Anda di halaman 1dari 20

I.

PENDAHULUAN

Ikan

papuyu

Ikan papuyu mempunyai keistimewaan tahan hidup dalam


atau

betok

(Anabas

testudineus

Bloch)

merupakan ikan asli perairan tawar Indonesia yang hidup liar di rawarawa, sungai, danau dan genangan air lainnya seperti handil, sawah
dan saluran air. Ikan ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi terutama di
daerah Kalimatan, karena rasa dagingnya yang terbilang enak dan
gurih sehingga sangat digemari dan mempunyai harga jual yang tinggi.

kondisi perairan rawa dengan kandungan oksigen terlarut dan pH yang


rendah, tahan terhadap penyakit dan dapat hidup di air tergenang
(stagnan).

Ikan papuyu termasuk unik karena karakteristiknya yang

berbeda dibandingkan dengan ikan air tawar lainnya yaitu memiliki


kemampuan untuk mengambil oksigen langsung di udara dengan
bantuan organ labirin (labyrinth organ) yang terdapat di bagian
kepalanya. Disamping itu ikan papuyu mempunyai kemampuan untuk

Secara morfologi ikan papuyu memiliki bentuk lonjong lebih ke


belakang pipih dengan ukuran tubuh kecil, panjang hingga sekitar 25
cm, namun kebanyakan lebih kecil. Berkepala besar dan bersisik keras
kaku. Sisi atas tubuh (dorsal) gelap kehitaman agak kecoklatan atau
kehijauan. Sisi samping (lateral) kekuningan, terutama di sebelah

merayap naik dan berjalan di daratan dengan menggunakan kedua


tutup insangn yang dimekarkan dan

berfungsi

semacam kaki.

Dengan memekarkan kedua tutup insangnya ikan papuyu dapat


memanjat naik keatas pematang dan keluar dari kolam pemeliharaan,
terutama pada saat hari hujan

bawah, dengan garis-garis gelap melintang yang samar dan tak


beraturan. Sebuah bintik hitam (terkadang tak jelas kelihatan) terdapat
di ujung belakang tutup insang. Sisi belakang tutup insang bergerigi
tajam seperti duri yang dapat dimegarkan untuk merayap naik dan
berjalan di daratan.

Walaupun demikian ikan papuyu tidak dapat terlalu lama


bertahan di daratan dan harus mendapatkan air dalam beberapa jam
kemudian atau ia akan mati. Ikan ini tahan hidup dan tinggal dalam
lumpur dengan sedikit berair selama 1-2 bulan bahkan dapat bertahan
hidup di daratan tanpa air lebih dari 12 jam.

Secara sistematik ikan papuyu termasuk kedalam:


Kelas

: Actinopterygii

Ordo

: Perciformes

Famili

: Anabantidae

Genus

: Anabas

Spesies : Anabas testudineus Bloch

Ikan papuyu (Banjar) dikenal juga dengan nama ikan betok


atau ikan raja dengan nama ilmiah Anabas testudineus Bloch
dibeberapa daerah

disebutan dengan nama lain yaitu ikan puyu

(Melaya), ikan betik atau bethok (Jawa), geteh-geteh (Manado). puyupuyu (Padang), puyo-puyo (Bintan), kusang (Danau Matanua),

sedangkan dalam bahasa Inggris ikan ini mempunyai nama Climbing

I. PEMBENIHAN IKAN PAPUYU.

Gouramy atau climbing perch.


Ikan

Papuyu

termasuk

Pembenihan ikan bertujuan untuk menghasilkan benih ikan


dalam

golongan

ikan

omnivore

berkualitas dalam jumlah besar, sehingga tidak tergantung pada

(pemakan segalanya), meski cebdrung herbivore (pemakan tumbuhan)

ketersediaan

juga memakan udang renik, ikan kecil dan hewan-hewan kecil lainnya.

peningkatkan kegiatan usaha pembesaran ikan dan peningkatkan

Oleh karena itu ikan ini mudah diberikan makanan tambahan atau

pendapatan pembudidaya sekaligus menunjang peningkatan produksi

pakan buatan (pellet),

perikanan budidayanya. Selain itu untuk mendukung upaya pelestarian

Ikan papuyu menyebar luas, mulai dari India, Cina hingga Asia

benih

di

alam.

Disanping

itu

untuk

menunjang

plasma nuftah dan ketahanan pangan.

Tenggara dan Kepulauan Nusantara di sebelah barat Garis Wallace

Ikan Papuyu berkembangbiak dengan cara induk betina

Daerah penyebaran ikan Papuyu di Indonesia meliputi Sumatera, Nias,

mengeluarkan telur yang dibuahi induk jantan dengan mengeluarkan

Bintan, Sulawesi, Bangka, Sumbawa, Pati, Ambon, Jawa, Bacau,

sperma. Pembuahan terjadi diluar dengan cara tubuh induk jantan

Halmahera, Kalimantan, dan Madura.

menjepit tubuh induk betina sambil mengeluarkan telur dan sperma.


Telur

ikan

Papuyu

berbentuk

bulat

berwarna

bening

kekuningan dengan sifat mengapung di air. 1 ekor induk papuyu dapat


memproduksi telur sebanyak 13.000 15.000 tergantung berat dari
ikan.

