Anda di halaman 1dari 10

1.

PENDAHULUAN
Transportasi bisa dikatakan sebagai salah satu kebutuhan pokok manusia. Hal
ini dikarenakan manusia bukan makhluk stasioner, mereka perlu melakukan perpindahan
dari satu tempat ke tempat lain untuk memenuhi kebutuhan mereka. Berbagai
angkutan

umum akhirnya

diciptakan

untuk

jenis

memenuhi kebutuhan transportasi

manusia, baik yang beroperasi di darat, laut ataupun udara. Salah satu contoh alat
transportasi darat adalah bus. Bus banyak menjadi pilihan karena tarip yang ekonomis,
fasilitas dan kenyamanan yang diberikan dibandingkan transportasi lainya. Akan tetapi di
balik berkembangnya angkutan bus ini, terdapat satu masalah yang perlu diatasi oleh
penyedia jasa maupun Pemerintah, yaitu informasi tentang rute yang dilewati trayek bus
dan pemilihan jurusan bus yang tepat pada saat berada di terminal maupun dijalan karena
banyaknya bus yang melewati jalan tertentu.
Terminal bus adalah prasarana untuk angkutan jalan raya guna untuk mengatur
kedatangan pemberangkatan pangkalannya kendaraan umum serta memuat atau
menurunkan penumpang atau barang. (Morlok, 2005).
2. STUDI KASUS TERMINAL
2.1. Terminal Bus Giwangan, Yogyakarta
Terminal Giwangan adalah sebuah terminal angkutan umum yang terletak di kota
Yogyakarta, tepatnya di Jalan Imogiri Barat jalur lingkar selatan Yogyakarta. Terminal ini
diresmikan pada tanggal 10 Oktober 2004.
Gambaran Umum terminal :
a) Terminal penumpang Yogyakarta (Terminal Giwangan) menempati lahan seluas
58.850 m2 (syarat minimal terminal penumpang tipe A seluas 5 hektar).
b) Mempunyai bangunan fasilitas utama, fasilitas penunjang dan fasilitas tambahan.
c) Bangunan fasilitas utama, yang berupa jalur keberangkatan dan tempat parkir
kendaraan umum disediakan terpisah.
d) Akses kendaraan umum dari dan ke terminal dekat dengan jalan arteri/jalan lingkar
selatan.
Fasilitas utama terminal :
a) Jalur kedatangan kendaraan umum.
b) Jalur keberangkatan kendaraan umum.
c) Tempat parkir kendaraan umum selama menunggu keberangkatan, termasuk di
d)
e)
f)
g)

dalamnya tempat tunggu dan tempat istirahat kendaraan umum.


Bangunan kantor terminal.
Tempat tunggu penumpang dan atau pangantar.
Menara pengawas.
Loket penjualan karcis.
1

h) Rambu-rambu dan papan informasi, yang sekurang-kurangnya memuat petunjuk


jurusan, tarif dan jadwal perjalanan.
i) Pelataran parkir kendaraan pengantar dan atau taksi.
Layout terminal Giwangan

Layout Terminal
Sumber : Google.co.id
2.2. Terminal Bus Tirtonadi, Surakarta
Menurut beberapa sumber terminal bus Tirtonadi mulai di gunakan sejak tahun 1975. Saat
itu di timur Taman Tirtonadi merupakan pemukiman penduduk dan sebuah lapangan.
Lokasi tersebut dijadikan terminal bus menggantikan Terminal Bus Harjodaksino yang
kondisinya sudah tidak memungkinkan dikembangkan lagi. Pilihan lahan di tempat itu
memang awalnya karena cukup strategis. Berada di kawasan pinggiran kota (Solo bagian
utara) dan dekat pinggir jalan antar provinsi.
Dengan luas lahan sekitar 3,5 hektare, Terminal Tirtonadi semakin ramai dan sesak. Setiap
hari ada sekitar 200 bus dari 2.931 izin trayek bus antar kota dalam provinsi (AKDP) dan
antar kota antar provinsi (AKAP) masuk dan keluar di terminal itu. Pada kondisi puncak,
seperti Idul Fitri ataupun Natal dan Tahun Baru, suasana di terminal nyaris tidak ada
tempat kosong. Bahkan puluhan bus terpaksa diparkir di luar, karena sudah tidak ada lokasi
parkir di dalam.

