Anda di halaman 1dari 11

TUGAS TAKSONOMI

TUMBUHAN MAJA (Aegle marmelos)

Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas


Mata Kuliah Taksonomi
Dosen Pembimbing : Dr. Sri Endarti Rahayu, M.Si.

Disusun Oleh :
I Dewa Ayu Sintya Candra Yuni

(163112620120100)

FAKULTAS BIOLOGI
PROGRAM STUDI BIOMEDIK
UNIVERSITAS NASIONAL JAKARTA
2016

Aegle marmelos ( Tanaman Maja )


A. Deskripsi Buah Maja
Buah maja merupakan tanaman dari famili Rutaceae, yang penyebarannya
tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian 500 m dpl. Tumbuhan ini terdapat di
negara Asia Selatan dan Asia Tenggara termasuk di Indonesia. Pohon maja mampu
tumbuh di lahan basah seperti rawa-rawa maupun di lahan kering dan ekstrim, pada
suhu 490C pada musim kemarau hingga -70 C.
Habitus berupa pohon tahunan dengan tinggi 10-15 m. Batangnya pendek,
tebal, lembut, berkayu, bulat, bercabang, berduri dan berwarna putih

kekuningan.

Daunnya tersebar pada batang muda, berbentuk lonjong dengan ujung dan pangkal
runcing, tepi bergerigi atau berlekuk tidak dalam. Panjang daun 4-13,5 cm, lebar
2-3,5 cm, berwarna hijau. Bunga berupa bunga majemuk, bentuk malai. Daun
mahkota lonjong, berwarna hijau dengan panjang 1-1,5 cm. Buah berbentuk bola,
diameter 5-12 cm, berdaging dan berwarna coklat. Biji berbentuk pipih dan
berwarna hitam. Akar tunggang berwarna putih kotor.
B. Sinonim
Crateva marmelos L.
Belon marmelos W.F.Wight
C. Taksonomi / Klasifikasi
Klasifikasi Aegle marmelos
Kingdom

: Plantae

Divisio

: Spermatophyta

Class

: Dicotyledoneae

Ordo

: Sapindales

Family

: Rutaceae

Genus

: Aegle

Species

: Aegle marmelos (L.) Correa

D. Nama Umum
Mojo legi
E. Nama daerah
Bilak (Melayu)
Maja/Mojo legi (Jawa)

Maja (Bali)
Maos (Madura)
Kabila (Alor)
Burmese (Opesheet, Ohshit); English (Bael Fruit, Indian Bael, Holy Fruit,
Golden Apple, Elephant Apple, Bengal Quince, Indian Quince, Stone Apple);
German (Belbaum, Schleimapfelbaum, Baelbaum); Gujarati (bili); Hindi (baelputri,
bela, sirphal, siri-phal, kooralam); Indonesian (maja batuh, maja); Javanese
(modjo); Khmer (bnau); Lao (Sino-Tibetan) (toum); Malay (bilak, bel, bila, maja
pahit); Portuguese (marmelos); Thai (matum, mapin, tum); Vietnamese (trai mam, mbau
nau).
F. Morfologi
a. Batang
Maja merupakan tanaman perdu, dengan kulit buah berwarna hijau dan memiliki
kulit tempurung yang sangat keras. Pohon maja dapat tumbuh sampai 20 meter dengan
tajuk yang tumbuh menjulang ke atas dan kayunya sangat keras. Perbanyakan bisa
secara generatif (biji) maupun vegetatif (cangkok).
Batangnya pendek, tebal, lembut, berkayu, bulat, bercabang, berduri, dan
berwarna putih kekuningan (Gambar 1). Batang berkayu (lignosus), berbentuk silindris,
batang tua kadang melintir satu sama lain, berwarna cokelat kotor, permukaan kasar.

Gambar 1. Batang Pohon Maja

b. Daun

Pohon Maja merupakan pohon pendek yang tumbuh lurus ke atas. Dahan pohon
memiliki banyak duri yang tumbuh di ketiak daun dengan panjang 4-10 cm dan lebar 25 cm. Daunnya berseling dan beranak masing-masing tiga (Gambar 2). Daun bertangkai
panjang dan beringgit mempunyai titik tembus cahaya. Daun dewasa memancarkan bau
yang tidak menyenangkan ketika memar.
Kandungan daun maja :
1. A-limonene.
2. A-8-phellandzene 56%.
3. Sineol.
4. Cyrnene 17%.
5. Citonellol.
6. Citiol.
7. Cumin aldehyde, alkaloids 5%.
8. O- (3,3-dimethylallyl) halfordinol.
9. N-2-ethoxy-2-(4-methoxyphenyl) ethylcinna-mide.
10.N-2-methoxy-2-(4-3,3-dimethyalloxy) phenyl.
11.Ethylcinnamamide.

