Anda di halaman 1dari 23

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Karbohidrat merupakan senyawa yang terbentuk dari molekul karbon, hidrogen

dan oksigen. Sebagai salah satu jenis zat gizi, fungsi utama karbohidrat adalah penghasil
energi di dalam tubuh. Tiap 1 gram karbohidrat yang dikonsumsi akan menghasilkan
energi sebesar 4 kkal dan energi hasil proses oksidasi (pembakaran) karbohidrat ini
kemudian akan digunakan oleh tubuh untuk menjalankan berbagai fungsi-fungsinya
seperti bernafas, kontraksi jantung dan otot serta juga untuk menjalankan berbagai
aktivitas sehari sehari.
Contoh dari karbohidrat sederhana adalah monosakarida seperti glukosa, fruktosa
dan galaktosa atau juga disakarida seperti sukrosa dan laktosa. Jenis jenis karbohidrat
sederhana ini dapat ditemui terkandung di dalam produk pangan seperti madu, buahbuahan dan susu. Sedangkan contoh dari karbohidrat kompleks adalah pati (starch),
glikogen (simpanan energi di dalam tubuh), selulosa, serat (fiber) atau dalam konsumsi
sehari-hari karbohidrat kompleks dapat ditemui terkandung di dalam produk pangan
seperti, nasi, kentang, jagung, singkong, ubi, pasta, roti dan sebagainya.
Metabolisme mempunyai pengertian yang amat luas, yang pada prinsipnya dapat
diartikan sebagai semua reaksi kimia atau perubahan kimia yang terjadi di dalam tubuh
mahluk hidup. Metabolisme yang terjadi dalam tubuh mahluk hidup melibatkan berbagai
reaksi kimia yang saling berkaitan satu dengan yang lain yang saling menunjang.
misalnya dalam sintesis jaringan terlibat metabolisme protein yang mempersiapkan
kerangka dasar jaringan tersebut. Kemudian terkait metabolisme karbohidrat dan lemak
untuk melengkapi komponen-komponen jaringan, disamping untuk memenuhi
kebutuhan energi melalui metabolisme energi atau bioenergetik.
Kesemuanya terkait dalam suatu keterpaduan yang serasi termasuk disini
Pengendalian atau kontrol sehingga semuanya dapat berjalan serasi, efektif dan efisien bagi
kelangsungan hidup mahluk tersebut. Akan amat sulit untuk menjelaskan secara
simultan, keseluruhan rangkaian yang terkait menjadi satu tersebut. Olehnya itu didalam
pembahasan metabolisme akan dibahas satu persatu, kemudian dicoba merangkumnya
untuk memberikan gambaran secara simultan.
1.2

Rumusan Masalah
1

1.3

1.2.1

Apa yang dimaksud dengan Metabolisme?

1.2.2

Apa itu Karbohidrat?

1.2.3

Apa yang dimaksud dengan Metabolisme Karbohidrat?

1.2.4

Ada berapa macam proses Metabolisme Karbohidrat?

Tujuan
1.3.1 Untuk memahami pengertian metabolisme
1.3.2 Untuk memahami pengertian karbohidrat
1.3.3 Untuk memahami pengertian metabolisme karbohidrat
1.3.4 Untuk mengetahui macam-macam proses metabolisme karbohidrat

1.4

Manfaat
1.4.1 Dapat memahami pengertian metabolisme
1.4.2 Dapat memahami pengertian karbohidrat
1.4.3 Dapat memahami pengertian metabolisme karbohidrat
1.4.4 Dapat mengetahui macam-macam proses metabolisme karbohidrat

BAB II
PEMBAHASAN
2

2.1

Pengertian Metabolisme
Metabolisme adalah suatu proses kompleks perubahan makanan menjadi energi dan

panas melalui proses fisika dan kimia, berupa proses pembentukan dan penguraian zat
didalam tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya. Metabolisme merupakan rangkaian
reaksi kimia yang diawali oleh substrat awal dan diakhiri dengan produk akhir, yang terjadi
dalam sel. Reaksi tersebut meliputi reaksi penyusunan energi (anabolisme) dan reaksi
penggunaan energi (katabolisme). Dalam reaksi biokimia terjadi perubahan energi dari satu
bentuk ke bentuk yang lain, misalnya energi kimia dalam bentuk senyawa Adenosin Trifosfat
(ATP) diubah menjadi energi gerak untuk melakukan suatu aktivitas seperti bekerja, berlari,
jalan, dan lain-lain. Semua jenis karbohidrat diserap dalam bentuk monosakarida, proses
penyerapan ini terjadi di usus halus. Glukosa dan galaktosa memasuki aliran darah dengan
jalan transfer aktif, sedangkan fruktosa dengan jalan difusi. Para ahli sepakat bahwa
karbohidrat hanya dapat diserap dalam bentuk disakarida. Hal ini dibuktikan dengan
dijumpainya maltosa, sukrosa dan laktosa dalam urine apabila mengonsumsi gula dalam
jumlah banyak. Akhirnya berbagai jenis karbohidrat diubah menjadi glukosa sebelum
diikutsertakan dalam proses metabolisme. Berikut ini adapun gambar proses metabolisme
yang paling utama terjadi didalam tubuh.