Terminal Tirtonadi pun penuh dan bahkan melebihi kapasitas. Lahan 3,5 hektare terlalu
sempit. Maka gagasan untuk di renovasi dan di perluas. Penataan ulang merupakan
langkah untuk mengatasi overload di terminal. Tirtonadi saat terbagi tiga bagian. Terminal
A untuk jalur pemberangkatan bus jurusan timur seperti Sragen dan Jawa Timur, jurusan
selatan seperti Wonogiri dan Pacitan, serta arah utara untuk bus jurusan Purwodadi dan
Blora. Terminal B merupakan lokasi penurunan penumpang dari bus semua jurusan yang
masuk terminal. Sementara itu Terminal C merupakan lokasi pemberangkatan bus jurusan
barat seperti Jakarta, lintas Sumatera, Semarang, Yogyakarta ataupun Purwokerto.
Gambaran umum terminal :

Denah Terminal
Sumber : Google.co.id

Denah Lantai 1

Denah Lantai 2
Fasilitas utama terminal :

Fasilitas Utama Terminal


Sumber : Google.co.id
2.3. Terminal Bus Arjosari, Malang
Terminal Arjosari adalah pintu gerbang pendatang di Kota Malang dari arah utara dan
merupakan terminal terpadu yang lokasinya berada di Kecamatan Blimbing. Terminal ini
merupakan terminal terpadu yang melayani angkutan dalam kota, dalam provinsi maupun
antar provinsi. Terminal ini merupakan penghubung dari terminal-terminal kecil yang ada
di wilayah Malang Raya, Blitar dan Kediri. Terminal Arjosari juga difungsikan sebagai
tempat transit bagi penumpang bus dari kota Surabaya, Pasuruan, Probolinggo, dan
Jember.
Terminal ini terletak di Jl. Terusan Raden Intan no. 1 Blimbing, dan berdiri pada tahun
1988. Sebelum tahun 80-an, terminal bus pertama di kota Malang ini adalah rawa-rawa
tempat pembuangan sampah.
Jam operasional terminal Arjosari untuk transportasi bus dimulai sekitar pukul 4 pagi
hingga pukul 10 malam. Terminal Arjosari juga adalah tempat pemberhentian akhir bagi
angkutan dalam kota (mikrolet) yang dengan label huruf A (Arjosari). Beberapa trayek
angkutan dalam kota beroperasi hingga tengah malam, sedangkan lainnya memiliki batas
operasional dibawah jam 9 malam.
Adapun bus yang singgah di terminal ini antara lain bus AKDP (Antar Kota Dalam
Provinsi) meliputi jurusan Malang-Pasuruan-Probolinggo-Jember-Banyuwangi, MalangSurabaya, Malang-Surabaya-Madiun, dan Surabaya-MTR-Malang. Bus AKAP (Antar Kota
5

Antar Provinsi) yang melayani rute Malang-Denpasar, Malang-Jakarta, MalangYogyakarta, Malang-Bandung, Malang-Bogor, Malang-Jakarta-Bandar Lampung-Medan,
Malang-Bojonegoro-Cepu, dan Malang-Blitar-Kediri-Solo-Yogyakarta. Bus trayek MPU
melayani rute Malang-Pasuruan dan Malang-Surabaya.
Fasilitas utama terminal :
Fasilitas-fasilitas yang dimiliki terminal ini yakni :
a)
b)
c)
d)
e)
f)
g)
h)
i)
j)
k)

Jalur kedatangan dan keberangkatan bus.


