Anda di halaman 1dari 73

HEMOGLOBIN (CARA SAHLI)

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal Terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E .Langkahlangkah/
Prosedur

Puskesmas
Kalibalangan
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Hemoglobin adalah protein yang mengandung zat besi dalam sel darah
merah yang membawa oksigen dari paru-paru keseluruh tubuh.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengetahui menetapkan
kadar hemoglobin dalam darah.
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No.
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
1. Alat dan bahan
a. Larutan HCL 0,1 N
b. Aquades
c. Tissue
d. 1 set hemometer
e. Mikropipet dan yellow tip

2. cara kerja
a. tabung hemometer diisi dengan larutan HCL 0,1 N sampai tanda
skala 2
b. hisaplah darah kapiler/vena dengan pipet sahli/mikropipet sampai
tepat pada tanda 20 l
c. hapuslah kelebihan darah yang melekat pada ujung luar pipet
dengan tissue secara hati-hati jangan sampai darah dari dalam pipet
berkurang
d. masukkan darah sebanyak 20 l ini kedalam tabung yang berisi
larutan HCL 0,1 N tadi tanpa menimbulkan gelembung udara

e. bilas pipet sebelum diangkat dengan jalan menghisab dan


mengeluarkan HLC dari dalam pipet secara berulang-ulang 3 kali
f. tunggu 5 menit untuk pembentukan asam hematin
g. asam hematin yang terjadi diencerka dengan aquades setetes demi
setetes sambil diaduk dengan batang pengaduk dari gelas sampai
didapat warna yang sama dengan warna standart
h. miniskus dari larutan dibaca , miniskus dalam hal ini adalah
permukaan terendah dari larutan.
Nilai normal laki-laki
Perempuan
F. Unit Terkait

: 14-18 gram/dl
: 12-16 gram/dl

Bp/KIA/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

LEKOSIT

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Lekosit adalah sel yang membentuk komponen pada darah dan
mengandung inti.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menghitung jumlah
lekosit dalam darah..
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No.
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
1. alat dan bahan
a. larutan turk
b. pipet thoma lekosit
c. tissue
d. aspirator
e. darah
2. cara kerja
a. ambil darah menggunakan spet, masukkan ke tabung EDTA,
homogenkan.
b. Lalu pipet darah menggunakan pipet thoma lekosit sampai tanda
0,5
c. Hapus darah yang menempel pada dinding pipet dengan tissue
d. Hisap larutan turk sampai tanda 11
e. Homogenkan, buang 3 tetes lalu masukkan ke dalam kamar
hitung,biarkan 2 menit agar lekosit mengendap.
f. Hitung sel lekosit pada pembesaran lensa obyektif 10x
menggunakan mikroskop
g. Jumlah sel yang didapat x 50
Nilai Normal: 5000-10.000/mm3

F. Unit Terkait

Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

TROMBOSIT

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Trombosit adalah keping-keping darah sel berbentuk oval kecil yang
dibuat disumsum tulang.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menghitung jumlah sel
trombosit dalam darah.
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No.
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
1. Alat dan bahan
a. Larutan ress ecker
b. Pipet thoma erytrosit
c. Tissue
d. Aspirator
e. Darah
2. Cara kerja
a. Ambil darah menggunakan spet, masukkan ke tabung EDTA
b. Lalu pipet darah dengan menggunakan pipet thoma erytrosit
sampai tanda 0,5
c. Hapus darah yang menempel pada dinding pipet dengan tissue
d. Hisap larutan ress ecker sampai tanda 11,homogenkan
e. Buang 3 tetes lalu masukkan kedalam kamar hitung
f. Hitung sel trombosit pada pembesaran lensa objektif 40x
menggunakan mikroskop
g. Jumlah sel yang didapat x 2000
Nilai normal: 150.000-450.000

F. Unit Terkait

Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

LAJU ENDAP DARAH

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Laju endap darah adalah kecepatan sel darah merah mengendap didalam
tabung uji dengan satuan mm/jam.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengetahui banyaknya
sel sel darah yang mengendap dalam waktu tertentu.
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
1. Alat dan bahan
a. Tabung westergreen
b. Larutan natrium citrate 3,8 %
c. Darah edta
d. Rak westergreen
e. Spet
f. Tissue
g. Timer
h. Vial kecil
2. Cara kerja
a. Pipet natrium citrate 3,8% sebanyak 0,4 ml masukkan dalam vial
bersih
b. Pipet darah sebanyak 1,6 ml, masukkan kevial yang berisi natrium
citrate 3,8%,homogenkan
c. Pipet menggunakan tabung westergreen sampai tanda 0
d. Hapus darah pada dinding tabung westergreen dengan tissue
e. Letakkan pada rak westergreen selama 1 jam,baca hasil
Nilai Normal: laki-laki : 0-10mm/jam
Perempuan: 0-20mm/jam
Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
Diberlakukan

No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Tgl.

GOLONGAN DARAH DAN RHESUS

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Golongan darah adalah ilmu pengklasifikasian darah dari suatu kelompok
berdasarkan ada tidaknya zat antigen warisan pada permukaan membran
erytrosit .
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengetahui golongan
darah dan rhesus seseorang
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
1.alat dan bahan
a. handscoon
b. kapas alcohol
c. blood lancet
d. 1 set antisera
e. kartu golongan darah
2. Cara kerja:
a. memakai handscoon dan jas lab lalu menyiapkan alat kedekat pasen
b. memilih jari yang akan ditusuk,oles dengan kapas alcohol tunggu
kering
c. teteskan darah pada kartu golongan darah yang telah disiapkan , tutup
jari dengan kapas kering
d. tambahkan 1 tetes masing masing reagen golongan darah pada kartu
golongan darah yang telah diisi darah pada kartu
e. homogenkan dengan ujung lidi ( satu lidi untuk satu macam
campuran)
f. goyangkan kartu golongan darah dengan membuat gerakan melingkar
selama 4 menit,lihat bagian mana yang ada aglutinasinya.
g. baca dan catat hasil:
pelaporan,bila:
1. Anti A aglutinasi positip
Anti B aglutinasi negatip
Anti AB aglutinasi positip

golongan darah A

2. Anti A aglutinasi negatif


Anti B aglutinasi positif
Anti AB aglutinasi positif

golongan darah B

3. Anti A aglutinasi positif


Anti B aglutinasi positif
Anti AB aglutinasi positif

golongan darah AB

4. Anti A aglutinasi negative


Anti B aglutinas negative
golongan darah O
Anti AB aglutinas negative
5. Anti RH factor aglutinasi positif : Rh +
Anti RH factor aglutinasi negatif : Rh F. Unit Terkait

Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PEMERIKSAAN SPUTUM TB PARU

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E. Langkahlangkah/
Prosedur

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Pemeriksaan sputum adalah pemeriksaan dahak pada pasen tersangka tb
paru
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam pemeriksaan sputum
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
1.alat dan badan
a. lidi steril
b. kaca objek yang bersih, tidak berminyak dan tidak bergores
c. bunsen
d. rak pewarna
e. emersi oil
f. korek api
g. tissue
h. mikroskop
i. reagen ziehl neelsen
j. jas lab, masker dan handscoon
k. pot dahak
2. cara kerja:
a. sterilkan objek glass diatas bunsen, dinginkan
b. pilih bagian dahak yang kental, warna kuning kehijauan atau darah
ambil sedikit bagian tersebut dengan memakai lidi steril.
c. ratakan diatas kaca objek dengan ukuran 2-3cm jangan terlalu tebal
jangan terlalu tipis,keringkan pada suhu kamar.
d. warnai dengan karbol fuchsin tuang larutanya pada sedian sampai
menutup seluruh permukaan sediaan
f. panasi sediaan dengan hati hati diatas api selama 3 menit sampai
keluar uap,jangan sampai mendidih,biarkan selama 5 menit
g. cuci dengan air mengalir hingga semua larutan hilang
h. tuang asam alkohol 3% sampai warna merah dari fuchsin hilang
tunggu 2 menit
i. cuci dengan air mengalir,tuang larutan methylene blue 0,1% tunggu
j. 10-20 detik
k. cuci dengan air mengalir,keringkan.

Pelaporan:
1. Tidak ditemukan BTA dalam 100 LP = 0
2. Dijumpai 1-9 BTA /100 LP :ditulis jumlah yang dijumpai
3. Dijumpai 10-99 BTA/100 LP: +
4. Dijumpai 1-10 BTA/ 1 LP: ++
5. Dijumpai lebih dari 10 BTA/1 LP +++
F. Unit Terkait

Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PEMERIKSAAN GLUKOSA DARAH

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Glukosa darah adalah bahan bakar tubuh yang dibutuhkan untuk kerja
otak,sistem saraf dan jaringan tubuh lainnya
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam pemeriksaan glukosa
dalam darah.
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
1. Alat dan bahan
a. blood lacet
b. kapas alkohol.
c. stik glukosa
d. easy touch alat
e. handscoon dan kapas kering
2. Cara kerja:
a. memakai handscoon dan menyiapkan alat kedekat pasen
b. memilih jari yang akan ditusuk lalu didesinfeksikan area jari yang
akan ditusuk dengan menggunakan kapas alkohol tunggu kering.
c. menusuk jari dengan blood lancet,lalu tempelkan darah
secukupnya pada stik glukosa.
d. baca dan catat hasil,tutup jari dengan kapas kering
e. menata alat kembali lalu cuci tangan.
Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PEMERIKSAAN ASAM URAT

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Asam urat adalah zat hasil dari metabolisme purin dalam tubuh
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk menetapkan kadar asam
urat dalam darah.
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
1. Alat dan bahan
a. Blood lancet
b. Kapas alkohol
c. Stik asam urat
d. Alat easy touch
e. e. handscoon
f. f. kapas kering
2. Cara kerja :
a. Memakai handscoon dan menyiapkan alat ke dekat pasen
b. Memilih jari yang akan ditusuk lalu didesinfeksikan area jari
yang akan ditusuk dengan kapas alkohol
c. Menusuk jari dengan blood lancet lalu tempelkan darah
secukupnya pada stik asam urat
d. Baca dan catat hasil
e. Tutup jari dengan kapas kering
f. Merapikan alat kembali lalu cuci tangan.