Ikan Papuyu memijah sepanjang musim penghujan dan pada

saat musimnya mampu memijah 2 3 kali dengan jumlah telur


(fekunditas) 5.000 15.000 butir/nduk
Pembenihan ikan papuyu diawali dari seleksi induk-induk ikan
yang diperoleh dari hasil tangkapan di alam dan dipelihara di kolam
agar terbiasa hidup dalam lingkungan terbatas dan terbiasa makan
pakan tambahan yang berupa pellet. Induk-induk papuyu dipelihara
secara intensif dan terpisah antara jantan dan betina agar dapat

matang gonad secara alami dan

selanjutnya dapat dilakukan

2. Jantan :

Tubuh ramping dan panjang,

Ada beberapa tahapan yang harus dilakukan dalam kegiatan

Warna badan agak cerah,

pemijahan papuyu yaitu seleksi induk siap pijah, anestesi, penyuntikan

Sirip punggung lebih panjang,

induk, ovulasi, hingga penetasan telur.

Bagian bawah perut rata,

A. SELEKSI INDUK.

Jika perut diurut akan keluar cairan sperma berwarna putih

pemijahan.

Induk ikan papuyu sebaiknya dari hasil domestikasi yang


dipelihara terpisah antara jantan dan betina dalam kolam permanen 1 x
1,5 x1 m dengan ketinggian air 0,5 m dan kepadatan ikan 100 - 150
ekor/bak.
Setiap hari induk diberi pakan pelet 3 - 5% dari berat total populasi
ikan dengan frekuensi pemberian 1 kali pada pagi hari. Setiap bulan
sekali dilakukan pergantian air sebanyak 100 % dan pengamatan

susu.
3. Beberapa persyaratan induk
Ukuran induk betina yang ideal diatas 90 gram dan jantan
diatas 30 gram
Badan

terlihat

segar

(tidak

Umur induk lebih dari 10 bulan,

(Oktober ? April) induk ikan papuyu betina mencapai kematangan gonad

Pertumbuhannya cepat.

Ciri-ciri induk papuyu jantan dan betina betina serta


persyaratan induk adalah sebahai berikut :
1. Betina

Tubuh gemuk dan lebar kesamping,

Warna badan agak gelap,

Sirip punggung lebih pendek,

Bagian bawah perut agak melengkung,

Jika matang gonad pada bagian perut diurut akan keluar telur,

Alat kelamin berwarna kemerah-merahan.

dan

gerakannva

lincahMampu menghasilkan telur dalam jumlah cukup banyak,

kematangan induk yang siap dipijahkan. Selama musim penghujan

atau dapat dipijahkan kembali 2 bulan setelah induk tersebut dipijahkan.

cacat)

B. Penyuntikan

C. Penetasan Telur Dan Pemeliharaan Larva

Pemijahan ikan papuyu dilakukan secara semi buatan, induced

Penetasan telur ikan papuyu dilakukan dalam akuarium

spawning. Caranya, siapkan akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar

pemijahan, yaitu dengan menangkap induk-induk yang telah

50 cm dan tinggi 45 cm; keringkan selama 3 hari; isi air setinggi 30

memijah, kemudian dipindahkan ke kolam pematangan gonad.

cm; hidupkan dua titik aerasi dan biarkan hidup

Penyuntikan terhadap induk ikan jantan dan betina dilakukan


secara

bersamaan.

Suntik

secara

intramuscular

pada

otot

punggung 2 ekor induk betina dan 8 ekor induk jantan pada sore
hari dengan hormon ovaprim sebanyak 0,4 - 0,5 ml/kg dan
masukan ke dalam satu akuarium. Perbandingan antara jantan dan
betina 3 : 1 atau 4 : 1. ( 3 atau 4 jantan dan 1 betina). Pemijahan
akan terjadi pada tengah malam hingga pagi hari dan telur-telur
akan menempel pada dinding akuarium.

Telur ikan papuyu akan menetas antara 20 24 jam pada

atau puyuh dan biarkan selama 4 5 hari; pasang 4 10 buah

suhu 29 30oC,. Larva ikan Papuyu berukuran panjang < 1 mm

hapa ukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 80 cm dengan tiang-

berwarna bening dengan bintik mata hitam. Pada umur 1 hari larva

tiang bambu; masukan 2.000 ekor larva; beri pakan tambahan

akan diam mengapung di permukaan air atau menempel pada

berupa pelet halus. Pemeliharaan ini dilakukan selama seminggu.

substrat, setelah umur 1 hari larva mulai berenang aktif

Pada saat itu, larva sudah berukuran 0,5 cm.

Larva tersebut dipelihara selama 3 hari hingga kuat untuk


berenang. Selama di akuarium itu diberi pakan tambahan berupa
naupli artemia secukupnya atau secara adlibitum. Setiap ekor induk
betina bisa menghasilkan larva sebanyak 13.500 ekor.

E. Pendederan II
Pendederan II dilakukan di kolam berukuran 200 m 2,
keringkan selama 4 6 hari; isi air setinggi 40 60 cm; tebarkan 4
karung kotoran ayam atau puyuh dan biarkan selama 4 5 hari;
tebar benih yang berasal dari pendederan I (hapa) dengan
kepadatan 200 300 ekor/m2; beri pakan tambahan berupa pelet
D. Pendederan I

halus sebanyak 500 gram/hari diawal pemeliharaan, 750 gram

Pendederan I dilakukan dalam hapa yang dipasang di kolam.

pada minggu kedua, 1.000 gram pada minggu ketiga atau sesuai

Siapkan sebuah kolam berukuran 200 m 2, keringkan selama 46

dengan kebutuhan. Pendederan berlangsung selama 30 har dan

hari; isi air setinggi 4060 cm; tebarkan 4 karung kotoran ayam

benih papuyu mencapai 1 3 cm.

