Anda di halaman 1dari 4

NAMA :

1) ANNISYA NUR AINI (08)


2) DIAH PUTRI ROSYIANTI (13)

NASKAH PEMBAWA ACARA


Selamat sore pemirsa. Reportase Sore kembali menemani
anda dengan berita-berita terbaru, terhangat, dan teraktual
bersama saya Bintang Ayu, Senin, 7 November 2011.
Kematian satwa koleksi Kebun Binatang Surabaya (KBS)
yang masih saja terjadi akhir-akhir ini bisa berujung pada
penutupan Kebun Binatang Surabaya yang berdiri sejak 31
Agustus 1916 ini. Selain itu, faktor lain yang dapat
menyebabkan penutupan KBS adalah kisruh terkait status
pengelolaan KBS belum menemukan titik penyelesaiannya.
Untuk informasi selengkapnya akan disampaikan oleh rekan
saya Zahrania yang sudah berada di Kebun Binatang
Surabaya. Baik rekan Zahra silahkan menyampaikan
informasi yang anda dapat.
Zahrania :
Terima kasih rekan Bintang. Pemirsa, sekarang saya sudah
berada di Kebun Binatang Surabaya yang bertempat di Jl.
Setail no. 1 Surabaya.
Saya akan menyampaikan informasi yang saya dapat dari
hasil wawancara dengan Bapak Sukadi selaku pengurus
KBS.
Ternyata faktor penyebab terjadinya kematian satwa-satwa
KBS adalah :

Tidak sehatnya kondisi lingkungan dan tempat tinggal


satwa yang kurang memadai
Perawatan dan penanganan terhadap satwa-satwa yang
kurang maksimal
Hal-hal tersebut terjadi karena menejemen yang kurang
profesional dan adanya pertikaian antar pengurus.
Dalam kurun waktu 2009-2010 sedikitnya 548 ekor satwa
mati, antara lain : macan tutul, kanguru, buaya, rusa, dan
singa. Pada bulan Februari 2010, Kementrian Kehutanan
mengambil alih pengelolaan KBS dengan menunjuk Tim
Pengelola Sementara (TPS) dan pada bulan April 2011 lalu,
Walikota Surabaya menyampaikan keinginannya untuk
mengelola KBS tetapi masih dalam pertimbangan pihak
KBS.
Solusi sementara dari Balai Konservasi SDA Jatim yaitu akan
mengosongkan KBS. Caranya dengan memindahkan
sementara satwa-satwa yang sehat untuk menghindarkan
dari kondisi lingkungan yang tidak sehat bagi kesejahteraan
binatang sedangkan satwa-satwa yang kondisinya rawan
dan berpenyakit tetap berada di KBS.
Demikian informasi yang dapat saya sampaikan. Zahrania
Marsha dan Rino Christian melaporkan.
Bintang :
Terima kasih rekan Zahra. Semoga KBS segara
mendapatkan penanganan lebih lanjut dari pemerintah.
Berita selanjutnya adalah longsor yang terjadi pada tanggal
6 November 2011 di daerah Temanggung pukul 17.00
waktu setempat. Bencana ini menewaskan 4 orang dan 2
korban luka.

Untuk mengetahui raingkaian kejadiannya secara langsung,


rekan saya Zahrania akan mewawancarai salah seorang
saksi mata yang berada di tempat kejadian pada saat itu.
Rekan Zahra, silahkan menyampaikan informasi yang anda
dapat.
Zahrania :
Baik, sekarang saya sudah berada di Dusun Cebong, Desa
Gandok, Kecamatan Kaloran, Temanggung.
Telah terjadi bencana longsor tepatnya di tebing sungai
Kedung Manak yang menewaskan 4 orang dan 2 korban
luka. Dapat dilihat dibelakang saya ada sekelompok warga
yang mencari korban tebing longsor di sungai Kedung
Manak ini. Disamping saya ada Bapak Wahyu Setiawan,
saksi mata kejadian longsor ini. Untuk mengetahui
informasi selengkapnya saya akan mewawancarai beliau.
Z : Maaf pak, permisi. Saya ingin mewawancarai bapak
seputar kejadian longsor ini.
W : Oh iya mbak, silahkan.
Z : Aktivitas apa yang dilakukan warga di sungai Kedung
Manak ini sebelum longsor terjadi?
W : Kemarin, ada 28 orang yang sedang memancing di
sungai ini. Cuaca cerah saat itu. Menjelang senja, beberapa
orang mulai meninggalkan sungai.
Z : Apakah bapak ikut memancing juga di sungai itu?
W : Tidak. Saya hanya duduk di pinggir sungai dan melihat
mereka.

Z : Lalu, bagaimana kronologis kejadiannya pak?


W : Setelah tinggal beberapa orang di sungai ini, sekitar 5
menit kemudian tiba-tiba tebing setinggi 30 meter disana
ambruk. 4 orang yang berada tepat dibawah tebing
tersebut langsung tertimbun. 2 orang yang berada tak jauh
dari lokasi kejadian terkena serpihan reruntuhan sehingga
terluka parah. Sedangkan saya refleks lari menjauh.
Z : Setelah kejadian longsor itu apakah bapak langsung
menolong korban?
W : Saya tidak bisa berbuat banyak, jadi saya memutuskan
untuk mengabarkan kejadian tersebut pada warga. Setelah
itu, saya dan warga kampung mengevakuasi korban luka
dan membawanya ke RSUD Djojonegoro.
Z : Baik, terima kasih bapak Wahyu atas waktu dan
informasi yang diberikan.
Demikian wawancara langsung di tempat kejadian.
Zahrania Marsha dan Rino Christian melaporkan.
Bintang :
Teriam kasih rekan Zahra atas informasinya. Demikian
Reportase Sore pada hari ini. Nantikan berita-berita lainnya
di Reportase selanjutnya. Kami segenap kru dan karyawan
mengucapkan Selamat Idul Adha bagi anda yang
merayakannya. Mohon maaf bila ada kesalahan dan sampai
jumpa.