Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Furniture di rumah meningkatkan keindahan isi rumah tersebut secara keseluruhan.
Misalnya, merek meja makan baru dapat mengubah seluruh suasana ruang makan dan menjadi
fitur utama untuk keluarga dan para tamu untuk menikmati. Hal ini dibuat dari berbagai bahan
seperti oak, pinus, dan kaca. Ada begitu banyak jenis yang berbeda untuk memilih dari saat ini.
kursi makan bergaya juga dapat menambah efek dramatis dari meja makan, terutama kulit kursi.
Meja kopi juga dapat ditemukan dalam bahan yang tidak biasa, seperti, baja berwarna kerajinan
tangan atau kaca akuarium Coffee Table. Ini dapat membuat perubahan besar dalam tampilan
rumah. Sofa Suites dapat datang dalam berbagai warna. yang cerah benar-benar dapat menonjol,
karena kebanyakan orang memilih kenyamanan daripada desain. (Nitin Kumar Tiwari, 2015).
Untuk memenuhi permintaan global akan furnitur yang berkualitas, PT. DANTRINDO
hadir dengan produknya mulai dari kursi, meja makan, meja santai, sampai sofa dengan variasi
yang beragam. PT. DANTRINDO memproduksi furnitur sesuai pesanan (job order) untuk
diekspor ke berbagai negara di dunia. Perusahaan ini mengalami kendala dalam produksi yaitu
output produksi yang tidak sesuai permintaan yang terjadi setiap hari. Hal ini mengakibatkan
terbuangnya waktu dan biaya yang tidak sedikit.
1.2 Perumusan Masalah
Produksi berjalan sesuai permintaan pelanggan. Pengerjaan produksi dikerjakan secara
manual menggunakan tenaga manusia, dan bantuan satu mesin yaitu robot pengelas (welding
robot). Robot pengelas tidak dapat menghasilkan output yang banyak per harinya. Ditambah
dengan banyaknya produk yang diproduksi, maka diperlukan penjadwalan produksi yang tepat
untuk mengurangi waktu berhenti (idle time) untuk robot pengelas.
Masalah pada penelitian ini hanya berada pada ruang lingkup sebagai berikut:
1. Produksi yang dijadwalkan hanya di Departemen PPIC tepatnya Divisi Pengelasan (Welding).
2. Penjadwalan produksi hanya untuk robot pengelas, sedangkan robot pembengkok (Bending
Robot) tidak.
Adapun beberapa asumsi yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Selama periode penelitian, robot dapat berjalan dengan normal (pukul 8:00-17:00 setiap hari).
Robot tidak sedang dalam percobaan dan tidak menjalani perawatan atau perbaikan serta tidak
ada hari libur.
2. Tidak ada perubahan tanggal pengiriman dan jumlah pesanan secara mendadak.
3. Tidak ada overlapping antara pekerjaan di suatu divisi dengan divisi lainnya.
4. Bahan baku yang dibutuhkan tersedia dan cukup jumlahnya
5. Tenaga kerja yang dibutuhkan senantiasa terpenuhi, baik oleh karyawan sendiri maupun
tenaga kerja borongan (outsourcing).
1.3 Tujuan dan Manfaat
Tujuan penelitian yang ingin dicapai melalui penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Menetukan penugasan pekerjaan-pekerjaan di robot pengelas dan jadwal pengerjaan di divisi
pengelasan.
2. Meminimalkan waktu berhenti (idle time) karena set up robot akibat penjadwalan yang tidak
optimal, sehingga dapat mengurangi waktu tunggu (lead time) produksi.
Manfaat yang akan didapat dari penelitian ini adalah:
Untuk meminimalkan waktu berhenti (idle time) sehingga produksi bisa lebih cepat dan tidak ada
waktu yang terbuang.