Anda di halaman 1dari 34

Selasa, 27 November 2012

PERKEMBANGAN SISTEM 2 KINGDOM SAMPAI 6


KINGDOM
1. Sistem Dua Kingdom
Sistem dua kingdom pertama kali dikemukakan oleh Aristoteles
(Yunani). Dalam sistem ini makhluk hidup dibagi menjadi kingdom Plantae dan Animalia.

a. Kingdom Plantae (kerajaan tumbuhan), meliputi berbagai makhluk hidup


yang mempunyai ciri berdinding sel dan berklorofil.
Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah bakteri, jamur, ganggang, paku, dan tumbuhan berbiji.
b. Kingdom Animalia (kerajaan hewan), meliputi berbagai makhluk hidup yang memiliki ciri tidak
berdinding sel dan idak memiliki klorofil. Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah Protozoa,
Porifera, Coelenterata, Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata.
2. Sistem Tiga Kingdom
Klasifikasi tiga kingdom membagi makhluk hidup menjadi Kingdom Monera, Plantae, dan Animalia.
a. Kingdom Monera, yaitu kelompok makhluk hidup yang memiliki ciri tersusun dari satu atau banyak
sel dan belum memiliki membran inti. Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah bakteri dan
ganggang hijau-biru.
b. Kingdom Plantae, adalah kelompok tumbuhan yang meliputib jamur, lumut, paku, dan tumbuhan
biji.
c. Kingdom Animalia, adalah kelompok hewan yang terdiri dari Protozoa, Porifera, Coelenterata,
Mollusca, Arthropoda, Echinodermata, dan Chordata. Namun demikian ada juga yang
mengembangkan klasifikasi tiga kingdom yang berbeda. Misalnya Haeckel pada tahun 1866
mengusulkan makhluk hidup dikelompokkan menjadi tiga kingdom yaitu Protista, Plantae, dan
Animalia. Kingdom Protista adalah kelompok makhluk hidup yang tersusun atas satu atau banyak sel,
memiliki membran inti, dan memiliki organel. Yang termasuk ke dalam kingdom ini adalah Protozoa,
ganggang, dan jamur. Sehingga Kingdom Plantae hanya terdiri dari lumut dan tumbuhan
berpembuluh.
3. Sistem Empat Kingdom
Sistem empat kingdom terdiri dari Kingdom Monera, Fungi, Plantae, dan Animalia. Kingdom Monera
terdiri dari bakteri dan ganggang hijau-biru. Kingdom Fungi dipisahkan dari Plantae karena tidak
mempunyai klorofil walaupun sama-sama mempunyai dinding sel. Sedangkan Kingdom Animalia
meliputi berbagai hewan seperti dalam sistem tiga kingdom.
4. Sistem Lima Kingdom
Pencetus klasifikasi sistem lima kingdom adalah Robert H. Whittaker, seorang ahli biologi Amerika
Serikat pada tahun 1969. Dalam klasifikasi ini Whittaker mengelompokkan makhluk hidup dalam
Kingdom Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia. Kingdom baru yang ditambahkan, yaitu
Protista meliputi berbagai jenis makhluk hidup uniseluler maupun multiseluler yang menyerupai jamur,
tumbuhan, dan hewan namun tidak dapat dikelompokkan ke dalam Kingdom Fungi,Plantae, dan
Animalia.
5. Sistem Enam Kingdom
Pada tahun 1990, Carl Woese, seorang ahli biologi molekuler Amerika Serikat, mengembangkan
sistem klasifikasi enam kingdom. Dalam klasifikasi ini, beliau membagi Kingdom Monera menjadi dua
kelompok. Bakteri yang mempunyai sifat khusus dikelompokkan dalam Kingdom Archaebacteria,
misalnya bakteri yang mampu hidup di perairan bersuhu tinggi atau di Lingkungan dengan kadar
garam tinggi. Sedangkan bakteri yang lain dan ganggang hijau-biru (Cyanophyta) dikelompokkan
dalam Kingdom Eubacteria. Jadi, dalam system klasifikasi enam kingdom, makhluk hidup
dikelompokkan menjadi Archaebacteria, Eubacteria, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.

Sistem Klasifikasi Kingdom


Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dahulu (Ancient Time, BC) . Ahli filosof
Yunani, Aristotle (384-322 BC) mengelompokan makhluk hidup kedalam dua kelompok besar yaitu kelompok
hewan dan kelompok tumbuhan, namun keberadaan organisme mikroskopis belum dikenal pada saat itu.
Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan
teknologi. Sistem klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar yang disebut
kingdom. Sistem kingdom yang pertama diperkenalkanoleh Linnaeus. Sistem kingdom pun terus mengalami
perubahan dan perbaikan hingga sekarang dan sering menjadi pro dan kontra bagi para ilmuwan.
Sistem Dua kingdom
Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Sistem ini dikembangkan oleh ilmuwan Swedia C. Linnaeus tahun 1735. Kelemahannya adalah
penggolongan ini masih terlalu umum dan kurang spesifik sehingga terdapat beberapa makhluk hidup lainnya
yang tidak dapat digolongkan dalam kedua kingdom ini. Kelebihan sistem ini pada saat itu adalah mampu
menggolongkan dua kelompok besar mahkluk hidup di bumi berdasarkan karakter fisiknya yaitu tumbuhan dan
hewan dan juga kedua kingdom ini merupakan kunci atau pengarah utama menuju model-model kingdom
lainnya.

Sistem Tiga Kingdom


Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)


Kingdom Protista (Organisme bersel satu dan organisme multiseluler sederhana)
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Jerman Ernst Haeckel tahun 1866. Kelemahannya, bakteri
tidak dapat digolongkan ke dalam kingdom protista, karena bakteri adalah organisme mikroskopis yang tidak
memiliki inti sel. Sehingga pengelompokan kingdom ini kurang sempurna. Kelebihan sistem ini adalah
organisme mikroskopis bersel satu atau multiseluler sederhana dikelompokan kedalam kingdom tersendiri dan
berbeda dari animalia atau plantae, penyebabnya karena secara fisiologis, morfologisnya, dan anatomi,
kingdom protista memiliki perbedaan dari kedua kingdom lainnya.

Sistem Empat Kingdom


Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Kingdom Protista
Kingdom Monera
Sistem Ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Herbert Copeland tahun 1956. Kelemahannya adalah
masih terdapat makhluk hidup lainnya yang tidak dapat digolongkan kedalam keempat kingdom ini seperti
fungi (Mycota). Mycota memiliki perbedaan karakter yang cukup unik, ukurannya bervariasi ada yang

menyerupai prostista namun bukan protista, cara makan dan pencernaan berbeda dengan tumbuhan maupun
hewan. Selain itu kelemahan lainnya juga terdapat pada kingdom monera karena di dalam kingdom monera
masih terdapat perbedaan yang cukup berarti dalam klasifikasi kingdom. Kelebihan sistem ini adalah
melengkapi kingdom sebelumnya, yaitu dengan mengelompokan monera sebagai kingdom tersendiri, karena
organisme mikroskopis ini tidak memiliki inti sel atau termasuk jenis prokariotik dan berbeda dengan protista,
animalia, dan plantae.