F. Unit Terkait

Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PEMERIKSAAN CHOLESTEROL

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Cholesterol adalah senyawa lemak berbentuk lilin berwarna kekuningan
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengetahui kadar
cholesterol dalam darah penderita.
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
a. Alat dan bahan
1. Kapas alkohol
2. Blood lancet
3. Stik cholesterol
4. Alat easy touch
5. Handscoon
6. Kapas kering
b. Cara kerja
1. memakai handscoon dan menyiapkan alat
2. memilih jari yang akan ditusuk lalu mendesinfeksikan area jari
yang akan ditusuk dengan kapas alcohol
3. menusuk jari dengan blood lancet lalu tempelkan darah
secukupnya pada stik cholesterol
4. baca dan catat hasil
5. tutup jari dengan kapas kering
6. merapikan pasien dan membersihkan alat
7. cuci tangan
Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PEMERIKSAAN PP TEST

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Pp test adalah pemeriksaan urine pada wanita untuk mengetahui
kehamilan
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengetahui kadar hcg
dan urine
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
Alat dan bahan
a. Pp test
b. Urine
Cara kerja
a. tampung urine pagi pada wadah urine
b. celupkan stik pp test pada urine
c. angkat danbaca hasil
+ muncul garis dua pada stik pp test atau hamil
-muncul garis satu pada stik atau belum hamil
Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PEMERIKSAAN URINE LENGKAP

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Urine adalah cairan sisa yang diekresikan oleh ginjal yang kemudian akan
dikeluarkan dari dalam tubuh melalui proses urinasi
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengetahui jenis
penyakit tertentu yang berkembang dalam tubuh
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
Alat dan bahan
a. Urine dan pot
b. Objek gelas
c. Deck glass
d. Mikroskop
Cara kerja :
Makroskopis :
a. Tampung urine dalam pot,siram pada stik urine kemudian baca
hasil
Mikroskopis :
a. Tuang sissa urine dalam tabung centrifuger tabung
b. Centrifuger kecepatan 2000rpm selama 10 menit
c. Diamkan sebentar, buang urine bagian atas hingga sisa sedikit
yaitu sedimen
d. Ambil sedimen urine sedikit letakkan pada objek glass tutup deck
glass
e. Periksa dibawah mikroskop pada objektif 10x

Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PERMINTAAN PEMERIKSAAN
LABORATORIUM
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan

C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Permintaan pemeriksaan lab adalah suatu prosedur untuk menerima
permintaan pemeriksaan pasien dengan memperhatikan kenyamanan dan
keamanan pasien
1. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk memudahkan
diagnosis pasien agar dapat diberikan pengobatan sesuai dengan
penyakit/keluhan
2. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah agar pelayanan penujang
berjalan secara sistemik
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
1. bagian keperawatan (poli bp) memasukkan data pasien dikomputer lalu
mengantarkan pasien tersebut kebagian laboratorium
dengan
membawa permintaan pemeriksaan laboratorium yang berisikan data
pasien dengan identitas lengakap
2. petugas laboratorium memastikan persyaratan
pemeriksaan
laboratorium sudah dilaksanakan dengan baik danbenar oleh pasien
3. petugas laboratorium mengambil sampel/bahan pada pasien sesuai
dengan prosedur pengambilan sampel untuk pemeriksaan yang
tercantum pada formulir permintaan pemeriksaan laboratorium
4. petugas laboratorium harus memberikan salam terlebih dahulu kepada
pasien, sambil menanyakan identitas pasien dengan yang tercantum
pada formulir permintaan
Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PENGGUNAAN ALAT PELINDUNG DIRI

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Penggunaan alat pelindung diri adalah seperangkat alat yang digunakan
oleh petugas laboratorium untuk melindungi seluruh atau sebagian tubuh
terhadap kemungkinanan adanya potensi bahaya atau kecelakaan kerja
Sebagai acuan penerapan langkah langkah petugas untuk menggunakan
pelindung diri agar tidak tertular penyakit

C. Kebijakan
D. Referensi

SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No

E Langkahlangkah/
Prosedur

1. petugas laboratorium menyiapakan alat pelindung diri yang dipakai


2. petugas laboratorium mencuci tangan terlebih dahulu sebelum
menggunakan APD
3. petugas laboratorium memakai jas laboratorium yang terstandar
4. petugas laboratorium memakai masker sesuai standar
5. petugas laboratorium memakai sarung tangan saat memeriksa
6. petugas laboratorium melepas smua APD sesuai prosedur
7. petugas laboratorium mencuci tangan dengan sabun sesuai ketentuan
cuci tangan yang benar.

F. Unit Terkait

Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PENGELOLAAN BAHAN LIMBAH DAN


BERACUN
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian

B. Tujuan

C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Pengelolaan bahan berbahaya dan beracun adalah suatu kegiatan
mengelola dan termasuk menyimpan, menggunakan dan membuang bahan
yang karena sifat atau konsistensinya dan atau jumlahnya, baik secara
langsung maupun tidak langsung dapat mencemari lingkungan hidup,
kesehatan kelangsungan hidup manusia serta mahluk hidup lainnya
Sebagai acuan penerapan langkah langkah untuk mengelola bahan
berbahaya dan beracun berupa proses pengadaa,pimindaha, penyimpanan,
penggunaan dan pembuangan limbah B3 untuk mencegah dan
mengendalikan dampak lingkungan yang akan muncul sebagai
konsekuensi atau penggunaan bahan tersebut.
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No

1. Pengadaan bahan B3
- petugas memastikan tiap pengadaan B3 harus terlampir lembar
MSDS, labelling B3, informasi dampak bahaya dan informasi
P3K dan APD nya
2. Pemindahan B3
- Petugas memastikan kelengkapan sebelum membongkar
- Petugas harus mengetahui resiko atau bahaya dan cara
pencegahan dan penanggulangannya
- Petugas menggunakan APD yang sesuai dan menghindari
merokok dan minum didekat bahan B3.
3. Penyimpanan
- petugas harus memastikan tempat penyimpanan aman dari
pengaruh alam dan lingkungan
- petugas harus memisahkan pengelompokan B3 untuk
menghindari reaktifitas
- petugas harus melakukan penyusunan agar tidak melebihi batas
maksimum
- petugas memastikan B3 harus dilengkapi dengan simbol/label
serta pencegahan dan pertolongan pertama

4. Penggunaan
- Petugas menerapkan perencanaan K3 dalam penggunaannya
- Petugas menggunakan APD yang sesuai dengan faktor resiko
bahayanya.
- Harus bekerja sesuai SOP yang aman
- Petugas pengguna B3 membersihkan dan mengamankan alatalat kerja
- Melepas APD setelah melakukan pengelolaan B3 dan cuci
tangan.
F. Unit Terkait

Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

HASIL MONITORING DAN TINDAK LANJUT


MONITORING
Nomor dokumen
Nomor Revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian

B. Tujuan

C. Kebijakan
D. Referensi

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Monitoring merupakan suatu kegiatan mengamati secara seksama suatu
keadaan atau kondisi, termasuk juga perilaku atau kegiatan tertentu
dengan tujuan agar smua data masukan atau informasi yang diperoleh dari
hasil pengamatan tersebut dapat menjadi landasan dalam pengambilan
keputusan tindakan selanjutnya yang diperlukan.
Sebagai acuan penerapan langkah langah untuk menemukan kesalahan
sedini mungkin sehingga mengurangi resiko yang lebih besar dan
melakukan tindakan modifikasi terhadap kegiatan apabila hasil monitoring
mengharuskan untuk itu.
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No

E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

1. petugas menentukan tujuan evaluasi ketetapan waktu sasaran dan


tempat pelaksanaan dengan merumuskan masalah.
2. petugas menentukan jenis pemeriksaan yang akan dimonitoring
3. petugas menentukan model evaluasi sesuaian dengan tujuan
pemantauan
4. petugas merencanakan personal evaluasi
Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PENYIMPANAN DAN DISTRIBUSI REAGENSIA

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Penyimpanan dan distribusi reagensia adalah merupakan kegiatan dalam
melakukan pengendalian reagen meliputi,penerimaan,penyimpanan,dan
distribusi reagen.
Sebagai acuan penerapan langkah langah untuk mengawasi operasional
laboratorium agar mendapatkan hasil yang optimal dan berkualitas
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No
Departemen kesehatan Republik Indonesia, petunjuk pemeriksaan
laboratorium puskesmas,1991
1.penerimaan reagen
- petugas laboratorium memeriksa daftar reagen yang datang
- memeriksa keadaan kemasan reagensia(segel tidak rusak, tidak
terbuka dan tidak robek)
- reagen datang diperiksa tanggal kadaluarsanya
2. penyimpanan reagen
- reagen datang diperiksa tanggal kadaluarsanya dan disimpan sesuai
prosedur penyimpanan
- kulkas tempat penyimpanan reagen harus selalu diperiksa suhunya
agar sesuai syarat penyimpanan
- bersihkan kulkas setiap bulan
Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PELABELAN

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian

B. Tujuan

C. Kebijakan
D. Referensi

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Pemberian label label khusus pada obat obat yang sering menyebabkan
terjadinya kesalahan atau kesalahan yang serius , obat yang berisiko tinggi
menyebabkan dampak yang tidak diinginkan seperti obat obat yang
terlihat mirip dan kedengarannya mirip
1. Sebagai acuan penerapan langkah langah untuk keamanan obat yang
perlu diwaspadai
2.
Sebagai acuan penerapan langkah langah untuk menghindari
kesalahan pemberian obat
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No

E Langkahlangkah/
Prosedur

1. memberi label warna merah pada kumpulan obat obat yang terlihat
mirip dan kedengarannya sama.
2. memberi label warna merah pada obat obat konsentrat tinggi
3. kebijakan atau prosedur tersebut dipantau pelaksanaany.

