Anda di halaman 1dari 10

MAKALAH KIMIA

LAJU REAKSI
MENGAMATI PENGARUH LUAS PERMUKAAN
TERHADAP LAJU REAKSI
O
L
E
H : 1. Silpia
Handayani
2. Yuliartini
3. Ratna
Trimilia Kurnia
4. Laili
Hikmah
5. Hirdin
6. Abdul
Kholik
7. Arif
Anarillah

SMAN 1 LINGSAR

2016 / 2017

LATAR BELAKANG
I. BAB 1

PENDAHULUAN

II. BAB 2

ISI
KESIMPULAN

III. BAB 3

DAFTAR PUSTAKA

BAB 1

PENDAAHULUAN
KONSEP LAJU REAKSI
Laju reaksi menyatakan laju berkurangnya jumlah produk dalam satuan
waktu. Satuan jumlah zat bermacam macam, misaalnya gram, mol atau
konsentrasi. Sedangkan satuan waktu digunakan detik, menit, jam, hari, ataupun
tahun. Dalam reaksi kimia banyak digunakan zat kimia yang berupa larutan atu
berupa gas dalam keadaan tertutup sehingga dalam laju reaksi digunakan satuan
konsentrasi (molaritas) (james E. brady,1990).

REAKTAN

PRODAK

Pada awal reaksi, reaktan dalam keadaan maksimal sedangkan prodak ada
dalam keadaan minimal. Setelah reaksi berlangsung, maka produk akan mulai
terbentuk. Semakin lama produk akan semakin banyak terbentuk, sedangkan
reaktan semakin lama aakan semakin berkurang.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI LAJU REAKSI
a. KONSENTRASI
Pada umumnya, reaksi akan berlangsung lebih cepat jika konsentrasi reaksi
diperbesar.
b. LUAS PERMUKAAN
Salah satu syarat agar reaksi dapat berlangsung adaalah zat zat preaksi
harus bercampur atau bersentuhan.
c. TEMPERATUR
Setiap partikel selalu bergerak. Dengan menaikkan temperatur, energi gerak
atau energy kinetic partikel bertambah, sehingga tumbukan lebih sering terjadi.
d. KATALIS
Fungsi katalis adalah menurun energy aktivasi, sehingga jika kedalam
suatu reaksi ditambahkan katalis maka reaksi akan lebih mudah terjadi.
TEORI TUMBUKAN
Reaksi kimia terjadi karena adanya tumbukan yang efektif antara partikelpartikel zat yang bereaksi . Tumbukan efektif adalah tumbukan yang
mempunyai energy yang cukup untuk memutuskan ikatan-ikatan pada zat yang
bereaksi .

ISI

BAB 2

MENGAMATI PENGARUH LUAS PERMUKAAN TERHADAP LAJU REAKSI


Dasar teori :
Laju reaksi dipengaruhi oleh berbagai faktor.selain faktor konsentrasi pereaksi , laju
reaksi juga dipengaruhi luas permukaan bidang sentuh . semakin luas
permukaansentuh antar pereaksi , semakin banyak molekul, atau ion yang
bertumbukan sehingga laju reaksinya semakin besar .
Alat dan bahan:
Alat:1. Gelas beker 250 ml
2. Neraca analitik
3. Stopwatch
Bahan:1. Bongkahan batu pualam
2. Serbuk pualam
3.Larutan HCl 1 M
4. Cuka (asam asetat)
5. Cangkang telur kasar
6.Cangkang telur halus (serpihan)
Cara kerja:
A. Bahan serbuk pualam dan bongkahan pualam
i.
Menimbang bongkahan pualam seberat 10 gram dengan neraca
analitik.
ii.
Mengisi gelas beker dengan 100 ml larutan HCl 1 M
iii.
Memasukkan bongkahan pualam yang telah ditimbang kedalam
gelas beker yang berisi larutan HCl
iv.
Menghitung waktu reaksi dengan dengan stopwatch mulai
ketika bongkahan pualam dimasukkan sampai dengan
bongkahan pualam habis bereaksi dan mencatatnya.
v.
Mengulang langkah 1 sampai 4 untuk 10 gram serbuk pualam
vi.
Menghitung dan munyimpulkan hasil percobaan
B. Bahan cangkang telur dan asam cuka
i.
Menimbang cangkang telur kasar seberat 10 gram dengan neraca
analitik
ii.
Mengisi gelas beker dengan 100 ml larutan asam cuka (CH3COOH)
iii.
Memasukkan cangkang telur yang telah ditimbang kedalam gelas
beker yang berisi larutan asam cuka.
iv.
Menghitung waktu reaksi dengan stopwatch mulai ketika cangkang
telur dimasukkan sampai dengan cangkang telur habis bereakssi
dan mencatatnya .
v.
Mengulang langkah 1 sampai 4 untuk 10 gram serpihan cangkang
telur.
vi.
Menghitung dan menyimpulkan hasil percobaan .

TABEL PENGAMATAN
N
O.
1.

2.

PEREAKSI

WAKTU REAKSI (DETIK)

HCl + Bongkahan pualam


HCl + Serbuk pualam

34 Menit 47 Detik
13 Menit 6 Detik

Cangkang telur + CH3COOH


Serpihan cangkang telur +
CH3COOH

17 Menit 44 Detik
21 Menit 2 Detik

ANALISIS DATA:
Bongkahan pualam
Cara yang pertama yaitu dengan menimbang bongkahan pualam seberat 10
gram

Cara yang kedua yaitu mengisi glas beker dengan 100 ml larutan HCl
Cara yang ketiga yaitu memasukkan bongkahan pualam kedalam larutan
HCl dan menghitung waktu reaksi dengan stopwatch mulai dari bongkahan
pualam baru dimasukkan hingga bongkahan pualam habis bereaksi.