Sistem Lima Kingdom


Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Kingdom Protista
Kingdom Monera
Kingdom Fungi (Dunia Jamur)
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Robert H. Whittaker tahun 1969. Kelemahannya
adalah belum mampu mendefinisikan kingdom monera secara tepat sehingga didalam kelompok kingdom
monera sendiri masih memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dalam hal RNA polymerase, RNA
sequences, Introns, membran lipid dan lainnya. Kelebihan sistem ini adalah jamur digolongkan kedalam
kingdom tersendiri karena Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang hewan lakukan, atau pun membuat
makanan mereka sendiri seperti yang tumbuhan lakukan melainkan mereka mengeluarkan enzim pencernaan di
sekitar makanan mereka dan kemudian menyerapnya ke dalam sel. Begitu juga perbedaannya dengan monera

jelas terlihat bahwa kingdom fungi merupakan jenis organisme eukariot bukan prokariot. Dengan kata lain
kingdom ini melengkapi sistem klasifikasi kingdom sebelumnya .

Sistem Enam Kingdom


Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Kingdom Protista
Kingdom Mycota (Dunia Jamur)
Kingdom Eubacteria
Kingdom Archaebacteria
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Carl Woese 1977. Kelemahan sistem ini pada dasarnya
tidak ada, namun bagi beberapa pakar ilmuwan sering menjadi pro dan kontra, karena kingdom monera
merupakan kingdom yang sudah mencakup bakteri archae dan eubacteria sehingga menurut mereka tidak perlu
di bagi lagi. Kelebihannya adalah mampu menjelaskan kingdom monera secara spesifik, sehingga memberikan
informasi yang cukup signifikan bagi kingdom monera. Perbedaan yang cukup signifikan didalam kingdom
monera ini melahirkan kingdom baru yang disebut kingdom eubacteria dan kingdom archaebacteria.
Pengklasifikasian ini berawal dari ditemukannya golongan monera archaebacteria di samudera dalam yang
memiliki perbedaan dengan kingdom monera lainnya (eubacteria). Analisis archaebacteria menunjukkan bahwa
kelompok ini lebih menyerupai eukariota dibanding saudaranya (prokariotik). Hal ini adalah salah satu alasan
menagapa kingdom monera membela menjadi kingdom archaebacteria dan eubacteria.

Sistem Tujuh Kingdom


-Kingdom Animalia (Dunia Hewan)
-Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Kingdom Protista (Protozoa)
Kingdom Chromista
Kingdom Eumycota
Kingdom Eubacteria
Kingdom Archaebacteria
Sistem ini diperkenalkan oleh ahli Cavalier-Smith tahun 1998. sistem ini dikembangkan dari sistem
kingdom sebelumnya dan secara garis besar digolongkan dalam dua kelas utama prokariot dan eukariot (2
Empires, Chatton 1937) dari kedua golongan besar ini dibagi lagi, eukariot mencakup Animalia, Plantae,
Protozoa (protista), Eumycota dan Chromista. Sedangkan golongan prokariot mencakup Eubacteria dan
Archaebacteria.
Kelebihan sistem klasifikasi tujuh kingdom ini lebih adalah lebih detail. Lahir kingdom baru yaitu
Chromista yang anggotanya merupakan bagian dari kingdom fungi dan protista yaitu Oomycota,
Hyphochytriomycota, Bacillariophyta, Xanthophyta, Silicoflagellates, Chrysophyta, dan Phaeophyta. Golongan
ini berbeda dari kingdom asalnya karena mereka meiliki klorofil a dan c, tidak menyimpan makanan sebagai
kanji melainkan sebagai minyak dan umumnya menghasilkan sel dengan dua flagella yang berlainan. Karena
sebagian kingdom mycota sudah digolongkan ke dalam kingdom chromista maka kingdom ini berubah menjadi
kingdom eumycota. Kingdom protista lebih akrab dikenal sebagai kingdom protozoa.Klasifikasi system ini lebih
sempurna dari kingdom sebelumnya.
Kelemahan sistem ini biasanya relatif terhadap sudut pandang mana orang ingin mengelompokan
organisme. Biasanya semakin besar tingkat pengklasifikasian maka makin besar pula tingkat kesulitan tetapi
hasilnya lebih akurat.

Sistem Klasifikasi Makhluk


Hidup
Posted on October 3, 2012

Klasifikasi adalah pengelompokan aneka jenis hewan atau tumbuhan ke


dalam kelompok tertentu. Pengelompokan ini disusun secara runut sesuai
dengan tingkatannya (hierarkinya), yaitu mulai dari yang lebih kecil
tingkatannya hingga ke tingkatan yang lebih besar. Ilmu yang mempelajari
prinsip

dan

cara klasifikasi

makhluk

hidup disebuttaksonomi atau

sistematik.
Prinsip dan cara mengelompokkan makhluk hidup menurut ilmu taksonomi
adalah dengan membentuk takson. Takson adalah kelompok makhluk hidup
yang anggotanya memiliki banyak persamaan ciri. Takson dibentuk dengan
jalan mencandra objek atau makhluk hidup yang diteliti dengan mencari
persamaan ciri maupun perbedaan yang dapat diamati.
Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dahulu (Ancient
Time, BC) . Ahli filosof Yunani, Aristotle (384-322 BC) mengelompokan
makhluk hidup kedalam dua kelompok besar yaitu kelompok hewan dan
kelompok tumbuhan, namun keberadaan organisme mikroskopis belum
dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi makhluk hidup terus mengalami
kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi. Sistem
klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan kelompok besar
yang disebut kingdom.
Perkembangan Klasifikasi
1. Sistem Klasifikasi Pra-Linnaeus
Sistem klasifikasi ini dilakukan dengan melihat kesamaan bentuk luar dari
tubuh makhluk hidup (morfologi). Makhluk hidup pada masa ini dibedakan
menjadi dua kelompok seperti konsep Aristoteles yang mengklasifikasikan
makhluk hidup menjadi 2 yaitu tumbuhan dan hewan. Hewan-hewan yang
memiliki bentuk tubuh yang sama dikelompokkan menjadi satu kelompok
tersendiri. Selain itu hewan juga dikelompokkan berdasarkan kegunaannya
masing-masing.

Pengelompokan

hewan

didasarkan

pada

ciri-ciri

lalu

ditentukan macamnya dan diberikan nama sesuai dengan isyarat yang


dimiliki. Proses-proses ini dilakukan tanpa kesadaran dan berlangsung dalam
waktu yang sangat cepat. Pada masa pra-Linnaeus juga belum ada publikasi
tentang klasifikasi hewan.
2. Sistem Klasifikasi 2 Kingdom

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Sistem

ini

dikembangkan

oleh

ilmuwan

Swedia

C.

Linnaeus

tahun

1735. Kelemahannya adalah penggolongan ini masih terlalu umum dan


kurang spesifik sehingga terdapat beberapa makhluk hidup lainnya yang
tidak dapat digolongkan dalam kedua kingdom ini. Kelebihan sistem ini pada
saat itu adalah mampu menggolongkan dua kelompok besar mahkluk hidup
di bumi berdasarkan karakter fisiknya yaitu tumbuhan dan hewan dan juga
kedua kingdom ini merupakan kunci atau pengarah utama menuju modelmodel kingdom lainnya.
3. Sistem Klasifikasi 3 Kingdom

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Kingdom Protista (Organisme bersel satu dan organisme multiseluler


sederhana)

Ketika makhluk hidup bersel satu ditemukan, temuan baru ini dipecah ke
dalam dua kerajaan: yang dapat bergerak ke dalam filum Protozoa,
sementara alga dan bakteri ke dalam divisi Thallophyta atau Protophyta.
Namun ada beberapa makhluk yang dimasukkan ke dalam filum dan divisi,
seperti alga yang dapat bergerak, Euglena, dan jamur lendir yang mirip
amuba. Karena dasar inilah, Ernst Haeckel pada tahun 1866 menyarankan
adanya kerajaan ketiga, yaitu Protista untuk menampung makhluk hidup
yang tidak memiliki ciri klasifikasi yang jelas. Kerajaan ketiga in baru populer
belakangan

ini

(kadang

dengan

sebutan

Protoctista).