F. Unit Terkait

Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

KALIBRASI DAN VALIDASI INSTRUMEN

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian

B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Kalibrasi dan validasi instrumen adalah prosedur teknis tertentu untuk
melaksanakan pengujian atau kalibrasi alat ,karna itu laboratorium harus
menggunakan metode dan prosedur yang tepat untuk semua jenis
pengujian atau kalibrasi yang sesuai dengan ruang lingkupnya.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah dalam penatalaksana kalibrasi
dan validasi instrumen laboratorium yang sesuai standar oprasiaonal
prosedur.
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No

E Langkahlangkah/
Prosedur

1. petugas laboratorium melakukan identifikasi peralatan yang


berpengaruh langsung pada hasil pengujian ,membuat jadwal
kalibrasi untuk peralatan tersebut.
2. mengadakan jadwal pelaksanaan kalibrasi alat
3. alat alat yang sudah dikalibrasi diberi label
4. setelah diberi label, sekurang kurangnya 6 bulan dilakukan
pengecekan.
5. pencatatan dan pendokumentasian.
Bp/kia/poli gigi

F. Unit Terkait
H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

RUJUKAN LABORATORIUM

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Rujukan laboratorium adalah pasen yang atas pertimbangan
dokter/perawat/bidan/petugas laboratorium memerlukan layanan dirumah
sakit baik untuk diagnostik penunjang atau terapi.
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah penatalaksanaan pengantaran
rujukan sampai rumah sakit tujuan dengan cepat dan aman.
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No

E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

1. petugas poli BP/KIA puskesmas menyatakan pasen perlu rujukan


untuk pemeriksaan lebih lanjut dipoli rumah sakit.
2. petugas poli BP/KIA puskesmas menjelaskan dan meminta
persetujuan kepada keluarga pasen untuk dirujuk.
3. keluarga pasen /pasen setuju
4. petugas poli BP/KIA puskesmas membuat rujukan untuk kontrol
lebih lanjut di poli RS
5. keluarga pasen menerima surat rujukan
Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PELATIHAN DAN PENDIDIKAN UNTUK


PROSEDUR BARU
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Pelatihan dan pendidikan untuk prosedur baru adalah suatu penilaian
terhadap petugas yang telah mengikuti pendidikan dan pelatihan
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengembangkan SDM
para pegawai dipuskesmas dalam rangka peningkatan mutu pelayanan.
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No

E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

1. alat dan bahan: dokumen hasil pendidikan dan pelatihan


2. prosedur:
- pegawai mendapat tugas untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan
dengan membawa surat tugas.
- setelah mengikuti diklat pegawai melaporkan hasil pendidikan dan
pelatihan secara tertulis kepada tim peningkatan mutu.
- tim peningkatan mutu mendokumentasi hasil pendidikan dan
pelatihan dan melaporkan kepada kepala puskesmas.
- tim peningkatan mutu melakukan hasil evaluasi hasil mengikuti
pelatihan dan pendidikan.
Bp/kia/poli gigi

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PEMANTAUAN WAKTU PENYAMPAIAN HASIL


PEMERIKSAAN LABORATORIUM UNTUK
PASIEN URGEN (CITO)
Nomor dokumen
:
Nomor revisi
:
Tanggal terbit
:
Halaman
:
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Pemantauan waktu penyampaian hasil pemeriksaan laboratorium yang
telah diperiksa oleh petugas laboratorium untuk pasien urgen (cito) dalam
kegiatan pelayanan laboratorium
Sebagai acuan penerapan langkah- langkah untuk digunakan sebagai
perencanaan, pemantauan, dan evaluasi serta pengambilan keputusan
dalam suatu tindakan untuk peningkatan pelayanan laboratorium
SK Kepala Puskesmas Kalibalangan Kecamatan Abung Selatan No

Tertulis :
1. Laporkan hasil pemeriksaan dengan menyerahkan hasil tertulis
yang telah diketik kepada bagian yang menangani pasien
2. Cocokkan identitas hasil dengan identitas pasien dibagian yang
menangani pasien
3. Periksa kembali pemeriksaan laboratorium yang diminta
4. Tulis bukti pelaporan hasilyang diterima : Nama, paraf dan waktu
pada buku serahterima hasil pemeriksaan laboratorium
Telepon :
1. Laporkan hasil pemeriksaan dengan membacakan hasil lewat
telepon yang telah selesai dikerjakan
2. Menanyakan keberadaan pasien
3. Membacakan hasil pemeriksaan laboratorium dan nilai rujukan
dengan benar kepada penerima telepon yang menangani pasien
tersebut
4. Meminta penerima telepon untuk membaca ulang dengan benar
5. Menulis di buku serahterima hasil pemeriksaan laboratorium (hasil
lewat telepon) : nama, paraf dan waktu pembacaan
6. Dokter/ petugas laboratorium , radiologi dan perawatan yang
melakukan perekaman EKG menyampaikan hasil kritis . bila tidak
bisa dihubungi , dokter/ petugas laboratorium, radiologi dan
perawatan yang melakukan perekaman EKG langsung
menghubungi dokter/ perawat unit rawat inap, rawat jalan dan unit

gawat darurat
7. Dokter/ petugas yang melaporkan hasil urgen (cito) mencatat
tanggal dan waktu menelepon, nama lengkap petugas kesehatan
yang dihubungi dan nama lengkap yang menelepon
8. Dokter/ perawat ruangan yang menerima hasil kritis menggunakan
tekhnik komunikasi verbal tulis (write back)/ baca (read back)/
konfirmasi (confirmation)/ proses pelaporanini ditulis di dalam
rekam medis (form catatan perkembangan terintegrasi)
9. Dokter/ perawat ruangan yang menerima laporan hasil urgen (cito)
langsung menghubungi DPJP/ PPDS yang merawat pasien
10. Penerima pesan boleh tidak melakukan pembacaan kembali (read
back) bila tidak memungkinkan seperti dikamar situasi gawat
daruratdi IGD
F. Unit Terkait

Laboratorium, BPU dan KIA

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA BAGI


PETUGAS
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan

C. Kebijakan

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman,
sehat dan bebas dari kecelakaan
1. Mencegah kecelakaan kerja
2. Mencegah penyakit akibat suatu pekerjaan
3. Mencegah / mengurangi kematian
4. Mencegah/ mengurangi cacat tetap
5. Mengamankan
6. Meningkatkan produktivitas kerja
7. Mencegah pemborosan
8. Menjamin tempat kerja yang sehat
Berlaku bagi petugas laboratorium dalam melayani pasien
Sesuai SK kepala puskesmas no.

D. Referensi
- Menyiapkan alat pelindung diri (Jas lab, masker dan handscoon)
- Pemeliharaan alat- alat laboratorium baik yang menggunakan listrik
(mekanik) maupun yang manual
- Penyimpanan spesimen dan reagen yang baik dan sesuai standart
- Pengelolaan limbah dan sampah infeksius yang tepat sesuai standart
- Aspek ketelitian petugas laboratorium dalam bekerja perlu berhatihati, teliti, telaten dan sabar

E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait

laboratorium

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM
BERESIKO TINGGI
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan

YANG

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Pemeriksaan yang beresiko tinggi adalah suatu pemeriksaan laboratorium
yang mempunyai resiko tinggi terhadap petugas laboratorium, seperti
pemeriksaan dari bahan infeksius
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah Mengetahui pemeriksaan yang
beresiko tinggi di laboratorium Puskesmas Kalibalangan

C. Kebijakan

1. SK Kepala Puskesmas Kalibalangan No.

Tahun 2016 Tentang

Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur unit Laboratorium


2. SK Kepala Puskesmas Kalibalangan No.
Tahun 2016 Tentang
D. Referensi

Pengendalian Mutu Laboratorium


1. PetunjukPemeriksaanLaboratoriumPuskesmas, DepartemenKesehatan
RI, Th. 1991
2. Pedoman Penyelenggaraan Praktek Laboratorium, Pus Lab Kes
Dep.Kes RI, Jakarta Tahun 1999.

E Langkahlangkah/
Prosedur

1. Pemeriksaan terhadap bahan yang beresiko tinggi harus dilakukan


sesuai dengan prosedur yang berlaku.
2. Mempersiapkan tempat,ruangan,APD dan mengetahui prosedur
penanganan terhadap bahan yang beresiko tinggi sesuai SOP.
3. Pemeriksaan dilakukan pada tempat khusus seperti lemari / kabinet
asam yang dilengkapi excause fan, berdinding beton, meja porselin
yang permukaannya datar.
4. Alat pelindung diri harus berada dekat pemeriksaan.
5. Petugas harus menggunakan alat pelindung diri seperti ; jas lab, sarung
tangan, masker, kaca mata pelindung (gogle), dan sepatu tertutup.
6. Memberlakukan semua spesimen sebagai bahan yang infeksius.
7. Pengelolaan limbah sesuai protap yang berlaku
8. Melakukan desinfeksi dan sterilisasi tempat kerja dan ruangan.
9. Mencatat setiap tindakan yang dilakukan
10. Melaporkan segala kegiatan kepada penanggung jawab

laboratorium.

A. Pemeriksaan sampel dahak/sputum untuk pemeriksaan BTA


1. Petugas harus memakai alat pelindung diri seperti jas kerja, sarung
tangan, masker
2. Ventilasi ruangan harus terbuka, matikan pendingin ruangan dan
jendala di buka.
3. Tidak boleh mengerjakan sampel sputum dengan arah angin yang
berlawanan atau menyalakan kipas angin.
4. Setelah selesai pemeriksaan, lakukan desinfektan tempat kerja dan
ruangan. Wadah tempat sputum diberikan desinfektan terlebih dahulu
kemudian dimasukan ke penampungan limbah medis hasil
pemeriksaan untuk segera di musnahkan.
5. Biarkan ruangan dalam keadaan terbuka selama 1 jam atau seharian,
untuk sirkulasi udara segar.
B. Pemeriksaan sampel serum HIV
1. Petugas laboratorium harus memakai alat pelindung diri seperti jas
kerja, sarung tangan dan masker.
2. Jangan sampai ada tumpahan atau percikan sampel
3. Semua alat pemeriksaan seperti tip pipet,pipet tetes,tabung darah, cup
tabung, tissue, harus di buang pada wadah khusus yang sudah di
berikan label dan tertutup rapat.
4. Kemudian ditampung pada wadah limbah medis hasil pemeriksaan
untuk segera di musnahkan.
5. Bersihkan tempat kerja, ruangan dan peralatan yang digunakan
dengan desinfektan dan lakukan sterilisassi tempat kerja.
Bahan beresiko tin

ggi
Pemakaian alat pelindung diri seperti ; jas kerja,
sarung tangan dan masker

Penanganan dan pengolahan bahan yang beresiko tinggi

Desinfektan dan sterilisasi tempat kerja dan ruangan

Lakukan kebersihan
higine

F. Unit Terkait

1.Laboratorium
2.RawatJalan
3.RawatInap
4.UGD

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PENGELOLAAN LIMBAH MEDIS


HASIL PEMERIKSAAN
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian

1.

