Anda di halaman 1dari 7

40

BAB IV
METODOLOGI PENELITIAN

A. Desain Penelitian
Jenis metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif,
metode

deskriptif

yaitu

suatu

penelitian

yang

dilakukan

untuk

mendeskripsikan atau menggambarkan suatu fenomena yang terjadi di dalam


masyarakat. Dalam bidang kesehatan masyarakat survei deskriptif digunakan
untuk menggambarkan atau memotret masalah kesehatan serta yang terkait
dengan kesehatan sekelompok penduduk atau orang yang tinggal dalam
komunitas tertentu (Notoatmodjo, 2012 : 35).
Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi retrospektif
(retrospective study), yaitu penelitian yang berusaha melihat kebelakang
(backward looking), artinya pengumpulan data dimulai dari efek atau akibat
yang telah terjadi (Notoatmodjo, 2012 : 27).
Jenis penelitian ini digunakan untuk meninjau keakuratan kode diagnosis
utama carcinoma cervix pada dokumen rekam medis rawat jalan di RSAL dr.
Ramelan Surabaya tahun 2016.
B. Lokasi dan Waktu Penelitian
1. Lokasi Penelitian
Penelitian ini dilakukan di unit rekam medis RSAL dr. Ramelan
Surabaya Tahun 2016.
2. Waktu Penelitian
Waktu penelitian dilakukan tanggalMaret Tahun 2016.
C. Populasi, Sampel dan Teknik Sampling
1. Populasi
Populasi adalah keseluruhan40objek penelitian atau objek yang diteliti
(Notoatmodjo, 2012 : 115).

41

Populasi dalam penelitian ini yaitu dokumen rekam medis rawat inap
dengan diagnosis utama carcinoma cervix di

RSAL dr. Ramelan

Surabaya Tahun 2016. Jumlah populasi dokumen rekam medis rawat inap
dengan diagnosis utama carcinoma cervix di RSAL dr. Ramelan
Surabaya Tahun 2016 adalah dokumen.
2. Sampel
Sampel adalah objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh
populasi (Notoatmodjo, 2012 : 115).
N
n=
2
1+ N (d )
Keterangan :
n = besar sampel
2
N = besar populasi d = tingkat kesalahan pengambilan sampel

(presisi) 0,1 (10%)


(Notoatmodjo, 2005 : 92).
N
n=
2
1+ N (d )

n
1+n ( 0,12)

n
1+n ( 0,01 )

n
1+n

n
n

n sampel

42

Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumen rekam


medis rawat inap dengan diagnosis utama carcinoma cervix di RSAL dr.
Ramelan Surabaya Tahun 2016.
3. Teknik Sampling
Teknik sampling merupakan suatu proses seleksi sampel yang
digunakan dalam penelitian dari populasi yang ada, sehingga jumlah
sampel akan mewakili keseluruhan populasi yang ada. Pengambilan
sampel pada penelitian ini dilakukan dengan teknik simple random
sampling yaitu setiap anggota atau unit dari populasi mempunyai
kesempatan yang sama untu diseleksi sebagai sampel. Apabila besarnya
sampel yang diinginan itu berbeda-beda, maka besarnya kesempatan bagi
setiap satuan elementer untu terpilih pun berbeda-beda pula (Notoatmojo,
2012 : 120).
D. Variabel Penelitian
Variabel mengandung pengertian ukuran atau ciri yang dimiliki oleh
anggota-anggota suatu kelompok yang berbeda dengan yang dimiliki oleh
kelompok lain. Definisi lain mengatakan bahwa variabel adalah sesuatu yang
digunakan sebagai ciri, sifat, atau ukuran yang dimiliki atau didapatkan oleh
satuan penelitian tentang sesuatu konsep pengertian tertentu (Notoatmodjo,
2012 : 103).
Berdasarkan hubungan fungsionalnya atau perannya, variabel dibedakan
menjadi :
a. Variabel terikat (dependent variabel), yaitu variabel yang dipengaruhi
oleh variabel bebas atau variabel independent. Variabel terikat penelitian
ini adalah tatacara pengkodean diagnosis utama carcinoma cervix.

43

b. Variabel bebas (independent variabel), yaitu variabel resiko atau sebab


dan dependent variabel merupakan variabel akibat atau efek. Variabel
bebas penelitian ini adalah keakuratan pengkodean diagnosis utama
carcinoma cervix (Notoatmodjo, 2012 : 104).
E. Definisi Operasional Variabel Penelitian
Definisi operasional bermanfaat untuk mengarahkan kepada pengukuran
atau pengamatan terhadap variabel variabel yang bersangkutan serta
pengembangan instrumen (alat ukur) (Notoatmodjo, 2012 : 85).
Definisi operasional ini penting dan diperlukan agar pengukuran variabel
atau pengumpulan data (variabel) itu konsisten antara sumber data
(responden) yang satu dengan responden yang lain (Notoatmodjo, 2012 :
111). Definisi operasional dalam penelitian ini telah dirinci pada Tabel IV.1

Tabel IV.1 Tabel Definisi Operasional Variabel Penelitian Keakuratan


Kode Diagnosis Utama Carcinoma Cervix di RSAL dr.
Ramelan Surabaya tahun 2016.
No
1.

