Anda di halaman 1dari 5

LEMBAGA

KAJIAN
MANHAJ

TARBIYAH
( LKMT)

I.

No. Dok

: 01/MT/LKMT/01

Pokok Bahasan

Makna Muhammad saw


MINHAJ TARBIYAH
MARHALAH TAMHIDI
______________________
MADAH : AQIDAH

Sebagai Penutup Para Nabi


No Kode PB

: 1.1.1.03.030

Status Revisi

: 0/0

Jumlah Halaman

: 5

TUJUAN UMUM
Memahami bahwa Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan tidak ada Nabi
lagi setelahnya, oleh karenanya maka ajarannya adalah ajaran yang paling
lengkap dan sempurna, sempurna dari sisi waktu (berlaku sampai akhir zaman)
dan dari sisi cakupannya (aqidah, syariah dan akhlaq).

II.

TUJUAN KHUSUS
1. Menjelaskan Kajian Tafsir QS Ahzab, 33:40.
2. Menjelaskan konsekuensinya = Bahwa Muhammad SAW= Khatamul Anbiya'
wal Mursalin.
3. Menjelaskan soal kesalahan orang-orang atau kelompok yang mengaku ada
nabi setelah Muhammad SAW.

III. TUJUAN AFEKTIF DAN PSIKOMOTORIK


1. Termotivasi untuk berdawah melanjutkan misi risalah kepada seluruh manusia
2. Meyakini bahwa Risalah Muhammad merupakan risalah terakhir
3. Berpegang teguh kepada Alquran dan Sunnah yang merupakan sumber utama risalah
Nabi Munahhad Saw
4. Meyakini bahwa tidak ada lagi nabi setelah Rasulullah Saw
IV. KEGIATAN PEMBELAJARAN
Pilihan kegiatan yang bisa diselenggarakan dalam halaqah adalah :
1. Kegiatan Pembuka
a. Mengkomunikasikan tentang; Makna Muhammad Sebagai Penutup Para Nabi

b. Menginventarisir tentang penomena yang berhubungan dengan tema


kajian
2. Kagiatan Inti:
a. Kajian tentang Makna Muhammad Sebagai Penutup Para Nabi
b. Berdikusi dan tanya jawab tema kajian ( lihat tujuan Kognitif, afektif dan
psikomotor)
c. Penekanan dari Murobbi tentang nilai dan hikmah yang terkandung
dalam materi Makna Muhammad Sebagai Penutup Para Nabi
3. Kegiatan Penutup:
a. Tugas mandiri (lihat tujuan)
___________________________________________________________________________
Materi Tarbiyah Tamhidi, madah Aqidah, p b Makna Muhammad Sebagai Penutup Para Nabi

b. Evaluasi
VI. PILIHAN KEGIATAN
1. mengadakan rihlah dan tafakkur tentang ciptaan Allah Swt hingga dapat
membuktikan adanya pencipta dengan akalnya
2. mengumpulkan ayat-ayat al Qur`an yang menunjukkan pada tafakkur
3. mengumpulkan ayat-ayat tentang pentinga mengkaji Makna Muhammad Sebagai
Penutup Para Nabi

4. mengumpulkan hadits-hadits yang menunjukkan hal di atas


5. menulis makalah tentang pentingnya mengkaji Makna Muhammad Sebagai Penutup
Para Nabi

6. mengumpulkan perkataan-perkataan orang muslim dan lainnya yang obyektif


tentang pentingnya mengkaji Makna Muhammad Sebagai Penutup Para Nabi
VII. SARANA EVALUASI DAN MUTABAAH
1. Test akademis melalui pertanyaan, diskusi dan dialogmenggunakan metode
pencatatan untuk meyakinkan (menegaskan) tercapainya tujuan
2. Test kemampuan untuk membandingkan sejauh mana tujuan telah tercapai
VIII.
1.
2.
3.

