali ke dokter pengirim.
3. Pasien rujukan dari dokter poli rawat jalan :
a. Pasien mendaftar di Loket Pendaftaran untuk mendapatkan
status rekam medik
b. Pasien menuju keruang tunggu untuk menunggu panggilan
sesuai dengan nomor antrian

c. Pasien menuju ke ruang poli rawat jalan unyuk mendapatkan


pemeriksaan dokter
d. Pasien akan mendapat formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium sesuai permintaan dokter
e. Pasien ke laboratorium membawa formulir permintaan
pemeriksaan laboratorium
f. Pasien akan diberikan nota pembayaran laboratorium (pasien
umum)
g. Pasien membayar ke kasir dan pasien akan mendapatkan bukti
pembayaran dari kasir (pasien umum)
h. Verifikasi petugas laboratorium
i. Pengambilan sampel sesuai formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium.
j. Sampel akan dikirim kelaboratorium luar
k. Pasien diperbolehkan pulang sambil menunggu hasil
pemeriksaan sesuai waktu tunggu hasil yang sudah ditentukan
l. Setelah hasil pemeriksaan jadi, pasien kembali kelaboratorium
untuk menerima hasil
m. Pasien kembali ke dokter pengirim.
4. Pasien rujukan dari ruang rawat inap
a. Petugas laboratorium akan mengambil formulir permintaan
pemeriksaan laboratorium sesuai permintaan dokter diruang
jaga bangsal
b. Verifikasi petugas laboratorium
c. Petugas laboratorium membawa formulir permintaan
pemeriksaan laboratorium
d. Pengambilan sampel sesuai formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium di bangsal
e. Sampel dibawa ke laboratorium
f. Pihak laboratorium RSUD Suradadi akan menghubungi
Laboratorium luar yang dituju
g. Sampel akan dikirim oleh kurir
h. Untuk pasien umum akan dibuatkan nota pemebayaran dari
laboratorium RSUD Suradadi,kemudaian nota pembayaran
akan disatukan dengan status pasien
i. Setelah hasil jadi,formulir hasil pemeriksaanakan dikirim ke
bangsal

Permintaan Kantong Darah


1. Membawa SPDT (Surat Permintaan Darah Untuk Tranfusi) dari
ruangan yang telah diisi Identitas pasien dan ditanda tangani
oleh dokter yang merawat.
2. Membawa sampel darah 3 cc .
3. Bila ada stock darah di BDRS, dilakukan crossmatch sesuai
permintaan.
4. Jika stock darah tidak ada, maka diberikan surat permintaan
pengganti donor ke PMI.
5. Darah dicrossmatch di BDRS.

6. Hasil setelah selesai diambil oleh perawat dimana pasien


dirawat dan dikontribusikan ke pasien yang bersangkutan.
(STOK DILEPAS SECARA FIFO)
Setelah persyaratan administrasi di atas dilengkapi identitas pasien
pada lembar permintaan pemeriksaan laboratorium harus diisi dengan jelas
antara lain: nama,no rekam medik, tanggal lahir, tanggal order, alamat, dokter
pengirim,dan jenis pemeriksaan laboratorium.
Hal ini sangat diperlukan dikarenakan untuk menghindari kesalahan
yang bisa berdampak pada tindakan pemeriksaan/ hasil.
.
B. Pengelolaan spesimen
Yang dimaksud pengelolaan spesimen adalah sebuah proses tata laksana
pengambilan spesimen hingga masuk menjadi sampel pemeriksaan. Berikut
tahapan-tahapan dalam pengelolaan sampel.
A. Pengambilan Sampel
1. Sampel darah vena
a. Pastikan persiapakan pasien sebelum diambil sampel apakah perlu
dilakukan puasa atau tidak
b. Pastikan petugas yang akan mengambil sampel dan pasien yang
akan diambil sampelnya posisi pas sehingga mempermudah dalam
proses pengambilan sampel
c. Hindari pengambilan sampel pada bagian yang sejalur dengan
infus atau bagian yang mengalami peradangan
d. Prioritaskan pengambilan sampel pada siku bagian dalam (vena
cubiti) bila memungkinkan untuk diambil sampel
e. Bila tidak memungkinkan bisa diambil sampel pada bagian lain
f. Lakukan pembendungan dengan torniquet untuk memperjelas
posisi vena
g. Usapkan kapas alkohol pada bagian yang akan ditusuk jarum
h. Lakukan penusukan pada bagian vena yang telah ditentukan
i. Kemiringan jarum suntik sekitar 45
j. Tarik katup spuit hingga darh masuk ke dalam spuit secukupnya
k. Masukan sampel kedalam tabung sesuai dengan kebutuhan
pemeriksaan
2. Sampel darah kapiler
a. Pengambilan sampel kapiler dilakukan dengan menggunakan
jarum lancet
b. Pengambilan biasanya dilakukan pad aujung jari
c. Penggunaan sampel darh kapiler hanya untuk pemeriksaanpemeriksaan yang tidak banyak membutuhkan sampel darah
3. Sampel urin
a. Sampel urin ditampung dalam pot urin yang yelah disediakan
b. Urin yang diperiksa adalah urinyang segar/baru dikeluarkan
4. Sampel sputum
Sampel seputum terdiri dari sampel seputum pagi dan sewaktu
a. Sampel seputum pagi adalah sampel seputum yang dikeluarkan
pada pagi hari

b. Sampel seputum sewaktu adalah sampel seputum yang dikeluarkan


sewaktu
c. Sampel seputum ditampung pada wadah yang telah disediakan
d. Sampel seputum yang diperiksda adlah sampel seputum yang
masih segar/ baru dikeluarkan
A. Pengolahan sampel
Sampel yang telah diambil akan diolah terlebih dahulu sesuai dengan
kebutuhan pemeriksaan masing-masing, misalnya, sampel darah yang telah
diambil, apakh perlu dibuat serum atau plasma, berikut beberapa sampel yang
perlu diolah terlebih dahuli sebelum dilakukan pemeriksaan :
1. Sampel serum
a. Sampel darah yang telah didapat ditampung dalam tabung tanpa anti
koagulan
b. Lalu sampel didiamkan terlebih dahulu hingga membeku
c. Kemudian sampel dicentrifuge pada kecepatan 3500rpm selama 4
menit
d. Maka akan terbentuklah sampel serum pada bagian atas
2. Sampel plasma
a. Sampel darah yang telah didapat ditampung dalam tabung dengan
anti koagulan
b. Kemudian sampel dicentrifuge pada kecepatan 3500rpm selama 4
menit
c. Maka akan terbentuklah sampel plasma pada bagian atas
C. Pemeriksaan sampel
1. Hal-hal yang mempengaruhi proses pemeriksaan antara lain :
a. Diet
b. Obat-obatan
c. Alkohol
d. Aktifitas fisik
e. Demam
f. Trauma
g. Ras
h. Jenis kelamin
i. Kehamilan
2. Jenis pemeriksaan meliputi :
1. Hematologi
A. Hematoanaliyzer
B. Diff count
C. LED / BBS
D. Golongan darah
E. Rhesus
F. Gambaran darah tepi
G. malaria
2. Kimia klinik
A. Gula darah
B. Cholesterol
C. Trygliseride
D. Asam urat
E. Ureum