Protista

adalah

organisme yang memiliki sifat-sifat tumbuhan dan hewan sekaligus.


Kelemahan sistem ini yaitu bakteri tidak dapat digolongkan ke dalam
kingdom protista, karena bakteri adalah organisme mikroskopis yang tidak

memiliki

inti

sel.

Sehingga

pengelompokan

kingdom

ini

kurang

sempurna. Kelebihan sistem ini adalah organisme mikroskopis bersel satu


atau multiseluler sederhana dikelompokan kedalam kingdom tersendiri dan
berbeda dari animalia atau plantae, penyebabnya karena secara fisiologis,
morfologisnya, dan anatomi, kingdom protista memiliki perbedaan dari kedua
kingdom lainnya.
4. Sistem Klasifikasi 4 Kingdom

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Kingdom Protista

Kingdom MoneraKingdom Fungi (Dunia Jamur)

Ada dua tokoh yang mengklasifikasikan makhluk hidup menjadi sistem 4


kingdom yaitu Copeland dan Whittaker. Hanya saja dasar yang digunakan
oleh keduanya berbedasehingga dihasilkan klasifikasi makhluk hidup yang
berbeda pula. Copeland membagi menjadi empat Kingdom yaitu Monera,
Protoctista, Metaphyta dan Metazoa.Monera adalah organisme yang
belum memiliki membran inti dan membran organel sel atau bersifat
prokariotik.
Berbeda dengan Protista/Protoctista yang bersifat Eukariotik. Metaphyta
adalah tumbuhan yang mengalami masa perkembangan embrio, begitu juga
Metazoa adalah kelompok hewan yang mengalami masa perkembangan
embrio dalam siklus hidupnya. Sedangkan Whittakers membagi hewan
menjadi beberapa kingdom: Animalia, Plantae, Fungi dan Protista.
Fungi dijadikan kingdom tersendiri karena fungi memiliki perbedaan dari
tumbuhan. Fungi bukan organisme autotrof layaknya tumbuhan melainkan
organisme yang heterotrof yaitu tidak dapat mensintesis makanannya
sendiri. Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang binatang lakukan,
atau pun membuat makanan mereka sendiri seperti yang tumbuhan lakukan
melainkan mereka mengeluarkan enzim pencernaan di sekitar makanan
mereka dan kemudian menyerapnya (absorbsi)ke dalam sel.
5. Sistem Klasifikasi 5 Kingdom

Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Robert H. Whittaker tahun
1969 dengan mencirikan masing-masing kingdom sebagai berikut :

Monera : Prokariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler

Protista : Eukariot, Autotrof dan Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler

Fungi : Eukariot, Heterotrof, Uniseluler dan Multiseluler

Plantae : Eukariot, Autotrof, Multiseluler

Animalia : Eukariot, Heterotrof, Multiseluler

Kelebihan sistem ini adalah jamur digolongkan kedalam kingdom tersendiri


karena Jamur tidak mencernakan makanan seperti yang hewan lakukan, atau
pun membuat makanan mereka sendiri seperti yang tumbuhan lakukan
melainkan mereka mengeluarkan enzim pencernaan di sekitar makanan
mereka dan kemudian menyerapnya ke dalam sel. Begitu juga perbedaannya
dengan monera jelas terlihat bahwa kingdom fungi merupakan jenis
organisme

eukariot

bukan

prokariot.

Dengan

kata

lain

kingdom

ini

melengkapi sistem klasifikasi kingdom sebelumny. Namun masih terdapat


kelemahan dalam klasifikasi ini, yaitu belum mampu mendefinisikan kingdom
monera secara tepat sehingga didalam kelompok kingdom monera sendiri
masih memiliki perbedaan yang cukup signifikan baik dalam hal RNA
polymerase, RNA sequences, Introns, membran lipid dan lainnya.
6. Sistem Klasifikasi 6 Kingdom

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Kingdom Protista

Kingdom Mycota (Dunia Jamur)

Kingdom Eubacteria

Kingdom Archaebacteria

Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Carl Woese 1977.
Pengklasifikasian

ini

berawal

dari

ditemukannya

golongan

monera

archaebacteria di samudera dalam yang memiliki perbedaan dengan


kingdom monera lainnya (eubacteria). Analisis archaebacteria menunjukkan
bahwa kelompok ini lebih menyerupai

eukariota dibanding saudaranya

(prokariotik). Hal ini adalah salah satu alasan menagapa kingdom monera
menjadi kingdom archaebacteria dan eubacteria. Namun bagi beberapa
pakar ilmuwan sering menjadi pro dan kontra, karena kingdom monera

merupakan kingdom yang sudah mencakup bakteri archae dan eubacteria


sehingga menurut mereka tidak perlu di bagi lagi. Kelebihannya adalah
mampu menjelaskan kingdom monera secara spesifik, sehingga memberikan
informasi yang cukup signifikan bagi kingdom monera.
7. Sistem Klasifikasi 7 Kingdom

Kingdom Animalia (Dunia Hewan)

Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)

Kingdom Protista (Protozoa)

Kingdom Chromista

Kingdom Eumycota

Kingdom Eubacteria

Kingdom Archaebacteria

Sistem ini diperkenalkan oleh ahli Cavalier-Smith tahun 1998. sistem ini
dikembangkan dari sistem kingdom sebelumnya dan secara garis besar
digolongkan dalam dua kelas utama prokariot dan eukariot (2 Empires,
Chatton 1937) dari kedua golongan besar ini dibagi lagi, eukariot mencakup
Animalia, Plantae, Protozoa (protista), Eumycota dan Chromista. Sedangkan
golongan prokariot mencakup Eubacteria dan Archaebacteria.
Disini terdapat kingdom baru yaitu Chromista yang anggotanya merupakan
bagian dari kingdom fungi dan protista yaitu Oomycota, Hyphochytriomycota,
Bacillariophyta, Xanthophyta, Silicoflagellates, Chrysophyta, dan Phaeophyta.
Golongan ini berbeda dari kingdom asalnya karena mereka meiliki klorofil a
dan c, tidak menyimpan makanan sebagai kanji melainkan sebagai minyak
dan umumnya menghasilkan sel dengan dua flagella yang berlainan. Karena
sebagian kingdom mycota sudah digolongkan ke dalam kingdom chromista
maka kingdom ini berubah menjadi kingdom eumycota. Kingdom protista
lebih akrab dikenal sebagai kingdom protozoa.Klasifikasi system ini lebih
sempurna dari kingdom sebelumnya.

Klasifikasi Makhluk Hidup dan Tata Nama Binomialnya


Ditulis oleh Ahmad Nashiruddin pada Sabtu, 23 November 2013 | 23.06

Berbagai jenis makhluk hidup


Seluruh gambar berasal dari Wikimedia dan digabung menjadi satu serta berlisensi CC BY-SA

Klasifikasi makhluk hidup adalah pengelompokan makhluk hidup dalam satu kelompok (takson)
melalui pencarian keseragaman atau persamaan dalam keanekaragaman. Makhluk hidup yang
diklasifikasikan dalam satu kelompok tertentu memiliki persamaan-persamaan sifat dan/atau ciriciri. Demikian pula sebaliknya, makhluk hidup dalam kelompok yang berbeda akan memiliki
perbedaan-perbedaan sifat dan/atau ciri-ciri.
Langkah-Langkah Klasifikasi

Langkah-langkah klasifikasi makhluk hidup adalah sebagai berikut:


1). Mengidentifikasi objek berdasar ciri-ciri struktur tubuh makhluk hidup, misalnya, hewan atau
tumbuhan yang sama jenis atau spesiesnya;
2). Setelah kelompok spesies terbentuk, dapat dibentuk kelompok-kelompok lain dari urutan
tingkatan klasifikasi sebagai berikut.

