Anda di halaman 1dari 10

KATA PENGANTAR

Puji syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa karena dengan limpahan rahmat-Nya
kami sebagai penulis sangat bahagia sehingga penyusunan makalah ini dapat terselesaikan
dengan judul BAKTERIOLOGI. Serta tidak lupa pula ucapan terimakasih kami ucapakan
kepada pihak-pihak yang telah membantu kami demi lancarnya penulisan makalah kami.
Sebagai penulis kami sadar bahwa dalam pembuatan dan penyusunan makalah ini
masih banyak terdapat kesalahan, untuk itu kami mengharapkan kepada pemirsa yang telah
membaca makalah kami ini kiranya dapat memberikan sumbangsihnya berupa kritik dan
sarannya demi makalah kami yang terbaik.

Penulis

PENDAHULUAN
A. SEJARAH BAKTERI
Bakteri pertama ditemukan oleh Anthony van Leeuwenhoek pada 1674 dengan
menggunakan mikroskop buatannya sendiri. Istilah bacterium diperkenalkan di kemudian
hari oleh Ehrenberg pada tahun 1828, diambil dari kata Yunani yang memiliki arti
small stick.
B. DEFINISI BAKTERI
Bakteri, berasal dari kata Latin, bacterium (jamak, bacteria); adalah kelompok raksasa
dari organisme hidup. Mereka sangatlah kecil (mikroskopik) dan kebanyakan uniselular
(bersel tunggal), dengan struktur sel yang relatif sederhana tanpa nukleus/inti sel,
sitoskeleton, dan organel lain seperti mitokondria dan kloroplas.
Bakteri adalah yang paling berkelimpahan dari semua organisme. Mereka tersebar
(berada di mana-mana) di tanah, air, dan sebagai simbiosis dari organisme lain. Banyak
patogen merupakan bakteri. Kebanyakan dari mereka kecil, biasanya hanya berukuran 0,5-5
m, meski ada jenis dapat menjangkau 0,3 mm dalam diameter (Thiomargarita). Mereka
umumnya memiliki dinding sel, seperti sel hewan dan jamur, tetapi dengan komposisi sangat
berbeda (peptidoglikan). Banyak yang bergerak menggunakan flagela, yang berbeda dalam
strukturnya dari flagela kelompok lain.
Bakteri sering dikaitkan sebagai penyebab penyakit manusia dan hewan (seperti
Leptospira, yang menyebabkan penyakit serius ternak). Namun, beberapa bakteri,
Actinomycetes, menghasilkan antibiotik seperti streptomisin dan nocardicin; yang lainnya
hidup bersimbiosis dengan hewan (termasuk manusia) atau tempat lain di tubuh mereka, atau
pada akar tanaman tertentu, mengubah nitrogen menjadi bentuk yang dapat digunakan.
Bakteri meletakkan tang dalam yogurt dan roti asam di penghuni pertama; bakteri membantu
untuk menguraikan bahan organik mati; bakteri membentuk dasar jaringan makanan di
banyak lingkungan. Bakteri semacam itu penting karena fleksibilitas mereka yang ekstrem,
kapasitas untuk pertumbuhan cepat dan reproduksi, dan usia besar - fosil tertua yang dikenal,
hampir 3,5 miliar tahun, adalah fosil bakteri-seperti organisme.
Bakteri termasuk dalam golongan prokariota yaitu merupakan bentuk sel yang
paling sederhana yang memiliki ukuran dengan diameter dari 1 hingga 10 m. Ciri yang

membedakan prokariotik dengan eukariotik adalah inti sel di mana sel prokariotik tidak
mempunyai membrane inti sel atau nukleus yang jelas. Bakteri memiliki 2 pembagian
struktur yaitu :
1.

Struktur dasar (dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri)

Meliputi: dinding sel, membran plasma, sitoplasma, ribosom, DNA, dan granula
penyimpanan.
2.

Struktur tambahan (dimiliki oleh jenis bakteri tertentu)


Meliputi: kapsul, flagelum, pilus(pili), klorosom, Vakuola gas dan endospora.