F. Creatinin
G. SGOT
H. SGPT
3. Urinalisa
A. Urin lengkap
B. Sedimen urin
C. Test kehamilan
D. Protein urin
4. Serologi
A. Widal
B. HbsAg
C. HIV
5. Koagulasi
A. CT
B. BT
6. Mikrobiologi
A. BTA
D. Kriteria Pemeriksaan Sampel
1. Pemeriksaan Cito (segera)
Pemeriksaan yang dilakukan segera dan hasil juga segera dilaporkan
karena kondisi kegawatan yang membutuhkan hasil pemeriksaan darah untuk
penanganan segera. Hasil pemeriksaan cito akan segera dilaporkan kepada
dokter pengirim melalui telepon. Pemeriksaan cito meliputi :
a. Pemeriksaan darah rutin
b. Pemeriksaan gula darah
2. Pemeriksaan biasa atau reguler
Pemeriksaan reguler merupakan pemeriksaan yang dilakukan berdasarkan
regulasi pemeriksaan laboratorium tanpa pertimbangan kegawatan dan
kesegeraan dalam melaporkan hasil. Pemeriksaan reguler ini meliputi 2
macam yaitu :
a. Pemeriksaan rawat jalan
Pemeriksaan reguler pasien rawat jalan dilakukan sewaktu-waktu
menurut kedatangan pasien
b. Pemeriksaan rawat inap
Pemeriksaan reguler pasien rawat inap ditentukan waktu penagmbilan
sampelnya yaitu sebagai berikut :
i. Pukul 06:00
ii. Pukul 11:00
iii.
Pukul 16:00
iv. Pukul 21:00
3. Respon Time / Turn Around Time (TAT) / Waktu Tunggu
1. Patologi Klinik
Pemeriksaan reguler
: sesuai pedoman standar pelayanan minimal,
respons time < 140 menit, kecuali untuk pemeriksaan khusus (sesuai
lampiran).
Pemeriksaan Cito
2. Mikrobiologi Klinik
Pengecatan Gram

: 1 jam

Pelaporan hasil secara tertulis dapat diperoleh dalam 4 (empat jam), hasil
secara lisan dapat diminta melalui telepon dalam waktu 1 jam.
Pelaporan hasil dilakukan sesuai kebutuhan, bersamaan dengan

pelaporan hasil kultur dan sensitivitas.


Pengecatan BTA Metode Ziehl Neelsen (ZN) :
Pelaporan hasil secara tertulis dapat diperoleh dalam 4 (empat jam), hasil
secara lisan dapat diminta melalui telepon dalam waktu 1 jam.
Pelaporan hasil tertulis dilakukan siang harinya.
Uji kultur dan sensitivitas bakteri non TB :
- Kultur dari spesimen urine,sputum,feces,pus, sekret mata, sekret
-

telinga dan lain-lain :


hasil tertulis dapat diberikan dalam 3-5 hari
Kultur yang berasal dari cairan tubuh yang normalnya steril (LCS,

darah, cairan pleura, cairan sendi dan lain-lain )


hasil tertulis dapat diperoleh antara 3-7 hari

D. Pelaporan hasil
Hasil pemeriksaan akan diinput kedalam data register pasien dikomputer.
Hasil dari pemeriksaan akan dicetak beserta nilai rujukannya, hasil pemeriksaan
yang sudah dicetak akan dikirim keinstalasi pemngirim, atau diberikan kepada
pasien untuk dikonsultasikan ke dokter pengirim bagi pasien rujukan dari dokter
luar.
E. Nilai rujukan
Tabel nilai rujukan
PARAMETER
SATUAN
UMUR
NILAI RUJUKAN REFERENSI

Lekosit (WBC)

10/l

Eritrosit (RBC)

106/l

Lahir
2 mgg
2 bl
6 bl
1 th
2-6 th
6-12 th
Dws

: 4 - 10
: 4 - 10
13-38
5-20
5.5-18
6-17.5
6-17.5
5.5-15.5
4.5-13.5
4.4-11.3

Lahir
2 mgg
2 bl
6 bl
1 th
2-6 th
6-12 th
Dws

: 4.50 - 6.50
: 3.80 - 5.80
4.3-6.3
3.7-6.1
2.8-4.8
3.2-5.2
3.6-5.2
3.7-5.7
3.8-5.8
: 4.5-5.9

Insert Kit
SI

Insert Kit
SI

: 4.1-5.1

Hemoglobin
(Hb)

Hematokrit (Ht)

gr/dl

MCV

m3

MCH

pg

Lahir
2 mgg
2 bl
6 bl
1 th
2-6 th
6-12 th
Dws

Lahir
2 mgg
2 bl
6 bl
1 th
2-6 th
6-12 th
Dws

Lahir
2 mgg
2 bl
6 bl
1 th
2-6 th
6-12 th
Dws

Lahir
2 mgg
2 bl
6 bl
1 th

: 13.0 - 17.0
: 11.5 - 16.0
15.2-23.6
12.7-18.7
9.2-13.6
10.1-12.9
10.7-13.1
10.7-14.7
10.8-15.6
: 14.0-17.5
: 12.3-15.3
: 40.0 - 54.0
: 37.0 - 47.0
44-72
42-62
30-46
32-44
35-43
31-43
33-45
: 40-52
: 35-47

: 80 - 100
: 80 - 100
98-122
84-128
81-121
73-109
74-106
73-101
69-93
80-96
: 27 - 32
: 27 - 32
33-41
26-38
24-36
21-33
23-31