Dua atau lebih spesies dengan ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson
genus. Genus memiliki kesamaan ciri, yaitu pada struktur alat reproduksinya yang sama.

Beberapa genus yang memiliki ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson
famili.

Beberapa famili dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson ordo.

Beberapa ordo dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson kelas.

Beberapa kelas dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson filum
(untuk hewan) atau divisio (untuk tumbuhan).

Dengan cara tersebut terbentuk urutan hierarki atau tingkatan klasifikasi makhluk hidup. Urutan
klasifikasi dari tingkatan yang terbesar hingga terkecil adalah sebagai berikut:
1. Kingdom (kerajaan);
2. Divisio atau filum;
3. Kelas;
4. Ordo (bangsa);
5. Famili (suku);
6. Genus (marga);
7. Spesies (jenis).
Mengingat keperluannya, kadang-kadang di antara dua tingkatan terdapat sub-sub, seperti
subkingdom, subfilum, subordo, dan subspesies. Demikian pula di bawah kelompok spesies
masih ditempatkan kelompok varietasdan di bawah varietas terdapat strain.

Tabel berikut ini menunjukkan klasifikasi beberapa makhluk hidup:

Tingkatan

Anjing

Belalang

Manusia

Pisang

Kingdom

Hewan

Hewan

Hewan

Tumbuhan

Filum

Chordata

Arthropoda

Chordata

Spermatophyta

Subfilum

Vertebrata

Invertebrata

Vertebrata

Angiospermae

Kelas

Mamalia

Insecta

Mamalia

Dicotyledonae

Ordo

Carnivora

Orthoptera

Primata

Malvales

Famili

Canidae

Locutidae

Hominidae

Malvaceae

Genus

Canis

Schistocerca

Homo

Musa

Spesies

Canis familiaris

Schistocerca
americana

Homo sapiens

Musa paradisiaca

Tata Nama Binomial

Nama yang diberikan kepada suatu individu makhluk hidup sering berbeda meskipun individu
yang dimaksud sama. Setiap daerah memberi nama yang berbeda untuk setiap individu yang
sama. Misalnya buah mangga, ada yang menyebutnya pelem, ada pula yang memberinya
nama pauh tergantung dari bahasa masing-masing daerah. Nama yang bermacam-macam ini
jelas membingungkan dalam dunia ilmu pengetahuan.

Nah, untuk mengatasi permasalahan tersebut, seorang ahli biologi dari Swedia, Carolus
Linnaeus, mengemukakan sebuah aturan dan pedoman penamaan bagi kelompok individu.
Sistem pemberian nama makhluk hidup yang digunakan oleh Linnaeus disebut dengan Sistem
Binomial Nomenklatur dan bahasa yang digunakan adalah bahasa Latin. Dengan adanya sistem
ini orang tidak akan keliru menyebut nama makhluk hidup meskipun di tiap daerah memiliki
nama
yang
berbeda-beda.
Sistem binomial nomenklatur ini merupakan sistem pemberian nama makhluk hidup yang sah
berdasar kode internasional dengan menggunakan sistem tata nama dua kata dengan aturanaturan sebagai berikut: Nama terdiri dari dua kata, kata pertama menunjukkan tingkatan marga
(genus) yang diawali dengan huruf besar dan kata kedua menunjukkan tingkatan jenis (spesies)
yang diawali dengan huruf kecil. Contohnya: Gnetum gnemon. Jika ditulis dengan huruf tegak,
dua kata tersebut harus digarisbawahi, tetapi jika tidak digarisbawahi, dua kata tersebut harus
dicetak
miring.
Contohnya, Gnetum
gnemon atau Gnetum
gnemon.
Contoh penulisan nama ilmiah adalah seperti yang ditunjukkan pada tabel berikut ini:
No
.

Nama
Indonesia

Nama Ilmiah

1.

Melinjo

Gnetum gnemon

2.

Kelapa sawit

Elaeis guineesis

3.

Padi

Oryza sativa

4.

Jagung

Zea mays

5.

Ketela pohon

Manihot utilissima

6.

Cacing tanah

Lumbricus terestris

7.

Penyu

Chelonia mydas

Komodo

Varanus
komodoensis

8.

Lalu bagaimana jika memiliki subspesies? Jika memiliki subspesies, nama tersebut ditambahkan
pada kata ketiga sehingga terdiri atas tiga kata, dan sistem penamaannya disebut trinomial.
Contohnya: Passer
domesticus
domesticus (burung
gereja)
dan Felis
maniculata
domesticus (kucing rumah).

Aturan penamaan untuk kelompok yang lebih tinggi tingkatan klasifikasinya adalah sebagai
berikut:

a). Hewan
Nama famili berasal dari nama genus ditambah idae. Misalnya: Ranidae dari kata Rana (katak).
Untuk nama subfamili berasal dari nama genus ditambah inae. Misalnya: Fasciolinae dari
kata Fasciola (cacing pita).

b). Tumbuhan
Nama famili diberi akhiran aceae atau ae. Misalnya: Ranunculaceae berasal dari Ranunculus.
Untuk nama ordo diberi akhiran ales. Misalnya: Filiales (paku-pakuan). Sedangkan untuk nama
divisio diberi akhiran phyta. Misalnya: Spermatophyta.

Read more: http://edu.anashir.com/2013/11/klasifikasi-makhluk-hidup-dan-tatanama_4082.html#ixzz3lz0m0ZwV

KLASIFIKASI MAHKLUK HIDUP


April 1, 2013 by bioners in Materi-Materi Biologi.

A.

PENGERTIAN KLASIFIKASI

Klasifikasi adalah suatu cara pengelompokan yang didasarkan pada ciri-ciri tertentu.
Semua ahli biologi menggunakan suatu sistem klasifikasi untuk mengelompokkan
tumbuhan ataupun hewan yang memiliki persamaan struktur. Kemudian setiap kelompok
tumbuhan ataupun hewan tersebut dipasang-pasangkan dengan kelompok tumbuhan
atau hewan lainnya yang memiliki persamaan dalam kategori lain. Hal itu pertama kali
diusulkan oleh John Ray yang berasal dari Inggris. Namun ide itu disempurnakan
oleh Carl Von Linne (1707-1778), seorang ahli botani berkebangsaan Swedia yang
dikenal pada masa sekarang dengan namaCarolus Linnaeus.

Sistem klasifikasi Linnaeus tetap digunakan sampai sekarang karena sifatnya yang
sederhana dan fleksibel sehingga suatu organism baru tetap dapat dimasukkan dalam

sistem klasifikasi dengan mudah. Nama-nama yang digunakan dalam sistem klasifikasi
Linnaeus ditulis dalam bahasa Latin karena pada zaman Linnaeus bahasa Latin adalah
bahasa yang dipakai untuk pendidikan resmi.
B.

MACAM KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP

Ada bermacam sistem klasifikasi makhluk hidup. Sistem klasifikasi ini berkembang mulai
dari yang sederhana hingga berdasar sistem yang lebih modern.
1.

Sistem artifisial / buatan

Sistem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri yang


ditetapkan oleh peneliti sendiri, misalnya, ukuran, bentuk, dan habitat makhluk hidup.
Penganut sistem ini di antaranya Aristoteles dan Theophratus (370 SM).
2.