II. PEMBESARAN IKAN PAPUYU


Secara klimatologis ikan papuyu tidak membutuhkan
kondisi iklim dan geografis yang spesifik. Ketinggian tempat budidaya
ikan ini dapat berada di dataran rendah sampai dataran tinggi. Begitu
pula dengan kelembaban dan curah hujan tidak ada batasan yang
spesifik.

Pada prinsipnya kondisi perairan untuk budidaya papuyu

adalah air harus bersih dan kaya akan oksigen terutama untuk benih
yang masih kecil. Lokasi yang cocok untuk budidaya ikan papuyu
antara lain di daerah pinggiran aliran sungai, rawa-rawa dan danau.
F. Pendederan III
Pendederan III dilakukan di kolam lain dengan perlakuan

A. LOKASI DAN WADAH PEMELIHARAAN


1. Kolam

sama dengan pendederan II. Pendederan ini dilakukan selama

Kolam merupakan salah satu tempat yang ideal untuk

sebulan dan benih sudah mencapai ukuran 3 5 cm. Benih hasil

pembesaran ikan papuyu, kerena dapat dibuat dengan ukuran

pendederan III selajutnya dipelihara di kolam atau wadah budidaya

yang cukup

ikan lainnya untuk pembesarannya.

bebas. Bentuk kolam sebaiknya empat persegi panjang atau segi

luas sehingga menyerupai habitat aslinya di alam

empat, agar mudah dalam pengelolaaannya

Beberapa tahapan yang dilakukan dalam pembesaran ikan


papuyu di kolam adalah sebagai berikut :

benih ikan dapat ditebar.

a. Persiapan Kolam

b. Pengendalian Hama dan Penyakit

Siapkan beberapa petakan kolam masing-masing berukuran


Keringkan tanah dasar kolam selama 2 minggu atau
hingga tanah dasar kolam telihat retak - retak. atau kadar air

adalah

organisme

yang

dapat

menimbulkan

langsung.

Untuk

menanggulangi

serangan

hama

lebih

ditekankan pada system pengendalian hama terpadu, yaitu


pemberantasan hama yang berasil, tetapi tidak mengakibatkan

tanah 20%.
Lakukan perbaikan pematang dan pintu air masuk maupun
keluar, agar terhindar dari kebocoran saat kolam diisi air.
Lakukan pengapuran dengan dosis 25-30 gramCaO/m atau

kerusakan ekosistem. Apabila masih ada cara pengendalian


yang ramah lingkungan, maka tidak perlu menggunakan obatobatan (pestisida anorganik). Penanggulangan hama secara
mekanis dapat dilakukan pada saat persiapan kolam. Tindakan

75 gram CaCO3/m.
Berikan pupuk kandang 500-1.000 gram/m. Untuk perbaikan
pupuk

Hama

ganguan pada ikan budidaya secara langsung maupun tidak

200 m atau lebih,

kualitas

cm dan dibiarkan (didiamkan) selama 2 minggu, selanjutnya

kandang

dapat

dilakukan

dengan

menambahkan dedak 10% dan EM4 secukupnya. Setelah


pupuk ditebar di dasar kolam, air dimasukkan setinggi 10 cm.
Setelah 3 5 berikutnya tebarkan pupuk anorganik yaitu
Urea sebayak 5 gr/m dan SP36 sebanyak 10 gr/m.
Pemupukan bertujuan untuk menumbuhkan pakan alami
baik berupa phyto maupn zooplankton serta jasad renik
lainnya.
Setelah 3 hari berikutnya, air dalam kolam dinaikkan secara
bertahap sebanyak 30% (tiga kali) hingga ketingian 60-80

pencegahan

seperti persiapan

kolam

dengan

perlakuan

pengeringan tanah dasar kolam yang sempurna, pengolahan


tanah yang baik, pengapuran, perbaikan pematang, dan
pemasangan saringan alr di pintu air.
Cara ini merupakan tindakan pencegahan (preventif) yang
lebih menguntungkan karena tidak menimbulkan dampak buruk
pada lingkungan, mudah dan murah pelaksanaannya dan
memberikan pengaruh yang cukup lama.
Ikan

pemeliharaan

yang

terluka

akibat

terserang

pemangsa akan mudah stres, dan bagian yang memar atau


terluka merupakan media yang potensial terjadinya serangan
penyakit infeksi.

Penyakit ikan pada prinsifnya menyerang ikan budidaya


tidak datang begitu saja, melainkan melalui proses hubungan

Jarang ditemuhan hama dan lebih mudah pengendalian


penyakit

antara tiga faktor, yaitu kondisi lingkungan (kondisi air dalam

Mortalitas lebih rendah.

kolam), kondisi inang (ikan peliharaan), dan adanya jasad

Panen lebih mudah

pathogen (jasad penyakit). Timbulnya serangan penyakit

Kolam terpal mempunyiai kelemahan kolam antara lain :

merupakan hasil interaksi yang tidak serasi antara lingkungan,

Rawan bocor

ikan, dan jasad/ organisme penyakit. Interaksi yang tidak serasi

Tidak tahan lama

ini menyebabkan stress pada ikan, sehingga mekanisme

Miskin akan ion dan mineral tanah

pertahanan diri yang dimilikinya ikan menjadi lemah dan

Air lebih cepat bau

akhirnya mudah diserang penyakit.