Insert Kit
SI

Insert Kit
SI

Insert Kit
SI

Insert Kit
SI

2-6 th
6-12 th
Dws

MCHC

Trombosit (Plt)

Neutrofil

Limfosit

Basofil

LED
Glukosa
Sewaktu

Glukosa Puasa

g/dl

Lahir
2 mgg
2 bl
6 bl
1 th
2-6 th
6-12 th
Dws

10/l

23-31
22-34
28-33
: 32 - 36
: 32 - 36
31-35
26-34
26-34
26-34
28-32
26-34
32-36
33-36
150 - 500

Bayi
Anak2
Dewasa

50 80
17-60
25-60
50-70

Insert Kit
SI

Insert Kit

Insert Kit
SI

Bayi
Anak2
Dewasa

25 - 50
20-70
25-50
25-40

Insert Kit
SI

Bayi
Anak2
Dewasa

02
0-1
0-1
0-1

Insert Kit
SI

mm/jam

: < 10
: < 15

mg/dl

75 - 115

Insert Kit

75-115
30-60
50-80
60-100
74-106

Insert Kit

mg/dl

Lahir
>1 hr
Anak2
Dws

KMK 2010

Glukosa 2 Jam
PP
Cholesterol
Total
Triglyserid

mg/dl

<120

KMK 2010

mg/dl

>220

Insert Kit

< 150

mg/dl

Insert Kit

SGOT / AST

U/l

< 37

< 31

Insert Kit

SGPT / ALT

U/l

< 42

< 32

Insert Kit

Ureum

mg/dl

10 - 50

Insert Kit

Creatinin

mg/dl

0,6 1,1 0,5 0,9

Insert Kit

Asam Urat

mg/dl

3,4 7,0 2,4 5,7

Insert Kit

A. LAPORAN HASIL DAN ARSIP


1. Laporan Hasil
Kegiatan pencatatan dan pelaporan di laboratorium harus dilaksanakan dengan cermat
dan teliti karena dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan dan dapat mengakibatkan
kesalahan dalam penyampaian hasil pemeriksaan.
Hal hal yang perlu diperhatikan :
a. Kesesuaian antara pencatatan dan pelaporan hasil pasien dengan spesimen yang
sesuai
b. Penulisan angka dan satuan yang digunakan
c. Pencantuman nilai normal
d. Pencatuman keterangan yang penting, misalnya bila pemeriksaan dilakukan dua
kali dan sebagainya
e. Penyampaian hasil
f. Dokumentasi / arsip
g. Buku ekspedisi di dalam dan di luar laboratorium.

Penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium sesuai dengan waktu yang telah


ditentukan. Laporan hasil pemeriksaan laboratorium ada 2 :
a. Laporan hasil pemeriksaan laboratorium rawat inap
Dibagikan ke ruang perawatan masing masing pasien, sesuai dengan waktu yang
telah ditentukan.
b. Laporan hasil pemeriksaan laboratorium rawat jalan
Dibuat rangkap 2, untuk pasien dan rekam medis. Untuk pasien hasil disimpan
dengan prosedur yang berlaku sampai hasil pemeriksaan diambil pasien atau
keluarga pasien.
2. Arsip
Laboratorium harus menyimpan dokumen dokumen tersebut dibawah ini :
a. Surat permintaan pemeriksaan laboratorium
b. Hasil pemeriksaan laboratorium
c. Surat permintaan dan hasil rujukan
3. Pemusnahan dokumen
Sebelum dimusnahkan, ambil informasi informasi yang utama terlebih dahulu.
Pada pelaksanaan pemusnahan harus ada berita acara yang berisi :
a. Tanggal, bulan dan tahun pemusnahan
b. Penanggungjawab atau otorisasi pemusnahan dokumen
4. Pengendalian arsip
Laboratorium harus menetapkan, mendokumentasikan dan memelihara prosedur
untuk mengendalikan semua arsip dan informasi (dari sumber internal dan eksternal)
yang merupakan bagian dokumentasi mutunya. Salinan dari tiap dokumen terkendali
ini harus diarsipkan untuk acuan di kemudian hari. Pimpinan laboratorium harus
menetapkan masa penyimpanan. Dokumen terkendali ini dapat disimpan pada media
apapun yang sesuai baik kertas maupun bukan kertas.
Penyimpanan arsip atau
dokumen disesuaikan dengan peraturan nasional, regional maupun setempat.
Pelayanan Rujukan keluar
Pemeriksaan laboratorium yang tidak dapat dikerjakan di laboratorium RSUD
Suradadi akan dirujuk ke laboratorium luar yang memiliki MOU dengan RSUD
Suradadi dan mempunyai reputasi baik dan dibuktikan dengan menyerahkan kontrol
mutu. MOU tersebut akan dievaluasi secara berkala.
RINCIAN TINDAKAN
Membuat surat perjanjian kerjasama dengan laboratorium rujukan.

Menentukan frekwensi dan tipe kontrol mutu laboratorium rujukan.


Menunjuk staf laboratorium yang bertanggung jawab atas review kontrol mutu
laboratorium rujukan.
Mengevaluasi laboratorium rujukan