2.2

Pengertian Karbohidrat
Karbohidrat merupakan bahan yang sangat diperlukan tubuh manusia, hewan, dan

tumbuhan di samping lemak dan protein. Senyawa ini dalam jaringan merupakan
3

cadangan makanan atau energi yang disimpan dalam sel. Sebagian besar karbohidrat
yang ditemukan di alam terdapat sebagai polisakarida dengan berat molekul tinggi.
Beberapa polisakarida berfungsi sebagai penyimpan bagi monosakarida, sedangkan yang
lain sebagai penyusun struktur di dalam dinding sel dan jaringan pengikat.
Karbohidrat merupakan komponen pangan yang menjadi sumber energi utama
dan sumber serat makanan. Komponen ini disusun oleh 3 unsur utama, yaitu karbon (C),
hidrogen (H) dan oksigen (O). Atau dengan kata lain, karbohidrat merupakan suatu
senyawa yang terdiri dari molekul-molekul karbon (C), hydrogen (H) dan oksigen (O)
atau karbon dan hidrat (H2O) sehingga dinamakan karbo-hidrat.
Pada tumbuhan, karbohidrat disintesis dari CO2 dan H2O melalui proses
fotosintesis dalam sel berklorofil dengan bantuan sinar matahari. Karbohidrat yang
dihasilkan merupakan cadangan makanan yang disimpan dalam akar, batang, dan biji
sebagai pati (amilum). Karbohidrat dalam sel tubuh disimpan dalam hati dan jaringan
otot dalam bentuk glikogen. Karbohidrat dapat dikelompokkan menurut jumlah unit gula,
ukuran dari rantai karbon, lokasi gugus karbonil (-C=O), serta stereokimia.
Berdasarkan jumlah unit gula dalam rantai, karbohidrat digolongkan menjadi 4 golongan
utama yaitu:
1. Monosakarida (terdiri atas 1 unit gula)

Monosakarida (C6H12O6) adalah karbohidrat yang tidak dapat dihidrolisis menjadi


bentuk yang lebih sederhana lagi. Bentuk monosakarida ini dapat dibagi lebih lanjut
menjadi triosa, tetrosa, pentose, heksosa, heptosa, atau oktosa menurut jumlah atom
karbon yang dimiliki. Dan sebagai aldose atau ketosa bergantung pada apakah gugus
aldehid atau keton yang dimiliki.
Contoh dari monosakarida yang terdapat di dalam sel tubuh manusia adalah glukosa,
fruktosa, dan galaktosa. Glukosa di dalam industri pangan lebih dikenal sebagai
dekstrosa atau juga gula anggur. Di alam, glukosa banyak terkandung di dalam buah
buahan, sayuran dan juga sirup jagung. Fruktosa dikenal juga sebagai gula buah dan
merupakan gula dengan rasa yang paling manis. Di alam, fruktosa banyak terkandung
dalam madu, dan juga terkandung di berbagai macam buah buahan. Sedangkan
galaktosa merupakan karbohidrat hasil proses pencernaan laktosa sehingga tidak
terdapat di alam secara bebas. Selain sebagai molekul tunggal, monosakarida juga
akan berfungsi sebagai molekul dasar bagi pembentukan senyawa karbohidrat
kompleks pati atau selulosa.
2. Disakarida (terdiri atas 2 unit gula)
4

Disakarida (C12H22O11) menghasilkan dua molekul monosakarida yang sama atau


berbeda kalau dihidrolisis. Contohnya maltosa yang menghasilkan dua molekul
glukosa, serta sukrosa yang menghasilkan satu molekul glukosa dan satu molekul
fruktosa. Disakarida merupakan jenis karbohidrat yang banyak dikonsumsi oleh
manusia di dalam kehidupan sehari hari. Setiap molekul disakarida akan terbentuk
dari gabungan dua molekul monosakarida. Contoh disakarida yang digunakan dalam
konsumsi sehari hari adalah sukrosa yang terbentuk dari gabungan satu molekul
glukosa dan fruktosa dan juga laktosa yang terbentuk dari gabungan 1 molekul
glukosa dan galaktosa. Di dalam produk pangan, sukrosa merupakan pembentuk
hampir 99% dari gula pasir atau gula meja yang biasa digunakan dalam konsumsi
sehari hari sedangkan laktosa merupakan karbohidrat yang banyak terdapat di dalam
susu sapi dengan konsentrasi 6,8 gram/100 ml.
3. Oligosakarida (terdiri atas 3-10 unit gula)

Oligosakarida menghasilkan tiga hingga sepuluh unit monosakarida pada hidrolisis.


4. Polisakarida (terdiri atas lebih dari 10 unit gula)
Polisakarida (C6H11O5) menghasilkan lebih dari sepuluh molekul monosakarida pada
hidrolisis. Contoh polisakarida adalah pati, dan dekstrin. Bentuk ini kadang kadang
disebut sebagai heksosa atau pentose, bergantung pada jenis monosakarida yang
dihasilkan pada waktu hidrolisis. Selain itu contoh polisakarida yaitu amilum yang
terdiri dari 60-300 gugus gula berupa glukosa, glikogen atau gula otot yang tersusun
dari 12 16 gugus gula, dan selulosa, pectin,lignin, serta kitin yang tersusun dari
ratusan bahkan ribuan gugus gula dengan tambahan senyawa lainnya.
Berdasarkan lokasi gugus C=O, monosakarida digolongkan menjadi 2 yaitu:
1) Aldosa (berupa aldehid) : derivat polihidroksi aldehida
2) Ketosa (berupa keton) : derivat polihidroksi keton
Berdasarkan jumlah atom C pada rantai, monosakarida digolongkan menjadi:
1. Triosa (tersusun atas 3 atom C)
2. Tetrosa (tersusun atas 4 atom C)
3. Pentosa (tersusun atas 5 atom C)
4. Heksosa (tersusun atas 6 atom C)
5. Heptosa (tersusun atas 7 atom C)
6. Oktosa (tersusun atas 8 atom C)
Fungsi Karbohidrat
Karbohidrat memiliki beberapa peran penting dalam tubuh manusia, antara lain adalah
5