Sistem natural / alami

Sistem yang mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri struktur


tubuh eksternal (morfologi) dan struktur tubuh internal (anatomi) secara alamiah.
Penganut sistem ini, di antaranya, Carolus Linnaeus (abad ke-18). Linnaeus berpendapat
bahwa setiap tipe makhluk hidup mempunyai bentuk yang berbeda. Oleh karena itu, jika
sejumlah makhluk hidup memiliki sejumlah ciri yang sama, berarti makhluk hidup
tersebut sama spesiesnya. Dengan cara ini, Linnaeus dapat mengenal 10.000 jenis
tanaman dan 4.000 jenis hewan.
3.

Sistem modern (filogenetik)

Sistem klasifikasi makhluk hidup berdasarkan pada hubungan kekerabatan secara


evolusioner. Beberapa parameter yang digunakan dalam klasifikasi ini adalah sebagai
berikut:

1. Persamaan struktur tubuh dapat diketahui secara eksternal dan internal


2. Menggunakan biokimia perbandingan. Misalnya, hewan Limulus polyphemus,
dahulu dimasukkan ke dalam golongan rajungan (Crab) karena bentuknya seperti
rajungan, tetapi setelah dianalisis darahnya secara biokimia, terbukti bahwa
hewan ini lebih dekat dengan laba-laba (Spider). Berdasarkan bukti ini, Limulus
dimasukkan ke dalam golongan laba-laba.

3. Berdasarkan genetika modern. Gen dipergunakan juga untuk melakukan


klasifikasi makhluk hidup. Adanya persamaan gen menunjukkan adanya
kekerabatan.
C.

MANFAAT DAN TUJUAN KLASIFIKASI

Adapun tujuan Klasifikasi makhluk hidup adalah :

1. Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki


2. Mengetahui ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan
makhluk hidup dari jenis lain
3. Mengetahui hubungan kekerabatan makhluk hidup
4. Emberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya atau belum memiliki
nama
klasifikasi memiliki manfaat bagi manusia, antara lain :

1. Klasifikasi memudahkan kita dalam mmpelajari makhluk hidup yang sangat


beraneka ragam
2. Klasifikasi membuat kita mengetahui hubungan kekerabatan antarjenis makhluk
hidup
3. Klasifikasi memudahkan komunikasi
D.

TAHAPAN KLASIFIKASI

Para biologiawan masih menggunakan buku Linnaeus yang berjudulSystema


Naturae (sistem Alam) yang diterbitkan tahun 1758 sebagai dasar untuk klasifikasi
ilmiah. Ada tiga tahap yang harus dilakukan untuk mengklasifikasikan makhluk hidup.

1. Pencandraan (identifikasi), Pencandraan adalah proses mengidentifikasi atau


mendeskripsi ciri-ciri suatu makhluk hidup yang akan diklasifikasi.
2. Pengelompokan (Klasifikasi), setelah dilakukan pencandraan, makhluk hidup
kemudian dikelompokkan dengan makhluk hidup lain yang memiliki ciri-ciri

serupa. Makhluk hidup yang memiliki ciri serupa dikelompokkan dalam unit-unit
yang disebut takson. Bentuk pengelompokan dalam unit-unit takson digambarkan
kurang lebih seperti urutan tingkatan klasifikasi sebagai berikut.
o

Dua atau lebih spesies dengan ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk
takson genus.

Beberapa genus yang memiliki ciri-ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk


takson famili.

Beberapa famili dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson


ordo.

Beberapa ordo dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson


kelas.

Beberapa kelas dengan ciri tertentu dikelompokkan untuk membentuk takson


filum (untuk hewan) atau divisio (untuk tumbuhan).

Dengan cara tersebut terbentuklah urutan hierarki atau tingkatan klasifikasi


makhluk hidup. Urutan klasifikasi dari tingkatan yang terbesar hingga terkecil
adalah sebagai

3. Pemberian nama takson, selanjutnya kelompok-kelompok ini diberi nama untuk


memudahkan kita dalam mengenal ciri-ciri suatu kelompok makhluk hidup.
E.

TINGKATAN TAKSON

Dalam sistem klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan menjadi suatu kelompok besar
kemudian kelompok besar ini dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil. Kelompokkelompok kecil ini kemudian dibagi lagi menjadi kelompok yang lebih kecil lagi sehingga
pada akhirnya terbentuk kelompok- kelompok kecil yang beranggotakan hanya satu jenis
makhluk hidup. Tingkatan-tingkatan pengelompokan ini disebut takson. Taksa (takson)
telah distandarisasi di seluruh dunia berdasarkan International Code of Botanical
Nomenclature dan International Committee on Zoological Nomenclature. Adapun Urutan
takson (dari kelompok terbesar ke kelompok paling kecil) adalah :

1. kingdom (kerajaan)

2. divisio atau fillum


3. kelas (classis)
4. ordo (bangsa)
5. famili (suku)
6. genus (marga)
7. spesies (jenis)
Contoh susunan takson dalam klasifikasi adalah sebagai berikut:

1. Kingdom. Kingdom merupakan tingkatan takson tertinggi makhluk hidup.


Kebanyakan ahli Biologi sependapat bahwa makhluk hidup di dunia ni
dikelompokkan menjadi 5 kingdom (diusulkan oleh Robert Whittaker tahun 1969).
Kelima kingdom tersebut antara lain :Monera, Proista, Fungi, Plantae, dan
Animalia
2. Filum/divisio (keluarga besar). Nama filum digunakan pada dunia hewan, dan
nama division digunakan pada tumbuhan. Filum atau division terdiri atas
organism-organisme yang memiliki satu atau dua persamaan ciri. Nama filum
tidak memiliki akhiran yang khas sedangkan nama division umumnya memiliki
akhiran khas, antara lain phyta dan mycota.

3. Kelas (classis). Kelompok takson yang satu tingkat lebih rendah dari filum atau
divisio
4. Ordo (bangsa). Setiap kelas terdiri dari beberapa ordo. Pada dunia tumbuhan,
nama ordo umumnya diberi akhiran ales.
5. Famili. Family merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Nama family tumbuhan
biasanya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk hewan biasanya diberi nama
idea.
6. Genus (marga). Genus adalah takson yang lebih rendah dariada family. Nama
genus terdiri atas satu kata, huruf pertama ditulis dengan huruf capital, dan
seluruh huruf dalam kata itu ditulis dengan huruf miring atau dibedakan dari
huruf lainnya.
7. Species (jenis). Species adalah suatu kelompok organism yang dapat melakukan
perkawinan antar sesamanya untuk menghasilkan keturunan yang fertile (subur)
Mengingat keperluannya, kadang-kadang di antara dua tingkatan terdapat sub-sub,
seperti subkingdom, subfilum, subordo, dan subspesies. Demikian pula di bawah
kelompok spesies masih ditempatkan kelompok varietas dan di bawah varietas terdapat
strain. Semakin ke atas urutan tingkatan klasifikasi, hubungan kekerabatan makhluk
hidup semakin jauh, sedangkan semakin ke bawah hubungan kekerabatannya semakin
dekat.
F.