Variabel
Dokumen
Rekam
Medis

2.

Hasil
Patologi
Anatomi
Petugas

3.

Definisi Operasional
Hasil Ukur
Dokumen adalah catatan 1. Lengkap
dokter, dokter gigi dan/atau 2. Tidak
Lengkap
tenaga kesehatan tertentu,
laporan hasil pemeriksaan
penunjang, catatan observasi
dan pengobatan harian dan
semua rekaman, baik berupa
foto
radiologi,
gambar
pencritaan (imaging), dan
rekam elektro.
1. Ada
2. Tidak ada
1. Ada

Skala
Nominal

Nominal

Nominal

44

Koding

4.

5.

kendala
2. Tidak ada
kendala
Cara
Pengkodean
adalah 1. Sesuai
Pengko- pemberian penetapan kode 2. Tidak
dean
sesuai
dengan menggunakan huruf
dan angka atau kombinasi
antara huruf dan angka yang
mewakili komponen data.
Akurasi
Akurat
artinya
data 1. Terbaik,
Kode
menggunakan nilai yang
96-100%
2. Melebihi
Diagnosa benar dan valid
harapan,
Utama
92-95%
3. Sesuai
harapan,
89-94%
4. Butuh
peningkat
an, 8488%
5. Tidak
memuask
an, <84%

Nominal

Ordinal

F. Instrumen Penelitian
Instrumen penelitian adalah alat-alat yang digunakan untuk pengumpulan
data (Notoatmodjo, 2012 : 87).
a. Lembar Angket
Angket adalah suatu cara pengumpulan data atau suatu penelitian
mengenai
kepentingan

suatu

masalah

umum

(orang

yang

umumnya

banyak).

Angket

banyak

menyangkut

dilakukan

dengan

mengedarkan suatu daftar pertanyaan yang berupa formulir-formulir,


diajukan secara tertulis kepada sejumlah subjek untuk mendapatkan

45

tanggapan, informasi, jawaban, dan sebagainya (Notoatmodjo, 2012 :


147-148).
b. Checklist
Checklist adalah suatu daftar untuk mencek, yang berisi nama
subjek dan beberapa gejala serta identitas lainnya dari sasaran
pengamatan. Pengamat tinggal memberikan tanda check () pada daftar
tersebut yang menunjukkan adanya gejala atau ciri dari sasaran
pengamatan (Notoatmodjo, 2012 : 137).
G. Prosedur Pengumpulan Data
Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan
pengamatan (observasi). Pengamatan adalah suatu prosedur yang berencana,
yang antara lain meliputi melihat, mendengar, dan mencatat sejumlah dan
taraf aktifitas tertentu atau situasi tertentu yang ada hubungannya dengan
masalah yang diteliti. Penelitian ini menggunakan pengamatan observasi
partisipatif (pengamatan terlibat), dimana pengamat ikut aktif berpartisipasi
pada aktifitas dalam kontak sosial yang tengah diselidiki (Notoatmodjo,
2012 : 131-133).
H. Pengolahan dan Analisis Data
1. Pengolahan Data
Jenis data pada penelitian ini adalah data numerik. Peneliti
melakukan pengolahan data secara manual, yaitu dengan langkahlangkah sebagai berikut :
a. Penyuntingan Data (Editing)
Hasil wawancara atau angket yang diperoleh atau dikumpulan
melalui kuesioner perlu disunting (edit) terlebih dahulu. Kalau
ternyata masih ada data atau informasi yang tidak lengkap dan tidak

46

mungkin dilakukan wawancara ulang, maka kuesioner tersebut


dikeluarkan (droup out) (Notoatmodjo, 2012 : 174).
b. Tabulasi
Yakni membuat tabel-tabel data, sesuai dengan tujuan penelitian
atau yang diinginkan oleh peneliti (Notoatmodjo, 2012 : 176).
2. Analisis Data
Pada penelitian ini, jenis analisis yang digunakan adalah analisis
deskritif (analisis univariate) yaitu bertujuan untuk menjelaskan atau
mendeskripsikan karakteristik setiap variabel penelitian (Notoatmodjo,
2012 : 182)
I. Kerangka Kerja

Mendapatkan populasi penelitian


dokumen rekam medis pasien rawat inap
dengan diagnosis utama carcinoma cervix
di RSAL dr. Ramelan Surabaya Tahun
2016
Simple Random Sampling
Sampel :
Sebagian dokumen rekam medis pasien
rawat inap dengan diagnosis utama
carcinoma cervix di RSAL dr. Ramelan
Surabaya Tahun 2016

Pengumpulan Data

Wawancara

Observasi

Pengolahan dan analisis data

Keakuratan kode diagnosis


utama carcinoma cervix