a. Sebagai sumber energi utama. Pada beberapa organ tubuh utama seperti otak, lensa
mata dan sel saraf, sumber energi yang diperlukan adalah glukosa, dan tidak dapat
digantikan oleh sumber energi lainnya. Dalam proses respirasi, setiap 1 gram glukosa
akan menghasilkan 4,1 kalori
b. Berperan penting dalam proses metabolisme, menjaga keseimbangan asam dan basa
dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel, jaringan, serta organ tubuh
c. Membantu proses pencernaan makanan dalam proses pencernaan
d. Membantu penyerapan kalsium
e. Merupakan pembentuk senyawa lainnya, misalnya sebagai asam lemak sebagai
penyusun lemak dan asam amino sebagai penyusun protein
f. Sebagai komponen penyusun gen dalam inti sel yang amat penting dalam pewarisan
sifat. Gen terdiri dari asam deoksiribunukleat (DNA) dan asam ribonukleat (RNA)
yang merupakan karbohidrat beratom C lima
g. Merupakan senyawa yang membantu proses berlangsungnya buang air besar. Selulosa
merupakan polisakarida yang sulit dicerna, tetapi keberadaannya dala sisa pencernaan
dapat mencegah konstipasi (sembelit).
2.3

Pengertian Metabolisme Karbohidrat


Metabolisme merupakan modifikasi senyawa kimia secara biokimia di dalam

organisme dan sel. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian


(katabolisme) molekul organik kompleks. Metabolisme biasanya terdiri atas tahapantahapan yang melibatkan enzim, yang dikenal pula sebagai jalur metabolisme.
Metabolisme total merupakan semua proses biokimia di dalam organisme. Metabolisme
sel mencakup semua proses kimia di dalam sel. Tanpa metabolisme, makhluk hidup tidak
dapat bertahan hidup.
Karbohidrat setelah dicerna di usus, akan diserap oleh dinding usus halus dalam
bentuk monosakarida. Monosakarida dibawa oleh aliran darah sebagian besar menuju
hati, dan sebagian lainnya dibawa ke sel jaringan tertentu, dan mengalami proses
metabolisme lebih lanjut. Di dalam hati, monosakarida mengalami proses sintesis
menghasilkan glikogen, dioksidasi menjadi CO2 dan H2O, atau dilepaskan untuk dibawa
oleh aliran darah ke bagian tubuh yang memerlukan. Hati dapat mengatur kadar glukosa
dalam darah atas bantuan hormon insulin yang dikeluarkan oleh kelenjar pankreas. Kenaikan
proses pencernaan dan penyerapan karbohidrat menyebabkan glukosa dalam darah
meningkat, sehingga sintesis glikogen dari glukosa oleh hati akan naik. Sebaliknya, jika
banyak kegiatan maka banyak energi untuk kontraksi otot sehingga kadar glukosa dalam
6

darah menurun. Dalam hal ini, glikogen akan diuraikan menjadi glukosa yang selanjutnya
mengalami katabolisme menghasilkan energi (dalam bentuk energi kimia, ATP). Faktor yang
penting dalam kelancaran kerja tubuh adalah kadar glukosa dalam darah. Kadar glukosa di
bawah 70 mg/100 ml disebut hipoglisemia. Adapun di atas 90 mg/100 ml disebut
hiperglisemia. Hipoglisemia yang serius dapat berakibat kekurangan glukosa dalam otak
sehingga menyebabkan hilangnya kesadaran (pingsan). Hiperglisemia merangsang terjadinya
gejala glukosuria, yaitu ketidakmampuan ginjal untuk menyerap kembali glukosa yang telah
mengalami filtrasi melalui sel tubuh. Hormon yang mengatur kadar gula dalam darah, yaitu:
1. Hormon insulin, dihasilkan oleh pankreas, berfungsi menurunkan kadar glukosa
dalam darah;
2. Hormon adrenalin, dihasilkan oleh korteks adrenal, berfungsi menaikkan kadar
glukosa dalam darah.
Karbohidrat siap dikatabolisir menjadi energi jika berbentuk monosakarida. Energi
yang dihasilkan berupa Adenosin trifosfat (ATP). Glukosa merupakan karbohidrat terpenting.
Dalam bentuk glukosalah massa karbohidrat makanan diserap ke dalam aliran darah, atau ke
dalam bentuk glukosalah karbohidrat dikonversi di dalam hati, serta dari glukosalah semua
bentuk karbohidrat lain dalam tubuh dapat dibentuk. Glukosa merupakan bahan bakar
metabolik utama bagi jaringan mamalia (kecuali hewan pemamah biak) dan bahan bakar
universal bagi janin. Unsur ini diubah menjadi karbohidrat lain dengan fungsi sangat spesifik,
misalnya glikogen untuk simpanan, ribose dalam bentuk asam nukleat, galaktosa dalam
laktosa susu, dalam senyawa lipid kompleks tertentu dan dalam bentuk gabungan dengan
protein, yaitu glikoprotein serta proteoglikan.
Peristiwa yang dialami unsur-unsur makanan setelah dicerna dan diserap adalah
metabolisme intermediat. Jadi metabolisme intermediat mencakup suatu bidang luas yang
berupaya memahami bukan saja lintasan metabolik yang dialami oleh masing-masing
molekul, tetapi juga interelasi dan mekanisme yang mengatur arus metabolit melewati
lintasan tersebut. Metabolisme karbohidrat pada manusia terutama:
1) Glikolisis, yaitu oksidasi glukosa atau glikogen menjadi piruvat dan asam laktat
melalui Embden-Meyerhof Pathway (EMP).
2) Glikogenesis, yaitu sintesis glikogen dari glukosa
3) Glikogenolisis, yaitu pemecahan glikogen, pada hepar hasil akhir adalah glukosa,
sedangkan di otot menjadi piruvat dan asam laktat
4) Siklus Krebs atau siklus asam trikarboksilat atau siklus asam sitra adalah suatu jalan
bersama dari oksidasi karbohidrat, lemak dan protein melalui asetil-Ko-A dan akan
7

