Anda di halaman 1dari 12

Tugas Membuat Makalah

Mata Kuliah Pembangunan Karakter


Adil dan Proporsional

Oleh:
Nama: Aldhi Rizaldhi
NIM:

F1B014006

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MATARAM
2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Kata adil/keadilan, tentu sudah tidak asing di telinga kita.Sejak kita duduk di
bangku sekolah dasar, dalam kegiatan upacara bendera di sekolah setiap hari Senin, selalu
kita mendengar . . . karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan, . . . ,
dan Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, pada pembacaan pembukaan UUD
1945 dan teks Pancasila. Di media-media baik media cetak maupun media elektronik,
seringkali diberitakanpula berita-berita dengan judul seperti Buruh Menuntut Keadilan
atas . . ., Pemerintah Diminta Bersikap Adil Mengenai . . ., dan sebagainya.Begitupun
dengan kata proporsional, sebagian dari kita tentu pernah atau bahkan sering mendengarkan
kata tersebut.
Namun, jika ditanyakan, apa definisi dari kata adil/keadilan?, apa definisi dari
kata proporsional?, samakah makna dari kedua kata tersebut?, jika tidak, dimanakah
letak perbedaannya?. Mungkin sebagian dari kita akan geleng-geleng kepala, bingung, atau
menjawab namun tidak dapat memastikan kebenaran dari jawaban atas pertanyaanpertanyaan tersebut.
Karena itulah, melalui makalah ini penulis mencoba untuk menjawab pertanyaanpertanyaan tersebut, dengan menjabarkan definisidari kata adil/keadilan dan proporsional,
memberikan contoh nyata sikap adil dan proporsional, serta menjabarkan kiat atau carauntuk
membangun dan memiliki karakter/sikap adil dan proporsional dalam kehidupan sehari-hari.

1.2. Rumusan Masalah


1.
2.
3.
4.
5.

Apa definisi adil dan proporsional?


Apa perbedaan adil dan proporsional?
Mengapa adil dan proporsional dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari?
Apa contoh nyata dari sikap adil dan proporsional dalam kehidupan sehari-hari?
Bagaimana membangun dan memiliki karakter/sikap adil dan proporsional dalam
kehidupan keseharian kita?

1.3. Tujuan Penulisan


1. Mengetahui definisi dari kata adil dan proporsional.
2. Mengetahui perbedaan antara adil dan proporsional.
3. Menyadari perlunya adil dan proporsional dalam kehidupan sehari-hari.

4. Mengetahui contoh nyata dari sikap adil dan proporsional dalam kehidupan sehari-hari.
5. Mengetahui kiat atau cara untuk membangun dan memiliki karakter/sikap adil dan
proporsional dalam kehidupan sehari-hari.
6. Menyelesaikan tugas membuat makalah tentang adil dan proporsional pada mata kuliah
Pembangunan Karakter.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Definisi Adil dan Proporsional


2.1.1.

Definisi Adil
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), adil berarti :1 sama berat; tidak

berat sebelah; tidak memihak: keputusan hakim itu ;2 berpihak kepada yang benar;
berpegang pada kebenaran; 3 sepatutnya; tidak sewenang-wenang: para buruh
mengemukakan tuntutan yang ;
Sedangkan menurut sumber yang lain, adil secara bahasa berarti meletakkan sesuatu
pada tempatnya, tidak memihak ke salah satu pihak, bersikap prorporsional, dan memihak
kepada yang benar. Kemudian secara istilah, pengertian adil yaitu menetapkan suatu
kebenaran terhadap suatu masalah atau beberapa masalah untuk dipecahkan sesuai dengan
aturan-aturan yang telah ditetapkan oleh agama.Dengan demikian perbuatan adil adalah
suatu tindakan yang berdasar kepada kebenaran, bukan mengikuti kehendak hawa nafsu
pribadi.
2.1.2.

Definisi Proporsional
Menurut KBBI, Proporsional berarti : sesuai dengan proporsi; sebanding; seimbang;

berimbang: program dapat disusun secara rapi sehingga masalahnya dapat ditangani
secara .