Gambar 2. Daun Pohon Maja


c. Bunga
Bunga yang harum memiliki aroma manis dan mekar dalam kelompok 4-7 di
sepanjang ranting muda. Perbungaannya berbentuk tandan keluar dari ketiak daun,
bergerombol dan memiliki 4 kelopak berdaging melengkung yang berwarna putih
kehijau-hijauan, dan 50 atau lebih benang sari kuning kehijauan. Panjang tangkai sekitar
8 mm.

Gambar 3. Bunga Pohon Maja


d. Buah
Buah berbentuk seperti buah pir, berwarna hijau kekuningan dengan titik-titik
kecil di permukaan luar dan berbau peer drops. Buahnya memiliki diameter 5-12,5 cm
(Gambar 4).Biji melekat pada sudut dalam setiap keping, panjang, bergerombol rapat
dan berbulu. Jika dahan dipotong akan terdapat getah berwarna putih-kuning.
Kulit buah mengayu dan keras, bijinya 6-10 buah berada dalam daging buah
yang jernih. Tanaman ini dapat dibudidayakan dari buah maupun dari pemotongan akar.
Kandungan dalam setiap 100 gram daging buah maja :
1. Air 61,5 gram.
2. Protein 1,8 gram.
3. Lemak 0,39 gram.
4. Karbohidrat 31,8 gram.
5. Abu 1,7 gram.
6. Karoten 55 miligram.
7. Tiamin 0,13 miligram.
8. Riboflavin 1,19 miligram.
9. Niasin 1,1 miligram.
10. Vitamin C 8 miligram.

Gambar 4. Buah Maja (Aegle marmelos)

Gambar 5. Biji Buah Maja


G. Manfaat Maja
Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam maja di antaranya zat lemak dan
minyak yang mengandung linonen. Daging buah maja mengandung substansi semacam
minyak balsem, 2-furocoumarinspsoralen, dan marmelosin (C13H12O3). Buah, akar,
dan daun maja bersifat antibiotik. Daun disebutkan dapat menyebabkan aborsi dan steril
bagi wanita. Sementara ranting digunakan sebagai racun ikan. Tanin yang digunakan
dalam jangka waktu lama bersifat antinutrisi dan menyebabkan kanker.
Maja berkhasiat sebagai obat disentri, diare, penyakit jantung, hipokondria
(muram merasa sakit), melancholia (murung), sakit usus, koreng, kudis dan bisul.
Efek farmakologis akar maja diantaranya mengobati demam. Kulit batang dan
akar maja untuk obat nyeri jantung, stomakikum, dan sedatif. Daun maja untuk borok,
kudis, eksim, bisul, abortif, demam, dan radang selaput lendir hidung. Buah maja untuk
disentri dan diare sedangkan kulit buahnya untuk pewangi.