TATA NAMA BINOMIAL NOMENCLATURE

Banyak makhluk hidup mempunyai nama local. Nama ini bisa berbeda antara satu
daerah dan daerah lainnya. Untuk memudahkan komunikasi, makhluk hidup harus
diberikan nama yang unik dan dikenal di seluruh dunia. Berdasarkan kesepakatan
internasional, digunakanlah metode binomial nomenclature. Metode binominal
nomenclature (tata nama ganda), merupakan metode yang sangat penting dalam
pemberian nama dan klasifikasi makhluk hidup. Disebut tata nama ganda karena
pemberian nama jenis makhluk hidup selalu menggunakan dua kata
(nama genusdan species)
Aturan pemberian nama adalah sebagai berikut :

1. Nama Ilmiah suatu species terdiri atas dua kata yang merupakan kata latin atau
yang dilatinkan, kata pertama menunjukkan namagenus, sedangkan kata kedua
menunjukkan jenis (epitheton specificum)
2. Huruf pertama nama genus ditulis huruf capital, sedangkan huruf pertama
penunjuk jenis digunakan huruf kecil
3. Nama ilmiah harus ditulis berbeda dengan kata-kata lainnya dalam sebuah
paragraph atau kalimat (misalnya ditulis miring atau digarisbawahi)
Contoh:

Padi (Oryza sativa)

Ketela pohon (Manihot utilisima)

Selain contoh di atas, terdapat pula mahluk hidup yang diberi nama dengan tiga huruf.
Kata ketiga dapat berarti varietas atau inisial penemunya. Misalnya Oryza sativa
glutinosa (ketan hitam), glutinosamerupakan varietas. Zea mays L, huruf L merupakan
inisial penemunya. dimana L tersebut adalah inisial Linnaeus
G. PERKEMBANGAN SISTEM KLASIFIKASI
Sistem Klasifikasi makhluk hidup telah dikenal sejak zaman dulu. Ahli filosof Yunani,
Aristoteles (384-322 SM) mengelompokan makhluk hidup kedalam dua kelompok besar
yaitu kelompok hewan dan kelompok tumbuhan. Yang termasuk kingdom tumbuhan
adalah semua mahluk hidup yang mempunyai dinding sel dan dapat berfotosintesis.
Sedangkan pengelompokan dunia hewan berdasarkan kemampuan berpindah tempat.
Pada system klasifikasi ini, jamur dikelompokkan ke dalam kingdom plantae. Kemudian,
diketahui bahwa jamur tidak berklorofil dan dinding selnya mengandung kitin. Oleh
karena itu, jamur dipisahkan menjadi kingdom tersendiri sehingga mahluk hidup
dibedakan lagi menjadi 3 kelompok kingdom, yaitu Fungi (jamur), Tumbuhan dan Hewan.
Keberadaan organisme mikroskopis belum dikenal pada saat itu. Sistem klasifikasi
makhluk hidup terus mengalami kemajuan seiring berkembangnya ilmu pengetahuan
dan teknologi. Sistem klasifikasi makhluk hidup dikelompokan dalam satu-satuan
kelompok besar yang disebut kingdom. Sistem kingdom yang pertama diperkenalkan
oleh Linnaeus. Sistem kingdom pun terus mengalami perubahan dan perbaikan hingga

sekarang dan sering menjadi pro dan kontra bagi para ilmuwan.
Sistem Dua kingdom

1. Kingdom Animalia (Dunia Hewan)


2. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
Sistem ini dikembangkan oleh ilmuwan Swedia C. Linnaeus tahun 1735.
Sistem Tiga Kingdom

1. Kingdom Animalia (Dunia Hewan)


2. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
3. Kingdom Protista (Organisme bersel satu dan organisme multiseluler sederhana)
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Jerman Ernst Haeckel tahun 1866
Sistem Empat Kingdom

1. Kingdom Animalia (Dunia Hewan)


2. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
3. Kingdom Protista
4. Kingdom Monera
Sistem Ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Herbert Copeland tahun 1956.
Sistem Lima Kingdom

1. Kingdom Animalia (Dunia Hewan)


2. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
3. Kingdom Protista
4. Kingdom Monera
5. Kingdom Fungi (Dunia Jamur)
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Robert H. Whittaker tahun 1969.
Sistem Enam Kingdom

1. Kingdom Animalia (Dunia Hewan)


2. Kingdom Plantae (Dunia Tumbuhan)
3. Kingdom Protista
4. Kingdom Mycota (Dunia Jamur)
5. Kingdom Eubacteria
6. Kingdom Archaebacteria
Sistem ini dikembangkan oleh ahli Biologi Amerika Carl Woese 1977.
G. SISTEM KLASIFIKASI LIMA KINGDOM
Menurut sistem klasifikasi lima kingdom, yang ditemukan oleh Robert H. Whittaker,
mahkluk hidup dibedakan menjadi kingdom, monera, protista, fungi(jamur), plantae
(tumbuhan), animalia (hewan). Setiap kingdom dibagi menjadi beberapa filum(untuk
hewan) atau divisi (untuk tumbuhan). Setiap filum atau divisi dibagi menjadi beberapa
kelas. Setiap kelas dibagi menjadi beberapa ordo, dan setiap ordo diagi menjadi famili.
Setiap famili dibagi menjadi beberapa genus, dan setiap genus dibagi menjadi beberapa
spesies. Sebagai mana disebutkan, semakin tinggi tingkatan takson akan dijumpai
banyak anggota organisme yang persamaan cirinya sedikit, dan semakin rendah takson
akan dijumpai lebih sedikit anggota organisme yang memiliki persamaan ciri yang
banyak. Contoh takson tertinggi misalnya kingdom tumbuhan.Ciri-ciri anggota kingdom
tumbuhan adalah berakar, berbatang, berdaun, berklorofil, dan memiliki dinding sel dari
selulosa. Contoh takson terendah dari kingdom tumbuhan adalah spesies padi. Semua
organisme yang tergolog padi memiliki berbagai persamaan ciri, baik itu ciri akar,
batang, daun, biji, aroma, ketahanan terhadap penyakit, habitat, dan sebagainya.
Dengan kata lain, didalam spesies yang sama, setiap anggotanya memiliki keseragaman
ciri. Sebaliknya, dalam spesies yang berbeda, terdapat keanekaragaman ciri. Contohnya
antar anggota spesiaes manusia terdapat keseragaman ciri, misal antara ras melayu
dengan ras mongol atau yang lain. Akan tetapi, antara spesies manusia dengan spesies
kuda tentu memiliki banyak perbedaan.
Berikut ini adalah ciri-ciri umum organisme yang masuk ke dalam klasifikas 5 kingdom.
1. MONERA
Monera adalah mahkluk hidup yang tidak membran inti (organisme prokariot). Meskipun
tidak memiliki membran inti, organisme ini memiliki bahan inti. Bahan inti itu berupa

asam inti atau DNA ( Deoxy ribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat).
2. PROTISTA
Protista adalah kingdom mahkluk hidup yang terdiri dari satu sel atau banyak sel yang
memiliki membran inti (organisme eukariot). Protista dikelompokan secara seerhana
seperti protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga), dan protista
mirip jamur.
3. FUNGI (JAMUR)
Fungi atau jamur merupakan kingdom mahkluk hidup yang tidak memiliki kloroplas.
Tubuh jamur ada yang terdiri dari satu sel, berbentuk benang, atau tersusun dari
kumpulan benang. Dinding selnya terdiri dari zat kitin. Oleh karena itu jamur tidak dapat
dikelompokan dalam dunia hewan atau tumbuhan.
4. PLANTAE (TUMBUHAN)
Plantae atau kingdom tumbuhan adalah mahkluk hidup bersel banyak yang mempunyai
kloroplas. Di dalam kloroplas terkandung klorofil. Oleh karena memiliki klorofil, maka
tumbuhan dapat melakukan fotosintesis. Sel tumbuhan termasuk eukariut (memiliki
membran inti) dan dinding selnya tersusun dari selulosa. Tumbuhan umumnya memiliki
akar, batang, dan daun, terkeuali jamur yang memiliki akar semu (rizoid).
Perkembangbiakan tumbuhan terjadi secar kawin tak kawin.
5. ANIMALIA
Animalia adalah kingdom hewan. Sel-selnya mempunyai membran inti (eukariot) dan
tidak memiliki kloroplas. Selain itu sel hewan tidak memiliki dinding sel. Berbeda dengan
tumbuhan hewan dapat bergerak aktif dan memiliki sitem saraf.