dioksidasikan secara sempurna menjadi CO2 & H2O.


5) Heksosa Monofosfat Shunt atau siklus pentosa fosfat adalah suatu jalan lain dari
oksidasi glukosa selain EMP dan siklus Krebs.
6) Glukoneogenesis, yaitu pembentukan glukosa atau glikogen dari zat-zat bukan
karbohidrat.
7) Oksidasi asam piruvat menjadi asetil Ko-A, yaitu lanjutan dari glikolisis serta menjadi
penghubung antara glikolisis dan siklus Krebs.
Lintasan metabolisme dapat digolongkan menjadi 3 kategori:
1. Lintasan Anabolik (Penyatuan atau Pembentukan)
Ini merupakan lintasan yang digunakan pada sintesis senyawa pembentuk struktur
dan mesin tubuh. Salah satu contoh dari kategori ini adalah sintesis protein.
2. Lintasan Katabolik (Pemecahan)
Lintasan ini meliputi berbagai proses oksidasi yang melepaskan energi bebas,
biasanya dalam bentuk fosfat energi tinggi atau unsur ekuivalen pereduksi, seperti
rantai respirasi dan fosforilasi oksidatif.
3. Lintasan Amfibolik (Persimpangan)
Lintasan ini memiliki lebih dari satu fungsi dan terdapat
pada persimpangan metabolisme sehingga bekerja sebagai penghubung antara
lintasan anabolik dan lintasan katabolik. Contoh dari lintasan ini adalah siklus asam
sitrat.
Terdapat beberapa jalur metabolisme karbohidrat baik yang tergolong sebagai
katabolisme maupun anabolisme, yaitu glikolisis, oksidasi piruvat, siklus asam sitrat,
glikogenesis, glikogenolisis serta glukoneogenesis. Secara ringkas, jalur-jalur metabolisme
karbohidrat dijelaskan sebagai berikut:
1) Glukosa sebagai bahan bakar utama akan mengalami glikolisis (dipecah) menjadi 2
piruvat jika tersedia oksigen. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP.
2) Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Dalam tahap ini
dihasilkan energi berupa ATP.
3) Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. Dalam tahap
ini dihasilkan energi berupa ATP.
4) Jika sumber glukosa berlebihan, melebihi kebutuhan energi kita maka glukosa tidak
dipecah, melainkan akan dirangkai menjadi polimer glukosa (disebut glikogen).
Glikogen ini disimpan di hati dan otot sebagai cadangan energi jangka pendek. Jika
8

kapasitas penyimpanan glikogen sudah penuh, maka karbohidrat harus dikonversi


menjadi jaringan lipid sebagai cadangan energi jangka panjang.
5) Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi, maka glikogen
dipecah menjadi glukosa. Selanjutnya glukosa mengalami glikolisis, diikuti dengan
oksidasi piruvat sampai dengan siklus asam sitrat.
6) Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis, maka sumber
energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein harus digunakan. Jalur ini dinamakan
glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid dan protein harus
diubah menjadi glukosa baru yang selanjutnya mengalami katabolisme untuk
memperoleh energi.
2.4

Macam-Macam Proses Metabolisme Karbohidrat


Macam-macam proses metabolisme karbohidrat, yaitu:
1.

Glikolisis
Glikogen adalah molekul polisakarida yang tersimpan dalam sel-sel hewan

bersama dengan air dan digunakan sebagai sumber energi. Ketika pecah di dalam
tubuh, glikogen diubah menjadi glukosa, sumber energi yang penting bagi hewan.
Banyak penelitian telah dilakukan pada glikogen dan perannya dalam tubuh, sejak itu
glikogen diakui sebagai bagian penting dari sistem penyimpanan energi tubuh.
Glikolisis adalah sebuah rangkaian reaksi biokimia dimana glukosa dioksidasi
menjadi molekul asam piruvat. Glikolisis adalah salah satu proses metabolisme yang
paling universal yang kita kenal, dan terjadi (dengan berbagai variasi) di banyak jenis
sel dalam hampir seluruh bentuk organisme. Proses glikolisis sendiri menghasilkan
lebih sedikit energi per molekul glukosa dibandingkan dengan oksidasi aerobik yang
sempurna. Energi yang dihasilkan disimpan dalam senyawa organik berupa adenosine
triphosphate atau yang lebih umum dikenal dengan istilah ATP dan NADH
a. Terjadi dalam semua sel tubuh manusia
b. Degradasi an-aerob glukosa menjadi laktat
Glikolisis berlangsung di dalam sitosol semua sel. Lintasan katabolisme ini adalah
proses pemecahan glukosa menjadi
a) Asam piruvat, pada suasana aerob (tersedia oksigen)
b) Asam laktat, pada suasana anaerob (tidak tersedia oksigen)
Glikolisis merupakan jalur utama metabolisme glukosa agar terbentuk asam piruvat,
dan selanjutnya asetil-KoA untuk dioksidasi dalam siklus asam sitrat (Siklus Krebs).
Selain itu glikolisis juga menjadi lintasan utama metabolisme fruktosa dan galaktosa.
9

Pada tahap Glikolisis ini adapun input dan outputnya, yaitu:

Secara rinci, tahap-tahap dalam lintasan glikolisis adalah sebagai berikut:

10

11

2.

