Anda di halaman 1dari 3

NAMA

NIM
KELAS
MATA KULIAH

: ROBERTUS WILLY GONZAGA


: 142140182
: EA-C
: ANALISIS INVESTASI

BAB 4 SAHAM
Saham Preferen
Merupakan saham yang mempunyai sifat gabungan antara obligasi dan saham biasa.
Karateristik Saham Preferen yaitu:
1. Preferen terhadap Dividen
a. Pemegang saham preferen mempunyai hak untuk menerima dividen terlebih dahulu
dibandingkan dengan pemegang saham biasa.
b. Hak Dividen Kumulatif yaitu memberikan hak kepada pemegangnya untuk menerima
dividen tahun-tahun sebelumnya yang belum dibayarkan sebelum pemegang saham biasa
menerima dividennya.
2. Preferen pada Waktu Likuidasi
Yaitu hak saham preferen untuk mendapatkan terlebih dahulu aktiva perusahaan
dibandingkan dengan saham biasa pada saat terjadi likuidasi.
Macam Saham Preferen yaitu saham preferen yang dapat dikonversikan ke saham biasa
(convertible preferred stock), saham preferen yang dapat ditebus (callable preferred stock),
saham preferen dengan tingkat dividen yang mengambang (floating atau adjustable-rate
preferred stock).
Saham Biasa
Merupakan saham yang dikeluarkan oleh perusahaan satu kelas saham saja.
Hak Pemegang Saham Biasa
1. Hak Kontrol
Yaitu hak pemegang saham biasa untuk memilih pimpinan perusahaan.
2. Hak Menerima Pembagian Keuntungan
Yaitu hak pemegang saham biasa untuk mendapatkan bagian dari keuntungan perusahaan.
3. Hak Preemtif
Yaitu hak untuk mendapatkan presentasi kepemilikan yang sama jika perusahaan
mengeluarkan tambahan lembar saham untuk tujuan melindungi hak kontrol dari pemegang
saham lama dan melindungi harga saham lama dari kemerosotan nilai.
Saham Treasuri (treasury stock)
Adalah saham milik perusahaan yang sudah pernah dikeluarkan dan beredar yang kemudian
dibeli kembali oleh perusahaan untuk tidak dipensiunkan tetapi disimpan sebagai treasuri.

BAB 5 NILAI SAHAM


NILAI BUKU DAN NILAI-NILAI LAIN YANG BERHUBUNGAN
a. Nilai Nominal
Nilai nominal (par value) dari suatu saham merupakan nilai kewajiban yang ditetapkan untuk
tiap-tiap lembar saham.
b. Agio Saham
Merupakan selisih yang dibayar oleh pemegang saham kepada perusahaan dengan nilai
nominal sahamnya.
c. Nilai Modal Disetor
Merupakan total yang dibayar oleh pemegang saham kepada perusahaan emiten untuk
ditukarkan dengan saham preferen atau dengan saham biasa.
d. Laba Ditahan
merupakan laba yang tidak dibagikan kepada pemegang saham.
e. Nilai Buku
Nilai buku per lembar saham menunjukan aktiva bersih yang dimiliki oleh pemegang saham
dengan memiliki satu lembar saham.
Perhitungan nilai buku per lembar saham untuk dua macam kelas saham adalah sebagai
berikut:
1. Hitung nilai ekuitas saham preferen
Nilai ekuitas dihitung dengan mengalikan nilai tebus (call price) ditambah dengan dividen
yang di arrears dengan lembar saham preferen yang beredar.
2. Hitung nilai ekuitas saham biasa
Nilai ekuitas saham biasa dihitung dengan mengurangi nilai total ekuitas dengan nilai ekuitas
saham preferen.
3. Nilai buku saham biasa dihitung dengan membagi nilai ekuitas saham biasa dengan dengan
jumlah lembar saham biasa yang beredar.
NILAI PASAR
Nilai pasar adalah harga saham yang terjadi di pasar di bursa pada saat tertentu yang
ditentukan oleh pelaku pasar. Nilai pasar ini ditentukan oleh permintaan dan penawaran
saham bersangkutan dipasar bursa.
NILAI INTRINSIK
Nilai fundamental (fundamental value) atau nilai intrinsik (intrinsic value) yaitu nilai
seharusnya dari suatu saham.
Analisis fundamental atau analisis perusahaan yaitu analisis untuk menghitung nilai intrinsik
sahan dengan menggunakan data keuangan perusahaan.

Untuk analisis fundamental ada 2 pendekatan untuk menghitung nilai intrinsik saham yaitu
1. Pendekatan Nilai Sekarang
Pendekatan nilai sekarang disebut juga dengan metode kapitalisasi laba (capitalization of
income method) karena melibatkan proses kapitalisasi nilai-nilai masa depan yang
didiskontokan menjadi nilai sekarang.
Mendiskontokan nilai-nilai arus kas (cash flow) dimasa depan menjadi nilai sekarang sebagai
berikut:

P0*= Arus Kas


t=1 (1+k))
Notasi:
Po*= nilai sekarang dari perusahaan (value of the firm)
t = periode waktu ke t dari t=1 sampai dengan
k = Suku bunga diskonto (discount rate) atau tingkat pengembalian yang diinginkan
(required rate of return)
2. Pendekatan PER
PER (price earnings ratio) menunjukan rasio dari harga saham terhadap earnings. Ratio ini
menunjukkan berapa besar investor menilai harga dari saham terhadap kelipatan dari
earnings.