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Limbah mediscair : pelarutorganik, bahan kimia untuk pengujian,
air bekas pencucian alat, sisa spesimen (darah, urine)

2.

Limbah medis padat: peralatan habis pakai, seperti alat suntik,


sarung tangan, kapas, botol spesimen, kemasan reagen.

3.
B. Tujuan

Desinfektan: bahan kimia untuk pembunuh mikroorganisme.

Insenerator :alat untuk tempat pembakaran sampah atau libah medis


Mengetahui pengelolaan limbah medis hasil pemeriksaan di laboratorium
Puskesmas nusa penida I

C. Kebijakan

1. SK KepalaPuskesmas Nusa Penida I No. 133 Tahun 2016


Tentang Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur unit
Laboratorium UPT. Puskesmas Nusa Penida I
2. SK Kepala Puskesmas Nusa Penida I No. 58 Tahun 2016
Tentang Pelayanan Laboratorium 24 jam UPT. Puskesmas Nusa
Penida I

D. Referensi

1. Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Departemen


Kesehatan RI, Th. 1991
2. Pedoman Penyelenggaraan Praktek Laboratorium, Pus Lab Kes
Dep.Kes RI, Jakarta Tahun 1999.

E Langkahlangkah/
Prosedur

1. Pisahkan antara limbah medis padat dan limbah medis cair.


2. Tampung masing-masing jenis limbah dalam wadah yang sudah diberi
label dan tempatkan disudut ruangan kerja yang aman dan hygienis.
3. Wadah penampungan limbah berupa ember berlapis kantong warna
kuning, untuk menampung limbah medis padat dan cair yang masing
masing sudah diisi dengan desinfektan sebelumnya.
4. Pisahkan wadah penampungan untuk limbah medis padat yang berupa
jarum ( jarum suntik, jarum lancet , dengan yang selain jarum (kapas,

kemasan reagen, sarung tangan, dll).


5. Seminggu sekali atau jika kantong sudah penuh, untuk limbah medis
padat segera dipindahkan kepenampungan akhir yang ditempatkan
dideka tinsenator dan siap untuk dibakar di insenerator seminggu
sekali.
6. Untuk limbah medis cair, setelah didesinfeksi, dibuang kedalam
lubang bak pencucian yang ada di masing-masing ruangan dan
dialirkan kedalam bak resapan.
7. Untuk limbah medis padat selain jarum dibakar di insenator, sedang
untuk limbah medis padat berupa jarum dimusnahkan dengan
insenerator suhu tinggi sampai hancur.
8. Semua kegiatan penanganan limbah ini langsung diawasi oleh
Penanggung Jawab Laboratorium.
9. Dibuat laporan berkala bulanan atau triwulan oleh Penanggung Jawab
Laboratorium.
Pisahkanlimbahmedispadat&cair

Tampungdalamwadahberlapiskantongwa
rnakuningberlabel

Pisahkanuntuklimbahpadat yang jarumdan yang


selainjarum

Tidak

CEK

Ya
-

Laporkansekaliataujikakantongsudahpenuhpindahkanlimbahpadatb
ukanjarumkepenampungandekatinseneratordansiapdibakar
di
inseneratorseminggusekali

Limbahpadatjarumdihancurkan dengan insenerator suhu tinggi

Limbahcairdibuangkelubangbakpencuciandandisalurkankebakresa
pan

Laporkanhasilkegiatan

F. Unit Terkait

1.Laboratorium
2.Rawat Jalan
3. Rawat Inap
4. UGD

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PELAPORAN PROGRAM KESELAMATAN DAN


PELAPORAN INSIDEN
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Pelaporan program keselamatan adalah kegiatan yang dilakukan oleh
petugas laboratorium untuk memberikan informasi tentang program
keselamatan pasien yang di lakukan di Puskesmas DTP Mande.
1. agar di ketahui kegiatan keselamatan pasien ayng dilakukan di unit
laboratoriunm
2. untuk dilakukan evaluasi dan perbaikan

C. Kebijakan

1. UU RI No. 36 th 2009 tentang Kesehatan


2. Kepmenkes RI No. 364/Menkes/SK/III/ 2003 tentang Laboratorium
Kesehatan
3. Kepmenkes RI No. 298/Menkes/SK/III/2008 tentang Pedoman
Akreditasi Laboratorium Kesehatan
4. Kepmenkes RI no. 37 Tahun 2012 tentang Penyelenggaraan
Laboratorium Pusat Kesehatan Masyarakat

D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

1.
2.
3.
4.
5.

Melakukan kegiatan keselamatan pasien di unit Laboratorium


Bekerja sesuai panduan keselamatan pasien Puskesmas DTP Mande.
Mecatat semua upaya keselamatan pasien yang telah di lakukan.
Melaporkan upaya keselamatan npasien di unit laboratorium.
Melakukan evaluasi terhadap upaya keselamtan pasien yang telah
dilakukan.
6. Melakukan perbaikan jika ada yang masih harus diperbaiki.
7. Mendokumentsaikan tindakan perbaikan dalam buku bukti
pelaksanaan perbaikan.

F. Unit Terkait
Semau Unit Pelayanan Klinis
H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

ORIENTASI PROSEDUR & PRAKTIK


KESELAMATAN / KEAMANAN KERJA
SOP

Nomor dokumen
Nomor revisi

:
:

Tanggal terbit
Halaman

:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Kecelakaan kerja sering terjadi di laboratorium untuk mencegah timbulnya
bahaya yang lebih luas maka dibutuhkan orientasi dan praktik keamanan
kerja.
untuk penanganan timbulnya kecelakaan di laboratorium, menjamin
keselamatan dan kesehatan kerja di laboratorium
Sebagai pedoman mengenalkan pada orientasi prosedur dan praktik
keselamatan, keamanan kerja
Good laboratory practice / pedoman
a. Kepala puskesmas membentuk Tim pelaksana K3 di laboratorium.
b. Tim K3 membuat rencana orientasi prosedur/praktek keslamatan kerja
dilaboratorium.
c. Tim K3 melaporkan kepada kepala puskesmas pelaksanaan pelatihan
K3 laboratorium.
d. Tim K3 memberikan orientasi prosedur keslamatan kepada petugas
laboratorium.
e.

Tim K3 memberikan orientasi praktek keslamatan kerja kepada


petugas laboratorium.

f. Tim K3 membuat laporan bukti pelaksanaan orientasi.


g. Tim K3 melaporkan kepada kepala puskesmas hasil pelaksanaan
orientasi pelatihan prosedur dan praktek keslamatan kerja.
h. Tim K3 memantau pelaksanaan kaslamatan dan kesehatan kerja di
laboratorium
i. Tim K3 melakukan evaluasi secara berkala pelaksanaan keslamatan
dan kesehatan kerja di laborat secara berkala melalui daftar tilik.
j. Tim K3 menyusun jadwal kegiatan orientasi secara berkala.
Tim K3 laboratorium membuat rencana
orientasi prosedur/praktek keslamatan kerja.

Tim K3 melaporkan kepada kepala


puskesmas pelaksanaan pelatihan K3
laboratorium.

Tim K3 laboratorim memberikan orientasi


prosedur keslamatan kepada petugas
laboratorium.

Tim K3 laboratorim memberikan orientasi


praktek keslamatan kerja kepada petugas
laboratorium.

Tim K3 laborat membuat laporan bukti


pelaksanaan orientasi.

Tim K3 laborat melaporkan kepada kepala


puskesmas hasil pelaksanaan orientasi
pelatihan prosedur dan praktek keslamatan
kerja.

Tim K3 laborat memantau pelaksanaan


kaslamatan dan kesehatan kerja di
laboratorium

Tim K3 menyusun jadwal


kegiatan orientasi secara
berkala.

F. Unit Terkait

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

PEMANTAUAN PELAKSANAAN PROSEDUR


PEMERIKSAAN LAB HASIL PEMANTAUAN,
TINDAKAN LANJUT PEMANTAUAN
Nomor dokumen

Diberlakukan
Tgl.

SOP

Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Penilaian atas proses penetapan indikator kinerja, juga membandingkan
antara pencapaian indikator kinerja dengan target. Kesenjangan yang ada
harus dianalisis sehingga diperoleh penyebab sebenarnya. Indikator
kinerja adalah diskripsi kualitatif dari kerja yang dapat digunakan oleh
manajemen sebagai ssalah satu alat untuk menilai dan melihat
perkembangan yang dicapai selama ini dalam jangka waktu tertentu
Untuk mrnilai efisiensi dan efektifitas beberapa aktivitas utama, guna
menyarankan dan mendorong pengembangan rencana aksi untuk
peningkatan kinerja

A.Pengertian

B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi

Pedoman good laboratory practice

E Langkahlangkah/
Prosedur
F. Unit Terkait

Kepala Puskesmas, IGD, Ruang rawat inap. Poli Umum, KIA, PONED,
Poli Anak, Imunisasi, Apotik, Poli gigi, Poli haji, Labolatorium, Kartu

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

PENGELOLAAN REAGEN

SOP

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit

:
:
:

Diberlakukan
Tgl.

Halaman
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan

Sebagai pedoman bagi petugas laborat dalam melakukan penyimpanan


reagen.
Penyimpanan reagen yang benar dapat menjaga kualitas dan mutu reagen
tersebut, sehingga dapat mendukung hasil pemeriksaan laboratorium yang
lebih akurat

D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

1. Petugas menggunakan kaidah pertama masuk pertama keluar


(FIFO )first in first out yaitu reagen yang lebih dulu masuk
persediaan harus digunakan lebih dahulu
2. Petugas menggunakan reagen yang mempunyai masa
kadaluwarsa pendek untuk dipakai terlebih dahulu. (FEFO) first
expire first out guna menjamin barang tidak rusak akibat
penyimpanan lama
3. Petugas menyimpanlarutan berwarna dan larutan organik dalam
botol coklat
4. Petugas menempatkan reagen pada tempat yangsteril.
5. Petugas menyimpan reagen pada tempat yang tidak terkena
sinar matahari langsung
6. Petugas menyimpan reagen padasuhu kamar atau suhu dingin
( 2o C 8o C) tergantung jenis reagen
7. Petugas membuat kartu stok pemakaian reagen.