PEMBAHASAN
A.PENGERTIAN BAKTERIOLOGI
1. Bakteriologi merupakan ilmu yang mempelajari kehidupan dan klasifikasi bakteri,
struktur anatomi sel bakteri, cara kerja sel bakteri, interaksi antarsel bakteri, dan juga
tanggapan bakteri terhadap perubahan pada lingkungan hidupnya.
2. Bakteriologi dapat dikatakan juga sebagai biologi bakteri.
3. Bakteri memiliki nilai ekonomi penting dalam kehidupan manusia dan demikian pula
bakteriologi. Pengetahuan dalam cabang ilmu ini bermanfaat dalam pengobatan,
higiene, ilmu pangan dan gizi, pertanian, dan industri (terutama industri fermentasi).
B. STRUKTUR BAKTERI
1. Dinding sel
Dinding sel tersusun atas mukopolisakarida dan peptidoglikan (murein) yaitu susunan
yang terdiri dari polimer besar dan terbuat dari N asetil glukosamin dan asam N
asetil muramat yang saling berikatan silang dengan ikatan kovalen.
2. Kapsul
Merupakan selaput licin terdiri dari polisakarida terletak di luar dinding sel. Bakteri
yang patogen memiliki kapsul berfungsi mempertahankan diri dari antitoksin yang
dihasilkan sel inang.
3. Membran sel
Tersusun atas lemak dan protein, bersifat semipermeable, berfungsi untuk mengatur
keluar masuknya zat ke dalam sel.
4. Sitoplasma
Merupakan tempat berlangsungnya reaksi metabolik.
5. Nucleoid (DNA)
Untuk mengontrol sintesis protein dan pembawaan sifat.
6. Flagella (Cambuk Besar)
Berfungsi utk bergerak, flagel melekat pada membran luar di dinding sel.
7. Ribosom
Tersusun atas protein dan RNA, sebagai tempat sintesis protein.

C.UKURAN BAKTERI
1. Bakteri merupakan organisme mikroskopis rata-rata berdiameter 1,25 mikrometer
(m). (mikrometer = 1/1000000 meter).
2. Bakteri yang terkecil adalah Dialister pneumosintes dengan panjang tubuh 0,15 0,30
m
3. Sedangkan bakteri terbesar adalah Spirillum voluntans, panjang tubuh 13 15 m.
4. Ukuran bakteri adalah mikroskopis, artinya dapat dilihat dengan menggunakan
mikroskop.
D.BENTUK BAKTERI
Ada 3 macam bentuk bakteri sebagai berikut :
1. Bentuk batang (basil)
2. Bentuk bulat (kokus)
3. Bentuk spiral
a.Bentuk2 Bakteri Basil(Batang)
Bakteri bentuk batang dikenal sebagai basil (berasal dari kata bacillus yang berarti
batang). Bentuk ini dapat dibedakan mjd :
1. Monobasil,yaitu bakteri yang hanya berbentuk satu batang tunggal. Contoh:
Salmonella typhosa penyebab penyakit tipus, Escherichiacoli bakteri yang terdapat
pada usus dan Lactobacillus.
2. Diplobasil yaitu bakteri berbentuk basil yang bergandengan dua-dua
3. Streptobasil yaitu bakteri berbentuk basil yang bergandengan memanjang berbetuk
rantai, misal Bacillus anthracis penyebab penyakit antraks, Streptpbacillus
moniliformis, Azotobacter, bakteri pengikat nitrogen.
b.Bentuk2 Bakteri Kokus (Bulat)
Bakteri bentuk bulat (bola) atau kokus dpt dibedakan mjd:
1. Monokokus yaitu bakteri berbentuk bola tunggal, misal Monococcus gonorhoe
penyebab penyakit kencing nanah.
2. Diplokokus yaitu bakteri berbentuk bola bergandengan dua-dua, misal Diplococcus
pneumoniae penyebab penyakit pneumonia (radang, paru-paru).
3. Streptokokus
yaitu bakteri berbentuk bola yang berkelompok memanjang berbentuk rantai, misal
Streptococcus lactis, Streptococcus pyogenes penyebab sakit tenggorokan dan
Streptococcus thermophilis untuk pembuatan yoghurt (susu asam).
4. Stafilokokus
yaitu bakteri berbentuk bola yang berkoloni seperti buah anggur, misal Stafilokokus
aureus, penyebab penyakit radang paru-paru.

