Anda di halaman 1dari 2

BAB I

PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan tanaman kelapa terbesar di

dunia dengan luas areal 3,88 juta hektar (97% merupakan perkebunan rakyat) dan
memproduksi kelapa 3,2 juta ton setara kopra. Selama 34 tahun, luas tanaman kelapa
meningkat dari 1,66 juta hektar pada tahun 1969 menjadi 3,89 juta hektar pada tahun
2005. Meskipun luas areal meningkat, namun produktivitas pertanaman cenderung
semakin stabil dan menurun diversifikasi produk olahan antara lain oleo kimia,
desiccated coconut, virgin oil, nata de coco, dan lain-lain. Minyak kelapa memiliki
keunggulan dibanding minyak nabati lain, yaitu kandungan asam lauratnya yang
tinggiyaitu sekitar 5053% (Andaka dan Sentani Arumsari, 2016).
Minyak kelapa merupakan salah satu dari minyak goreng yang banyak dipakai
masyarakat sebagai kebutuhan sehari-hari. Minyak ini berasal dari tumbuhan (nabati)
sebagaimana halnya dengan minyak sawit, minyak jagung, minyak kedelai, minyak
zaitun, minyak biji kapas, dan minyak kacang tanah. Selain berfungsi sebagai
penghantar panas, minyak ini juga dimanfaatkan dalam industri sebagai bahan dalam
pembuatan sabun, mentega, dan kosmetik. Minyak nabati memiliki banyak
keunggulan jika dibandingkan dengan minyak yang berasal dari hewan. Minyak
nabati tidak mengandung kolesterol karena mengandung lebih banyak asam lemak
tidak jenuh, sehingga relatif stabil jika dipanaskan (Yurnaliza, 2007).
Virgin coconut oil (VCO) merupakan minyak yang diperoleh tanpa mengubah
sifat fisika kimia minyak karena hanya diberi perlakuan mekanis dan penggunaan
panas rendah. VCO banyak mengandung asam laurat dan asam lemak jenuh berantai
pendek, sehingga VCO memiliki peran positif bagi kesehatan manusia antara lain
sebagai antibakteri, antijamur, antiprotozoa, menjaga kesehatan jantung dan
pembuluh darah, mencegah osteoporosis, diabetes, liver, dan timbulnya kanker, dapat
menurunkan berat badan, dan memberikan stamina bagi tubuh (Aditya, dkk., 2014).
Oleh karena itu, diperlukan percobaan untuk memahami produksi minyak kelapa
yang berkualitas dengan metode fermentasi. Untuk selanjutnya didapatkan cara yang
paling efisien menghasilkan minyak kelapa untuk pemenuhan kebutuhan.

1.2 Tujuan Percobaan


Tujuan dari percobaan ini adalah:
1. Mempelajari cara memisahkan minyak kelapa dan cara membuat Virgin
Coconut Oil dengan fermentasi.
2. Mempelajari dan memahami karakteristik dari minyak kelapa yang baik.
1.3 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari percobaan ini adalah:
1. Bagaimana cara memisahkan minyak kelapa dan cara membuat Virgin
Coconut Oil dengan fermentasi?
2. Bagaimana mengetahui karakteristik minyak kelapa yang baik ?
1.4 Manfaat Percobaan
Manfaat yang didapatkan dari percobaan ini adalah:
1. Mengetahui cara cara memisahkan minyak kelapa dan cara membuat Virgin
Coconut Oil dengan fermentasi.
2. Mengetahui karakteristik minyak kelapa yang baik.
1.5 Ruang Lingkup Percobaan
Percobaan ini dilakukan di dalam Laboratorium Mikrobiologi Teknik,
Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara, dengan
keadaan ruangan:
Tekanan Udara : 760 mmHg
Suhu Ruangan :

30oC

Bahan yang digunakan adalah aquadest, kelapa yang didapatkan dari pasar Setia
budi, dan enzim nanas. Alat-alat yang digunakan adalah labu erlenmeyer, gelas
beker, saringan, kompor, corong pisah, klem dan statif, gelas ukur, spatula, dan
centrifuge. Percobaan dilakukan dengan dua variasi yaitu fermentasi menggunakan
enzim nanas 7% dan 10%.