Anda di halaman 1dari 3

G.

PEMBAHASAN
Analisis kation merupakan pendekatan yang sistematis. Umumnya dapat dilakukan dengan 2 cara
yaitu pemisahan dan identifikasi. Pemisahan dilakukan dengan cara mengendapkan suatu kelompok
kation dari larutannya. Kelompok kation yang mengendap dipisahkan dari larutan dengan cara
sentrifus dan menuangkan filtratnya ke tabung uji yang lain. Larutan yang masih berisi sebagian besar
kation kemudian diendapkan kembali membentuk kelompok kation baru. Jika dalam kelompok kation
yang terendapkan masih berisi beberapa kation maka kation-kation tersebut dipisahkan lagi menjadi
kelompok kation yang lebih kecil, sehingga pada akhirnya dapat dilakukan uji spesifik untuk satu
kation. Pada praktikum ini bertujuan agar mahasiswa dapat memisahkan dan mengidentifikasi
kation-kation dalam sampel. Kation-kation yang digunakan dalam percobaan ini, tidak ditentukan
jenis-jenis kation apa saja yang digunakan, sebab kation yang digunakan tergabung dalam larutan
sampel. Dari larutan sampel tersebut, kita bisa mengidentifikasi jenis-jenis kation apa saja yang ada
dalam larutan sampel.
Pada percobaan pertama yaitu sampel yang ditambahkan larutan NaCl kemudian terbentuk
endapan, endapan yang terbentuk adalah endapan berwarna putih. Dari hasil pengamatan dapat
diketahui bahwa kation dalam endapan itu adalah Ag

dan Pb . Kation dalam endapan tersebut

merupakan kation golongan I yang mengendap sebagai garam klorida yang berwarna putih karena
bereaksi dengan NaCl 1 M.
Endapan PbCl2 akan larut dengan kenaikkan suhu. Kenaikkan suhu umumnya dapat memperbesar
kelarutan endapan kecuali pada beberapa endapan, seperti kalsium sulfat, berlaku sebaliknya.
Perbedaan kelarutan karena suhu ini dapat digunakan sebagai dasar pemisahan kation. Oleh karena itu,
PbCl2 dapat dipisahkan dari kation yang lain dengan menambahkan H2 O panas kemudian mensentrifus
dan memisahkannya dari larutan. Adanya filtrat Pb

dapat diidentifikasi dengan penambahan

K 2CrO 4 membentuk endapan kuning atau dengan H 2SO4 membentuk endapan yang berwarna
putih.
Pada percobaan kedua yaitu filtrat B ditambahkan dengan larutan NaOH berlebih dan terbentuk
endapan coklat. Kemungkinan kation dalam endapan tersebut yaitu Fe
filtrat B ditambahkan dengan NaOH, kation Fe
mengendapnya kation Fe

dan Mn . Saat larutan dari

bereaksi dengan NaOH dan menyebabkan

sebagai hidroksidanya Fe(OH)3 coklat. Selanjutnya pada penambahan

NH3 berlebih + HNO3 , terbentuk endapan coklat merah seperti gelatin Fe(OH)3 . Apabila kedalam
endapan tersebut ditambahkan NaOH berlebih, menyebabkan endapannya menjadi tidak larut. Hal
tersebut dikarenakan NaOH yang bersifat basa kuat sehingga sulit bereaksi dengan Fe(OH) 3 dan

mengakibatkan endapan tidak larut. Kelarutan bergantung juga pada sifat dan konsentrasi bahan lain
yang ada dalam campuran larutan itu. Bahan lain tersebut dikenal dengan ion sekutu dan ion asing.
Umumnya kelarutan endapan berkurang dengan adanya ion sekutu yang berlebih dan dalam
praktiknya ini dilakukan dengan memberikan konsentrasi pereaksi yang berlebih. Tetapi penambahan
pereaksi berlebih ini pada beberapa senyawa memberikan efek yang sebaliknya yaitu melarutkan
endapan. Hal ini terjadi karena adanya pembentukkan kompleks yang dapat larut dengan ion sekutu
tersebut. Sedangkan adanya ion asing menyebabkan kelarutan endapan menjadi sedikit bertambah,
kecuali jika terjadi reaksi kimia antara endapan dengan ion asing. Penambahan ion asing seperti
penambahan asam atau basa kuat dan ligan dapat menyebabkan endapan menjadi larut kembali.
Sedangkan pada Mn

terbentuk endapan MnO(OH)2 yang berwarna coklat bila ditambahkan dengan

NaOH berlebih. Pada dasarnya, Mn

bila ditambahkan NaOH (tanpa berlebih) akan membentuk

endapan putih Mn(OH)2 , dan jika ditambahkan lagi dengan NaOH berlebih, endapan menjadi tidak
larut. Namun, dengan adanya udara bebas menyebabkan Mn(OH)2 teroksida dengan cepat membentuk
endapan coklat MnO(OH)2 . Selanjutnya pada penambahan NH3 berlebih + HNO3 , endapan
MnO(OH)2 menjadi larut, diakibatkan konsentrasi pereaksi yang berlebih.
Pada percobaan ketiga yaitu filtrat C ditambahkan dengan NH 3 dan HNO3 membentuk endapan
putih, sehingga kemungkinan kation yang ada yaitu Al . Pada penambahan NH3 terbentuk endapan
Al(OH) 3 berwarna putih. Hidroksida aluminium ini bersifat amfoter sehingga dapat larut dalam NaOH.
Jika NaOH ditambahkan pada hidroksida aluminium, maka hidroksida selanjutnya dari kation tersebut
akan terbentuk. Tetapi aluminium yang bersifat amfoter akan larut membentuk kompleks Al(OH) 4 .
Pada penambahan HNO 3 dalam filtrat C terdapat kation Al

dan apabila ditambahkan NH3 terbentuk

endapan putih Al(OH) 3.


Jadi, dari hasil pengamatan yang dilakukan dapat diketahui kation-kation yang ada dalam sampel yang
digunakan yaitu Ag , Pb , Fe

, Mn , dan Al .

H.KESIMPULAN
Berdasarkan hasil pengamatan, analisis data, dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa :
1

Endapan PbCl

akan larut dalam air panas karena memiliki kelarutan yang tinggi.

Reaksi spesifik ion Ag

+ Cl

AgCl(s) putih.

Reaksi spesifik ion Pb

+ Cl

PbCl

Reaksi spesifik ion Fe

+ 3OH

Reaksi spesifik ion Mn

+ 2OH

(s) putih.

Fe(OH) 3(s) coklat.


MnO(OH)2(s) coklat.

Pb

dapat diidentifikasi dengan K2 CrO4 membentuk endapan berwarna kuning, karena

terbentuk PbCrO4 setelah sebelumnya diidentifikasi dengan NaCl yang membentuk endapan putih
PbCl2 .
7

Fe

dapat diidentifikasi dengan NaOH membentuk endapan Fe(OH) 3 yang berwarna coklat.

Pada endapan-endapan tertentu dapat dipengaruhi oleh kenaikan suhu. Kenaikkan suhu

umumnya dapat memperbesar kelarutan endapan kecuali pada beberapa endapan.


9

Al(OH)3 bersifat amfoter sehingga dapat larut dalam NaOH membentuk kompleks. Reaksi

yang terjadi adalah :


10 Kelarutan dalam suatu endapan dapat dipengaruhi oleh sifat dan konsentrasi bahan yang ada
dalam campuran larutan itu. Kelarutan endapan berkurang dengan adanya pereaksi yang berlebih.
Namun, dalam beberapa senyawa terjadi sebaliknya yaitu dapat melarutkan endapan.
11 Dari percobaan yang dilakukan, dapat diketahui kation-kation yang terdapat dalam larutan
sampel yang digunakan yaitu Ag , Pb , Fe , Mn , dan Al .