Pada saat batu pualam dimasukkan kedalam larutan HCl terjadi perubahan
warna pada larutan HCl yang awalnya larutan HCl berwarna putih menjadi
agak kekuning kuningan.

Selain itu terjadi kenaikkan gas yang berupa gelembung gelembung kecil
yang terdapat atau melekat pada bongkahan batu pualam. Waktu reaksi
antara larutan HCl dengan bongkahan pulam adalah 34 menit dan 47 detik
sehingga waktu reaksi dikatakan cukup lama hal ini disebabkan karena
bongkahan pualam memiliki permukaan yang kecil.
Persaam HCl dgn batu pualam
CaCO3(s)+2HCl(aq) CaCl2(aq)+H2O(l)+CO2(aq)
Serbuk pualam
Cara pertama yaitu menimbang bongkahan pualam seberat 10 gram.

Cara yang kedua mengisi glas beker dengan 100 ml larutan HCl
Cara yang ketiga memasukkan serbuk pualam kedalam larutan HCl dan
menghitung waktu
reaksi dengan stopwatch dari serbuk pualam baru dimasukkan hingga serbuk
pualam habis
bereaksi.

Pada saat serbuk pualam dimasukkan kedalam larutan HCl maka akan terjadi
reaksi antara larutan HCl dengan serbuk pualam sehingga larutan HCl yang awalnya
putih menjadi kecoklatan dan keluar gas yang berbentuk busa dan dalam jumlah
yang banyak dengan waktu percobaan 13 menit 6 detik, sehingga waktu reaksi
dapat dikatakan cepat. Hal ini disebabkan karena serbuk pualam memiliki
permukaan yang lebih luas sebab, ketika kepingan di pecah permukaan bertambah
luas .

Makin luas sentuhan zat yang bereaksi (makin halus zat yang bereaksi ), makin
cepat reaksi yang berlangsung. Akibatnya makin besar frekwensi tumbukan yang
terjadi dan makin banyak tabrakan yang berhasil, berarti reaksi berlangsung lebih
cepat.
Serpihan cangkang telur kasar
Cara yang pertama yaitu dengan menimbang 10 gram serpihan cangkang
telur kasaar

Cara yang kedua yaitu mengisi glas beker dengan 100 ml larutan asam
cuka (CH3COOH)

Cara yang ketiga yaitu memasukkan serpihan cangkang telur kasar


kedalam larutan cuka dan menghitung waktu reaksi dengan stopwatch dari
serpihan cangkang telur kasar baru dimasukkan hingga cangkang telur
habis bereaksi .

Setelah cangkang telur dimasukkan kedalam larutan cuka, maka cangkang


telur akan mengapung kepermukaan secara perlahan dengan diiringi oleh
gelembung gelembung udara yang seperti busa yang keluar dari cangkang telur
ini menandakan bahwa kalsium dalam kulit telur mulai mengelupas menjadi garam
yang telah larut dalam air cuka, sehingga kulit telur mulai melunak dan mengapung
dengan diringi gelembung gelembung.

Setelah itu telur perlahan telur akan kembali kedasar dan kembali lagi
kepermukaan
Dengan waktu percobaan selama 17 menit dan 44 detik, sehingga
percobaan dapat dikatakan cepat. Hal ini karena makin besar konsentrasi zat , maka
jumlah partikel zat terlarut makin banyak dan jarak antar partikel makin dekat,
sehingga tumbukan makin sering terjadi dan reaksi berlangsung lebih cepat
Serpihan cangkang telur halus
Cara yang pertama yaitu menimbang 10 gram serpihan cangkang telur
halus

Cara yang kedua yaitu mengisi glas beker dengan 100 ml lartan asam cuka
(CH3COOH)

Cara yang ketiga memasukkan serpihan cangkang telur halus kedalam


larutan cuka dan menghitung waktu reaksi dengan stopwatch dari serpihan
cangkang telur halus baru dimasukka hingga cangkang telur halus habis
bereaksi

Setelah serpihan cangkang telur halus hal dimasukkan kedalam cuka


maka terjadi reaksi yang sam dengan serpihan cangkang telur kasar hanya

saja gelembung udara yang dihasilkan lebih banyak dan waktu reaksi lebih
lama yaitu 21 menit 2 detik hal ini disebabkan konsentrasi zatnya kecil.

Kesimpulan
Jadi berdasarkan percobaan diatas dapat disimpulkan bahwa permukaan
dan konsentrasi zat dapat mempengaruhi cepat reaksi berlangsung, seperti
pada bongkahan pualam dan serbuk pualam yang dimasukkan kedalam
larutan HCl, maka serbuk pualam akan lebih cepat bereaksi. Hal ini
disebabkan ketika kepingan dipecah maka permukaannya bertambah luas.
Makin luas permukaan sentuhan zat yang bereaksi ( makin halus zat yang
bereaksi ), makin cepat reaksi berlangsung. Akibatnya makin besar
frekuensi tumbukan yang terjadi dan makin banyak tabrakan yang berhasil,
berarti reaksi berlangsung lebih cepat. Sama halnya dengan konsentrasi zat
seperti pada serpihan cangkang telur kasar dan serpihan cangkang telur
halus, serpihan cangkang telur kasar lebih cepat bereaksi dari pada
serpihan cangkang telur halus. Hal ini disebabkan karena makin besar
konsentrasi zat, maka jumlah partikel terlarut makin banyak dan jarak antar
partikel makin dekat,sehingga tumbukan makin sering terjadi dan reaksi
berlangsung lebih cepat.

DAFTAR PUSTAKA
1. Buku paket kimia
2. Buku LKS kimia
3. http/www. Yahoo.com

BAB 3