Klasifikasi Makhluk Hidup (Artikel Lengkap)


Klasifikasi makhluk hidup didasarkan kepada pemikiran para ahli dalam mengelompokkan
makhluk hidup sesuai dengan syarat internasional. Klasifikasi adalah pengelompokan aneka
jenis hewan atau tumbuhan ke dalam kelompok tertentu. Klasifikasi modern berakar pada
sistem Carolus Linnaeus, yang mengelompokkan spesies menurut kesamaan sifat fisik yang
dimiliki. Ilmu yang mempelajari prinsip dan cara klasifikasi makhluk hidup disebut taksonomi.

1. Definisi Klasifikasi Makhluk Hidup


Klasifikasi makhluk hidup didefinisikan oleh Ernst Mayr sebagai Pengaturan entitas dalam
serangkaian kelas hierarkis, di mana kelas-kelas yang hampir sama atau terkait pada satu

tingkat hierarki digabungkan secara komprehensif menjadi lebih inklusif di level kelas yang
lebih tinggi. Kelas didefinisikan sebagai "kumpulan entitas yang sama".

2. Tujuan Klasifikasi Makhluk Hidup

Tujuan dari klasifikasi makhluk hidup adalah:


1.
Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan ciri-ciri yang dimiliki.
2.
Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhluk hidup untuk membedakannya dengan
makhluk hidup dari jenis yang lain.
3.
Menyederhanakan objek studi. Penyederhanaan objek studi sangat membantu
dalam mengenali atau mempelajari makhluk hidup yang begitu banyak dan beraneka ragam
sifat serta ciri-cirinya.
4.
Mengetahui hubungan kekerabatan antarmakhluk hidup.
5.
Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya.

3. Manfaat Klasifikasi Makhluk Hidup


Sistem klasifikasi makhluk hidup memiliki manfaat seperti berikut.
1.
2.
3.

Memudahkan kita dalam mempelajari makhluk hidup yang sangat beraneka ragam.
Mengetahui jenis-jenis makhluk hidup.
Mengetahui hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan yang lain.

4. Tata Nama Ilmiah Makhluk Hidup

Nama ilmiah makhluk hidup diambil dari genus dan spesies dalam klasifikasi makhluk hidup.
Berikut adalah tata nama ilmiah makhluk hidup:
1.
Menggunakan bahasa Latin
2.
Terdiri dari 2 kata dan masing-masing diambil dari genus dan spesies dari klasifikasi
makhluk hidup tersebut.
3.
Genus terletak di kata pertama
4.
Spesies terletak di kata kedua
5.
Dicetak miring atau diisi garis bawah
6.
Huruf pertama pada kata pertama harus kapital
7.
Huruf pertama pada kata kedua tidak kapital
Contoh adalah Oryza sativa yaitu nama ilmiah tanaman padi. Oryza menunjukkan genus
dan sativa merupakan penunjuk spesies tanaman tersebut.

5. Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk


Hidup
Masing-masing makhluk hidup memiliki ciri-ciri yang membedakan dengan makhluk hidup
lain, tetapi ada beberapa makhluk hidup yang memiliki satu atau lebih persamaan.
Jadi, dasar untuk mengelompokkan makhluk hidup adalah sebagai berikut.

5.1. Berdasarkan Persamaan


Dengan mengamati ciri-cirinya, maka kita dapat memasukkan bahwa ayam dan elang
adalah golongan hewan, yaitu jenis aves (burung) karena memiliki bulu,sayap, dan paruh.
5.2. Berdasarkan Perbedaan
Apabila kita mengamati perbedaan ciri yang dimiliki ayam dan elang berdasarkan jenis
makanannya, maka ayam termasuk herbivora, sedangkan elang termasuk golongan
karnivora, yaitu pemakan daging.
5.3. Berdasarkan Ciri Morfologi dan Anatomi
Untuk mengetahui persamaan dan perbedaan dari makhluk hidup pertama-tama yang dapat
dilakukan adalah mengamati bentuk luar dari makhluk hidup tersebut, misalnya bentuk
paruh dan jumlah sayap. Apabila hendak menggolongkan beberapa tumbuhan, maka yang
dapat diamati adalah bentuk pohon, bentuk daun, bentuk bunga, warna bunga, dan lain-lain.
Ciri-ciri inilah yang dinamakan ciri morfologi. Apabila kita mengamati dari ada tidaknya sel
trakea, kambium, ada tidaknya berkas pengangkut, ada tidaknya sel kambium, ciri-ciri ini
dinamakan ciri anatomi.
5.4. Berdasarkan Ciri Biokimia
Sejalan dengan masa perkembangannya, untuk menentukan klasifikasi makhluk hidup
selain berdasarkan ciri-ciri yang telah disebutkan di atas, bisa pula menggunakan ciri-ciri
biokimia, misalnya jenis-jenis enzim, jenis-jenis protein, dan jenis-jenis DNA. Hal tersebut
dapat menentukan hubungan kekerabatan antara makhluk hidup satu dengan lainnya.
5.5. Berdasarkan Manfaat
Tujuan pengelompokan ini adalah untuk memudahkan kita memanfaatkan suatu makhluk
hidup.

6. Tahapan Klasifikasi Makhluk Hidup


Tahapan dalam klasifikasi mahluk hidup yang dilakukan oleh Linnaeus adalah sebagai
berikut:
1.
Pencandraan atau identifikasi, yaitu proses mengidentifikasi atau mendeskripsikan
ciri-ciri mahluk hidup yang akan diklasifikasi.
2.
Pengelompokan, yaitu mengelompokkan mahluk hidup berdasarkan ciri-ciri yang
dimilikinya. Mahluk hidup yang mempunyai ciri-ciri yang sama dikelompokkan dalam satu
kelompok yang sama yang disebut dengan takson.
3.
Pemberian nama takson. Mahluk hidup yang telah dikelompokkan tadi, selanjutnya
diberi nama untuk mempermudah kita mengenal ciri-ciri suatu kelompok mahluk hidup
tertentu.

Linnaeus memperkenalkan hierarkki (tingkat) takson untuk mengelompokkan makhluk


hidup. Hierarki (yang disebut takson) itu berturut-turut dari tingkatan tertinggi (umum) hingga
terendah (spesifik) adalah :
1.
Kingdom (kerajaan)
2.
Phylum (Filum) untuk hewan, atau Divisio (Divisi) untuk tumbuhan
3.
Classis (Kelas)
4.
Ordo (Bangsa)
5.
Familia(Keluarga/Suku)
6.
Genus (Marga)
7.
Spesies (Jenis)

7. Penggolongan Klasifikasi Makhluk


Hidup
sistem klasifikasi, dapat digolongkan menjadi tiga golongan/kelompok, yaitu sistem alami,
sistem buatan, dan sistem filogenik.
7.1. Klasifikasi Sistem Alami
Kita sudah mengetahui bahwa klasifikasi pada dasarnya berpijak dari adanya persamaan.
Hal ini dapat kita ketahui dengan mengamati makhluk hidup secara morfologi. Misalnya, kita
mengamati binatang kucing, anjing, sapi, kuda, dan harimau.
Jika kita lihat secara alami, dapat kita ketahui bahwa kelima binatang itu mempunyai empat
kaki, sehingga membentuk suatu kelompok seperti yang dikehendaki alam, yaitu kelompok
binatang yang berkaki empat. Dengan demikian, dapat diketahui bahwa klasifikasi sistem
alami merupakan terbentuknya suatu kelompok-kelompok makhluk hidup secara alami.
Tokoh klasifikasi sistem alami adalah Aristoteles, seorang berkebangsaan Yunani pada
tahun 350 SM. Beliau membagi makhluk hidup menjadi dua dunia (kingdom), yaitu hewan
dan tumbuhan. Dunia hewan ini dibagi menjadi beberapa kelompok berdasarkan habitat dan
perilakunya, sedangkan tumbuhan dikelompokkan berdasarkan ukuran dan strukturnya.