2.2. Perbedaan Adil dan Proporsional


Dilihat dari definisinya (sebagaimana dapat dilihat pada subbab sebelumnya), adil
memiliki lebih dari satu definisi yang berbeda-beda maknanya. Adil memiliki tiga definisi
(dari seluruh definisinya) yang masing-masing memiliki makna yang berbeda dan mewakili
tiga makna utamanya, yakni sama berat, berpihak kepada yang benar, dan
sepatutnya.Sedangkan proporsional (dari seluruh definisinya) hanya memiliki satu makna
utama, yakni sesuai dengan proporsi. Jadi, adil dalam satu definisinya dapat
bermaknasama dengan proporsional, namundapat pula bermakna berbeda dengan
proporsional dalam definisinya yang lain.
Apabila adil didefinisikan sebagai sama berat, maka adildapat bermakna berbeda
dengan proporsional yang bermakna sesuai dengan proporsi. Ini karena, sesuai dengan
proporsi belum tentu harus sama berat, dan begitupun sebaliknya, sama berat belum

tentu sesuai dengan proporsi. Sedangkan apabila adil didefinisikan sebagai sepatutnya,
atau didefinisikan menurut istilah, yaitu menetapkan suatu kebenaran terhadap suatu
masalah atau beberapa masalah untuk dipecahkan sesuai dengan aturan-aturan yang telah
ditetapkan oleh agama, maka adil disini bermakna sama dengan proporsional yang
bermakna sesuai dengan proporsi. Ini karena, sepatutnya memiliki makna yangsama
dengan sesuai dengan proporsi.
2.3. Perlunya Adil dan Proporsional dalam Kehidupan Sehari-hari
Sikap adil dan proporsional deperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, ditinjau
dari sudut pandang agama, khusunya agama Islam, dimana agama adalah cara hidup (way
of life), bersikap/berbuat adil dan proporsional merupakan perintah Allah Subhaanahu Wa
Taaala, Tuhan seluruh alam. Dan perintah Allah perlu dilaksanakan, karena akan
mendatangkan manfaat-manfaatdan keberkahan bagi yang melaksanakannya, baik dalam
kehidupan di dunia saat ini, maupun di akhirat nanti. Manfaat-manfaat tersebut ada yang
berupa manfaat secara umum/luas, yaitu manfaat yang dirasakan oleh masyarakat yang
tinggal di suatu negeri/wilayah, dimana keadilan yang (semakna dengan) proporsional
ditegakkan.Dan ada pula manfaat secara khusus, yakni manfaat yang dirasakan oleh orang
yang bersikap/berlaku adil dan proporsional itu sendiri.
Manfaat-manfaat sikap adil dan proporsional secara umum, antara lain:
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Menumbuhkan rasa kepuasan, aman dan nyaman.


Menciptakan ketentraman dan kedamaian.
Menumbuhkan rasa kepercayaan (saling percaya).
Menciptakan atau meningkatkan kemakmuran dan kesejahteraan sosial.
Mengurangi atau bahkan menghilangkan kecemburuan sosial..
Mempererat tali persatuan dan persaudaraan.
Menimbulkan kebaikan dan mencegah kejahatan.

Sedangkan manfaat-manfaatdari bersikap adil dan proporsional secara khusus, antara lain:
1. Menjadi pribadi yang bertaqwa kepada AllahAzza wa Jalla, karena adil itu lebih dekat
dengan taqwa. Sebagaimana firman Allahdi dalam Al-Quraan Surah Al-Maaidah ayat 8,
yang artinya:

Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu
menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil.Dan janganlah sekalikali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil.
Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Q.S.5:8)
Dan jika sudah menjadi pribadi yang bertaqwa kepada Allah, tentu akan;

2. Mendapatkan pahala (balasan yang baik) di Akhirat dan ridha Allah Subhaanahu wa
Taaala, karena telah mengerjakan perintah-Nya. Perintah Allah untuk berlaku adil
(yang semakna dengan proporsional) terdapat dalam beberapa ayat dalam Al-Quraan,
seperti Q.S. Al-Maaidah ayat 8 di atas, Q.S. An-Nisaa ayat 85 dan 135, Q.S. Al-Anaam
ayat 152, Q.S. Asy-Syuuraa ayat 15, Q.S. An-Nahl ayat 90, Q.S. Al-Hujuraat ayat 9,
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.