Pemeliharaan alat
a. Kalibrasi alat
i.
Kalibrasi alat sangat diperlukan untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium
yang terpercaya menjamin penampilan hasil pemeriksaan. Kalibrasi alat dilakukan
pada saat awal, ketika alat baru diinstal dan diuji fungsi dan selanjutnya kalibrasi
dilakukan secara berkala sesuai instruksi pabrik. Kalibrasi peralatan dapat dilakukan
oleh teknisi penjual alat, petugas laboratorium yang memiliki kompetensi dan pernah
dilatih atau oleh institusi yang berwenang atau petugas yang akan menggunakan alat
tersebut.
ii.
Kalibrasi dilakukan secara berkala, dan didokumentasikan pada kartu kalibrasi masing
masing alat.
iii.
Jika alat tidak berfungsi dengan baik atau malfungsi berakibat ketidaktepatan hasil
maka ada langkah yang harus ditempuh untuk menyelesaikan persoalan ini
b. Maintenence rutin
i.
Untuk masing-masing alat memiliki prosedur untuk maintenence rutin sesuai dengan
instruksi pabrik
ii.
Setiap kali alat memerlukan maintenece, maka alat akan menampilkan perintah untuk
dilakukan maintenece
B. Troubleshooting (Pemecahan masalah)
Dalam melakukan pemeriksaan seringkali terjadi suatu ketidakcocokan
hasil, malfungsi alat ataupun kondisi yang tidak kita inginkan yang mungkin
disebabkan oleh karena adanya gangguan pada peralatan. Untuk itu perlu adanya
pemecahan masalah (troubleshooting).
Pemeriksaan laboratorium memerlukan ketelitian dalam penggunaan
sampel, reagensia, peralatan dan pengukuran yang digunakan. Pemeriksaan yang
semua dengan manajemen mutu akan meminimalkan perbedaan dengan mengikuti
uji kelayakan sesuai protokol yang ada.
Proses pemeriksaan akan berhasil dengan baik bila tahap pra analitik,
analitik dan paska analitik dilakukan dengan baik. Pada tahap pemeriksaan sering
ditemukan faktor pengganggu (interferensi) yang dapat mempengaruhi hasil
pemeriksaan. Faktor pengganggu itu bisa dari alat, manusia, metode, bahan serta
hal-hal lain mempengaruhi hasil pemeriksaan.
Troubleshooting adalah proses atau kegiatan untuk mencari penyebab
terjadinya kesalahan sehingga penampilan hasil yang tidak memuaskan, dan
memilih cara penanganan yang benar untuk mengatasinya. Makin canggih suatu
alat pemeriksaan, akan semakin komplek atau rumit permasalahan yang mungkin
terjadi.
1. Troubleshooting jika terjadi gangguan pada alat
i.
Berusaha untuk melihat petunjuk cara mengatasi masalah baik yang
ditempel di dekat alat, atau pada buku petunjuk manual alat tersebut. Dalam
petunjuk itu tercantum urutan langkah-langkah yang harus dilalukan oleh
petugas. Bila petugas mampu melaksanakan petunjuk itu dan peralatan
kembali normal, maka pemeriksaan bisa dilanjutkan.

ii.

iii.

iv.

Jika petugas jaga sudah menjalankan urutan untuk menyelesaikan , tetapi


tidak mampu menyelesaikannya, maka petugas jaga akan menghubungi
petugas laboratorium yang diberi tugas untuk bertanggungjawab terhadap
alat laboratorium jika ada gangguan pada alat laboratorium.
petugas laboratorium yang diberi tugas untuk bertanggungjawab terhadap
alat laboratorium tidak mampu mengatasi masalah, maka petugas ini akan
menghubungi melalui telepon, teknisi dari distributor alat tersebut. Teknisi
distributor alat tersebut akan meminta penjelasan dari petugas penanggung
jawab alat tentang asal mula gangguan dari alat tersebut.Teknisi akan
membimbing melalui telepon, tentang langkah-langkah yang harus
dikerjakan, hingga masalah kerusakan alat itu bisa diatasi dan mampu
berfungsi seperti yang diharapkan.
Jika langkah ketiga di atas belum bisa teratasi, maka akan dilanjutkan
dengan langkah keempat. Teknisi akan memerintahkan petugas
penanggungjawab alat laboratorium agar tidak menggunakan alat yang
rusak itu dengan memberikan tulisan yang jelas bahwa alat dalam kondisi
rusak. Teknisi akan datang dan berusaha memperbaiki dan mendeteksi
kerusakan peralatan yang dimaksud dalam waktu (2x24 Jam). Ada dua
kemungkinan yang akan dilakukan oleh teknisi alat , pertama teknisi ahli
hanya akan memperbaiki komponen atau spare part yang rusak atau
menggantinya dengan komponen atau spare part yang baru hingga alat bisa
berfungsi kembali. Petugas jaga akan menempel label pada alat tersebut,
bahwa sementara alat tidak dapat running dan mencatat pada buku
maintenance tentang adanya gangguan pada alat tersebut.

BAB V
LOGISTIK

Di Instalasi Laboratorium RSUD Kajen untuk penanggungjawab pengelolaan logistik


dilaksanakan oleh Kepala Ruang Laboratorium dibantu oleh Koordinator pelayanan
administratif dan Sub Koordinator bahan dan reagensia. Logistik dibagi tiga jenis yaitu
Reagen, Bahan habis pakai, ATK dan Rumah Tangga. Pengadaan logistik menggunakan
blanko permintaan barang, sesuai dengan SPO yang telah digunakan.
A. LOGISTIK REAGEN
Pengadaan Reagent melalui pengadaan barang dangan menggunakan acuan RAPB
Reagent dengan rancangan sesuai kebutuhan bulanan
1. Jenis Reagen
a. Reagen kimia basah (wet chemistry) bentuknya bisa berupa liofilisat, bubuk dan
siap pakai.
b. Reagen kimia kering (dry chemistry) bentuknya berupa cip, strip, catridge yang
siap pakai.
2. Sebelum melakukan pemeriksaan yang perlu diperhatikan pada reagen tersebut
a.
b.
c.
d.

antara lain :
Ijin edar dari Kementrian Kesehatan RI
Etiket/label/wadah
Perhatikan tanggal produk dan nomor batch reagen
Batas kadaluwarsa
e. Perhatikan stabilitas reagen. Untuk reagen yang sudah dibuka masa stabilitasnya

menjadi lebih pendek dari reagen yang belum dibuka.


f. Keadaan fisik dari reagen
g. Kemasan harus dalam keadaan utuh, isi tidak mengeras dan tidak ada perubahan
warna.
h. Perhatikan suhu penyimpanan
3. Dasar pemilihan reagen :
Pada umumnya untuk memilih bahan laboratorium yang akan dipergunakan harus
mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
a. Kebutuhan
b. Produksi pabrik yang telah dikenal dengan sensitivitas dan spesifisitas tinggi
c. Diskripsi lengkap dari bahan atau produk
d. Masa kadaluwarsa yang panjang
e. Volume atau isi kemasan
f. Pemakaian ulang atau sekali pakai
g. Mudah diperoleh di pasaran
h. Besarnya harga tiap satuan (nilai ekonomis)
i. Pemasok atau vendor
j. Kelancaran dan kesinambunangan pengadaan
k. Pelayanan purna jual

l. Bahan atau alat terdaftar di Ditjen Yanfar dan Alkes Departemen Kesehatan
Republik Indonesia.