Kolam terpal dilihat dari peletakannya dapat dikategori
2. Kolam Terpal

dalam 3 (tiga) model yaitu :

Kolam terpal mempunyai keunggulan antara lain :


Lebih fleksibel, dimana penggunaan kolam terpal dapat di
integrasikan

dengan

kegiatan

lain,

seperti

beternak,

pertanian maupun perkebunan dan juga dapat ditempatkan


disekitar rumah/pekarangan
Praktis, mudah dibuat dan hemat biaya

a. Kolam Terpal Diatas tanah


Beberapa tahapan yang perlu diperhatikan

dalam

pembuatan kolam terpal jenis ini antara lain :


- Persiapkan peralatan pertukangan, seperti gergaji, palu,
ketam, paku dan golok dan lainnya.
- Pastikan tempat/lokasi pembuatan kolam terpal mudah

Persiapan kolam dapat dilakukan dengan mudah dan cepat.

dijangkau dan dekat sumber air, atau setidaknya air

Dapat dibuat di lahan sempit dan kering serta poros

dapat dialirkan ke kolam melalui bantuan selang air.

Tidak memerlukan banyak air/hemat air

- Lakukan pembersihan lahan atau tempat yang akan

Pengawasan lebih mudah dan intensif

digunakan agar bersih dari rumput, benda-benda tajam,

Kuantitas dan kualitas mudah dikontrol

batu dan pepohonan yang terlalu rimbun yang dapat

Padat penebaran lebih tinggi

mengganggu masuknya sinar matahari.

- Buat lay out sesuai ukuran kolam yang akan dibuat

bibir kolam atas, terpal bisa dijepit dengan papan atau

(disesuaikan ukuran terpal), dengan menggunakan

bilah bambu agar terlihat rapi dan posisi terpal stabil.

benang atau sejenisnya. Apabila akan membuat lebih

- Untuk pelimpasan air lubangi terpal dibagian atas ( 25

dari satu kolam, perhatikan jarak antar kolam.

cm dibawah sisi atas terpal) dengan bentuk silang atau

- Pasang patok atau tonggak utama dari balok kayu atau


bambu di setiap sudut.

Untuk memperkuat kolam,

tambahkan beberapa patok di setiap sisi dengan jarak


per 1 meter.

bintang agar dapat dibuat sambungan menggunakan


knee atau sambungan paralon.
- Isi kolam terpal yang sudah jadi dengan air kurang lebih
1/3 bagian, dan

periksa apakah ada yang bocor di

- Lakukan pemotongan kayu kaso atau bambu sesuai

bagian dasar atau dinding bawah kolam. Perbaiki dan

ukuran kolam untuk membentuk rangka. Gunakan paku

lakukan penambalan bila terjadi kebocoran. Lanjutkan

untuk menyambung bahan membentuk kerangka. Posisi

pengisian dengan air sambil terus diperiksa dan diamati,

lantai dibuat miring ke salah satu sisi, agar mudah untuk

baik kebocoran maupun kekuatan kolam terhadap

menguras dan membersihkan air kolam.

tekanan air.

- Gunakan papan kayu atau potongan bilah bambu untuk


disusun membentuk dinding dan lantai.

Usahakan

papan atau bilah bambu permukaannya halus, hal ini


untuk mencegah terpal rusak atau sobek karena
permukaan dinding atau lantai kasar atau tajam.
- Letakkan paralon beserta knee secara horisontal pada
sisi kolam terendah untuk pembuangan air.
- Lakukan pemasangan terpal dengan baik, hati-hati dan
rapi serta cukup rapat ke permukaan dinding dan lantai.
Bagian sudutnya kemudian dilipat dengan rapi. Pada

- Selanjutnya kolam terpal didiamkan hingga 7 hari, dan


selanjutnya dapat ditebar benih ikan.

b. Kolam Terpal Didalam Tanah


Kolam terpal dalam tanah dibuat dengan cara menggali
tanah berbentuk persegi panjang seperti akan membuat
kolam tanah. Panjang dan lebar galian tanah disesuaikan
dengan ukuran terpal yang diinginkan dan kedalamannya
70 cm. Misalnya ukuran terpal yang akan dipakai 8 x 12
meter, maka tanah yang harus digali berukuran 6 x 10 x 0,7
meter.

Sesudah tanah digali ratakan dan padatkan

permukaan dasar galian dan jauhkan kerikil, bebatuan serta


benda keras lainnya guna menghindari kebocoran saat

c. Kolam terpal diatas dan dibawah tanah

Tanah bekas galian dimasukkan dalam

Kolam terpal model ini adalah kolam terpal yang dibuat

karung dan diletakan dipinggi galian untuk dijadikan tanggul

sebagian posisinya berada didalam tanah dan sebagian berada

dengan ketinggian 30 cm. Kemudian terpal dimasukkan

diatas tanah.

dalam galian tanah yang telah dibuat dan pada bagian sudut

berbentuk persegi panjang.

terpal dilipat sedemikian rupa sehingga air tidak merembes

disesuaikan dengan ukuran terpal yang diinginkan sedangkan

keluar pada saat diisi air. Pada bagian sisi-sisi atas terpal

kedalamannya 50 cm.

diikatkan pada tonggak sedemikian rupa sehingga posisi

dipakai 8 x 12 meter, maka tanah yang harus digali berukuran 6

terpal rapi, stabi, dan tidak mudah bergeser.

x 10 x 0,5 meter.

kolam diisi air.

Selanjutnya

Kolam dibuat dengan cara menggali tanah


Panjang dan lebar galian tanah

Misa;nya ukuran terpal yang akan

Tanah hasil galian diletakan di sekeliling

kolam terpal diisi air sambil terus diperiksa dan diamati, baik

pinggir lubang galian bagian atas dan dipadatkan

yang

kebocoran maupun kekuatan kolam terhadap tekanan air.

berfungsi sebagai pematang dengan ketinggian 50 cm.