Q.S. Ar-Rahmaan ayat 7-9, dan Q.S. Al-Hadiidi ayat 25.


Meningkatkan kualitas diri.
Menimbulkan rasa sayang terhadap sesama makhluk.
Mempunyai sikap toleransi yang tinggi.
Memperoleh kegembiraan batin.
Memperoleh ketenangan dan ketenteraman hidup
Disenangi dan dipercaya oleh masyarakat.
Terhindar dari pertikaian dan permusuhan.
Doanya cepat dikabulkan oleh Allah Subhaanahu wa Taaala, dan juga mendapatkan
pertolongan dari Allah Subhaanahu Wa Taaala ketika di akhirat kelak, jika kita menjadi
pemimpin yang adil. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa
sallam yang artinya:

Tiga orang yang tidak ditolak doanya: orang yang sedang berpuasa hingga berbuka,
pemimpin yang adil, dan orang yang teraniaya, Allah mengangkat doa mereka ke atas
awandan dibuka untuk doa itu segala pintu langit. Seraya Allah SWT berfirman: Demi
kebesaran-Ku sesungguhnya Aku akan menolong engkau walau pertolongan-Ku Aku
berikan pada masa kelak. (H.R. Ahmad)

2.4. Contoh Nyata Sikap Adil dan Proporsional dalam Kehidupan Sehari-hari
Contoh yang paling baik dari perilaku adil dan proporsional adalah pada diri
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam.Karena beliau merupakan manusia pilihan Allah,
dan pada diri beliau terdapat suri tauladan yang baik, sebagaimana firman Allah Azza wa
Jalla di dalam Al-Quraan. Walaupun saat ini kita tidak bisa melihat perilaku beliau secara
langsung namun kita bisa mengetahuinya melalui siirah (sejarah hidup) Nabi Muhammad
Shallallaahu alaihi wa sallam.Dalam haditsnya, beliau bersabda yang artinya:
Jika sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, niscaya aku potong tangannya.
(H.R. Bukhari)
Dari hadits di atas dapat kita ambil kesimpulan bahwa Nabi Muhammad
Shallallaahu alaihi wa sallam tidak membeda-bedakan, walaupun anaknya sendiri. Apabila

Fatimah radhiallaahu anha tertangkap mencuri Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa


sallam akan tetap memberikan sanksi yang tegas yaitu akan memotong tangannya.
Berikut akan dijelaskan macam-macam perilaku adil beserta contohnya masingmasing yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari:
1. Berlaku Adil kepada Allah Subhaanahu wa Taaala
Maksud dari berlaku adil kepada Allah adalah menjadikan Allah sebagai satusatunya Tuhan yang berhak disembah. Allah Subhaanahu wa Taaala berfirman dalam
Q.S. Adz-Dzaariyaat ayat 56 yang artinya:
Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.
(Q.S.51:56)
Kita tentu yakin bahwa nikmat yang kita rasakan selama hidup di dunia ini
bukanlah berasal dari diri kita sendiri, melainkan adalah pemberian dari Allah
Subhaanahu wa Taaala. Maka berbuat adil dalam arti berlaku proporsional kepada
Allah adalah dengan memenuhi hak-Nya.Hak Allah Azza wa Jalla adalah disembah, dan
kewajiban kita adalah menyembah-Nya dengan ikhlas tanpa mengharap balasan dari
siapapun selain dari-Nya.
Contoh dari perilaku adil kepada Allah Subhaanahu wa Taaalaadalah
menjalankan segala perintah-Nya, dan menjauhi apa saja yang dilarang-Nya.Hemat
kami, contoh berlaku adil kepada Allah Subhaanahu wa Taaala ini telah mencakupi
seluruh contoh-contoh adil dari macam/jenis yang lainnya. Sebab, jika kita menjalankan
semua perintah Allah dan menjauhi semua larangan-Nya, maka secara otomatis kita
berlaku adil terhadap semuanya.Karena itu juga merupakan salah satu perintah-Nya.
2. Berlaku Adil kepada Diri Sendiri
Maksud dari berlaku adil kepada diri sendiri adalah menempatkan diri pada
tempat yang baik dan benar.Dimana kita harus memenuhi kebutuhan baik jasmani
maupun rohani sesuai dengan norma-norma syariat.Kita juga harus senantiasa terjaga
dan terpelihara dalam kebaikan dan keselamatan. tidak menganiaya diri sendiri dengan
menuruti hawa nafsu yang dapat mencelakakan diri sendiri.
Contoh berlaku adil terhadap diri sendiri, antara lain makan makanan yang halal
lagi baik,istirahat yang cukup, dan tidak melakukan sesuatu yang bersifat merugikan
atau menyakiti diri sendiri seperti membelanjakan harta secara boros (untuk sesuatu