Dekarboksilasi Oksidatif (Oksidasi Piruvat Menjadi Asetil Ko-A)


Tahapan dekarboksilasi oksidatif, yaitu tahapan pembentukan CO 2 melalui reaksi

oksidasi reduksi (redoks) dengan O2 sebagai penerima elektronnya. Dekarboksilasi


oksidatif ini terjadi di dalam mitokondria sebelum masuk ke tahapan Siklus Krebs.
Oleh karena itu, tahapan ini disebut sebagai tahapan sambungan (junction) antara
glikolisis dengan siklus krebs. Pada tahapan ini, Asam Piruvat (3 atom C) hasil
glikolisis dari sitosol diubah menjadi asetil koenzim A (2 atom C) di dalam
mitokondria. Pada tahap pertama, molekul piruvat (3 atom C) melepaskan elektron
(oksidasi) membentuk CO2 (piruvat dipecah menjadi CO2 dan molekul berkarbon 2).
Pada tahap kedua, NAD+ direduksi (menerima elektron) menjadi NADH+H+. Pada
tahap ketiga, molekul berkarbon 2 dioksidasi dan mengikat Ko-A (koenzim A)
sehingga terbentuk Asetil Ko-A. Hasil akhir tahapan ini adalah asetil koenzim A, CO 2,
dan 2NADH. Berikut gambar dibawah ini merupakan reaksi dekarboksilasi oksidatif
dan reaksinya.

12

3.

Siklus Krebs
Siklus krebs terjadi di matriks mitokondria dan disebut juga siklus asam

trikarboksilat. Hal ini disebabkan siklus krebs tersebut menghasilkan senyawa yang
mempunyai gugus karboksil, seperti asam sitrat dan asam isositrat. Asetil koenzim A
hasil dekarboksilasi oksidatif memasuki matriks mitokondria untuk bergabung
dengam asam oksaloasetat dalam siklus krebs, membentuk asam sitrat. Demikian
seterusnya, asam sitrat membentuk bermacam-macam zat dan akhirnya membentuk
asam oksaloasetat lagi.

Berikut ini tahapan-tahapan dari 1 kali Siklus Krebs:


1) Asetil Ko-A (2 atom C) menambahkan atom C pada oksaloasetat (4 atom C)
sehingga dihasilkan asam sitrat (6 atom C)
2) Sitrat menjadi isositrat (6 atom C) dengan melepas H2O dan menerima H2O
kembali
3) Isositrat melepaskan CO2 sehingga terbentuk ketoglutarat (5 atom C)
4) Ketoglutarat melepaskan CO2. NAD+ sebagai akseptor atau penerima elektron
untuk membentuk NADH dan menghasilkan suksinil Ko-A (4 atom C)

13

5) Terjadi fosforilasi tingkat substrat pada pembentukan GTP (guanosin trifosfat)


dan terbentuk suksinat (4 atom C)
6) Pembentukan fumarat (4 atom C)
7) Fumarat terhidrolisis (mengikat 1 molekul H2O) sehingga membentuk malat (4
atom C)
8) Pembentukan oksaloasetat (4 atom C) melalui pelepasan NADH. Satu siklus
Krebs tersebut hanya untuk satu molekul piruvat saja.
Sementara itu, hasil glikolisis menghasilkan 2 molekul piruvat (untuk 1 molekul
glukosa). Oleh karena itu, hasil akhir total dari siklus Krebs tersebut adalah 2 kalinya.
Dengan demikian, diperoleh hasil sebanyak 6 NADH, 2 FADH 2, dan 2 ATP (jumlah
ini untuk katabolisme setiap 1 molekul glukosa).

4.

Glikogenesis
Tahap pertama metabolisme karbohidrat adalah pemecahan glukosa (glikolisis)

menjadi piruvat. Selanjutnya piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. Akhirnya asetil
KoA masuk ke dalam rangkaian siklus asam sitrat untuk dikatabolisir menjadi energi.
Proses di atas terjadi jika kita membutuhkan energi untuk aktifitas, misalnya berpikir,
mencerna makanan, bekerja dan sebagainya. Jika kita memiliki glukosa melampaui
kebutuhan energi, maka kelebihan glukosa yang ada akan disimpan dalam bentuk
glikogen. Proses anabolisme ini dinamakan glikogenesis. Glikogen merupakan bentuk
simpanan karbohidrat yang utama di dalam tubuh dan analog dengan amilum pada
tumbuhan. Unsur ini terutama terdapat didalam hati (sampai 6%), otot jarang
melampaui jumlah 1%. Akan tetapi karena massa otot jauh lebih besar daripada hati,
maka besarnya simpanan glikogen di otot bisa mencapai tiga sampai empat kali lebih
banyak. Seperti amilum, glikogen merupakan polimer -D-Glukosa yang bercabang.
Glikogen otot berfungsi sebagai sumber heksosa yang tersedia dengan mudah untuk
14

proses glikolisis di dalam otot itu sendiri. Sedangkan glikogen hati sangat
berhubungan

dengan

simpanan

dan

pengiriman

heksosa

keluar

untuk

mempertahankan kadar glukosa darah, khususnya pada saat di antara waktu makan.
Setelah 12-18 jam puasa, hampir semua simpanan glikogen hati terkuras habis. Tetapi
glikogen otot hanya terkuras secara bermakna setelah seseorang melakukan olahraga
yang berat dan lama. Rangkaian proses terjadinya glikogenesis digambarkan sebagai
berikut:

Glukosa yang berlebih ini akan mengalami fosforilasi menjadi glukosa-6phospat. Di otot reaksi ini dikatalis oleh enzim heksokinase sedangkan di hati
dikatalis oleh glukokinase. Glukosa-6-phospat diubah menjadi glukosa-1-phospat
dengan katalis fosfoglukomutase menjadi glukosa-1,6-biphospat. Selanjutnya,
glukosa-1-phospat bereaksi dengan uridin triphospat (UTP) untuk membentuk uridin
biphospat glukosa (UDPGC1c) dengan katalis UDPG1c pirofosforilase.
Atom C1 pada glukosa yang diaktifkan oleh UDPG1c membentuk ikatan
glikosidik dengan atom C4 pada residu glukosa terminal glukogen, sehingga
membebaskan UDP. Reaksi ini dikatalis oleh enzim glikogen sintase. Molekul
glikogen yang sudah ada sebelumnya harus ada untuk memulai reaksi ini. Glikogen
primer selanjutnya dapat terbentuk pada primer protein yang dikenal sebagai
15

glokogenin. Setelah rantai glikogen primer diperpanjang dengan penambahan glukosa


tersebut hingga mencapai minimal 11 residu glukosa, maka enzim pembentuk cabang
memindahkan bagian dari rantai 1 ke 4 (panjang minimal 6 residu glukosa pada rantai
yang berdekatan untuk membentuk rangkaian 1 ke 6 sehingga membentuk titik
cabang pada molekul tersebut. Cabang-cabang ini akan tumbuh dengan penambahan
cabang selanjutnya. Setelah jumlah residu terminal yang non reduktif bertambah,
jumlah total tampak reaktif dalam molekul akan meningkat sehingga akan
mempercepat glikogenesis maupun glikogenolisis.
5.

Glikogenolisis
Jika glukosa dari diet tidak dapat mencukupi kebutuhan, maka glikogen harus

dipecah untuk mendapatkan glukosa sebagai sumber energi. Proses ini dinamakan
glikogenolisis. Glikogenolisis seakan-akan kebalikan dari glikogenesis, akan tetapi
sebenarnya tidak demikian. Untuk memutuskan ikatan glukosa satu demi satu dari
glikogen diperlukan enzim fosforilase. Proses glikogenolisis mencakup gradasi
glikogen secara berurut yakni 3 enzim, glikogen fosforilase, dan fosfoglukomutase
dan dihasilkanlah glukosa sebagai hasil akhir. Enzim ini spesifik untuk proses
fosforolisis rangkaian 14 glikogen untuk menghasilkan glukosa 1-fosfat. Residu
glukosil terminal pada rantai paling luar molekul glikogen dibuang secara berurutan
sampai kurang lebih ada 4 buah residu glukosa yang tersisa pada tiap sisi cabang 16.
(C6)n + Pi (C6)n-1 + Glukosa 1-fosfat
Glukan

transferase dibutuhkan

sebagai

katalisator pemindahan

unit

trisakarida dari satu cabang ke cabang lainnya sehingga membuat titik cabang16
terpajan. Hidrolisis ikatan 16 memerlukan kerja enzim enzim pemutus cabang
(debranching enzyme) yang spesifik. Dengan pemutusan cabang tersebut, maka kerja
enzim fosforilase selanjutnya dapat berlangsung.
Tahapan berikutnya adalah hexose monophosphate shunt atau biasa disingkat
HMP Shunt dan juga dikenal dengan istilah Pentose phosphate pathway. HMP-Shunt
merupakan jalur pentose fosfat atau heksosa monofosfat yang menghasilkan NADPH
juga ribosa di wilayah luar mitokondria. Komponen NADPH sendiri dibutuhkan
dalam proses biosintesis asam lemak, steroid, kolesterol dan senyawa lainnya. Proses
HMP-Shunt ini juga menghasilkan pentose untuk digunakan dalam sintesis nukleotida
juga asam nukleat. Sementara itu ribose 5-fosfat bereaksi dengan komponen ATP
menjadi komponen 5-fosforibosil-1-pirofosfat atau biasa disingkat PRPP.
16

6.

Glukoneogenesis
Glukoneogenesis terjadi jika sumber energi dari karbohidrat tidak tersedia lagi.

Maka tubuh adalah menggunakan lemak sebagai sumber energi. Jika lemak juga tak
tersedia, barulah memecah protein untuk energi yang sesungguhnya protein berperan
pokok sebagai pembangun tubuh. Jadi bisa disimpulkan bahwa glukoneogenesis
adalah proses pembentukan glukosa dari senyawa-senyawa non karbohidrat, bisa dari
lipid maupun protein. Secara ringkas, jalur glukoneogenesis dari bahan lipid maupun
protein dijelaskan sebagai berikut:
1) Lipid terpecah menjadi komponen penyusunnya yaitu asam lemak dan gliserol.
Asam lemak dapat dioksidasi menjadi asetil KoA. Selanjutnya asetil KoA masuk
dalam siklus Krebs. Sementara itu gliserol masuk dalam jalur glikolisis.
2) Untuk protein, asam-asam amino penyusunnya akan masuk ke dalam siklus
Krebs.
Asam laktat yang terjadi pada proses glikolisis dapat dibawa oleh darah ke hati.
Asam laktat diubah menjadi glukosa kembali melalui serangkaian reaksi dalam suatu
proses

yang

disebut

denan

gluconeogenesis

(pembentukan

gula

baru).