4. Pengadaan reagen
Pengadaan logistik laboratorium harus mempertimbangkan hal-hal sebagai berikut:
a.
Tingkat persediaan
Tingkat persediaan minimum adalah jumlah bahan yang diperlukan untuk
memenuhi kegiatan operasional normal, sampai pengadaan berikutnya.
Safety stcok adalah jumlah persediaan cadangan yang harus ada untuk bahanbahan yang dibutuhkan atau yang sering terlambat diterima dari pemasok. Buffer
stock adalah stock penyangga kekurangan reagen di laboratorium. Reserve stock
b.

adalah cadangan reagen atau sisa.


Perkiraan jumlah kebutuhan
Perkiraan kebutuhan dapat diperoleh berdasarkan jumlah pemakaian atau
pembelian bahan dalam periode 6 12 bulan yang lalu dan proyeksi jumlah
pemeriksaan untuk periode 6 12 bulan untuk tahun yang akan datang. Jumlah

rata-rata pemakaian bahan untuk satu bulan perlu dicatat.


c.
Waktu yang dibutuhkan untuk mendapatkan bahan (delivery time)
Lamanya waktu yang dibutuhkan mulai dari pemesanan sampai bahan diterima
dari pemasok perlu diperhitungkan, terutama untuk bahan yang sulit didapat.
5. Penyimpanan Reagen :
Reagen laboratorium yang sudah ada harus disimpan dan ditangani secara cermat
dengan mempertimbangkan :
a. Perputaran pemakaian, dengan menggunakan kaidah First in first out ( FIFO)
atau Pertama masuk Pertama keluar, yaitu bahwa barang yang lebih dahulu
b.
c.
d.
e.

masuk persediaan harus digunakan terlebih dahulu.


Tempat penyimpanan
Suhu atau kelembaban
Sirkulasi udara
Incompatibility, bahan kimia yang tidak boleh bercampur

Adapun daftar Reagen Laboratorium terdiri dari :


No

Nama reagen
Cell pack
Stromatolyser
Cell clean
Eight check control
Cholesterol
Uric Acid

Triglyseride
Ureum
Creatinin
SGOT
SGPT
Deproteiniser
Activator
Calibrator
Control
Cleaner
widal
Golongan darah
Stik Urinalisis
B. LOGISTIK BAHAN HABIS PAKAI
Permintaan logistik melalui gudang farmasi dengan menggunakan buku permintaan
berdasarkan Prodesur permintaan dan pendistribusian barang farmasi dari gudang
farmasi ke unit.
Daftar Logistik Farmasi Laboratorium terdiri dari :
Spuit 10 ml

NaCl Plabot

Mikrosil

Wing Needle

Spuit 5 ml

Alkohol 96%

Hand scon

Aqudest Plabot

Spuit 3 ml

Alkohol 70%

Kapas
Alkohol Swab

Masker

Handrub

Aquabides

Untuk pengelolaan bahan habis pakai pencatatan keluar masuknya barang dicatat pada
buku permintaan Gudang Farmasi dan pada setiap awal bulan ada laporan permintaan
Gudang Farmasi.
C. LOGISTIK ATK DAN RUMAH TANGGA
Permintaan Logistik Umum menggunakan buku permintaan dan setiap bulan membuat
laporan pemakaian logistik umum. Permintaan logistic dilakukan sesuai prosedur yang
telah ditetapkan. Logistik Umum terdiri dari :
N

Nama barang

o
1 Amplop Hasil Periksa Laborat
2 Bayclin 1000 ml
3 Baygon
4 Bolpoint Standar
5 Bolpoint Merah
6 Buku Ekspedisi
7 Buku Folio Isi 100
8 Buku Kop Lab. Klinik

D. Pengelolaan Limbah
Instalasi laboratorium klinik merupakan salah satu sumber penghasil limbah.
Baik limbah cair, padat dan gas yang sangat berbahaya bila tidak ditangani secara
benar. Karena itu pengelolaan limbah harus dilakukan sesuai SPO (standar operasi
prosedur ) agar tidak menimbulkan dampak negatif.
Instalasi laboratorium Klinik RSUD Suradadi Tegal, termasuk sumber penghasil
limbah seperti pelarut organik, bahan kimia untuk pengujian, air bekas pencucian
alat dan sisa spesimen darah dan cairan tubuh (cair), peralatan habis pakai seperti
jarum suntik.
Limbah-limbah itu bisa berasal dari bahan baku yang kadaluwarsa, bahan habis
pakai, produk proses di dalam laboratorium (sisa spesimen) serta produk upaya
penanganan limbah.
a. Penanganan dan penampungan Limbah
Tujuan dari kegiatan penampungan dan penanganan limbah ini adalah
menghindari penyebarluasan/penularan penyakit, terjaganya kebersihan lingkungan
dan terciptanyanya keamanan dan keselamatan kerja.
Seluruh limbah yang ada di Rumah Sakit RSUD Suradadi, termasuk yang ada
di Laboratorium Klinik dibedakan dan dikategorikan menjadi 2 yaitu :
1. Limbah padat
a. Infeksius

limbah yang berasal dari alat habis pakai (verban,kapas,tisu, dll )


ditempatkan di tempat penampungan kantong plastik warna kuning
yang disiapkan di tempat sampah. Diambil oleh petugas IPLRS
setiap hari.
b. Non infeksius
Limbah yang berasal dari sisa pemakaian alat-alat kantor dan keperluan
sehari- hari bagi seluruh petugas laboratorium, limbah ini dibagi menjadi 2
yaitu :
a. Limbah organik, yaitu limbah yang berupa sisa-sisa makanan dan lainlain
b. Limbah anorganik, yaitu limbah yang berupa palstik, besi dan lain-lain
c. Jarum suntik

limbah yang berasal dari spuit sisa pengambilan darah di tempat


penampungan khusus yaitu safety box, diambil oleh petugas IPLRS
setiap hari dan dibawa ke TPS.
2. Limbah cair
a. Infeksius
Limbah cair yang berasal dari sisa-sisa pemeriksaan laboratorium yang
berupa sisa sampel cairan tubuh pasien, bahan- bahan kimia, limbah ini
dilakukan pre treatment (pengolahan khusus) sebelum dimasukan ke IPAL
b. Non Infeksius
Limbah cair yang berupa sisa-sisa pencucian cuci tangan atau pencucian
alat- alat dapur, limbah ini akan masuk ke septik tank

