Anda di halaman 1dari 5

9 KRITERIA BRADFORD HILL

Sir Austin Bradford Hill mengemukakan 9 hal yang perlu ditegakkan dalam membedakan
suatu faktor yang dicurigai sebagai kausa.Kesembilan faktor inilah yang umumnya dipakai
sebagai kriteria kausa.Kriteria tersebut adalah :
1.Kekuatan Asosiasi (Strength Of Association)
Semakin kuat hubungan paparan dan penyakit semakin kuat pula keyakinan bahwa
hubungan tesebut bersifat sebab akibat (kausal).Misalnya resiko penderita kanker paru
meningkat pada perokok dibanding yang tidak merokok.Sebuah penelitian membuktikan
bahwa perokok mempunyai resiko 35 % menderita kanker paru dibanding yang tidak
merokok.
2.Konsistensi (Consistency)
Temuan study yang direplikasi pada berbagai populasi yang berbeda memberikan
bukti lebih kuat daripada studi tunggal.Makin konsisten dengan riset riset yang lain yang
dilakukan pada populasi dan lingkungan yang berbeda,makin kuat pula keyakinan hubungan
kausal.Contohnya penelitian dengan metode yang berbeda (prospecive dan resprospective)
membuktikan hal yang sama meskipun berbeda populasinya (perempuan dan laki laki).
3.Spesifitas (specifity)
Faktor kausal menghasilkan hanya sebuah penyakit dan bahwa penyakit itu dihasilkan
dari hanya sebuah kausa tunggal.Misalnya pada kanker paru,merokok diprediksi sebagai
penyebab kanker paru.
4.Hubungan Temporal / kronologi waktu (Temporal Relationship)
Untuk mengetahuai sebuah faktor merupakan kausa penyakit,maka harus dipastikan
bahwa paparan terhadap faktor itu berlangsung sebelum terjadinya penyakit.Misal : pada
kasus kanker paru-paru sebagian besar didahului merokok.

5.Efek Dosis Respons (Biological Gredient/Dose Response Relationship)


Perubahan intensitas paparan yang selalu diikuti oleh perubahan frekuensi penyakit
menguatkan kesimpulan hubungan kausal. Misal: Data menunjukkan bahwa jumlah rokok
yang dihisap penderita berbanding lurus dengan risiko trjadinya kamker paru. Semakin
banyak rokok yang di hisap semakin besar resiko kanker paru.
6.Kredibilitas Biologi Suatu Hipotesis (Theoriti Plausibility)
Keyakinan hubungan kausal makin kuat apabila dapat dijelaskan dengan rasional dan
berdasarkan teory / konseptual.Contoh : teori biologi menyatakan bahwa merokok dapat
membuat jaringan tubuh rusak yang jika terus menerus dapatb menyebabkan kanker.
7.Koherensi (Coherence)
Berbagai bukti yang tersedia tentang riwayat alamiah,biologi,dan epidemiologi
penyakit harus koheren satu sama lain sehingga membentuk pemahaman yang
serupa.Contoh : kesimpulan merokok dapat menyebabkan kanker paru-paru berdasarkan teori
biologi dan proses perjalanan penyakit.
8.Bukti Eksperimen ( Experimental Evidence )
Eksperimen terandominasi dengan Double Blinding (Pembuatan pada subyek
penelitian dan pemberi perlakuan agar tidak mengetahui status perlakuan) a memberikan
bukti kuat hubungan kausa.Misal : Pada percobaan lab,tar yang dioleskan pada telinga kelinci
dari waktu ke waktu akan menyebabkan timbulnya kanker. Tar pada tembakau merupakan
bahan karsinogen (penyebab kanker).
9. Analogi ( Analogy )
Tidak semua situasi dapat menggunakan kriteria analogi sebagai pendukung
hubungan kausal. Kriteria analogi kurang tepat karena tidak spesifik mengingat mampu
mencetuskan banyak gagasan analogis,sehingga menyebabkan analogi menjadi tidak spesifik
lagi.Misal : pemberian tar pada percobaaan lab dengan menggunakan tikus menunjukkan
adanya hubungan kausal (sebab akibat) namun demikian hal ini tidak dapat di uji cobakan
pada manusia secara langsung.

TUGAS DASAR DASAR EPIDEMIOLOGI

D
I
S
U
S
U
N

010.61.299

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS VETERAN REPUBLIK INDONESIA

TUGAS DASAR DASAR EPIDEMIOLOGI

D
I
S
U
S
U
N

NAMA : HERPINAH

NIM :010.61.299

FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT


UNIVERSITAS VETERAN REPUBLIK INDONESIA