Anda di halaman 1dari 2

Lihatlah, Manusia

Apakah kalian tidak merindukanku?


Dengan segala keteduhanku, dengan segala keikhlasanku
Apakah kalian tidak merindukanku?
Dengan irama burung, dengan gemericik air
Apakah kalian tidak merindukanku?
Suara gemerisik sayap kumbang, suara tetesan air dari pepohonan tua
Apakah kalian tidak merindukanku?
Sehingga kalian tega menebangku dengan kapak besar di tangan kekar kalian
Sehingga kalian tidak peduli dengan kerontokan hijauku
Sehingga kalian tega memercikkan api pada tubuh indahku
Sampai kebulan hitam busuk mengelilingiku
Lalu kalian mulai marah
Banjir ini ulah siapa, hah?
Kenapa hari ini panas sekali?
Mengapa udara ini bahkan tidak layak untuk dihirup?
Suatu hari nestapa datang
Gusuran tanah menerjang rumah lindung kalian
Asap membuat kalian tercekik sekarat
Tangisan merebak, melebar, pecah dari sudut mata kalian
Kenapa ini terjadi, kawan?
Renungkanlah ini sekali lagi
Kalian membutuhkanku, kawan
Akulah hutan yang melindungi kalian
Dari ganasnya gigitan sinar matahari
Dari hitam pekatnya bakaran fosil kalian
Lihatlah aku,
Aku bahkan tetap diam saat kalian tertawa menggunduliku
Aku diam saat kalian menjatuhkan api padaku

Ketahuilah, kawan
Apa salahnya memeliharaku?
Apa susahnya membiarkan aku hidup?
Apakah ruginya?
Pikirkanlah ini sekali lagi
Aku hidup, dan kalian tetap hidup