Anda di halaman 1dari 7

6.1.

Definisi Akuntansi Internasional


Weirich, Avery, and Anderson (1971) menyajikan sebuah pandangan dari tiga cara

yang berbeda tentang pengertian akuntansi internasional (Riahi-Belkaoui, 2000, p.480). Ini
dapat dibedakan menjadi:
1. Universal atau akuntansi dunia.
2. Comparative atau akuntansi internasional.
3. Akuntansi perusahaan-pusat asing.
Universal atau akuntansi dunia mempertimbangkan permasalahaan (seperti biaya,
keuntungan, yang merupakan hambatan) yang berhubungan dengan pelaksanaan dari sebuah
penyeragaman perlengkapan dari peraturan-peraturan akuntansi yang akandigunakan
diseluruh dunia. Weirich, Avery and Anderson (1971) menyatakan:
Akuntansi dunia. Dalam lingkup dari konsep ini, akuntansi internasional
dipertimbangkan untuk menjadi sebuah system yang umum dan bisa digunakan di seluruh
dunia. Sebuah kumpulan keseluruhan dari dasar-dasar akuntansi yang biasa diterima
(generally accepted accounting principle, GAAP), seperti pengembangan pemikiran di
Amerika Serikat, akan ditingkatkan. Praktek-praktek dan dasar-dasar akan dikembangkan
sehingga bisa diterima oleh semua negara. Konssep ini akan menjadi tujuan yang paling
utama dari sebuah system inteernasional.
Comparative atau Akuntansi Internasional. Sebuah konsep utama yang kedua dari
istilah akuntansi internasional yang mempengaruhi pembelajaran deskriptif dan informatif.
Berdasarkan konsep ini, akuntansi internasional meliputi macam-macam dari semua
prinsip, metode dan akuntansi standar dari seluruh negara. Konsep ini meliputi dasar-dasar
akuntansi yang biasa diterimadan dikembangkan diseluruh negara, dengan cara meminta
akuntan

menjadi

prinsip-prinsip

yang

komplek

ketika

mempelajari

akuntansi

internasional. . . tanpa keseluruhan, sebuah kumpulan dari semua prinsip-prinsip, metodemetode, dan standar-standar dari seluruh negara akan dipertimbangkan sebagai system
akuntansi internasional. Perbedaan hasil ini dikarenakan oleh perbedaan geografis, social,
ekonomi, politik dan pengaruh-pengaruh lainya yang legal.
Akuntansi untuk subsidi asing. Konsep utama yang ketiga yang mungkin bisa
diterapkan pada akuntansi internasional mengarah pada praktek-praktek akuntansi dari
sebuah induk perusahaan dan sebuah subsidi asing.dibutuhkan referensi konsep-konsep
dasar untuk negara-negara tertentu agar laporan keuangan internal lebih efektif. Akuntan
mengetahui pokok-pokok terjemahan dan penyesuaian dari pernyataan subsidi keuangan.
Teori Akuntansi Bab VI Akuntansi International dan Efek dari Perbedaan Budaya
dan Usaha Pengharmonisasian
1

Berbeda dengan permasalahan akuntansi yang semakin tinggi dan perbedaan prinsipprinsip akuntansi tergantung dimana negara menggunakannya sebagai referensi untuk
tujuan terjemahan dan penyesuaian.
6.2.

Penjelasan Perbedaan atas Penerapan Praktek-Praktek Akuntansi di Beberapa


Negara
Akuntansi internasional yang dikemukakan oleh Weirich, Avery and Andeerson

(1971), cabang tersebut memeriksa perbedaan dalam ruang lingkup internasional di dalam
praktek-praktek akuntansi. Penulis seperti Perera (1989) menyatakan bahwa praktek- praktek
akuntansi di dalam negara-negara tertentu yang berkembang untuk menyamakan kondisi
sebuah masyarakat tertentu, pada waktu tertentu. Sementara itu, masih ada sebuah perbedaan
besar dalam sistem akuntansi yang diterapkan di negara-negara berbeda, ini telah diterima
secara umum bahwa ada dua model utama dari akuntansi keuangan yang telah dikembangkan
di dalam bidang ekonomi di negara-negara berkembang: Anglo-American Model dan
Continental European Model (Mueller, 1967; Nobes, 1984).
Di dalam masyarakat, akuntansi memberikan sebuah fungsi pelayanan. Fungsi ini
dletakkan pada kondisi yang sangat berbahaya kecuali ketika berlangsungnya proses
akuntansi, sangatlah berguna. Ini harus ditanggapi untuk perubahan yangdibutuhkan
dari masyrakat dan harus menggabarkan kondisi sosial, politik, dan ekonomi dimana
dioperasikan. Ini sangatlah berarti tergantung kemampuannya untuk memperkecil
keadaan.
Alasan-alasan Perbedaan Akuntansi Internasional
1. Kepemilikan bisnis atau sistem keuangan
2. Warisan kolonial
3. Penyerbuan
4. Perpajakan
5. Inflasi
6. Tingkat pendidikan
7. Umur dan jumlah dari akuntan
8. Perkembangan tingkat ekonomi
9. Sistem yang legal
10. Budaya
11. Sejarah
12. Geografi
13. Bahasa
14. Pengaruh dari teori

15. Sistem politik, keadaan (iklim) sosial


16. Agama
17. Kebetulan

6.2.1. Budaya
Keterkaitan antara akuntansi dan budaya seperti yang diungkapkan oleh Violet
(1983,p.8), yaitu:
Akuntansi adalah sebuah institusi sosial yang dibentuk oleh budaya-budaya untuk
melaporkan dan menjelaskan fenomena sosial tertentu yang terjadi dalam transaksi
ekonomi. Sebagai sebuah institusi sosial, akuntansi telah menyatukan kebudayaan adat dan
elemen-elemen tertentu di dalam paksaan dari aturan-aturan budaya. Akuntansi tidak bisa
dipisahkan dan di analisa sebagai sebuah komponen yang bebas dari sebuah budaya. Seperti
umat manusia dan institusi sosial lainnya, sebuah produk dari budaya dan memberikan
perubahan pada kebudayaan yang menerapkannya. Karena akuntansi ditetapkan secara
budaya, adat istiadat, kepercayaan, dan instisusi mempengaruhinya.
6.2.2. Empat Dimensi Nilai Sosial menurut Hofstede (Hofstede, 1984)
1. Individualisme melawan Kolektifisme

Individulisme berarti sebuah pilihan untuk melepaskan hubungan kerangka sosial di


dalam sebuah masyarakat dimana perseorangan diharuskan untuk menjaga dirinya
sendiri dan keluarga terdekatnya saja. sedangkan kolektifisme yang berarti sebuah
pilihan untuk mempertebal hubungan kerangka sosial dimana perseorangan bisa
mengharapkan orang lain, kaum, atau kelompok lainnya untuk membantu secara
ikhlas (ini akan jelas bahwa kata kolektifisme tidak digunakan di sini untuk
mengartikan sistem sosial tertentu apapun itu.
2. Besar melawan Kecil, Jangkauan Jarak
Jangkauan jarak adalah tingkatan dimana anggota masyarakat menerima kekuatan
tersebut dalam institusi dan organisasi disalurkan secara tidak seimbang. Ini
mengakibatkan tindakan dari kekuatan yang lemah sama bagusnya dengan aggota
masyarakat yang memiliki kekutan lebih besar. Permasalah pokok dalam lingkup ini
adalah bagaimana sebuah masyarakat mengendalikan ketidakseimbangan antara satu
sama lain ketika terjadi pada saat itu. Ini telah menjadi konsekuensi besar untuk
mengapa mengapa orang-orang membangun institusi and organisasi.
3. Kuat melawan Lemah, Pengalihan Ketidakpastian
Pengalihan ketidakpastian adalah tingkatan dimana anggota masyarakat merasakan
tidak nyaman dengan ketidakpastian dan kerancuan. Permasalahan utama ditujukan
pada lingkup ini adalah bagaimana sebuah reaksi masyarakat terhadap fakta pada saat
itu hanya berjalan searah dan tidak mengetahui apa yang akan terjadi selanjutnya

apakah mencoba untuk mengantisipasi yang akan datang atau hanya membiarkan
segalanya terjadi. Seperti jangkauan kekuatan, pengalihan yang tidak pasti memiliki
konsekuensi pada manusia yang membangun institusi atau organisasi.
4. Sifat Maskulin melawan Sifat Feminim
Sifat maskulin berarti sebuah pilihan di dalam masyarakat untuk pencapaian sukses,
kepahlawanan, ketegasan dan sukses secara materi. Pokok permasalahan yang
ditujukan dalam lingkup ini adalah cara dimana sebuah masyarakat menyediakan
aturan-aturan kemasyarakatan (sebagai lawan untuk hal-hal yang bersifat biologis)
yang berhubungan dengan jenis kelamin.
6.2.3. Empat Nilai Akuntansi Menurut Grays (1988)
1. Profesionalisme melawan Pengawasan Perundangan

Sebuah pilihan untuk eksistensi dari keputusan individu secara professional dan
pemelihararan dari regulasi mandiri professional, sebagai kebalikan untuk pemenuhan
dengan pemberian permintaan legal dan pengawasan perundangan.
2. Keseragaman melawan Kebebasan
Sebuah pilihan untuk penyelenggaraan praktek-praktek akuntansi seragam antara
perusahaan dan kegunaan yang tetap dari praktek-praktek serupa sepanjang waktu,
berkebalikan dengan kebebasan dalam kesesuaiannya dengan kondisi dari perusahaan
perseorangan.
3. Konserfatisme melawan optimisme
Sebuah pilihan untuk sebuah pendekatan yang sangat hati-hati untuk mengatasi
ketidakpastian dari peristiwa-peristiwa yang akan dating, berkebalikan dengan
optimisme, laissez-faire, pendekatan yang mengambil resiko.
4. Kerahasiaan melawan Keterbukaan
Sebuah pilihan untuk bekerja secara empat mata dan pembatasan dari penyampaian
informasi tntang bisnis hanya dengan siapa yang ikut berperan di dalam manajeme
dan keuangan, berlawanan dengan keterbukaan, terbuka dan menggunakan
pendekatan yang bisa diketahui oleh publik.
Perera (1989) merumuskan kedua ukuran kebudayaan milik Hofstede dan nilai-nilai
batasan akuntansi daerah milik Grays dan menggunakannya untuk menjelaskan perbedaan
nyata dalam praktek akuntansi yang diambil dari negara-negara di benua eropa dan negara
Anglo-America. Berdasarkan Parera (p. 51):
Negara-negara benua eropa, Prancis dan Jerman Barat sangat menghidari
ketidakpastian skala, mengingat negara-negara Anglo-Amerika sama-sama menggunakan
skala yang rendah. Ini adalah sebuah pilihan untuk eksistensi dari keputusan professional
perseorangan, pemeliharaan dari regulasi sendiri secara professional, dan kebebasan dalam

kesesuaiannya dengan kodisi yang dirasakan dari perusahan-perusahaan perseorangan


dalam akuntansi daerah dari negara-negara Anglo-Amerika, mengingat sebuah pilihan
untuk pemenuhan permintaan yang bersifat legal dan pengawasan perundang-undangan,
pemeliharaan praktek-praktek akuntansi keseragaman antara perusahaan, dan penerapan
yang tetap dari praktek-praktek sepanjang waktu di dalam akuntansi daerah dari benua
eropa.
6.2.4. Agama
Sebuah keputusan dari penelitian yang didasarkan pada budaya, khususnya pada
batasan dari Hofstede dan Gray, mencoba menjadikan sebuah negara memasukkan dalam satu
grup pemikiran mereka tersebut dalam istilah komunitas dan akuntansi daerah ini dirasakan
sebagai sajian pedoman di dalam proses keharmonisasian khususnya pada pengidentifikasian
batasan-batasan. Seperti yang mereka gambarkan, agama lebih penting dari sebuah batasan
nasional. Mereka mengetahui bagaimana budaya Islam, yang telah ada di banyak negara,
memiliki kecxenderungan gagal untuk menggabungkan praktek-praktek akuntansi barat dan
mereka menggambarkan bagaimana permaslahan agama sebelumnya telah menempati ruang
yang terbatas didalam kepustakaan akuntansi. Mereka menyatakan (p. 134):
Eksistensi kepustakaan berhubungan dengan interaksi aktifitas bisnis dan Islam
membutuhkan pengembangan untuk menangkap pengaruh-pengaruh khusus yang sesuai
dengan kepercayaan Islam dalam struktur bisnis dan keuangan tak lebih dari lingkuplingkup Islam.
Berdasarkan Hamid, Craig, dan Clarke (1993) larangan pembayaran bunga
. . . sejauh ini harmonisasi dirasa cukup penting untuk membawakan pelaksanaandari
prosedur standar akuntansi barat dimana penghitungan bunga tersambung. Banyak standar
barat yang terdahulu dan sekarang membawakan prosedur yang tidak lengkap yang
termasuk nilai waktu dari konsep uang, yang tidak diakuai oleh Islam. (p. 144)
6.2.5. Kepemilikan Bisnis dan Sistem Keuangan
Nobes (1998) mengemukakan bahwa alasan pertama untuk perbedaan internasional
adalah perbedaan tujuan untuk laporan itu sendiri. Hipotesisnya memprediksikan sebuah
korelasi antara style dari keuangan perusahaan dan tipe dari system akuntansi yang aturannya
dibuat dan disiapkan dari laporan keuangan di negara-negara tetangga yang sangat
dipertimbangkan dengan pengguna luar.
Kerangka pemikiran tersebut digunakan oleh pembuat aturan dari Amerika Serikat,
Inggris, Australia dan tentu saja IASC. Pada khususnya, mereka menyatakan bahwa mereka
mempertimbangkan dengan penyajian laporan keuangan dan menyediakan prediksi keuangan

yang mengalir untuk pengguna luar yang pada umumnya memiiliki pengalaman dari
pernyataan keuangan dari perusahaan besar. Oleh perbedaan, berdasrkan kredit negara-negara
akan lebih mempertimbangkan perlindungan dari kreditor oleh karena itu dengan
penghitungan yang hati-hati dari keuntungan yang bisa didistribusikan.
6.3.

Lembaga Internasional dan Dampaknya pada Praktek-Praktek Akuntansi


Cabaang dari akuntansi internasional mengacu pada universal atau akuntansi dunia

oleh Weirich, Avery and Anderson (1971).


1. Komisi Standar Akuntansi Internasional (IASC)

Berdaasrkan pada IASC (1998, p. 43), IASC adalah sebuah sector prifasi yang bebas
didirikan pada tahun 1973 berdasarkan keputusan yang telah dibuat badan akuntansi
internasional dari Australia, kanada, prancis, jerman, irlandia dan amerika serikat.
Sejak tahun 1983, anggota IASC adalah semua badan akuntansi internasional dan juga
anggota dari Internasional Federation of Accountants (IFAC). Pada tanggal 1
November 1998, IASC and IFAC 143anggota di 103 negara. IASC bermarkas di
London. Sejak didirikannya badan ini lebih dari 30 Standar Akuntansi Internasional
(IASs) mengcover isu wide-cross-section dan telah dilaksanakan pada kerangka kerja
konseptual yang berjudul Framework for the preparation dan presentasi of financial
statements.
2. Lembaga atau Organisasi Lainnya
IASC memberikan pengaruh yang sangat dominan dalam praktek akuntansi di ruang
lingkup internasional. Organisation for Economic Cooperation and Development
(OECD) telah berupaya menyelaraskan akuntansi. The European Union (EU) pun
telah melakukan perubahan untuk praktek akuntansi di level internasional, misalnya
mendefinisikan ulang konsep akuntansi, peraturan, dan metodologi akuntansi yang
berdampak pada pasar. The International Organization of Securities Commissions
(IOSCO) telah mempublikasikan harmonisasi kebijakan internasional dan
perdagangan di bursa efek. Organisasi internasional yang juga menyediakan masukan
terhadap akuntansi pada level internasional, misalnya OECD (Organisation for
Economic Cooperation and Development), EEC (European Economic Community),
IOSCO (International Organization of Securities Commissions).

6.4.

Harmonisasi Akuntansi-Manfaat dan Hambatannya


Berbagai upaya dilakukan untuk mengharmonisasikan standar akuntansi. Harmonisasi

tidak menjadi standar yang absolut. Australia merupakan penyusun pertama standar akuntansi
untuk mengharmonisasikan Standar Akuntansi dengan IASC. Ini menyebabkan arus investasi
asing ke Australia semakin meningkat. Standar ini direlease dalam bentuk exposure draft

pada tahun 1997 dan sebanyak lebih dari 20 standar akuntansi yang telah direvisi direlease.
Beberapa tantangan dalam penyusunan standar akuntansi Australia antara lain perbedaan
lingkungan bisnis, sistem legal, budaya, dan lingkungan politik di beberapa negara. Standar
IASC sangat dipengaruhi oleh model akuntansi Anglo-American. Oleh karena itu standar
IASC fokus pada beberapa grup negara. Manfaat harmonisasi akuntansi, antara lain :
1. Lebih murah untuk mengembangkan negara-negara dalam membentuk sistem

akuntansi (bagaimanapun kita harus menyesuaikan dengan relevansi budaya).


2. Bisa mengurangi biaya untuk perusahaan yang listing di bursa saham internasional(biaya yang dimaksud adalah biaya untuk menyajikan kembali laporan keuangan ke
dalam standar akuntansi yang diterima umum).
3. Meningkatkan komparabilitas antara perusahaan yang beroperasi di negara yang
berbeda (karena perbandingan merupakan karakteristik kualitatif sebagai salah satu
indikasi beberapa kerangka konseptual).
4. Memungkinkan perusahaan multinasional yang berlokasi di negara yang berbeda
untuk mengkoordinasikan usaha mereka lebih efisien dan mengijinkan konsolidasi
atas laporan keuangan entitas asing untuk bisa dilakukan pada biaya yang lebih
rendah.