yang tidak diperlukan), mentato badan, merokok, minum alkohol, memakai narkoba,
dan lain sebagainya.
3. Berlaku Adil kepada Orang Lain
Maksud dari berlaku adil kepada orang lain artinya adalah meletakkan orang
lain pada tempat yang seharusnya. Berperilaku adil kepada orang lain harus kita
lakukan, dan itu kita lakukan kepada semuanya tidak terkecuali bahkan kepada musuh
atau orang yang kita benci sekalipun sesuai dengan Q.S. Al-Maaidah ayat 8 yang sudah
kami bahas di atas tadi.
Contoh berlaku adil kepada orang lain antara lain:
a. Selalu mengargai dan menghormati orang lain, tanpa adanya sikap diskriminasi
(membeda-bedakan).
b. Tidak mengejek dan menghina orang lain.
c. Tidak menghukum orang lain dengan berlebihan (melampaui batas syariat/yang
patut).
d. Memberikan rasa aman kepada orang lain dengan sikap ramah dan santun.
e. Bila bermitra harus saling menguntungkan, tidak berat sebelah, dan tidak ada yang
f.

dirugikan serta dapat bertanggung jawab.


Tidak angkuh, sombong, kikir, iri dan dengki dalam bergaul dengan sesama

manusia.
g. Menghormati orang yang sedang berbicara dengan cara mendengarkannya.
h. Memberikan hak-hak orang lain, dan tidak merugikan orang lain dalam setiap
tindakan kita,misal : tidak merokok di samping orang yang tidak merokok.
4. Berlaku Adil kepada Makhluk Lainnya (Hewan, Tumbuhan, dan Lingkungan)
Maksud dari berlaku adil yang ke empat ini adalah memperlakukan makhluk
Allah yang lain dengan layak dan sesuai dengan syariat Islam serta menjaga kelestarian
mereka dengan merawat dan menjaga kelangsungannyaatau paling tidak dengan tidak
merusaknya.
Contoh dari berlaku adil terhadap makhluk lain antara lain:
a. Tidak mengusik, tidak menyiksa, dan tidak mengadu hewan.
b. Apabila memiliki hewan peliharaan, maka harus dirawat sebaik-baiknya, tidak
membuatnya stres (seperti: tidak mengandanginya, dsb.), memberikan makan dan
minum secara rutin, dan sebagainya.
c. Tidak menebang pohon/hutan secara liar, atau dengan tidak melakukan penanaman
kembali (reboisasi).
d. Tidak membuang sampah sembarangan.
2.5. Membangun Karakter/Sikap Adil dan Proporsional dalam Kehidupan Sehari-hari

Untuk

membangun

suatu

karakter/sikap,

diperlukan

niat

yang

benardan

keistiqamahan (keteguteguhan pendirian dan selalu konsekuen)untuk membiasakan suatu


karakter/sikap tersebut. Untuk membentuk karakter/sikap adil dan proporsional dalam
kehidupan sehari-hari, maka diperlukan niat yang benar, dan keistiqamahan untuk
membiasakan diri berlaku adil dan proporsional dalam keseharian.
Niat yang benar yaitu niat yang tulus, ikhlas hanya karena mengharap ridha Allah
semata, bukan karena ingin mendapatkan balasan dari manusia seperti pujian, sanjungan,
dan sebagainya. Sedangkan untuk keistiqamahan dapat dipupuk dengan:
a. Menyadari pentingnya sikap adildan proporsional dalam kehidupan.
b. Memahami nilai-nilai positif yang terkandung dalam prinsip keadilan dan
proporsionalitas.
c. Mengetahui manfaat-manfaat dari bersikap adil dan proporsional (seperti yang telah
disebutkan pada subbab 2.3.)