Kolam terpal didiamkan hingga 7 hari, dan selanjutnya dapat

Setelah tanah digali, ratakan dan padatkan permukaan dasar

ditebar benih ikan. Kelebihan dari kolam terpal jenis ini

galian dan jauhkan dari kerikil, bebatuan serta benda keras

adalah suhu air di dalam kolam dapat lebih stabil terhadap

lainnya atau diberi sekam atau pasir halus dengan ketebalan

pengaruh suhu udara.

10 cm, guna menghindari kebocoran pada saat kolam diisi air.

Lakukan pemasangan terpal dengan cara memasukan terpal


kedalam lubang galian, pemasangan agar dilakukan dengan

3. Karamba
Karamba umumnya terbuat dari bahan kayu ulin dengan

baik, hati-hati dan rapi serta cukup rapat terutama pada bagian

rancang bangun

sudutnya dilipat dan pada sisi kolam bagian atas, terpal dijepit

panjang. Dinding maupun lantai karamba terdiri dari kisi-kisi

dengan papan atau bilah bambu agar terlihat rapi dan stabil.

kayu ulin dengan jarak antara 1,5 2 cm tergantung ukuran

Untuk pelimpasan air lubangi terpal dibagian atas ( 25 cm

benih yang akan ditebar.

dibawah sisi atas terpal) dengan bentuk silang atau bintang

(dua) jenis karamba yaitu karamba terapung dan karamba

agar dapat dibuat sambungan menggunakan knee atau

tancap.

sambungan paralon.

Isi kolam terpal yang sudah jadi dengan

air kurang lebih 1/3 bagian, dan

periksa apakah ada yang

berbentuk segi empat atau empat persegi

Di Kalimantan Selatan terdapat 2

Karamba terapung umumnya berukuran 2 x 3 meter


dengan ketinggian 1 meter atau lebih.

Karamba

diletakan

bocor di bagian dasar atau dinding bawah kolam. Perbaiki dan

diparairan dengan posisi terapung yaitu 3/4 bagian karamba

lakukan

Lanjutkan

berada di dalam air dan selebihnya diatas air.. Agar posisi

pengisian dengan air sambil terus diperiksa dan diamati, baik

karamba selalu terapung dipergunakan alat batu pelampung

kebocoran maupun kekuatan kolam terhadap tekanan air.

yang terbuar dari bahan bambu atau drum bekas yang dirakit

Selanjutnya kolam terpal didiamkan hingga 7 hari, dan

sedemikian rupa.

selanjutnya dapat ditebar benih ikan.

pancang yang kuat dan kokoh agar tidak hanyut terbawa arus,

penambalan

bila

terjadi

kebocoran.

Karamba-karamba diikatkan pada tiang

terutama pada saat hujan deras.

Karamba tancap biasanya terbuat dari bahan kayu ulin


dengan ukuran 4 x 4 meter dan tinggi 2 - 3 m. Kisi-kisi diding
karamba bagian bawah tertancap di dasar perairan. Dasar
karanba dapat berupa tanah dasar perairan yang berada di
dalam karamba atau dibuat lantai sebagai dasar karamba.
Pada bagian atas karamba terapung maupun tancap
dibuatkan pintu dengan ukuran secukup orang dewasa masuk
ke dalam karamba guna memudahkan pengelolaan karamba,
seperti penebaran benih, pemberian pakan, panen dan lainnya.
5. Fishpen.
4. Jaring Tancap.

Lokasi untuk membangun fihspen adalah pinggir perairan

Pembesaran ikan papuyu dapat juga dilakukan dalam

atau rawa-rawa yang memiliki kedalaman 1 - 1,5 m. Siapkan

jaring tancap. Jaring tancap adalah jarring yang dibuat seperti

sejumlah bilah (reng) bambu atau bilah kayu ulin, balok ulin

hapa dengan ukuran yang lebuh besar dan dipasang dipinggi

atau galam. paku dan peralatan pertukangan lainnya.

perairan. Caranya, pilih lokasi di pinggir perairan atau rawa-

Tancapkan balok-balok kayu sekokoh mungkin sebagai

rawa yang memiliki kedalaman 1 1,5 m; siapkan sejumlah

tiang dengan jarak 1 meter ke dasar perairan

jaring berukuran panjang 4 m, lebar 3 m dan tinggi 1 m dengan

membentuk bangun segi empat atau empat persegi panjang

ukuran mata jaring 0,5 cm.

Jaring dipasang dengan cara

dengan ukuran sesuai yang diinginkan. Hubungkan masing-

mengikatkan pada tiang-tiang yang telah dipancang terlebih

masing tiang dengan 3 (tiga) balok kayu bagian atas, tengah

dahulu sesuai ukuran jarring tancap yang diinginkan. Tiang

dan bawah hingga membentuk bangun yang kokoh. Pasang

pancang berupa kayu yang tahan air (ulin)

ditancapkan di

bilah bambu atau ulin dengan cara menancapkan ujung bilah

dasar perairan sekokoh mungkin dengan jarak antar tiang

bagian bawah ke dasar perairan dan bagian lain diikat dengan

pancang 1 m . Selanjutnya benih Ikan yang akan dipelihara

tali kawat atau dipaku pada kerangkan fishpen. Fishpen

dapat di tebarkan pada pagi atau sore hari.

sebaiknya dibangun pada saat musim kemarau sehingga lebih

hingga

mudah dalam penggunaan paku dan lebih kokoh. Tinggi

Penebaran benih ikan dilakukan pada sore atau pagi hari

fishpen disesuaikan, yaitu 30 cm diatas pemukaan air pada

saat suhu udara relatif rendah, guna meminimalisir kemungkinan

saat musim penghuja

stress pada benih ikan papuyu sebaiknya berasal dari hasil


domestikasi, yang sudah terbiasa dengan pemberian pakan yang
berupa pellet.

