Anda di halaman 1dari 26

MODUL TUTORIAL

UNTUK TUTOR
SEMESTER 6
BLOK 18
TRAUMA DAN KEGAWATDARURATAN

PENYUSUN:

dr.Erfan Efendi, Sp.An

FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS JEMBER

2016

KATA PENGANTAR

Modul blok trauma dan kegawatdaruratan merupakan modul pegangan bagi


mahasiswa dalam Kurikulum Pendidikan Dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Jember
yang sedang menempuh blok 18. Pada modul ini mahasiswa belajar tentang berbagai macam
kasus trauma dan kasus kegawatdaruratan meliputi evaluasi, petatalaksanaan dan pencegahan
komplikasi yang tidak diharapkan, sebagai bekal yang bermanfaat dalam menunjang tugasnya
di masa depan.
Seperti diketahui bahwa keadaan gawatdarurat adalah suatu keadaan yang terjadi
mendadak yang mengakibatkan individu memerlukan penanganan segera secara cermat, tepat
dan cepat, dimana jika tidak mendapatkan penanganan akan berpotensi menyebabkan
kematian, cacat/kehilangan anggota tubuh seumur hidup dan/atau komplikasi yang lebih
memperberat keadaan individu tersebut.
Dalam modul ini terdapat lima skenario sebagai trigger dalam diskusi tutorial yang
diselesaikan dalam waktu lima minggu dan dilanjutkan dengan minggu keenam untuk ujian.
Proses pembelajaran dilaksanakan dengan strategi PBL dengan metode kuliah, ketrampilan
medik dan diskusi tutorial serta ditambah dengan observasional bedside teaching kasus gawat
darurat yang ada di rumah sakit pendidikan. Setelah menyelesaikan blok ini diharapkan
peserta didik telah memiliki pengetahuan dan keterampilan serta kepekaan terhadap keadaan
gawat darurat sehingga nantinya mampu mengenali dan memberikan penanganan yang tepat
sebagai bekal untuk menjalani seluruh rangkaian pendidikan kepaniteraan klinik.
Ucapan terima kasih kami sampaikan kepada semua dosen pembimbing, pemateri
kuliah, dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyusunan modul dan pelaksanaan blok ini.
Semoga modul ini dapat dilaksanakan sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Kritik dan saran
untuk perbaikan sangat diharapkan demi kesempurnaan modul ini dimasa yang akan datang.

Jember, April2016
Penyusun

DAFTAR ISI

HALAMAN SAMPUL

KATA PENGANTAR

ii

DAFTAR ISI

iii

I. PENDAHULUAN

1. GAMBARAN UMUM BLOK

2. TUJUAN UMUM BLOK

3. KETERKAITAN DENGAN BLOK LAIN

4. DASAR PENGETAHUAN

5. PRAKTIKUM PENUNJANG

6. BAGIAN YANG TERLIBAT

7. PRASYARAT BLOK

8. POHON TOPIK

9. REFERENSI

II. METODE BELAJAR

JADWAL KEGIATAN BELAJAR

DAFTAR NAMA DANA NOMOR TELEPON DOSEN TUTORIAL

DAFTAR MATERI KULIAH BLOK 18

10

PRAKTIKUM

13

STANDARD KOMPETENSI DOKTER INDONESIA (SKDI)

14

SKENARIO 1

18

SKENARIO 2

21

SKENARIO 3

24

SKENARIO 4

27

SKENARIO 5

29

I. PENDAHULUAN

1. GAMBARAN UMUM BLOK


Blok Trauma dan Kegawatdaruratan mempelajari tentang kasus-kasus
kegawatan dan trauma yang banyak terjadi di masyarakat kita.

2. TUJUAN UMUM BLOK


Setelah mengikuti blok ini mahasiswa mampu dan memiliki pengetahuan dan
keterampilan serta kepekaan terhadap keadaan kritis sehingga mampu mengenali serta
mendiagnosis setiap keadaan gawatdarurat secara dini, dan mengetahui cara
penatalaksanaan kasus kegawatdaruratan dan trauma.