TUJUAN TARBIYAH DZATIYYAH


Menjelaskan bahwa Risalah Rasul adalah Risalah untuk seluruh manusia
Menjelaskan bahwa Risalah Muhammad merupakan risalah terakhir
Menjelaskan Kesempurnaan Risalah Muhammad saw diperkuat

oleh masih
authenticnya sumber utama risalah ini, yaitu al-Quran dan as-Sunnah
4. Menjelaskan makna Muhammad sebagai penutup para nabi

IX. MUHTAWA
Muqadimah
Ketika kita beriman kepada Nabi Muhammad SAW maka kita akan mengetahui
bahwa Risalah beliau SAW adalah risalah yang paling lengkap dan paling
sempurna yang pernah diturunkan oleh Sang Pencipta kepada hamba-NYA.
Aqidah semua nabi adalah satu yakni Tauhid, tetapi syariah mereka berbedabeda, maka Muhammad SAW adalah Nabi penutup, risalahnya adalah risalah
yang terakhir dan syariatnya akan berlaku hingga akhir zaman, tiada agama
yang diridhoi disisi ALLAH SWT kecuali Islam dan tidak ada Nabi yang
membawa syariat lain setelah Muhammad SAW.



.
Dan Muhammad SAW itu bukanlah bapak dari salah seorang lelaki diantara kalian,
tetapi ia adalah Rasul ALLAH dan Nabi yang terakhir dan adalah ALLAH Maha
Mengetahui terhadap segala sesuatu. (Al-Ahzab, 33:40)

___________________________________________________________________________
Materi Tarbiyah Tamhidi, madah Aqidah, p b Makna Muhammad Sebagai Penutup Para Nabi

Imam At-Thabari saat menafsirkan ayat ini berkata: "Muhammad SAW itu bukanlah
ayah dari salah seorang lelaki diantara kalian (Zaid bin Haritsah ra, yaitu anak
angkat Nabi SAW) melainkan beliau adalah Nabi terakhir, maka tiada lagi Nabi
setelah beliau SAW sampai Hari Kiamat dan adalah ALLAH SWT terhadap segala
perbuatan dan perkataan kalian Maha Mengetahui.1"
Imam Al-Qurthubi berkata ayat ini mengandung 3 hukum Fiqh : "Pertama, saat Nabi
SAW menikah dengan Zainab (mantan istri Zaid bin Haritsah ra) orang-orang
munafik berkata : Dia (Muhammad) menikahi mantan istri anaknya sendiri, maka
ayat ini turun untuk membantah hal tsb. Kedua, bahwa Muhammad SAW adalah Nabi
terakhir tiada Nabi sesudahnya yang membawa syariat baru. Ketiga, syariat beliau
menyempurnakan syariat sebelumnya sebagaimana sabdanya : Aku diutus untuk
"menyempurnakan" akhlak yang mulia, atau sabdanya yang lain : Perumpamaanku
dengan nabi sebelumku seperti perumpamaan seorang yang membuat bangunan yang
amat indah, tinggal sebuah lubang batu bata yang belum dipasang, maka akulah batu
bata tsb dan akulah nabi yang terakhir.2"
Berkata Sayyid Quthb rahimahuLLAH dalam tafsirnya 3 : "Bahwa setelah
menjelaskan tentang bahwa beliau SAW bukanlah ayah dari Zaid bin Haritsah ra,
sehingga halal beliau SAW menikahi Zainab ra, ayat ini juga menggariskan tentang
pemenuhan hukum syariat yang masih tersisa yang harus diketahui dan disampaikan
kepada ummat manusia, sebagai realisasi dari penutup risalah langit untuk di bumi
ini, tidak boleh ada pengurangan dan tidak boleh ada perubahan, semuanya harus
disampaikan."
Lebih lanjut beliau -rahimahuLLAH- menambahkan saat menafsirkan akhir ayat tsb
(Dan adalah ALLAH Maha Mengetahui atas segala sesuatu): "Sungguh DIA-lah yang
paling mengetahui apa yang paling baik dan paling tepat bagi para hamba-NYA,
maka IA memfardhukan kepada Nabi-NYA apa yang seharusnya dan memilihkan bagi
beliau apa yang terbaik... IA menetapkan hukum-NYA ini sesuai dengan
pengetahuan-NYA yang meliputi segala sesuatu dan ilmu-NYA tentang mana yang
terbaik tentang hukum, aturan dan undang-undang serta sesuai dengan kasihsayang-NYA kepada semua hamba-NYA beriman."
Demikianlah telah ijma' (konsensus) diantara para ulama bahwa Nabi Muhammad
SAW adalah nabi terakhir, sehingga jika ada orang yang datang setelah beliau SAW
menyatakan ada nabi setelah beliau SAW, maka perkataan tsb bathil dan tertolak
berdasarkan ijma' dan pelakunya harus bertobat kepada ALLAH SWT.

Ta'rif.

Jami'ul Bayan fi Ta'wilil Qur'an, Imam At-Thabari, XX/278


Al-Jami' li Ahkamil Qur'an, Imam Al-Qurthubi, I/4484
3
Fi Zhilalil Qur'an, Sayyid Quthb, VI/89
2

___________________________________________________________________________
Materi Tarbiyah Tamhidi, madah Aqidah, p b Makna Muhammad Sebagai Penutup Para Nabi

MUHAMMAD SAW SEBAGAI NABI TERAKHIR


Definisi Nabi terakhir mengandung unsur-unsur yang harus diimani yaitu:


1. (
) Menghapus Risalah sebelumnya.

Risalah sebelumnya adalah semua kitab dan hukum yang pernah diturunkan oleh
Allah SWT kepada para nabi as dan dikabarkan oleh Allah SWT di dalam al-Quran
maupun di dalam as-Sunnah yang shahih yaitu :
1. Shuhuf (lembaran) yang diturunkan kepada Ibrahim as (QS 87/14-19, 53/36-42).
2. Shuhuf yang diturunkan kepada Musa as (QS 87/14-19, 53/36-42).
3. Taurat yang diturunkan kepada Musa as (QS 2/53, 3/3, 5/44, 6/91).
4. Zabur yang diturunkan kepada Daud as (QS 4/164, 18/55, 21/105).
5. Injil yang diturunkan kepada Isa as (QS 3/3, 5/46).
Bahwa semua kitab-kitab tersebut hukumnya telah di-nasakh (dihapuskan) oleh alQuran, kecuali beberapa hukum dan kisahnya dan semua yang belum di-nasakh
tersebut disebutkan secara jelas dalam al-Quran ataupun al-hadits

2. (

) Membenarkan Para Nabi Sebelumnya. (QS 2/101)

Membenarkan para nabi sebelumnya, maksudnya bahwa Islam melalui kitabnya yaitu
Al-Qur'an membenarkan keberadaan para Nabi as yang ada sebelum Nabi
Muhammad SAW, meyakini bahwa Allah SWT menurunkan kitab-kitab kepada para
Nabi tersebut, kitapun membenarkan seluruh berita yang ada dalam semua Kitabkitab tersebut adalah dari Allah SWT, selain yang telah diselewengkan dan diubah
oleh para ahli kitab, serta mengerjakan semua hukumnya kalau ada yang belum dinasakh (dihapuskan) oleh al-Quran (QS 2/97, 5/48).


3.
(


) Penyempurna Risalah Sebelumnya. (QS 5/3)
Bahwa Islam adalah agama terakhir, maka nabinyapun adalah nabi penutup, sehingga
kitabnya yaitu Al-Qur'an ini diturunkan oleh Allah SWT untuk menyempurnakan
semua risalah sebelumnya, oleh karena semua risalah sebelum Nabi Muhammad SAW
tersebut telah mengalami perubahan & penyimpangan dari masa ke masa yang
dilakukan oleh generasi setelahnya, berbagai penyimpangan itu diantaranya : 1)
Mengubah arti dari lafazh (kata-kata) yang ada (QS 3/75,181,182; 4/160,161; 5/64).
2) Mengubah atau menambah baik kata, kisah maupun hukum (QS 2/79; 3/79,80;
5/116-117). 3) Menyembunyikan dan menghilangkan berita-berita tentang Nabi
Muhammad SAW dan kebenaran lainnya (QS 2/89,90,109,146; 3/71-72; 61/6).
___________________________________________________________________________
Materi Tarbiyah Tamhidi, madah Aqidah, p b Makna Muhammad Sebagai Penutup Para Nabi

4. (
) Berlaku untuk Semua Manusia. (QS 34/28)

Perbedaan syariat Nabi Muhammad SAW dibandingkan para nabi sebelumnya adalah
bahwa syariat beliau SAW adalah berlaku untuk seluruh ummat manusia sampai akhir
zaman. Hal ini berbeda dengan syariat para nabi as yang lainnya yang hanya terbatas
untuk ummatnya saja.
Hal ini mengandung 2 pelajaran bagi kita, yaitu: 1) Mengetahui hikmah Allah SWT
dalam penetapan hukum bagi setiap ummat, sehingga Allah SWT selalu menetapkan
hukum yang sesuai bagi setiap ummat. 2) Oleh sebab itu maka hal ini meyakinkan
kita bahwa Islam merupakan syariat yang paling sempurna, paling lengkap dan
paling baik karena merupakan penutup dan penyempurna dari risalah semua nabi dan
Rasul.

5. (


) Menjadi Rahmat bagi Seluruh Alam. (QS 21/107)


Hal lain yang juga memperkuat kebenaran risalah yang dibawa oleh Muhammad
SAW adalah dampak dari dakwahnya. Dakwahnya yang telah dapat mengubah
sebuah peradaban yang terbelakang, buta aksara dan kejam menjadi memimpin dan
menguasai peradaban dunia serta mengisinya dengan gabungan antara ketinggian
ilmu pengetahuan dan akhlaq yang belum dapat ditandingi oleh peradaban modern
saat ini sekalipun. Diantara hasil karya besar Nabi SAW sebagai rahmat bagi alam
semesta ini adalah sbb;
1. Memusnahkan segala jenis syirik baik yang besar (menyembah berhala, sihir,
ramal, dan sebagainya) maupun kecil (sumpah bukan dengan nama Allah, riya,
dan sebagainya) dan menggantinya dengan keimanan yang total kepada Allah
SWT.
2. Memusnahkan segala adat tradisi jahiliyyah yang menyimpang, seperti membuka
aurat, ber-khalwat dengan lawan jenis, campur baur lelaki dan wanita (ikhtilath),
dan sebagainya dan menggantinya dengan akhlaq yang mulia dan tuntunan moral
yang luhur.
3. Menegakkan sebuah sistem kehidupan yang seluruhnya berdiri diatas tauhid, baik
ekonomi, politik, sosial, kemasyarakatan, seni, olahraga, dan lain lain.
4. Melakukan sebuah revolusi total terhadap hati sanubari, pemikiran, peraturan
hidup ummat manusia.
5. Mempersatukan semua ras, semua suku, semua golongan manusia dibawah
sebuah sistem yang berlandaskan tauhid, berhukumkan al-Quran dan as-Sunnah
dan bertujuankan kebaikan dunia dan akhirat
Kesemuanya ini semoga dapat membangunkan kita dari kelalaian kepada Allah SWT
dan maksiat kepada-Nya, karena menyadari betapa besar nikmat-Nya kepada kita dan
betapa berat pengorbanan dari para pembawa risalah ini dan menyadari bahwa tugas
kitalah untuk meneruskannya.
X. Referensi
1. Manhaj Tarbiyah Alami
2. Fi Zhilalil Quran, Sayyid Quthb
3. Ar-Rasul, Said Hawwa

___________________________________________________________________________
Materi Tarbiyah Tamhidi, madah Aqidah, p b Makna Muhammad Sebagai Penutup Para Nabi