Glukoneogenesis merupakan proses pembentukan glukosa dari bahan selain glikogen.


Reaksi glukoneogenesis berlangsung di semua organisme dengan pola yang sama,
perbedaan terjadi pada beberapa senywa metabolit dan sistem pengaturannya.
Jalur glikolisis tidak bisa bekerja sebaliknya secara langsung karena adanya tiga
langkah yang irreversible artinya diperlukan enzim lain untuk proses kebalikannya,
tetapi piruvat bisa diubah menjadi glukosa karena adanya reaksi reaksi tambahan.
Ketiga langkah irreversible dalam glikolisis dikatalis oleh heksokinase (glukokinase
dalam hati), fosfofruktokinase, dan piruvat kinase. Namun, jaringan yang bisa
17

melakukan

gluconeogenesis

yakni

hati

dan

ginjal

memiliki

enzim

yang

memungkinkan ketiga langkah ini dibalikkan. Ketika hal ini terjadi, maka fluks total
karbon yang melalui reaksi reaksi lain dalam glikolisis akan dibalikkan. Tiga
langkah nonglikolisis terjadi ketika piruvat diubah menjadi glukosa melalui
pembalikan total glikolisis.
1)

Fosfoenolpiruvat dibentuk dari asam piruvat melalui pembentukan asam oksalo


asetat. Oksalo asetat lalu dikonversi di dalam mitokondria menjadi malat.
Reaksi berikutnya berlangsung di dalam sitoplasma. Malat ditranspor menuju
sitoplasma oleh pengangkut dikarboksilat yang spesifik untuk malat, suksinat,
dan fumarat yang memerlukan pemasukan Pi atau salah satu anion dari
dikarboksilasi ini. Malat sitoplasma kemudian diubah menjadi oksaloasetat
oleh sitoplasmik malat dehydrogenase. Oksalo asetat sitoplasme kemudian
diubah secara irreversible menjadi fosfoenolpiruvat dengan enzim fosfoenol
piruvat karboksilase, yakni suatu enzim sitoplasma yang bekerja hanya pada
saat konsentras ATP tinggi.
2) Fruktosa-6-fosfat dibentuk dari fruktosa-1,6-bifosfat. Dua molekul piruvat
dikondensasikan untuk menghasilkan satu molekul fruktosa-1,6-bifosfat.
Senyawa ini adalah produk dari langkah 3 yang irreversible dalam glikolisis.
Sel glukoneogenesis mempunyai enzim fruktosa-1,6-bifosfastase yang
mengkatalisis reaksi kebalikan dari langkah 3 tersebut. Fruktosa-1,6bisfosfatase diinhibisi oleh AMP dan diaktivasi oleh sitrat serta 3-fosfogliserat.
Maka dalam keadaan energy ikatan tinggi, kenaikan sitrat dan penurunan AMP
bekerja sama untuk mengaktifkan fruktosa-1,6-bisfosfatase dan untuk
18

menginhibisi fosfofruktokinase. Hal ini memicu hidrolisis fruktosa-1,6bisfosfat menjadi fruktosa-6-fosfat.


3) Fruktosa-6-fosfat diubah menjadi glukosa-6-fosfat dengan bantuan enzim
glukosa-6-fosfat isomerase. Glukokinase (hanya dalam hati) dan heksokinase,
yakni enzim yang memproduksi glukosa 6 fosfat dari glukosa, tidak mampu
mengkatalisis reaksi sebaliknya. Tetapi hati mempunyai enzim glukosa 6
fosfatase yang mengkatalisis hidrolisis glukosa 6 fosfat menjadi glukosa.
Glukosa yang dihasilkan kemudian bisa memasuki darah. Secara ringkas,
glukosa dapat disintesis di dalam hati dan ginjal dari laktat dan precursor
nonkarbohidrat(karbon dari asam asam amino tertentu). Sintesis ini
dijalankan terutama oleh kebalikan dari jalur glikolisis, karena sel jaringan
jaringan ini memiliki enzim yang diperlukan untuk mengatasi ketiga langkah
glikolisis yang irreversible.
Sifat-sifat peristiwa glukoneogenesis antara lain:
a. Merupakan reaksi yang kompleks
b. Melibatkan beberapa enzim dan organel sel, yaitu mitokondrion.
c. Terlebih dahulu mengubah piruvat menjadi malat.
d. Metabolisme piruvat diangkut kedalam mitokondrion dengan

cara

pengangkutan aktif melalui membran


7.

Transfer Elektron
Sebelum masuk rantai transpor elektron yang berada dalam mitokondria, 8
pasang atom H yang dibebaskan selama berlangsungnya siklus Krebs akan
ditangkap oleh NAD dan FAD menjadi NADH dan FADH. Pada saat masuk ke
rantai transpor elektron, molekul tersebut mengalami rangkaian reaksi oksidasireduksi (Redoks) yang terjadi secara berantai dengan melibatkan beberapa zat
perantara untuk menghasilkan ATP dan H2O. Beberapa zat perantara dalam reaksi
redoks, antara lain flavoprotein, koenzim A dan Q serta sitokrom yaitu sitokrom
a, a3, b, c, dan c1. Semua zat perantara itu berfungsi sebagai pembawa hidrogen
atau pembawa elektron untuk 1 molekul NADH2 yang masuk ke rantai transpor
elektron dapat dihasilkan 3 molekul ATP sedangkan 1 molekul FADH2 dapat
dihasilkan 2 molekuk ATP.