3. KETERKAITAN DENGAN BLOK LAIN


Blok ini merupakan kelanjutan dari blok sebelumnya yaitu blok biodiagnostik,
blok intervensi, blok hemostasis dan blok gastrointestinal merupakan dasar untuk
memahami blok kegawatdaruratan dan trauma.

4. DASAR PENGETAHUAN
Untuk dapat menguasai kompetensi blok ini, peserta didik memerlukan dasar
pengetahuan:
1. Basic Life Support (BLS)
2. Anestesiologi & Reanimasi
3. Ilmu Bedah
4. Ilmu Kesehatan Anak
5. Ilmu Mata
6. Ilmu Saraf
7. Ilmu Kedokteran Forensik
8. Ilmu Penyakit Dalam
9. Ilmu Penyakit Jantung dan Paru
10. Farmakologi
11. Etik,Sosial dan Legal Formal
12. Patient safety

5. PRAKTIKUM PENUNJANG
Melalui observasional bedside teaching di UGD RS RSD dr. Soebandi,
mahasiswa diharapkan mampu memahami situasi kerja unit penanganan kegawatan,
dimana hal ini merupakan pengalaman awal sebelum memasuki kepaniteraan klinik.

6. BAGIAN YANG TERLIBAT


a.

Anestesi

b.

Bedah Umum, Bedah Saraf, Bedah Ortopedi, Bedah Plastik

c.

Penyakit Dalam, Kardiologi, Paru

d.

Forensik

e.

Pediatri, Mata, Saraf

f.

Kedokteran Etik

g.

Farmakologi

h.

Patient Safety, K3RS

7. PRASYARAT BLOK
Sebelum menempuh blok trauma dan kegawatdaruratan, mahasiswa harus telah
menempuh blok sebelumnya yaitu: Blok 1 sampai blok 17.

8. POHON TOPIK

Blok 18
Trauma
&Kegawatdaruratan

TRIAGE

Triage
SPGDT-S
SPGDT-B
Aspek
Etik&Hukum
Patient safety

Trauma 1

Primary&
Secondary
Survey

Trauma 2

ACS

Intoksikasi

Trauma
Maxilofacial

ALO

Kegawatan
psikiatri

Trauma Thorax

Trauma THT

Trauma
Abdomen

Syok

Non
Trauma 2

Traumatologi

Trauma
capitis

Trauma Mata

Non
Trauma 1

Combustio
Kegawatan
Neonatus dan
pediatrik

Cardiac arrest
Status
asmatikus
ARDS
Drowning

Kegawatan
Metabolik &
Endokrin
Visum et
Repertum
TRAUMATOL
OGI
FORENSIK
Status Epilepsi
Stroke

9. REFERENSI

Aacharya RP, Gatsman C, Denier Y. 2011. Emergency department Triage: an ethical


analysis. BMC Emergy Medicine. 11:6.

American College of Surgeons, Advanced Trauma Life Support (ATLS).

American Heart Association, Advanced Cardiovasculae Life Support (ACLS).

American Heart Association, Basic Life Support (BLS), Chain of Survival.

Bakta IM, Suastika IK, 1999. Gawat darurat di bidang Penyakit Dalam, EGC, Jakarta.
3

Boswik JA, 1997, Perawatan Gawat Darurat, EGC, Jakarta.

Jong WD, Syamsuhidayat R, 2005. Buku ajar Ilmu Bedah,edisi 2, EGC, Jakarta.

Maramis WF, 2010. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa, Airlangga University Press,
Surabaya.

Seri Penanggulangan Penderita Gawat Darurat (PPGD) / General Emergency Life


Support (GELS) : Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT). Cetakan
ketiga. Dirjen Bina Yanmed Depkes RI, 2006.