Tempat parkir bus.
Tempat istirahat sementara bus.
Menara pengawas.
LCD informasi.
Ruang tunggu penumpang.
Agen tiket bus.
Area parkir penumpang.
Musholla.
Kamar mandi.
Kantin.

Layout terminal :

Layout terminal Arjosari


Sumber : Google.co.id

Rencana Pengembangan Terminal Arjosari


Sumber : Google.co.id

2.4. Terminal Bus Purabaya, Surabaya


Terminal Purabaya merupakan pengembangan dari Terminal Joyoboyo yang kapasitasnya
sudah tidak memadai serta berada dipusat kota yang tidak memungkinkan dilakukan
pengembangan. Pembangunan terminal Type A Purabaya sudah direncanakan sejak tahun
1982 berdasarkan surat Persetujuan Gubernur Jawa Timur namun baru dapat dilaksanakan
pembangunan pada 1989 serta diresmikan pengoperasiannya oleh Menteri Perhubungan RI
pada tahun 1991.
Lokasi pembangunan terminal Purabaya berada di Desa Bungurasih Kecamatan Waru
Kabupaten Sidoarjo dengan luas 12 Ha. Dipilihnya lokasi tersebut karena mempunyai
akses yang sangat baik dan strategis sebagai pintu masuk ke kota Surabaya serta berada
pada jalur keluar kota Surabaya arah timur selatan dan barat. Walaupun lokasi terminal
Purabaya berada di Kabupaten Sidoarjo namun pengelolaan terminal dilakukan oleh
Pemerintah Kota Surabaya. Hal tersebut berdasarkan perjanjian kerjasama (MOU) antara
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo dengan Pemerintah Kota Surabaya.
Fasilitas Utama terminal :

Fasilitas Utama Terminal Purabaya


Sumber : Google.co.id

Layout terminal :

Layout Terminal Purabaya


Sumber : Google.co.id
2.5. Terminal Bus Purwokerto
Terminal bus Purwokerto dibangun pada tahun 1979 dan merupakan perpindahan dari
terminal lama yang sekarang menjadi pusat pembelanjaan. Terminal Purwokerto terletak
pada perempatan jalan antara Jalan Gerilya dan Jalan Moh Hasim. Site terminal bus
Purwokerto berada pada posisi jalan arteri primer.
Bentuk dasar massa bangunan terminal bus Purwokerto adalah persegi menyesuaikan
dengan bentuk site. Bentuk bangunan juga berbentuk kotak sedangkan bentuk kios
memanjang mengelilingi site.
Fasilitas Utama terminal :
Fasilitas-fasilitas yang dimiliki terminal ini yakni :
a) Tempat penurunan dan keberangkatan penumpang.
b) Tempat tunggu penumpang.
c) Kios-kios penjualan.
d) Parkir sepeda dan sepeda motor.
9

e)
f)
g)
h)
i)
j)
k)
l)

Parkir bus dan parkir persiapan.


Toilet.
Kantor pengelola.
Loket.
Pos TPR.
Ruang istirahat.
Mushalla.
Ruang Pengobatan.

Layout terminal :

Layout Terminal Purwokerto


Sumber : Google.co.id
3. PENUTUP
Dari beberapa uraian tentang terminal tersebut diatas, masih banyak dijumpai
terutama kondisi yang sesungguhnya dilapangan bahwa masih banyak fasilitas yang tidak
berjalan sesuai dengan fungsinya. Oleh karena itu perlu lebih ditingkatkan lagi kedisiplinan
dari pengguna fasilitas yang ada di terminal. Banyak faktor yang menyebabkan fasilitas
yang ada diterminal tidak berjalan sebagaimana mestinya, salah satu faktor tersebut adalah
pola pikir dari pengguna fasilitas terminal, serta perlu peningkatan pelayanan dari operator
terminal itu sendiri.

10