19

Molekul pertama yang menerima elektron berupa avoprotein, dinamakan avin


mononukleotida (FMN). Selanjutnya, elektron dipindahkan berturut-turut
melewati molekul protein besi-sulfur (Fe-S), ubiquinon (Q atau CoQ), dan
sitokrom (Cyst). Elektron melewati sitokrom b, Fe-S, sitokrom c1, sitokrom c,
sitokrom a, sitokrom a3, dan oksigen sebagai penerima elektron terakhir.
Akhirnya terbentuklah molekul H2O (air). Pada sistem transportasi elektron,
NADH dan FADH2 masing-masing menghasilkan rata-rata 3 ATP dan 2 ATP.
Sebanyak 2 NADH hasil glikolisis dan 2 NADH hasil dekarboksilasi oksidatif
masing-masing menghasilkan 6 ATP. Sementara itu, 6 NADH dan 2 FADH2 hasil
siklus Krebs masing-masing menghasilkan 18 ATP dan 4 ATP. Jadi, sistem
transportasi elektron menghasilkan 34 ATP.

20

Setiap molekul glukosa akan menghasilkan 36 ATP dalam respirasi. Hasil ini
berbeda dengan respirasi pada organisme prokariotik. Telah diketahui bahwa
oksidasi NADH atau NADPH2 dan FADH2 terjadi dalam membrane mitokondria,
namun ada NADH yang dibentuk di sitoplasma (dalam proses glikolisis). Pada
organisme eukariotik, untuk memasukkan setiap 1 NADH dari sitoplasma ke

dalam mitokondria diperlukan 1 ATP. Dengan demikian, 2 NADH dari glikolisis


menghasilkan hasil bersih 4 ATP setelah dikurangi 2 ATP. Sementara itu, pada
organisme prokariotik, karena tidak memiliki sistem membran maka tidak
diperlukan ATP lagi untuk memasukkan NADH ke dalam mitokondria sehingga 2
NADH menghasilkan 6 ATP. Akibatnya total hasil bersih

21

BAB III
PENUTUP
3.1

Kesimpulan
Metabolisme adalah suatu proses kompleks perubahan makanan menjadi energi dan

panas melalui proses fisika dan kimia, berupa proses pembentukan dan penguraian zat
didalam tubuh organisme untuk kelangsungan hidupnya. Metabolisme merupakan rangkaian
reaksi kimia yang diawali oleh substrat awal dan diakhiri dengan produk akhir, yang terjadi
dalam sel. Reaksi tersebut meliputi reaksi penyusunan energi (anabolisme) dan reaksi
penggunaan energi (katabolisme). Sedangkan Karbohidrat merupakan komponen pangan
yang menjadi sumber energi utama dan sumber serat makanan. Metabolisme karbohidrat
pada manusia terutama:
1. Glikolisis, yaitu oksidasi glukosa atau glikogen menjadi piruvat dan asam laktat
melalui Embden-Meyerhof Pathway (EMP).
2. Glikogenesis, yaitu sintesis glikogen dari glukosa
3. Glikogenolisis, yaitu pemecahan glikogen, pada hepar hasil akhir adalah glukosa,
sedangkan di otot menjadi piruvat dan asam laktat
4. Siklus Krebs atau siklus asam trikarboksilat atau siklus asam sitra adalah suatu
jalan bersama dari oksidasi karbohidrat, lemak dan protein melalui asetil-Ko-A
dan akan dioksidasikan secara sempurna menjadi CO2 & H2O.
5. Heksosa Monofosfat Shunt atau siklus pentosa fosfat adalah suatu jalan lain dari
oksidasi glukosa selain EMP dan siklus Krebs.
6. Glukoneogenesis, yaitu pembentukan glukosa atau glikogen dari zat-zat bukan
karbohidrat.
7. Oksidasi asam piruvat menjadi asetil Ko-A, yaitu lanjutan dari glikolisis serta
menjadi penghubung antara glikolisis dan siklus Krebs.
22

3.2

Saran
Semoga makalah kami ini bermanfaat baik bagi mahasiswa sendiri ataupun bagi

pembaca. Pengetahuan akan metabolisme karbohidrat sangatlah penting untuk menambah


waawasan dan pengetahuan bagi pembaca.

DAFTAR PUSTAKA
https://www.scribd.com/doc/259861601/Makalah-Biokimia-Metabolisme-KarbohidratLemak-Dan-Protein diakses pada Selasa 15 Maret 2016 pukul 16.30 WITA
http://documents.tips/documents/makalah-metabolisme-karbohidrat.html diakses pada Selasa
15 Maret 2016 pukul 16.50 WITA
http://feyloausteen.blogspot.co.id/2014/05/metabolisme-karbohidrat.html diakses pada Selasa
15 Maret 2016 pukul 16.55 WITA
http://muhammadmasykurillah.blogspot.co.id/2015/04/metabolisme-karbohidrat.html diakses
pada Selasa 15 Maret 2016 pukul 17.03 WITA
http://www.softilmu.com/2013/07/fungsi-metabolisme-karbohidrat.html diakses pada Selasa
15 Maret 2016 pukul 17.17 WITA

23