KUALIFIKASI PENYIMPANAN REAGEN DI LABORAT


NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20

NAMA REAGEN
Alkohol 70 %
Metanol
Larutan truk
Larutan hayem
Na Citrat 3,8 %
Giemsa stain
HCL 0,1 N
Eosin 1 %
EDTA 10 %
Oil immersi
Glucosure stik
UA sure stik
Cholesterol stik
Trigliseride stik
Combistik
PP Tes
Amonium Oxalat
Widal
Golongan darah
UA sure contro

KEMASAN
Botol coklat
Botol coklat
Botol coklat
Botol coklat
Botol coklat
Botol coklat
Botol coklat
Botol coklat
Botol coklat
Botol coklat
Tube
Tube
Tube
Tube
Tube
Box
Botol Coklat
Vial
Vial
Vial

SUHU
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruangan
Suhu ruang
2o C 8o C
2o C 8o C
2o C 8o C

Diagram Alir
Petugas menggunakan kaidah
pertama masuk pertama keluar
(FIFO )first in first out yaitu
reagen yang lebih dulu masuk
persediaan harus digunakan
dulu
Petugas menggunakan reagen yang
mempunyai masa kadaluwarsa pendek
untuk dipakai terlebih dahulu. (FEFO) first
expire first out guna menjamin barang tidak
rusak akibat penyimpanan lama
Petugas menyimpanlarutan berwarna dan
larutan organik dalam botol coklat

Petugas menempatkan reagen pada


tempat yangsteril.

Petugas menyimpan reagen pada


tempat yang tidak terkena sinar
matahari langsung

Petugas menyimpan reagen padasuhu


kamar atau suhu dingin ( 2o C 8o C)
tergantung jenis reagen

Petugas membuat kartu stok


pemakaian reagen.

F. Unit Terkait
H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PELAKSANAAN KEGIATAN TINDAKAN


PERBAIKAN

SOP

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
: Permintaan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan

A.Pengertian

PTPP

B. Tujuan

Untuk menetapkan tindakan yang diperlukan untuk melakukan perbaikan,


apabila sesuatu hal terjadi agar kejadian yang sama tidak terulang kembali
pada Puskesmas Kalibalangan

C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

a. Umum
1. Kepala Bagian Tata Usaha atau pejabat yang ditunjuk bertanggung
jawab untuk memonitor dan menindaklanjuti keluhan pelanggan yang
diterima oleh Puskesmas Kalibalangan.
2. Kepala Bagian Tata Usaha atau pejabat yang ditunjuk bertanggung
jawab untuk memonitor dan melaporkan proses Tindakan Perbaikan
kepada Direktur atau Wakil Manajemen.
3. Setiap karyawan dimungkinkan mendeteksi masalah mutu dan
melaporkan kepada Kepala Bagian Tata Usaha atau pejabat yang
ditunjuk.

b. Uraian
1. Masalah mutu yang muncul dapat berasal dari :

Keluhan pelanggan
Produk atau jasa yang tidak sesuai pada pelaksanaan proses
Prosedur tidak sesuai dan tidak dipatuhi
Hasil Audit internal dan audit eksternal
Hasil Tinjauan Manajemen
Inisiatif dari karyawan karena adanya penyimpangan kegiatan
di lapangan

2. Keluhan Pelanggan
Keluhan Pelanggan mengacu kepada informasi yang diberikan
dan diklasifikasikan sebagai berikut :
-

asalah waktu penyerahan


Kuantitas yang tidak sesuai
Kualitas yang tidak sesuai

Kepala Bagian Tata Usaha atau pejabat yang ditunjuk


menerima Keluhan Pelangan melalui telpon/surat/fax dan
segera ditindaklanjuti dengan menyampaikan kepada personil
untuk mencatat dalam Buku Penanganan Keluhan Pelanggan
kemudian disampaikan kepada Kepala Puskesmas atau Wakil
Manajemen.

Kepala Puskesmas atau Wakil Manajemen memberikan respon


terhadap keluhan pelanggan dalam waktu 2 x 24 jam setelah
kotak dibuka baik secara lisan maupun tertulis.

Sebelum melakukan investigasi (penyelidikan) ke bagian yang


bertanggung jawab, Wakil Manajemen segera menindaklanjuti
keluhan tersebut secara lisan maupun secara tulisan.

Kepala Puskesmas melalui Wakil Manajemen mengambil


tindakan yang perlu dengan memberi instruksi kepada Kepala
Bagian tata Usaha dan para Koordinator untuk mengurangi
dampak yang akan terjadi dari keluhan pelanggan tersebut.

Wakil Manajemen mencatat keluhan pelanggan tersebut dalam


Formulir Permintaan Tindakan Perbaikan dan Pencegahan dan
memberikan kepada pihak terkait untuk ditindaklanjuti.

Wakil Manajemen bersama Kepala Bagian tata Usaha dan para


Koordinator memantau efektivitas dari penyelesaian keluhan
pelanggan yang diterima, sehingga masalah yang sama tidak
akan terulang lagi dan menginstruksikan kepada personil yang
ditunjuk untuk mencatat hasil penyelesaian keluhan pelanggan
dalam Buku Penanganan Keluhan Pelanggan.

c. Ketidaksesuaian Produk Internal


d. Ketidaksesuaian Produk
Ketidaksesuaian produk telah diatur dalam prosedur yang terkait.

e. Prosedur Tidak Diikuti

Kepala Bagian tata Usaha dan para Koordinator melapor


kepada Wakil Manajemen jika terdapat Prosedur Mutu yang
tidak diikuti setelah diberikan instruksi secukupnya.

Wakil Manajemen harus memberikan penjelasan kepada


personil terkait tentang kegunaan dan pentingnya Sistem
Manajemen Mutu secara umum. Jika masalah terjadi, maka
mengacu kepada butir 5.4.

f. Prosedur Yang Tidak Sesuai


-

Manajer terkait melaporkan setiap ketidaksesuaian prosedur


yang ditemukan di unit kerjanya kepada Wakil Manajemen
dengan terlebih dahulu menerbitkan Permintaan Tindakan
Perbaikan dan Pencegahan (PTPP) dan kemudian mengikuti
butir 5.4.

Jika penelusuran/penelitian yang berkaitan dengan hal di atas


mengakibatkan perubahan prosedur, maka perubahannya
merujuk kepada Prosedur Pengendalian Dokumen.

g. Audit Internal Dan Eksternal


Audit dilaksanakan sesuai Prosedur Audit Internal. Auditor
menerbitkan PTPP dan kemudian mengikuti butir dari prosedur
ini. Untuk hasil Audit Ekternal, hasil temuan menyebabkan
diterbitkannya PTPP dan kemudian mengikuti butir 5.4
h. Tinjauan Manajemen
Tinjauan Manajemen memungkinkan menerbitkan PTPP dalam hal
memformulasikan pendeteksian timbulnya masalah mutu. Wakil
Manajemen kemudian melaksanakan sesuai dengan butir 5.4.
i. Inisiatif Personel Mengenai Penyimpangan Di Lapangan

Kepala Bagian tata Usaha dan para Koordinator dapat


mengeluarkan PTPP terhadap segala masalah mengenai mutu
yang ditemukan dan dilaporkan kepada Wakil Manajemen.
Pelaksanaannya mengacu pada butir 5.4.

PTPP dapat diterbitkan oleh setiap personil jika dianggap


bahwa kondisi yang ditemukan dapat mempengaruhi mutu
dari produk.

Semua PTPP diajukan kepada Kepala Bagian terkait untuk


ditandatangani sebelum dikirim ke Wakil Manajemen.

j. Analisa Masalah
- Personil yang mengusulkan PTPP/Auditor mencatat hasil
investigasinya pada bagian Uraian Ketidaksesuaian kemudian
menyerahkan kepada Wakil Manajemen untuk diketahui.
- Wakil Manajemen harus memeriksa apakah masalah yang
timbul memerlukan tindakan perbaikan jangka panjang untuk
mencegah terulangnya kembali, dengan mempertimbangkan
besarnya masalah dan resiko yang akan dihadapi jika tidak
melakukan tindakan.
- Tidak semua PTPP memerlukan tindakan perbaikan.
- Jika tindakan perbaikan dianggap perlu, maka Penanggung

Jawab Unit Kerja (disebut Auditee) yang terkait melakukan


penelitian untuk mencari penyebab dan mecatatnya pada
bagian Hasil Investigasi.
k. Tindakan Perbaikan
Penanggung Jawab Unit Kerja/Auditee menetapkan tindakan
perbaikan yang sesuai untuk mengurangi dan mencegah masalah
terulang kembali dan kemudian mencatatnya pada bagian
Tindakan Perbaikan dan Pencegahan serta menetapkan tanggal
penyelesaiannya.
l. Tindakan Lanjut
- Wakil Manajemen/Auditor yang ditunjuk akan meninjau
tindakan perbaikan yang dilakukan untuk menetapkan apakah
tindakan tersebut cukup efektif guna mencegah terulangnya
masalah yang sejenis.
- Wakil Manajemen/Auditor yang ditunjuk memberi tanda
Efektif jika masalah sudah diselesaikan dan tidak
memerlukan tindakan lebih lanjut dan menyimpan PTPP
tersebut.
- Wakil Manajemen/Auditor memberi catatan Terbit PTPP
Baru dalam PTPP (bagian Tinjauan Terhadap Tindakan
Perbaikan dan Pencegahan) jika ada masalah yang belum dapat
diselesaikan dan perlu tindakan perbaikan lebih lanjut serta
mengembalikannya ke Penanggung Jawab Unit Kerja/Auditee.
F. Unit Terkait
H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PELATIHAN DAN PENDIDIKAN UNTUK


PROSEDUR BARU, BAHAN BERBAHAYA DAN
PERALATAN YANG BARU
Nomor dokumen
:
SOP
Nomor revisi
:
Tanggal terbit
:
Halaman
:
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Kepala Puskesmas
Selatan
Kalibalangan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Suatu kegiatan yang bertujuan menginformasikan kepada petugas laborat
guna penggunaan prosedur baru, bahan berbahaya atau alat baru .
Guna menginformasikan tentang tata cara penggunaan prosedur baru,
bahan berbahaya ataupun peralatan yang baru
Sebagai pedoman dalam pelaksanaan pelatihan dan pendidikan untuk
prosedur baru, bahan berbahaya dan peralatan yang baru,

D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

Pelaksanaan pelatihan dan pendidikan untuk prosedur baru, bahan


berbahaya dan peralatan yang baru sesuai dengan SPO
Pedoman good laboratory practice
1. Ka Tu melaporkan kepada Kepala puskesmas bahwa akan ada
pelatihan dan pendidikan untuk prosedur, bahan yang berbahaya
ataupun alat yang baru bagi petugas laboratorium.
2. Kepala puskesmas mengintruksikan kepada petugas laboratorium
untuk mengikuti pelatihan dan pendidikan untuk prosedur yang baru,
bahan berbahaya atau alat yang baru.

