Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA INDUSTRI & KONTROL

Jobsheet 3: Sistem Kontrol Output Menggunakan Thyristor (SCR)

Oleh:
Nama

: A. Fajri Alvi

NIM

: 14065014

Prodi (Grup)

: Pend. Teknik Elektronika (3E2)

Dosen

: Bapak Drs. Sukaya, M.T

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2016
A. Fajri Alvi-14065014

FT UNP Padang
Prodi : Pendidikan Teknik Elektronika
Waktu : 3 x 50
Kode : ELA365

Lembaran : Jobsheet 04
Mata Kuliah : Pr. Elektronika Industri dan control
Topik
: Rangkaian control
Judul
: Sistem Kontrol Output Menggunakan
Thyristor (SCR)

A. Tujuan
Setelah mengikuti praktikum ini diarapkan mahasiswa mampu:
1. Menjelaskan pinsip kerja SCR sebagai control output
2. Mengetahui prinsip kerja Elco dan beban terhadap tegangan output
3. Membandingkan output tegangan dan arus pada thyristor dan beban
4. Mengetahui cara penerapan rangkaian control menggunakan SCR terhadap kecepatan
B. Alat dan Bahan
1. Multimeter
2. Osciloscope
3. Resistor 100 Ohm
4. Dioda silicon
5. Elco 50 MikroFarad
6. Motor DC
7. SCR C10D
8. Sumber tegangan trafo 19 Vac

1bh
1bh
2bh
5bh
2bh
1bh
1bh
1bh

C. Teori Singkat
Silicon Controlled Rectifier atau sering disingkat dengan SCR adalah Dioda yang
memiliki fungsi sebagai pengendali. Berbeda dengan Dioda pada umumnya yang hanya
mempunyai 2 kaki terminal, SCR adalah dioda yang memiliki 3 kaki Terminal. Kaki
Terminal ke-3 pada SCR tersebut dinamai dengan Terminal Gate atau Gerbang yang
berfungsi sebagai pengendali (Control), sedangkan kaki lainnya sama seperti Dioda pada
umumnya yaitu Terminal Anoda dan Terminal Katoda. Silicon Controlled Rectifier
(SCR) merupakan salah satu dari anggota kelompok komponen Thyristor.
Pada dasarnya SCR atau Thyristor terdiri dari 4 lapis Semikonduktor yaitu PNPN
(Positif Negatif Positif Negatif) atau sering disebut dengan PNPN Trioda. Terminal
Gate yang berfungsi sebagai pengendali terletak di lapisan bahan tipe-P yang
berdekatan dengan Kaki Terminal Katoda. Cara kerja sebuah SCR hampir sama dengan
sambungan dua buah bipolar transistor (bipolar junction transistor).
Bentuk dan Simbol SCR
A. Fajri Alvi-14065014

Berikut ini adalah Diagram fisik dan Simbol dari SCR (Silicon Controlled Rectifier) :

Prinsip Kerja SCR


Pada prinsipnya, cara kerja SCR sama seperti dioda normal, namun SCR memerlukan
tegangan positif pada kaki Gate (Gerbang) untuk dapat mengaktifkannya. Pada saat
kaki Gate diberikan tegangan positif sebagai pemicu (trigger), SCR akan menghantarkan
arus listrik dari Anoda (A) ke Katoda (K). Sekali SCR mencapai keadaan ON maka
selamanya akan ON meskipun tegangan positif yang berfungsi sebagai pemicu (trigger)
tersebut dilepaskan. Untuk membuat SCR menjadi kondisi OFF, arus maju AnodaKatoda harus diturunkan hingga berada pada titik Ih (Holding Current) SCR. Besarnya
arus Holding atau Ih sebuah SCR dapat dilihat dari datasheet SCR itu sendiri. Karena
masing-masing jenis SCR memiliki arus Holding yang berbeda-beda. Namun, pada
dasarnya untuk mengembalikan SCR ke kondisi OFF, kita hanya perlu menurunkan
tegangan maju Anoda-Katoda ke titik Nol.

D. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
2. Ukurlah semua komponen yang anda gunakan dan pastikan dalam kondisi baik
3. Buat rangkaian kerja seperti pada gambar 1

A. Fajri Alvi-14065014

4. Lengkapilah tabel 1. Pengukuran berikut ini, gunakanlah alat ukur sesuai dengan
kebutuhan!
Tabel 1. Pengukuran rangkaian control
No

R varibel

Tegangan (V)

Arus (A)

Keterangan

(Ohm)
1

1K
Bentuk

0,6

0,15

0,04

0,25

Gelombang
2K
Bentuk

0,025

0,025

8,8

20m

25m

0,13A

0,25A

Gelombang
3K
Bentuk

0,02

8,8

0,3

20m

25m

0,15A

0,25A

Gelombang
4K
Bentuk

0,025

0,25

8,5

23m

25m

0,20A

0,25A

Gelombang
5K
Bentuk

0,7

25m

25m

0,15A

0,14A

8,8

0,4

tambahan
Kec. Motor DC

Gelombang

5. Jika telah selesai melakukan praktikum, rapikan kembali alat dan peralatan yang anda
gunakan.
E. Analisa

Simulasi dengan Potensiometer 80%

A. Fajri Alvi-14065014

Simulasi dengan Potensiometer 65%

A. Fajri Alvi-14065014

Simulasi dengan Potensiometer 45%

Simulasi dengan Potensiometer 25%

A. Fajri Alvi-14065014

Simulasi dengan Potensiometer 0%

A. Fajri Alvi-14065014

F. Evaluasi
1. Berdasarkan praktikum yang sudah dilakukan jelaskan prinsip kerja rangkaian di
atas?
Jawab: Makin besar % potensiometer, maka nilai Ig dan Ia dan Ik akan semakin
besar pula.
2. Jelaskan prinsip kerja SCR sebagai pengontrol output?
Jawab: Pada prinsipnya, cara kerja SCR sama seperti dioda normal, namun SCR
memerlukan

tegangan

positif

pada

kaki

Gate

(Gerbang)

untuk

dapat

mengaktifkannya. Pada saat kaki Gate diberikan tegangan positif sebagai pemicu
(trigger), SCR akan menghantarkan arus listrik dari Anoda (A) ke Katoda (K). Sekali
SCR mencapai keadaan ON maka selamanya akan ON meskipun tegangan positif
yang berfungsi sebagai pemicu (trigger) tersebut dilepaskan. Untuk membuat SCR
menjadi kondisi OFF, arus maju Anoda-Katoda harus diturunkan hingga berada
pada titik Ih (Holding Current) SCR. Besarnya arus Holding atau Ih sebuah SCR
dapat dilihat dari datasheet SCR itu sendiri. Karena masing-masing jenis SCR
memiliki arus Holding yang berbeda-beda. Namun, pada dasarnya untuk
mengembalikan SCR ke kondisi OFF, kita hanya perlu menurunkan tegangan maju
Anoda-Katoda ke titik Nol.
3. Apa pengaruh komponen elco dan beban terhadap rangkaian di atas, jelaskan?
Jawab: Pengaruh elco dan beban adalah mempercepat/memperlambat motor.

A. Fajri Alvi-14065014