Anda di halaman 1dari 1

ANGGAPAN TENTANG JAGAT RAYA

Sejak zaman dahulu manusia telah dibuat takjub dengan berbagai fenomena
yang ada di alam semesta. Berbagai fenomena alam tersebut menyebabkan
timbulnya keingintahuan untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan
yang ada di benak manusia. Berikut ini adalah anggapan-anggapan manusia
tentang jagat raya dan alam semesta sejak dahulu hingga sekarang.
1. Anggapan Antroposentris
Anggapan ini dimulai pada tingkat awal manusia atau pada masa manusia
primitif yang menganggap bahwa manusia sebagai pusat alam semesta.
Pada waktu menyadari ada Bumi dan langit, manusia menganggap matahari,
bulan, bintang, dan Bumi serupa dengan hewan, tumbuhan, dan dengan
dirinya sendiri.
2. Anggapan Geosentris
Anggapan ini menempatkan Bumi sebagai pusat dari alam semesta.
Geosentris (geo = Bumi; centrum = titik pusat). Anggapan ini dimulai sekitar
abad VI Sebelum Masehi (SM), saat pandangan egosentris mulai
ditinggalkan. Salah seorang yang mengemukakan anggapan geosentris
adalah Claudius Ptolomeus. Ia melakukan observasi di Alexandria, kota pusat
budaya Mesir pada masa lalu. Ia menganggap bahwa pusat jagat raya
adalah Bumi, sehingga Bumi ini dikelilingi oleh matahari dan bintangbintang.
3. Anggapan Heliosentris
Semakin majunya alat penelitian dan sifat ilmuwan yang semakin kritis,
menyebabkan bergesernya anggapan geosentris. Pandangan heliosentris
(helios = matahari) dianggap sebagai pandangan yang revolusioner yang
menempatkan matahari sebagai pusat alam semesta. Seorang mahasiswa
kedokteran, ilmu pasti dan Astronomi, Nicholas Copernicus (14731543)
pada tahun 1507 menulis buku De Revolutionibus Orbium Caelestium
(tentang revolusi peredaran benda-benda langit). Ia mengemukakan bahwa
matahari merupakan pusat jagat raya yang dikelilingi planet-planet, bahwa
bulan mengelilingi Bumi dan bersama-sama mengitari matahari, dan bahwa
Bumi berputar ke timur yang menyebabkan siang dan malam.
4. Anggapan Galaktosentris
Galaktosentris (Galaxy = kumpulan jutaan bintang) merupakan anggapan
yang menempatkan galaksi sebagai pusat Tata Surya. Galaktosentris dimulai
tahun 1920 yang ditandai dengan pembangunan teleskop raksasa di
Amerika Serikat, sehingga dapat memberikan informasi yang lebih banyak
mengenai galaksi.