3. Petugas melaporkan kepada kepala puskesmas bahwa pelatihan dan


pendidikan untuk prosedur yang baru, bahan berbahaya dan alat yang
baru telah dilaksanakan.
4. Petugas membuat laporan hasil pelatihan pendidikan untuk prosedur
yang baru, bahan berbahaya dan alat yang baru
5. Petugas menyampaikan hasil pelatihan dan pendidikan melalui rapat
lokmin puskesmas.
6. Petugas membuat SPO penggunaan prosedur yang baru, bahan
berbahaya atau alat yang baru
7. Petugas menerapkan pelatihan pendidikan untuk prosedur yang baru,
bahan berbahaya dan alat yang baru melalui kegiatan pelayanan di
laboratorium.
8. Petugas berusaha meningkatkan kinerja pelayanan laborat di
puskesmas sesuai SPO.
9. Koordinator layanan klinis melakukan evaluasi
pelaksanaan
penggunaan prosedur yang baru, bahan berbahaya atau alat yang baru
menggunakan daftar tilik.
10. Koordinator layanan klinis melaporkan kepada kepala puskesmas
bahwa telah dilakukannya evaluasi .

F. Unit Terkait

Petugas, coordinator layanan medis, kepala puskesmas

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PENGELOLAAN LIMBAH

SOP

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian

B. Tujuan
C. Kebijakan

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Limbah medis adalah limbah yang terdiri dari limbah yang terdiri dari
limbah infeksius , limbah patologi, limbah benda tajam, limbah farmasi,
limbah sitotoksik, limbah kimiawi, limbah radioaktif, limbah container
bertekanan dan limbah dengan kandungan logam berat yang tinggi.
Limbah medis di puskesmas berasal dari kegiatan pengobatan dan
perawatan. Limbah yang dihasilkan antara lain limbah infeksius, limbah
farmasi, limbah yang berasal dari laboratorium dan limbah benda tajam
a. Mencegah terjadinya penularan penyakit akibat limbah medis
b. Mencegah terjadinya kecelakaan kerja akibat limbah medis
c. Mencegah terjadinya infeksi nosokomial
a. Limbah medis di puskesmas waihaong dikirm ke PT. Multazzam
untuk dimusnahkan di incenerator (Telah ada Mou)
b. Sesuai SK kepala puskesmas no.

D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

a. Menyediakan tempat untuk limbah medis (yang kuat, tahan bocor


dan tertutup) di dekat sumber sampah
b. Menyediakan safety box/ tempat sampah khusus benda tajam (Spuit,
jarum, ampul)
c. Melapisi tempat sampah medis dengan kantong plastik
d. Memasukkan sampah medis hasil kegiatan dibalai pengobatan, UGD,

KIA-KB, laboratorium dan bagian obat/ farmasi kedalam tempat


sampah medis dan tutup kembali
e. Memasukkan ke tempat penampungan sampah medis sementara yang
lebih besar (kuat, tahan air, tahan bocor, tertutup) atau disimpan
didalam tempat penyimpanan limbah medis dengan syarat
- Lokasi penyimpanan bebas banjir
- Tidak rawan bencana
- Berada diluar kawasan lindung
- Sesuai dengan rencana tata ruang
f. Mengirim limbah medis yang telah di kumpulkan di dalam tempat
penampungan sampah sementaraPT. Multazzam dengan alat angkut
yang kuat, tahan air dan tertutup
F. Unit Terkait

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PELAPORAN NILAI KRITIS HASIL


LABORATORIUM
SOP

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian

B. Tujuan
C. Kebijakan

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
1. Suatu proses memberitahukan hasil laboratorium yang bernilai kritis
kepada dokter penanggungjawab pasien
2. Nilai kritis hasil laboratorium adalah suatu hasil tes laboratorium yang
membutuhkan intervensi klinis segera (disebut juga AUTOMATIC
CALL BACK VALUES)
Supaya klinisi dapat segera mengetahui hasil / nilai pemeriksaan
laboratorium untuk segera melakukan tindakan / intervensi terhadap
pasien dalam rangka meningkatkan keselamatan pasien.
Surat
Keputusan
Direktur
RS. Jantung Hasna Medika
No.
--/--/----/SK_DIR_Keb/ 2016 Tentang Kebijakan Pelayanan Instalasi
Laboratorium

D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

Analis Laboratorium :
1. Ulangi pemeriksaan bila mendapatkan nilai kritis
2. Lapor kepada Penanggungjawab lab tentang hasil nilai kritis
3. Laporkan hasil kritis segera setelah mendapatkan validasi dari
penanggungjawab dengan cara menelpon ruangan tempat pasien
dirawat.
4. Laporkan kepada dokter penannggungjawab pasien bila ada di ruangan
atau perawat penanggungjawab pasien bila dokter tidak ada diruangan

perawatan.
a. S(ituation) : halo.. saya Agus dari lab mendapatkan nilai kritis
pada pasien .......... umur........ no RM.............Nilai kritis yg kami
temukan adalah........ (Sebutkan parameter dan hasil/nilai analisa
laboratoriumnya)
b. B(akc ground) : pasien ini sebelumnya pernah melakukan
pemeriksaan ....... dengan hasil...... ...... (bila diketahui, bila tidak
diketahui lanjutkan A)
c. A(sessment) : kami curiga ..... ( bacakan expertisi SpPK )
d. R(ekomendasi ) : mohon segera ditindaklanjuti ... atau mohon
segera laporkan kepada DPJP
5. Minta perawat mengulanginya setelah hasil dibacakan
6. Cetak hasil di formulir hasil laboratorium.
7. Antarkan formulir hasil laboratorium ke ruang perawatan sesuai dalam
batas standar waktu tunggu .
Perawat ruangan :
1. Catat hasil nilai kritis di status pasien
2. Laporkan segera kepada dokter penanggungjawab perawatan (bila
dokter tidak ada diruangan perawatan)
Nilai Kritis yang dilaporkan adalah :
Darah Lengkap :
Hct < 20 % atau > 60%
Hb < 7 g/dl atau > 20 g/dl
Trombosit dewasa < 50.000/ul atau > 1.000.000/ ul
Lekosit < 2000/ul atau > 30.000/ ul
Trombosit anak < 20.000/ul atau > 1.000.000 ul
APTT > 100 detik
PPT > 30 detik , atau 3x nilai kontrol
Kimia Klinik :
Troponin T > 100 ng/l
CKMB mass
Glukosa < 45 mg/dl atau > 500 mg/dl
Glukosa Neonatus < 30 mg/dl Tu > 300 mg/dl
Kreatinin > 5 mg/dl ( kecuali pasien dialisis )
Ureum > 200 mg/dl
Elektrolit dan Analisa Gas Darah :
pH < 7,10 atau > 7,59
pCO2 < 20 mmHg atau > 75 mmHg
pO2 (dewasa) < 40 mmHg
pO2 (neonatus) < 37 mmHg
HCO3 / bicarbonat <10 mEq/L atau > 40 mEq/L
Natrium < 120 mEq/L atau > 160mEq/L
Kalium < 2,8 mEq/L atau > 6,2 mEq/L
Kalium neonatus < 2,5 mEq/L atau > 8,0 mEq/L
Urinalisa :
Glukosuria > 2+

Keton >2+
Ditemukan kristal patologis (as,urat, sistein, leusin, tirosin)
Albuminiria > 2+
Eritosit > 2+
Lekosit > 2+
(Sumber : Wallach J . Interpretation Diagnostic Test, ed8, Philadelphia,
2007, pp 26 29 )
F. Unit Terkait

Intalasi Rawat Jalan


Intalasi Rawat Inap
Intalasi Rawat Intensif (ICU)
Intalasi Gawat Darurat
Intalasi Bedah Sentral (Kamar Operasi)

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PENANGANAN DAN PEMBUANGAN BAHAN


INFEKSIUS DAN BERBAHAYA

SOP

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian

B. Tujuan

C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Bahan infeksius adalah bahan yang mengandung mikroorganisme hidup
seperti bakteri, virus, ricketsia, parasit, jamur atau suatu rekombinan,
hybrid atau muatan yang dapat menimbulkan penyakit pada manusia dan
hewan.
Penanganan dan pembuangan bahan berbahaya adalah suatu kegiatan
dalam menangani bahan berbahaya dan pembuangannya agar dilakukan
dengan aik sehingga tidak membahayakan diri kita sendiri dan lingkungan
disekitarnya
Mencegah terjadinya penularan dan inkesi nosokomial baik kepada
petugas maupun lingkungan dari segala sesuatu yang disebabkan
oleh bahan infeksius yang berada di laboratorium sebagai akibat
dari proses kerjanya
Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1267 / Menkes/ SK/ XII/
2004 tentang persyaratan Kesehatan Lingkungan Puskesmas
1. Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 1267 / Menkes/ SK/ XII/ 2004
2. Pedoman praktek laboratorium yang benar Depkes RI
I. LIMBAH INFEKSIUS
a. Laboratorium Klinis
1. Kumpulkan dispo injeksi yang telah digunakan dalam
mengambil darah pasien
2. Kumpulkan sarung tangan yang telah digunakan setelah
melakukan pengambilan darah dan melakukan pekerjaan

analitik
3. Mengumpulkan tabung bekas darah pasien yang telah selesai
diperiksa
4. Kumpulkan bahan cair setelah pemeriksaan dilakukan kedalam
wadah/ galon ukuran besar yang ada penutupnya
5. Taruh semua bahan tersebut diatas dalam wadah yang dilapisi
plastik warna kuning dan melabelinya
6. Kumpulkan bahan cair setelah pemeriksaan dilakukan kedalam
wadah/ galon ukuran besar yang ada penutupnya
7. Tutup wadah/ galon tersebut apabila bahan cair sudah hampir
penuh dan melabelinya