Staf Pengajar Bagian Ilmu Bedah, 2010. Kumpulan Kuliah Ilmu Bedah, Binarupa
Aksara, Jakarta.

Tanggap Darurat Bencana (Safe Community modul 4). Depkes RI, 2006.

II. METODE BELAJAR

Kurikulum berbasis kompetensi ini dilaksanakan dengan strategi belajar berdasarkan


paradigma baru pendidikan dokter yang dikenal dengan SPICES. Dengan strategi utama
belajar berdasarkan masalah (Problem Based Learning). Kegiatan belajar dilaksanakan
berdasarkan modul yang berisi skenario masalah yang menjadi trigger (pemicu) dalam
belajar dengan melalui diskusi tutorial. Informasi diperoleh melalui belajar mandiri, kuliah,
konsultasi pakar dan praktikum. Informasi yang telah diperoleh didiskusikan dalam kelompok
sesuai jadwal dengan seorang fasilitator. Untuk melatih keterampilan medik, peserta didik
diberikan latihan dalam skills lab, praktek lapangan serta praktek kerja klinik.

a. Diskusi tutorial
Diskusi tutorial dalam kelompok beranggotakan 8-10 mahasiswa dan dipandu oleh
tutor yang bertugas sebagai fasilitator. Dalam berdiskusi mahasiswa akan dihadapkan pada
masalah dalam bentuk skenario modul sebagai pencetus dalam diskusi. Satu skenario modul
diselesaikan dalam dua kali pertemuan, dengan selang waktu 3 sampai 4 hari. Diskusi
dilakukan dengan metode seven jumps (tujuh langkah) yang terdiri dari:
1. mengklarifikasi istilah/konsep,
2. menetapkan permasalahan,
3. menganalisis masalah,
4. menarik kesimpulan langkah,
5. menentukan tujuan,
6. belajar mandiri,
7. menarik kesimpulan dari seluruh informasi yang telah ada,
Langkah 1 sampai dengan 5 dilaksanakan pada pertemuan I, langkah 6 dilaksanakan di luar
kelompok, sedangkan 7 dilaksanakan pada pertemuan II.

b. Kuliah
Kuliah dilaksanakan untuk memperjelas konsep atau teori yang sulit/khusus sehingga
membutuhkan pakar untuk meningkatkan pemahaman. Kuliah dilaksanakan dalam bentuk
5

konsultasi interaktif berdasarkan masalah. Kuliah dapat diselenggarakan secara terjadwal


maupun atas permintaan mahasiswa bila diperlukan.

c. Praktikum
Praktikum bertujuan untuk mengenalkan mahasiswa pada kasus dilapangan, namun hal
ini disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Mahasiswa hanya diperkenankan untuk melihat
dan mengobservasi dengan bimbingan Pembimbing Klinik di Rumah Sakit Pendidikan.

d. Pelatihan keterampilan medik


Pelatihan keterampilan medik bertujuan melatih keterampilan medik mahasiswa
dengan menggunakan model pembelajaran yang ada seperti pasien simulasi. Materi pelatihan
berupa komunikasi untuk menggali informasi dari pasien.

e. Konsultasi pakar
Konsultasi pakar dilaksanakan secara terjadwal atau atas permintaan mahasiswa apabila
menemui kesulitan dalam memahami konsep atau teori ketika diskusi kelompok maupun
belajar mandiri. Konsultasi pakar bisa dilaksanakan dalam kelompok kecil maupun besar
tergantung kebutuhan.

f. Belajar mandiri
Belajar mandiri dilaksanakan dalam rangka menggali informasi yang lebih luas atau
lebih dalam tentang suatu materi yang terkait dengan masalah yang sedang dipelajari sehingga
dapat memahami kasus secara interdisiplin ilmu.

g. Evaluasi
Evaluasi blok dilaksanakan pada minggu XVIII dengan mempertimbangkan proses
selama mengikuti kegiatan belajar-mengajar, etika, dan penguasaan pengetahuan. Dengan
ketentuan pencapaian masing-masing komponen nilai tidak boleh kurang dari 60untuk
dapat lulus blok. Untuk ujian remedial diambil Nilai Yang Terakhir. Bobot masing-masing
komponen nilai adalah sebagai berikut:
1. Teori ( 60 % )
2. Tutorial ( 20 % )
3. Praktikum ( 20 % )
Nilai akhir blok berupa angka 0 - 100 dengan penjenjangan seperti matriks berikut:

ANGKA

HURUF

NILAI

KETERANGAN

80,00-100

SANGAT BAIK

70,00-79,99

BAIK

60,00-69,99

CUKUP

50,00-59,99

KURANG

0-49,99

SANGAT KURANG

INGGU KE
I
7 MEI 2016
KENARIO 1

II
14 MEI 2016
KENARIO 2

III
21 MEI 2016
KENARIO 3

IV
28 MEI 2016
KENARIO 4

V
EI-4 JUNI 2016
KENARIO 5

VI
1 JUNI 2016
UJIAN
VII
18 JUNI 2016
EMEDIAL

JADWAL KEGIATAN BELAJAR


BLOK 18 TRAUMA DAN KEGAWATDARURATAN 2015 - 2016
JAM
08.00-10.00
10.00-12.00
12.00-14.00

SENIN
OVERVIEW
KULIAH UMUM
TUTORIAL 1
KULIAH 1:
BEDAH 1

14.00-16.00
16.00-18.00
08.00-10.00
10.00-12.00

TUTORIAL 3

12.00-14.00

KULIAH 5:
MATA

14.00-16.00
16.00-18.00
08.00-10.00
10.00-12.00
12.00-14.00

KULIAH 9:
FORENSIK
TUTORIAL 5

10.00-12.00

TUTORIAL 7

12.00-14.00

KULIAH 14:
CARDIOLOGI

10.00-12.00

KULIAH 17:
PSIKIATRI
TUTORIAL 9

RABU
TUTORIAL 2

KAMIS

SKILL LAB

LIBUR NASIONAL

JUMAT

HO: Kel A1
HO: Kel A2
KULIAH 6:
BEDAH SARAF
KULIAH 7:
THT

HO: Ke
HO: Kel A3
HO: Kel B1

SKILL LAB

TUTORIAL 4

HO: Ke
HO: Kel D3
HO: Kel E1

SKILL LAB

HO: Ke
HO: Kel G3
HO: Kel A1

SKILL LAB

TUTORIAL 8

HO: Ke
HO: Ke
HO: Ke

HO: Ke

HO: Ke
HO: Kel C1
HO: Kel C2
KULIAH 18:
SARAF
KULIAH 19:
INTERNA 1

HO: Kel C3
HO: Kel D1
TUTORIAL 10
SKILL LAB

12.00-14.00

LIBUR

HO: Kel F1
HO: Kel F2

HO: Kel F3
HO: Kel G1

09.00-11.00

UJIAN BLOK

UJIAN BLOK

UJIAN BLOK

UJIAN BLOK

UJIAN SKILL LAB

09.00-11.00

REMEDIASI

REMEDIASI

REMEDIASI

REMEDIASI

REMEDIASI

DAFTAR NAMA DAN NOMOR TELEPON DOSEN TUTORIAL

NAMA

TUGAS
Koordinator Blok 18

dr. Erfan Efendi, Sp.An

Tutor Kelompok A

dr. Muhammad Hasan, M.Kes.,Sp.OT

Tutor Kelompok B

HO: Ke
HO: Ke
HO: Ke

HO: Ke

KULIAH 20:
INTERNA 2

14.00-16.00
16.00-18.00

HO: Ke
HO: Ke

HO: Ke
HO: Ke

TUTORIAL 6

KULIAH 13:
BEDAH 4