B. Penebaran Benih.
Dalam budidaya ikan termasuk

ikan papuyu harus

memperhatikan mutu benih yang akan ditebar, karena nutu benih


berhubungan

erat

dengan

laju

pertumbuhan

dan

tingkat

kelangsungan hidup selama masa pemeliharaan.


Padat penebaran untuk pembesaran ikan papuyu di kolan
(Kolam tanah, beton maupun terpal) sebanyak 100 - 300 ekor/m
untuk ukuran benih 5 8 cm dan 400 ekor/m untuk benih
berukuran 3 5 cm.
Padat penebaran pembesaran ikan papuyu di karamba sebanyak
300 - 400 ekor/m dan jaring tancap sebanyak 50 100 ekor/m2 dengan
ukuran benih 5 8 cm.

IV. PEMELIHARAAN DAN PEMBERIAN PAKAN

Ikan papuyu yang dipelihara dalami jaring tancap dan

diberi

Ikan papuyu bersifat ornnivora (pemakan segalanya) meskipun

pakan tambahan berupa pelet sebanyak 5% dari bobot biomassanya

cendrung bersifat herbivore (pemakan tumbuhan). Ikan papuyu

dengan frekwensi pemberian 4 kali/hari dan dipelihara selama 6 bulan

memakan udang renik, serangga air dan ikan-ikan kecil. Ikan ini agak

dapat mencapai ukuran 65 75 gram/ekor. Ikan papuyu dapat diberi

sulit untuk diberi makan pakan buatan (pellet)

pakan tambahan berupa sisa-sisa dapur atau ikan rucah yang dipotong

sehingga perlu

kecil-kecil sesuai ukuran mulut ikan.

dibiasakan sejak masih benih.


Kecepatan pertumbuhan ikan sangat tergantung kepada jumlah

Dalam usaha pembesaran ikan papuyu di kolam, karamba

makanan yang diberikan, ruang, suhu, kedalaman air, kandungan

maupun jaring tancap sebaiknya dilakukan seleksi setelah masa

oksigen dalam air, dan parameter kualitas air lainnya. Makanan yang

pemeliharaan sekitar 2 bulan dan dua bulan berikutnya hingga panen.

didapat

Ikan-ikan

oleh

ikan

terutama

di

manfaatkan

untuk

pergerakan,

yang

berukuran

lebih

besar

dipindahkan

ke

wadah

memulihkan organ tubuh yang rusak, setelah itu kelebihan makanan

pemeliharaan lain agar ikan-ikan yang masih kecil tidak kalah dalam

yang didapatkan digunakan untuk pertumbuhan. Pertumbuhan ikan

persaingan makanan. Dengan cara ini akan diperoleh hasil panen ikan

Papuyu di alam dapat mencapai ukuran >200 gram per ekor dalam 1

dengan ukuran lebih besar dan seragam.

tahun, sedangkan pertumbuhan dalam lingkungan budidaya (kolam,


fishpen dan jaring tancap) mencapai kisaran 70 - 100 gram per ekor
selama 1 tahun
Ikan papuyu yang dipelihara di kolam maupun karamba dan
jarring tancap diberi pakan tambahan berupa pelet sebanyak 3 5%
bobot biomassa ikan dengan frekwensi pemberian 2 - 3 kali/hari pada
pagi, siang dan sore hari.
Ikan papuyu yang dipelihara

di kolam selama 5 - 6 bulan

dengan padat penebaran 50 ekor/m dan diberi pakan pellet sebanyak


5%/hari dapat mencapai ukuran

70 85 gram/ekor atau 12 15

ekor/kg dengan tingkat kelangsungan hidup 80%.

V. PENEN
Panen ikan papuyu dapat dilakukan secara selektif maupun
panen total.

Panen selektif

pengairannya

dapat

dikelola

pengeringan kolam dan

ikan yang dipelihara di kolam yang


dengan

baik

dilakukan

dengan

ikan-ikan yang telah mencapai ukuran

konsumsi ditangkap, sedangkan ikan-ikan yang berrukuran lebih kecil


dipelihara kembali.

Apabila ukuran ikan yang dipanen secara

keseluruhan telah mencapai ukuran konsumsi sebaiknya dilakukan


panen total.
Panen ikan papuyu yang dipelihara di kolam yang pengairannya
sulit atau tidak dapat dikeringkan seperti kolam rawa, maka panen
dapat dilakukan dengan menggunakan alat batu jarring yang ditarik dari
salah satu sisi kolam ke sisi lainnya sehingga ruang gerak ikan semakin
sempit.

Selanjutnya ikan ditangkap dengan serok dan yang telah

mencapai ukuran konsumsi ditampung dalam wadah tersendiri


sedangkan yang masiih kecil dilepas untuk dipelihara kembali.
Cara panen ikan papuyu

yang dipelihara di karamba adalah

dengan mengunakan serok ikan-ikan ditangkap kemudian yang


berukuran konsumsi dimasukan dalam wadah tertentu dan yang masih
kecil dipelihara kembali
Panen ikan papuyu agar dilakukan dengan hati-hati guna
menjaga kualitas ikan yang dipasarkan.

2. Biaya Operasional

VI. ANALISA USAHA

a. Biaya Tetap

A. Analisa Usaha Pembenihan Ikan Papuyu


Perhitungan analisa usaha pembenihan ikan papuyu ini
diharapkan dapat membantu pelaku utama dan pelaku usaha untuk
membuat rencana usaha sekaligus mendorong
tumbuh dan
berkembangnya budidaya ikan papuyu di Kalimantan Selatan
Khususnya.
1. Biaya Investasi
Rp.

Alat suntik, 2 buah @ Rp. 3500,-

Rp. .

Serok kecil, 2 buah @ Rp. 7.500,-

Rp.

15.000,-

Serok besar, 2 buah @ Rp. 20.000,-

Rp.

30.000,-

Baskom plastic, 2 buah @ Rp. 100.000,-

Rp.

200.000,-

Termometer 1 buah

Rp.

150.000,-

pH meter, 1 buah

Rp.

750.000,-

Blower, 1 buah

Rp.

750.000,-

Infilter 1 buah

Rp.

500.000,-

Aki

Rp.

450.000,-

Induk ikan papuyu jantan 6 Kkg @


Rp.100.000, Lain-lain

Bunga investasi 18%tahun

Sewa kolam luas 200 m2


4 buah @ Rp.750.000,Tenaga kerja,
2 org x 12 bln x Rp.1.500.000

Akuarium (60x40x45 cm)


20 buah @ Rp. 250.000,-

Induk ikan papuyu betina, 3 kg


@ Rp. 100.000

Penyusutan Peralatan 10%/tahun

1.701.360,-

Rp.

3.000.000,-

Rp. 36.000.000,Rp.

945.200,-

Jumlah (a) Rp. 41.646.560,-

5.000.000,7.000,-

Rp.

b. Biaya Variabel (biaya tidak tetap)

Ovaprim 1 Botol

Rp.

250.000,-

Artemia 3 Kaleng @ Rp.300.000,-

Rp.

900.000,-

Pupuk kandang 360 kg @ Rp.500,-

Rp.

180.000,-

Kapur 180 Kg @ Rp.500,-

Rp.

90.000,-

Pakan (pellet), 600 kg x Rp. 9.000,-

Rp.

540.000,-

Lain-lain

Rp.

. 300.000,-

Jumlah (b) Rp.

2.260.000,-

Jumlah Biaya Operasional (a + b) Rp. 43.906.560,3. Rugi-Laba = Pendapatan Biayaoperasional

Rp,

300.000,-

Pendapatan setahun (4siklus)


- Peroduksi benih ukuran 5 8 cm dalam 1 siklus =

RP.
Rp.

600.000,500.000,-

Jumlah Rp.

9.452.000,-

30 ekor induk betina x15.000 larva = 450.000 ekor larva


- Mortalitas benih hingga ukuran 5-8 cm sebanyak 80% =

80% x 450.000 ekor larva = 360.000 ekor larva

BEP (Harga)

- Produksi benih/siklus = 450.000 ekor 360.000 ekor


= 90.000 ekor
- Total Produksi benih setahun (4 siklus) = 4 x 90.000 ekor
= 320.000 ekor
- Total Pendapatan setahun (harga jual benih Rp.200,-/ekor)
= 320.000 ekor x Rp.200,- = Rp. 64.000.000, Keuntungan bersih dalam setahun =
Rp.64.000.000,- - Rp.43.906.560,- = Rp.20.093.440,-

= Rp. 43.906.560,- : 320.000 = Rp.137,Jadi usaha pembenihan ikan papuyu akan mengalami titik impas
(BEP) pada saat menghasilkan benih sebanyak

219.533 ekor

dengan harga jual Rp.137,-/ekor.


6. PBP (Pay Back Period) adalah suatu indikator yang dinyatakan
dalam ukuran waktu yaitu berapa lama waktu yang diperlukan
untuk mengembalikan modal investasi yang dikeluarkan. Semakin
cepat dalam pengembalian biaya investasi, semakin baik kegiatan
usaha yang dikakukan karena semakin lancar dalam perputaran

4. B/C Ratio,
B/C Ratio merupakan alat analisa untuk mengukur tingkat

modal.

keuntungan teknologi baru di dalam proses produksi usaha

PBP= Investasi : (Keuntungan + Penyusutan) x 1 tahun

pembenihan ikan.
B/C ratio = Total Pendapatan : Total Biaya Operasional

=Rp. 9.452.000,- : (Rp.20.093.440,- + Rp.945.200,-) x 1 tahun


= 9.452.000 : 21.038.640

= Rp.64.000.000,- : Rp. 43.906.560,-

= 0,5 tahun

= 1,46

= 6 bulan.

Analisa B/C ratio lebih besar dari 1 (satu) berarti usaha yang
dilaksanakan

layak untuk dikerjakan. Jika nilai B/C ratio yang

diperoleh sama dengan 1 (satu), berarti titik impas (cash in flows


sama dengan cash out flows), maka diperlukan pembenahan. dan
jika lebih kecil dari 1 (satu) berarti tidak layak untuk dikerjakan.
5.

= Total Biaya Operasional : Total Produksi

Break Even Point (BEP)


BEP (Produksi)=Total Biaya Operasional : Harga Penjualan
= Rp. 43.906.560,- : Rp. 200,- = 219.533 ekor

Artinya modal investasi usaha yang digunakan akan kembali


dalam jangka waktu 6 bulan. Dalam perhitungan ini mortalitas
sejak larva hingga mencapai benih ukuran 5-8 cm cukup tinggi,
dan dengan sentuhan teknologi yang lebih baik tingkat mortalitas
dapat ditekan serendah mungkin.

b. Biaya Variabel (Biaya Tidak Tetap

B. Analisa Usaha Pembesaran Ikan Papuyu

Benih ikan papuyu ukuran 3-5 cm


40.000 ekor x Rp.300,-

Rp.

12.000.000,-

gambaran peluang usaha pembesaran ikan papuyu yang masih terbuka

Pupuk kandang 400 kg x Rp.500

Rp.

200.000,-

luas dan mempunyai prospek cukup baik apabila dilakukan dengan

Kapur 200 Kg x Rp.500,-

Rp.

100.000,-

Pakan (pellet) 2.400 kg x Rp.9.000

Rp.

21.600.000,-

Obat-obatan

Rp.

250.000,-

Lain-lain

Rp.

300.000,-

Jumlah (b) = Rp.

38.450.000,-

Biaya Operasional (Jumlah a + Jumlah b) = Rp.

40.228.500,-

Perhitungan analisa usaha ini dimaksudkan untuk memberikan

sungguh-sungguh dan dalam skala yang lebih besar.


1. Biaya Investasi
Sewa kolam luas 200 m2
4 buah @ Rp.750.000,-

Rp.

3.000.000,-

Rp.
Rp.
Rp.
Rp.
Rp.

36.000.000,-

Jumlah Rp.

470.000,-

Total Investari Rp.

39.470.000,-

Tenaga kerja,
2 org x 12 bln x Rp.1.500.000
Peraltan
- Serok 2 buah x Rp. 10.000,- Baskom plastik 2 bh x Rp.75.000,- Ember plastik 2 buah x Rp.25.000,
- Lain-lain

3,
20.000,150.000,50.000,250.000,-

Rugi-Laba = Total Pendapatan Biaya operasional


Total Pendapatan setahun
Peroduksi ikan 1 siklus, padat tebar 40.000 ekor, mortalitas 20%,
dan panen ukuran 20 ekor/kg
- Mortalitas 20% = 20% x 40.000 ekor = 8.000 ekor
- Produksi ikan

2. Biaya Operasional/siklus

= 40.000 ekor 8.000 ekor = 32.000 ekor

- Panen ikan ukuran 20 ekor/kg = 32.000 ekor : 20 = 1.600 kg


- Produksi ikan setahun = 1.600 kg x 2 siklus = 3.200 kg

a.Biaya Tetap

- Harga jual ikan Rp.35.000/kg = 3.200 kg x Rp.35.000,-

Bunga Investasi 18%/tahun = 9%/siklus


= 9% x Rp.39.470.000, Penyusutan peralatan 10%/tahun
5%/siklus = 5% x Rp 470.000
Jumlah (a) =

= Rp. Rp.112.000.000

Rp.

. 1.776.150,-

Rp.

2.350,-

Rp.

1.778.500,-

Keuntungan bersih setahun =


Total pendapatan - Biaya operasional setahun
= (Rp 112.000.000,- - Rp. 80.457.000,-) x 2 siklus
= Rp.31.543.000,-

4.

B/C Ratio.

diperlukan

untuk mengembalikan modal investasi yang

B/C Ratio merupakan alat analisa untuk mengukur tingkat

dikeluarkan. Semakin cepat dalam pengembalian biaya

keuntungan dalam proses produksi.

investasi, semakin baik usaha yang dikakukan karena semakin


lancar dalam perputaran modal.

B/C ratio = Total Pendapatan : Biaya Operasional


PBP = Investasi : (Keuntungan + Penyusutan x 1 tahun)

= Rp.112.000.000,- : Rp.80.457.000,- = 1,39


Analisa B/C ratio lebih besar dari 1 (satu) berarti usaha yang

=Rp.39.470.000:(Rp.31.543.000+Rp.940.000) x 1 th.

dilaksanakan layak untuk dikerjakan. Jika nilai B/C ratio yang

= Rp.39.470.000 : Rp.32.483.000 x 1 th = 1,23 th.

diperoleh sama dengan 1 (satu), berarti titik impas (cash in

Artinya modal investasi usaha yang digunakan akan kembali

flows sama dengan cash out flows), maka diperlukan

dalam jangka waktu 1,23 tahun ( 14,8 bulan).

pembenahan. dan jika lebih kecil dari 1 (satu) berarti tidak


Dalam perhitungan analisa usaha diatas

layak untuk dikerjakan

ditebar
5.

Break Even Point (BEP)

3 - 5 cm dengan harga Rp.300,-/ekor, mortalitas benih

20%, produksi ikan 20 ekor/kg dengan harga jual Rp.35.000/kg.

BEP (Produksi) = Biaya Operasional:Harga Penjualan

Apabila penjualah hasil produksi ikan dibedakan menurut ukuran

= Rp.40.228.500,- : Rp. 35.000,- = 1.149,39 kg


BEP (Harga)

ikan maka pendapatan akan lebih besar,

20% dapat mencapai ukuran 10 - 15 ekor/kg dengan harga jual

= Rp. 40.228.500,- : 1.600 = Rp.25.142,81,-

mencapai Rp.50.000,- Rp.70.000,-/kg.


Jadi. pembesaran ikan papuyu akan mengalami titik impas

dengan harga Rp.25.142,81,6.

Pay Back Period (PBP) adalah suatu indikator yang


dinyatakan dalam ukuran waktu yaitu berapa lama waktu yang

Pengalaman

pembudidaya ikan, hasil panen dalam pembesaran ikan papuyu

= Biaya Operasional : Total Produksi

(BEP) pada saat produksi yang dicapai sebanyak 1.149,39 kg

ukuran benih yang

..