F. Unit Terkait

8. Kumpulkan semua bahan padat dan bahan cair pada suatu


tempat untuk dimusnahkan sesuai prosedur
b. Non Laboratorium
1. Limbah dipisahkan dari sumbernya dan ditempatkan pada
kantong plastik yang diberi label berbeda
2. Kantung plastik yang sudah terisi 2/3 bagian harus di ikat dan
segera di buang
3. Kantung limbah dipisahkan berdasarkan kode atau label yang
diberikan
4. Limbah bagian klinik dibawa ke pembakaran sedangkan limbah
klinik dibawa ke insenerator
II. BUANGAN BAHAN BERBAHAYA
1. Pengendapan ,koagulasi dan flokulasi : kontaminan logam berat
dalam limbah cair dapat dipisahkan dengan pengendapan
2. Oksidasi-reduksi : terhadap zat organic toksik limbah dapat
dilakukan reaksi oksidasi reduksi sehingga terbentuk zat yang
kurang/ tidak toksik
3. Penukaran ion : ion berat nikel dapat diserap oleh
kation,sedangkan anion beracun dapat diserap oleh resin anion
4. Netralisasi : Limbah yang bersifat asam dinetralkan dengan basa
begitu juga sebaliknya limbah yang bersifat basa dinetralkan
dengan asam sufat
1. Instalasi laboratorium
2. Cleaning service

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PENERAPAN MANAJEMEN RESIKO


LABORATORIUM
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

SOP

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Penerapan mengenai tatacara penanganan resiko kerja yang bias terjadi di
laboratorium
Berguna untuk keamanan kerja di laboratorium dan mengetahui cara
mengatasi bahaya kerja di laboratorium
Pedoman Good laboratory practice
1. Petugas menggunakan jarum semprit dengan system pengunci untuk
mencegah tusukan dari terlepasnya jarum semprit,
2. Petugas menggunakan alat suntik sekali pakai..
3. Petugas mematikan sentrifuse dan jangan dibuka selama 30 menit, jika
diduga ada tabung yang pecah saat sentrifugasi.
4. Petugas menggunakan handscoun dan sarung tangan yang tebal untuk
mengambil forsep/ pecahan untuk mencegah penularan specimen yang
infeksius.
5. Petugas menggunakan pipet otomatis dan tidak menggunakan
pemipetan mulut karena dapat menyebabkan tertelannya organism
pathogen.
6. Petugas menggunakan

alat

masker guna melindungi terhirupnya

partikel mikroorganisme patogen


7. Petugas menggunakan jas laborat yang telah terstandar.

Petugasmenggunakanjarumsempritdengansistempengunciuntu
8. Petugas
menggunakan sterilisator pada alat laborat untuk menghindari
kontaminasikmencegahtusukandariterlepasnyajarumsemprit,
mikroorganisme yang patogen
9. Petugas menggunakan insenerator untuk penanganan limbah hasil
pemeriksaan laborat
10. Petugas melakukan desinfektan disebelum dan sesudah pemeriksaan
laboratorium

1. Diagram Alir

Petugasmenggunakanalatsuntiksekalipakai..

Petugasmematikansentrifusedanjangandibukaselama 30
menit, jikadidugaadatabung yang pecahsaatsentrifugasi.

Petugasmenggunakan pipet
otomatisdantidakmenggunakanpemipetanmulutkarenada
patmenyebabkantertelannyaorganisme pathogen.
Petugasmenggunakansarungtangantebaluntukmengambil
Petugasmenggunakansarungtangantebaluntukmenga
mbilforsep/ pecahanuntukmencegahpenularan
specimen yang infeksius.

Petugasmenggunakanalat masker
gunamelindungiterhirupnyapartikelmikroorganismepatogen
Petugas menggunakan jas laborat yang telah
terstandar.

Petugas menggunakan sterilisator padaalat laborat


untuk menghindari kontaminasi mikroorganisme
yang patogen

Petugas menggunakan insenerator untuk


penanganan limbah hasil pemeriksaan laborat

Petugas melakukan desinfektan diruangan


laboratorium

F. Unit Terkait
H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Gunakanalatinenerasimikrountukmenghindari
aerosol yang
dapatmenyebabkanpercikandanpenyebaranbahani
nfeksi
Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian

B. Tujuan

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Yang dimaksud dengan pemeriksaan Laboratorium adalah proses
pemeriksaan penunjang (darah,urine dll) di ruang laboratorium yang
diperlukan oleh dokter sebagai pendukung proses diagnosa pasien
penderita.
Standard Operating Procedure (SOP) pemeriksaan Laboratorium
Bertujuan Untuk menyeragamkan proses pemeriksaan penunjang pasien di
ruang laboratorium klinik Center

C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

1. Pasien Datang
2. Sambut kedatangan pasien/keluarga pasien dengan layanan 5S.
Etika menyambut pasien 5S:
a.
Senyum
b. Salam
c.
Sapa
d.
Sopan
e.
Santun
3. Terima formulir permohonan pemeriksaan laboratorium yang dibawa
pasien dari ruang pemeriksaan
4. Catat identitas pasien (nama, umur, alamat, tanggal pemeriksaan dan
jenis pemeriksaan)
5. Ambil specimen dari pasien
Kemudian lakukan hal berikut:

a. Specimen urine: berikan pot/wadah untuk menampung


urine dan jelaskan kepada pasien tentang cara pengumpulan
specimen (urine) yang tepat dan benar.
b. Specimen darah: ambil darah pasien cara anti septik pada
lokasi pengambilan darah vena, tusukkan jarum spuit steril
(disposable) yang sesuai masuk ke dalam pembuluh darah
vena, aspirasi hingga darah masuk kedalam spuit sejumlah
kebutuhan, jarum spuit dicabut dan luka bekas tusukan
jarum di anti septik dengan dengan kapas alkohol.
6. Terima kembali specimen yang sudah tersedia/dibawa oleh
pasien/yang diantar oleh petugas (specimen tinja, sputum, slide darah
malaria)
7. berikan nomor urut/ kode pada specimen sesuai dengan buku register
laboratorium
8. jelaskan kepada pasien kapan waktu pengambilan hasil Lab.
9. Ucapkan terimakasih dan pasien menunggu panggilan dari pengeras
suara
10. Selesai
1. FORMULIR YANG DIGUNAKAN
a. Formulir permohonan pemeriksaan laboratorium
b. Buku register laboratorium

F. Unit Terkait
H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

PERMINTAAN PEMERIKSAAN PENERIMAAN


SPESIMEN PENGAMBILAN DAN PENYIMPANAN
SPESIMEN
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Diberlakukan
Tgl.

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian

1.
2.
3.
4.

B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Permintaan pemeriksaan adalah suatu prosedur untuk menerima
permintaan pemeriksaan pasien dengan memperhatikan kenyamanan
dan keamanan pasien
Penerimaan spesimen adalah
Pengambilan spesimen adalah proses kegiatan dan langkahlangkahterhadap spesimen dari pasien
Penyimpanan spesimen adalah

Sebagai pedoman dalam melaksanakan pengumpulan informasi harapan


pelanggan upaya KIA. KB.
Surat Keputusan Kepala Puskesmas Sentolo 2. , tentang
media
komunikasi yang digunakan untuk menangkap keluhan masyarakat atau
sasaran kegiatan UKM, nomor.
Panduan Kajian harapan pelanggan, Th.Umar Balai Pustaka, 4.

E Langkahlangkah/
Prosedur

1.
2.
3.
4.
5.

Berikan senyum,salam dan sapa


Terima form permintaan pemeriksaan laboratorium dari pasien
Konfirmasi identitas pasien
Lakukan penilaian atau jenis pemeriksaan yang dimaksud
Lakukan pendekatan pasien dengan tenang,ramah,usahakan pasien
senyaman mungkin
6. Jelaskan maksud dan tujuan pemeriksaan
7. Lakukan pengambilan spesimen atau sampel sesuai standar
pemeriksaan yang diminta
8. Tempatkan spesimen atau sampel pada wadah sesuai jenis
permintaan pemeriksaan
9. Perlakukan secara khusus untuk spesimen atau sampel yang
berbahaya,infeksius dan menular
10. Pengawetan dilakukan apabila diperlukan penyimpanan spesimen
atau sampel guna pemeriksaan selanjutnya.
1. Bidan koordinator,

F. Unit Terkait

2. Bidan Puskesmas,
3. Bidan di desa,
4. Koordinator admen/ Ka TU.

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PENGELOLAAN BAHAN BERBAHAYA DAN