HO: Kel G1
HO: Kel G2
KULIAH 15:
PARU
KULIAH 16:
FARMAKOLOGI

HO: Ke
HO: KE
HO: Ke

HO: Ke

KULIAH 8:
ANESTESI
HO: Kel D1
HO: Kel D2
KULIAH 11:
ORTHOPEDI
KULIAH 12:
PEDIATRI

SABT
HO: Ke

HO: Ke

KULIAH 4:
BEDAH 2

KULIAH 10:
BEDAH 3

14.00-16.00
16.00-18.00
08.00-10.00

14.00-16.00
16.00-18.00
08.00-10.00

SELASA
KULIAH 2:
ETHICS
KULIAH 3:
PATIENT SAFETY

NO TELEPON
081331700327
081249212022

dr. Rena Normasari, M.Biomed

Tutor Kelompok C

081336715290

dr. Ida Srisurani Wiji Astuti, M.Kes

Tutor Kelompok D

081357484568

dr. Elly Nurus Sakinah, M.Kes

Tutor Kelompok E

085749774554

dr. Sheilla

Tutor Kelompok F

dr. Muhammad Ali Shodikin, M.Kes.,Sp.A

Tutor Kelompok G
Pendamping
observasional bed side
teaching kel A
Pendamping
observasional bed side
teaching kel C
Pendamping
observasional bed side
teaching kel D
Pendamping
observasional bed side
teaching kel B
Pendamping
observasional bed side
teaching kel G
Pendamping
observasional bed side
teaching kel E
Pendamping
observasional bed side
teaching kel F

dr. Erfan Efendi, Sp.An


dr. Septa Surya Wahyudi, M.Kes., Sp.U
dr. Ulfa Elfiah, M.Kes.,Sp.BP-RE
dr. Muhammad Hasan, M.Kes.,Sp.OT
dr. Ali Shodikin SpA
dr.Adi SpAn
dr.Novan SpBS

08155007780
081331700327
08123479140
085257227499
081249212022
08155007780
081334142999
081234569819

DAFTAR MATERI KULIAH BLOK 18


N
O

TANGGAL

JAM
12.00

1.

2 Mei 2016

MATERI KULIAH

BEDAH 1:
TRIASE, DISASTER MANAGEMENT,

14.00

SPGDT-S, SPGDT-B
9

PEMATERI

SMF BEDAH UMUM

08.00
2.

3 Mei 2016

10.00

ETHICS, RECORDS, LEGAL

dr. Cholis Abrori,

CONSIDERATION

M.Kes., M.Pd. Ked

PATIENT SAFETY

K3RS

10.00
3.

3 Mei 2016

12.00
12.00

4.

4 Mei 2016

14.00

6.

9 Mei 2016

10 Mei 2016

SISTEM, PRIMARY & SECONDARY

SMF BEDAH UMUM

SURVEY

14.00

MATA:
KEGAWATDARURATAN MATA
(TRAUMA OKULI, GLAUKOMA AKUT, SMF MATA
HIFEMA)

08.00

BEDAH SARAF:
TRAUMA CAPITIS,

PENATALAKSANAAN COR, COS,

10.00

COB, &

12.00
5.

BEDAH 2:
ATLS, PREHOSPITAL REFERAL

SMF BEDAH SARAF

CT SCAN INTEPRETATION
10.00
7.

11 Mei 2016

12.00
12.00

8.

12 Mei 2016

14.00

THT:
KEGAWATDARURATAN THT
ANESTESI:
SYOK DAN
PENATALAKSANAANNYA,
TERAPI CAIRAN, CPR ADULT &

SMF THT

dr. Erfan, Sp.An

PEDIATRIC
08.00
9.

13 Mei 2016

10.00
12.00

10.

16 Mei 2016

14.00

11.