BAB VI
KESELAMATAN PASIEN
1. PENGERTIAN
Menurut Permenkes no. 1691/MENKES/PER/VIII/2011, keselamatan pasien
rumah sakit adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat asuhan pasien lebih
aman yang meliputi asesmen risiko, identifikasi dan pengelolaan hal yang
berhubungan dengan risiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar
dari insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan
timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan
akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya
diambil.
SASARAN KESELAMATAN PASIEN
Sasaran keselamatan yang dapat diimplementasikan di laboratorium adalah :
1. Ketepatan identifikasi pasien
2. Peningkatan komunikasi efektif
3. Pengurangan resiko infeksi terkait pelayanan kesehatan
Identifikasi risiko keselamatan pasien di laboratorium.
Keselamatan pasien adalah suatu sistem dimana rumah sakit membuat
asuhan pasien lebih aman sehingga diharapkan dapat mencegah terjadinya cedera
yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak
melakukan tindakan yang seharusnya dilakukan.
Ada 3 (tiga) proses yaitu :
A. Pra analitik
a. Identifikasi pasien.
b. Tertukarnya sampel pasien
c. Penulisan formulir permintaan pemeriksaan laboratorium yang tidak jelas
d. Pengambilan specimen
Pengambilan darah yang menyebabkan rasa nyeri/hematoma.
B. Analitik
a. Tertukarnya sampel pasien
b. Adanya kerusakan alat menyebabkan hasil pemeriksaan tertunda
C. Post Analitik
a. Penyerahan hasil tidak sesuai dengan identifikasi pasien.
b. Peyerahan hasil tidak sesuai dengan permintaan pemeriksaan
Identifikasi risiko keselamatan petugas laboratorium.
A. Risikotertusuk jarum saat pengambilan specimen
B. Terkena tumpahan specimen saat penanganan specimen
C. Terkena percikan specimen sat pemeriksaan specimen
D. Risiko tertularnya penyakit
E. Penanganan bahan berbahaya dan beracun
F. Tersengat aliran listrik
G. Kebakaran
Pencegahan identifikasi risiko keselamatan
A. Identifikasi pasien.

Sebelum dilakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan, dilakukan identifikasi


sebagai berikut :
1. Pastikan identitas pasien pada formulir permintaan dengan wadah sampel sesuai
2. Diteliti jenis pemeriksaan yang tertulis di formulir permintaan pemeriksaan
laboratorium
3. Anamnese dilakukan apabila persiapan pasien diperlukan persyaratan khusus dan
apabila belum memenuhi persyaratan pengambilan spesimen dapat ditunda.
4. Apabila ada sesuatu yang dapat membantu analisa pemeriksaan di catat pada formulir
permintaan pemeriksaan atau di buku permintaan pemeriksaan.
B.

C.

D.

Pengambilan specimen
Pengambilan specimen dilakukan sesuai dengan prosedur yang benar
Adanya pelatihan plebotomi secara berkala untuk analis dan perawat.
Kerusakan atau error alat.
Adanya maintenance alat dan kalibrasi alat secara rutin sesuai jadwal.
Risiko tertularnya penyakit
Adanya pemeriksaan kesehatan petugas laboratorium secara berkala
Pemakaian APD pada saat melakukan pemeriksaan di laboratorium sesuai prosedur.

BAB VII
KESELAMATAN KERJA
Laboratorium Lingkungan merupakan sarana penunjang dalam pengujian parameter
kualitas lingkungan. Dalam prakteknya, adanya aktivitas yang berkenaan dengan bahan
kimia dan peralatan spesifik memungkinkan timbulnya potensi bahaya terhadap para
pekerjanya. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penerapan Kesehatan & Keselamatan Kerja (K3)
yang berlaku di lingkup Laboratorium.
A. PENGERTIAN
Keselamatan kerja menurut Undang-undang no 1 tahun 1970 tentang Keselamatan
Kerja disebutkan bahwa setiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas
keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan
produksi serta produktivitas Nasional.
Menurut Undang-undang no 23 tahun 1992 tentang Kesehatan, pasal 23 dinyatakan
bahwa upaya Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) harus diselenggarakan di semua tempat
kerja, khususnya tempat kerja yang mempunyai resiko bahaya kesehatan, mudah terjangkit
penyakit atau mempunyai karyawan paling sedikit 10 orang
B. TUJUAN
Terciptanya cara kerja, lingkungan kerja yang sehat, aman, nyaman dan dalam rangka
meningkatkan derajat kesehatan karyawan rumah sakit pada umumnya dan laboratorium
Patologi Klinik pada khususnya.
Keselamatan kerja bertujuan untuk peningkatan dan pemeliharaan derajat kesehatan fisik,
mental dan sosial yang setinggi-tinggi bagi pekerja yang disebabkan oleh kondisi pekerjaan,
perlindungan bagi pekerja dalam pekerjaannya dari resiko akibat faktor yang merugikan
kesehatan dan penempatan serta pemeliharaan pekerja dalam suatu lingkungan kerja yang
disesuaikan dengan kondisi fisiologi dan psikologisnya. Secara ringkas merupakan
penyesuaian pekerjaan kepada manusia dan setiap manusia kepada pekerjaan dan jabatannya.
(WHO/ILO tahun 1995)
Untuk menegakkan K3 di Laboratorium Klinik RSUD Suradadi Tegal, selalu
memberikan dan mengingatkan kepada petugas, tentang informasi yang dibutuhkan untuk
keselamatan kerjanya. Antara lain :
1.
Karakteristik bahan kimia
a. Bahan mudah meledak (explosive substances)
b. Bahan mudah teroksidasi (oxidizing substances)
c. Bahan mudah menyebabkan korosif
d. Bahan mudah terbakar (flammable substances)
e. Bahan yang tidak boleh dibuang ke lingkungan
f. Bahan berbahaya (harmful substances)
g. Bahan bersifat infeksi (infectious substances)
h. Bahan bersifat korosif (corrosive substances)
2.
Tata Aturan Umum bekerja di dalam Laboratorium
a. Tidak boleh makan dan minum
b. Tidak boleh tidur
c. Tidak boleh merokok
d. Tidak boleh memasak, apalagi menggunakan peralatan laboratorium
3.
Fasilitas K3 di Laboratorium
a. Jas laboratorium
b. Sarung tangan
c. Masker

d. Alas kaki/ sepatu tertutup


e. Wastafel
f. Pipetting aid, rubber bulb
g. Alat Pemadam Kebakaran ringan.
C. TATA LAKSANA KESELAMATAN KERJA
1. Penetapan area beresiko laboratorium
a. Ruang tunggu
Jenis resiko : dropplet infection, percikan, infeksi nosokomial
b. Ruang pengambilan sampel
Jenis resiko : percikan, dropplet infection, tumpahan sampel bahan infeksius, tusukan
jarum suntik, pencahayaan kurang
c. Ruang administrasi
Jenis resiko : percikan, radiasi sinar layar computer
d. Ruang penerimaan sampel
Jenis resiko : tumpahan sampel bahan infeksius, percikan, dropplet infection
e. Ruang pemeriksaan Hematologi dan Kimia Klinik
Jenis resiko : tumpahan sampel bahan infeksius, tumpahan reagen berbahaya, pecahan
alat gelas, percikan / lontaran pecahan tabung centrifuge.
f. Ruang pemeriksaan Mikrobiolgi
Jenis resiko : tumpahan dan percikan sampel bahan infeksius, aerosol sampel BTA,
inhalasi mikroorganisme biakan, uap panas media dan autoclave, letupan lampu
spirtus dan media panas, radiasi sinar UV.
2. Pemeliharaan kesehatan karyawan
Pemeriksaan kesehatan petugas laboratorium secara berkala setiap satu tahun
sekali.pemeriksaan tersebut meliputi :
a. Pemeriksaan darah
b. Pemeriksaan Urine
c. Vaksin Hepatitis B
d. Evaluasi terhadap titer Anti Hbs Ag
Dari hasil pemeriksaan terhadap titer Anti HbsAg maka akan dilakukan evaluasi
imunisasi Hepatitis bagi petugas.
e. Pemeriksaan foto torak
3. Pelaksanaan keselamatan kerja dilaboratorium :
a. Orientasi untuk prosedur dan praktek keamanan kerja bagi karyawan baru.
b. Pendidikan dan pelatihan untuk prosedur baru dan penggunaan bahan berbahaya baru.
c. Petugas laboratorium didalam bekerja selalu menggunakan alat pelindung diri sesuai
dengan prosedur yang telah ditetapkan, yaitu : jas laboratorium, sarung tangan,
masker, apron, kaca mata pelindung ( Khusus zat berbahaya ).

d. Petugas laboratorium melakukan disinfeksi sesering mungkin dengan melakukan cuci


tangan menggunakan mikrosil dengan air mengalir atupun dengan handrub.
e. Petugas segera melaporkan jika ada incident kecelakaan kerja.
f. Petugas

laboratorium

melakukan

dekontaminasi

terhadap

semua

peralatan

dilaboratorium dengan menggunakan alkohol 70 %.


g. Pemeliharaan peralatan di laboratorium dilakukan secara rutin untuk mencegah
terjadinya kecelakaan kerja akibat kerusakan alat.
h. Penanganan dan pembuangan bahan berbahaya Laboratorium harus sesuai dengan
prosedur yang telah ditetapkan
i. Didalam menggunakan alat bantu pemeriksaan harus dilakukan secara benar.
4. Fasilitas Penunjang
Untuk menunjang keselamatan kerja maka harus didukung oleh adanya fasilitas
laboratorium yang bagus.
Fasilitas laboratorium harus dirancang sedemikian rupa sehingga keselamatan karyawan
dan kualitas pekerjaan tidak terganggu.Harus tersedia ruang yang tepat untuk penempatan
instrumen, ventilasi, pengendalian temperatur.Desain laboratorium harus menjamin
keselamatan personil ketika mereka bergerak, bekerja dengan peralatan dan melakukan
pemeriksaan. Diupayakan minimalisasi paparan maupun melakukan pemeriksaan.
Standar Fasilitas Fisik Laboratorium secara umum yaitu :
a. Laboratorium harus memiliki ruang kerja yang cukup sehingga tidak ada hambatan saat
karyawan bekerja di laboratorium.
b. Koridor laboratorium tidak ada halangan
c. Ruangan laboratorium harus dikendalikan sehingga suhu dan kelembaban peralatan
dan pengujian dipertahankan di dalam batas-batas toleransi yang ditetapkan oleh
produsen .
d. Semua lantai, dinding,plafon, dan meja kerja harus bersih dan terawat dengan baik.
e. Laboratorium harus mempunyai pemadam api yang tepat terhadap bahan kimia yang
berbahaya
f. Laboratorium harus mempunyai 2 buah jalan / pintu keluar masuk yang terpisah jauh
untuk jalur evakuasi bila terjadi kebakaran dan gempa bumi.
g. Laboratorium harus mempunyai alat pertolongan pertama pada kecelakaan.
h. Wadah yang berisi reagen/bahan kimia harus diberi label.
i. Laboratorium menetapkan area beresiko bagi petugas.
j. Laboratorium harus menginventarisasi peralatan dan bahan kimia berbahaya.

k. Setiap ada prosedur baru dan bahan baru berbahaya harus diorientasikan kepada
petugas agar petugas mengetahui cara melaksanakan prosedur baru tersebut dan tahu
cara penanganan dan penggunaan bahan berbahaya tersebut dengan benar.
5. Alat Pelindung Diri ( APD )
Alat alat pelindung diri yang digunakan dilaboratorium RSUD Kajen meliputi :
a. Jas kerja ( Jas Laboratorium )
Jas kerja dilaboratorium selalu digunakan petugas selama masih kontak dengan pasien
dan bahan sample lainnya, dan setiap petugas mempunyai jas kerja sendiri-sendiri.
b. Masker
Digunakan petugas selama diruang pemeriksaan Laboratorium , mengerjakan sample
yang memungkinkan terjadinya percikan atau pemeriksaan mikrobiologi maka
petugas harus selalu menggunakan masker
c. Sarung tangan
Digunakan petugas selama petugas masih kontak dengan specimen pemeriksaan dan
kontak dengan pasien, petugas harus selalu menggunakan sarung tangan
d. Kaca Mata
Digunakan petugas pada saat mengerjakan sample yang memungkinkan terjadinya
percikan atau pemeriksaan yang menggunakan reagent kimia yang bersifat pedih
dimata.
e. Apron
Digunakan selama petugas makukan pemeriksaan yang memungkinkan terjadinya
percikan yang akan mengkontaminasi jas lab atau bersifat basah. Seperti saat
melakukan pencucian

