Anda di halaman 1dari 4

Pertanyaan Dari Kelompok Lain

Kelompok 1
1. Apakah umur berpengaruh pada inversion uteri ?
Jawab :
Umur memiliki pengaruh pada inversio uteri, karena usia reproduksi yang
sehat antara umur 20-35 tahun. Pada usia < 20 tahun organ reproduksi
seorang wanita belum terlalu matang, sehingga akan banyak menimbulkan
komplikasi,apabila umur > 35 tahun organ reproduksi seorang wanita
melemah.apalagi ditunjang dengan perlekatan plasenta yang terlalu kuat
serta tindakan manajemen aktif kala III yang kurang tepat.
2. Apa yang dimaksud dengan metroraghia ?
Jawab :
Metroraghia adalah perdarahan uterus, terjadi dalam interval yang tidak
teratur, dan terkadang dengan durasi yang memanjang.
Kelompok 2
1. Gejala pada inversio kronik salah satunya adalah banyaknya keputihan.
Bagaimana mekanismenya ?
Jawab :
Inversio postpartum yang semula tidak dikenal atau diketahui bila telah
berlangsung lebih sebulan termasuk inversio kronis. Inversio kronis bisa
menyebabkan

endometritis.

Endometritis

adalah

radang

pada

endometrium, kuman-kuman memasuki endometrium biasanya pada luka


bekas insertio plasenta.
Jaringan desidua bersama-sama dengan bekuan darah menjadi nekrotis dan
mengeluarkan gejala berbau dan terdiri atas keping-keping nekrotis serta
cairan.
2. Salah satu etiologi dari inversio uteri adalah saat masih belum ada

kontraksi masih belum ada kontraksi dilakukan crede tapi upaya preventif
inversio uteri dilakukan tindakan crede dengan benar, apakah tindakan
crede boleh dilakukan atau tidak ?
Jawab :

Teknik pelaksanan crede yaitu fundus uterus dipegang oleh tangan kanan
sedemikian rupa. Sehingga ibu jari terletak pada permukaan depan uterus
sedangkan jari lainnya pada fundus dan permukaan belakang. Setelah
uterus dengan rangsangan tangan berkontraksi baik. Maka,uterus ditekan
ke arah jalan lahir. Gerakan jari seperti meremas jeruk. Perasat crede tidak
boleh dilakukan pada uterus yang tidak berkontrksi karena dapat
menimbulkan inversio.
Tindakan crede boleh dilakukan jika ada kontraksi uterus, tetapi tindakan
ini sebaiknya tidak dilakukan. Jika tidak dapat melakukan teknik crede
dengan benar.
Kelompok 3
1. Apa peran MgSO4 dalam inversion uteri ?
Jawab :
Peran dari MgSO4 adalah untuk melemaskan uterus yang terbalik sebelum
dilakukan reposisi manual yaitu mendorong endometrium keatas masuk
kedalam vagina dan terus melewati serviks sampai tangan masuk kedalam
uterus pada posisi normalnya.
2. Apa kegunaan kateter foley pada penanganan inversio uteri dan bagaimana
prosedur kerja dari kateter foley ?
Jawab :
Kateter foley berguna untuk mengosongkan kandung kemih,dan prosedur
dari kateter foley sama seperti pemasangan kateter pada umumnya.

Kelompok 4
1. Perlekatan plasenta akreta dapat menyebabkan inversio uteri, bagaimana
dengan perlekatan lainnya apa bisa menyebabkan inversio uteri ?
Jawab :
Perlekatan plasenta akreta adalah implantasi jonjot korion plasenta hingga
memasuki sebagian lapisan miometrium. Jadi perlekatannya ini terlalu
kuat, sehingga apabila dilakukan menejemen aktif kala III yang kurang
tepat dengan penarikan tali pusat yang terlalu kuat dapat menyebabkan
inversio uterus.
Plasenta akreta sudah dapat menyebabkan inversio uteri,apalagi perlekatan
plasenta yang lebih kuat seperti plasenta inkreta dan plasenta perkreta.

Kelompok 5
1. Jelaskan pemberian obat yang ada pada penatalaksanaan ?
Jawab :
Penatalaksanaanya yaitu berikan atau pasang infus NaCl atau RL 500 cc
IV 10 tetes. Tokolitik (MgSO4 atau litodrine), MgSO4 diberikan 4 gram IM
atau litodrine diberikan dengan mencampur 150 mg dalam 500 ml cairan
infus NaCl atau RL. Dan pemberian analgesik (petidin atau morfin) ,
petidin 1 mg/ kg BB (jangan lebih dari 100 mg) IM / IV secara perlahan
atau

berikan

morfin

0,1

mg/kg

BB

IM.

Manfaat dari petidin dan morfin dalam inversio uteri adalah untuk
penghilang rasa nyeri.

Kelompok 6
1. Tekanan abdomen tinggi yang mendadak mengapa bisa menjadi salah satu
faktor inversio uteri ?
Jawab :
Pada tekanan abdomen tinggi yang mendadak dapat menyebabkan inversio
uteri karena tekanan abdomen yang dimaksudkan secara keras dan tibatiba (misalnya pada batuk keras dan bersin) selain itu pada saat ibu
mengejan.
Kelompok 7
1. Bagaimana penanganan sewaktu rujukan pada kasus inversion uteri total ?
Jawab :
Penanganan sewaktu rujukan pada kasus inversio uteri adalah bidan dapat
memasukan reposisi dengan memasukan tangan, bila telah terjadi
kontraksi sehingga reposisi sulit dilakukan maka bidan dapat melakukan
pemasangan infus,sehingga memudahkn untuk memasukkan obat yang
diperlukan dan segera merujuk, bidan harus memantau perdarahan dan
keadaan umum pasien.

Kelompok 9
1. Tekanan abdomen tinggi yang mendadak termasuk factor internal ataukah
factor eksternal ?
Jawab :
Tekanan abdomen dibagi menjadi 2 yaitu internal dan eksternal. Tekanan
abdomen secara internal terdiri dari batuk keras, bersin dan mengejan.
Sedangkan pada tekanan abdomen secara eksternal terdiri dari tindakan
ditariknya tali pusat secara keras karena perlekatan plasenta akreta, inkreta
dan perkreta, adanya tekanan pada fundus uteri dari atas (manuver crede),
dan tindakan persalinan dengan teknik kristeller.
Kelompok 10
1. Mengapa plasenta yang kuat dapat menyebabkan inversio uteri ?
Jawab :
Karena pada plasenta yang kuat perlekatannya seperti plasenta inkreta,
plasenta akreta dan plasenta perkreta berhubungan dengan tindakan yang
dilakukan oleh bidan seperti penarikan tali pusat pada saat melahirkan
plasenta. Hal tersebut yang dapat menyebabkan inversio uteri.
2. Bagaimana cara pemberian obat petidin dan morfin dan manfaatnya ?

Jawab :
Pemberian petidin 1 mg/ kg BB (jangan lebih dari 100 mg) IM / IV secara
perlahan

atau

berikan

morfin

0,1

mg/kg

BB

IM.

Manfaat dari petidin dan morfin dalam inversio uteri adalah untuk
penghilang rasa nyeri.