17 Mei 2016

08.00

FORENSIK:
TRAUMATOLOGI FORENSIK, OTOPSI,
VER, SURAT KEMATIAN, DVI
BEDAH 3:
TRAUMA MAXILOFACIAL, THORAX,

LAB FORENSIK FK
UNAIR/RSD DR
SUTOMO
SMF BEDAH UMUM

ABDOMEN,

ORTHOPEDI:

SMF ORTHOPEDI
10

TRAUMATOLOGI, TRAUMA
-

MUSKULOSKELETAL, TRAUMA

10.00

CERVICAL/SPINAL, PELVIS,
EKSTREMITAS

12.

18 Mei 2016

10.00

PEDIATRI:

KEGAWATDARURATAN

12.00

DAN ANAK

NEONATUS SMF PEDIATRI

12.00
13.

19 Mei 2016

14.00

dr. Ulfa Elfiah, M.Kes,

BEDAH 4:
COMBUSTIO

SpBP-RE

CARDIOLOGI:
14.

20 Mei 2016

12.00

KEGAWATDARURATAN CARDIOLOGI

(ALO,

14.00

CORONARY SYNDROME, SVT, AF),

CARDIAC ARREST, ACUTE SMF JANTUNG

DASAR-DASAR ACLS
08.00
15.

23 Mei 2016

10.00

16.

24 Mei 2016

25 Mei 2016

12.00

KEGAWATDARURATAN

10.00
27 Mei 2016

12.00

20.

30 Mei 2016

12.00

PARU
ARDS;

SMF PARU

DROWNING

OBAT-OBAT DALAM

10.00

19.

ASMATIKUS;

08.00
26 Mei 2016

STATUS

FARMAKOLOGI:

10.00

18.

KEGAWATDARURATAN

10.00

08.00
17.

PARU:

PSIKIATRI:
KEGAWATDARURATAN PSIKIATRI

LAB
FARMAKOLOGI

SMF PSIKIATRI

SARAF:
KEGAWATDARURATAN SARAF,
STATUS EPILEPTIKUS, KONVULSI,

SMF SARAF

STROKE
INTERNA 1:
TOKSIKOLOGI DAN INTOKSIKASI
INTERNA 2:

SMF INTERNA

SMF INTERNA
11

KEGAWATDARURATAN METABOLIK

14.00

DAN ENDOKRIN

12

PRAKTIKUM

Pada blok Trauma dan Kegawatdaruratan ini kegiatan praktikum dilakukan dengan
melaksanakan Observasional Bed Side Teaching di UGD RS RSD Dr. Soebandi Jember.

13

STANDARD KOMPETENSI DOKTER INDONESIA (SKDI)


(berkaitan dengan Blok 18)

14

15

16

17

18

SKENARIO 1

BENCANA ALAM
1. SKENARIO
Pada saat bencana letusan gunung Kelud di kabupaten Kediri

