Anda di halaman 1dari 2

Bunga Sukun (Ontel)

Sukun merupakan tanaman tahunan yang tumbuh baik pada lahan kering(daratan), dengan
tinggi pohon dapat mencapai 10 m atau lebih dan mempunyai cabang-cabang yang melebar ke
samping dengan tajuk sekitar 5 meter. Pohon sukun membentuk percabangan mulai dari
ketinggian sekitar 1,5 meter dari tanah. Daunnya berbentuk oval panjang dengan belahan daun
simetris yang ditunjang dengan tulang daun yang menyirip simetris pula. Panjang daun dapat
mencapai 60 cm dan lebar 45 cm. Ujung daun meruncing, tepi daun bercangap menyirip,
kadang-kadang siripnya bercabang. Permukaan daun bagian atas halus dan berwarna hijau
mengkilap sedang bagian bawah kasar berbulu dan berwarna kusam (Direktorat Jendral Bina
Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian, 2003).
Sukun merupakan tanaman menahun yang banyak tumbuh di Indonesia dan sejak lama
digunakan sebagai obat tradisional. Selain pohonnya sebagai perindang, buahnya yang telah tua
dikenal sebagai sumber karbohidrat untuk bahan makanan. Bunganya setelah dikeringkan secara
tradisional digunakan sebagai pengusir nyamuk dengan cara dibakar seperti obat nyamuk bakar.
Sukun di Indonesia tersebar di Sumatra, Pulau Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa
Tenggara Timur, Sulawesi, Maluku dan Papua (Adinugraha, 2011). Melihat penyebaran tanaman
sukun yang terdapat di sebagian besar kepulauan Indonesia, serta jarang terserang hama dan
penyakit membahayakan, maka hal ini memungkinkan tanaman sukun untuk dikembangkan.
Taksonomi Tanaman Sukun:
Kingdom

: Plantae

Divisio

: Magnoliophyta

Class

: Magnoliopsida

Ordo

: Urticales

Familia

: Moraceae

Genus

: Artocarpus

Spesies

: Artocarpus communis

(Syamsuhidayat. 1991 dalam Anonim. 2010)


Bunga Tanaman Sukun
Bunga sukun berkelamin tunggal (bunga betina dan bungan jantan terpisah) tetapi berumah
satu. Bunganya keluar dari ketiak daun pada ujung cabang dan ranting. Bunga jantan berbentuk
tongkat panjang yang disebut ontel. Bunga betina bertangkai pendek (bebal) seperti pada nangka.
Bunga betina merupakan bunga majemuk sinkarpik seperti pada nangka. Penyerbukan dibantu
dengan angin, sedangkan serangga yang sering berkunjung kurang berperan dalam penyerbukan
bunga. Pada buah sukun, walaupun terjadi penyerbukan, pembuahannya mengalami kegagalan
sehingga buah yang terbentuk tidak berbiji (Anonim, 2010: 2).
Bunga sukun mengandung zat aktif yang berperan sebagai insektisida. Zat tersebut adalah
flavonoid yang mempunyai fungsi efek racun pada nyamuk dan menghambat proses oksidasi
pada pernapasan nyamuk sehingga nyamuk bisa mati (Ahmad, 2009).
Analisis Data
1. 20 ekor nyamuk ketika terpapar oleh asap dari ontel dengan lama penjemuran 1 hari,
jumlah nyamuk yang mati tidak ada.
2. 20 ekor nyamuk ketika terpapar oleh asap dari ontel dengan lama penjemuran 2 hari,
jumlah nyamuk yang mati yaitu 1 ekor
3. 20 ekor nyamuk ketika terpapar oleh asap dari ontel dengan lama penjemuran 3 hari,
jumlah nyamuk yang mati yaitu 15 ekor