Anda di halaman 1dari 121

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

MASTER

PLAN

KOTA

HIJAU

KABUPATEN

GRESIK

2012

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.

LATAR BELAKANG
Kabupaten Gresik sebagai wilayah hinterland kota Surabaya berpotensi menjadi wilayah

yang berkembang. Ditinjau dari lokasinya, Kabupaten Gresik dan Kota Surabaya memiliki
wilayah ini saling berbatasan. Hal ini berpeluang bagi Kabupaten Gresik sebagai jalur penunjang
utama aktivitas ekonomi dan jasa, serta adanya daya tarik internal. Salah satu konsekuensi
perkembangan suatu wilayah adalah semakin meningkatnya kebutuhan akan ruang terbangun
untuk menampung berbagai jenis kegiatan. Semakin banyak kebutuhan ruang terbangun dapat
berpotensi menimbulkan konflik alih fungsi lahan, kerusakan lingkungan, menurunkan daya
dukung lingkungan, sehingga perlu dilakukan upaya untuk menjaga, menyeimbangkan dan
meningkatkan kualitas lingkungan melalui penyediaan Ruang Terbuka Hijau yang memadai.
Sesuai dengan amanat Undang-Undang no 26 tahun 2007 Tentang Penataan Ruang,
setiap kabupaten/kota diwajibkan menyediakan sekurang-kurangnya 30% Ruang Terbuka Hijau
(RTH), dimana 20% diantaranya merupakan RTH publik dan 10% RTH privat. RTH tersebut
dimaksudkan sebagai salah satu instrumen untuk menjaga lingkungan perkotaan yang
berkelanjutan secara ekologis dengan peningkatan nilai lahan. RTH sekaligus merupakan ruang
publik yang memiliki manfaat rekreatif dan rasa nyaman karena faktor estetikanya.
Pemerintah Kabupaten Gresik telah memiliki landasan hukum dalam penanganan RTH
melalui Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau. Dalam
mengimplementasikan Peraturan Daerah ini melalui kegiatan P2KH dilakukan upaya untuk
menata RTH di Kabupaten Gresik pada tahun 2012 dengan produk acuan sebagai arahan
penataan berupa Master Plan Kota Hijau. Program Pengembangan Kota Hijau ini akan
mengalokasikan ruang yang akan dilindungi dan dipertahankan untuk RTH sesuai dengan
kebutuhan yang didasarkan pada faktor kebutuhan RTH berdasarkan fungsi ekologi dan
estetika. Diharapkan pula selanjutnya masyarakat sebagai elemen penting pendukung,
pelaksana serta pengawas pembangunan turut serta dalam kegiatan Rencana Aksi Kota Hijau
(RAKH).

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

1.2.

MAKSUD, TUJUAN DAN MANFAAT

1.2.1. MAKSUD
Maksud penyusunan Master Plan Kota Hijau Kabupaten Gresik adalah menyusun
panduan penataan RTH yang dapat dijadikan salah satu panduan bagi perwujudan pemanfaatan
ruang yang serasi dan seimbang antara kawasan terbangun dan RTH, sehingga terjamin
pemanfaatan ruang yang berwawasan lingkungan dan berkelanjutan serta lingkungan yang
aman, nyaman, segar, indah, dan bersih.

1.2.2. TUJUAN
Tujuan Penyusunan Master Plan Kota Hijau Kabupaten Gresik adalah untuk menjamin
tersedianya RTH yang Cukup di Kabupaten Gresik khususnya di kawasan Perkotaan, sehingga
terjamin ruang ruang yang berfungsi sebagai berikut :

1) Area pengembangan keanekaragaman hayati;


2) Area penciptaan iklim mikro dan pereduksi polutan;
3) Tempat rekreasi dan olahraga masyarakat;
4) Pembatas perkembangan perkotaan ke arah yang tidak diharapkan;
5) Pengamanan sumber daya baik alam, buatan maupun historis;
6) Penyediaan RTH yang bersifat privat, melalui pembatasan kepadatan serta kriteria
pemanfaatannya.

1.2.3. MANFAAT
Kegiatan penyusunan dokumen Master Plan Kota Hijau Kabupaten Gresik memiliki
fungsi dan manfaat sebagai berikut:

1) Sebagai pedoman untuk penentuan lokasi RTH kota dan panduan perencanaan RTH
sesuai dengan tujuan yang diinginkan.

2) Sebagai bahan untuk menetapkan kebijaksanaan pengembangan P2KH.


1.3.

LANDASAN HUKUM
Penyusunan Master Plan Kota Hijau Kabupaten Gresik ini disusun dengan berdasarkan

ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, meliputi:


a) Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2012 tentang Pengadaan Tanah bagi Pembangunan
untuk Kepentingan Umum;
b) Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2009 Tentang Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup;
c) Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang;

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


d) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2002 tentang Bangunan Gedung;
e) Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah
Nasional;
f) Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan;
g) Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2005 Tentang Peraturan Pelaksanaan UndangUndang Nomor 28 Tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung;
h) Peraturan Pemerintah Nomor 63 Tahun 2002 tentang Hutan Kota;
i) Peraturan Presiden Nomor 65 Tahun 2006 tentang Pengadaan Tanah bagi Pelaksanaan
Pembangunan untuk Kepentingan Umum;
j) Peraturan Presiden Nomor 36 Tahun 2005 tentang Peraturan Pelaksanaan Pengadaan
Tanah Bagi Pelaksanaan Pembangunan untuk Kepentingan Umum;
k) Keputusan Presiden Nomor 32 Tahun1990 tentang Pengelolaan Kawasan Lindung;
l) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 05/PRT/M/2008 tentang Pedoman
Penyediaan dan Pemanfaatan RTH di Kawasan Perkotaan;
m) Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12/PRT/M/2009 tentang Pedoman
Penyediaan Dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Non Hijau Perkotaan;
n) SNI 03-1733-2004 tentang Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan di Perkotaan;
o) Peraturan Daerah Kabupaten Gresik Nomor 10 Tahun 2010 tentang Penataan Ruang
Terbuka Hijau.

1.4.

RUANG LINGKUP

1.4.1. RUANG LINGKUP PERENCANAAN


Lokasi Penyusunan Master Plan Kota Hijau di Kabupaten Gresik adalah Kawasan
Perkotaan Kabupaten Gresik, yang meliputi 2 Kecamatan terdiri dari:
1) Kecamatan Gresik, dan
2) Kecamatan Kebomas

1.4.2. LINGKUP PERIODE PERENCANAAN


Master Plan Kota Hijau disusun dalam lingkup periode perencanaan maksimal 20 tahun
sesuai dengan RTRW Kabupaten Gresik, dan dilakukan evaluasi secara periodik dalam kurun
waktu setiap 5 tahun. Setelah selesainya kurun waktu 20 tahun, Master Plan ini perlu ditinjau
ulang secara menyeluruh untuk menyesuaikan perkembangan pembangunan yang berjalan.

1.4.3. LINGKUP TARGET GROUP


Penyusunan Master Plan Kota Hijau di Kabupaten Gresik ditujukan untuk Pemerintah
Kabupaten, pihak swasta dan masyarakat, serta para pelaku pembangunan lainnya. Pemerintah

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Kabupaten dapat memanfaatkan Master Plan Kota Hijau sebagai salah satu suplemen utama
dalam penetapan kebijakan pembangunan yang berkelanjutan.

1.5.

KELUARAN

1.5.1. DOKUMEN TEKNIS


Dalam dokumen teknis Penyusunan Masterplan Kota Hijau ini akan memuat beberapa
laporan, yaitu :
a. Profil Kota/Kabupaten
b. Identifikasi dan Evaluasi RTH Perkotaan (RTH Eksisting)
c. Analisa Kebutuhan RTH Perkotaan
d. Rencana Pembangunan RTH Kota
e. Tabel Indikasi Program

1.5.2. ALBUM PETA


Dalam album peta Penyusunan Masterplan RTH Perkotaan disajikan dengan tingkat
ketelitian skala minimal 1:25.000 dalam format A1 yang dilengkapi dengan data peta digital
yang memenuhi ketentuan sistem informasi geografis (GIS) yang dikeluarkan oleh lembaga yang
berwenang.
Berikut adalah data album peta :
a. Peta eksisting RTH Perkotaan (taman, jalur hijau jalan, sempadan sungai, jalur SUTET,
dll).
b. Peta RTH Perkotaan rencana periode 20 tahun.
c. Peta lokasi prioritas pembangunan RTH Perkotaan skala 1:5.000.
d. Peta tematik (topografi, geologi, hidrologi, resapan air, dll).

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

1.6.

JADWAL PELAKSANAAN
Jadwal pelaksanaan kegiatan Penyusunan Master Plan Kota Hijau Kabupaten Gresik dalam rangka kegiatan P2KH dilaksanakan selama 4

(empat) bulan terhitung sejak awal Bulan Mei hingga akhir Bulan Agustus 2012.
Tabel 1.1
Jadwal Penyusunan Master Plan Ruang Terbuka Hijau dan Raperbup Tentang RTH

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

1.7.

TENAGA AHLI PENDAMPING


Setiap

pengerjaan

sebuah

perencanaan

memerlukan

sebuah

tim

sebagai

pekerja/pelaksana, begitu pula dalam penyusunan Masterplan RTH Perkotaan ini. Dalam
sebuah tim didalamnya terdapat beberapa ahli yang lebih spesifik terhadap pekerjaan apa
yang akan dilakukan, dalam hal ini yaitu perencanaan Masterplan RTH Perkotaan yang akan
melibatkan lebih kurangnya 5 tenaga tim ahli, diantaranya yaitu :
1. Ahli Perencanaan atau perancangan Kota
2. Ahli Arsitektur Lansekap atau Arsitektur
3. Ahli pemberdayaan Masyarakat
4. Ahli Pemetaan/Geodesi/GIS
5. Ahli Ekonomi Pembangunan

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

MASTER

PLAN

KOTA

HIJAU

KABUPATEN

GRESIK

2012

BAB II
MUATAN MASTER PLAN RTH KOTA

2.1.

PROFIL KOTA

2.1.1. BIOGEOFISIK
2.1.1.1. Letak geografis
Ruang lingkup wilayah perencanaan untuk Master Plan RTH Perkotaan berada di
kawasan Perkotaan Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik. Wilayah ini
dipilih berdasarkan kebutuhan perencanaan yang mengangkat tema RTH Perkotaan sebgai
pemenuhan kebutuhan RTH dalam wilayah perkotaan. Luas wilayah perencanaan adalah 41,13
km2, dengan luas wilayah Kecamatan Gresik 34,01 km2 dan wilayah Kec Kebomas 7,12 km2.

2.1.1.2. Klimatologi
Kondisi klimatologi di kawasan rencana tidak jauh berbeda dengan iklim wilayah
pesisir Kabupaten Gresik pada umumnya. Salah satu komponen iklim yang sangat berpengaruh
yaitu curah hujan. Berdasarkan data dari laporan Gresik Dalam Angka tahun 2009, diketahui
jumlah curah hujan pada wilayah perencanaan seperti yang telihat dalam tabel dan grafik di
bawah ini.
Tabel 2.1. Kondisi curah hujan di Kabupaten Gresik 2009
Curah Hujan
(mm)

Hari Hujan
(Hari)

Rata-Rata Per
Hari (mm)

1
Januari
136
2
Februari
200
3
Maret
322
4
April
97
5
Mei
63
6
Juni
25
7
Juli
7
8
Agustus
9
September
55
10 Oktober
11 November
57
12 Desember
83
Jumlah
1.045
Sumber : Kab Gresik Dalam Angka 2010

12
13
8
6
6
2
2
2
2
7
60

11,33
15,38
40,25
16,17
10,50
12,50
3,50
27,50
28,50
11,86
17,42

No

Bulan

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Gambar 2.1.

Grafik Curah Hujan Kabupaten Gresik

Sumber : Kab Gresik Dalam Angka 2010

Dari tabel dan grafik di atas terlihat bahwa curah hujan dan rata-rata per hari tertinggi
terjadi pada Bulan Maret yaitu sebesar 322 dengan rata-rata perhari sebesar 40,25 mm.
sedangkan hari hujan terbanyak terjadi pada Bulan Februari yaitu sebanyak 13 hari.

2.1.1.3. Topografi
Secara keseluruhan kondisi topografi wilayah perencanaan sama dengan kondisi
topografi Kota Gresik pada umunya yaitu berada pada kemiringan 0 2%, dan sebagian kecil
mempunyai kelerengan 3 15 %, dan 16 40 %. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah
perencanaan termasuk daratan yang relatif datar. Kondisi kelerengan ini memudahkan
pemanfaatan wilayah perencanaan untuk berbagai jenis peruntukan ruang.

2.1.1.4. Jenis tanah


Hampir seluruh bagian wilayah perencanaan Kec. Gresik Kec. Kebomas memiliki jenis
tanah Aluvial. Namun pada bagian daerah pegunungan Kapur, wilayah perencanaan memiliki
tanah relatif kurang subur. Adapun kedalaman efektif tanah lebih dari 90 cm.

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Gambar 2.2.

Peta Kondisi Topografi

Sumber: RDTR dan ZR Kota Gresik 2008, diupdate Citra 2011

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Gambar 2.3.

Peta Kondisi Geologi

Sumber: RDTR dan ZR Kota Gresik 2008, diupdate Citra 2011

10

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

2.1.1.5. Geologi
Berdasarkan Peta Geologi Kabupaten Gresik, susunan satuan batuan atau
Lithostratigrafi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kabupaten Gresik, seperti terlihat
seperti pada Tabel 2.2.
Tabel 2.2. Kolom Susunan Satuan Batuan Kabupaten Gresik
Umur

Satuan Batuan

K HOLOSEN/

ENDAPAN

ALUVIAL,

U RESEN

PANTAI DAN DELTA

Kolom Litho-Stratigrafi

Deskripsi/Keterangan
Kerakal, kerikil, pasir, lumpur/
lempung mengandung cangkang

fossil

R PLEISTOSEN FORMASI BATUAN

Batupasir

GUNUNG

kerikilan, kasar, lava,

API

konglomeratan,

BALIBAK

kemas terbuka, khusus

KABUH

Perselingan
breksi

dan

tuff,
di

khusus di pesisir Pulau Bawean


Gresik
FORMASI

Batupasir tufan berlapis baik

PULANGAN

bersisipan

konglomeratan,

terdapat di Pesisir Gresik


T MIOSEN

FORMASI

Batulempung

Batupasir

E AKHIR

LIDAH

biru sisipan batu kwarsa sisipan

FORMASI

pasir lempungan batulempung

KEPONGAN

terdapat

di di

wilayah

pesisir Bawean

Gresik

R MIOSEN
TENGAH

FORMASI FORMASI

Batugamping

MADURA GELAM

terumbu
Pesisir Gresik

Pulau

Batugamping
di terumbu

dan

klastik di Pulau
Bawean

Sumber : RZWP Kab Gresik, 2010

Berdasarkan tabel satuan bantuan Kabupaten Gresik, dapat diketahui bahwa susunan
batuan di kawasan wilayah perencanaan, pesisir Kecamatan Ujung Pangkah termasuk jenis
satuan Endapan Aluvial, Pantai Dan Delta yang tersusun dari kerikil, pasir dan lumpur.

11

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

2.1.1.6. Hidrologi
Kali Lamong merupakan bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas yang mengalir
di wilayah Kabupaten Gresik mulai dari Kecamatan Balongpanggang dan bermuara di
Kecamatan Kebomas. Kali Lamong merupakan jenis kali banjir yang mempunyai fluktuasi debit
sangat besar antara musim penghujan dan musim kemarau, sehingga pada musim penghujan
sering terjadi banjir di daerah sekitar sungai, sedangkan pada musim kemarau debit air sangat
kecil bahkan didaerah tertentu kering, kualitas air sangat dipengaruhi oleh intrusi air laut. Selain
kali Lamong Ada beberapa sungai yang terdapat di wilayah perencanaan antara lain Kali Indro,
Kali Tutup Timur, Kali Tutup Barat, Kali Towo, Kali Roomo, dan Kali Tenger.
Pada wilayah Utara Kota, berbatasan dengan Kecamatan Manyar terdapat Telaga Ngipik
yang saat ini telah dimanfaatkan sebagai obyek wisata Giri Wana Tirta, letaknya di sekitar
kompleks Kawasan Industri Gresik dan Petrokimia Gresik. Air di telaga ini dapat juga
dimanfaatkan sebagai cadangan sumber air baku untuk kebutuhan air bagi Kota Gresik.
2.1.1.7. Daerah resapan air
Daerah peresapan air berupa ruang-ruang terbuka hijau di Kecamatan Gresik dan
Kecamatan Kebomas. Penggunaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Gresik adalah
89,39 Ha atau sebesar 16,14 % dari total penggunaan lahan dengan penjabaran 4,59 % berupa
makam, 0,91 % kolam, 7,75 % lahan kosong, 2,88 % belukar. Sementara itu, di Kecamatan
Kebomas penggunaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau adalah 562,17 Ha atau sebesar 18,7 %
dari total penggunaan lahan dengan penjabaran 0,18 % berupa makam, 1,99 % kolam, 0,92 %
lahan kosong, 14,21 % belukar, 0,22 % tanah urug dan 1,19 % tambang kapur. Jadi, total Ruang
Terbuka Hijau di wilayah perencanaan adalah 651,56 Ha atau sebesar 18,3 % dari total
penggunaan lahan.

12

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Gambar 2.4.

Peta Kondisi Hidrologi Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas


Sumber: RDTR dan ZR Kota Gresik 2008, diupdate Citra 2011

13

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

2.1.1.8. Kependudukan
Adapun kondisi kependudukan yang diidentifikasi meliputi kondisi nyata atau faktual
jumlah dan perkembangan penduduk, kepadatan penduduk, dan komposisi penduduk. Masingmasing kondisi kependudukan tersebut dijabarkan lebih lanjut pada sub bab dibawah ini.
A.

Jumlah penduduk
Pertumbuhan penduduk di suatu wilayah sangat mempengaruhi kegiatan apa saja yang

ada di dalam wilayah tersebut. Pada wilayah studi terdaftar jumlah penduduk dan kepadatan
penduduk yang diperoleh dari Kabupaten Gresik Dalam Angka 2011 serta di dukung oleh RDTR
Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas Tahun 2008 yang diupdate. Berikut adalah tabel
yang menyatakan jumlah penduduk di wilayah studi.
Tabel 2.3. Jumlah Penduduk Wilayah Perencanaan
Nama Kec.

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Kec. Gresik
45.880
45.266
Kec. Kebomas
48.410
47.018
Total
94.290
92.284
Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011

91.146
95.428
186.574

Dari tabel diatas menunjukkan bahwa jumlah penduduk pada kedua kecamatan perkotaan ini
hampir sebanding, dengan jumlah penduduk di Kecamatan Kebomas lebih besar.

B.

Sebaran penduduk
Besarnya jumlah penduduk di suatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayah yang

interaksinya menunjukkan besarnya tingkat kepadatan penduduknya, sedangkan seberapa


besar jumlah penduduk yang dapat ditampung dalam suatu wilayah akan menunjukkan
seberapa besar daya tampung wilayah terhadap jumlah penduduk. Penduduk di wilayah
perencanaan saat ini cenderung untuk mengelompok pada daerah yang mempunyai tingkat
ketersediaan sarana dan prasarana yang lengkap.
Tabel 2.4. Sebaran dan Kepadatan Penduduk
Nama Kec.

Luas Kec.
(Km2)

Jumlah Rumah
Tangga

Kec. Gresik
5,54
16.486
Kec. Kebomas
30,06
23.972
Total
35,60
40.458
Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011

Jumlah Penduduk
84.092
95.594
179.686

14

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

C.

Laju pertumbuhan penduduk


Komposisi penduduk yang diidentifikasi meliputi struktur penduduk berdasarkan jenis

kelamin dan mata pencaharian.


1) Jumlah Penduduk Menurut Jenis Kelamin
Berikut adalah jumlah penduduk menurut jenis kelamin (laki-laki dan perempuan)
yang terdapat pada Kec. Gresik Kec Kebomas.
Tabel 2.5. Jumlah Penduduk Menutut Jenis Kelamin
Nama Kec.

Laki-laki

Perempuan

Jumlah

Kec. Gresik
42.459
41.633
Kec. Kebomas
48.538
47.056
Total
90.997
88.689
Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011

84.092
95.594
179.686

2) Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian


Berikut adalah jumalah penduduk menurut matan pencaharian (pertanian, industri,
konstruksi, perdagangan, angkutan, jasa, dll) yang terdapat pada Kec. Gresik Kec
Kebomas.
Tabel 2.6. Jumlah Penduduk Menurut Mata Pencaharian
Nama Kec.

Pertanian

Industri

Konstr.

Perdag.

Kec. Gresik
1.792
5.092
241
3.985
Kec. Kebomas
1.271
19.282
108
2.768
Total
3.063
24.374
349
6.753
Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011

Angkutan

Jasa

lainnya

232
480
712

17.720
1.242
18.962

9.261
2.108
11.369

2.1.2. EKONOMI
2.1.2.1. Perkembangan ekonomi makro
Produk Domestik Regional Bruto Atas Dasar Berlaku pada Kabupaten Gresik dapat
dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2.7. PDRB Kab Gresik Menurut lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Juta
Rupiah)
No

Sektor

1 Pertanian
Pertambangan/
Penggalian
2
(Sub sektor )
Penggalian
Industri
3
Pengolahan
Listrik, Gas & Air
4
Bersih
Bangunan/Kons
5
truksi

2006
2,551,959.76

2007
2,779,817.89

Tahun
2008
3,190,366.47

2009
3,498,945.33

2010
3,892,798.01

619,418.81

662,336.36

737,741.92

949,553.67

1,006,361.65

619,418.81

662,336.36

737,741.92

758,397.32

762,759.72

12,444,323.56

14,391,968.14

16,954,065.65

18,858,856.90

20,557,722.58

366,934.28

398,639.14

424,441.53

448,796.40

515,986.99

331,928.30

367,109.02

425,258.87

506,292.68

653,764.51

15

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

No
6
7
8
9

Sektor

2006

2007

Perdagangan,
Hotel
&
3,695,473.29
4,500,508.16
Restoran
Angkutan
&
587,280.43
700,078.15
Komunikasi
Keuangan,
Persewaan
&
812,959.93
914,546.41
Jasa Pers
Jasa-jasa
1,117,004.38
1,296,268.81
Jumlah
22,487,282.74 26,031,272.08
Sumber : PDRB Kabupaten Gresik, BPS, 2012

Tahun
2008

2009

2010

5,489,378.98

6,323,074.18

7,672,680.96

846,006.71

976,426.78

1,083,579.93

1,048,005.69

1,154,807.12

1,325,390.74

1,595,023.51
30,710,289.32

1,828,325.37
34,545,078.43

2,050,596.35
38,758,881.71

2.1.2.2. Peranan ekonomi daerah terhadap ekonomi nasional


Berdasarkan data PDRB Kabupaten Gresik, penambangan/galian memiliki jumlah yang
bukan mendominasi pemasukan bagi KabupatenGresik karena daerah penghasil tambang galian
hanya tersebar di beberapa desa. Sehingga tidak memberi sumbangan yang terlalu tinggi bagi
wilayah Gresik. Bila dibandingkan dengan data PDRB Jawa Timur dapat dilihat pada tabel di
berikut.
Tabel 2.8. PDRB Jawa Timur Menurut lapangan Usaha Atas Dasar Harga Berlaku (Juta
Rupiah)
No

Sektor

2006
80,910,218.45

2007
89,627,587.45

Tahun
2008
102,815,940.42

2009
2010
1 Pertanian
112,233,859.16 122,623,967.68
Pertambangan
10,036,669.96
11,651,721.50
13,811,999.33
15,275,669.63
17,030,742.77
/Penggalian
2
(Sub
sektor)
7,939,824.22
9,014,660.93
10,649,045.16
11,442,223.03
12,083,968.52
Penggalian
Industri
3
137,966,414.65 154,363,456.10 176,922,161.82 193,256,482.06 214,024,729.77
Pengolahan
Listrik, Gas &
4
7,030,764.09
8,546,731.79
9,789,252.59
10,625,414.01
11,768,641.20
Air Bersih
Bangunan/Kon
5
19,105,282.57
21,100,431.35
24,142,668.27
27,552,354.80
34,993,979.71
struksi
Perdagangan,
6 Hotel
& 128,690,339.40 150,733,654.30 177,014,046.59 195,184,787.50 229,404,871.55
Restoran
Angkutan
&
7
25,290,593.23
28,576,726.61
32,649,780.82
37,785,346.57
42,947,758.98
Komunikasi
Keuangan,
8 Persewaan &
21,771,304.34
25,255,804.60
29,734,777.58
33,145,827.89
38,055,173.52
Jasa Pers
9 Jasa-jasa
41,485,367.02
47,125,768.21
54,511,047.19
61,787,816.10
67,605,907.67
Jumlah
472,286,953.70 536,981,881.91 621,391,674.61 686,847,557.72
Sumber : PDRB Jawa Timur, BPS, 2012

16

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

2.1.3. SARANA DAN PRASARANA


2.1.3.1. Sarana pendidikan
Sarana pendidikan di kawasan perencanaan tersebar di titik permukiman. Pesebaran
fasilitas pendidikan di wilayah perencanaan dapat dilihat dalam tabel berikut.
Tabel 2.9.

Jumlah Fasilitas Pendidikan


Negeri

Kec. Gresik

16

13

24

SMA/
SMK/
MA
10

Kec. Kebomas

20

29

12

Total

36

42

36

15

15

Nama Kec.

TK

SD

Swasta

SMP

SMA/
SMK

PT

TK

SD/
MI

SMP/
MTs

PT

Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011

2.1.3.2. Sarana kesehatan


Sarana kesehatan yang di wilayah perencanaan umumnya berada di pusat pelayanan.
Beberapa sarana kesehatan ditunjang dengan ketersediaan apotik.
Tabel 2.10. Jumlah Fasilitas Kesehatan
RSU

Rumah
Sakit
Bersalin

Poliklinik

Puskesmas

Puskesmas
Pembantu

Prak.
Dokter

Apotek

Kec. Gresik

24

13

Kec. Kebomas

22

Total

10

46

21

Nama Kec.

Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011

2.1.3.3. Sarana Peribadatan


Sarana peribadatan yang di wilayah perencanaan umumnya berada tersebar di kawasan
permukiman. Jumlah dan jenis sarana peribadatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Mayoritas tempat ibadah adalah surau/langgar pada skala administrasi pemerintahan terkecil di
tingkat RW/RT.
Tabel 2.11. Jumlah Fasilitas Peribadatan
Masjid

Surau/
Langgar

Gereja

Pura

Vihara

Kec. Gresik

34

185

Kec. Kebomas

55

260

Total

89

445

Nama Kec.

Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011

17

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

2.1.3.4. Sarana Prasarana Transportasi


Prasarana dan sarana transportasi di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas pada
umumnya cukup baik. Kondisi dan panjang jalan serta jumlah dan jenis kendaraan bermotor
pada kedua wilayah tersebut dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 2.12. Panjang Jalan menurut Jenis Permukaannya (Km)
Jalan Aspal

Jalan Cor/
Paving

Jalan
Diperkeras

Jalan
Tanah

Jumlah

Kec. Gresik

28,40

7,80

36,20

Kec. Kebomas

40,50

68,00

108,50

Total

68,90

75,80

144,70

Nama Kec.

Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011

Tabel 2.13. Jumlah Kendaraan Bermotor Roda Empat (Unit)


Nama Kec.

Bus

Kec. Gresik

Truk

Pick up

Sedan

Minibus

36

150

165

84

Kec. Kebomas

81

364

216

174

378

Total

81

400

366

339

462

Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011

2.1.3.5. Prasarana Telekomunikasi


Prasarana komunikasi yang ada di wilayah perencanaan yaitu wartel dan warnet, untuk
melayani wilayah permukiman. Jumlah kedua jenis sarana tersebut pada wilayah masing-masing
kecamatan dapat dilihat pada tabel dibawah ini.
Tabel 2.14. Jumlah Warnet dan Wartel (Unit)
Nama Kec.
Kec. Gresik
Kec. Kebomas
Total

Warnet

Wartel

41

14

(NA)

(NA)

41

14

Sumber : Kecamatan Kabupaten Gresik Dalam Angka, 2011

18

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

2.2.

IDENTIFIKASI DAN EVALUASI RTH KOTA

2.2.1. RUANG TERBUKA HIJAU KOTA


2.2.1.1. Penggunaan Lahan Kota
Secara makro, penggunaan lahan di Kecamatan Gresik dan Kebomas cukup berbeda.
Kecamatan Gresik yang merupakan kota lama didominasi oleh permukiman, perdagangan dan
jasa, sedangkan Kecamatan Kebomas umumnya didominasi oleh industri dan banyaknya lahan
yang belum terbangun. Beberapa penggunaan lahan yang dapat diidentifikasi di wilayah
perencanaan antara lain :
1. Perumahan/Permukiman
Saat ini, kejenuhan yang terdapat di Kecamatan Gresik adalah karena padatnya
permukiman yang ada di sana, sehingga banyak tumbuh permukiman baru di Kecamatan
Kebomas yang memanfaatkan lahan-lahan kosong dan lahan-lahan bekas galian industri.
Kawasan perumahan ini umumnya berkembang secara linier mengikuti pola jaringan
jalan yang ada. Perumahan kepadatan tinggi terdapat di pusat Kota Gresik yaitu di
sepanjang jl. Usman Badar, Jl. G. Suryo, Jl. Sindujoyo, Jl. Kh. Kholil, Jl. Wahid Hasyim, Jl.
Fikih Usman, Jl. Pasar Baru, Jl. Kyai Arem-arem, Jl. Abd. Karim, Jl. Santri, Jl. Hakim Kayat,
Jl. Thamrin, Jl. Malik Ibrahim, Jl. AK. S Tubun, Jl. Pahlawan dan Jl. Harun Tohir.
Jenis perumahan di wilayah perencanaan berupa perumahan permanen (bangunanbangunan perumahan lama dan baru). Perumahan baru banyak berkembang di luar
pusat perkotaan menempati lahan kering maupun bekas galian industri Semen Gresik,
antara lain berkembang di Kelurahan Kembangan Perumahan Griya Kembangan (bekas
galian), Perumahan Graha Kembangan Asri, Perumahan Gresik Kota Baru, Bakti Pertiwi,
Sidorukun Indah, Kelurahan Suci Perumahan Suci Permai, Kelurahan Sidomukti, dan
Kelurahan Kedanyang, Perumahan Griya Kedanyang Giri.
Penggunaan lahan untuk perumahan/permukiman di Kecamatan Gresik adalah sebesar
292,37 Ha atau sekitar 52,77 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan
Kebomas adalah 509,27 Ha atau sebesar 16,94 % dari total penggunaan lahan.

2. Perdagangan dan Jasa


Kegiatan perdagangan dan jasa banyak dijumpai di pusat Kota Gresik, yaitu di sepanjang
Jl. Usman Badar, Jl. G. Suryo, Jl. Sindujoyo, Jl. Kh. Kholil, Jl. Santri, Jl. Malik Ibrahim, Jl.
Pahlawan dan Jl. Jagung Suprapto (sepanjang jalan Kolektor Primer). Bentuk kegiatan
perdagangan dan jasa ini di antaranya adalah pertokoan, toko, warung, bengkel (bengkel
truk, bengkel sepeda motor dan mobil), pasar, plasa pedakang kaki lima, perdagangan
barang bekas, dan wartel. Saat ini kegiatan tersebut juga mulai berkembang di sepanjang

19

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Jalan Arteri di wilayah Kecamatan Kebomas, yaitu Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo,
Jalan R.A. Kartini dan Jalan Pahlawan.
Penggunaan lahan untuk kegiatan perdagangan dan jasa di Kecamatan Gresik adalah
4.11 Ha atau sebesar 0,74 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan
Kebomas adalah 5.03 Ha atau sebesar 0,17 % dari total penggunaan lahan.

3. Perkantoran
Saat ini pusat perkantoran pemerintahan Kota Gresik berada di Bunder yang terletak
Kecamatan Kebomas. Beberapa kantor pemerintahan yang ada di kawasan Bunder ini
sebelumnya berada di sekitar alun-alun kota, namun pembangunan di Gresik yang
semakin dinamis menyebabkan beberapa perkantoran yang mengitari alun-alun
tersebut semakin sumpek dan perlu di pindahkan ke lokasi yang baru yang lebih luas.
Berkembangnya Bunder juga merupakan dampak dari perkembangan infrastruktur kota
yang semakin cepat, sehingga Kawasan Kebomas yang dulu merupakan RTH telah
menjadi kawasan yang ramai hingga ke Bunder. Penyebaran perkantoran pemerintahan
ini terdapat di sepanjang Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo salah satunya kantor pemda
yang berdampingan dengan Rumah Sakit Umum Gresik yang lebih dulu pindah.

Gambar 2.5.

Kompleks Pemerintahan Kabupaten Gresik

Penggunaan lahan untuk kegiatan perkantoran di Kecamatan Gresik adalah 2.25 Ha atau
sebesar 0,41 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan Kebomas adalah
12,56 Ha atau sebesar 0,42 % dari total penggunaan lahan.

4. Industri dan Pergudangan


Kegiatan industri dan pergudangan banyak tersebar di Kecamatan Kebomas dan masingmasing industri membentuk kawasan tersendiri. Kegiatan industri dan pergudangan
yang terdapat di Kecamatan Kebomas ini umumnya berada di daerah pesisir karena
dekat dengan pelabuhan serta berada di sepanjang Jl. Kapten Dharmo sugondo dan Jl.
Mayor Sungkono. Selain itu, beberapa industri besar juga terdapat di tengah kota, yaitu
PT. Semen Gresik, PT. Petrokimia dan Kawasan Industri Gresik. Pada umumnya industri-

20

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

industri besar tersebut telah memiliki fasilitas yang cukup lengkap di lingkungannya
untuk menunjang kinerja karyawannya. Namun saat ini kegiatan operasional PT. Semen
Gresik sudah dipindahkan ke wilayah Tuban sehingga kawasan industri tersebut sudah
tidak berfungsi sepenuhnya.
Penggunaan lahan untuk kegiatan industri dan pergudangan di Kecamatan Gresik adalah
138,57 Ha atau sebesar 25 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan
Kebomas adalah 661,08 Ha atau sebesar 22 % dari total penggunaan lahan.

5. Ruang Terbuka Hijau (RTH)


Dari keseluruhan wilayah perencanaan, ketersediaan RTH di Kecamatan Gresik sangat
minim jika dibandingan dengan Kecamatan Kebomas. Beberapa bentuk RTH yang
terdapat di wilayah perencanaan adalah makam, kolam, belukar, lahan-lahan kosong,
tanah urug dan tambang kapur. Selain itu, beberapa bentuk RTH di Kecamatan Gresik
yang dapat diidentifikasi karena sudah memiliki fungsi antara lain adalah RTH di
lingkungan PT. Petrokimia dan PT. Semen Gresik, seperti lapangan sepakbola dan golf,
taman-taman kota, RTH di sepanjang jalur pipa gas, dan alun-alun, sedangkan di
Kecamatan Kebomas adalah taman-taman kota dan taman-taman lingkungan.
Penggunaan lahan untuk RTH di Kecamatan Gresik adalah 89,39 Ha atau sebesar 16,14
% dari total penggunaan lahan dengan penjabaran 4,59 % berupa makam, 0,91 % kolam,
7,75 % lahan kosong, 2,88 % belukar. Sementara itu, di Kecamatan Kebomas penggunaan
lahan untuk RTH adalah 562,17 Ha atau sebesar 18,7 % dari total penggunaan lahan
dengan penjabaran 0,18 % berupa makam, 1,99 % kolam, 0,92 % lahan kosong, 14,21 %
belukar, 0,22 % tanah urug dan 1,19 % tambang kapur. Jadi, total Ruang Terbuka Hijau
di wilayah perencanaan adalah 651,56 Ha atau sebesar 18,3 % dari total penggunaan
lahan.

Gambar 2.6.

Beberapa Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Gresik

21

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Gambar 2.7.

Beberapa Bentuk Ruang Terbuka Hijau di Kecamatan Kebomas

6. Fasilitas Umum dan Sosial


Fasilitas umum dan sosial yang tersebar di wilayah perencanaan antara lain adalah
fasilitas pendidikan, kesehatan, peribadatan, olahraga, serta fasilitas pelayanan umum
lainnya seperti jaringan listrik, air dan telepon.
Penggunaan lahan untuk fasilitas umum dan sosial di Kecamatan Gresik adalah 15,26 Ha
atau sebesar 2,75 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan Kebomas
adalah 7,62 Ha atau sebesar 0,25 % dari total penggunaan lahan.

7. Pertanian/Tanah Sawah
Perubahan penggunaan lahan dalam kurun waktu dekade terakhir dari lahan
persawahan menjadi kawasan terbangun perkotaan mengakibatkan makin sempitnya
lahan persawahan perkotaan. Penggunaan lahan untuk pertanian/tanah sawah hanya
terdapat di Kecamatan Kebomas, yaitu sebesar 215,37 Ha atau sebesar 7,16 % dari total
penggunaan lahan.

8. Ladang
Hal yang sama pada lahan pertanian terjadi pula pada perladangan perkotaan.
Penggunaan lahan untuk ladang hanya terdapat di Kecamatan Kebomas, yaitu sebesar
303,85 Ha atau sebesar 10,11 % dari total penggunaan lahan.

9. Perkebunan/Tegalan
Penggunaan lahan untuk kebun hanya terdapat di Kecamatan Kebomas, yaitu sebesar
132,26 Ha atau sebesar 4,40 % dari total penggunaan lahan.

22

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

10. Perikanan/Tambak
Tambak merupakan areal penggenangan permanen yang telah mendapat campur tangan
manusia, baik berupa kolam air tawar maupun air laut. Penggunaan lahan
perikanan/tambak ini banyak terdapat di Kecamatan Kebomas, yaitu seluas 596,80 Ha
atau sebesar 19,85 % dari total penggunaan lahan, sedangkan di Kecamatan Gresik
hanya seluas 12,07 Ha atau sebesar 2,18 % dari total penggunaan lahan.

11. Lahan Bekas Tambang PT Semen Gresik


Peruntukan lahan-lahan bekas hak pakai PT. Semen Gresik ada yang diperpanjang, sudah
berakhir haknya dan atau yang sudah beralih haknya. Lahan-lahan bekas Hak Pakai PT.
Semen Gresik ini, di wilayah perencanaan berada di wilayah kecamatan Kebomas.
Berikut ini akan disajikan data, lahan-lahan bekas penambangan, status kepemilikan dan
status penggunaannya.

23

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Tabel 2.15. Daftar Inventarisasi Hak Pakai PT. Semen Gresik (Persero) yang Sudah Berakhir, Belum Berakhir dan Beralih Hak Atas
Tanahnya
Luas yang
Letak Tanah
sudah berakhir
No.
Desa/Kel (Kecamatan)
haknya
(Ha)

Luas yang
Diperpanjang
Haknya
(Ha)

Luas yang
sudah beralih
haknya
(Ha)

Gulomantung (Kebomas)

Gulomantung (Kebomas)

0,0200

TN bekas Yasan, berakhir 10-5-2004 diperpanjang 20 tahun berakhir


30-1-2024 SK Kakan Gresik tgl. 15-12-2004
No. 02-530.2.35.2004

Giri (Kebomas)

8,6900

TN bekas Yasan, berakhir 21-12-2004, diperpanjang 20 tahun berakhir


30-1-2024 SK Kakanwil tgl. 7-1-2004 No. 02-530.2.35.2004

Sidomukti (Kebomas)

1,6800

TN bekas Yasan, berakhir 10-5-2004, diperpanjang 20 tahun berakhir


30-1-2024 SK Kakanwil tgl. 7-1-2004 No. 03-530.2.35.2004

Sidomukti (Kebomas)

3,5400

TN bekas Yasan, berakhir 30-1-2004, diperpanjang 20 tahun berakhir


30-1-2024 SK Kakanwil tgl. 7-1-2004 No. 03-530.2.35.2004

Ngargosari (Kebomas)

1,6205

TN bekas Yasan, diperpanjang 20 tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil


BPN tgl. 7-1-2004 No. 01-530.2.35.2004

Ngargosari (Kebomas)

2,1205

TN bekas Yasan, diperpanjang 20 tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil


BPN tgl. 7-1-2004 No. 01-530.2.35.2004

Ngargosari (Kebomas)

1,1595

TN bekas Yasan, diperpanjang 20 tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil


BPN tgl. 7-1-2004 No. 01-530.2.35.2004

Ngargosari (Kebomas)

0,6930

TN bekas HM No. 17, diperpanjang 20 tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil


BPN tgl. 7-1-2004 No. 01-530.2.35.2004

10 Ngargosari (Kebomas)

7,2335

TN bekas HM No. 10,11,12,13,15 dan sebagian 16 diperpanjang 20


tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil BPN tgl. 7-1-2004 No. 01530.2.35.2004

11 Ngargosari (Kebomas)

11,3200

TN bekas Yasan, diperpanjang 20 tahun s/d 30-1-2024 SK Kakanwil


BPN tgl. 7-1-2004 No. 01-530.2.35.2004

12 Kembangan (Kebomas)

0,5000

Keterangan
TN bekas Yasan, berakhir 10-5-2004 belum diperpanjang

23,5800

Sudah dipecah menjadi P6 dan P7/Kembangan

24

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Luas yang
Letak Tanah
sudah berakhir
No.
Desa/Kel (Kecamatan)
haknya
(Ha)
13 Kembangan (Kebomas)

Luas yang
Diperpanjang
Haknya
(Ha)

16,6300

6,9550

15 Kembangan (Kebomas)

17 Klangonan (Kebomas)

Keterangan
Jangka waktu 10 tahun s/d 30-8-2004 (belum diperpanjang) SK Kakan
Pertanahan Kab. Gresik menjadi 5 bidang (P24 Luas 18,825 m untuk
RTH dan Mushola, P25 Luas 52,239 m untuk RTH dan makam, P26
Luas 37,963 m untuk RTG, P27 Luas 11,418 m untuk jalan tambang
dan rencana jalan kabupaten, P28 Luas 46,288 m untuk resapan air.

14 Kembangan (Kebomas)

16 Sidomoro (Kebomas)

Luas yang
sudah beralih
haknya
(Ha)

23,6000
0,9200

P7 sudah dipecah menjadi B2 s/d No... atas nama PT. Swadaya Graha
yang kemudian dipecah menjadi 328 bidang.
Berakhir tanggal 8-5-2004, kemudian diperpanjang dengan Kep. Ka.
BPN No. 16/HP/BPN RI/2006 tanggal 29-09-2006
TN DI 301 : 1784/II/i/97

18,1200

TN bekas Yasan, diperpanjang dengan SK Ka BPN No. 12/HP/BPN/04


tgl 3-3-2004 (20 Tahun) berakhir 03-11-2023

Sumber : PT Semen Gresik, Tahun 2008.

25

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Tabel 2.16. Penggunaan Lahan di Kecamatan Gresik (Ha)


Penggunaan Lahan (Ha)
No

Kelurahan/
Desa

Perumahan

Fasilitas
Fas.
Fas.
Pendidikan Kesehatan Peribadatan

Fasilitas
Fas. Jaringan
Pedagangan
Olah
Pergudangan
Perkantoran Industri Tambak
Umum Listrik
& Jasa
raga

Kolam

Makam

Lahan
Belukar
Kosong

Total

Ngipik

21.05

0.00

0.00

0.37

4.65

1.06

0.00

0.00

0.60

0.00

24.85

0.00

3.55

0.00

0.55

8.32

65.00

Tlogopatut

26.36

0.00

0.37

0.02

0.00

0.09

0.00

0.00

0.00

0.00

2.05

0.00

0.00

0.00

3.08

1.03

33.00

Sidokumpul

35.24

0.87

0.00

0.05

0.67

0.00

2.84

0.39

0.00

0.20

25.94

0.00

0.00

2.01

3.80

0.00

72.00

Kramatinggil

17.48

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

1.56

1.95

21.00

Sidorukun

4.80

0.04

0.00

0.00

0.00

0.00

0.23

1.03

0.00

0.00

41.25

0.00

1.48

1.17

0.00

0.00

50.00

Pulopancikan

9.51

0.03

0.00

0.04

0.00

0.70

0.00

0.77

0.07

1.76

9.56

0.00

0.00

0.03

0.53

0.00

23.00

Gapurosukolilo

3.34

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.02

0.64

0.00

0.00

8.00

0.00

0.00

12.00

Tlogobendung

5.93

0.00

0.00

0.00

0.07

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

6.00

Pekauman

3.80

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.20

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

4.00

10 Sukorame

16.54

0.21

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.44

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

4.81

0.00

22.00

11 Karangturi

41.62

0.00

0.00

0.00

1.01

0.44

0.00

0.00

0.79

0.00

0.00

0.00

0.00

4.14

15.72

0.28

64.00

12 Trate

7.99

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.01

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

8.00

13 Karangpoh

8.48

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.52

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

9.00

14 Bedilan

7.46

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.09

8.45

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

16.00

15 Kebungson

7.20

0.19

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

2.61

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

10.00

16 Pekelingan

4.21

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.08

0.00

3.28

0.00

0.00

0.00

0.00

0.42

8.00

17 Kemuteran

13.37

0.39

0.16

0.00

0.00

0.00

0.00

0.08

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

14.00

18 Sukodono

2.89

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.11

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

3.00

19 Kroman

4.39

0.03

0.02

0.00

0.00

0.27

0.00

0.00

0.00

0.00

0.29

0.00

0.00

0.00

0.00

0.00

5.00

20 Lumpur

10.76

0.03

0.00

0.00

0.00

0.07

0.00

0.00

0.77

0.00

7.31

12.07

0.00

0.00

0.00

0.00

31.00

21 Tlogopojok

39.94

0.00

0.00

0.00

0.36

0.00

0.00

0.00

0.51

0.19

10.07

0.00

0.00

10.07

12.88

3.98

78.00

292.37

1.79

0.55

0.48

6.76

2.62

3.06

2.27

4.11

2.25

136.30

12.07

5.03

25.43

42.95

15.98

554.00

TOTAL

Sumber : Interpretasi Peta Citra Ikonos Tahun 2006 dan Ground Cek Lapangan tahun 2008.

26

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Gambar 2.8.

Peta Penggunaan Lahan Eksisting Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas


Sumber: RDTR dan ZR Kota Gresik 2008, diupdate Citra 2011

27

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


2.2.1.2. Identifikasi jenis RTH Perkotaan
Pola sebaran RTH yang terdapat di kawasan Kota Gresik yaitu berpola scattered
(tersebar). Sebaran RTH tersebut dapat dilihat pada gambar berikut. Berdasarkan distribusinya
maka dapat diketahui bahwa tanah kering masih mendominasi sebagian besar pemanfaatan
lahan wilayah Kota Gresik, sawah sebagian di Kecamatan Manyar dan Kebomas, sedangkan
lapangan olahraga banyak terdapat di Kecamatan Gresik antara lain lapangan sepak bola,
lapangan golf, lapangan tenis.

Gambar 2.9.

Eksisting Persebaran RTH di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas


Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008

Dari persebarannya di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas, lokasi-lokasi RTH


adalah sebagai berikut:
A.

Ruang Terbuka Hijau Publik


Identifikasi jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik yang terdapat di Kota Gresik
berdasarkan kondisi eksisting, dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Jenis-jenis RTH
tersebut diantaranya yaitu taman kota; taman rekreasi; bukit/pegunungan; jalur hijau: jalur
hijau sempadan sungai, jalur hijau sempadan rel kereta api, jalur hijau tegangan tinggi; RTH
pemakaman; parkir terbuka, dan lapangan olahraga.

28

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


A.1. RTH Kawasan Taman Kota dan Lingkungan
RTH taman kota adalah taman yang ditujukan untuk melayani penduduk satu kota
atau bagian wilayah kota. Taman kota memiliki fungsi ekologis, rekreatif, estetis, dan
olahraga (terbatas).

Gambar 2.10. RTH Taman Kota dan Taman Bermain di Kecamatan Gresik dan Kecamatan
Kebomas
Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008

Tabel 2.17. RTH Taman Kota di Kota Gresik


No
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10

Nama Taman Kota

Lokasi/Alamat

Taman Kota
Alun-alun
Jl. Wachid Hasyim
Segoromadu
Jl. Veteran
Taman GNI
Jl. Pangsud Jl. Pahlawan
Sidomoro
Perempatan sentolan
Bunderan GKB
Jl. Sumatra
Taman Lingkungan Perumahan dan Pemukiman
Taman Randuagung Perum. BP. Randuagung Jl.
Wahidin Sudiro Husodo
Taman Segunting
Perum. Semen Gresik Segunting
Taman Tubanan
Perum. Semen Gresik Tubanan
Taman Sidokumpul
Perum. BP Kulon
Taman Lingkungan Perkantoran dan Gedung Komersial
Taman Tri Darma
Jl. Tri Darma

Luas
(Ha)

Penanggung Jawab

0,80
1,50
0,25
0,25
1,20

Dinas PU
Dinas PU
Dinas PU
Dinas PU
Dinas PU

2,40

Dinas PU

12,30
5,70
2,60
7,50

PT. Semen Gresik


PT. Semen Gresik
Warga BP.Kulon
PT.
Petrokimia
Gresik dan PT. AJG

29

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

No

Nama Taman Kota

Luas
(Ha)
5,80

Lokasi/Alamat

11

Taman Petrokimia Perum. Petrokimia Gresik


Gresik
12 Taman pemda
Jl. Wahidin Sudiro Husodo
TOTAL
Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008

3,75
44,05

Penanggung Jawab
PT.
Petrokimia
Gresik dan PT. AJG
Dinas PU

A.2. RTH Kawasan Hutan Kota


Hutan Kota memiliki fungsi sebagai berikut pelestarian, perlindungan, dan
pemanfaatan plasma nutfah, keanekaragamn hayati, pendidikan, dan penelitian.
Hutan kota yang terdapat di Kota Gresik adalah sebagai berikut:

Gambar 2.11. RTH Hutan Kota di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas
Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008

Tabel 2.18. RTH Hutan Kota di Kota Gresik


No

Nama Hutan Kota

Hutan Petrokimia

Hutan Semen

Lokasi/Alamat
Jl.
A.Yani
(Perum.
Petrokimia Gresik)
Jl. Veteran (Perum.
Sunan Giri)

Luas
(Ha)
6,25
8,00

Jenis Pohon
Keben,
Sono,
Mahoni, Cemara
Sono,
Mahoni,
Sengon, Lamtoro

Kerapatan
(batang/Ha)
60
40

30

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

No

Nama Hutan Kota

Luas

Lokasi/Alamat

(Ha)

Hutan Giri

Hutan Ngargosari

Desa
Klangonan,
Sekarkurung,
dan
Kembangan
Desa Ngargosari

5
6

Hutan Tenggulunan
Hutan Prambangan

Desa Tenggulanan
Desa Prambangan

Hutan Perkebunan
Rakyat
dan
Holtikultura

Desa Suci, Pongangan,


Kembangan

Kerapatan
(batang/Ha)

105,00

Beringin, Kelapa

50

18,50

Jati,
Sono,
Sengon
Mangrove, Jati
Mangga, Pisang,
Sengon
Tanaman,
Budidaya,
Tahunan
dan
Semusim

60

75,45
13,50

Jumlah
Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008

Jenis Pohon

115,24

150
60

341,94

A.3. RTH Kawasan Pemakaman


Pemakaman merupakan salah satu RTH Publik yang memiliki fungsi pelayanan publik
(umum) dan keindahan. RTH pemakaman yang terdapat di Kota Gresik adalah
sebagai berikut:
Tabel 2.19. RTH Pemakaman di Kota Gresik
No.

Nama Kelurahan/
Desa

Kel. Tlogopojok

Ds. Pulopancikan

Kel. Sukorame

Kel. Tlogopatut

Kel. Ngipik

Kel. Sidokumpul

Kel. Karangturi

TMP

Luas Wilayah
(m2)
20.000
3.877

227
1.000
1.500

Status Tanah

Letak Wilayah

Tanah
Negara/Makam
umum
Hak Milik (sertifikat),
Makam
Islam
Pulopancikan
Tanah
Negara/Makam
Desa
Makam Desa
Makam Desa

Sebelah Selatan Kantor


Kelurahan
Kel. Sidokumpul (Gumuk)

15.000

Makam Desa

5.200

Makam Desa

10.406 Makam Arab


20.640 Makam Umum Sumur
Songa
4.710 Makam Doro Payung
6.490 Makam Umum Kristen
44.800 Makam Desa

675 750 Jumlah


(13,53 Ha)
135.275
Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008

Sebelah
Timur
Kantor
Kelurahan
Sebelah Barat Jl. Dr. Sotema
Sebelah
Barat
Makam
Semen Gresik
Sebelah
Diklat
PT.
Petrokimia Gresik
Sebelah Selatan Kantor
Kelurahan
Jl. Panglima Sudirman Gg. VI
Jl. Panglima Sudirman Gg. VI
Jl. Panglima Sudirman Gg. VI
Jl. JA Suprapto
Sebelah Selatan Makam
Tlagapojok
Jl. Pahlawan
Jl. Wahidin Sudirohusodo

31

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Gambar 2.12. RTH Makam di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas


Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008

A.4. Jalur Hijau Sempadan Jalan


Ruang Terbuka Hijau (RTH) sempadan jalan dapat berupa taman pulau jalan dan
median yang memiliki fungsi seperti sebagai peneduh, penyerap polusi udara,
penyerap kebisingan, pemecah angin, pembatas pandang, penahan silau lampu
kendaraan, dan sebagainya.
Tabel 2.20. RTH Median dan Pulau Jalan di Kota Gresik
No

Median/Pulau Jalan

1
2
3
4
5
6

Median Gub. Suryo


Median Veteran
Median Kartini
Median Akses Tol
Median Dr. Wahidin SH
Pulau Jalan Sidomoro

Pulau Jalan Kebomas

Pulau Jalan GNI

Lokasi
Jl. Gubernur Suryo
Jl. Veteran
Jl. Kartini
Entrance Jalan Tol Bunder
Jl. Dr. Wahidin SH
Perempatan Jl. Kartini Jl. Veteran
Jl. Pangsud Jl. Kapt. Dulasim
Perempatan Jl. Sunan Giri Jl.
Kartini-Jl. Dr.Wahidin-Jl. Dr.Sutomo
Perempatan
Jl.Pang.SudirmanJl.Jagung
Suprapto-Jl.PahlawanJl.Malik Ibrahim

Luas
(Ha)

Keterangan

0,12 Penghijauan Glodokan PJU


0,27 PJU
0,16 PJU
1,50 PJU
0,48 Taman dan PJU
0,001 PJU, Penghijauan dalam Pot
0,001 Taman Kota dan Lampu
Taman
0,001 Taman Kota dan PJU

32

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

No
9

Median/Pulau Jalan
Pulau
Petro

Jalan

Lokasi

Perlimaan Pojok Jl. Dr.Sutomo Jl. Proklamasi

Jumlah
Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008

Luas
(Ha)

Keterangan

0,001 Taman Kota dan Papan


Himbauan
2,354

Gambar 2.13. RTH Sempadan Jalan di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas
Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008

A.5. Jalur Hijau Sempadan Sungai


Terdapat delapan sugai yang melintasi kawasan Kota Gresik, tidak semua kondisi
bantaran/sempadan sungai tersebut memiliki jalur hijau. Kegiatan penggunaan lahan
pada bagian bantaran/sempadan sungai yang tidak memiliki jalur hijau didominasi
oleh penggunaan lahan berupa pemukiman. Berikut sungai-sungai yang melewati
kawasan Kota Gresik.

33

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Tabel 2.21. RTH Sempadan Sungai di Kota Gresik


No

Nama Sungai

Lokasi/Alamat

Panjang
Sungai (Km)

1
2
3
4
5
6
7
8

Kali Lamong
Ds. Segoromadu
Kali Tutup Timur
Kel. Pekelingan
Kali Tutup Barat
Kel. Kroman
Kali Roomo
Ds. Roomo
Kali Tengger
Ds. Tengger
Kalo Towo dan Pelabuhan Petrokimia
Kel. Tlogopojok
Kali Pelabuhan Gresik
Kel. Bedilan
Kali Pelabuhan Semen
Kel. Pulopancikan
Jumlah
Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008

6,1
1,15
1,27
2,7
1,1
1,78
0,53
0,92

Luas Bantaran
(Km2)
73,2
2,3
2,54
7,62
6,6
7,12
1,06
1,8
102,24

Gambar 2.14. RTH Sempadan Sungai di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas
Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008

A.6. Jalur Hijau Sempadan Pantai


Kota Gresik memiliki garis pantai sepanjang 7.621,4 m. Penggunaan lahan yang
terdapat di sempadan pantai didominasi oleh kegiatan industri dan pemukiman.
Penggunaan lahan lain yang terdapat pada kawasan sempadan pantai berupa tambak
dan hutan mangrove. Berikut luasan hutan mangrove yang terdapat pada beberapa
bagian garis pantai Kota Gresik.

34

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Tabel 2.22. Hutan Mangrove Pantai di Kota Gresik
No.

Kawasan Hutan Mangrove

Lokasi

1
2
3
4
5
6
7
8
9

Hutan Mangrove Desa Telaga Pojok


Kecamatan Gresik
Hutan Mangrove Desa Lumpur
Kecamatan Gresik
Hutan Mangrove Desa Gulomantung Kecamatan Kebomas
Hutan Mangrove Desa Tenggulunan
Kecamatan Kebomas
Hutan Mangrove Desa Kedanyang
Kecamatan Kebomas
Hutan Mangrove Desa Terambangan Kecamatan Kebomas
Hutan Mangrove Desa Segoro Madu
Kecamatan Kebomas
Hutan Mangrove Desa Karang Kiring Kecamatan Kebomas
Hutan Mangrove Desa Sukorejo
Kecamatan Kebomas
Jumlah
Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008

Luasan
0,20 Ha
0,20 Ha
0,30 Ha
0,20 Ha
0,90 Ha
0,75 Ha
0,75 Ha
0,30 Ha
0,14 Ha
3,74 Ha

Gambar 2.15. RTH Sempadan Pantai di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas
Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008

A.7. Jalur Hijau Sempadan Telaga


Kawasan Kota Gresik memiliki empat telaga yaitu Telaga Ngipik, Telaga Pegat, Telaga
Sidomoro dan Waduk Banjar Urip. Telaga Ngipik merupakan telaga yang
dikembangkan potensi wisatanya. Pada sempadan Telaga Ngipik dibangun taman
bermain sebagai pelengkap fasilitas pariwisata alam ini.

35

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Tabel 2.23. Jumlah Luas Jalur Hijau Sempadan Telaga


No.

Nama Waduk/Danau/Telaga/Bozem

Luasan Waduk

1.
Telaga Ngipik
2.
Waduk Banjar Urip
3.
Telaga Pegat
3.
Telaga Sidomoro
Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008

(m2)
2.250
7.500
320
475

Gambar 2.16. RTH Sempadan Telaga di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas
Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008

A.8. Jalur Hijau Sempadan Rel KA


Terdapat dua jalur rel kereta api yang membentang dari wilayah Timur ke Barat dari
Utara ke Selatan pada kawasan Kota Gresik. Rel kereta api yang membentang dari
wilayah bagian Utara ke Selatan melewati kawasan industri di seoanjang tepi pantai
Kota Gresik. Rel kereta api tersebut melayani kebutuhan pengangkutan barang pada
kawasan industri Gresik. Berikut data panjang rel kereta api yang melintasi kawasan
Kota Gresik.

36

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Tabel 2.24. RTH Sempadan Rel KA di Kota Gresik
No

Desa yang Dilalui Rel KA

Panjang Rel KA (m)

Desa Tenggulan Kemuteran

3.693,7 m

Desa Sidorukun Manyar

2.649,7 m

Sumber: Peta Penggunaan lahan RTRW Kota Gresik, 2011

Gambar 2.17. RTH Sempadan Rel KA di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas
Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008

A.9. Jalur Hijau di Bawah SUTT


Kebutuhan listrik penduduk Kota Gresik dilayani oleh Saluran Udara Tegangan Tinggi
(SUTT) dengan kapasitas 150 Kv. Saluran listrik ini memiliki empat jalur lintasan
sebagaii jalur distribusi untuk melayani kebutuhan listrik warga Kota Gresik. Empat
jalur lintasan SUTT tersebut melewati Desa Sidorukun-Tenggulunan, Desa
Kramatinggil-Segoromadu, Desa Kramatinggil-Kembangan, dan Desa SegoromaduNgipik.

37

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Tabel 2.25. RTH Sempadan SUTT di Kota Gresik
No

Desa yang Dilalui SUTT

Panjang SUTT (m)

1
SUTT Sidorukun-Tenggulunan
2.093,97 m
2
SUTT Kramatinggil-Segoromadu
2.083,40 m
3
SUTT Kramatinggil-Kembangan
5.152,54 m
4
SUTT Segoromadu-Ngipik
2.093,933 m
Sumber: Peta Penggunaan lahan RTRW Kota Gresik, 2001

Gambar 2.18. RTH Sempadan SUTT di Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas
Sumber: NSPM RTH Kabupaten Gresik, 2008

B.

Ruang Terbuka Hijau Privat


Identifikasi jumlah Ruang Terbuka Hijau (RTH) Privat yang terdapat di Kota Gresik
berdasarkan kondisi eksisting, dikelompokkan berdasarkan jenisnya. Jenis-jenis RTH
tersebut diantaranya yaitu RTH pekarangan rumah tinggal, perkantoran, tempat ibadah,
sekolah atau kampus, hotel, rumah sakit, dan lain-lain; RTH Kawasan Industri, dan RTH
Pertanian Perkotaan.

38

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


B.1. RTH Kawasan Industri
Terdapat dua jenis kegiatan industri dan pergudangan di Kota Gresik yaitu yang
membentuk kawasan dan yang tersebar (scattered). Kegiatan industri dan
pergudangan di wilayah perencanaan yang membentuk kawasan/kelompok
tersendiri yaitu Komplek Industri Semen Gresik, Petrokimia Gresik, dan Maspion.
Ruang Terbuka Hijau pada kawasan industri tersebut meliputi RTH pekarangan
pemukiman, fasilitas sosial, fasilitas pendidikan, dan kawasan penyangga/buffer zone.
Tabel 2.26. Ruang Terbuka Hijau Kawasan Industri di Kota Gresik
No.

Kawasan Industri

Luas Wilayah

1
2

KDB
(%)
60
55

Semen Gresik
201,25
Petrokimia Gresik
123,125
Jumlah
201,25
Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008

Luas RTH
(Ha)
80,5
55,41
135,41

Sedangkan industri yang relatif besar tersebar di daerah Selatan dan Barat, seperti
PT. Nusantara Plywood, Perusahaan Nippon Paint, Pabrik Baja Barata, Pabrik Sepatu
New Era, Pabrik spare part kendaraan, SumberMas Plywood dan beberapa lainnya.
Untuk industri dan pergudangan luas seluruhnya adalah 786,685 Ha.

B.2. RTH Kawasan Pemukiman


RTH pekarangan perumahan merupakan RTH yang terdapat pada lingkungan
perumahan baik pemukiman formal maupun informal. RTH yang terdapat pada
pemukiman formal selain RTH perkarangan terdapat juga RTH yang berupa taman
lingkungan, jalur hijau dan pulau jalan. Perumahan yang terdapat di kawasan Kota
Gresik yaitu Perumahan Bhakti Pertiwi Randu Agung (BP), Perumahan Kota Gresik
Baru (GKB), Perumahan Graha Kembangan Asri (GKA), Perumahan Alam Bukit Raya,
Perumahan BP Randu Agung Indah, dan Perumahan BP Kulon.
Tabel 2.27. Ruang Terbuka Hijau Pekarangan Kawasan Perumahan Kota Gresik
No.

Nama Perumahan

BP Randu Agung

Perum. Kota Gresik


Baru (GKB)

Graha
Asri

Kembangan

Batasan Lokasi
Utara : Jl. Wahidin Sudirohusodo
Timur : Jl. Lokal
Selatan : Perum. Bukit Randu Agung
Indah
Barat : Jl. Wahidin Sudirohusodo
Utara : Ds. Yosowilangun
Timur : Ds. Suci
Selatan : Jl.Wahidin Sudirohusodo
Barat : Ds. Suci
Utara : Jl. Galian
Timur : Kota Gresik Baru (GKB)

Luas
Perumahan
(Ha)
18,890

KDB

Luas RTH
(Ha)

75-90

3,30575

36,637

60-80

10,991

12,923

60-80

3,8769

39

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

No.

Nama Perumahan

Batasan Lokasi

Selatan : Jl.Wahidin Sudirohusodo


Barat : Jl. Galian
4
Alam Bukit Raya
Utara : Ds. Suci
Timur : Jl. Lokal
Selatan : Jl.Wahidin Sudirohusodo
Barat : Jl. Tol
5
Bukit Randu Agung Utara : Perum. BP Randu Agung
Indah
Timur : Jl. Lokal
Selatan : Jl. Galian
Barat : Perum.BP Randu Agung
6
BP Kulon
Utara : Jl. JA Suprapto
Timur : Jl. P. Sudirman
Selatan : Jl. R.Hakim
Barat : Jl. Proklamasi
Sumber: Data non-fisik program adipura 2007-2008

Luas
Perumahan
(Ha)

KDB

Luas RTH
(Ha)

8,197

60-80

2,4591

4,226

75-90

0,739

38,242

60-80

11,4726

Selain pemukiman formal terdapat juga pemukiman informal, yaitu pemukiman yang
berkembang secara alami di kawasan tertentu. Kawasan perumahan informal
berkembang secara linier mengikuti pola jaringan jalan yang ada. Perumahan
kepadatan tinggi terdapat di pusat Kota Gresik yaitu di sepanjang jl. Usman Badar, Jl.
G. Suryo, Jl. Sindujoyo, Jl. Kh. Kholil, Jl. Wahid Hasyim, Jl. Fikih Usman, Jl. Pasar Baru, Jl.
Kyai Arem-arem, Jl. Abd. Karim, Jl. Santri, Jl. Hakim Kayat, Jl. Thamrin, Jl. Malik
Ibrahim, Jl. AK. S Tubun, Jl. Pahlawan dan Jl. Harun Tohir. Luas penggunaan tanah
untuk perumahan adalah 1.049,988 Ha (sumber : RTRW Revisi Kawasan Kabupaten
Gresik, 2011). Rata-rata proporsi KDB pada tiap persil rumah pada kawasan
pemukiman informal yaitu 75-90%.

B.3. RTH Perdagangan dan Jasa, dan Perkantoran


Aktivitas pada kawasan perdagangan dan jasa merupakan aktivitas yang mampu
menyedot kunjungan terbanyak masyarakat, baik menggunakan kendaraan umum
maupun kendaraan pribadi. Oleh karena itu, keberadaan RTH sangat dibutuhkan pada
masing-masing persil pekarangan fasilitas perdagangan dan jasa. Kegiatan
perdagangan dan jasa banyak dijumpai pusat Kota Gresik di sepanjang jalan Jl. Usman
Badar, Jl. G. Suryo, Jl. Sindujoyo, Jl. Kh. Kholil, Jl. Santri, Jl. Malik Ibrahim, serta
perdagangan dan jasa yang mulai berkembang di sepanjang Jl. Pahlawan dan Jl.
Jagung Suprapto (sepanjang jalan Kolektor primer) jalan Veteran, jalan Kartini dan
Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo. Fasilitas perdagangan yang ada diantaranya yaitu
pertokoan, toko, warung, bengkel (bengkel truk, bengkel sepeda motor dan mobil),
pasar, plasa PK-5, perdagangan barang bekas, wartel. Luas penggunaan tanah untuk
perdagangan dan jasa adalah 17,864 ha dari luas wilayah perencanaan (sumber :

40

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


RTRW Revisi Kawasan Kabupaten Gresik, 2011). Rata-rata proporsi KDB pada tiap
persil rumah pada kawasan pemukiman informal yaitu 80-90%.
Fasilitas perkantoran di Kota Gresik banyak tersebar di Jl. Wahidin Sudiro Husodo
dan Jl. Veteran. Rata-rata proporsi KDB pada tiap persil fasilitas perkantoran adalah
60-70%.

2.2.2. EVALUASI RTH KOTA


Dari data eksisting jenis-jenis RTH Kota di wilayah perencanaan di atas dapat diketahui
total luasan RTH yang dimiliki dan berpotensi di wilayah perkotaan Kota Gresik, sebagaimana
dirangkum pada tabel di bawah ini.
Tabel 2.28. Jenis dan Luasan RTH di Kawasan Perkotaan Kabupaten Gresik
LUASAN
NO
JENIS RTH
NAMA RTH
(Ha)
I

RTH Publik
1 RTH Kawasan Taman Kota Alun-alun, Segoromadu, Taman GNI,
dan Lingkungan
Sidomoro, Bunderan GKB (Taman Kota);
Taman Randuagung, Taman Segunting,
Taman Tubanan, Taman Sidokumpul
(Taman Lingkungan Perumahan);
Taman Tri Darma, Taman Petrokimia
Gresik, Taman Pemda (Taman Lingkungan
Perkantoran & Gedung Komersial)
2 RTH Hutan Kota
Hutan Petrokimia, Hutan Semen, Hutan
Ngargosari,
Hutan
Tenggulunan
Hutan
Prambanan, Hutan Perkebunan Rakyat dan
Hortikultura
3 RTH Pemakaman
Kel. Tlogopojok, Ds. Pulopancikan, Kel.
Sukorame, Kel. Tlogopatut, Kel. Ngipik, Kel.
Sidokumpul, Kel. Karangturi, TMP
4 Jalur Hijau Sempadan Jalan Median Gub. Suryo, Median Veteran, Median
Kartini, Median Akses Tol, Median Dr. Wahidin
SH, Pulau Jalan Sidomoro, Pulau Jalan
Kebomas, Pulau Jalan GNI, Pulau Jalan
Perlimaan Petro
5 Jalur Hijau Sempadan Kali Lamong, Kali Tutup Timur, Kali Tutup
Sungai
Barat, Kali Roomo, Kali Tengger, Kali Towo dan
Pelabuhan Petrokimia, Kali Pelabuhan Gresik,
Kali Pelabuhan Semen
6 Jalur Hijau Sempadan Hutan Mangrove Desa-desa: Telaga Pojok,
Pantai
Lumpur,
Gulomantung,
Tenggulunan,
Kedanyang, Terambangan, Segoro Madu,
Karang Kiring, Sukorejo
7 Jalur Hijau Sempadan Telaga Ngipik, Waduk Banjar Urip, Telaga
Telaga (lebar sempadan 50 Pegat, Telaga Sidomoro
m)
8 Jalur Hijau Sempadan Rel Desa Tenggulan Kemuteran, Desa Sidorukun
KA (lebar sempadan 20 m) Manyar
9 RTH
Sempadan
SUTT Sidorukun-Tenggulunan,
Kramatinggil(lebar sempadan 50 m)
Segoromadu,
Kramatinggil-Kembangan,
Segoromadu-Ngipik
JUMLAH (I)

44,05

341,94

13,53

2,35

102,24

3,74

2,88

25,37
57,12

593,22

41

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

NO

JENIS RTH

NAMA RTH

II RTH Privat
1 RTH Kawasan Industri
Semen Gresik, Petrokimia Gresik
2 RTH
Kawasan BP Randu Agung, Perum. Kota Gresik Baru
permukiman
(GKB), Graha Kembangan Asri, Alam Bukit
Raya, Bukit Randu Agung Indah, BP Kulon
3 RTH Perdagangan, Jasa,
Perkantoran
JUMLAH (II)
TOTAL
Sumber : NSPM RTH Kota Gresik 2008, Hasil Analisa 2012

LUASAN
(Ha)
135,41
32,85

4,47
172,73
765,95

2.2.3. EVALUASI RTH KOTA BERDASARKAN CITRA SATELIT


Kondisi RTH eksisting berdasarkan data scanning citra satelit dapat diketahui total
luasan RTH yang dimiliki dan berpotensi di wilayah perkotaan Kota Gresik lebih kecil daripada
perhitungan lapangan, adalah sebagai berikut.

Gambar 2.19. Peta Citra Satelit Kota Gresik (Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas)
Sumber: Citra Satelit 2010, Kuartal IV

42

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Tabel 2.29. Hasil Perhitungan Jenis dan Luasan RTH di Kawasan Perkotaan Kabupaten
Gresik berdasarkan Peta Citra
LUASAN
NO
JENIS RTH
NAMA RTH
(Ha)
I

RTH Publik
1 RTH Kawasan Taman Alun-alun, Segoromadu, Taman GNI, Sidomoro,
Kota dan Lingkungan
Bunderan GKB (Taman Kota);
Taman Randuagung, Taman Segunting, Taman
Tubanan, Taman Sidokumpul (Taman Lingkungan
Perumahan);
Taman Tri Darma, Taman Petrokimia Gresik, Taman
Pemda (Taman Lingkungan Perkantoran & Gedung
Komersial)
2 RTH Hutan Kota
Hutan Petrokimia, Hutan Semen, Hutan Ngargosari,
Hutan Tenggulunan Hutan Prambanan, Hutan
Perkebunan Rakyat dan Hortikultura
3 RTH Pemakaman
Kel. Tlogopojok, Ds. Pulopancikan, Kel. Sukorame, Kel.
Tlogopatut, Kel. Ngipik, Kel. Sidokumpul, Kel. Karangturi,
TMP
4 Jalur Hijau Sempadan Median Gub. Suryo, Median Veteran, Median Kartini,
Jalan
Median Akses Tol, Median Dr. Wahidin SH, Pulau Jalan
Sidomoro, Pulau Jalan Kebomas, Pulau Jalan GNI, Pulau
Jalan Perlimaan Petro
5 Jalur Hijau Sempadan Kali Lamong, Kali Tutup Timur, Kali Tutup Barat, Kali
Sungai
Roomo, Kali Tengger, Kali Towo dan Pelabuhan
Petrokimia, Kali Pelabuhan Gresik, Kali Pelabuhan Semen
6 Jalur Hijau Sempadan Hutan Mangrove Desa-desa: Telaga Pojok, Lumpur,
Pantai
Gulomantung, Tenggulunan, Kedanyang, Terambangan,
Segoro Madu, Karang Kiring, Sukorejo
7 Jalur Hijau Sempadan Telaga Ngipik, Waduk Banjar Urip, Telaga Pegat, Telaga
Telaga (lebar sempadan Sidomoro
50 m)
8 Jalur Hijau Sempadan Desa Tenggulan Kemuteran, Desa Sidorukun Manyar
Rel KA (lebar sempadan
20 m)
9 RTH Sempadan SUTT Sidorukun-Tenggulunan,
Kramatinggil-Segoromadu,
(lebar sempadan 50 m) Kramatinggil-Kembangan, Segoromadu-Ngipik
JUMLAH (I)
II RTH Privat
1 RTH Kawasan Industri Semen Gresik, Petrokimia Gresik
2 RTH
Kawasan BP Randu Agung, Perum. Kota Gresik Baru (GKB), Graha
permukiman
Kembangan Asri, Alam Bukit Raya, Bukit Randu Agung
Indah, BP Kulon
3 RTH Perdagangan, Jasa,
Perkantoran
JUMLAH (II)
TOTAL

44,05

226.70

13,53

2,23

87,50

3,74

2,77

25,37

57,12
463.01
100,91
32,85

4,47
138,23
601,24

Dari total luas wilayah perkotaan Kota Gresik seluas 35,60 Km2 atau 3.560 Ha, luas
total RTH (Publik dan Privat) yang dimiliki seluas 601,24 Ha, atau hanya 16,89 % dengan
rincian RTH Publik seluas 13,01 % dan RTH Privat seluas 3,88 %. Jadi kedua kelompok RTH
tersebut masih jauh dibawah target standar minimal pemenuhan RTH Perkotaan menurut
Permen PU Nomor 05/PRT/M/2008.

43

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Dengan demikian dapat disimpulkan berdasarkan Standar Minimal pemenuhan RTH
Perkotaan, untuk RTH Publik 20% dan RTH Privat 10%, maka untuk dapat memenuhinya
dibutuhkan target penambahan luasan RTH Publik sebesar 6,99 % (lebih kurang 248,99 Ha) dan
luasan RTH Privat 6,12 % (lebih kurang 271,77 Ha). Melihat komposisi kedua kelompok RTH
tersebut, yang cukup berat adalah untuk mengejar target Standar Minimal RTH Privat. Hal ini
memerlukan partisipasi yang serius dari masyarakat perkotaan dan sektor swasta agar tidak
lagi menambah luasan kawasan terbangun, atau melalui upaya-upaya peremajaan kawasan
dengan cara membangun kawasan secara vertikal.

2.3.

ANALISA KEBUTUHAN RTH KOTA

2.3.1. KEBUTUHAN RTH BERDASARKAN PRESENTASI WILAYAH


Memperhatikan hasil evaluasi diatas, sebagai tindak lanjut upaya-upaya peningkatan
kebutuhan pemenuhan Standar Minimal luasan RTH sesuai dengan ketentuan perundangundangan, maka dibutuhkan analisis mendalam melalui pengaturan-pengaturan setiap jenis
RTH yang teridentifikasi di wilayah perkotaan Kota Gresik. Pengaturan-pengaturan yang
dilakukan dijelaskan sebagai berikut.
Memperhatikan hasil evaluasi diatas, sebagai tindak lanjut upaya-upaya peningkatan
kebutuhan pemenuhan Standar Minimal luasan RTH sesuai dengan ketentuan perundangundangan, maka dibutuhkan analisis mendalam melalui pengaturan-pengaturan setiap jenis
RTH yang teridentifikasi di wilayah perkotaan Kota Gresik. Kebutuhan RTH diproyeksikan
hingga pada jangka waktu ditetapkannya program P2KH ini selesai pada Tahap I, yaitu hingga
Tahun 2014. Basis perhitungan pertumbuhan penduduk berdasarkan data jumlah penduduk
masing-masing Kecamatan Gresik dan Kebomas dari tahun 2001 hingga tahun 2010, yang
ditunjukkan pada Tabel berikut ini.
Tabel 2.30. Proyeksi Jumlah Penduduk Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas
hingga Tahun 2014
Tahun

Jumlah Penduduk (Jiwa)

2001

Kec. GRESIK
76.968

Kec. KEBOMAS
71.567

2002

77.465

74.146

2003

80.741

75.833

2004

80.975

77.506

2005

81.804

79.365

2006

82.353

81.375

2007

86.970

87.404

2008

82.540

91.411

2009

83.458

93.365

2010

84.092

95.594

Jumlah

44

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Tahun

Jumlah Penduduk (Jiwa)

2011

Kec. GRESIK
86.190

Kec. KEBOMAS
98.102

2012

86.999

100.892

2013

87.809

103.683

2014

88.619

106.473

Jumlah

195.092

Sumber : Hasil Analisa 2012

Pengaturan-pengaturan kebutuhan RTH yang dilakukan hingga Tahun 2014 dijelaskan


dalam sub bab berikut.

2.3.1.1. Penyediaan RTH Privat


Penyediaan ruang terbuka hijau (RTH) privat ini didasarkan pada jenis kepemilikan
lahan, berdasarkan hal tersebut, maka persyaratan penyediaan RTH privat berdasarkan fungsi
dan kepemilikan lahan dijelaskan sebagai berikut :
A.

Rumah Tinggal :
 Jenis kavling dengan ukuran kurang dari 120 m2 wajib ditanami minimal 1 (satu) pohon
pelindung dan penutup tanah/rumput ;
 Jenis kavling dengan ukuran 120 m2 - 240 m2 wajib ditanami minimal 1 (satu) pohon
pelindung, perdu dan semak hias serta penutup tanah/rumput dengan jumlah yang
cukup ;
 Jenis kavling dengan ukuran 240 m2 - 500 m2 wajib ditanami minimal 2 (dua) pohon
pelindung, perdu dan semak hias serta penutup tanah/rumput dengan jumlah yang
cukup ;
 Jenis kavling dengan ukuran lebih dari 500 m2 wajib ditanami minimal 3 (tiga) pohon
pelindung, perdu dan semak hias serta penutup tanah/rumput dengan jumlah yang
cukup ;
 Terhadap luas kavling yang tidak dimungkinkan untuk ditanami pohon penghijauan
wajib ditanami dengan sistem pot dan tanaman gantung lainnya.
 Setiap Pengembang Perumahan berkewajiban untuk mewujudkan pertamanan /
penghijauan pada lokasi jalur hijau sesuai dengan rencana tapak / site plan yang telah
disahkan oleh Kepala Daerah atau pejabat yang ditunjuk.

Terdapat enam kawasan perumahan yang ada di Kota Gresik yaitu BP Randu Agung, Perum
Kota Gresik Baru (GKB), Graha, Kembangan Asri, Alam Bukit Raya, Bukit Randu Agung
Indah, dan BP Kulon. Kawasan perumahan terbesar yang juga membutuhkan
pengembangan RTH privat terluas yaitu perumahan BP Kulon.

45

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Tabel 2.31. Analisis Luasan Lahan RTH Perumahan Kota Gresik
No.

Nama Perumahan

1.
BP Randu Agung
2.
Perum Kota Gresik Baru (GKB)
3.
Graha Kembangan Asri
4.
Alam Bukit Raya
5.
Bukit Randu Agung Indah
6.
BP Kulon
Jumlah luasan RTH Perumahan

Luasan
Perum (m2)
188.900
366.370
129.230
81.970
42.260
382.420

Standar Luasan
RTH Perumahan
10% x 188.900
10% x 366.370
10% x 129.230
10% x 81.970
10% x 42.260
10% x 382.420

Kebutuhan Luasan
RTH Perumahan
18.890 m2
36.637 m2
12.923 m2
8.197 m2
4.226 m2
38.242 m2
119.115 m2

Sumber : NSPM RTH Kota Gresik, Diolah 2012

Bentuk RTH yang dibutuhkan untuk dikembangkan oleh kawasan perumahan tersbut dapat
berupa, taman lingkungan, jalur hijau, dan juga areal pemakaman. Kebutuhan yang
ditetapkan berdasarkan hasil analisa adalah sekitar 11,91 Ha.

B.

Bangunan Kantor, Hotel, Industri/Pabrik, Bangunan Perdagangan dan Bangunan


Umum lainnya :
 Untuk Bangunan yang mempunyai luas tanah antara 120 m2 -240 m2 wajib ditanami
minimal 1 (satu) pohon pelindung, perdu dan semak hias serta penutup tanah/rumput
dengan jumlah yang cukup ;
 Jenis kavling dengan ukuran luas lebih dari 240 m2 wajib ditanami minimal 3 (tiga)
pohon pelindung, perdu dan semak hias serta penutup tanah/rumput dengan jumlah
yang cukup.
 Setiap jalan diseluruh Daerah diusahakan dapat ditanami dengan tanaman penghijauan
 Setiap pemilik atau pihak yang bertanggungjawab atas lahan terbuka dengan sudut
lereng diatas 15 derajat wajib menanam pohon penghijauan minimal 1 (satu) pohon
pelindung untuk setiap 15 m2 dan rumput dengan jumlah yang cukup.

Di wilayah kota Gresik terdapat dua kawasan industri besar yang yang meliputi kawasan
industri semen gresik dan petrokimia. Pada kawasan industri, RTH dialokasikan 30 % dari
keseluruhan total kawasan ekonomi khusus dengan pembagian RTH publik seperti taman,
median jalan, fasilitas olah raga sebesar 20 % dan RTH privat seperti koefisien dasar hijau
(KDH) bangunan per blok serta pekarangan di permukiman sebesar 10 %.
Tabel 2.32. Analisis Luasan Lahan berdasarkan Jumlah Fasilitas Eksisting
No.
1.

Nama Kawasan
Industri
Semen Gresik

Luasan Kawasan
Industri (m2)
2.012.500

2.

Petrokimia
1.231.250
Gresik
Jumlah luasan RTH Kawasan Industri

Standar Luasan RTH


Kawasan Industri
30% x 2.012.500
30% x 1.231.250

Kebutuhan Luasan
RTH Kawasan Industri
603.750 m2
360.375 m2
964.125 m2

Sumber : NSPM RTH Kota Gresik, Diolah 2012

46

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Berdasarkan tabel di atas maka dapat diketahui bahwa jumlah kebutuhan ruang terbuka hijau
yang harus dimiliki kawasan industri yaitu seluas 96,41 Ha.

Tabel 2.33. Analisis Luasan Lahan Berdasarkan Jumlah Fasilitas Eksisting


No.
1.

2.

Jenis Fasilitas
Fasilitas Pendidikan
TK
SD
SLTP
SLTA
Perguruan Tinggi
Fasilitas Kesehatan
RSU
RSB
Puskesmas
Puskesmas Pembantu
Polindes
Poliklinik
Apotik
Fasilitas Peribadatan
Masjid
Mushola
Gereja
Vihara
Fasilitas Perindustrian
Industri Kerajinan RT
Industri Sedang
Industri Besar
Fasilitas Perdagangan
Kios
Warung
Pertokoan
Pasar

Jumlah
Unit

Standar Luasan
Lahan

Total
Luasan

KDB
Tiap Persil

50
83
27
20
5

1.200 m2
3600 m2
6.000 m2
5.000 m2
10.000 m2

60.000 m2
298.800 m2
162.000 m2
100.000 m2
50.000 m2

50 - 60 %

2
10
6
7
25
18
33

86.400 m2
1.600 m2
2.400 m2
1.200 m2
300 m2
300 m2
350 m2

172.800 m2
16.000 m2
192.000 m2
8400 m2
7500 m2
5.400 m2
11.550 m2

50 - 60 %

m2
m2
m2
m2

50 - 60 %

100
369
4
1
1.819
111
65
283
832
951
3

1.750
300
1.750
1.750

m2
m2
m2
m2

175.000
669
1754
1751

1.000 m2
5.000 m2
10.000 m2

1.819 m2
555.000 m2
650.000 m2

m2
m2
m2
m2

28.300 m2
83.200 m2
1.141.200 m2
9.000 m2

100
100
1200
3000

50 -60 %

70 - 90 %

Sumber : Evaluasu RTRW Gresik, 2011

Masing-masing fasilitas memiliki ketetapan KDB persil yang berbeda-beda sesuai dengan
ketetapan yang ada pada RTRW Gresik. Sehingga untuk mendapatkan kebutuhan RTH total
kawasan fasum dan fasos maka dilakukan perhitungan KDB dan total luasan lahan fasilitas
umum.
Tabel 2.34. Analisis Kebutuhan RTH Berdasarkan KDB Rencana pada Luasan
Penggunaan Lahan Fasilitas
No.
1
2
3
4

Fasilitas Umum
Pemukiman
Fasilitas pendidikan
Fasilitas kesehatan
Fasilitas peribadatan

Total Luasan
m2
5.162.770
670.800
413.650
179.174

KDB yang
Ditetapkan
60 70%
50 60%
50 60%
50 60%

Kebutuhan RTH Total


(Ha)
1.548.831 - 2.065.108
268.320 - 335.400
165.460 - 206.825
71.670 - 89.587

47

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

No.

Fasilitas Umum

5
Fasilitas perindustrian
6
Fasilitas perdagangan
Jumlah

Total Luasan
m2
1.206.819
261.700
7.894.913

KDB yang
Ditetapkan
50 60%
70 - 90%

Kebutuhan RTH Total


(Ha)
120.682 - 603.410
26.170 - 78.510

Sumber : NSPM RTH Kota Gresik, Diolah 2012

Dari tabel di atas dapat diketahui bahwa kebutuhan RTH privat kawasan permukiman yang
harus disediakan yaitu maksimal sebesar 206,51 Ha dan minimal sebesar 154,88 Ha. Kebutuhan
RTH privat fasilitas pendidikan yang harus disediakan yaitu maksimal sebesar 33,54 Ha dan
minimal sebesar 26,83 Ha. Kebutuhan RTH privat fasilitas kesehatan yang harus disediakan
yaitu maksimal sebesar 20,68 Ha dan minimal sebesar 16,55 Ha. Kebutuhan RTH privat fasilitas
peribadatan yang harus disediakan yaitu maksimal sebesar 8,96 Ha dan minimal sebesar 7,12
Ha. Kebutuhan RTH privat fasilitas perindustrian yang harus disediakan yaitu maksimal sebesar
60,34 Ha dan minimal sebesar 48,27 Ha. Kebutuhan RTH privat fasilitas perindustrian yang
harus disediakan yaitu maksimal sebesar 60,34 Ha dan minimal sebesar 48,27 Ha. Kebutuhan
RTH privat fasilitas perdagangan yang harus disediakan yaitu maksimal sebesar 7,85 Ha dan
minimal sebesar 2,62 Ha. Jadi, kebutuhan total RTH privat untuk fasum dan fasos adalah
maksimal sebesar 337,88 Ha dan minimal sebesar 256,32 Ha.

2.3.1.2. Penyediaan RTH publik


Sedangkan untuk penyediaan RTH publik, setidaknya dapat tersedia Ruang Terbuka
Hijau sebgai berikut:
 Berbentuk Jalur
 Jalur hijau koridor jalan
 Pulau jalan dan median jalan
 Pedestrian (jalur pejalan kaki)
 Berbentuk Area
 Taman kecamatan
 Taman kota
 RTH Fungsi Tertentu
 RTH sempadan Rel Kereta Api
 RTH sempadan sungai
 Jalur hijau jaringan listrik tegangan tinggi
 Pemakaman
 RTH kawasan Bandara
 RTH kawasan Terminal

48

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

2.3.2. KEBUTUHAN RTH BERDASARKAN JUMLAH PENDUDUK


Dalam mempermudah dalam proses perhitungan kebutuhan RTH yang didasarkan pada
jumlah penduduk, maka pendekatan awal yang digunakan adalah dengan membagi wilayah
perencanaan dalam satuan unit lingkungan yang menunjukkan hierarki wilayah. Berdasarkan
NSPM Kabupaten Gresik tahun 2008, bentuk hierarki yang digunakan adalah sebagai berikut :
Tabel 2.35. Hierarki Lingkungan Wilayah Perencanaan
Unit Lingkungan
Perencanaan
Lingkungan I
Lingkungan II
Lingkungan III
Lingkungan IV
Lingkungan V

Unit Lingkungan
Admisnistrasi
Rukun Tetangga
Rukun Warga
Kelurahan
Kecamatan
Wilayah kota

Jumlah Penduduk
yang Mendukung
250 jiwa
3000 jiwa
30.000 jiwa
200.000 jiwa
1 juta jiwa

Sumber : NSPM Kabupaten Gresik, 2008

Berdasarkan pembagian tersebut, maka kebutuhan pengembangan RTH di wilayah Kecamatan


Gresik dan Kecamatan Kebomas adalah sampai dengan Unit Lingkungan III. Perhitungan
kebutuhan RTH berdasarkan jumlah penduduk dijelaskan sebagai berikut.

2.3.2.1. Taman
 Taman untuk 250 penduduk
Setiap 250 penduduk membutuhkan minimal 1 taman sebagai tempat bermain anak
dengan luas sekurang-kurangnya 250 m2 dengan standar 1 m2/penduduk.
 Taman untuk 2.500 penduduk
Untuk setiap kelompok penduduk 2.500 penduduk diperlukan sekurang-kurangnya 1
daerah terbuka, disamping daerah-daerah terbuka yang sudah ada pada tiap kelompok
250 penduduk. Luas area yang diperlukan 1.250 m2 atau dengan standar 0,5
m2/penduduk. Lokasinya dapat disatukan dengan pusat kegiatan RW.
 Taman dan Lapangan Olah Raga untuk 30.000 penduduk
Sarana ini diperlukan untuk kelompok 30.000 penduduk dapat melayani aktivitas
kelompok di area terbuka. Sarana ini dapat berbentuk taman yang dilengkapi lapangan
olah raga, sehingga berfungsi serba guna dan tetap terbuka, serta ditanam pohon-pohon
yang berfungsi sebagai peneduh. Luas area yang dibutuhkan 9.000 m2 atau dengan
standar 0,3 m2/penduduk.
 Taman dan lapangan Olah Raga untuk 120.000 penduduk
Setiap kelompok penduduk sekurang-kurangnya harus memiliki 1 lapangan hijau
terbuka. Luas area yang diperlukan 24.000 m2 atau dengan standar 0,2 m2/penduduk.

49

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Lokasi tidak harus di pusat kecamatan namun apabila dapat disatukan akan menjadi
lebih baik.
 Taman dan Lapangan Olah Raga untuk 480.000 penduduk
Sarana yang ada berbentuk kompleks, meliputi stadion, taman atau tempat bermain,
area parkir, bangunan-bangunan fungsional. Luas tanah yang dibutuhkan 144.000 m2
atau dengan standar 0,3 m2/penduduk.

Dari standar penyediaan RTH diatas diperoleh kebutuhan RTH di Kecamatan Gresik dan
Kebomas sebagai berikut:

Tabel 2.36. Analisis Hirarki RTH berdasarkan Kriteria Unit Lingkungan III, II, dan I

No.

Kecamatan

Jumlah
Penduduk
Tahun
2014
(jiwa)

Unit Lingkungan Perencanaan RTH


Unit L-III
(30.000
jiwa)

Luas
(Ha)

Unit L-II
(2.500
jiwa)

Luas
(Ha)

Unit L-I
(250
jiwa)

1.
2.

Luas
(Ha)

Gresik
88.619
2 unit
1,80
9 unit
1,13
25 unit
0,63
Kebomas
106.473
3 unit
2,70
5 unit
0,63
16 unit
0,40
Jumlah
5 unit
4,50
14 unit
1,76
36 unit
1,03
Sumber : Hasil Analisis, 2012(Berdasarkan Peraturan Menteri PU Nomor 05?PRT/M/2008)

TOTAL
LUAS
(Ha)
3,56
3,73
7,29

Dari jumlah penduduk yang diproyeksikan hingga tahun perencanaan 2014, jumlah penduduk
masing-masing Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas diperolah angka kebutuhan
penyediaan RTH Taman Kota hingga Tahun 2014 seluas 7,29 Ha dan jumlah penduduk yang
masih dibawah standar minimal penyediaan RTH Taman Kecamatan yang melayani 120.000
jiwa, dengan luas minimal/kapita 0,2 m2/jiwa (Peraturan Menteri PU Nomor 05/PRT/M/2008).
Pada kondisi eksisting RTH taman kota dan taman lingkungan diperoleh luasan sebesar 44,05
Ha, sehingga untuk kedua kecamatan ini masih mempunyai luasan cadangan kebutuhan RTH
sebesar 36,76 Ha. Cadangan RTH ini harus dipertahankan, dan tidak dibolehkan untuk
dialihfungsikan.

2.3.2.2. Lapangan olah raga


Lapangan olahraga ini berupa lapangan sepak bola dengan tingkat pelayanan sebagian
wilayah kawasan. Kriteria penyediaan lapangan olah raga ini antara lain:
 Didukung jumlah penduduk minimum 30.000 orang.
 Luas lahan/persil/kapling sekitar 0,3 m2 per penduduk atau setiap unit seluas 0,9 Ha.
 Lokasinya tersebar di setiap bagian wilayah kawasan.

50

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Kebutuhan taman dan lapangan olah raga di Kecamatan Gresik dan Kecamatan
Kebomas adalah sebagai berikut:
Tabel 2.37. Analisis Jenis dan Jumlah RTH yang Dibutuhkan
No.

Kecamatan

1.

Gresik

Unit
Lingkungan

Jenis RTH yang


Dibutuhkan

Jumlah
(unit)

L-III

Taman + Lapangan
olahraga
Taman + Lapangan
olahraga
Taman bermain

L-II
L-I
2.

Kebomas

L-III
L-II
L-I

Taman + Lapangan
olahraga
Taman + Lapangan
olahraga
Taman bermain

9
25
3
5
16

Lokasi
Dikelompokkan
dengan sekolah
Di pusat kegiatan
RW
Di tengah kelompok
permukiman
Dikelompokkan
dengan sekolah
Di pusat kegiatan
RW
Di tengah kelompok
permukiman

Sumber : Hasil Analisis, 2012

2.3.2.3. Jalur hijau


Bentuk daerah terbuka selain taman dan lapangan olah raga dapat berupa jalur hijau
dan taman-taman lainnya. Fungsi dari Ruang Terbuka Hijau adalah sebagai paru-paru kota,
keindahan, penyimpan cadangan air/sumur alam juga sebagai filter bagi polusi udara. Jalur hijau
ini berupa penghijauan pada tepi jalan (sempadan jalan), sempadan sungai, sempadan pantai,
sempadan telaga/boozem, sempadan rel Kereta Api, dan jalur hijau di bawah SUTT. dan lainlain. Standar kebutuhan penyediaan Ruang Terbuka Hijau adalah 15 m2 per penduduk.
Dengan jumlah penduduk sebesar 195.092 jiwa pada Tahun 2014, maka diproyeksikan
luasan Jalur Hijau yang dibutuhkan minimal adalah 292,64 Ha.
Sedangkan berdasarkan perhitungan standar penyediaan RTH pada setiap sempadan
yang dihitung berdasarkan panjang jalan, sungai, pantai, rel KA, dan keliling telaga/boozem
eksisting diperoleh sebagai berikut.
Tabel 2.38. Analisis Jumlah Kebutuhan Total RTH di Kota Gresik
No.
4.
5.
6.
7.
8.
9.

Jenis RTH

Luasan RTH (Ha)

Jalur hijau
Sempadan Sungai
Sempadan Pantai
Sempadan Telaga
Sempadan Jalan
Sempadan Rel KA
Sempadan SUTT

Jumlah Total Kebutuhan RTH

31.10
76.21
4.64
7.14
19.03
30.84

168.97

Sumber: Hasil Analisis NSPM RTH Kota Gresik, 2008

51

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Dengan demikian hingga Tahun 2014 masih terdapat defisit target penyediaan RTH
Jalur Hijau sebesar 123,67 Ha.

2.3.2.4. Pemakaman
Sarana lain yang merupakan ruang terbuka adalah pemakaman kota. Kriteria
penyediaan RTH pemakaman adalah lahan yang dibutuhkan 2 m2/penduduk. Jadi luasan
kebutuhan RTH Pemakaman hingga Tahun 2014 adalah 39,02 Ha. Sedangkan luasan RTH
eksisting adalah 24,00 Ha, sehingga masih dibutuhkan luasan lahan RTH Pemakaman sebesar
15,02 Ha.

2.3.2.5. Hutan kota


Setiap hamparan Luas hutan kota minimal 0.25 ha. Luas hutan kota minimal 10 % dari
total wilayah kawasan perkotaan. Jadi kebutuhan luas Hutan Kota untuk Kecamatan Gresik dan
Kecamatan Kebomas berdasarkan standar luasan wilayahnya adalah 10% x (554,29 +
3006,00)Ha = 356,03 Ha. Sedangkan luasan RTH eksisting Hutan Kota adalah 494,40 Ha,
sehingga masih terdapat cadangan luasan RTH Hutan Kota seluas 138,37 Ha.

2.3.3. KEBUTUHAN RTH BERDASARKAN KEBUTUHAN OKSIGEN


Lain halnya pada kota berpenduduk padat, dengan jumlah kendaraan bermotor dan
industri yang tinggi, maka luas RTH kota yang dibangun dapat dihitung berdasar pendekatan
pemenuhan oksigen (Kunto, 1986),dengan rumus :

L=A.v+b.W
20
Keterangan:
L = Luas RTH kota (m2)
A = Kebutuhan oksigen per orang (kg/jam)
b = Rerataan kebutuhan oksigen per kendaraan bermotor (kg/jam)
v = Jumlah Penduduk
W = Jumlah kendaraan bermotor
20 = Tetapan (kg/jam/Ha)
Kemudian dimodifikasi oleh Dahlan (2003) sebagai berikut :

L = A.i. Vi + Bi. WI + Ci .Zi


20
Keterangan :
L = Luas Hutan Kota (Ha)
Ai = Kebutuhan Oksigen (O2) per orang (ug/jam)

52

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Bi
Ci
Vi
Wi
Zi
20

=
=
=
=
=
=

Kebutuhan Oksigen (O2) per satuan kendaraan bermotor (kg/jam)


Kebutuhan Oksigen (O2) per satuan industri (kg/jam)
Jumlah Penduduk
Jumlah kendaraan bermotor dari berbagai jenis
Jumlah industri dari berbagai jenis
Konstanta (rerataan oksigen/O2) yang dihasilkan (20kg/jam/Ha)

Selain menggunakan pendekatan Metode Kunto, penentuan luasan RTH berdasarkan


kebutuhan oksigen, juga dapat dilakukan dengan Metode Geravkis dalam Fadelli dkk (2004)
yang dijelaskan dengan rumus sebagai berikut:

Lt = Xt + Zt
(54)(0,9375)
Keterangan :
Lt
= Luas RTH Kota pada Tahun ke-t (m2)
Xt
= Jumlah kebutuhan oksigen bagi penduduk pada tahun ke-t
Zt
= Jumlah kebutuhan oksigen bagi kendaraan bermotor pada tahun ket
54
= Tetapan yang menunjukan bahwa 1 m2 luas lahan
menghasilkan 54 gram berat kering tanaman per hari
0,9375 = Tetapan yang menunjukan bahwa 1 gram berat
kering tanaman adalah setara dengan produksi oksigen 0,9375
Berdasarkan ketentuan yang ada Fadelli dkk (2004), kebutuhan oksigen tiap orang dijelaskan
dengan rumus sebagai berikut :

Xt = Pt x 4.420,8 Liter/hari/orang x 1,2 kg/m3

Xt
= Jumlah kebutuhan oksigen manusia (ton/hari)
Pt
= Jumlah Penduduk pada tahun (t)
4.420,8 = rata-rata kapasitas isap oksigen pada manusia, sebesar 3,07 liter/menit/orang,
setara dengan 4.420,8 liter/hari/orang
1,2
= Konstanta bobot udara, 1 m udara menghasilkan 1,2 kg/m
Sedangkan kebutuhan oksigen pada kendaraan (Zt), dalam ketentuan Fadelli dkk (2004)
dijelaska sebagai berikut :
Zt = Ztbensin + Ztsolar
Ztbensin
Ztsolar

= Jumlah BBM Bensin x 2,77 x 0,21 x 24 x 10-3


= Jumlah BBM Solar x 2,86 x 0,16 x 24 x 10-3

Dari ketentuan di atas, maka digunakan asumsi sebagai berikut :

53

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


 Berdasarkan ketentuan yang ada (Wisesa, 1988), kebutuhan oksigen tiap orang adalah
0,0193 m3/jam yang setara dengan 19,3 liter/jam (0,0193 x 1000), dengan asumsi
kebutuhan per-hari mencapai 463,2 liter/hari (19,3 x 24 jam).
 1 liter udara O2 = 1,4 gram O2.
 463,2 liter/hari x 1,4 gram O2 = 648,48 gram O2/hari tiap penduduk.
 Untuk kendaraan bensin membutuhkan bahan bakar 0,200-0,220 kg/PS.jam (rata-rata
0,210 kg/PS.jam). Ketentuan kebutuhan oksigen adalah 1 kg bahan bakar membutuhkan
2,77 kg O2.

 Diasumsikan kebutuhan bahan bakar per-hari untuk kendaraan bermotor adalah 0,210
kg/PS. Jam x 24 jam = 5,04 kg/hari.
 Jadi, kebutuhan oksigen untuk kendaraan bermotor sebesar 5,04 kg/hari x 2,77 kg =
13,9608 Kg O2.

Kebutuhan RTH berdasarkan jumlah penduduk pada kawasan perkotaan Gresik adalah sebagai
berikut:
Pt

= 195.091 x 648,48 gram O2/hari = 126.512.611,68 gram O2/hari

Kt = 311.058 x 13,9608 Kg O2 = 4.342.618,53 Kg O2 = 4.342.618.526,40 gram O2


Lt

= (126.512.611,68 + 4.342.618.526,40) gram O2 / (54 gr/m2 x 0,9375)


= 4.469.131.138,08 gram O2 / 50,625 gram/m2.
= 88.279.133,59 m2
= 8.827,91 Ha

Berdasarkan perhitungan tersebut, diketahui bahwa kebutuhan luasan RTH di kawasan


perkotaan Gresik (Kecamatan Gresik dan Kecamatan Kebomas) adalah sekitar 8.827,91 Ha.

2.3.4. KEBUTUHAN RTH BERDASARKAN NETRALISASI KARBON DIOKSIDA


Pohon dapat membantu dalam mengatasi dampak negatif hujan asam melalui proses
fisiologis tanaman yang disebut proses gutasi. Proses gutasi akan memberikan beberapa unsur
diantaranya : Ca, Na, Mg, K dan bahan organik seperti glumatin dan gula (Smith, 1981). Cahaya
matahari akan dimanfaatkan oleh semua tumbuhan baik hutan kota, hutan alami, tanaman
pertanian dan lainnya dalam proses fotosintesis yang berfungsi untuk mengubah gas CO2 dan
air menjadi karbohidrat dan oksigen. Dengan demikian proses ini sangat bermanfaat bagi
manusia, karena dapat menyerap gas yang bila konsentrasinya meningkat akan beracun bagi
manusia dan hewan serta akan mengakibatkan efek rumah kaca. Di lain pihak proses ini
menghasilkan gas oksigen yang sangat diperlukan oleh manusia dan hewan.

54

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Daerah yang merupakan tempat penimbunan sampah sementara atau permanen
mempunyai bau yang tidak sedap. Tanaman dapat digunakan untuk mengurangi bau. Tanaman
dapat menyerap bau secara langsung, atau tanaman akan menahan gerakan angin yang bergerak
dari sumber bau. Akan lebih baik lagi hasilnya, jika tanaman yang ditanam dapat mengeluarkan
bau harum yang dapat menetralisir bau busuk dan menggantinya dengan bau harum.

2.3.5. KEBUTUHAN RTH BERDASARKAN PERHITUNGAN KEBUTUHAN AIR


Kebutuhan air dalam kota tergantung dari faktor:

Kebutuhan air bersih per tahun

Jumlah air yang dapat disediakan oleh PAM

Potensi air saat ini

Kemampuan hutan menyimpan air

Faktor-faktor diatas dapat ditulis dalam persamaan

L = Po.K (1 + r - c) t - PAM - Pa
z
Keterangan :
L
= Luas hutan yang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan air (dalam Ha)
Po = Jumlah penduduk kota pada tahun ke 0
K
= Konsumsi air per kapita (liter/hari)
r
= Laju kebutuhan air bersih (biasanya seiring dengan laju pertambahan penduduk
kota setempat)
t
= Tahun
c
= Faktor koreksi (besarnya tergantung dari upaya pemerintah dalam penurunan laju
pertumbuhan penduduk)
PAM = Kapasitas suplai air oleh PAM (dalam m3/tahun)
Pa
= Potensi air tanah saat ini
z
= Kemampuan lahan menyimpan air (m3/Ha/tahun)
LAI menggunakan rumus :

LAI = CT [Ls - 0,27 x EXP.0,035 CS 0.15 / ((CS / 1,25) 2)]

Keterangan :
LS = Koefisien Bentuk Daun Rata-Rata (Mean Leaf-Shape Coefficient) untuk masingmasing kelompok tumbuhan pembentuk hutan kota yang merupakan nisbah
antara lebar daun dan panjang daun rata-rata.
CS = Koefisen Bentuk Tajuk Rata-Rata (Mean Crown-Shape Coefficient) untuk masingmasing kelompok tumbuhan pembentuk hutan kota, yang merupakan nisbah
antara lebar tajuk dan tinggi tajuk rata-rata.

55

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


CT = Koefisien Model Arsitektur Tumbuhan (Plant Architectural Mode Coefficient), yang
diperhitungkan berkisar antara 10- 25, dengan rata-rata sebesar 19,72. LS, CS dan
CT tidak diukur secara langsung di lapangan, melainkan dianaslisis (dirisalah)
berdasarkan Model Arsitektur Pohon yang diperkenalkan pada tahun 1975 oleh
Halle & Oldeman (Purnomohadi, 1995).

Berdasarkan pertimbangan isu-isu penting, luas RTH yang harus dibangun, khususnya
pada kota-kota yang memiliki masalah kekurangan air bersih, sebaiknya ditetapkan
berdasarkan pemenuhan kebutuhan akan air seperti rumus berikut (Sutisna et.al, 1987 dalam
Dahlan, 1992):

La = Po.K (1 + r - c) t PAM.Pa
z
Keterangan :
La
= luas RTH kota yang harus dibangun
Po = Jumlah penduduk
K
= Konsumsi air per kapita
r
= Laju peningkatan pemakaian air
C
= Faktor pengendali
PAM = Kapasitas Suplai Perusahaan Air Minum
T
= Tahun
Pa
= Potensi air tanah
Z
= Kemampuan hutan kota dalam menyimpan air

2.4.

RENCANA PEMBANGUNAN RTH

2.4.1. PERAN RTH DALAM MEMBENTUK KARAKTER KOTA


Dalam penentuan jenis dan lokasi RTH Perkotaan yang direncanakan dalam masterplan
sebainya dipilih RTH yang memberikan kontribusi signifikan dalam membentuk image sebuah
perkotaan. Beberapa kriteria yang mempu menunjukkan bahwa RTH perkotaan tersebut telah
mampu menjadi icon dan membentuk karakter sebuah kota yaitu dengan adanya RTH mampu
menjadikan sebuah kota nampak teduh dan nyaman yang ditunjukkan dengan keberadaan
penghijauan di jalur hijau yang ditumbuhi pepohonan besar berdaun rindang, yang
menghubungkan dengan seluruh node-node RTH yang ada di kota.
Konsep Struktur Ruang RTH Kota Gresik dibentuk melalui tatanan letak seluruh RTH
yang ada untuk melayani wilayah perkotaan Kota Gresik yang terbagi ke dalam SKP I, II dan III
di Kecamatan Gresik dan SKP I, II, III, IV dan V di Kecamatan Kebomas. Antara setiap RTH
Cluster/Node satu dengan lainnya terhubung dengan RTH Koridor agar membentuk satu
kesatuan Jaringan RTH Kota Gresik dengan Konsep Insect Way Network. Konsep RTH ini akan
menjamin keberlangsungan dan keseimbangan kebutuhan hidup penduduk kota dan organism
hidup lainnya.

56

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Gambar 2.20. Konsep Insect Way Network Struktur RTH Kota Gresik.

Gambar 2.21. Rencana Pola Ruang RTH Kota Gresik

57

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

2.4.2. POTENSI DAN PELUANG PENGEMBANGAN RTH KOTA


Masterplan yang disusun harus pragmatis memperhatikan lokasi-lokasi yang
berpotensi untuk dikembangkan sebagi RTH pada tahun-tahun mendatang sebagai upaya
pemenuhan luasan RTH Perkotaan 30%. Disertai pula tahapan-tahapan perwujudan RTH
Perkotaan di lokasi-lokasi tersebut. Di sisi lain, pemenuhan luasan RTH tidak selalu berarti
pembangunan RTH baru, namun dapat dilakukan melalui akuisisi RTH privat, revitalisasi RTH
yang sudah mengalami alih fungsi, atau melalui pengembangan RTH pada fungsi khusus seperti
RTH sempadan rel, jalur hijau jaringan listrik tegangan tinggi, dll. Alternatif penambahan luasan
RTH tersebut tergambar dalam potensi dan peluang yang telah tertuang di dalam Peta Pola
Ruang RTH Kota Gresik.
Melalui Program P2KH diupayakan terjadinya penambahan luasan RTH Publik dan
Privat. Tetapi dalam program awal kegiatan ini prioritas penambahan luasan RTH ditujukan
untuk RTH Publik. Sasaran berikutnya baru kepada penambahan luasan RTH Privat melalui
mekanisme penerapan insentif dan disinsentif Perda tentang IMB dan RTH Kabupaten Gresik
yang telah ada.
Dalam rangka Program P2KH Tahun 2012 ini, penambahan luasan RTH Publik
dilaksanakan pada tiga lokasi.
1) Lokasi pertama yang berada di Kelurahan Lumpur yang merupakan lahan reklamasi
telah dilaksanakan kegiatan DED untuk pembuatan taman wisata penunjang wisata
religi oleh Dinas PU Cipta Karya Kabupaten Gresik. Dengan telah adanya kegiatan
penyusunan DED ini, lokasi ini tetap dimasukkan ke dalam Master Plan Kota Hijau,
hanya pelaksanaan kegiatannya akan melibatkan masyarakat untuk berperan serta
dalam memberikan masukan dan saran desain dan kebutuhan RTH yang diinginkan
oleh masyarakat. Luasan RTH Lumpur ini adalah 0,52 Ha.
2) Lokasi yang kedua di pulau jalan Kelurahan Gulomantung kondisinya jauh dari
permukiman kota dan berada di tengah kompleks industri di pinggiran selatan
perkotaan yang berbatasan dengan Kota Surabaya. Lokasi ini masih dapat
dimanfaatkan untuk RTH namun lebih bersifat memberikan fasilitas untuk pekerja
industry dan kampong Rusun Gulomantung yang terdekat. Luasan RTH Pulau Jalan
Gulomantung ini adalah 0,66 Ha.
3) Lokasi yang ketiga masih berada di Kelurahan Gulomantung tetapi berada di utara
lokasi industri, dekat dengan perkampungan masyarakat. Bersebelahan dengan
lokasi RTH ini telah direncanakan pembangunan Rusun untuk Pekerja Industri.
Lokasi ini dinilai paling bermanfaat dan lebih strategis untuk program P2KH ini.
Luasan RTH Gulomantung ini adalah 0,68 Ha.

58

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Gambaran ketiga lokasi ini pada peta Kota Gresik sebagai berikut.

RTH Lumpur
Sebelah timurnya telah dibangun RTH
taman rekreasi

RTH Gulomantung 2
Sebelah selatannya adalah
perkampungan yang diremajakan
menjadi rumah susun

RTH Gulomantung 1
Sebelah utaranya adalah pabrik, dan
sebelah timurnya adalah Rusun

Gambar 2.22. Peta Lokasi Usulan RTH Program P2KH Perkotaan Kota Gresik

59

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

2.4.3. KEBIJAKAN PENGEMBANGAN RTH KOTA


Pemerintah Kota/Kabupaten harus secara tegas menetapkan kebijakan pengembangan
RTH Perkotaan demi pemenuhan amanat 30% luas RT Perkotaan. Adanya Perda Kabupaten
Gresik Nomor 10 tahun 2010 tentang Penataan RTH dan Penyusunan Master Plan Kota Hijau ini
perlu ditindaklanjuti segera dengan penetapan daerah yang dikonservasi, pelaksanaan
pemanfaatan RTH dan pemeliharaannya, dan pengendalian pemanfaatannya dengan melalui
peningkatan peran serta masyarakat, serta perangkat indentif dan disinsentif.
Mempertimbangkan kebutuhan luasan RTH ini untuk masa depan yang semakin
meningkat dengan kebutuhan pembangunan fisik yang meningkat pula, sedangkan ruang tanah
Kota Gresik telah padat terbangun, maka kebijakan strategis kota masa depan diarahkan ke arah
pengembangan RTH yang tidak hanya secara horizontal produktif, tetapi juga vertikal produktif
yang seimbang dengan kebutuhan pembangunan fisiknya.

2.4.4. ARAHAN PENGEMBANGAN DAN PEMBANGUNAN RTH KOTA


Dalam masterplan RTH Perkotaan harus ditentukan arah pengembangan dan
pembangunan RTH Perkotaan yang disesuaikan dengan karakteristik dan potensi perkotaan dan
kebutuhan masyarakatnya. Dengan keterbatasan ruang lahan perkotaan yang ada saat ini,
arahan pembangunan fisik yang masih bersifat horizontal yang terjadi saat ini di perkotaan Kota
Gresik harus segera diarahkan menuju kea rah pembangunan fisik secara vertical yang diikuti
dengan pemenuhan standar penyediaan RTH Publik dan Privat secara horizontal dan yang
tertentu secara vertikal pula.
Arah pengembangan tersebut tercermin dari kebijakan yang tertuang dalam indikasi
program. Dalam indikasi program yang tertuang di dalam Bab III bagian akhir dari dokumen
Master Plan ini akan terlihat prioritas implementasi kebijakan RTH sebuah perkotaan.

2.4.5. STRATEGI PEMBANGUNAN KOTA


Arahan pengembangan masterplan RTH Perkotaan tidak seharusnya bertentangan
dengan strategi pembangunan kota. Harus diupayakan agar arah pengembangan RTH Perkotaan

60

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


sejalan bahkan mendukung strategi tersebut. Keduanya perlu disinergikan untuk menciptakan
kenyamanan ruang dan kebutuhan biologis mahluk hidup.
Pengembangan jalan-jalan perkotaan yang dibutuhkan bagi kendaraan perlu diimbangi
dengan penyediaan ruang bagi pejalan kaki yang hijau dan nyaman. Ruang-ruang lahan yang
terlantar hendaknya dimanfaatkan untuk meningkatkan ketersediaan RTH perkotaan, menjadi
taman-taman yang aktif maupun pasif. Pemanfaatan lahan terlantar secara pasif juga dapat
mendatangkan nilai ekonomis warga kota melalui program urban farming.

2.4.6. PEMBANGUNAN RTH TAMAN DAN JALUR HIJAU


Salah satu bentuk RTH yang paling umum dan memenuhi fungsi RTH baik dari segi
ekologi maupaun sosial adalah taman. Adapun pengembangan jalur-jalur hijau berfungsi sebagai
pemberi kenyamanan dan keamanan bagi ruang jalan, sungai, rel kereta, SUTT, pantai dan
seterusnya. Baik pengembangan taman maupun jalur hijau merupakan elemen yang wajib
dimuat dalam rencana pengembangan RTH Perkotaan.
RTH untuk taman kota direncanakan mempunyai fungsi sosial tematis sesuai dengan
kebutuhan masyarakat sekitarnya. RTH taman yang berada dekat dengan fasum sekolahan
mempunyai fungsi sebagai fasilitas ruang olah raga dan pengembangan akademik pengetahuan
alam. RTH yang berada dekat perumahan berfungsi beragam, dapat berfungsi Taman Lansia,
Taman Bunga, Taman Anak-anak, Taman Outbound, Taman Berkebun, dan seterusnya.

RTH jalan dan rel kereta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi penggunanya.
RTH sungai memberikan fungsi pemeliharaan sungai, mencegah terjadinya banjir dan genangan
air hujan, memberikan barrier terhadap polusi kegiatan didekatnya. RTH SUTT memberikan

61

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


jarak aman terhadap kemungkinan bencana dan gangguan medan listrik terhadap manusia di
sekitarnya.

2.4.7. PEMBANGUNAN KAWASAN HUTAN KOTA


Jika kondisi fisik perkotaan yang memungkinkan, sebaiknya masterplan RTH Perkotaan
mencantumkan beberapa bagian wilayah kota yang dikonservasi dan dibiarkan alami dalam
bentuk hutan kota agar fungsi ekologis RTH Perkotaan dapat terpenuhi secara maksimal.
Luasan hutan kota yang lebih besar daripada taman-taman kota lainnya akan memberikan
fungsi ekologis paling besar untuk kebutuhan kota.
Kota Gresik yang mempunyai lahan bekas penambangan untuk kebutuhan bahan baku
semen direncanakan segera dikembalikan fungsi ekologisnya menjadi paru-paru kota melalui
reklamasi dan penghijauan kembali. Pada bagian lahan ini yang pernah dimanfaatkan untuk
pembuangan sampah, akan dimanfaatkan dan dikelola untuk menghasilkan energi dalam bentuk
lain, selain dilakukan kegiatan landfill mining.

2.4.8. PEMBANGUNAN RTH DENGAN FUNGSI KHUSUS


RTH Perkotaan dengan fungsi khusus adalah RTH untuk perlindungan atau
pengamanan, sarana dan prasaranan misalnya melindungi kelestarian sumber daya alam, jalur
pedestrian atau membatasi perkembangan penggunaan lahan agar fungsi utamanya tidak
terganggu.
RTH katagori ini meliputi : jalur hijau sempadan rel kereta api, jalur hijau jaringan
listrik tegangan tinggi, RTH kawasan sempadan sungai, RTH sempadan pantai, dan RTH
pengamanan sumber air baku/mata air.

62

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


RTH dengan fungsi khusus ini keberadaannya sangat penting seperti dijelaskan di atas.
Oleh karenanya rencana pengembangannya harus memenuhi standar kebutuhan ruang
penyediaan RTH sesuai dengan fungsi masing-masing.

2.4.9. PEMBANGUNAN RTH PRIVAT (KOEFISIEN DASAR HIJAU)


Penerapan Koefisien Dasar Hijau (KDH) pada lahan-lahan privat yang dimiliki
masyarakat dan swasta diterapkan melalui pengurusan Surat Keterangan Rencana Kota (SKRK)
dan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Pengembang diminta untuk memenuhi kewajiban
penyediaan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum). Dalam pengembangan kawasan
disyaratkan KDH minimal 20% berupa taman.

2.4.10. PERAN SERTA MASYARAKAT DALAM PEMBANGUNAN RTH KOTA


Warga dapat diajak berperan mengelola lahan hijau pekarangan melalui penanaman
pohon rindang dan karpet hijau tanaman dan pembuatan lubang biopori. Selain itu, pemerintah
daerah dapat mulai mendata dan menetapkan RTH privat pekarangan rumah, sekolah,
perkantoran, hingga pengembang (kawasan terpadu, pusat perbelanjaan, hotel, apartemen)
sebagai bagian dari RTH. Insentif bagi warga yang lahannya bersedia diakuisiis berupa
keringanan pajakPBB, pajak air, pembayaran tagihan listrik maupun telepon.

2.4.11. TANAMAN PENGHIJAUAN DI WILAYAH PERKOTAAN


Penghijauan kota dapat menggunakan jenis-jenis tanaman yang lazim digunakan
sebagai tanaman penghijau kota lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya. Dapat
disertakan pula teknik penanaman dan pemeliharaan tanaman tersebut sebagai pengetahuan
bagi masyarakat. Tanaman yang digunakan harus sesuai dengan jenis tanah dan kondisi cuaca
mikro (setempat).
Berdasarkan kecenderungan kawasan perkotaan di Kabupaten Gresik, maka arahan
bentuk dan jenis vegetasi yang dapat digunakan dalam rangka pengembangan RTH kawasan
adalah sebagai berikut :

63

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Tabel 2.39. Jenis Vegetasi yang dapat dikembangkan di Wilayah Kota Gresik
No
1.

Jenis Vegetasi
Sono Kembang/ Agsana

Keterangan
Agsana tergolong tanaman keras berbatang lurus yang mudah tumbuh di
daerah tropis seperti Indonesia. Kulitnya bergetah, namun keras kering.
Daunnya bersirip, panjangnya 8 Cm. berbungga mirip kupu kupu,
kuning dan wangi. Buahnya berbentuk polong, berpenampang 1 Dm,
bersayap, berbiji 1, agak bundar, tapi ujungnya menyerupai parh.

2.

Asem keranji/ Tamarindus indica L.

Perawatan:
. Pemupukan 1 kali/ 4 bulan
. Pemangkasan insidental
Fungsi :
. Tanaman pengarah jalan
. Tanaman peneduh
Perbanyakan :
. Biji dan cangkok
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Tinggi pohon mencapai 18 m. berdaun majemuk dan menyirip yang
berjumlah genap. Bunganya majemuk tandan berwarna kuning. Bunganya
berupa polongan bertangkai berwarna coklat rasanya asam. Tajuk pohon
ini tidak begitu masif dan bentuk pohonnya cukup unik.
Tumbuh di dataran rendah dan dataran tinggi, cahaya penuh/ langsung
dengan kelembaban sedang dan penyiraman intensif.

3.

Flamboyan/ Delonix regia Raf.

Perawatan :

.
.
.

Pemupukan NPK kandunagn nitrogen tinggi pada masa


pertumbuhan
Pemupukan NPK kandungan fosfor tinggi pada masa
pembungaan
Pemangkasan insidental

Fungsi :

. Point of interest karena warna bunganya menarik


. Tanaman pengarah jalan jika ditanam secara missal
. Tanaman peneduh karena lebar tajuknya cukup besar dan
berukuran tinggi.
Perbanyakan :

Biji, cangkok, dan steak batang.

Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Bunganya berwarna merah menyala hamper memenuhi tajuknya. Tinggi

64

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No

4.

Jenis Vegetasi

Trembesi / Samanea Saman / Rain


Tree

Keterangan
pohon ini dapat mencapai 20 m. Buahnya termasuk buah polong yang
pipih. Jumlah biji pada setiap polong sekitar 10-50 biji.

Fungsi :
. Tanaman Peneduh
. Point of interest
. Tanaman hutan kota.
Perbanyakan :
. Biji
Tingginya mencapai 15 25 m dengan diameter kanopi (payung) lebih
besar dari tingginya.

5.

Cemara / Araucaria heterophylla

Perawatan :

.
.
.

Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi pada masa


pertumbuhan
Pemupukan NPK kandungan fosfor tinggi pada masa
pembungaan
Pemupukan dengan pupuk buatan , pupuk kandang atau pupuk
kompos.
Pemangkasan secara insidental

.
Fungsi :
. Point of interest karena keunikan bentuk tajuk dan susunan
cabang serta rantingnya
. Tanaman pengarah jalan jika diletakkan secara massal.
Perbanyakan :
. Cangkok
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif

6.

Akasia/ Acacia Auriculiformis

Ketinggian pohon ini dapat mencapai 60 m. Cabang cabang dan ranting


ranting menyerupai daun, berbentuk seperti jarum-jarum yang tumpul.
Bunganya memiliki benangsari yang banyak. Buahnya berbentuk runjung.
Buah yang sudah tua besar dengan diameter 10-13 cm.
Perawatan :
. Frekuensi pemupukan 4-6 bulan sekali.
. Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
. Point of interest
. Tanaman pengarah jalan yang menarik
. Tanaman peneduh karena lebar tajuknya cukup besar dan ukuran
pohon yang cukup tinggi.
Perbanyakan :
. Biji dan setek batang
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman nonintensif

65

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No

Jenis Vegetasi

Keterangan
Pada lingkungan yang ideal, tingginya dapat mencapai 30-40 m dengan
diameter batang 80 -100 cm. berbatang lurus dank eras. Warna kayunya
bervariasi dari cokelat sampai merah gelap. Bunganya berdiameter 8 cm,
berwarna kuning terang, dan beraroma wangi.

7.

Bungur /
Pers.

Lagerstromia speciosa

Perawatan :
. Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (masa pertumbuhan
. NPK kandungan fosfor tinggi (masa pembungaan).
Fungsi :
. Tanaman tepi jalan jika ditanam secara missal.
. Tanaman peneduh
. Point of interest
Perbanyakan :
. Biji dan cangkok
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Tingginya dapat mencapai 45 m. Daunnya tunggal, bertangkai cukup
pendek, berbentuk oval, elips memanjang, serta berwarna hijau tua dan liat
seperti kulit. Bunganya majemuk malai berwarna ungu berbentuk lonceng.

8.

Mahoni / Swietenia mahogany Jacq.

9.

Akasia / Acacia Longifolia

Perawatan :
. Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (masa pertumbuhan)
dan NPK kandungan fosfor tinggi (masa pembungaan)
. Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
. Tanaman peneduh
. Tanaman pengarah jalan
Perbanyakan :
. Biji, cangkok, okulasi.
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Buahnya yang berwarna cokelat muncul di ujung-ujung ranting. Tingginya
mencapai 30 m. Daunnya majemuk menyirip genap berwarna hijau tua.
Buahnya bertangkai, berbentuk bola, dan berwarna coklat.
Perawatan :
. Pemupukan pada masa pertumbuhan (NPK dengan N tinggi) dan
pemupukan pada masa pembungaan (NPK dengan kadar P
tinggi)
. Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
. Point of interest
. Tanaman pengarah jalan yang baik jika digunakan secara massal
. Tanaman peneduh karena lebar tajuknya cukup besar dan ukuran
pohonnya cukup tinggi

66

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No

10.

11.

12.

Jenis Vegetasi

Kiara payung

Tanjung

Randu/ Malvaceae

Keterangan
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh.
. Penyinaran dengan seminaungan
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Daya Tumbuh :
. Sedang
Percabangannya rendah dan berdaun rimbun. Tingginya mencapai 15-25
m. Bunga berwarna putih kekuningan yang berbentuk bulir dan bertangkai
pendek yang sepintas mirip sikat berwarna kuning. Jika tertiup angin yang
sedikit keras, bunganya berguguran.
Lokasi tumbuh : Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Perawatan :
. Pemupukan pada masa pertumbuhan (NPK dengan N tinggi) dan
pemupukan pada masa pembungaan (NPK dengan kadar P
tinggi)
Fungsi :
. Tanaman peneduh karena tajuknya lebar dan masif
. Tanaman pengarah jalan
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Bentuk tajuknya bulat atau semiglobular bagai payung terbuka. Daundaunya rimbun berwarna hijau tua mengilap. Ketinggiannya mecapai 25 m.
Daunnya merupakan daun majemuk menyirip. Bunganya majemuk malai
yang muncul dari ketiak daun. Mahkotanya berwarna putih. Buahnya
termasuk buah batu berbentuk bulat memanjang.
Lokasi Tumbuh : Pantai, Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Perawatan
. Pemupukan saat pertumbuhan (NPK berkadar N tinggi) dan saat
pembuangan (NPK dengan kadar P tinggi)
. Pemangkasan secara insidental
Fungsi
. Tanaman peneduh
. Tanaman pengarah jalan
. Tanaman tabir (screen) jika ditanam massal sejajar.
Perbanyakan :
. Biji dan cangkok
butuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Bentuk tajuknya indah. Perpaduan bentuk dan warna daunnya yang hijau
mengilap. Buah matang berwarna hingga jingga. Termasuk jenis pohon
bergetah. Tingginya mencapai 15 meter
Lokasi tumbuh : Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Perawatan:
. Pemangkasan dilakukan pada awal musim penghujan.
Fungsi :
. Tanaman pengarah jalan

67

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No

Jenis Vegetasi

Keterangan
Tanaman penahan tanah dari erosi, mencegah banjir dan sebagai
tanaman penghijauan.
Perbanyakan :
. Stek
.

Dapat tumbuh setinggi 60-70 m.

13.

14.

Glodokan Biasa

Glodokan Tiang/ Polyalthia longifolia

Perawatan :
. Pemupukan setiap 4 6 bulan
. Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
. Tanaman pembatas jalan
. Tanaman pengarah jalan
Perbanyakan :
. Cangkok dan biji
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif

Bentuk tajuknya bulat. Daunnya berwarna hijau mengilap. Panjang daun


15-20 cm dengan ujung menyempit dan tepinya berombak. Dari ketiak daun
atau ranting muncul bunga majemuk yang menghasilkan buah. Buah bulat
sebesar 2 cm dan berwarna kuning kehijauan.
Perawatan :
. Pemupukan setiap 4-6 bulan
. Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
. Tanaman pengarah jalan dan penghalang tabir yang efektif jika
ditanam sejajar karena tajuknya yang massif dengan bentuk
fastigiate
Perbanyakan :
. Biji dan cangkok
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Tingginya 10-15 m. daun berwarna hijau mengilap, berbentuk lanset
memanjang, bagian ujung menyempit, dan tepi daun berombak. Bunga
kecil-kecil warna kuning kehijauan muncul dari ketiak daun. Buah glodokan
tiang berbentuk bulat memanjang seperti buah melinjo.

68

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No
15.

16.

Jenis Vegetasi
Sawo Kecik/ Manilkara kauki Dup.

Biola Cantik/ Ficus Lyrata

Keterangan
Perawatan :
. Pemupukan dilakukan saat pertumbuhan (NPK berkadar N tinggi)
dan saat pembungaan (NPK dengan kadar P tinggi)
. Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
. Focal point karena bentuk tajuknya yang indah
. Tanaman peneduh
. Tanaman pengarah jalan jika ditanam massal.
Perbanyakan :
. Biji dan cangkok
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Bentuk tajuknya indah. Warna permukaan bawah daun cokelat, sedangkan
permukaan atas daun hijau. Kayunya keras, halus, dan berwarna
kemerahan. Bunga tunggal dengan mahkota berwarna putih kusam dan
berbau harum. Buahnya berbentuk lonjong memanjang dan berwarna
cokelat kemerahan atau merah jingga.
Perawatan :
. Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (masa pertumbuhan)
. NPK kandungan fosfor tinggi (masa pembungaan).
. Pemangkasan insidental
Fungsi :
. Tanaman peneduh karena tajuknya cukup lebar
. Point of interest
Perbanyakan :
. Setek batang dan cangkok
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Tingginya dapat mencapai 25 m. helaian daun berbentuk bulat telur, kaku,
seperti kulit, dan berwarna hijau tua mengilap. Buahnya seperti buah periuk
dengan bunga di dalamnya. Buah berbentuk bulat dan permukaannya
terdapat lekukan-lekukan bernoda putih.

17.

Ketapang

Perawatan :
. Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi pada masa
pertumbuhan.
. Pemangkasan insidental.
Fungsi :
. Point of interest
. Tanaman peneduh khususnya pada lahan parker
. Tanaman pengarah jalan
Perbanyakan :
. Cangkok dan biji
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh dan penyinaran penuh penaungan
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :

69

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No

Jenis Vegetasi

Keterangan
.

Penyiraman intensif

Bentuk tajuknya bertingkat. Tingginya mencapai 35 m. daunnya tunggal


dan duduk daunnya tersebar. Helaian daun berbentuk bulat telur, liat
seperti kulit, berwarna hijau. Ketika akan rontok, daun berubah warna
menjadi jingga. Bunganya majemuk berbulir berwarna putih. Buah ketapang
termasuk buah batu yang setelah tua berwarna merah tua.
18.

Kayu Putih

Perawatan :
. Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (masa pertumbuhan)
. NPK kandungan fosfor tinggi (masa pembungaan).
. Pemangkasan insidental
Fungsi :
. Tanaman peneduh karena tajuknya lebar
. Tanaman pengarah jalan jika ditanam secara massal.
Perbanyakan :
. Biji dan cangkok
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Tingginya mencapai 25 m. Kulit batangnya berwarna kuning sampai abu
kecokelat-cokelatan dan mudah mengelupas sehingga batang dalamnya
terlihat berwarna putih. Daunnya berbentuk bulat telur memanjang seperti
lanset, pangkal daun menyempit dan ujung meruncing, berbintik merah dan
kaku seperti kulit. Bunganya majemuk paying, sedangkan buahnya
berbentuk lonceng dengan tinggi 6-7 mm dan berbiji banyak

19.

Beringin Hijau / Ficus benjamina L.

20.

Beringin Putih

Perawatan :
. Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (masa pertumbuhan)
. NPK kandungan fosfor tinggi (masa pembungaan).
. Repotting insidental
Fungsi :
. Tanaman peneduh karena tajuknya lebar dan ukurannya tinggi
. Point of interest
Perbanyakan :
. Biji, steak batang, dan cangkok
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Tingginya dapat mencapai 30 m. daunnya tunggal bertangkai. Duduk daun
tersebar, helaian daun berbentuk bulat telur, dan berujung runcing. Daun
muda berwarna merah muda atau merah kecokelatan, lalu berubah menjadi
hijau tua.
Perawatan :
. Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (masa pertumbuhan)
. NPK kandungan fosfor tinggi (masa pembungaan).
. Repotting insidental
Fungsi :
. Tanaman peneduh karena tajuknya lebar dan ukurannya tinggi
. Point of interest
Perbanyakan :
. Biji, steak batang, dan cangkok
Kebutuhan Cahaya :

70

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No

Jenis Vegetasi

Keterangan
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Tingginya dapat mencapai 30 m. daunnya tunggal bertangkai. Duduk daun
tersebar, helaian daun berbentuk bulat telur, dan berujung runcing. Daun
muda berwarna merah muda atau merah kecokelatan, lalu berubah menjadi
hijau tua.

21

Pandan Bali / Pandanus amaryllifolius


Roxh.

Perawatan:
. Frekuensi pemupukan 1 kali/ 3 bulan
. Penjarangan secara insidental
Fungsi :
. Display point jika dikomposisikan dengan beragam tanaman hiaju
lainnya
. Penyemarak pad ataman gaya Bali.
Perbanyakan :
. Anakan
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Tinggi perdu tahunan ini 0,5 1 m. batang bulat dengan bekas duduk daun,
bercabang dan menjalar. Akar tunjang keluar di sekitar pangkal batang dan
cabang. Daun tunggal, pangkal memeluk batang, dan tersusun atas tiga
baris dalam garis spiral.

22

Kamboja Bali/ Plumeria sp.

23

Kamboja Jepang/ Adenium sp.

Perawatan :
. Frekuensi pemupukan 1 kali/ 4 6 bulan (pupuk kandang)
. Frekuensi pemangkasan 1 kali/ tahun
Fungsi :
. Point of interest taman terutama pada taman gaya Bali
. Tanaman pengarah jalan
Perbanyakan :
. Setek batang dan biji.
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Bentuk ujung-ujung percabangannya mirip terompet. Sisi dalam bunga
beraneka ragam, seperti kuning, ungu, putiih dan merah. Daunnya
berwarna hijau, secara tunggal duduk berkarang bergerombol di ujung
tangkai yang memiliki ujung runcing. Tepi daun rata dan tulang daun
menyirip. Tanaman asal Amerika ini memiliki buah berbentuk tabung yang
memanjang dan berwarna hitam kecokelatan jika telah tua.
Perawatan :
. Pemupukan menjelang berbunga (pupuk P)
. Frekuensi pemangkasan 1 kali/ bulan.
Fungsi :
. Point of interest taman
. Tanaman hias pot dengan penggunaan pot ceper dari bahan
keramik atau tanah liat dan penambahan batu kerikil hias sebagai
aksen.
Perbanyakan :

71

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No

Jenis Vegetasi

Keterangan
. Setek batang, cangkok, sambung, dan biji.
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Rendah
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman nonintensif
Tanaman hias berbunga indah ini memiliki bonggol yang unik menyerupai
bonsai. Ukurannya lebih mungil disbanding kamboja biasa dengan
ketinggian hanya 1 m. Bunga berbentuk terompet dan berwarna menarik.
Daun hijau mengilap, tebal, dan berbentuk oval membesar pada bagian
ujungnya. Asalnya dari Gurun Sahara, Arizona.

24

Daun Kupu-kupu
blakeana

Bauhinia

25

Sepatu Dea

26

Palem Botol / Mascarena lagenicaulis

Perawatan :
. Frekuensi pemupukan 4 6 bulan sekali
. Pemangkasan insidental
Fungsi :
. Point of interest
. Tanaman tepi jalan yang begitu lebar
. Tanaman peneduh
Perbanyakan :
. Setek batang
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Tinggi pohon semi evergreen ini mencapai 6-12 m. Tajuknya menyebar
(spread) dengan lebar 6-7,5 m. DAun berwarna hijau dengan bentuk
menyerupai hati. Lebar daun 15 20 cm dengan 8 10 tulang daun. Daun
menutup pada malam hari. Bunganya mirip anggrek yang berwarna
magenta selebar 15 cm, tetapi tidak membentuk buah atau polong.
Perawatan:
. Frekuensi pemupukan 1 kali/ 4 6 bulan (pupuk kandang/
kompos)
. Pemangkasan secara insidental
Fungsi:
. Tanaman pagar dan tabir
. Penyemarak taman bergaya tropis
Perbanyakan :
. Cangkok dan setek
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Jenis hibridnya telah menghasilkan berbagai bentuk dan warna kelopak
bunga, diantaranya ungu, kuning, pink, putih, peach atau varigata.
Termasuk tanaman berbunga sepanjang tahun dengan berbagai warna.
Kemampuan tumbuhnya dapat bertahan hungga 20 tahun dengan 3 m.
Perawatan :
. Frekuensi pemupukan setiap 6 bulan sekali
. Pemangkasan dilakukan saat daun mulai mongering
Fungsi :
. Pencipta suasana dalam taman bergaya mediterania atau

72

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No

Jenis Vegetasi

Keterangan
minimalis
. Tanaman pengarah pada jalan yang tidak terlalu lebar.
. Tanaman pot
Perbanyakan :
. Biji
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Batang bawah tampak menggelembung, sedangkan batang atas
menyempit, tanpak menyerupai bentuk botol. Tajuknya sempit sehingga
tidak memerlukan lahan luas.

27

Serut

Semak sampai pohon menengah mencapai tinggi 4 10 m. Daunnya bulat


telur dengan panjang 4-12 cm, permukaannya kasar, tepi daun bergerigi,
ujung runcing, pangkal daun meruncing, tulang daun menyirip.

28

Pinang Sepuluh / Areca Catechu

Perawatan :
. Frekuensi pemupukan 4 6 bulan sekali
. Pemangkasan insidental
Fungsi :
. Point of interest pada taman
. Tanaman pengarah jalan karena bentuk pohonnya lurus dan tidak
bercabang memberikan kesan simetris.
Perbanyakan :
. Biji
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Tinggi pohon tidak bercabang ini mencapai 25 m. Batangnya berkayu,
tegak, berdiameter 15 cm, dan berwarna hijau kecokelatan. Daunnya
majemuk berupa roset batang. Bunganya majemuk dan berbentuk bulir
terletak di ketiak daun dan berwarna putih kekuningan. Memiliki buah buni
berbentuk bulat telur dan berwarna merah jingga. Akarnya merupakan akar
serabut.

29

Bintaro

Fungsi :
. Point of interest
. Tanaman pengarah jalan
Daun Bintaro bentuknya memanjang, simetris, dan menumpul pada bagian
ujung dengan ukuran bervariasi, tetapi rata-rata memiliki panjang 25 cm.
Tersusun secara spiral, terkadang berkumpul pada ujung roset

73

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No
30

Jenis Vegetasi

Keterangan
Tingginya mencapai 5 -50 m. Formasi daunnya opposite berpasangan,
majemuk
atau
palmately
terdiri
atas
3-7
leaflet.
Tabebuia termasuk jenis tanaman berbunga. Lebar bunganya berukuran 311 cm

31

Palem Kuning / Chrysalidocarpus


lutescens

Fungsi :
. Pont of interest
. Tanaman Pengarah Jalan
Perbanyakan :
. Biji
Dapat tumbuh setinggi 6 m, daunny tersusun majemuk, menyirip. Warna
helai daun hijau terang, cenderung kekuningan. Daun memiliki pelepah
yang cukup panjang dan menutupi batang yang beruas ruas.

32

Palem Ekor Tupai

Perawatan :
. Frekuensi pemupukan 1 kali / 4 6 bulan
. Pemangkasan dilakukan saat daun mulai menguning.
Fungsi :
. Tanaman pengarah jalan jika ditanam sepanjang jalan utama
. Pencipta suasana gaya ataman mediterania karena daunnya
yang unik.
Perbanyakan :
. Biji
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif

Tabebuia

Bentuk kumpulan daun pale mini menyerupai ekor tupai. Daun berwarna
hijau tua menjuntai, seperti ekor panjang. Tingginya dapat mencapai 6 m.
Lebih suka ditanam di tanah mengandung pasir dan tidak tergenang air.
33

Palem Putri

Perawatan :
. Frekuensi pemupukan 1 kali/ 3 bulan
. Pemangkasan secara incidental
Fungsi :
. Tanaman pengarah jalan
. Point of interest pada taman
. Penyemarak taman mediterania
Perbanyakan :
. Anakan dan biji
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif

Batangnya berwarna merah menyala yang tampak kontras dengan warna

74

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No

Jenis Vegetasi

Keterangan
hijau daunnya. Daun berbentuk lanset yang tumbuh di tangkai daun.
Tanaman asli Asia Tenggara ini tumbuh merumpun. Sebaiknya ditanam
dengan penggabungan bebatuan alam berwarna putih atau hijau muda.

34

Palem Sadeng

Perawatan:
. Frekuensi pemupukan 1 kali / 4 6 bulan
. Pemangkasan dilakukan jika daun menguning
Fungsi:
. Point of interest
. Tanaman pengarah jalan
Perbanyakan:
. Biji
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya Penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semi intensif

35

Palem Merah / Cyrtostachis renda

Perawatan:
. Frekuensi pemupukan 1 kali/ 3 bulan
. Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
. Tanaman pengarah jalan
. Point of interest pad ataman
. Penyemarak taman mediterania
Perbanyakan :
. Anakan dan biji
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya Penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semi intensif
Batangnya berwarna merah menyala yang tampak kontras dengan warna
hijau daunnya. Daun berbentuk lanset yang tumbuh di tangkai daun.
Tanaman asi Asia Tenggara ini tumbuh merumpun. Sebaiknya ditanam
dengan penggabungan bebatuan alam berwarna putih atau hijau muda.

36

Palem Phoenix

Perawatan:
. Frekuensi pemupukan 1 kali / 4 6 bulan
. Pemangkasan dilakukan jika daun menguning
Fungsi:
. Point of interest pada taman kering atau mediterania
Perbanyakan:
. Biji
Kebutuhan Cahaya :
. Penyinaran dengan seminaungan
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semi intensif
Sesuai namanya, pale mini berasal dari Canary Island. Kumpulan daunnya
menyerupai sisir. Daunnya cukup tajam jika disentuh. Daun berwarna hijau
pucat ini cukup tebal dan licin jika dipegang. Buah berwarna merah tumbuh
bergerombol dalam tandan-tandan.

75

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No
37

Jenis Vegetasi
Palem Wregu

Keterangan
Perawatan :
. Frekuensi pemupukan 1 kali / 4 6 bulan
. Penjarangan dilakukan jika rumpun terlalu padat
Fungsi :
. Tanaman hias indoor jika ditempatkan di dalam pot silinder
berbahan stainless steel
. Screen jika ditanam secara massal
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Tanaman hias asal Cina ini memiliki bentuk daun seperti bintang. Daun
berwarna hijau dengan tekstur kasar. Tumbuh merumpun dan tidak
memiliki bunga ataupun aroma.

38

Karet

39

Kembang Mentega / Mondokaki

40

Kelapa

Perawatan :
. Pemupukan saat penanaman dan setiap 3 bulan sekali
. Frekuensi pemangkasan 1 kali/ bulan
Fungsi :
. Tanaman pengarah jalan jika ditanam di dalam taman
. Tanaman pembatas taman jika di tanam massal
Perbanyakan :
. Setek batang atau cangkok
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Bunganya berwarna putih dengan kuning di bagian tengah muncul di antara
ketiak daun. Daun berbentuk corong dan berwarna hijau mengilap pada
bagian permukaan. Tinggi tanaman semak ini mencapai 2,5 m dan
menyebar luas di kawasan Asia Tenggara.
Perawatan :
. Frekuensi pemupukan 1 kali / 4 6 bulan
. Pemangkasan dilakukan saat daun mulai menguning
Fungsi :
. Pencipta suasana taman bergaya bali
. Tanaman pengarah jalan pada arah rekreasi atau resort
Perbanyakan :
. Biji
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semiintensif
Tajuk tanaman berbentuk bulat. Daunnya berwarna hijau dengan tekstur

76

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No

Jenis Vegetasi

Keterangan
kasar. Bunganya berwarna putih dan tidak beraroma. Saat muda buah
kelapa berwarna hijau, lalu menguning saat tua.

41

Sengon / Paraserianthes falcataria

Perawatan :
. Pemupukan pada masa pertumbuhan (NPK dengan kadar N
tinggi)
. Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
. Tanaman peneduh
. Tanaman pengarah jalan
Perbanyakan :
. Biji dan cangkok
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Tingginya mencapai 20 40 m. Ujung rantingnya berambut. Daunnya
majemuk yang berbentuk menyirip rangkap dengan sirip daun 5 20
pasang. Bagian bawah daun berwarna hijau kebiruan. Bunganya
berbilangan lima dan berwarna putih.

42

Bambu Kuning

43

Kersen / Jamaican Cherry

Perawatan :
. Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
. Tanaman pembatas jika ditanam secara massal
Perbanyakan :
. Tunas
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman intensif
Bentuk batangnya unik (culms). Berbunga tiap 60 120 tahun sekali.
Pohon induk akan mati setelah masa itu berlangsung. Peristiwa ini terjadi
secara serentak di seluruh dunia. Tipe pertumbuhan yang ditentukan oleh
struktur akarnya, yaitu clumpers (simpodial) dan runners (monopodial). Tipe
clumpers tumbuh baik di daerah tropis, sedangkan tipe runners tumbuh di
dareh beriklim sedang.
Fungsi :
. Tanaman Peneduh
. Point of interest
Tingginya bisa mencapai 12 m. Cabang- cabang mendatar, menggantung
di ujungnya membentuk naungan yang rindang. Ranting-ranting berambut
halus bercampur dengan rambut kelenjar. Daunnya memiliki system
pertulangan yang menyirip,, daun tidak simetris dan tepinya bergerigi.

44

Palem Washigton

Perawatan:
. Frekuensi pemupukan 1 kali / 4 6 bulan
Fungsi:
. Point of interest
. Tanaman pengarah jalan
Perbanyakan:

77

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


No

Jenis Vegetasi

2.5.

Keterangan
. Biji
Kebutuhan Cahaya :
. Cahaya Penuh
Kelembapan :
. Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
. Penyiraman semi intensif

DAFTAR PETA

2.5.1. PETA SEBAGAI INPUT


Untuk melengkapi analisis pembangunan RTH kawasan perkotaan, dokumen teknis
masterplan RTH Perkotaan perlu dilengkapi dengan peta-peta tematik sebagai berikut :

a. Peta administrasi Kota/Kabupaten


b. Peta alih fungsi lahan RTH
c. Peta geologi lahan
d. Peta hidrologi
e. Peta tipologi lereng
f. Peta kawasan resapan air
g. Peta sempadan sungai
h. Peta sempadan sutet
i.

Peta penggunaan lahan eksisting

2.5.2. PETA SEBAGAI OUTPUT


Sebagai keluaran Dokumen Master Plan Kota Hijau di Perkotaan Kota Gresik,
kelengkapan peta-peta tematik yang dihasilkan yaitu:

a. Peta RTH Eksisting Perkotaan (Publik dan Privat)


b. Peta Konsep Jaringan RTH Perkotaan (Hub/Core/Area dengan Koridor/Jalur
Hijau/Penghubung)

c. Peta Rencana Struktur RTH Perkotaan


d. Peta Rencana Jaringan RTH Perkotaan (RTH, Infrastruktur)
e. Peta Rencana Pola Pengembangan RTH Publik
f. Peta Rencana Pola Pengembangan RTH Privat
g. Peta Rencana Detail Pengembangan Perluasan RTH Prioritas (Skala 1 : 5000)

78

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

MASTER

PLAN

KOTA

HIJAU

KABUPATEN

GRESIK

2012

BAB III
RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN
3.1. RENCANA PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN
Ruang Terbuka Hijau di kawasan perkotaan mempunyai fungsi dan manfaat yang sangat
penting, tidak hanya sebagai paru-paru kota dan identitas kota, tetapi mempunyai fungsi
multi guna, yakni sebagai sarana utama untuk menjaga keseimbangan udara, air dan tanah
(ekosistem kesuburan serta populasi flora dan fauna). Adapun manfaat yang akan dicapai oleh
adanya Ruang Terbuka Hijau adalah sebagai berikut:
 Sarana untuk mencerminkan identitas daerah
 Sarana penelitian, pendidikan dan penyuluhan
 Sarana rekreasi aktif dan pasif serta interaksi social
 Meningkatkan nilai ekonomi lahan perkotaan
 Menumbuhkan rasa bangga dan meningkatkan prestise daerah
 Sarana aktivitas sosial bagi anak-anak, remaja, dewasa dan manula
 Sarana ruang evakuasi untuk keadaan darurat
 Memperbaiki iklim mikro, dan
 Meningkatkan cadangan oksigen di perkotaan.
Penggunaan lahan untuk Ruang Terbuka Hijau umumnya berada pada area tertentu
misalnya pada lahan di atas ketinggian 750 dpl sebagai kawasan konservasi, lahan penyangga
antara kawasan industri dengan kawasan lain, atau lahan yang ditetapkan sebagai taman kota
atau taman lingkungan. Penempatan ruang terbuka hijau perlu mendapat perhatian karena
selama ini Ruang Terbuka Hijau hanya dianggap sebagai pelengkap dan penempatannya sering
tidak direncanakan. Padahal, Ruang Terbuka Hijau ini sangat penting baik karena selain
berfungsi sebagai kawasan konservasi yang menjaga lingkungan perkotaan, juga berfungsi sosial
sebagai tempat rekreasi bagi warga kota. Selain itu, perlu ditetapkan peraturan-peraturan agar
tidak terjadi perubahan pemanfaatan lahan yang menyebabkan semakin berkurangnya Ruang
Terbuka Hijau yang dimiliki oleh sebuah kota.
Rencana penataan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di wilayah perencanaan dilakukan untuk
mencapai lingkungan kawasan perkotaan Gresik (Kecamatan Gresik dan Kebomas) yang lebih
baik, lingkungan yang secara estetis indah, memiliki karakter yang kuat, sehat, aman dan
mendukung kesejahteraan masyarakatnya. Penataan Ruang Terbuka Hijau di wilayah
perencanaan ini akan diprioritaskan pada kawasan-kawasan yang mempunyai manfaat penting

79

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


untuk kualitas lingkungan, keamanan, kelestarian, keserasian, serta keseimbangan ekosistem
lingkungan perkotaan. Kondisi tersebut diharapkan juga meningkatkan nilai lahan dan properti
di kawasan perkotaan Gresik dan Kebomas pada khususnya. Pola pemanfaatan Ruang Terbuka
Hijau secara umum dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 3.1. Pola Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau
Jenis RTH
(Ruang Terbuka Hijau)
Kawasan Hijau Lindung
1. Kawasan Sempadan Sungai

2. Kawasan Sempadan Pantai


3. Kawasan Sekitar Danau/Waduk
Kawasan Hijau Budidaya
4. Kawasan Hijau Hutan Kota

5. Kawasan Hijau Pertamanan

6. Kawasan Hijau Permakaman

7. Kawasan Hijau Rekreasi dan


Olahraga (Lapangan Olah Raga)

8. Kawasan Jalur Hijau

Pola Ruang Terbuka Hijau


Kawasan sepanjang kiri dan kanan sungai, termasuk sungai
buatan/kanal/saluran irigasi primer, yang mempunyai manfaat
penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai.
Kawasan tertentu sepanjang pantai yang mempunyai manfaat
penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi pantai.
Kawasan di sekeliling danau/waduk yang mempunyai manfaat
penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi danau/waduk
Pengembangannya diarahkan pada kawasan-kawasan kendala
yang sulit untuk dikembangkan sebagai kawasan terbangun,
misalnya lahan dengan kontur curam, serta lahan eks tambang
yang tidak memungkinkan untuk direklamasi
Pengembangannya diarahkan tersebar secara merata dikaitkan
dengan peruntukan pada kawasan terbangun kota sehingga
tercipta keserasian dan keseimbangan lingkungan. RTH
pertamanan ini merupakan pelengkap pada kawasan pusat kota
maupun pusat-pusat lingkungan. Ruang terbuka hijau ini
mempunyai fungsi sebagai sarana untuk menciptakan keindahan
dan keserasian lingkungan, sekaligus sebagai sarana untuk
mempengaruhi iklim mikro.
Pengembangannya
diarahkan
secara
tersebar
dengan
memanfaatkan keberadaan permakaman-permakaman umum
yang telah ada serta disesuaikan dengan kebutuhan
Pengembangannya diarahkan tersebar sesuai dengan jenis dan
skala pelayanannya. Lapangan olah raga yang melayani
kecamatan menjadi bagian dari pemanfaatan ruang, sedangkan
lapangan olah raga lainnya diarahkan pengembangannya di pusat
kecamatan dan skala terkecil di pusat lingkungan perumahan
Pengembangannya diarahkan pada jalan-jalan utama yang
membentuk rangka Kota Gresik, termasuk jaringan rel kereta api
dan jaringan SUTET. Kawasan jalur hijau yang berfungsi sebagai
area penyangga merupakan greenbelt bagi kawasan yang
dilindunginya.

9. Kawasan Hijau Pekarangan

Pengembangannya diarahkan pada kawasan perumahan yang


tingkat kepadatan sedang dan kepadatan rendah. Pengembangan
ruang terbuka hijau ini perlu dijadikan bagian dari persyaratan
pembangunan perumahan, yakni dikaitkan dengan penetapan
koefisien dasar bangunan (KDB) yang diperbolehkan dan luas
kapling minimum
10. Kawasan Hijau Pertanian
Pengembangannya diarahkan untuk tetap mempertahankan
lingkungan alami pada kawasan yang masih didominasi oleh
kegiatan atau guna lahan pertanian/perkebunan
Sumber : RDTR Kecamatan Gresik-Kebomas 2008, diolah 2012

80

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Penataan RTH di wilayah perencanaan dikembangkan berdasarkan kriteria konsep rencana
sebagai berikut :
 Membentuk jaringan tautan (linkage) yang berorientasi menuju pusat-pusat primer,
yaitu pusat kota lama dan pusat kota baru, serta pusat-pusat sekunder. Linkage tersebut
akan terbentuk melalui komponen-komponen utama RTH sebagai satu kesatuan sistem
RTH yang akan mengangkat karakteristik dan ciri khas dari beberapa kawasan yang
membentuk citra perkotaan Gresik, khususnya di Kecamatan Gresik dan Kebomas.
 Pengembangan RTH sebagai bahasa estetika khusus yang mampu mengekspresikan
suasana melalui detail warna, bentuk garis, shape, proporsi, dan vegetasi yang alamiah,
terutama pada kawasan-kawasan/fungsi kegiatan khusus.

 Pengembangan vegetasi sebagai elemen yang mempertegas figurasi urban void seperti
square, plaza, dan koridor, sehingga dapat berfungsi sebagai elemen pengarah,
penghubung, maupun pengalir pergerakan dari masing-masing core pada kawasan
perencanaan

 Pengembangan RTH yang berfungsi sebagai buffer zone pada kawasan-kawasan khusus
seperti sempadan sungai dan pantai, jalur rel kereta api, dan jalur SUTET

 Pengembangan

RTH

yang

mampu

meningkatkan

kualitas

lingkungan

dan

mempertahankan ekosistem lingkungan perkotaan, salah satunya mempertahankan


kawasan hutan untuk paru-paru kota

Adapun komponen-komponen utama dari sistem RTH di wilayah perencanaan antara lain
adalah :
1.

Hutan Kota
Hutan kota merupakan komunitas vegetasi berupa pohon dengan asosiasinya yang tumbuh
di lahan kota atau sekitarnya, berbentuk jalur, menyebar atau bergerombol (menumpuk)
dengan struktur menyerupai hutan alam, membentuk habitat yang memungkinkan
kehidupan bagi satwa liar dan menimbulkan lingkungan sehat, susana nyaman, sejuk dan
estetis.
Beberapa tujuan dikembangkannya hutan kota adalah sebagai penyangga lingkungan kota
yang berfungsi untuk :
 Memperbaiki dan menjaga iklim mikro dan nilai estetis
 Meresapkan air
 Menciptakan keseimbangan dan keserasian lingkungan fisik kota
 Mendukung pelestarian dan perlindungan keanekaragaman hayati.
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pengembangan Hutan Kota diarahkan pada
kawasan-kawasan kendala yang sulit untuk dikembangkan sebagai kawasan terbangun,

81

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


misalnya lahan dengan kontur curam, serta lahan eks tambang yang tidak memungkinkan
untuk direklamasi.
Tabel 3.2. Rencana Bentuk Hutan Kota Gresik
Bentuk Hutan Kota
Berbentuk Jalur Hijau
Koridor :

Jenis Tanaman
Tanjung

Penanaman
- Jarak penanaman : 3-5 meter
- Jika ditanam rapat < 3 m berfungsi sebagai
pemecah angin
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 34,29 kg/tahun
- Memiliki daya serap timbal sebesar 0,505
mg/l
- Tanaman pengarah jalan
- Tanaman peneduh
- Meredam kebisingan
Pemeliharaan
- Pemupukan saat pertumbuhan (NPK
berkadar N tinggi) dan saat pembuangan
(NPK dengan kadar P tinggi)
- Pemangkasan secara insidental
- Penyiraman semiintensif

Flamboyan

Penanaman
- Jarak penanaman : 3-5 meter
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 42,20 kg/tahun
- Tanaman pengarah jalan
- Tanaman peneduh
Pemeliharaan
- Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi
pada masa pertumbuhan
- Pemupukan NPK kandungan fosfor tinggi
pada masa pembungaan.
- Pemangkasan secara insidental
- Penyiraman intensif

Kiera Payung

Penanaman
- Jarak : 4 6 m
- Jika ditanam rapat < 3 m berfungsi sebagai
pemecah angin
Fungsi
- Menyerap Pb sebesar 50,62 (g/g)
- Menyerap CO2 sebesar 404,83 kg/tahun
- Tanaman pengarah jalan
- Meredam kebisingan
Pemeliharaan
- Pemupukan pada masa pertumbuhan (NPK
dengan N tinggi) dan pemupukan pada masa
pembungaan (NPK dengan kadar P tinggi)
- Penyiraman intensif

1. Jalur Berstrata Dua :


Komunitas tumbuhtumbuhan hutan
kota yang hanya
terdiri dari pohon
dan rumput /
penutup tanah
lainnya.
2. Jalur Berstrata
Banyak
Komunitas tumbuhtumbuhan hutan
kota selain terdiri
dari pepohonan dan
rumput juga
terdapat semak,
terna, liana, epifit,
ditumbuhi banyak
anakan da npenutup
tanah, jarak tanam
rapat tidak
beraturan, dengan
strata dan komposisi
mengarah meniru
komunitas tumbuhtumbuhan hutan
alam.

Keterangan

82

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Bentuk Hutan Kota

Jenis Tanaman

Keterangan

Palem Putri

Penanaman
- Jarak : 3 - 4 m
Fungsi
- Tanaman pengarah jalan
Pemeliharaan
- Frekuensi pemupukan 1 kali/ 3 bulan
- Pemangkasan secara incidental
- Penyiraman semiintensif

Mahoni

Penanaman
- Jarak : 4 6 m
- Jika ditanam rapat < 3 m , dapat berfungsi
sebagai pemecah angin.
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 295,73 kg/tahun
- Tanaman pemecah angin
- Tanaman peneduh
- Tanaman pengarah jalan
- Memiliki kemampuan evapotranspirasi yang
tinggi
Pemeliharaan
- Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (
masa pertumbuhan) dan NPK kandungan
fosfor tinggi (masa pembungaan)
- Pemangkasan secara insidental.
- Penyiraman intensif

Rumput Kriminil

Fungsi
- Menyerap NO sebesar 61,64 %

Rumput Manila

Kembang sepatu

Penanaman
- Jarak < 2 m
Fungsi
- Memiliki daya serap NO sebesar 2,03
(g/g)
- Penyemarak taman bergaya tropis
- Tanaman pagar dan bergaya tabir
- Sebagai pemecah angin
Perawatan
- Frekuensi pemupukan 1 kali/ 4-6 bulan
(pupuk kandang/kompos)
- Pemangkasan secara incidental
- Penyiraman semiintensif

Fungsi
- sebagai penutup tanah
- menyerap NO2 sebesar 22,58 (g/g)

83

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Bentuk Hutan Kota

Berbentuk
Bergerombol :
Hutan
kota
dengan
komunitas
tumbuhtumbuhannya
terkonsentrasi
pada
suatu
areal
dengan
jumlah
tumbuhtumbuhannya minimal
100 pohon dengan jarak
tanam
rapat
tidak
beraturan.

Jenis Tanaman

Keterangan

Bougenville

Penanaman
- Jarak < 2 m
Fungsi
- Menyerap CO sebesar 41,59 %
- Sebagai penahan silau lampu kendaraan
- Meredam kebisingan
Pemeliharaan
- Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (
masa pertumbuhan) dan NPK kandungan
fosfor tinggi (masa pembungaan)
- Pemangkasan secara insidental.
- Penyiraman intensif

Puring

Penanaman
- Jarak tanam < 1 m (rapat)
Fungsi
- Menyerap CO sebesar 41,59 %
- Sebagai penahan silau lampu kendaraan
- Meredam kebisingan
Perawatan
- Frekuensi pemupukan 1 kali/3 bulan (pupuk
N)
- Pemangkasan secara insidental

Glodogan Tiang

Penanaman
- Jarak tanam < 3m (rapat)
Fungsi
- Glodogan Tiang dapat menyerap NO2
sebesar 3,61 (g/g)
- Sebagai penghalang tabir yang efektif jika di
tanam sejajar.
- Sebagai tanaman pengarah jalan.
Perawatan :
- Pemupukan tiap 4-6 bulan
- Pemangkasan secara incidental
- Penyiraman semiintensif
- Cahaya penuh

Jati

Penanaman
- Jarak : 4 -6 m
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 135,27 kg/tahun
- Meredam Kebisingan

Mahoni

Penanaman
- Jarak : 4 6 m
- Jika ditanam rapat < 3 m , dapat berfungsi
sebagai pemecah angin.
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 295,73 kg/tahun
- Tanaman pemecah angin
- Tanaman peneduh
- Tanaman pengarah jalan
- Memiliki kemampuan evapotranspirasi yang

84

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Bentuk Hutan Kota

Jenis Tanaman

Keterangan
tinggi
Pemeliharaan
- Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (
masa pertumbuhan) dan NPK kandungan
fosfor tinggi (masa pembungaan)
- Pemangkasan secara insidental.
- Penyiraman intensif

Trembesi

Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 28,5 ton/tahun
- Menyerap gas NO2 sebesar 35,37 N (g/g).
- Meredam kebisingan
- Memiliki kemampuan
evapotranspirasisehingga dapat mengatasi
penggenangan

Angsana

Penanaman
- Jarak : 3 m
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 11,12 kg/tahun

Dadap Merah

Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 4,55 kg/tahun
- Tanaman
Pemeliharaan
- Pemupukan 4-6 bulan sekali
- Pemangkasan insidental

Bunga Kupu-kupu

Fungsi
- Tanaman peneduh
Pemeliharaan
- Pemupukan 4-6 bulan sekali
- Pemangkasan insidental
- Penyiraman semiintensif

Puring

Penanaman
- Jarak : 2 m
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 295,73 kg/tahun
- Tanaman pemecah angin
- Tanaman peneduh
- Tanaman pengarah jalan
- Memiliki kemampuan evapotranspirasi yang

85

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Bentuk Hutan Kota

Jenis Tanaman

Keterangan
tinggi
Pemeliharaan
- Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (
masa pertumbuhan) dan NPK kandungan
fosfor tinggi (masa pembungaan)
- Pemangkasan secara insidental.
- Penyiraman intensif

Berbentuk Menyebar :

Asam Kranji

Merupakan Hutan Kota


yang tidak mempunyai
pola tertentu, dengan
komunitas
tumbuhtumbuhannya tumbuh
menyebar,
terpencarpencar dalam bentuk
rumpun / gerombolgerombol kecil.
Trembesi

Penanaman
- Jarak : 3 - 5 m
- Jika ditanam rapat < 3 m berfungsi sebagai
pemecah angin
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 8,48 kg/tahun
- Tanaman peneduh
Pemeliharaan
- Pemupukan 1 kali/4 bulan
- Pemangkasan secara insidental.
- Penyiraman intensif
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 28,5 ton/tahun
- Menyerap gas NO2 sebesar 35,37 N (g/g).
- Meredam kebisingan
- Memiliki kemampuan evapotranspirasi
sehingga dapat mengatasi penggenangan

Akasia

Penanaman
- Jarak : 4 - 6 m
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 815,19 kg/tahun
- Menyerap NO2 sebesar 22,85 (g/g)
- Tanaman peneduh
Pemeliharaan
- Pemupukan pada masa pertumbuhan (NPK
dengan N tinggi) dan pemupukan pada masa
pembungaan (NPK dengan kadar P tinggi)
- Pemangkasan secara insidental.
- Penyiraman intensif
- Penyinaran penuh

Kenanga

Penanaman
- Jarak : 3-5 m
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 756,59 kg/tahun
- Tanaman peneduh
- Tanaman penyerap bau

Kemuning

Penanaman
- Jarak : 3-5 m
Fungsi
- Menyerap NO2 4,56 (g/g)

86

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Bentuk Hutan Kota

Jenis Tanaman

Keterangan

Bambu

Fungsi
- Bambu selain baik untuk meredam kebisingan
juga dapat menurunkan NO2 sebesar 25,33
(g/g)
Pemeliharaan
- Pemangkasan secara insidental.
- Penyiraman intensif

Puring

Penanaman
- Jarak : 2 m
Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 295,73 kg/tahun
- Tanaman pemecah angin
- Tanaman peneduh
- Tanaman pengarah jalan
- Memiliki kemampuan evapotranspirasi yang
tinggi
Pemeliharaan
- Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (
masa pertumbuhan) dan NPK kandungan
fosfor tinggi (masa pembungaan)
- Pemangkasan secara insidental.
- Penyiraman intensif

Bougenville

Penanaman
- Jarak < 2 m
Fungsi
- Menyerap CO sebesar 41,59 %
- Sebagai penahan silau lampu kendaraan
- Meredam kebisingan

Beringin

Fungsi
- Menyerap CO2 sebesar 539,90 kg/tahun
- Mampu menyerap timbal 1,025 mg/l
- Meredam kebisingan
- Memiliki kemampuan evapotranspirasi yang
tinggi

Sumber: Hasil Rencana, 2012

87

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


2.

Taman Kota
Taman dapat diartikan sebagai tanaman yang ditanam dan ditata sedemikian rupa, baik
sebagian maupun semuanya hasil rekayasa manusia untuk mendapatkan komposisi
tertentu yang indah. Setiap jenis tanaman mempunyai karakteristik tersendiri baik menurut
bentuk, warna dan teksturnya.
Taman kota adalah taman yang ditujukan untuk melayani penduduk satu kota atau bagian
wilayah kota. Taman kota dapat dilengkapi fasilitas rekreasi dan olahraga dimana semua
fasilitas tersebut terbuka untuk umum.
RTH berupa taman dapat dimanfaatkan oleh penduduk untuk melakukan berbagai aktivitas
di dalam satu kecamatan. Taman ini dapat berupa taman aktif dengan fasilitas utama
lapangan olahraga, dengan jalur trek lari di seputarnya, atau dapat berupa taman pasif
untuk kegiatan yang lebih bersifat pasif, sehingga lebih didominasi oleh ruang hijau.
Kelengkapan taman ini adalah sebagai berikut:
Tabel 3.3. Ketentuan Rencana Penataan Taman Kecamatan

Jenis
Taman
Aktif

Koefisien
Daerah
Hijau (KDH)
70-80%

Fasilitas








Pasif

80-90%







Lapangan terbuka
Lapangan basket
Lapangan volley
Trek lari, lebar 5 m dan panjang
325 m
WC umum
Parkir kendaraan
Termasuk sarana kios (jika
diperlukan)
Kursi-kursi taman
Sirkulasi jalur pejalan kaki,lebar
1,5-2 m
WC umum
Parkir kendaraan termasuk
sarana kios (jika diperlukan)
Kursi-kursi taman

Vegetasi
(luas 2,4 ha)










Vegetasi (luas
0,9 ha)

Minimal 50
pohon
(sedang dan
kecil)
Semak
Perdu
Penutup
tanah

Lebih dari 100


pohon
tahunan
(pohon
sedang dan
kecil)
Semak
Perdu
Penutup
tanah









Minimal
25 pohon
(sedang
dan kecil)
Semak
Perdu
Penutup
tanah

Lebih dari
50 pohon
tahunan
(pohon
sedang
dan kecil)
Semak
Perdu
Penutup
tanah

Sumber: Permen No.5 Tahun 2008 dan Hasil Rencana, 2012

Taman kota yang akan dikembangkan di wilayah perencanaan Beberapa taman kota yang
akan dikembangkan di wilayah perencanaan, antara lain :
 Alun-Alun Pusat Kota Lama
Alun-alun Kota Gresik ini berada di kawasan pusat kota lama, tepatnya di Kecamatan
Gresik pada SKP .I, UP I.9. Saat ini, alun-alun sebagai sebagai wadah interaksi masyarakat
kota dan tempat rekreasi keluarga sudah berjalan sebagaimana fungsinya. Namun

88

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


dengan meningkatkan kualitas taman serta fasilitas rekreasi yang menunjang fungsi dari
taman kota ini diharapkan alun-alun tersebut dapat menjadi ruang terbuka yang lebih
aktif dan menjadi identitas serta kebanggaan Kota Gresik.
 Taman Kota Gresik Kota Baru
Taman kota di lingkungan Perumahan Gresik Kota Baru I ini berada di Kecamatan
Kebomas pada SKP III, UP III.4. Taman ini juga dimanfaatkan sebagai wadah interaksi
masyarakat kota karena sudah dilengkapi dengan fasilitas penunjang rekreasi, seperti
taman bermain. Kualitas taman kota ini juga perlu ditingkatkan sehingga menjadi salah
satu meeting point di kawasan kota baru Gresik.
 Taman Kota Pusat Kota Baru
Taman kota yang akan direncanakan di sekitar Jalan Tol Surabaya-Gresik ini berada di
Kecamatan Kebomas pada SKP IV, UP IV.2. Taman kota yang akan dikembangkan dibuat
semacam alun-alun di kawasan kota baru yang dapat dimanfaatkan sebagai wadah
interaksi masyarakat kota dan tempat rekreasi keluarga. Dengan demikian, disamping
sebagai meeting point diharapkan taman kota ini dapat mewakili identitasnya sebagai
kota baru di kawasan perkotaan Gresik (Kecamatan Gresik dan Kebomas).

3.

Taman Lingkungan
Taman lingkungan adalah taman yang dapat dimanfaatkan sebagai tempat melakukan
berbagai aktifitas sosial di lingkungan tertentu. Taman lingkungan ini dapat berupa taman
aktif yang dilengkapi dengan fasilitas rekreasi dan olahraga, atau dapat berupa taman pasif
sehingga lebih didominasi oleh ruang hijau dengan pohon-pohon tahunan.
Taman lingkungan dapat dibedakan berdasarkan skala pelayanannya, seperti Taman Rukun
Tetangga (RT), Taman Rukun Warga (RW), Taman Kelurahan dan Taman Kecamatan.
Taman lingkungan yang akan dikembangkan di wilayah perencanaan adalah minimal
Taman RT yang melayani berbagai kegiatan penduduk dalam satu lingkungan RT.

4.

Jalur Hijau Jalan


Ruang Terbuka Hijau pada jalan bermanfaat sebagai pengaman jalan sekaligus sarana
estetika kota. Penataan dan pengembangan RTH jalan di wilayah perencanaan terutama
dilakukan pada jalan-jalan utama yang membentuk rangka perkotaan Gresik (Kecamatan
Gresik dan Kebomas), yaitu Jalan Arteri Primer, Jalan Arteri Sekunder, Jalan Kolektor
Primer, Jalan Kolektor Sekunder serta beberapa Jalan Lokal yang juga berperan penting bagi
sistem transportasi di wilayah perencanaan. Jenis RTH yang dikembangkan antara lain
berupa jalur hijau di sempadan jalan, baik di sekitar pedestrian, pulau jalan maupun di
median jalan.

89

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Tabel 3.4. Rencana Penataan Jenis Vegetasi Koridor Jalan, Median Jalan dan Pulau Jalan
Jenis RTH
Jalur Hijau
Koridor Jalan

Kelas
Jalan
TOL

Jenis vegetasi

 Tanjung

Jarak penanaman: 4-6 m

 Filicium Decipiens Thw / Kerai Payung,


Kere Payung

Jarak penanaman: 4-6 m

TOL

 Lagerstromia Speciosa Pers. / Bungur,


Ketangi

Keterangan
Perawatan
 Pemupukan saat pertumbuhan (NPK berkadar N tinggi) dan saat pembuangan (NPK dengan kadar P
tinggi)
 Pemangkasan secara insidental
Fungsi
 Tanaman peneduh
 Tanaman pengarah jalan
 Tanaman tabir (screen) jika ditanam massal sejajar.
Perbanyakan :
 Biji dan cangkok
butuhan Cahaya :
 Cahaya penuh
Kelembapan :
 Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
 Penyiraman semiintensif
Bentuk tajuknya indah. Perpaduan bentuk dan warna daunnya yang hijau mengilap. Buah matang berwarna
hingga jingga. Termasuk jenis pohon bergetah. Tingginya mencapai 15 meter
Lokasi tumbuh : Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Perawatan :
 Pemupukan pada masa pertumbuhan (NPK dengan N tinggi) dan pemupukan pada masa pembungaan
(NPK dengan kadar P tinggi)
Fungsi :
 Tanaman peneduh karena tajuknya lebar dan masif
 Tanaman pengarah jalan
Kebutuhan Cahaya : Cahaya penuh
Kelembapan : Sedang
Kebutuhan Penyiraman : Penyiraman intensif
Daya Tumbuh : Lambat
Bentuk tajuknya bulat atau semiglobular bagai payung terbuka. Daun-daunya rimbun berwarna hijau tua
mengilap. Ketinggiannya mencapai 25 m. Daunnya merupakan daun majemuk menyirip. Bunganya majemuk
malai yang muncul dari ketiak daun. Mahkotanya berwarna putih. Buahnya termasuk buah batu berbentuk bulat
memanjang.
Perawatan :
 Pemupukan pada masa pertumbuhan (NPK dengan N tinggi) dan pemupukan pada masa pembungaan

90

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Jenis RTH

Kelas
Jalan

Jenis vegetasi

Keterangan
(NPK dengan kadar P tinggi)
Fungsi :
 Tanaman tepi jalan jika ditanam massal
 Tanaman peneduh
 Point of interest
Kebutuhan Cahaya : Cahaya penuh
Kelembapan : Sedang
Kebutuhan Penyiraman : Penyiraman intensif
Daya Tumbuh : Lambat
Tingginya dapat mencapai 45 m. Daunnya tunggal, bertangkai cukup pendek, berbentuk oval, elips memanjang,
serta berwarna hijiau tua dan liat seperti kulit. Bunganya majemuk malai berwarna ungu berbentuk lonceng

Jarak penanaman: 4-6 m


Arteri
Primer

 Glodokan Tiang/ Polyalthia longifolia

Perawatan :
 Pemupukan setiap 4-6 bulan
 Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
 Tanaman pengarah jalan dan penghalang tabir yang efektif jika ditanam sejajar karena tajuknya yang
massif dengan bentuk fastigiate
Perbanyakan :
 Biji dan cangkok
Kebutuhan Cahaya :
 Cahaya penuh
Kelembapan :
 Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
 Penyiraman semiintensif
Tingginya 10-15 m. daun berwarna hijau mengilap, berbentuk lanset memanjang, bagian ujung menyempit, dan tepi daun
berombak. Bunga kecil-kecil warna kuning kehijauan muncul dari ketiak daun. Buah glodokan tiang berbentuk bulat
memanjang seperti buah melinjo.

Arteri
Primer

 Sono Kembang/ Angsana

Fungsi



Tanaman peneduh karena tajuknya lebar dan masif.


Tanaman pengarah jalan.

Perawatan :


Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (masa pertumbuhan) dan NPK kandungan fosfor tinggi
(masa pembuangan)
 Pemangkasan secara insidental
Daun majemuk menyirip ganjil. Bunganya merupakan majemuk tandan. Kelopak bunganya berbentuk lonceng

91

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Jenis RTH

Kelas
Jalan

Jenis vegetasi

Keterangan
dengan mahkota bunga berwarna kuning jingga.
Tinggi Mencapai 40 m

Jarak tanam: 6 m

 Akasia/ Acacia Auriculiformis

Perawatan :
 Frekuensi pemupukan 4-6 bulan sekali.
 Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
 Point of interest
 Tanaman pengarah jalan yang menarik
 Tanaman peneduh karena lebar tajuknya cukup besar dan ukuran pohon yang cukup tinggi.
Perbanyakan :
 Biji dan setek batang
Kebutuhan Cahaya :
 Cahaya penuh
Kelembapan :
 Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
 Penyiraman nonintensif
Pada lingkungan yang ideal, tingginya dapat mencapai 30-40 m dengan diameter batang 80 -100 cm.
berbatang lurus dank eras. Warna kayunya bervariasi dari cokelat sampai merah gelap. Bunganya berdiameter
8 cm, berwarna kuning terang, dan beraroma wangi.

92

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Jenis RTH

Kelas
Jalan
Arteri
Sekunder

Jenis vegetasi

 Glodokan Biasa

Keterangan
Perawatan :
 Pemupukan setiap 4 6 bulan
 Pemangkasan secara insidental
Fungsi :
 Tanaman pembatas jalan
 Tanaman pengarah jalan
Perbanyakan :
 Cangkok dan biji
Kebutuhan Cahaya :
 Cahaya penuh
Kelembapan :
 Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
 Penyiraman semiintensif
Bentuk tajuknya bulat. Daunnya berwarna hijau mengilap. Panjang daun 15-20 cm dengan ujung menyempit
dan tepinya berombak. Dari ketiak daun atau ranting muncul bunga majemuk yang menghasilkan buah. Buah
bulat sebesar 2 cm dan berwarna kuning kehijauan.

 Sono Kembang/ Angsana

Fungsi



Tanaman peneduh karena tajuknya lebar dan masif.


Tanaman pengarah jalan.

Perawatan :


Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (masa pertumbuhan) dan NPK kandungan fosfor tinggi
(masa pembuangan)
 Pemangkasan secara insidental
Daun majemuk menyirip ganjil. Bunganya merupakan majemuk tandan. Kelopak bunganya berbentuk lonceng
dengan mahkota bunga berwarna kuning jingga.
Tinggi Mencapai 40 m
Jarak tanam: 6 m
Kolektor
Primer

 Palem Ekor Tupai

Perawatan :
 Frekuensi pemupukan 1 kali / 4 6 bulan
 Pemangkasan dilakukan saat daun mulai menguning.
Fungsi :
 Tanaman pengarah jalan jika ditanam sepanjang jalan utama
 Pencipta suasana gaya ataman mediterania karena daunnya yang unik.
Perbanyakan :

93

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Jenis RTH

Kelas
Jalan

Jenis vegetasi

Keterangan
 Biji
Kebutuhan Cahaya :
 Cahaya penuh
Kelembapan :
 Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
 Penyiraman semiintensif
Bentuk kumpulan daun pale mini menyerupai ekor tupai. Daun berwarna hijau tua menjuntai, seperti ekor
panjang. Tingginya dapat mencapai 6 m. Lebih suka ditanam di tanah mengandung pasir dan tidak tergenang
air.

 Palem Putri

Perawatan :
 Frekuensi pemupukan 1 kali/ 3 bulan
 Pemangkasan secara incidental
Fungsi :
 Tanaman pengarah jalan
 Point of interest pada taman
 Penyemarak taman mediterania
Perbanyakan :
 Anakan dan biji
Kebutuhan Cahaya :
 Cahaya penuh
Kelembapan :
 Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
 Penyiraman semiintensif
Batangnya berwarna merah menyala yang tampak kontras dengan warna hijau daunnya. Daun berbentuk
lanset yang tumbuh di tangkai daun. Tanaman asli Asia Tenggara ini tumbuh merumpun. Sebaiknya ditanam
dengan penggabungan bebatuan alam berwarna putih atau hijau muda.

Kolektor
Sekunder

 Palem Ekor Tupai

Perawatan :
 Frekuensi pemupukan 1 kali / 4 6 bulan
 Pemangkasan dilakukan saat daun mulai menguning.

94

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Jenis RTH

Kelas
Jalan

Kolektor
Sekunder

Jenis vegetasi

 Palem Putri

Keterangan
Fungsi :
 Tanaman pengarah jalan jika ditanam sepanjang jalan utama
 Pencipta suasana gaya ataman mediterania karena daunnya yang unik.
Perbanyakan :
 Biji
Kebutuhan Cahaya :
 Cahaya penuh
Kelembapan :
 Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
 Penyiraman semiintensif
Bentuk kumpulan daun pale mini menyerupai ekor tupai. Daun berwarna hijau tua menjuntai, seperti ekor
panjang. Tingginya dapat mencapai 6 m. Lebih suka ditanam di tanah mengandung pasir dan tidak tergenang
air.
Perawatan :
 Frekuensi pemupukan 1 kali/ 3 bulan
 Pemangkasan secara incidental
Fungsi :
 Tanaman pengarah jalan
 Point of interest pada taman
 Penyemarak taman mediterania
Perbanyakan :
 Anakan dan biji
Kebutuhan Cahaya :
 Cahaya penuh
Kelembapan :
 Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
 Penyiraman semiintensif
Batangnya berwarna merah menyala yang tampak kontras dengan warna hijau daunnya. Daun berbentuk
lanset yang tumbuh di tangkai daun. Tanaman asli Asia Tenggara ini tumbuh merumpun. Sebaiknya ditanam
dengan penggabungan bebatuan alam berwarna putih atau hijau muda.

Lokal

 Palem Ekor Tupai

Perawatan :
 Frekuensi pemupukan 1 kali / 4 6 bulan
 Pemangkasan dilakukan saat daun mulai menguning.
Fungsi :

95

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Jenis RTH

Kelas
Jalan

Jenis vegetasi

Keterangan



Tanaman pengarah jalan jika ditanam sepanjang jalan utama


Pencipta suasana gaya ataman mediterania karena daunnya yang unik.

Perbanyakan :
 Biji
Kebutuhan Cahaya :
 Cahaya penuh
Kelembapan :
 Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
 Penyiraman semiintensif
Bentuk kumpulan daun pale mini menyerupai ekor tupai. Daun berwarna hijau tua menjuntai, seperti ekor
panjang. Tingginya dapat mencapai 6 m. Lebih suka ditanam di tanah mengandung pasir dan tidak tergenang
air.
Jalur Hijau
Koridor Jalan

Lokal

 Sono Kembang/ Angsana

Fungsi



Tanaman peneduh karena tajuknya lebar dan masif.


Tanaman pengarah jalan.

Perawatan :


Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (masa pertumbuhan) dan NPK kandungan fosfor tinggi
(masa pembuangan)
 Pemangkasan secara insidental
Daun majemuk menyirip ganjil. Bunganya merupakan majemuk tandan. Kelopak bunganya berbentuk lonceng
dengan mahkota bunga berwarna kuning jingga.
Tinggi Mencapai 40 m
Jarak tanam: 6 m

 Pohon Sapu Tangan

Jarak tanam: 3-4 m

Perawatan : Pemupukan dilakukan saat pertumbuhan (NPK berkadar N tinggi) saat pembungaan (NPK
dengan kadar P tinggi), Pemangkasan secara insidental
 Fungsi : Point of interest, Tanaman peneduh karena tajuknya yang lebar
 Keistimewaan dari pohon ini adalah daun-daun mudanya terlihat terkulai, seperti lipatan. Daun mudanya
seperti sutera menggantung ini berubah warna dari hijau muda, kuning kemerahan, hijau hingga akhirnya
hijau tua. Tingginya mencapai 15 m. Daunnya majemuk menyirip. Bunganya merupakan majemuk
berwarna putih.
 Lokasi tumbuh : Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
 Tinggi Mencapai 15 m

96

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Jenis RTH
Median Jalan

Kelas
Jalan
Semua
kelas jalan

Jenis vegetasi

Keterangan

 Bunga Kertas, Bougenvile, Pohon Sapu


Tangan, Rumput, Teh-tehan Pangkas,
Palem Botol
 Rumput Paetan

 Perawatan : Pemupukan 1 kali/bulan, Pemangkasan 1 kali/bulan


 Fungsi : Tanaman pada penutup tanah pada aera aktivitas
Pertama kali menyebar di daerah Amerika Selatan, Meksiko dan Brasil. Daun berbentuk lanset dengan warna
hijau kadang kemerehan.
Tinggi tanaman kurang dari 10 cm. Tidak mudah rusak walaupun seing terinjak-injak dan akan tumbuh subur
pada tanah yang berpasir yang memiliki drainase baik. Ada jenis yang memiliki daun berukuran kecil.

Cynodon dactylon/ Rumput kawat,


rumput gigirinting




Perbanyakan : benih, rhizome dan stolon


Perawatan : Pemupukan dilakukan 1 kali/bulan (pupuk cair), Pemangkasan sebanyak 1 kali/bulan, jika
dipangkas secara teratur akan tampak seperti karpet halus. Jika ternaungi, tanaman akan mati
 Fungsi : Tanaman penutup tanah (lantai tanaman)
Tekstur daun rumput asal India ini halus dengan panjang sampai 12 meter. Ada yang berbulu dan ada pula yang tidak.
Cocok tumbuh pada tanah berpasir yang berdrainase baik. Tanaman mampu menekan pertumbuhan gulma seta tahan
terhadap api dan kekeringan karena adanya rhizome.

Bunga Kertas

 Perawatan : Pemupulan dilakukan saat penanaman (pupuk kandang), Penjarangan secara insidential
 Fungsi : Penyemarak, terutama pada gaya tanaman bunga, Tanaman display
Bunganya berwarna indah, seperti merah, putih, kuning dan jingga. Tanaman semusim ini ada yang berkelopak dan bunga
tunggal dan berukuran kecil dengan bulu-bulu halus di tiap sisinya. Tanaman yang mudah beradaptasi akan tumbuh optimal
hingga mencapai tinggi 50 cm. Tanaman asal meksiko ini akan semakin mempesona jika ditanam secara massal.

97

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Jenis RTH

Kelas
Jalan

Jenis vegetasi

Keterangan

Bougenville

 Perawatan : Pemupukan 1 kali/3bulan (pupuk K), Pemangkasan setiap 4 bulan sekali


 Fungsi : Point of intersest taman, Tanaman pergola tampat parkir, selasar atau balkon rumah.
Berbunga sepanjang tahun. Kelopak bunga semuanya beraneka warna (ungu, pink, putih, merah dan kuning) serta mudah
untuk disilangkan. Bunga asli pada bugenvil berbentuk seperti tabung dan biasanya berwarna putih. Tinggi tanaman perdu
sedang ini 1,2-1,8 meter. Ada yang tegak dan merambat.

Palem Botol

Perawatan :
 Frekuensi pemupukan setiap 6 bulan sekali
 Pemangkasan dilakukan saat daun mulai mongering
Fungsi :
 Pencipta suasana dalam taman bergaya mediterania atau minimalis
 Tanaman pengarah pada jalan yang tidak terlalu lebar.
 Tanaman pot
Perbanyakan :
 Biji
Kebutuhan Cahaya :
 Cahaya penuh
Kelembapan :
 Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
 Penyiraman semiintensif
Batang bawah tampak menggelembung, sedangkan batang atas menyempit, tanpak menyerupai bentuk botol. Tajuknya
sempit sehingga tidak memerlukan lahan luas.

98

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Jenis RTH
Pulau Jalan

Kelas
Jalan
Semua
kelas jalan

Jenis vegetasi

Keterangan

 Bunga Kertas, Bougenvile, Pohon Sapu


Tangan, Rumput, Teh-tehan Pangkas,
Palem Botol, Kembang Sepatu,
Oleander, Puring, Sepatu Dea

 Kembang sepatu

Fungsi
 Tanaman pagar dan bergaya tabir
 Sebagai pemecah angin
Perawatan
 Frekuensi pemupukan 1 kali/ 4-6 bulan (pupuk kandang/kompos)
 Pemangkasan secara incidental
 Penyiraman semiintensif
Penanaman: Jarak tanam rapat

Fungsi
 Memiliki kemampuan evapotranspirasi yang tinggi
Pemeliharaan
 Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi ( masa pertumbuhan) dan NPK kandungan fosfor tinggi
(masa pembungaan)
 Pemangkasan secara insidental.
 Penyiraman intensif
Perawatan:
 Frekuensi pemupukan 1 kali/ 4 6 bulan (pupuk kandang/ kompos)
 Pemangkasan secara insidental

Puring

99

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Jenis RTH

Kelas
Jalan

Jenis vegetasi


Sepatu Dea

Keterangan
Fungsi:
 Tanaman pagar dan tabir
 Penyemarak taman bergaya tropis
Perbanyakan :
 Cangkok dan setek
Kebutuhan Cahaya :
 Cahaya penuh
Kelembapan : Sedang
Kebutuhan Penyiraman :
 Penyiraman semiintensif
Jenis hibridnya menghasilkan berbagai bentuk dan warna kelopak bunga, diantaranya ungu, kuning, pink, putih,
peach atau varigata. Termasuk tanaman berbunga sepanjang tahun dengan berbagai warna. Kemampuan
tumbuhnya dapat bertahan hungga 20 tahun dengan 3 m.

Sumber : Arahan Rencana RTH Kota Gresik 2012

100

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


5.

Green Belt
Greenbelt merupakan RTH yang berfungsi sebagai daerah penyangga dan untuk membatasi
perkembangan suatu penggunaan lahan (batas kota, pemisah kawasan, dan lain-lain) atau
membatasi aktifitas satu dengan aktifitas lainnya agar tidak saling mengganggu, serta
pengamanan dari faktor lingkungan sekitarnya. Di dalam konsep RTH wilayah perencanaan,
Greenbelt ini juga merupakan bentuk pengembangan dari RTH lindung, seperti sempadan
sungai, pantai, dan danau/waduk.
 Green belt Kawasan Industri
Ruang Terbuka Hijau/green belt yang difungsikan sebagai buffer zone akan
dikembangkan disekitar pusat kegiatan industri. Tujuan utama pengembangan ruang
terbuka hijau ini diantaranya adalah :

Membatasi pengaruh yang ditimbulkan oleh kegiatan yang akan dikembangkan


terhadap lingkungan sekitamya atau sebaliknya

Sebagai pengaman

Menjaga kelestarian lingkungan

Sebagai peneduh dan menciptakan lingkungan yang sejuk dan asri

Mengurangi tingkat polusi, terutama polusi udara dan suara

Kawasan industri sangat potensial terhadap pencemaran udara (CO, CO2, Timbal,
Merkuri, debu) , air dan suara maka Green belt yang difungsikan sebagai buffer zone
akan direncanakan berbentuk memanjang mengikuti batas-batas area industri yang
dipenuhi pepohonan/tanaman yang mempunyai kemampuan menyerap polusi udara, air
dan suara sehingga meminimalisir dampak polusi kawasan-kawasan industri tersebut.
Tabel 3.5. Rencana Jenis Vegetasi Sebagai Buffer Kawasan Industri
Fungsi Buffer
Peredam
Kebisingan

Jenis Vegetasi
Bambu Cina

Kembang sepatu

Akasia

Keterangan
Penanaman :
< 1 m (rapat)

Penanaman :
< 1 m (rapat)
Perawatan:
- Frekuensi pemupukan 1 kali/ 4 6 bulan (pupuk
kandang/ kompos)
- Pemangkasan secara insidental
Penanaman :
< 3 m (rapat)
Perawatan :
- penyiraman non intensif
- cahaya penuh

101

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Fungsi Buffer

Penyerap Polusi
Udara

Jenis Vegetasi

Keterangan

Jati

Soka

Mahoni

Penanaman :
- 3 -4 m
Perawatan :
- Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (masa
pertumbuhan) dan NPK kandungan fosfor tinggi
(masa pembungaan)
- Pemangkasan secara incidental

Tanjung

Penanaman
- Jarak penanaman : 3-4 meter
- Jika ditanam rapat < 3 m berfungsi sebagai pemecah
angin
Pemeliharaan
- Pemupukan saat pertumbuhan (NPK berkadar N
tinggi) dan saat pembuangan (NPK dengan kadar P
tinggi)
- Pemangkasan secara insidental
- Penyiraman semiintensif

Asam Kranji

Penanaman
- Jarak : 3 m
Pemeliharaan
- Pemupukan 1 kali/4 bulan
- Pemangkasan secara insidental.
- Penyiraman intensif

Angsana

Penanaman
- 3- 5 m

Penanaman :
3 m (rapat)

Penanaman :
3 m (rapat)
Perawatan
- Frekuensi pemupukan 1 kali/3 bulan
- Frekuensi pemangkasan 1 kali/ bulan

102

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Fungsi Buffer

Penyerap
Semen

Debu

Jenis Vegetasi

Keterangan

Kiara Payung

Penanaman
- Jarak : 3-4 m
- Jika ditanam rapat < 3 m berfungsi sebagai pemecah
angin
Pemeliharaan
- Pemupukan pada masa pertumbuhan (NPK dengan
N tinggi) dan pemupukan pada masa pembungaan
(NPK dengan kadar P tinggi)
- Penyiraman intensif

Mahoni

Penanaman :
- 3 -4 m
Perawatan :
- Pemupukan NPK kandungan nitrogen tinggi (masa
pertumbuhan) dan NPK kandungan fosfor tinggi
(masa pembungaan)
- Pemangkasan secara insidental

Tanjung

Penanaman
- Jarak penanaman : 3-4 meter
- Jika ditanam rapat < 3 m berfungsi sebagai pemecah
angin
Pemeliharaan
- Pemupukan saat pertumbuhan (NPK berkadar N
tinggi) dan saat pembuangan (NPK dengan kadar P
tinggi)
- Pemangkasan secara insidental
- Penyiraman semiintensif

Kiara Payung

Penanaman
- Jarak : 3-4 m
- Jika ditanam rapat < 3 m berfungsi sebagai pemecah
angin
Pemeliharaan
- Pemupukan pada masa pertumbuhan (NPK dengan
N tinggi) dan pemupukan pada masa pembungaan
(NPK dengan kadar P tinggi)
- Penyiraman intensif

Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2010

103

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

 Green belt Instalasi Berbahaya


Sempadan instalasi berbahaya merupakan ruang terbuka di sekeliling instalasi
berbahaya yang berfungsi sebagai buffer zone sehingga keberadaan instalasi berbahaya
tersebut tidak mengganggu kehidupan budidaya yang ada di sekitarnya.
Green belt pada instalasi berbahaya yang terdapat di wilayah perencanaan antara lain
dilakukan pada jalur Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) dan Saluran Udara
Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) serta jalur pipa saluran gas. Besarnya sempadan pada
instalasi berbahaya ini berkisar antara 15-50 meter tergantung dari tegangan listrik
yang diumpankan ke jalur tegangan tersebut. Penggunaan tanaman/vegetasi yang dipilih
adalah berupa tanaman rendah (rumput dan keluarganya) dan tanaman perdu sehingga
kemungkinan akan menggangu jalur tegangan tinggi kecil sekali. Sesuai dengan Permen
PU No. 5 Tahun 2008, konsep penataan RTH di kawasan sempadan SUTET dijelaskan
sebagai berikut:

Tabel 3.6. Ketentuan Jarak Bebas Minimal Jaringan Listrik


No

Lokasi

1
2
3
4
5
6
7
8
9

SUTT
66 KV 150 KV
20
20
20
20
50
20
3
20
6,5
20
8
20
3,5
20
3,5
20
8
20

Bangunan Beton
Pompa Bensin
Penimbunan Bahan Bakar
Pagar
Lapangan Terbuka
Jalan Raya
Pepohonan
Bangunan Tahan Api
Rel Kereta Api
Jembatan Besi/Tangga
10
3
Besi/Kereta Listrik
Dari Titik Tertinggi Tiang
11
3
Kapal
12 Lapangan Olah Raga
2,5
SUTT Lainnya Penghantar
Udara Tegangan Rendah,
13
3
Jaringan Telekomunikasi,
Televisi dan Kereta Gantung
Sumber : Permen PU. No. 5 Tahun 2008

SUTET
500 KV
20
20
50
3
15
15
8,5
8,5
15

SUTM

SUTR

2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
2,5
20
20

1,5
1,5
1,5
1,5
1,5
1,5
1,5
20
20

Saluran Kabel
SKTM
SKTR
0,5
0,3
0,5
0,3
0,5
0,3
0,5
0,3
0,5
0,3
0,5
0,3
0,5
0,3
20
20
20
20

20

8,5

20

20

20

20

20

8,5

20

20

20

20

20

14

20

20

20

20

20

8,5

20

20

20

20

Kriteria pemilihan vegetasi dan pola tanam untuk RTH sempadan SUTET adalah sebagai
berikut:
 Jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman yang memiliki dahan yang kuat, tidak
mudah patah, dan perakaran tidak mengganggu pondasi;

104

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


 Akarnya menghujam masuk ke dalam tanah. Jenis ini lebih tahan terhadap
hembusan angin yang besar daripada tanaman yang akarnya bertebaran hanya di
sekitar permukaan tanah;
 Daunnya tidak mudah gugur oleh terpaan angin dengan kecepatan sedang;
 Bukan merupakan pohon yang memiliki bentuk tajuk melebar;
 Merupakan pohon dengan katagori kecil (small tree);
 Fase anakan tumbuh cepat, tetapi tumbuh lambat pada fase dewasa;
 Ukuran dewasa sesuai ruang yang tersedia;
 Pola penanaman pemilihan vegetasi memperhatikan ketinggian yang diijinkan;
 Buah tidak bisa dikonsumsi langsung oleh manusia;
 Memiliki kerapatan yang cukup (50-60%);
 Pengaturan perletakan (posisi) tanaman yang akan ditanam harus sesuai gambar
rencana atau sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan.
 Pemilihan jenis dan ketinggian vegetasi dimaksudkan agar penanaman vegetasi
pada RTH jalur SUTT maupun SUTET, tidak menimbulkan gangguan terhadap
jaringan listrik serta menghindari bahaya terhadap penduduk di sekitarnya. Lokasi
penanaman harus memperhatikan jarak bebas minimum yang diijinkan.
Tabel 3.7. Rencana Jenis Vegetasi Untuk RTH Sempadan SUTET
Bentuk Sempadan
Sempadan SUTET

Jenis Vegetasi

Keterangan

KembangSepatu

Fungsi
Tanaman pagar dan bergaya tabir
Sebagai pemecah angin
Perawatan
Frekuensi pemupukan 1 kali/ 4-6
bulan (pupuk kandang/kompos)
Pemangkasan secara incidental
Penyiraman semiintensif

Kiera Payung

Fungsi :
- Jika ditanam rapat < 3 m berfungsi
sebagai pemecah angin
- Tanaman peneduh
Pemeliharaan
- Pemupukan pada masa
pertumbuhan (NPK dengan N
tinggi) dan pemupukan pada masa
pembungaan (NPK dengan kadar P
tinggi)
- Penyiraman intensif

Bunga Kupu-kupu

Fungsi
- Tanaman peneduh
- Memiliki kemampuan evatranspirasi
Pemeliharaan

105

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Bentuk Sempadan

Jenis Vegetasi

Keterangan
-

Bungur

Pemupukan 4-6 bulan sekali


Pemangkasan incidental
Penyiraman semiintensif

Fungsi
- Pengawet dan penyubur tanah
- Pemecah angin
Perawatan
- Pemupukan saat pertumbuhan (NPK
dengan kadar N tinggi) dan saat
pembungaan (NPK dengan kadar P
tinggi)
- Pemangkasan secara insidental

Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2010

 Green belt Sempadan Kereta Api


Meskipun jalur kereta api yang terdapat di wilayah perencanaan tidak berfungsi
maksimal, namun penyediaan Green belt di sempadan jalan rel kereta api dilakukan
untuk membatasi interaksi antara kegiatan masyarakat dengan jalan rel kereta api.
Sesuai dengan peraturan yang ada, garis sempadan jalan rel kereta api pada belokan
adalah lebih dari 23 meter diukur dari lengkung dalam sampai as jalan. Dalam peralihan
jalan lurus ke jalan lengkung di luar as jalan harus ada jalur tanah yang bebas, yang
secara berangsur-angsur melebar dari jarak lebih dari 11 sampai lebih dari 23 meter.
Pelebaran tersebut dimulai dalam jarak 20 meter di muka lengkungan untuk selanjutnya
menyempit lagi sampai jarak lebih dari 11 meter.
Kriteria pemilihan vegetasi untuk RTH untuk sempadan kereta api adalah sebagai
berikut:
 Tumbuh baik pada tanah padat;
 Sistem perakaran masuk kedalam tanah, tidak merusak konstruksi dan bangunan;
 Fase anakan tumbuh cepat, tetapi tumbuh lambat pada fase dewasa;
 Ukuran dewasa sesuai ruang yang tersedia;
 Batang dan sistem percabangan kuat;
 Batang tegak kuat, tidak mudah patah dan tidak berbanir;

106

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


 Perawakan dan bentuk tajuk cukup indah;
 Daun tidak mudah rontok karena terpaan angin kencang;
 Buah berukuran kecil dan tidak bisa dimakan oleh manusia secara langsung;
 Tahan terhadap hama penyakit;
 Berumur panjang.
Pola tanam vegetasi di sepanjang rel kereta api harus memperhatikan keamanan
terhadap lalu lintas kereta api, tidak menghalangi atau mengganggu penglihatan masinis,
serta tidak menggangu kekuatan struktur rel kereta api. Pola tanam yang harus
diperhatikan adalah sebagai berikut:
 Jarak maksimal dari sumbu rel adalah 50 m;
 Pengaturan perletakan (posisi) tanaman yang akan ditanam harus sesuai gambar
rencana atau sesuai petunjuk Direksi Pekerjaan.
Tabel 3.8. Rencana Jenis Vegetasi Untuk RTH Sempadan Rel Kereta Api
Jenis RTH
Sempadan
Kereta Api

Jenis Vegetasi
Rel

Keterangan

Glodogan tiang

Penanaman
- < 3 m (rapat)
Fungsi
- Sebagai pemecah angin
- Memperkuat struktur tanah di sekitar
rel
Perawatan
- Pemupukan setiap 4- 6 bulan
- Pemangkasan secara insidental

Bungur

Penanaman
- <3m
Fungsi
- Meredam kebisingan
Perawatan
- Pemupukan saat pertumbuhan (NPK
dengan kadar N tinggi) dan saat
pembungaan (NPK dengan kadar P
tinggi)
- Pemangkasan secara insidental

Glodogan

Penanaman
- < 3 m (rapat)
Fungsi
- Sebagai Penahan Erosi
- Sebagai peneduh
Perawatan
- Pemupukan setiap 4- 6 bulan
- Pemangkasan secara insidental

107

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Jenis RTH

Jenis Vegetasi

Keterangan
Penanaman
- 3m
Fungsi
- Peredam kebisingan
- Memperkuat struktur tanah
- Menyerap genangan air

Mahoni

Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2010

 Green belt Sempadan Sungai


Kawasan Sempadan Sungai, didefinisikan sebagai kawasan sepanjang kiri dan kanan
sungai, termasuk sungai buatan/ kanal saluran irigasi primer, yang mempunyai manfaat
penting untuk mempertahankan kelestarian fungsi sungai. Tujuan perlindungan
sempadan sungai adalah melindungi sungai dari kegiatan manusia yang dapat
mengganggu dan merusak kualitas air sungai, kondisi fisik dan dasar sungai serta
mengamankan aliran sungai.
Green belt yang akan direncanakan pada kawasan sempadan pada Sungai Kali Lamong
adalah

berbentuk

memanjang

mengikuti

pola

sungai

dengan

menggunakan

pepohonan/tanaman yang difungsikan untuk kawasan resapan air sekaligus


memberikan kesan sejuk pada kawasan sempadan sungai tersebut. Sesuai dengan
peraturan yang ada, besarnya sempadan sungai yang direncanakan adalah :

Garis sempadan sungai bertanggul di dalam kawasan perkotaan ditetapkan


sekurang-kurangnya 3 meter di sebelah luar sepanjang kaki tanggul

Garis sempadan sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan yang


mempunyai kedalaman tidak lebih dari 20 meter ditetapkan sekurang-kurangnya
10 - 15 meter dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan, sedangkan sungai
dengan kedalaman lebih dari 20 meter ditetapkan sekurang-kurangnya 30 meter
dihitung dari tepi sungai pada waktu ditetapkan.

Penataan mengenai sempadan sungai didasarkan pada Permen No.5 Tahun 2008 :
 Sungai bertanggul:
o

Garis sempadan sungai bertanggul di dalam kawasan perkotaan ditetapkan


sekurang-kurangnya 3 m di sebelah luar sepanjang kaki tanggul;

Garis sempadan sungai bertanggul di luar kawasan perkotaan ditetapkan


sekurang-kurangnya 5 m di sebelah luar sepanjang kaki tanggul;

108

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Dengan pertimbangan untuk peningkatan fungsinya, tanggul dapat


diperkuat, diperlebar dan ditinggikan yang dapat berakibat bergesernya
garis sempadan sungai;

 Sungai tidak bertanggul:


o

Garis sempadan sungai tidak bertanggul di dalam kawasan perkotaan


ditetapkan sebagai berikut:

Sungai yang mempunyai kedalaman tidak lebih dari 3 m, garis sempadan


ditetapkan sekurang-kurangnya 10 m dihitung dari tepi sungai pada waktu
ditetapkan;

Sungai yang mempunyai kedalaman lebih dari 3 m sampai dengan 20 m,


garis sempadan ditetapkan sekurang-kurangnya 15 m dihitung dari tepi
sungai pada waktu ditetapkan;

Sungai yang mempunyai kedalaman lebih dari 20 m, garis sempadan


ditetapkan sekurang-kurangnya 30 m dihitung dari tepi sungai pada waktu
ditetapkan.

Jenis Vegetasi yang dapat direncanakan untuk pengembangan RTH sempadan sungai
memiliki beberapa kriteria, diantaranya adalah sebagai berikut :
 Sistem perakaran yang kuat, sehingga mampu menahan pergeseran tanah;
 Tumbuh baik pada tanah padat;
 Sistem perakaran masuk kedalam tanah, tidak merusak konstruksi dan
bangunan;
 Kecepatan tumbuh bervariasi;
 Tahan terhadap hama dan penyakit tanaman;
 Jarak tanam setengah rapat sampai rapat 90% dari luas area, harus dihijaukan;
 Tajuk cukup rindang dan kompak, tetapi tidak terlalu gelap;
 Berupa tanaman lokal dan tanaman budidaya;
 Dominasi tanaman tahunan;
 Sedapat mungkin merupakan tanaman yang mengundang burung
Tabel 3.9. Rencana Jenis Vegetasi Untuk RTH Sempadan Sungai Kota Gresik
Jenis RTH
Sempadan Sungai

Jenis Vegetasi
Dadap Merah

Keterangan
Penanaman
- 3- 6 m
Fungsi
- Sebagai Penahan Erosi
- Sebagai peneduh

Pemeliharaan
- Pemupukan 4-6 bulan sekali
-

Pemangkasan insidental

109

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Jenis RTH

Jenis Vegetasi
Nangka

Keterangan
Penanaman
- 3- 6 m
Fungsi
- Sebagai Penahan Erosi

Angsana

Penanaman
- 3- 6 m
Fungsi
- Sebagai Penahan Erosi
- Sebagai peneduh

Bambu Tali

Penanaman
- Rapat tidak beraturan
Fungsi
- Sebagai Penahan Erosi
- Menjaga pengikisan tanah
- Konservasi air dan tanah

Bambu Gombong

Penanaman
- Rapat tidak beraturan
Fungsi
- Sebagai Penahan Erosi

Beringin

Fungsi
- Sebagai Penahan Erosi
- Sebagai peneduh
- Konservasi Air dan Tanah

Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2010

110

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


 Green belt Sempadan Pantai
Green belt pada sempadan pantai memiliki fungsi utama sebagai pembatas pertumbuhan
permukiman atau aktifitas lainnya agar tidak mengganggu kelestarian pantai. Pada
kawasan pantai di wilayah perencanaan, besar sempadan yang direncanakan adalah
minimal 100 meter dari batas air pasang tertinggi ke arah darat. Selain penggunaan
formasi Hutan Mangrove yang sangat baik sebagai peredam ombak dan dapat membantu
proses pengendapan lumpur, pemilihan tanaman/vegetasi yang akan digunakan juga
mengutamakan vegetasi yang berasal dari daerah setempat.
6.

Makam
Penyediaan RTH pada areal pemakaman disamping memiliki fungsi utama sebagai tempat
penguburan jenazah juga memiliki fungsi ekologis, yaitu sebagai daerah resapan air, tempat
pertumbuhan berbagai vegetasi, pencipta iklim mikro, tempat hidup burung serta fungsi
sosial masyarakat disekitar seperti tempat beistirahat dan sebagai sumber pendapatan.
Penataan makam-makam di wilayah perencanaan dilakukan dengan mengoptimalkan
fungsi makam, yaitu selain untuk pemakaman umum dapat juga difungsikan untuk kawasan
resapan dengan menanami tanaman yang dapat berfungsi sebagai RTH Kota. Kawasan
pemakaman yang menjadi perhatian khusus adalah kawasan Makam Maulana Malik
Ibrahim dan Makam Sunan Giri karena tidak hanya kawasan makam saja yang menjadi
perhatian namun juga penataan lingkungan disekitarnya yang perlu penataan sebagai
kawasan wisata budaya dan religi.
Penyediaan ruang terbuka hijau pada areal pemakaman disamping memiliki fungsi utama
sebagai tempat penguburan jenasah juga memiliki fungsi ekologis yaitu sebagai daerah
resapan air, tempat pertumbuhan berbagai jenis vegetasi, pencipta iklim mikro serta tempat
hidup burung serta fungsi sosial masyarakat disekitar seperti beristirahat dan sebagai
sumber pendapatan.
Untuk penyediaan RTH pemakaman, maka ketentuan bentuk pemakaman adalah sebagai
berikut:
 Ukuran makam 1 m x 2 m;
 Jarak antar makam satu dengan lainnya minimal 0,5 m;
 Tiap makam tidak diperkenankan dilakukan penembokan/perkerasan;
 Pemakaman dibagi dalam beberapa blok, luas dan jumlah masing-masing blok
disesuaikan dengan kondisi pemakaman setempat;
 Batas antar blok pemakaman berupa pedestrian lebar 150-200 cm dengan deretan
pohon pelindung disalah satu sisinya;
 Batas terluar pemakaman berupa pagar tanaman atau kombinasi antara pagar
buatan dengan pagar tanaman, atau dengan pohon pelindung;

111

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


 Ruang hijau pemakaman termasuk pemakaman tanpa perkerasan minimal 70% dari
total area pemakaman dengan tingkat liputan vegetasi 80% dari luas ruang
hijaunya.

Bentuk Sempadan
Makam

Tabel 3.10. Rencana Jenis Vegetasi Untuk RTH Pemakaman


Jenis Vegetasi
Keterangan
Kamboja

Fungsi :
- Peneduh
- Penghasil Bau
Pemeliharaan :
- Frekuensi pemupukan 1 kali/4-6 bulan
(pupuk kandang)
- Frekuensi pemangkasan 1 kali/tahun

Puring

Penanaman
- Jarak : 2 m
Fungsi
- Memiliki kemampuan evapotranspirasi
yang tinggi
Pemeliharaan
- Pemupukan NPK kandungan nitrogen
tinggi ( masa pertumbuhan) dan NPK
kandungan fosfor tinggi (masa
pembungaan)
- Pemangkasan secara insidental.
- Penyiraman intensif
Fungsi :
- Penyubur tanah, perakarannya tidak
merusak tanah
- Tanaman peneduh
Pemeliharaan
- Pemupukan 4-6 bulan sekali
- Pemangkasan insidental

Bungur

Dadap Merah

Fungsi :
- Menanggulangi genangan
- Perakarannya tidak merusak makam
- Tanaman peneduh
Pemeliharaan
Pemeliharaan
- Pemupukan 4-6 bulan sekali
-

Pemangkasan insidental

112

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Bentuk Sempadan

Jenis Vegetasi

Keterangan

Tanjung

Fungsi :
- Menanggulangi genangan/ penyerap
air
- Tanaman peneduh
Pemeliharaan
-

Pemupukan saat pertumbuhan (NPK


berkadar N tinggi) dan saat pembuangan
(NPK dengan kadar P tinggi)
Pemangkasan secara insidental

- Penyiraman semiintensif
Sumber: Hasil Rencana, Tahun 2010

Gambar 3.1. Konsep Rencana Ruang Terbuka Hijau (RTH)


Sumber : RDTR Kecamatan Gresik-Kebomas 2008

Berdasarkan kebutuhan pengembangan Ruang Terbuka Hijau berupa taman tersebut diatas,
terlihat bahwa kebutuhan taman untuk akhir tahun perencanaan adalah sebesar 220 Ha atau
sebesar 7 % dari luas total Kota Gresik. Sesuai dengan amanat UU No. 26 Tahun 2007 tentang

113

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Penataan Ruang, maka alokasi Ruang Terbuka Hijau disuatu kawasan/kota minimal adalah
sebesar 30 %, dimana 20 % merupakan RTH aktif dan 10 % merupakan RTH pasif. Kebutuhan
RTH aktif di Kota Gresik diarahkan pada pengembangan RTH berupa taman, hutan kota,
sempadan, baik sempadan untuk perlindungan setempat maupun sempadan jalan. Sementara
itu untuk memenuhi kebutuhan RTH pasif di Kota Gresik, diarahkan melalui ruang terbuka yang
terdapat di setiap rumah. Pengaturan RTH pasif ini didasarkan pula pada pengaturan KDB.
Tabel 3.11. Kebutuhan RTH Kecamatan Gresik Kebomas Tahun 2027
Unit Lingkungan
Kecamatan Gresik
SKP I
Taman RT
Taman RW
Taman Desa/Kelurahan
Taman Kecamatan
Taman Kota
SKP II
Taman RT
Taman RW
Taman Desa/Kelurahan
Taman Kecamatan
Taman Kota
SKP III
Taman RT
Taman RW
Taman Desa/Kelurahan
Taman Kecamatan
Taman Kota
Kecamatan Kebomas
SKP I
Taman RT
Taman RW
Taman Desa/Kelurahan
Taman Kecamatan
Taman Kota
SKP II
Taman RT
Taman RW
Taman Desa/Kelurahan
Taman Kecamatan
Taman Kota
SKP III
Taman RT
Taman RW
Taman Desa/Kelurahan
Taman Kecamatan
Taman Kota
SKP IV
Taman RT
Taman RW
Taman Desa/Kelurahan
Taman Kecamatan

Jumlah
Penduduk
(jiwa)
64,844
250
3,000
30,000
120,000
480,000
28,902
250
3,000
30,000
120,000
480,000
31,765
250
3,000
30,000
120,000
480,000
53,406
250
3,000
30,000
120,000
480,000
28,891
250
3,000
30,000
120,000
480,000
28,463
250
3,000
30,000
120,000
480,000
38,685
250
3,000
30,000
120,000

Luas Tiap unit


Berdasarkan
Kepadatan (m2)

Jumlah
Sarana
(unit)

Luas
(ha)

250
15,000
10,000
24,000
144,000

259
22
2
1
0

6.48
32.42
2.16
1.30
1.95

250
15,000
10,000
24,000
144,000

116
10
1
0
0

2.89
14.45
0.96
0.58
0.87

250
15,000
10,000
24,000
144,000

127
11
1
0
0

3.18
15.88
1.06
0.64
0.95

250
15,000
10,000
24,000
144,000

214
18
2
0
0

5.34
26.70
1.78
1.07
1.60

250
15,000
10,000
24,000
144,000

116
10
1
0
0

2.89
14.45
0.96
0.58
0.87

250
15,000
10,000
24,000
144,000

114
9
1
0
0

2.85
14.23
0.95
0.57
0.85

250
15,000
10,000
24,000

155
13
1
0

3.87
19.34
1.29
0.77

114

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Jumlah
Penduduk
(jiwa)
Taman Kota
480,000
SKP V
25,046
Taman RT
250
Taman RW
3,000
Taman Desa/Kelurahan
30,000
Taman Kecamatan
120,000
Taman Kota
480,000
Gresik - Kebomas
300,003
Taman Kecamatan
120,000
Taman Kota
480,000
Sumber ; RDTR Kecamatan Gresik-Kebomas
Unit Lingkungan

Luas Tiap unit


Berdasarkan
Kepadatan (m2)
144,000

Jumlah
Sarana
(unit)

Luas
(ha)
0

1.16

250
15,000
10,000
24,000
144,000

100
8
1
0
0

2.50
12.52
0.83
0.50
0.75

24,000
144,000

3
1

6.00
9.00

3.2. PRASARANA PENDUKUNG PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN


Untuk mendukung upaya pengelolaan dan pemeliharaan RTH Kota Gresik,
direncanakan pula penyediaan prasarana pendukung yang dapat memenuhi kebutuhan kegiatan
tersebut. Adapun kebutuhan prasarana RTH meliputi kecukupan ketersediaan air, prasarana
pengelolaan air limbah dan persampahan, ketersediaan penerangan/energy listrik yang
memadai dan prasarana transportasi pengelolaannya. Adapun peta rencana untuk penyediaan
prasarana yang diperlukan telah direncanakan di dalam RDTR Kecamatan Gresik dan Kebomas.

Gambar 3.2. Rencana Utilitas Kota Gresik

115

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

Gambar 3.3. Rencana Alokasi RTH Kecamatan Gresik - Kebomas

116

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Tabel 3.12. Sistem Penyediaan Air Untuk Taman
Sumber
Air
- Sumur
Bor

Faktor-faktor Yang Harus


Diperhatikan
 Jarak min. sumur 15 m
dari tangki septictank.
 Debit air yang
dibutuhkan.
 Kedalaman tergantung
pada kedalaman lapisan
akifer yang akan
digunakan dan jenis
akifernya. Penentuan
jenis akifer (tertekan atau
tidak) berdasarkan data
log bor. Jenis akifer harus
mempertimbangkan
apakah memiliki
permeabilitas rendah
atau tinggi, kenaikan air
dan tinggi muka air tanah.
 Pompa Alat untuk
menghisap air dari lubang
bor ke atas permukaan
tanah. Pada pemboran air
tanah dalam pompa yang
lazim digunakan adalah
pompa benam
(submersible pump).
 Piezometer adalah sebuah
alat pengukur muka air
tanah yang ditempatkan
di dalam sumur pantau.
Sumur pantau
ditempatkan disekitar
sumur pemompaan
(tergantung dana yang
tersedia).
 Grouting : suatu lapisan
buatan (berupa lapisan

Cara Penyiraman
Irigasi Sprinkler / Curah
berfungsi untuk memberikan
air secara merata dan efisien
pada
areal
pertanaman
tertentu dengan jumlah dan
kecepatan yang sama atau
kurang dari daya penyerapan
tanah

Tahapan Desain
-

Irigasi Tetes merupakan cara


pemberian air pada tanaman
secara langsung, baik pada
permukaan tanah maupun di
dalam tanah melalui tetesan
secara kontinu.

Perawatan

Menyusun nilai-nilai faktor rancangan yang meliputi


sifat fisik tanah, air tanah tersedia, laju infiltrasi,
evatranspirasi tanaman, curah hujan efektif dan
kebutuhan irigasi.
Pembuatan skema tata letak (lay-out)
Penetapan jumlah dan sub unit sprinkler dan blok
irigasi.
Perhitungan rancangan hidrolika sub unit dilihat
dari karakteristik pompa dan spesifikasi sprinkler
Jika persyaratan hidrolika sub unit tidak terpenuhi
alternative yang dapat dilakukan adalah modifikasi
letak, mengubah diameter pipa dan mengganti
spesifikasi sprinkler.
Persyaratan hidrolika jaringan perpipaan harus
dipenuhi untuk mendapatkan penyiraman yang
seragam (nilai koefisien keseragaman harus > 85%)

a.
b.
c.

Perawatan pompa air


Perawatan sprinkler
Perawatan jaringan
perpipaan

Menyusun nilai-nilai faktor rancangan yang meliputi


sifat fisik tanah, air tanah tersedia, laju infiltrasi,
evapotranspirasi tanaman, curah hujan efektif dan
kebutuhan air irigasi.
Pembuatan skema tata letak (lay-out)
Penetapan jumlah dan sub unit dan blok irigasi.
Perhitungan rancangan hidrolika sub unit dilihat
dari karakteristik hidrolika pipa dan spesifikasi
emiter.
Jika persyaratan hidrolika sub unit tidak terpenuhi
alternative yang dapat dilakukan adalah modifikasi
tata letak, mengubah diameter pipa dan mengganti
spesifikasi emiter.
Penghtungan total kebutuhan tekanan dan kapasitas
system, berdasarkan desain tata letak yang sudah
final serta mempertimbangkan karakteristik
hidrolika pipa yang digunakan.
Penentuan jenis dan ukuran pompa air beserta
tenaga/ mesin penggeraknya.

a.
b.
c.

Perawatan pompa air


Perawatan filter
Perawatan jaringan
perpipaan

117

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK


Sumber
Air

Faktor-faktor Yang Harus


Diperhatikan
semen) yang berfungsi
untuk menahan
konstruksi lubang bor
(minimum 20 m atau
melihat kedalaman sumur
dangkal di sekitarnya).

Cara Penyiraman

Tahapan Desain
-

Perawatan

Persyaratan hidrolika jaringan perpipaan harus


dipenuhi untuk mendapatkan penyiraman yang
seragam (nilai koefisien keseragaman harus > 95%)

Sumber : Pedoman teknis pengembangan irigasi bertekanan (irigasi sprinkler dan irigasi tetes)

118

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

3.3. INDIKASI PROGRAM PEMBANGUNAN RTH KOTA GRESIK


Tabel 3.13. Indikasi Program Pembangunan RTH Kota Gresik 2012-2014
NO

KLASIFIKASI DAN
JENIS RTH KOTA

FUNGSI

LOKASI

I
1.

Program Pembangunan RTH Kecamatan Gresik


RTH TAMAN
Interaksi Sosial, Alun-alun; Taman
Ekologis,
GNI; Sidomoro;
Estetika
Sidokumpul

2.

RTH JALUR HIJAU


JALAN

Sosial, Ekologis, Pulau Jalan GNI ;


Estetika
Pulau Jalan
Perlimaan Petro

3.

RTH JALUR HIJAU


REL KA

Ekologis,
Keamanan

4.

RTH JALUR HIJAU


SUNGAI

Sosial, Ekologis, Kali Tutup Timur;


Keamanan
Kali Tutup Barat; Kali
Pelabuhan Gresik

5.

RTH JALUR HIJAU


WADUK

Pengaman Tepi Telaga Sidomoro


Waduk

6.

RTH SEMPADAN
PANTAI

Ekologis,
Keamanan

7.

RTH HUTAN KOTA

Sosial, Ekologis, Hutan Petrokimia;


Estetika

8.

RTH PEMAKAMAN

Sosial

Tenggulan
Kemuteran;
Sidorukun Manyar

Telaga Pojok;
Lumpur

Tlogopojok;
Pulopancikan;
Sukorame;
Tlogopatut; Ngipik;
Sidokumpul;

LUAS
(Ha)

JANGKA
WAKTU

3,90 Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah
0,002 Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah
13,95 Jangka
Menengah;
Jangka
Panjang
5,90 Jangka
Menengah;
Jangka
Panjang
0,05 Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah
0,40 Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah
6,25 Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah
13,38 Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah

PROGRAM

PEMANGKU
KEPENTINGAN

KETERANGAN

 Pembangunan Taman Lingkungan Badan Lingkungan


 Pembangunan Taman Interaksi
Hidup
Sosial
 Penataan Jalur Hijau Jalan
 Penghijauan Jalur Hijau Jalan

Badan Lingkungan
Hidup

 Penataan Jalur Hijau Rel KA


 Penghijauan Jalur Hijau Rel KA

Badan Lingkungan
Hidup; PT. KAI

Diperlukan pembebasan
lahan sempadan rel KA

 Penataan Jalur Hijau Sungai


 Penghijauan Jalur Hijau Sungai

Badan Lingkungan
Hidup; Dinas
Pekerjaan Umum

Diperlukan pembebasan
lahan sempadan sungai

 Penataan Tepian Waduk


 Penghijauan Tepian Waduk

Badan Lingkungan
Hidup

 Penataan Tepian Pantai


 Penghijauan Tepian Pantai

Badan Lingkungan
Hidup; Dinas
Kelautan

 Penataan Hutan Kota


 Penghijauan Hutan Kota

Badan Lingkungan
Hidup; Swasta

 Penataan Kawasan Makam


 Penghijauan Kawasan Makam

Badan Lingkungan
Hidup

119

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

NO
II
1.

2.

3.

KLASIFIKASI DAN
JENIS RTH KOTA

FUNGSI

LOKASI

Karangturi
Program Pembangunan RTH Kecamatan Kebomas
RTH TAMAN
Interaksi Sosial, Segoromadu;
Ekologis,
Bunderan GKB;
Estetika
Randuagung;
Segunting; Tubanan;
Tri Darma;
Petrokimia Gresik;
Pemda
RTH JALUR HIJAU
Sosial, Ekologis, Median Veteran;
JALAN
Estetika
Median Kartini;
Median Dr. Wahidin
SH; Pulau Jalan
Sidomoro ; Median
Akses Tol; Pulau
Jalan Kebomas
RTH JALUR HIJAU
Ekologis,
Tenggulan
REL KA
Keamanan
Kemuteran

4.

RTH JALUR HIJAU


SUNGAI

Sosial, Ekologis, Kali Lamong; Kali


Keamanan
Pelabuhan Semen

5.

RTH JALUR HIJAU


SUTT

Ekologis,
Keamanan

6.

RTH JALUR HIJAU


WADUK

7.

RTH SEMPADAN
PANTAI

SUTT SidorukunTenggulunan; SUTT


KramatinggilSegoromadu; SUTT
KramatinggilKembangan; SUTT
Segoromadu-Ngipik
Pengaman Tepi Telaga Ngipik;
Waduk
Waduk Banjar Urip;
Telaga Pegat
Ekologis,
Keamanan

Gulomantung;
Tenggulunan;
Kedanyang;
Terambangan;

LUAS
(Ha)

JANGKA
WAKTU

40,15 Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah

2,41 Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah

5,08 Jangka
Menengah;
Jangka
Panjang
75,00 Jangka
Menengah;
Jangka
Panjang
57,12 Jangka
Menengah;
Jangka
Panjang

1,01 Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah
3,34 Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah

PROGRAM

PEMANGKU
KEPENTINGAN

KETERANGAN

 Pembangunan Taman Lingkungan Badan Lingkungan


 Pembangunan Taman Interaksi
Hidup
Sosial

 Penataan Jalur Hijau Jalan


 Penghijauan Jalur Hijau Jalan

Badan Lingkungan
Hidup

 Penataan Jalur Hijau Rel KA


 Penghijauan Jalur Hijau Rel KA

Badan Lingkungan
Hidup; PT. KAI

 Penataan Jalur Hijau Sungai


 Penghijauan Jalur Hijau Sungai

Badan Lingkungan
Hidup; Dinas
Pekerjaan Umum

 Penataan Jalur Hijau SUTT


 Penghijauan Jalur Hijau SUTT

Badan Lingkungan
Hidup

 Penataan Tepian Waduk


 Penghijauan Tepian Waduk

Badan Lingkungan
Hidup; Dinas
Kelautan

 Penataan Tepian Pantai


 Penghijauan Tepian Pantai

Badan Lingkungan
Hidup; Dinas
Kelautan

Diperlukan pembebasan
lahan sempadan rel KA

120

PROGRAM PENGEMBANGAN KOTA HIJAU KABUPATEN GRESIK

NO

KLASIFIKASI DAN
JENIS RTH KOTA

8.

RTH HUTAN KOTA

9.

RTH PEMAKAMAN

FUNGSI

LOKASI

LUAS
(Ha)

JANGKA
WAKTU

Segoro Madu; Karang


Kiring; Sukorejo
Sosial, Ekologis, Hutan Semen; Hutan 220,45 Jangka
Estetika
Giri; Hutan
Menengah;
Ngargosari; Hutan
Jangka Panjang
Tenggulunan; Hutan
Prambanan
Sosial

III Program Pembangunan RTH Privat


1. RTH KAWASAN
Ekologis
INDUSTRI

2.

RTH KAWASAN
PERMUKIMAN

Sosial,
Ekologis,
Estetika

3.

RTH
Ekologis,
PERDAGANGAN,JASA, Estetika
PERKANTORAN

IV Program Penambahan Luasan RTH


1. RTH Reklamasi
Sosial,
Lumpur
Ekologis,
Estetika
2. RTH Median
Ekologis,
Gulomantung
Estetika
3. RTH Kawasan
Sosial,
Industri
Ekologis
Gulomantung

Taman Makam
Pahlawan

0,14 Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah

Semen Gresik;
Petrokimia Gresik

135,9
1

BP Randu Agung;
Perum. Kota Gresik
Baru (GKB); Graha
Kembangan Asri;
Alam Bukit Raya;
Bukit Randu Agung
Indah; BP Kulon
Kecamatan Gresik;
Kecamatan
Kebomas

32,85

Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah
Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah

PROGRAM

PEMANGKU
KEPENTINGAN

 Penataan Hutan Kota


 Penghijauan Hutan Kota

Badan Lingkungan
Hidup; Swasta

 Penataan Kawasan Makam


 Penghijauan Kawasan Makam

Badan Lingkungan
Hidup

KETERANGAN

Untuk Hutan Semen


akan diperpanjang
HPLnya untuk alih
fungsi dari
pertambangan menjadi
RTH Hutan Aktif

 Penghijauan RTH Kawasan


Industri

Developer

Dilaksanakan oleh
developer industri
semen dan petrokimia

 Penataan RTH Lingkungan


 Penghijauan RTH Lingkungan

Developer,
Kelompok
Masyarakat

Sebagian besar
melibatkan swadaya
masyarakat

4,47

Jangka
Pendek;
Jangka
Menengah

 Penataan RTH Kawasan


 Penghijauan RTH Kawasan

Developer

Dilaksanakan oleh
developer

Pantai Desa
Lumpur

0,52

Jangka
Pendek

 Penataan RTH Kawasan


 Penghijauan RTH Kawasan

Dinas Pekerjaan
Umum

Desa Gulomantung

0,66

Desa Gulomantung

0,69

Jangka
Menengah
Jangka
Pendek






Dinas Pekerjaan
Umum; Swasta
Badan Lingkungan
Hidup; Pemerintah
Pusat; Swasta

Reklamasi telah
selesai. Pelaksanaan
oleh Pemkab
Melibatkan Peranserta
Swasta Industri (CSR)
Melalui Program
P2KH, melibatkan
masyarakat

Penataan RTH Kawasan


Penghijauan RTH Kawasan
Penataan RTH Kawasan
Penghijauan RTH Kawasan

121