pemerintah setempat

menerjunkan Tim brigade siaga bencana (BSB) nasional menuju ke daerah bencana.
Dalam perjalanannya tim berkoordinasi dengan pusat pelayanan kesehatan terdekat baik
puskesmas maupun rumah sakit yang masih berfungsi serta berkoordinasi dengan pihakpihak terkait. Tim segera mengaktifkan SPDGT-B, dan dibantu dengan para relawan, tim
segera menyisir beberapa lokasi untuk mencari korban, memberi pertolongan awal dan
merujuk ke RS terdekat. Korban yang dirujuk masuk ke Triage-UGD RS sebuah RS tipe
C. Diantara korban tampak beberapa orang kritis.Adapun rincian korban bencana ini
sebagai berikut: 1.Seorang pemuda yang bertato dan terluka pada kaki dan kepalanya dan
berkali-kali berteriak memanggil petugas kesehatan, 2. seorang korban usia lanjut tampak
nafas yang tersengal sengal dengan jejas didinding dadanya disertai ketertinggalan gerak
salah satu dinding dadanya, 3.seorang ibu muda denganbayi menderita luka di kepala dan
wajah penuh dengan lumpur disertai adanya memar pada beberapa bagian tubuh dengan
keadaan tidak menangis,4. seorang wanita hamil yang tampak lemah dengan perdarahan,
5. seorang laki-laki muda dengan tubuh penuh lumpur dengan pakaian seperti terbakar
disertai kondisi lemah, 6. Seorang laki-laki yang terbaring lemah dan tampak pucat
dengan perut yang distended dan nadi yang lemah, 7. seorang korban wanita muda
terbaring tidak sadar dengan luka berat dikepala dan 8. puluhan korban dengan luka-luka
ringan di bagian tubuhnya.
Para petugas UGD RStampak sibuk ada yang mengindentifikasi kondisi pasien, yang
meninggal, ada yang melakukan pewatan luka, dan ada melakukan resusitasi. Tampak
beberapa petugas menggunakan sarung tangan, pakaian pelindung bahkan ada yang
menggunakan masker dan kaca mata sebagaiproteksi diri sesuai prinsip patient
safetysedangkan beberapa petugas lainnya tidak menggunakan alat proteksi diri.Jumlah
korban yang terus bertambah membuat beberapa petugas yang terlihat kebingungan harus
menyelamatkan pasien yang mana dulu karena keterbatasan alat yang ada.Sementara team
penolong banyak berkonsentrasi ke korban yang berteriak dan meronta-ronta.

SKENARIO 2

TRAUMA 1
1. SKENARIO
Saat bertugas di IGD RS seorang dokter menerima kiriman 6 orang pasien korban
kecelakaan lalu lintas , mobil ditabrak kereta api di rel perlintasan yang tidak
berpalang pintu. Yang menurut informasi saat kejadian mobil terseret 500 meter dan
meledak. 4 korban dinyatakan tewas saat dibawa ke IGD. Korban yang masih selamat
adalah laki-laki berumur 20 tahun dengan kondisi tidak sadar dengan suara mengorok
dan ditemukan luka terbuka di bagian temporal dan frontal dari kepala, serta keluar
darah dari hidung secara masif (Bloody rhinorhea), telinga kanan dan kiri (Bloody
otorhea). Pada bagian tubuhnya tampak baju yang dikenakan sebagian terbakar. Dokte
bersama dengan perawat segera melakukan pemeriksaan. Untuk mempermudah
tindakan mereka juga segera membuka seluruh pakaian yang digunakan dan menutupi
dengan selimut. Hasil pemeriksaan primary survey didapatkan pasien segera dilakuan
tindakan intubasi dan pemasangan infus dua jalur serta kateter. Untuk menghentikan
sementara perdarahan hidung dilakukan pemasangan tampon anterior saja. Setelah
semua terpasang pada pemeriksaan secondary survey ternyata ditemukan selain
adanya trauma kapitis didapatkan adanya luka bakar seluas 15% pada daerah sebagian
dada depan, punggung, serta tangan. Korban kedua adalah seorang wanita, 18 tahun
dantampak lemah dengan jejas pada wajah, dan luka ringan pada bagian tangan dan
kaki. Menurut informasi korban masih sadar dan segera melompat dari mobil.Hasil
pemeriksaanprimary survey didapatkan A,B,C : baik, GCS :456 dengan status
lokalis :Regio orbita dekstraet sisnistra : Visus 1/60 dan tak terkoreksi, hematoma
palpebra, konjungtiva bulbi : injeksi siliaris (+), edema kornea, darah di COA, Pupil :
bulat, refleks cahaya (-), Fundus : sulit dievaluasi, TIO : meningkat per palpasi.
Berdasarkan pemeriksaan dan tindakan awal yang dilakukan kemudian tsegera
melakukan konsul ke konsulen jaga dan hasilnya konsulen jaga meminta dilakukan
konsul kebidang terkait yaitu bedah saraf, bedah plastik , THT , mata , dan anestesi.