BAB III
PENUTUP

3.1. Kesimpulan
Adil berarti sama berat, berpihak kepada yang benar, sepatutnya, atau meletakkan
sesuatu pada tempatnya. Proporsional berarti sesuai dengan proporsi. Adil dapat bermakna
sama dengan proporsional apabila adil diartikan sebagai sepatutnya atau meletakkan sesuatu
pada tempatnya. Namun, dapat bermakna berbeda apabila yang dimaksud adil ialah sama
berat, karena sama berat belum tentu sesuai dengan proporsi.
Sikap adil dan proporsional perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Sebab
merupakan perintah Tuhan yang harus dipatuhi. Dan setiap kepatuhan pada perintahNyatentu akan mendatangkanmanfaat-manfaat dan keberkahan bagi yang melaksanakannya,
baik dalam kehidupan dunia saat ini, maupun di akhirat nanti. Manfaat-manfaat tersebut ada
yang berupa manfaat secara umum/luas, maupun manfaat secara khusus/pribadi.
Contoh yang paling baik dari perilaku adil dan proporsional adalah pada diri
Rasulullah Shallallaahu alaihi wa sallam.Walaupun kita tidak bisa melihatnya secara
langsung namun kita bisa mengetahuinya melalui siirah (sejarah hidup) beliau.Contohcontoh dari perilaku adil (dalam hal ini, adil yang semakna dengan proporsional), dapat
dibagi menurut macam/jenisnya. Namun, hemat penulis, contoh berlaku adil kepada Allah
Subhaanahu wa Taaala yaitu melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi semua
yang dilarang-Nya, telah mencakupi seluruhcontoh adil dari macam/jenis yang lainnya
(yakni adil kepada diri sendiri, adil kepada orang lain, dan adil kepada makhluk lainnya).
Untuk membentuk karakter/sikap adil dan proporsional dalam kehidupan seharihari, maka diperlukan niat yang benar dan keistiqamahan (keteguteguhan pendirian dan
selalu konsekuen) untuk membiasakan diri berlaku adil dan proporsional dalam
keseharian.Niat yang benar yaitu niat yang tulus, ikhlas hanya karena mengharap ridha Allah
semata, bukan karena ingin mendapatkan balasan dari manusia seperti pujian, sanjungan,
dan sebagainya. Sedangkan untuk keistiqamahan dapat dipupuk dengan:
a. Menyadari pentingnya sikap adil dan proporsional dalam kehidupan.
b. Memahami nilai-nilai positif yang terkandung dalam prinsip keadilan dan
proporsionalitas.
c. Mengetahui manfaat-manfaat dari bersikap adil dan proporsional
3.2. Saran

Siapapun kita, harus belajar untuk bersikap adil dan proporsional dalam kehidupan
sehari-hari. Sebab, akan mendatangkan berbagai manfaat bagi diri kita sendiri, orang lain
beserta makhluk-makhluk lainnya di lingkungan sekitar kita. Apabila kita memerlukan
contoh dari sikap/karakter adil dan proporsional tersebut, maka tengoklah kepada siirah
(kisah perjalanan hidup) Nabi Muhammad Shallallaahu alaihi wa sallam.Beliau adalah
contoh/suri tauladan terbaik, yang diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia.

Daftar Pustaka

http://ardibudianto11.blogspot.co.id/2014/05/mengembangkan-perilaku-adil-jujursabar.html (Diakses tanggal 22 Oktober 2016)


http://www.kitapunya.net/2015/07/pengertian-macam-dah-hikmah-perilaku.html (Diakses
tanggal 22 Oktober 2016)
http://nafiismawan.blogspot.co.id/2014/03/adil-menurut-islam.html (Diakses tanggal 29
Oktober 2016)
http://gustiniqomsyatun.blogspot.co.id/2015/11/manfaat-sikap-perilaku-adil.html (Diakses
tanggal 29 Oktober 2016)