Anda di halaman 1dari 3

SOP ASKARIASIS

No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

PUSKESMAS
CAKRANEG
ARA
1. Pengertian

2. Tujuan

3. Kebijakan

4. Referensi
5. Prosedur

SO
P
Tanda Tangan
Kepala Puskesmas

:
:
: 26 maret 2016
: 1 dari 3
:

dr. Hj. Y. Nevy Lestari


NIP.196311071997032001

Askariasis adalah infeksi yang disebabkan oleh Ascaris


lumbricoides, yang merupakan nematoda usus terbesar.
Angka kejadiannya di dunia lebih banyak dari infeksi cacing
lainnya, diperkirakan lebih dari 1 milyar orang di dunia
pernah terinfeksi dengan cacing in
Prosedur ini dibuat dimaksudkan untuk dokter dapat
melakukan konselingdan edukasi kepada pasien dan
keluarga dan memberikan terapi dengan baik
Undang Undang no .36 Tahun 2009 tentang kesehatan
Peraturan pemerintah nomor 40 tahun 1991 tentang
penanggulangan wabah penyakit
Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007. Dinas
Keseharan R.I
a. a. Alat
1. Blangko Ananesa
2. Blangko Observasi
3. Blangko Pemeriksaan
4. Handscoon
b. Bahan :
1. pot urin

1. LangkahLangkah

1. Promotif
Penyuluhan kesehatan tenatang askariasisdan cara
pencegahannya dengan cara seperti mencuci tangan
sebelum makan, menggunting kuku secara teratur, dan
pemakaian jamban keluarga serta pemeliharaan
kesehatan pribadi, ajaran tenatang
prinsip-prinsip
kesehatan lingkungan yang baik, misalnya membuat
kaskus yang baik untuk menghindari pencemaran
tanah dengan tinja penderita, mencegah masuknya
telur cacing yang mencemari makanan atau minuman
dengan selalu memasak makanan dan minuman
sebelum dimakan atau diminum, serta menjaga
kebersihan
perorangan
sebagai
pencegahan
penyebaran dan pemberantasan askariasis (Soedarto,
2008)
2. Prefentif
Investigasi kontak dan sumber infeksi : cari dan
temukan penderita lain yang perlu diberikan
pengobatan. Perhatikan lingkungan yang tercemar
yang menjadi sumber infeksi terutama disekitar rumah
penderita. Penderita penyakit askariasis tidak perlu di
isolasi ataupun di karantina karena tidak akan

SOP ASKARIASIS
No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

PUSKESMAS
CAKRANEG
ARA

SO
P
Tanda Tangan
Kepala Puskesmas

:
:
: 26 maret 2016
: 2 dari 3
:

dr. Hj. Y. Nevy Lestari


NIP.196311071997032001

membahayakan orang lain dan dirinya sendiri.


3. Kuratif
Pengobatan dengan menggunakan piperasin dosis
tunggal untuk dewasa 3-4gram, anak 25mg/kgBB;
pirantel pamoat dosis tunggal 10mg/kgBB; mebenzadol
2100mg/hr selama 3hr atau 500mg dosis tunggal;
albenzadol dosis tunggal 400mg
4. Rehabilitative
a. Pengobatan masal pada wanita (sekali setahun
termasuk wanita hamil) dan anak prasekolah usia
diatas satu tahun (2 kali setahun). Pengobatan
massal untuk anak sekolah diberikan apabila lebih
dari 10% menunjukkan adanya infeksi berat (>
50.000) telur askariasis/gram tinja tanpa melihat
angka prevalensinya.
b. Pengobatan massal setahun sekali untuk risiko tinggi
(termasuk wanita hamil) apabila prevalensinya >
50% dan infeksi berat pada anak sekolah < 10%.
c. Pengobatan individual, apabila prevalensinya < 50%
dan infeksi berat pada anak sekolah < 10%
2. Bagan Alir

Anamneses khas saluran


cerna seperti tidak nafsu
makan, muntah-muntah,
diare, konstipasi, dan
mual.Bila cacing masuk
ke
saluran
empedu
makan
dapat
menyebabkan kolik atau

Pasien
datang
Poli
umum/BP

Pemeriksaan fisikpemeriksaan
abdomen didapatkan kelainan
berupa perut pasien membesar,
bising usus
yang
meningkat
dan
nyeri
tekan
pada
abdomen. Hal inimengindikasikan
memang
terdapat
gangguan

Penatalaksanan
1.
2.
3.

Promotif
Prefentif
Kuratif

4.

Rehabilitatif

Rawat
jalan

Pemeriksaan
Penunjang : -

SOP ASKARIASIS
No. Dokumen
No. Revisi
Tanggal Terbit
Halaman

PUSKESMAS
CAKRANEG
ARA

SO
P
Tanda Tangan
Kepala Puskesmas

:
:
: 26 maret 2016
: 3 dari 3
:

dr. Hj. Y. Nevy Lestari


NIP.196311071997032001

Apotek

Pulang

3. Hal-hal
yang
1. Keadaan umum pasien
2. Privasi pasien
perlu
diperhatikan
4. Unit Terkait
Dinas Kesehatan.
1. Rumah Sakit
2. UPTD Kesehatan/Puskesmas.
3. Poli Klinik Rawat Jalan
4. Lingkungan tempat tinggal
5.IGD
5. Dokumen
1. Status pasien/Rekam medis
2. Register .
Terkait
3. Catpor
6. Rekaman
Historis
perubahan