c. Bentuk Spirilia
Ada tiga macam bakteri bantuk spiral yaitu:
1. Spiral, yaitu golongan bakteri yang bentuknya seperti spiral, misalnya Spirillum.
2. Vibrio atau bentuk koma yang dianggap sebagai bentuk spiral tak sempurna misalnya
Vibrio cholerae penyebab penyakit kolera.
3. Spiroseta yaitu golongan bakteri berbentuk spiral yang dapat bergerak misal:
Spirochaeta palida, penyebab penyakit sifilis.
E.PERKEMBANGBIAKAN BAKTERI
1. Bakteri berkembang biak dengan cara rekombinasi genetik dan membelah diri.
2. Rekombinasi genetik adalah pemindahan secara langsung bahan genetik (DNA) di
antara dua sel bakteri
3. Pembelahan diri secara biner (langsung)
Pada pembelahan ini sel bakteri membelah menjadi dua sel anakan, dimana sifat sel
anak yang dihasilkan sama dengan sifat sel induknya.
F.PERGERAKAN BAKTERI
1. Bakteri dapat bergerak dengan menggunakan flagel.
2. Flagel merupakan bulu-bulu cambuk yang dimiliki oleh beberapa jenis bakteri dan
letaknya berbeda-beda tergantung kepada spesiesnya.
G.MEKANISME BAKTERI DALAM MENIMBULKAN PENYAKIT
1. INVASI
Merupakan kemampuan dari bakteri untuk menyerang dan menyebar
2. TOKSIGENITAS
Merupakan kemampuan dari bakteri dalam membentuk toksin.
a. Eksotoksin
dihasilkan oleh bakteri yang masih hidup, dikeluarkan dari tubuh
bakteri ke sekelilingnya.
b. Endotoksin
- Merupakan bagian utama dinding sel bakteri Gram negatif
- Toksin dihasilkan oleh bakteri2 yg telah mengalami lisis/setelah bakteri
tsb hancur
H.MACAM-MACAM BAKTERI
1.
Berdasarkan sumber oksigen yang diperlukan dalam proses respirasi, bakteri
dikelompokan sebagai berikut:

a. Bakteri aerob
yaitu bakteri yang menggunakan oksigen bebas dalam proses respirasinya.
Misal: Nitrosococcus, Nitrosomonas dan
Nitrobacter.
b. Bakteri anaerob
yaitu bakteri yang tidak menggunakan oksigen
bebas dalam proses respirasinya.
Misal: Streptococcus lactis
2.Berdasarkan kebutuhan terhadap oksigen, bakteri dikelompokkan menjadi:
a. Bakteri aerob obligat
yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana
mengandung oksigen.
Misal: Nitrobacter dan Hydrogenomonas.
b. Bakteri anaerob obligat
yaitu bakteri yang hanya dapat hidup dalam suasana tanpa
oksigen.
Misal: Clostridium tetani.
Clostridium tetani
c. Bakteri anaerob fakulatif
yaitu bakteri yang dapat hidup dengan atau tanpa oksigen.
Misal: Escherichia coli, Salmonella thypose dan

Shigella.

3.Berdasarkan cara memperoleh makanannya, bakteri dapat digolongkan menjadi dua


golongan yaitu :
a. Bakteri heterotrof
b. Bakteri autotrof
Bakteri Heterotrof
Bakteri ini hidup dengan memperoleh makanan berupa zat organik dari lingkungannya
karena tidak dapat menyusun sendiri zat organik yang dibutuhkannya.
a. Bakteri Heterotrof yg bersifat saprofit
Bakteri yang mendapatkan zat organik dari sampah, kotoran, bangkai dan juga sisa
makanan.
Bakteri ini menguraikan zat organik dalam makanan menjadi zat anorganik, yaitu
CO2, H2O, energi dan mineral.
Di dalam lingkungan bekteri pembusuk ini berfungsi sebagai pengurai dan penyedia
nutrisi bagi tumbuhan.
Sedangkan dalam usus manusia terdapat juga bakteri yang hidup secara saprofit
(menguraikan serat-serat pada makanan) dan menguntungkan adalah bakteri
Escherichia coli.
b.Bakteri Heterotrof yg bersifat parasit
Bakteri ini merugikan baik pada manusia, hewan maupun tumbuhan. Bakteri ini
menyebabkan sakit (patogen). Beberapa contoh bakteri yang patogen di antaranya:
No.

Bakteri

Penyakit yang ditimbulkan

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10

Vibrio comma
Treponema palidum
Salmonella thyposa
Pasteurella pestis
Neisseria gonorhoe
Mycobacterium tuberculose
Bordetella pertusis
Cytophoga colimnaris
Salmonella pollurum
Xanthomono citri

Penyakit kolera
Sifilis
Tifus
Pes/sampar
Kencing nanah
TBC
Batuk rejan
Parasit pada ikan
Berak kapur pada ayam
Kanker pohon jeruk

PENUTUP
A.KESIMPULAN
Bakteri merupakan kelompok makluk hidup yang terkecil di dalam kehidupn yang
tidak bias di jangkau dengan mata. Berdasarkan jumlah plagellanya Bakteri ada yang

berbentuk Monotrik; Lofotrik; Amfitrik; dan Peritrik;. Secara umum struktur sel bakteri ini
dibagi atas 3 bagian, yaitu Dinding luar (Selaput Plasma atau Membran Plasma atau
Plasmalemma, Sitoplasma dan Inti Sel (Nukleus). Berdasarkan bentuknya bakteri dibedakan
dalam tiga bentuk yaitu Kokus, spiral, dan basil.

DAFTAR PUSTAKA
Tjitrosoepomo, G. 1991. Taksonomi Tumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.
Dwidjoseputro, D. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Jakarta : Erlangga