BAB VIII
PENGENDALIAN MUTU

Salah satu upaya untuk meningkatkan mutu pelayanan di Laboratorium RSUD


Suradadi adalah dengan melakukan kegiatan pementapan mutu internal laboratorium.
Kegiatan pemantapan mutu internal laboratorium dimaksudkan untuk mendeteksi dan
mengidentifikasi kesalahan - kesalahan analitik, baik yang bersifat sistemik maupaun yang
non sistemik yang mungkin terjadi pada tiap tahap pemeriksaan, untuk dilakukan upaya
perbaikan dan upaya untuk menghindari atau mencegah agar kesalahan yang sama tidak
terjadi lagi.
Maka untuk menbantu petugas laboratorium memahami hal hal di atas maka
disusunlah Standar pengendalian mutu di unit Laboratorium RSUD Suradadi. Yang memuat
kegiatan kegiatan yang harus dilaksanakan. Dalam melaksanakan kegiatan pementapan
mutu internal laboratorium dimulai dari persiapan pasien , pengambilan dan pengelolaan
specimen, kalibrasi peralatan, uji ketepatan, ketelitian dan lain lain sampai dengan
pencatatan dan pelaporan.Untuk pengendalian mutu di Insatalsi Laboratorium RSUD
Suradadi adalah sebagai berikut :

A.

PEMANTAPAN MUTU INTERNAL


Pementapan mutu internal adalah kegiatan dan pencegahan dan pengawasan yang
dilaksanakan oleh laboaratorium secara terus menerus agar diperoleh hasil pemeriksaan
yang tepat.
Adapun pemantapan mutu internal mencakup tiga aspek yaitu :
1. Tahap praanalitik
Tahap ini merupakan tahap pemantapan mutu yang paling awal dengan beberapa
kegiatan diantaranya :
a. Persiapan Pasien
Sebelum specimen diambil, pasien harus dipersiapkan terlebih dahulu sesuai
dengan persyaratan pengambilan pasien.
b. Pengambilan dan Pengelolaan specimen
Spesimen harus diambil secara benar dengan memperhatikan waktu, lokasi,
volume, cara, peralatan, wadah specimen, pengawet/ antikoagulan,sesuai dengan
persyaratan pengambilan specimen.
c. Pemberian identitas pada sample dengan
lahir/umur dan ruangan.

penulisan Nama,No RM , tanggal

d. Kalibrasi peralatan
Kalibrasi alat harus dilakukan secara berkala karena dapat mempengaruhi hasil
pemeriksaan laboratorium agar hasil yang didapatkan akurat. Dan untuk prosedur
kalibrasi sesuai dengan instruksi kerja.
2. Tahap analitik
Tahap ini merupakan tahap kedua dari pemantapan mutu internal,yang meliputi :
a.

Analisis atau periksaan kontrol kualitas ( presisi dan akurasi )

b.

Analisis atau pemeriksaan terhadap specimen

3. Pasca Analitik
Tahap ini merupakan tahap akhir dari pemantapan mutu internal , yang meliputi :
a.Pencatatan dan pelaporan hasil pemeriksaan.
Setelah selesai tahap pemeriksaan maka hasil pemeriksaan ditulis dalam buku
pemeriksaan dan selanjutnya di tulis pada blanko hasil pemeriksaan untuk
pasien.penulisannya meliputi : Identitas pasien ( No laboratorium, Nama pasien,
No Rekam Medis Umur, Jenis Kelamin, Alamat, Nama Ruang ), Identitas pengirim
( Nama dokter ), Hasil pemeriksaan, Nilai normal, Tanggal Pemeriksaan, Tanda
tangan dan Nama terang petugas, Waktu penerimaan specimen dan waktu hasil
jadi.
b. Interpretasi hasil.
Berbagai interprestasi hasil yang harus dilakukan diantaranya :
1)

Interpretasi hasil yang pertama dilakukan oleh petugas


saat

melakukan pemeriksaan jika diketahui ada hasil yang menyimpang

seperti terlalu tinggi atau terlalu rendah dari nilai normal yang diketahui
petuga maka harus dilakukan pengulangan pemeriksaan atau pengecekan
kembali.
2)

Interpretasi kedua dilakukan pertugas saat memasukkan


hasil pemeriksaan dalam buku pemeriksaan. Bila ada pemeriksaan yang
hasilnya kurang didalam penulisan atau salah di dalam penulisan maka petugas
harus mengecek kembali dan melengkapi kekurangan atau kesalahan tersebut.

3)

Interpretasi yang ketiga dilakukan oleh petuga saat


melekukan validasi hasil pada blanko pemeriksaan sebelum tanda tangan maka
dengan melakukan interpretasi hasil dan perbaikan kesalahan secara terus
menerus

4)

Maka diharapkan hasil

dapat membantu menegakkan

diagnosa dokter.
B.

PEMANTAPAN MUTU EKSTERNAL


Untuk meningkatan kualitas hasil pemeriksaan Laboratorium RSUD Suradadi
selain dengan melaksanakan program pemantapan mutu internal (PME) maka secara
rutin setiap tahun harus mengikuti program pemantapan mutu eksternal.
Program pemantapan mutu eksternal yang Laboratorium RSUD Suradadi ikuti
ada dua jenis. Program pemantapan mutu eksternal tersebut diselenggarakan oleh badan
organisasi yang berwenang yaitu : Program Nasional Pemantapan Mutu Eksternal yang
diselenggarakan oleh Direktorat Bina Pelayanan Penunjang Medik Dan sarana
Kesehatan, Direktorat Jendral Bina Upaya Kesehatan, Kementrian Republik Indonesian,
dan untu pelaksanaannya dilaksanakan oleh pengurus ILKI.
Dan untuk hasil dari Pemantapan Mutu Eksternal ini akan dilakukan evaluasi
dan ditindak lanjuti.

BAB IX
PENUTUP

Demikian pedoman pelayanan Laboratorium RSUD Suradadi ini dibuat, kami


harapkan dapat menjadi pedoman dalam pelayanan, sehingga tercapai tujuan yaitu mampu
menjadi sarana penunjang diagnostik yang handal dan dapat dipercaya.