7.2. Klasifikasi Sistem Buatan


Dibandingkan sistem klasifikasi secara alami, sistem klasifikasi buatan lebih baik, sempurna,
dan mudah dipahami apabila dibandingkan sistem klasifikasi sebelumnya. Klasifikasi ini
pertama kali diperkenalkan oleh Carl Von Linne (1707-1778) yang dikenal dengan nama
Carolus Linnaeus, seorang ahli botani berkebangsaan Swedia. Beliau dinobatkan sebagai
Bapak Taksonomi.
Klasifikasi makhluk hidup menurut Linnaeus didasarkan atas persamaan dan perbedaan
struktur tubuh makhluk hidup, dengan cara-cara berikut.

1.
Mengamati dan meneliti makhluk hidup, yaitu persamaan ciri struktur tubuh luar
maupun ciri struktur tubuh dalam dari berbagai jenis makhluk hidup.
2.
Apabila ada yang memiliki ciri struktur tubuh sama atau mirip dijadikan satu
kelompok, adapun yang memiliki ciri berlainan dikelompokkan tersendiri.
3.
Memberikan istilah tertentu untuk setiap tingkatan klasifikasi yang didasarkan pada
banyak sedikitnya persamaan ciri pada setiap jenis makhluk hidup yang dikelompokkan.

8. Tingkatan Klasifikasi Makhluk Hidup

Untuk memudahkan dalam pengelompokan makhluk hidup yang sangat banyak ragamnya,
maka disusunlah suatu aturan pengelompokan. Pengelompokan dilakukan pada tingkatan
tinggi sampai ke tingkatan rendah seperti berikut ini.
8.1. Kingdom/Regnum (Kerajaan/Dunia)
Tingkatan takson ini merupakan tingkatan tertinggi untuk makhluk hidup. Semua hewan
dimasukkan dalam kingdom Animalia dan semua tumbuhan dimasukkan dalam kingdom
Plantae.
8.2. Filum atau Divisio (Keluarga Besar)
Apabila kita mengelompokkan suatu makhluk hidup dalam kingdom, maka dengan melihat
persamaan ciri-cirinya akan dimasukkan ke dalam suatu keluarga besar. Keluarga besar
tersebut dimasukkan dalam filum untuk jenis hewan dan dimasukkan ke dalam divisio untuk
jenis tumbuhan. Misalnya seperti hewan yang terlihat pada Gambar diatas.

Filum Chordata merupakan hewan bernotokorda dan hewan bertulang belakang. Ada juga
hewan yang memiliki kaki berbuku-buku dan kutikula yang keras dimasukkan dalam filum
Arthropoda.
Penamaan filum hewan tidak memiliki akhiran yang khas, sedangkan penamaan divisio
tumbuhan diberi akhiran yang khas, misalnya phyta dan mycota. Tumbuhan yang berbiji
dimasukkan dalam divisio Spermatophyta, jamur berbasidium dimasukkan dalam divisio
Basidiomycota.
8.3. Kelas
Tingkatan takson ini lebih rendah dari kelompok takson filum atau divisio, artinya apabila
kelompok makhluk hidup dalam divisio/filum memiliki ciri-ciri yang sama, maka dimasukkan
dalam satu kelas.
Contoh kelas pada hewan, yaitu hewan menyusui/Mamalia, misalnya anjing, kucing, kelinci,
dan lain-lain.
Adapun kelas pada tumbuhan ada dua, yaitu tumbuhan berbiji berkeping satu dan berkeping
dua. Dengan demikian, tumbuhan mempunyai divisio: Spermatophyta, kelas:
Monocotyledonae dan Dicotyledonae.
8.4. Ordo (Bangsa)
Tingkatan takson yang lebih rendah dari kelas adalah ordo. Pada tumbuhan, nama ordo
pada umumnya diberi akhiran ales, sedangkan pada hewan tidak memiliki akhiran.
Contoh dari hewan mempunyai ordo Carnivora (bangsa pemakan daging), Omnivora
(bangsa pemakan tumbuh-tumbuhan).
Adapun pada tumbuhan contohnya kelas Dicotyledonae mempunyai ordo Graminales
(bangsa rumput-rumputan), Rosales (bangsa mawar-mawaran).
8.6. Famili (Suku atau Keluarga)
Famili merupakan tingkatan takson di bawah ordo. Pada tingkatan famili ini terdapat suatu
kelompok yang berkerabat dekat dan memiliki banyak persamaan ciri. Nama famili pada
tumbuhan pada umumnya diberi akhiran aceae, sedangkan untuk nama hewan diberi
akhiranidae.
Contoh keluarga hewan, yaitu Canidae (keluarga anjing), Falidae (keluarga kucing). Contoh
keluarga tumbuhan adalah Solanaceae (keluarga kentang), Rosaceae (keluarga mawar).
8.7. Genus (Marga)
Takson genus adalah nama takson yang lebih rendah dari famili. Nama genus terdiri atas
satu kata yang diambil dari kata apa saja, bisa dari nama hewan atau tumbuhan, zat
kandungan, dan sebagainya. Huruf pertamanya diawali dengan huruf kapital dan ditulis
dengan miring atau ditulis tegak dengan digaris bawah.

Contoh untuk hewan adalah Canis (marga anjing), Felis (marga kucing), Taenia(marga
cacing).
Adapun contoh pada tumbuhan, yaitu Rosa (marga mawar), Annona (marga sirsak dan
srikaya), dan Solanum (marga terung-terungan).
8.8. Species (Jenis)
Species merupakan tingkatan takson paling rendah dan menjadi unit atau satuan dasar
klasifikasi. Species adalah kelompok makhluk hidup yang dapat melakukan perkawinan
antarsesamanya dan akan menghasilkan keturunan yang subur (fertil).
Penulisan kata species sama seperti penulisan dalam genus, hanya pada species terdiri
atas dua kata, yaitu kata yang berada di depan merupakan nama marga (genus),
sedangkan kata yang kedua menunjukkan jenisnya.
Untuk kata yang kedua, huruf awalnya tidak perlu menggunakan huruf kapital.
Contohnya:Canis familaris (anjing), Taenia solium (cacing pita), Rosa gallica(mawar), Carica
papaya(pepaya), Oryza sativa (padi).

Sumber:
1. Klasifikasi Makhluk Hidup 5 Kingdom (softilmu.blogspot.com)
2. Macam klasifikasi makhluk hidup (biologimediacenter.com)
3. Klasifikasi ilmiah (id.wikipedia.org)
4. Biological classification (en.wikipedia.org)
5. KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP | TUJUAN DAN MANFAAT (jeplax.com)
6. Biologi kelas 7 (Klasifikasi Makhluk Hidup) (indonesiaindonesia.com)
7. Dasar-Dasar Klasifikasi Makhluk Hidup (sibarasok.com)
8. Klasifikasi Mahluk Hidup (sukasains.com)
9. Macam-Macam Klasifikasi Makhluk Hidup (sibarasok.com)