BERACUN
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

A.Pengertian

B. Tujuan

C. Kebijakan
D. Referensi

E Langkahlangkah/
Prosedur

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Pengelolaan Bahan berbahaya dan beracun (B3) adalah suatu kegiatan
mengelola termasuk menyimpan, menggunakan dan atau membuang
bahan yang karena sifat atau konsistensinya dan atau jumlahnya, baik
secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan atau
merusak linkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta
makhluk hidup lainnya
Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk mengelola bahan
berbahaya dan beracun (B3) berupa proses pengadaan, pemindahan,
penyimpanan, penggunaan, penanganan, dan pembuangan limbah B3
untuk mencegah dan mengendalikan dampak lingkungan yang akan
muncul sebagai konsekuensi atas penggunaan bahan tersebut
SK Kepala Puskesmas No.
Peraturan Pemerintah RI Nomor 74 Tahun 2001 tentang Pengelolaan
Bahan Berbahaya dan Beracun
Permenkes No. 37 tahun 2012 tentang Penyelenggaran Laboratorium
Pusat Kesehatan Masyarakat
A. Langkah-langkah
Pengadaan B3
a. Petugas memastikan tiap pengadaan B3 harus terlampir lembar
MSDS, labeling B3, informasi dampak bahaya dan informasi P3K dan
APD nya
Pemindahan B3
b. Petugas memastikan kelengkapan administrasi sebelum bongkar B3
berupa daftar nama B3 yang akan dibongkar, prosedur kerja dan
perizinan, dan daftar petugas dan penanggung jawab
c. Petugas harus mengetahui resiko/bahaya B3, cara pencegahan dan
penanggulangan
d. Petugas menggunakan APD yang sesuai
e. Petugas menghindari tindakan tidak aman seperti merokok,makan dan
minum didekat bahan B3, dll
Penyimpanan B3
a. Petugas memastikan tempat penyimpanan B3 dibuat agar aman dari
pengaruh alam dan lingkungan, memiliki sirkulasi udara dan ventilasi
yang baik, dan aman dari gangguan bioloagis (tikus, rayap, dll)
b. Petugas melakukan pemisahan dan pengelompokan penempatan B3
untuk menghindari reaktivitas
c. Petugas melakukan penyusunan yang tidak melebihi batas maksimum
agar tidak roboh dan rapi
d. Petugas memastikan penyimpanan B3 harus dilengkapi dengan
symbol/label B3 (Label isi, safety, resiko bahaya) serta cara
pencegahan dan pertolongan pertama
Penggunaan B3

e. Petugas menerapkan perencanaan dan penerapan K3 dalam


penggunaan B3
f. Petugas menggunakan APD yang sesuai dengan faktor resiko
bahayanya, APAR & P3K harus siap dan cukup
g. Petugas pengguna B3 menggunakan peralatan kerja yang layak pakai
h. Petugas pengguna B3 harus bekerja sesuai SOP yang aman dan efektif
i. Petugas pengguna B3 membersihkan dan mengamankan alat-alat
kerja, lingkungan kerja, dan wadah sisa B3 jika telah selesai
j. melepas APD setelah selesai melakukan pengelolaan B3 dan cuci
tangan

F. Unit Terkait

a. Laboratorium

b. Rawat inap
c. UGD
H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Diberlakukan
Tgl.

Perubahan

PENGENDALIAN MUTU LABORATORIUM

Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan

:
:
:
:
Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Semua kegiatan yang ditujukan untuk menjamin ketelitian dan ketepatan
hasil pemeriksaan laboratorium
Untuk mendapatkan hasil pemeriksaan laboratorium yang yang tepat dan
teliti

C. Kebijakan
D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

F. Unit Terkait
H. Rekaman Historis:

1. Petugas mendapatkan pendidikan dan pelatihan baik didalam


laboratorium maupun diluar laboratorium
2. Petugas melaksanakan kegiatan pemantapan mutu internal pada
seluruh proses pemeriksaan laboratorium mulai dari persiapan pasien
sampai pencatatan dan pelaporan hasil
3. Petugas mengikuti program pemantapan mutu eksternal
4. Petugas melakukan validasi hasil melalui pemeriksaan cross check
5. Petugas melaksanakan keamanan laboratorium untuk melindungi
petugas dan masyarakat sekitar dari resiko penyakit dan gangguan
kesehatan akibat dari kegiatan pemeriksaan laboratorium
6. Petugas melaksanakan praktek laboratorium secara benar untuk
mendapatkan hasil pemeriksaan yang baik

No

Halaman

Yang dirubah

Diberlakukan
Tgl.

Perubahan

EVALUASI KETEPATAN WAKTU PENYERAHAN


HASIL PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman
Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan

:
:
:
:

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Proses evaluasi dan tindak lanjut ketepatan waktu penyerahan hasil
pemeriksaan laboratoriumyang di lakukan secara berkala.
Tercapainya pelayanan laboratorium yang tepat waktu sesuai prosedur
yang berlaku.

C. Kebijakan
1. SK Kepala Puskesmas Nusa Penida I No. 133 Tahun 2016
Tentang Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur unit
Laboratorium UPT. Puskesmas Nusa Penida I
2. SK Kepala Puskesmas Nusa Penida I No. 58 Tahun 2016
Tentang Pelayanan Laboratorium 24 jam UPT. Puskesmas Nusa Penida
I
D. Referensi
1. Petunjuk Pemeriksaan Laboratorium Puskesmas, Departemen
Kesehatan RI, Th. 1991
2. Pedoman Penyelenggaraan Praktek Laboratorium, Pus Lab Kes
Dep.Kes RI, Jakarta Tahun 1999.
E Langkahlangkah/
Prosedur

1. Setiap pemeriksaan laboratorium yang dilakukan kepada pasien harus


sesuai dengan SOP pemeriksaan laboratorium.
2. Pemantauan pelaksanaan prosedur pemeriksaan laboratorium

dilakukan oleh koordinator UKP / Laboratorium.


3. Koordinator UKP / Laboratorium akan membandingkan waktu
penyerahan hasil pemeriksaan sesuai dengan SOP yang berlaku.
4. Hasil evaluasi di laporkan kepada kepala puskesmas untuk rencana
tindak lanjut.
5. Evaluasi ketepatan waktu penyerahan hasil pemeriksaan laboratorium
dilaksanakan setiap bulan.

Evaluasi ketepatan
waktu penyerahan
hasil laboratorium

Pemantauan prosedur pelaksanaan oleh


penanggung jawab UKP/laboratorium

Mengisi daftar evaluasi untuk


membandingkan ketepatan waktu
penyerahan hasil laboratorium

Pelaporan hasil

Evaluasi berkala setiap


bulan

F. Unit Terkait

1.
2.
3.
4.

Laboratorium
Rawat Jalan
Rawat Inap
UGD

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.

PEMANTAUAN TERHADAP PENGGUNAAN ALAT


PELINDUNG DIRI
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Pemantauan terhadap penggunaan alat pelindung diri adalah proses
kegiatan memonitor petugas puskesmas dalam penggunaan alat alat
pelindungdiri seperti handscoone, masker, jas lab ketika memberikan

B. Tujuan

pelayanan klinis.
Keselamatan dan keamanan petugas dalam memberikan pelayanan
klinis terjamin

C. Kebijakan

Sebagai pedoman pemantauan terhadap penggunaan alat pelindung


diri di Puskesmas Watumalang
Pemantauan terhadap penggunaan alat pelindung diri harus mengikuti
langkah-langkah yang tertuang dalam SPO

D. Referensi
E Langkahlangkah/
Prosedur

1.

Tim mutu Puksesmas melakukan perencanaan pemantauan

2.

terhadap penggunaan alat pelindung diri,


Tim mutu Puskesmas membuat instrumen penilaian

3.

pemantauan terhadap penggunaan alat pelindung diri,


Tim mutu Puskesmas merencanakan jadwal pelaksanaan

pemantauan terhadap penggunaan alat pelindung diri,


4.
Tim mutu Puskesmas melakukan pembagian tugas antar

anggota dalam melakukan pemantauan terhadap penggunaan alat


5.

pelindung diri,
Tim

mutu

Puskesmas

melaksanakan

kegiatan

pemantauan terhadap penggunaan alat pelindung diri sesuai


6.

dengan rencana pelaksanaan,


Tim mutu Puskesmas mengisi instrumen pemantauan

berdasarkan hasil pengamatan,


7.
Tim mutu Puskesmas menyimpulkan hasil pemantauan
8.

terhadap penggunaan alat pelindung diri,


Tim mutu puskesmas mendokumentasikan

hasil

pemantauan,
9.
Tim mutu puskesmas melaporkan hasil pemantauan
10.

kepada Kepala Puskesmas,


Kepala Puskesmas menerima laporan hasil pemantauan

11.

dari tim mutu Puskesmas,


Kepala Puskesmas meminta untuk mensosialisasikan

hasil pemantauan kepada petugas yang bersangkutan,


12.
Tim mutu
Puskesmas mensosialisasikan

hasil

pemantauan pada minilokakarya yang dilaksanakan setiap bulan.


F. Unit Terkait

BP Umum, KIA, Poli Gigi, IGD

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

EVALUASI TERHADAP RENTANG NILAI, HASIL


EVALUASI DAN TINDAK LANJUT
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit

:
:
:

Diberlakukan
Tgl.

Halaman

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan

A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi

Kepala Puskesmas
Kalibalangan

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006
Evauasi terhadap rentang nilai, hasil evaluasi dan tindak lanjut
pemeriksaan laboratorium yang telah diperiksa oleh petugas laboratorium
dalam kegiatan pelayanan laboratorium
Sebagai acuan penerapan langkah- langkah untuk digunakan sebagai
perencanaan, pemantauan, dan evaluasi serta pengambilan keputusan
dalam suatu tindakan untuk peningkatan pelayanan laboratorium
Sesuai kebijakan kepala puskesmas no.

E Langkahlangkah/
Prosedur

1. Petugas laboratorium membuat surat permintaan laporan kinerja pada


akhir tahun
2. Bagiaan perencanaan melakukan analisis dan evaluasi dengan rencana
kerja awal tahun
3. Pembuatan laporan hasil evaluasi :
a. Pegawai membuat laporan hasil evaluasi
b. Pimpinan mengesahkan laporan hasil evaluasi

F. Unit Terkait

Laboratorium

H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

PEMANTAPAN MUTU INTRNAL DAN


PEMANTAPAN MUTU EKSTERNAL
Nomor dokumen
Nomor revisi
Tanggal terbit
Halaman

:
:
:
:

Diberlakukan
Tgl.

Puskesmas Kalibalangan
Kecamatan Abung
Selatan
A.Pengertian
B. Tujuan
C. Kebijakan
D. Referensi

dr. Hj. Sri Haryati, M.Kes


NIP. 19730419 200501 2 006

E Langkahlangkah/
Prosedur
Bp/kia/poli gigi
F. Unit Terkait
H. Rekaman Historis:
No

Halaman

Yang dirubah

Perubahan

Diberlakukan
Tgl.