Gambar 6. Manfaat bagian dari Pohon Maja bagi Kesehatan


H. Gambar

Gambar 7. Pohon Maja

Gambar 8. Akar Pohon Maja


I. Kultivar buah dari Aegle marmelos
Tidak ada nama standar untuk kultivar A. marmelos. Mereka diberi nama
berdasarkan wilayah di mana ini ditemukan. Buah dari kultivar yang berbeda yang dari
berbagai bentuk dan ukuran, seperti bola, lonjong, silindris, berbentuk buah pir dan
datar. Berat buah juga bervariasi dalam kultivar yang berbeda. Persentase kulit, biji dan
isi serat lainnya juga bervariasi. Ada laporan yang tersedia pada kultivar Bael terutama
dari Uttar Pradesh dan Bihar negara bagian India.
Sekitar dua belas kultivar, yaitu, 'Basti No.1', 'GondaNo.1', '2' dan '3', 'Kagzi
Etawah', 'Sewan Besar', 'Deoria Besar', 'Chakaiya', 'Lamba', dan 'Baghel' telah
dilaporkan. 'Kagzi Etawah', 'Sewan Besar', 'Deoria Besar' dan 'Mirzapuri', telah
ditemukan untuk menjadi lebih unggul dan lebih baik dari varietas lain dalam kasus rasa
dan kualitas. S.K. Roy pada tahun 1975 mempelajari 24cultivars dari empat lokasi yang
berbeda di India Agra, Calcutta, Delhi dan Varanasi dan terutama terfokus pada
variabilitas ekstrim mereka. Dia dipilih dan dievaluasi kultivar yang berbeda untuk
konten yang tinggi gula dan rendahnya tingkat lendir, tanin dan fenolik lainnya. 'Kaghzi'
adalah salah satu kultivar besar terhormat withthin kulit dan beberapa biji. Dr. L.B.
Singh dan rekan-rekan kerjanya di Horticultural Research Institute, Saharanpur, India,
disurvei pohon buah-buahan Bael di Uttar Pradesh dan disaring sekitar 100 bibit, dipilih
sebagai yang paling menjanjikan untuk penanaman komersial 'Mirzapuri', 'Darogaji',
'Ojha', 'Rampuri', 'Azamati', 'Khamaria'. Dari semua ini, yang terbaik dinilai adalah
'Mirzapuri', dengan kulit yang sangat tipis, pecah dengan sedikit tekanan dari ibu jari,
pulp dari tekstur halus, bebas dari gusi, rasa yang sangat baik dan mengandung jumlah
biji kurang.

Empat kultivar yaitu, 'Narendra Bael-4' 'Narendra Bael-5', 'Narendra Bael-7' dan
'Narendra Bael-9' telah diidentifikasi dan dipelajari oleh Srivastava dan Singhfrom
"Narendra Deo Universitas Pertanian dan Teknologi ", Faizabad, pada tahun 2004.
Mereka bereksperimen untuk mengevaluasi ini kultivar penting dan menemukan bahwa
berat buah terberat tercatat di 'Narendra Bael-7', sedangkan buah minimum berat badan,
panjang buah dan buah luasnya tercatat wasof 'Narendra BaeI-4'. konten Fibre dan biji /
fruitwere direkam minimum di 'Narendra Bael-9' dan maksimum di 'Narendra Bael-5'.
Maksimum total padatan terlarut, asam askorbat dan kadar gula total yang tersimpan di
'Narendra Bael-5'. Meskipun, terlarut total minimum padatan, asam askorbat dan total
gula yang disimpan di 'Narendra Bael-7'.
Sejumlah kultivar telah dipilih baru-baru ini yang terbaik di antara yang lain
berkaitan dengan hasil dan kualitas buah. Ini adalah;
'NB 5'-Buah dengan ukuran sedang, berbentuk bulat memiliki permukaan halus pada
saat jatuh tempo, lendir rendah, cukup berserat dan memiliki daging yang lembut
dengan rasa yang sangat baik.
'NB 6'-Buah dengan ukuran sedang, bulat dengan permukaan halus, dan memiliki kulit
tipis, beberapa biji, daging lembut, rendah lendir dan ringan asam.
'Pant Shivani'- kultivar dengan bentuk lonjong bulat telur, ukuran 2 kg, warna kuning
lemon pada pematangan, serat dan menengah konten lendir, kulit buah media tebal,
cahaya bubur kuning dengan selera yang sangat baik dan menyenangkan rasa.
'Pant Aparna'- kultivar dengan ukuran buah kecil (0,6-0,8 kg), bulat bentuk, dan biji,
lendir, serat dan keasaman rendah. Daging berwarna kuning, manis, lezat dan memiliki
rasa yang baik.

J. Kekerabatan

DAFTAR PUSTAKA
Badan POM RI. 2008. Aegle marmelos (L.) Correa. Indonesia: Badan POM.
Patel Axay R., dkk. 2012. Aegle marmelos (Linn): A Therapeutic Boon For Human
Health. India: Shree Devi Collage of Pharmacy.
Pati, Rajesh. 2013. Genetic Transformation of Bael (Aegle marmelos Corr.). India:
Springer Science + Business Media Dordrecht.
Penjor, Tshering, dkk. 2013. Phylogenic Relationships of Citrus and Its Relatives Based
on matK Gene Sequences. Japan: Saga University.
Sharma, N. dan W. Dubey. 2013. History and Taxonomy of Aegle marmelos: A Review.
Rajasthan. JECRC University.
Vinolia, Isrovievie. 2014. Persebaran dan Karakter Populasi Maja (Aegle marmelos L.
Correa) di Situs Candi Trowulan Kecamatan Trowulan Kabupaten Mojokerto.
Malang: Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim.