Anda di halaman 1dari 17

BERAT JENIS ZAT CAIR DAN ZAT PADAT

LAPORAN TETAP PRAKTIKUM


INSTRUMEN & TEKNIK PENGUKURAN

OLEH :
Kelompok: I ( 2.KC )
Anggi Della Syaputri
Guhartini
Julian Irawan
Melva M Pardede
Ria Afriany
Siti Khodijah
Deri Mifthahul Janna
INSTRUKTUR

(NIM 061430401220)
(NIM 061430401224)
(NIM 061430401226)
(NIM 061430401229)
(NIM 061430401234)
(NIM 061430401240)
(NIM 061430401988)
: Yuniar, S.T, M.Si

JURUSAN TEKNIK KIMIA


POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA
2015

BERAT JENIS ZAT CAIR DAN ZAT PADAT


I.

Tujuan Percobaan
- Mahasiswa dapat menentukan berat jenis zat cair dengan
piknometer.
- Mahasiswa menentukan berat jenis zat padat dengan piknometer.
- Mahasiswa mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi berat
jenis zat.

II.

Alat dan Bahan yang Digunakan


Alat yang Digunakan :
- Piknometer
- Beaker Gelas 100 mL, 250 mL, 500 mL
- Pipet Tetes
- Corong
- Spatula
- Tissue
- Blower
Bahan yang Digunakan :
- Etanol 96%
- Minyak Goreng
- Pasir Kuarsa Halus
- Aquadest

III.

Dasar Teori
Berat jenis didefinisikan sebagai massa suatu bahan per satuan volume

bahan tersebut. Bentuk persamaannya adalah :


Berat Jenis =

Massa
Volume

atau =

m
v

Semakin tinggi massa jenis suatu benda, maka semakin besar pula massa
setiap volumenya. Massa jenis rata-rata setiap benda merupakan total massa
dibagi dengan total volumenya. Sebuah benda memiliki massa jenis lebih tinggi
(misalnya besi) akan memiliki volume yang lebih rendah daripada benda
bermassa sama yang memiliki massa jenis lebih rendah (misalnya air). Satuan dari
berat jenis adalah kg/dm3, gr/cm3 atau gr/ml.
Berat jenis mempunyai harga konstan pada suatu temperatur tertentu dan
tidak tergantung pada bahan cuplikan atau sampel. Dikenal beberapa alat yang
dapat digunakan untuk menentukan berat jenis yaitu aerometer, piknometer, dan
neraca whestpal. Namun, yang lebih sering digunakan adalah piknometer,

sedangkan aerometer dan neraca whestpal harus memperhatikan skala yang


dipakai. Jika tidak, akan merusak kerja cara kerja alat-alat tersebut.
Penggunaan Berat Jenis
Berat jenis dapat digunakan dalam berbagai hal untuk menentukan suatu
zat antara lain :
1. Menentukan kemurnian suatu zat
2.

Mengenal keadaan zat

3. Menunjukkan kepekaan larutan


Piknometer
Piknometer adalah bejana kaca atau logam dengan sebuah penentuan
volume. biasanya digunakan untuk menentukan berat jenis suatu cairan .
Piknometer menyerupai botol parfum atau sejenisnya, Terdapat beberapa macam
ukuran dari piknometer, tetapi biasanya volume piknometer yang banyak
digunakan adalah 10 ml dan 25 ml, dimana nilai volume ini valid pada
temperature yang tertera pada piknometer tersebut.

Gambar Piknometer
Bagian-bagian Piknometer, Adapun jenis atau bentuk piknometer yang
kita ketahui itu terdiri dari tiga bagian, yaitu:
1. Tutup pikno : bagian tutup mempunyai lubang berbentuk saluran kecil.
2. Thermometer : mengamati bahwa zat yang diukur memiliki suhu yang
tetap.

3. Labu dari gelas : tempat meletakkan zat yang akan di ukur massa
jenisnya
Cara penggunaan Piknometer :
1. Timbang piknometer dalam keadaan kosong.
2. Masukkan fluida yang akan diukur massa jenisnya ke dalam
piknomeer tersebut.
3.

Tepatkan volumenya, lalu tutup piknometer.

4. Timbang massa piknometer yang berisi fluida tersebut.


5. Hitung massa fluida yang dimasukkan dengan cara mengurangkan
massa pikno berisi fluida dengan massa pikno kosong.
6.

Setelah didapat data massa dan volume fluidanya, tentukan nilai


rho/masssa jenis () fluida dengan persamaan:
=

m
v

Penentuan Berat Jenis dengan Piknometer


Berat jenis suatu zat cair dapat dihitung dengan mengukur secara langsung
mengukur berat zat cair dalam piknometer(menimbang) dan volume zat
ditentukan berdasarkan volume piknometer.

Berat jenis zat cair =

berat zat cair dalam piknometer


zat cair dalam piknometer

Dimana :
Berat zat cair dalam piknometer = (berat piknometer + berat zat cair) (piknometer kosong)
Volume zat cair dalam piknometer = Volume piknometer
Volume piknometer ditentukan secara langsung dengan menggunakan zat
cair yang lain yang diketahui berat jenisnya . Volume zat padat yang bentuknya
tidak beraturan dapat ditentukan secara langsung dengan menggunakan
piknometer, bila volume dan berat zat padat dapat diketahui, maka dapat diketahui
berat jenisnya.

Berat jenis zat padat dengan bentuk tidak beraturan dapat ditentukan

dengan =

Berat zat padat dalam piknometer


Volume zat padat dalam piknometer

Dimana :
Volume zat padat dalam piknometer = volume piknometer - volume zat
cair.
Volume zat cair =

Berat zat cair dalam piknometer


Berat jenis zat cair

Berat jenis relatif adalah perbandingan antar berat jenis zat pada suhu
tertentu terhadap berat jenis air pada suhu tertentu.
Contoh d3020 etanol adalah perbandingan antara berat jenis etanol pada
30 oC terhadap air pada 20 oC. Berat jenis relatif tidak mempunyai satuan, berat
jenis relatif akan sama dengan berat jenis absolut bila sebagai pembandingnya
adalah air pada suhu 4 oC.

IV.

Prosedur Percobaan
Penentuan Volume Piknometer
1. Menimbang piknometer kosong, bersih dan kering a gram.
2. Mengisi piknometer dengan aquadest yang bersuhu 27oC, dan
diketahui berat jenisnya = 0,996513 gr/ml.
3. Menimbang piknometer yang berisi aquadest tepat pada suhu 27 oC
b gram.
4. Menghitung berat aquadest pada suhu 27oC (b-a) gram.
ba
5. Volume aquadest = berat jenis aquadest pada suhu 27 C
6. Volume aquadest = Volume Piknometer
Penentuan Berat Jenis Zat Cair dengan Piknometer
1. Menimbang piknometer kosong, bersih dan kering c gram
2. Mengisi piknometer dengan zat cair (Yang digunakan : minyak
goreng dan etanol)
3. Menimbang piknometer yang berisi zat cair d gram
4. Berat zat cair = (d-c) gram
5. Berat jenis zat cair =

d c
Volume Piknometer

Penentuan Berat Jenis Zat Padat dengan Piknometer


1. Menimbang piknometer kosong, kering dan bersih e gram
2. Mengisi piknometer dengan zat padat sampai separuh dari
piknometer.
3. Menimbang piknometer yang berisi zat padat f gram.

4. Menambahkan ke dalam piknometer yang berisi zat padat dengan


zat cair (aquadest) pada suhu 27oC yang telah diketahui berat
jenisnya (tidak boleh ada gelembung udara dalam piknometer)
5. Menimbang piknometer berisi zat padat dan zat cair pada suhu
27oC g gram
6. Berat zat padat = (f-e) gram
7. Volume zat padat =

gf
Berat jenis zat cair pada suhu 27 oC

8. Berat jenis zat padat =

Berat zat padat


Volume zat padat

V.
Gambar Alat (Terlampir)
VI.
Data Pengamatan
Penentuan Volume Piknometer (Aquadest)
- Berat piknometer kosong
= 32,7757 gram
- Berat piknometer + aquadest
= 57,4522 gram
o
- Berat aqudest (pada 27 C)
= 24,6765 gram
- Volume aquadest = volume piknometer
= 24,7628 mL
Penentuan Berat Jenis Zat Cair dengan Piknometer
a. Minyak goreng
- Berat piknometer kosong
= 32,7777 gram
- Berat piknometer + minyak goreng
= 55,5416 gram
o
(pada 27,3 C)
- Berat minyak goreng (pada 27,3oC)
= 22,7639 gram
o
- Berat jenis minyak goreng (pada 27,3 C)
= 0,9192 gr/mL
b. Etanol
- Berat piknometer kosong
= 32,7722 gram
o
- Berat piknometer + etanol (pada 27 C)
= 52,2175 gram
- Berat etanol (pada 27oC)
= 19,4453 gram
o
- Berat jenis etanol (pada 27 C)
= 0,7852 gr/mL
Penentuan Berat Jenis Zat Padat dengan Piknometer
- Berat piknometer kosong
= 32,7709 gram
- Berat piknometer + pasir kuarsa
= 55,4144 gram
- Berta piknometer + pasir kuarsa
= 71,2145 gram
+ aquadest (pada 27oC)
- Berat pasir kuarsa
= 22,6435 gram
- Berat aquadest (pada 27oC)
= 15,8001 gram
- Volume aquadest
= 15,8553 mL
- Volume pasir kuarsa
= 8,9075 mL
- Berat jenis pasir kuarsa
= 2,542 gr/mL

VII. Perhitungan
Penentuan Volume Piknometer (Aquadest)

air pada 27oC

= 996,513 kg/m3 x

m3
1.000 .000 cm 3

1000 gr
kg

Berat Aquadest

= 0,996513 gr/cm3
= 0,996513 gr/mL
= (Berat Piknometer+Aquadest)-(Berat Piknometer
Kosong)
= 57,4522 gram 32,7757 gram
= 24,6765gram

Volume

Aquadest

( Berat piknometer+ Aquadest )Berat piknometer kosong


Berat jenis Aquadest pada 27 C

57,4522 gram32,7757 gram


0,996513 gr / mL

24,6765 gram
0,996513 gr /mL

Volume Aquadest = 24,7628 mL


Penentuan Berat Jenis Zat Cair dengan Piknometer
a. Minyak Goreng
Berat minyak goreng = (Berat piknometer + minyak goreng) (Berat
piknometer kosong)
= 55,5416 gram 32,7777 gram
Berat minyak goreng = 22,7639 gram (pada 27,3oC)
Berat

jenis

minyak

goreng

( Berat piknometer+ minyak )Berat piknometer kosong


Volume piknometer
=

55,5416 gram32,7777 gram


24,7628 mL

22,7639 gram
24,7628 mL

Berat jenis minyak goreng = 0,9192 gr/mL (pada 27,3oC)


b. Etanol
Berat etanol = (Berat piknometer +etanol) (Beratpiknometer kosong)
= 52,2175 gram 32,7722 gram
Berat etanol = 19,4453 gram (pada 27oC)
Berat
jenis
etanol
=

( Berat piknometer+ etanol )Berat piknometer kosong


Volume piknometer
=

52,2175 gram32,7722 gram


24,7628 mL

19,4453 gram
24,7628 mL

Berat jenis etanol = 0,7852 gr/mL(pada 27oC)

Penentuan Berat Jenis Zat Padat dengan Piknometer


Berat Pasir Kuarsa = (Berat piknometer + Pasir kuarsa) (Berat
piknometer kosong
= 55,4144 gram 32,7709 gram
Berat Pasir Kuarsa = 22,6435 gram
Berat Aquadest (pada 27oC) = (Berat piknometer + Pasir kuarsa +
Aquadest) (Berat piknometer
+ Pasir Kuarsa)
= 71,2145 gram 55,4144 gram
Berat Aquadest (pada 27oC) = 15,8001 gram
Berat Aquadest ( pada 27 C)
Volume Aquadest = Berat jenis Aquadest ( pada 27C )
=

15,8001 gram
0,996513 gr /mL

Volume Aquadest = 15,8553 mL


Volume Pasir Kuarsa = Volume piknometer Volume Aquadest
= 24,7628 mL - 15,8553 mL
Volume Pasir Kuarsa = 8,9075 mL

Berat Pasir Kuarsa


Volume Pasir Kuarsa

Berat Jenis Pasir Kuarsa =


=

22,6435 gram
8,9075 mL

Berat Jenis Pasir Kuarsa = 2,542 gr/mL


% Kesalahan
Penentuan volume piknometer dengan menggunakan aquaest :
%
Kesalahan
volume
Volume piknometer teoriVolume piknometer praktek
Volume piknometer teori

25 mL24, 7628 mL
25 mL

0,2372mL
25 mL

x 100%

x 100%

= 0,009488 x 100%
%Kesalahan volume = 0,9488%
Penentuan berat jenis zat cair dengan piknometer :
a. Minyak goreng
% Kesalahan
=
BJ minyak goreng praktekBJ minyak goreng teori
BJ minyak goreng praktek

% Kesalahan
b. Etanol
% Kesalahan

0,9192 gr /mL0,9 gr /mL


0,9 mL

0,0192 gr /mL
0,9 mL

x 100%

= 0,0213 x 100%
= 2,13%

BJ minyak gorengteoriBJ minyak goreng praktek


BJ minyak goreng teori

x 100%

% Kesalahan

0,8 gr /mL0,7852 gr /mL


0,8 mL

0,0148 gr /mL
0,8 mL

x 100%

x 100%

= 0,0185 x 100%
= 1,85%

Penentuan berat jenis zat padat dengan piknometer :


a. Pasar kuarsa halus
b. % Kesalahan
=
BJ pasir kuarsa teoriBJ pasir kuarsa praktek
BJ pasir kuarsa teori

% Kesalahan

2,657 gr /mL2,542 gr /mL


2,657 mL

0,115 gr /mL
2,657 mL

x 100%

x 100%

= 0,0432 x 100%

= 4,32%

VIII. Pertanyaan
Mengapa pada penentuan berat jenis zat padat dengan menggunakan
piknometer harus ditambah zat cair yang telah diketahui berat jenisnya?
Jawaban :
Karena bentuk zat padat yang tidak beraturan, sehingga ketika zat
padat dimasukkan ke dalam suatu ruang, zat padat tersebut tidak memenuhi segala
ruangan.Penambahan zat cair tersebut dimaksudkan karena didalam zat padat itu
terdapat pori-pori sehingga digunakan zat cair untuk memampatkan rongga atau
pori-pori zat padat tersebut.
IX.

Analisis Percobaan

Pada percobaan kali ini bertujuan untuk menentukan serta mengetahui


berat jenis / massa jenis dari zat cair dan zat padat yang dipengaruhi oleh suhu
masing-masing zat yang dipakai.Berat jenis itusendiri didefinisikan sebagai massa
suatu bahan per satuan volume bahan tersebut. Dalam percobaan ini digunakan
sampel zat cair yang akan ditentukan berat jenisnya yakni aquadest, etanol dan
minyak goreng serta sampel zat padat yang dipakai untuk mengetahui berat
jenisnya adalah pasir kuarsa.halus dalam penentuan berat jenisini memakai alat
yang bernama piknometer.
Dalam penentuan berat jenis zat cair langkah pertama yang dilakukan
adalah menentukan volume piknometer. Untuk menentukan volume piknometer
ini memakai aquadest dengan cara menimbang piknometer kosong lalu kemudian
menimbang piknometer beserta aquadest yang bersuhu 27oC . Setelah itu
menentukan selisih masa keduanya sehingga didapatkan berat aquadest dan berat
aquadest tersebut akan digunakan untuk menentukan volume aquadest dengan

menggunakan rumus V =

m
, sehingga didapatkan volume aquadest yang

hampir sama dengan volume piknometer yang dipakai. Hasil yang didapat adalah
24,7628 mL, sedangkan piknometer yang dipakai 25 mL.

Sesuai dengan rumus berat jenis variabel yang dibutuhkan adalah


volume dan massa, setelah volume dari piknometer sudah didapat langkah
berikutnya dalam menentukan berat jenis zat cair adalah dengan menentukan berat
dari zat tersebut yaitu dengan cara menimbang piknometer kosong dan
piknometer beserta zat cair yang akan ditentukan berat jenisnya. Selisih dari
keduanya didapatkan berat zat cair, karena sudah didapatkan variabel volume dan
masa maka dengan menggunakan rumus berat jenis maka berat jenis dari zat cair
tersebut dapat ditentukan. Dari hasil percobaan didapatkan berat jenis minyak
goreng 0,9192 gr/mL pada 27,3oC dan berat jenis etanol 0,7852 gr/mL pada 27oC.
Lalu percobaan penentuan berat jenis zat padat yaitu dengan menggunakan pasir

kuarsa halus. Penentuan berat jenis zat padat ini dengan menggunakan dua
variabel juga yaitu massa dan volume.
Berat dari zat padat ini dapat ditentukan dengan langkah menimbang
piknometer kosong dan menimbang piknometer yang berisi separuh zat padat dari
piknometer. Selisih kedua masa tersebut menunjukan massa dari zat padat
tersebut, kemudian menimbang piknometer yang berisi separuh zat padat dengan
separuh zat cair .Kemudian menentukan selisih antara piknometer berisi zat padat
dan zat cair dengan piknometer kosong. Setelah variabel massa zat padat telah
diperoleh selanjutnya menentukan variabel volume zat cair yaitu dengan cara
membagi berat zat cair dengan berat jenis zat cair yang diketahui berat jenisnya
pada suhu 270C. Setelah variabel massa dan volume ditentukan dengan
menggunakan rumus = m/v maka massa jenis zat padat dan berat jenis zat padat
secara praktek dapat ditentukan
Terdapat sedikit perbedaan berat jenis dari literatur dengan berat jenis
yang didapatkan secara praktek, hal ini mungkin dikarenakan kurang teliti dalam
menimbang piknometer beserta zat cair dan zat padatnya. Kebersihan dari
piknometer pun perlu diperhatikan, piknometer harus dibersihkan terlebih dahulu
dengan aquadest, lalu dilap dengan tissue kemudian dikeringkan menggunakan
blower atau pengering seama beberapa menit. Pada percobaan penentuan berat
jenis zat cair dengan sampel minyak goreng kemudian etanol, terlebih dahulu
menentukan dengan menggunakan sampel minyak kemudian etanol.
Hal ini dilakuan karena etanol dapat membersihkan secara cepat sisasisa minyak di piknometer karena sifat minyak yang sukar dibersihkan dengan
air, sehingga hal tersebut dapat mempengaruhi hasil penimbangan piknometer
kosong yang akhirnya juga mempengaruhi nilai berat jenis sampel. Dan Pada
pengisiannya harus melalui bagian dinding dalam dari piknometer untuk
menghindari adanya gelembung udara.
Begitu pula dengan penentuan berat jenis zat padat yang menggunakan
pasir kuarsa halus, mula-mula menimbang piknometer yang kosong serta kering
lalu menimbangnya, setelah mendapat beratnya, piknometer tersebut diisi dengan
pasir kuarsa namun hanya sparuh dari volume total piknometer tersebut,

kemudian ditimbang untuk mendapatkan berat pasir kuarsa yang ada dalam
piknometer. Setelah itu, ditambah dengan aquadest sampai penuh dan dipastikan
tidak ada gelembung udara dalam piknometer tersebut serta didapat juga suhu
27oC. Kemudian ditimbang, dan didapat hasil total dari berat piknometer + pasir
kuarsa + aqudest, untuk mendapatkan berat air, hasil yang sebelumnya
dikurangkan dengan hasil total.

X.

Kesimpulan
Dari hasil percobaan berat jenis yang dilakukan didapat data :
Penentuan volume piknometer menggunakan aquadest :
- Berat aquadest pada suhu 27oC
= 24,6765 gram
- Volume aquadest
= 24,7628 mL
- % Kesalahan volume
= 0,9488%
Penentuan berat jenis zat cair dengan menggunakan piknometer :
a. Minyak Goreng
- Berat jenis minyak goreng (pada 27,3oC)
= 0,9192 gr/mL
(Secara Praktek)
- Berat jenis minyak goreng (pada 27,3oC)
= 0,900 gr/mL
(Secara Teori)

- % Kesalahan
= 2,13%
b. Etanol

Berat jenis etanol (pada 27oC)


(Secara Praktek)
Berat jenis etanol (pada 27oC)
(Secara Teori)

% Kesalahan

= 0,7852 gr/mL
= 0,800 gr/mL
= 1,85%

Penentuan berat jenis zat padat dengan menggunakan piknometer :


- Berat jenis pasir kuarsa halus
= 2,542 gr/mL
(Secara Praktek)
- Berta jenis pasir kuarsa halus
= 2,657 gr/mL
(Secara Teori)

- % Kesalahan
= 4,32%
Dari percobaan yang dilakukan banyak faktor-faktor yang dapat
mempengaruhi berat jenis suatu zat seperti temperatur,dimana pada suhu yang
tinggi senyawa yang diukur berat jenisnya dapat menguap sehingga dapat
mempengaruhi berat jenisnya, demikian pula halnya pada suhu yang sangat
rendah dapat menyebabkan senyawa membeku sehingga sulit untuk menghitung
berat jenisnya.
Oleh karena itu, digunakan suhu dimana biasanya senyawa stabil, yaitu
pada suhu 25oC (suhu kamar).Adapun massa jenis ika zat mempunyai massa yang
besar maka kemungkinan berat jenisnya juga menjadi lebih besar.
Dan Volume zat juga berpengaruh. jika volume zat besar maka berat
jenisnya akan berpengaruh tergantung pula dari massa zat itu sendiri, dimana
ukuran partikel dari zat, berat molekulnya serta kekentalan dari suatu zat dapat
mempengaruhi berat jenisnya. Aplikasinya berat jenis dapat digunakan dalam
berbagai hal untuk menentukan suatu zat antara lain untuk menentukan kemurnian
suatu zat, mengenal keadaan zat dan untuk menunjukkan kepekatan larutan.
XI.

Daftar Pustaka
- Jobsheet. Instrumen dan Teknik Pengukuran. Berat Jenis Zat Cair
-

dan Zat Padat. 2015. Politeknik Negeri Sriwiwjaya:Palembang


http://fredi-36-a1.blogspot.com/2009/11/berat-jenis-zat-padat-dan-

zat-cair.html
http://irmatrianjaswati-fst11.web.unair.ac.id

GAMBAR ALAT

Pipet Tetes

Gelas Kimia 500 mL

Spatula

Gelas Kimia 250 mL

Gelas Kimia 100 mL

Piknometer

Corong

Tissue