SKENARIO 3
TRAUMA 2

1. SKENARIO
Seorang wanita berusia 17 tahun dan ibunya dibawa ke UGD RS rumah sakit karena
kecelakaan sepeda motor vs mobil . Dokter jaga segera melakukan pemeriksaan dan
hasilnya ditemukan jejas di dada sebelah kanan, gerak nafas yang asimetris dan suara
nafas kanan menghilang, regio abdomen distensi yang disertai jejas kebiruan pada
kuadran kiri atas, jejas di daerah suprapubik, hematom dan bercak darah (bloody
discharge) di meatus orificium eksterna . Ibunya juga mengalamai luka serius, ada
luka didaerah dagu ukuran 3x4cm dan hasil pemeriksaan palpasiditemukan step off
serta krepitasi di daerah mandibula, sedang diregio extremitas didapatkan luka terbuka
dan tampak fragmen femur kanan. Setelah melakukan resusitasi dan kondisi pasien
stabil, dokter jaga melanjutkan untuk melakukan pemeriksaan penunjang berupa foto
rontgen thorax dan pelvis, foto polos abdomen untuk korban anak sedang untuk
korban ibu berupa pemeriksaan foto rontgen kepala dan femur.

SKENARIO 4

NON TRAUMA 1
1. SKENARIO 4
Tn Dimyati 45 tahun , tiba-tiba mengeluh nyeri di dada disertai sesak sepulang dari
kantor. Keluarga segera membawa pak Dimyati menuju rumah sakit terdekat. Selama
perjalanan pak Dimyati berkeringat dingin dan muntah. Setibanya di IGD RS, dokter
langsung melakukan pemeriksaan dan segera memberikan pertolongan.Pada
pemeriksaan fisik didapatkan T 180/120 mmHg, RR 35 x/menit, rhonchi dan whezing
didapatkan pada kedua lapangan paru kanan dan kiri. Pada pemeriksaan auskultasi
juga ditemukan suara murmur dan gallops.Pada pemeriksaan palpasi ditemukan nadi
kecil dan tidak teratur. Dokter segera memberikan O2, obat-obatan dan
menginstruksikan untuk pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang.

SKENARIO 5

NON TRAUMA 2
1. SKENARIO
NyMaimunah , 50 tahun, dibawa ke UGD RS dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Berdasarkan heteroanamnesis, diketahui pasien tiba-tiba tidak sadarkan diri, kejang-

kejang disertai dengan busa dari mulutnya. Bu Maimunah mengalami kejadian ini
bukan yang pertama kali. Menurut salah satu keluarga yang mengantar kejadian serupa
sudah dialami bu Maimunah sejak kecil. Untuk mengatasi keluhan ini dia minum obat
rutin. Sejak 2 tahun yang lalu bu Maimunah juga menderita kencing manis dan tidak
teratur minum obat. Hanya saja untuk kejadian sekarang terasa aneh karena keluarga
menemukan bu Maimunah tidak sadarkan diri dan didekatnya terdapat botol obat
nyamuk cair. Keluarga khawatir kejadian yang sekarang menimpa bu Maimunah
bukan karena penyakit yang dideritanya akan tetapi akibat perubahan perilaku pasien
yang sedang depresi sejak satu tahun terakhir, karena suaminya meninggal . Hasil
pemeriksaan fisik menunjukkan GCS 111, Tensi 60 palpasi, acral dingin, pernafasan
apneu, pupil myosis. Dokter segera melakukan pertolongan resusitasi. 30 menit
kemudian pasien mengalami cardiac arrest dengan irama ECG nya PEA .Segera
dilakukan CPR serta posisi shock. 1 jam kemudian pasien dievaluasi dan dinyatakan
tidak berhasil serta pasien dinyatakan meninggal.