Anda di halaman 1dari 9

TEKNOLOGI BERSIH

LIFE CYCLE, PRODUCT STEWARSHIP, GREEN ENGINEERING

Disusun Oleh :
1. Nurul Fatiyah

21030115120025

2. Gusfika Ayu Wandari

21030115120020

UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016

BAB I
PENDAHULUAN
1.1

Latar Belakang
Produk, pelayanan, proses memiliki siklus hidup. Untuk produk siklus hidup dimulai
dari bahan tersebut mulai dipanen. Life-cycle assessment (LCA) adalah proses
mengevaluasi dampak yang dipunyai produk terhadap lingkungan di seluruh perioda
hidupnya yang karena itu meningkatkan efisiensi penggunaan sumberdaya dan
menurunkan pertanggungan (liabilities). Dapat digunakan untuk mempelajari dampak
lingkungan pada produk atau fungsi produk yang didisain untuk bekerja.
Ada beberapa alasan digunakannya LCA di suatu perusahaan antara lain berorientasi
pada produk dan jasa, pendekatan integratif, serta menyediakan informasi paling ilmiah.
LCA dapat digunakan untuk membantu strategi bisnis dalam pembuatan keputusan,
untuk peningkatan kualitas produk dan proses, untuk menetapkan criteria eco-labelling,
dan untuk mempelajari aspek lingkungan dari suatu produk.

1.2

Tujuan
1. Mengetahui pengertian LCA, Produk Stewardship, dan Green Engineering.
2. Mengetahui alasan dan tujuan LCA serta produk stewardship.
3. Mengetahui langkah utama LCA.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Pengertian Life Cycle Analysis
Analisis Daur Hidup (Life Cycle Analysis) adalah alat untuk menilai potensi dampak
lingkungan dari sistem produk atau jasa pada semua tahap dalam siklus hidup mereka dari
ekstraksi sumber daya, melalui produksi dan penggunaan produk menggunakan kembali, daur
ulang atau pembuangan akhir. LCA adalah suatu alat yang digunakan untuk mengevaluasi
potensi dampak lingkungan dari suatu produk, proses atau aktivitas selama seluruh siklus
hidup dengan mengukur penggunaan sumber daya ( input seperti energi, bahan baku, air)
dan emisi lingkungan (output untuk udara, air dan tanah) yang berkaitan dengan sistem
yang sedang dievaluasi.
Life-cycle assessment (LCA) adalah proses mengevaluasi dampak yang dipunyai
produk terhadap lingkungan di seluruh perioda hidupnya yang karena itu meningkatkan
efisiensi penggunaan sumberdaya dan menurunkan pertanggungan (liabilities). Dapat
digunakan untuk mempelajari dampak lingkungan pada produk atau fungsi produk yang
didisain untuk bekerja.
LCA adalah suatu tujuan dari proses yang digunakan untuk mengevaluasi beban
lingkungan yang berhubungan dengan produk, dan proses atau aktivitas produksinya. LCA
ini dilengkapi dengan identifikasi serta kuantifikasi energi dan penggunaan bahan dan juga
pelepasan ke lingkungan. LCA mencakup keseluruhan dari daur hidup produk, yaitu: proses,
pengekstrakan, pemrosesan bahan mentah, pemanukfakuran, transportasi dan distribusi,
penggunaan/penggunaan ulang/pemeliharaan, daur ulang, dan penyelesaian akhir.
LCA umumnya dipandang sebagai analisa cradle -to-grave (kemunculan sampai
kepunahan). LCA adalah proses terus-menerus, perusahaan dapat memulai LCA pada setiap
titik dalam siklus produk / fungsi.
LCA dapat digunakan bagi pengembangan keputusan pemilikan strategi bisnis, bagi
produk, dan disain proses, dan perbaikan, untuk menata kriteria eko-labeling dan untuk
berkomunikasi tentang aspek lingkungan dari produk .
Siklus hidup produk bermula ketika material mentah diekstraksi dari dalam bumi,
diikuti oleh pembuatan, transportasi, dan penggunaan, dan berakhir dengaan manajemen
limbah termasuk pendaur ulangan dan pembuangan akhir. Pada setiap tahapan siklus hidup
terjadi emisi dan konsumsi sumberdaya. Dampak lingkungan dari keseluruhan siklus hidup

produk dan jasa perlu diketahui. Untuk melakukan analsis daur hidup ini, pemikiran siklus
hidup

diperlukan.
LCA dapat diterapkan dalam pengembangan strategis, pengembangan dan pemasaran

produk. Metodologi LCA telah dikembangkan secara ekstensif selama dekade terakhir ini.
Selain itu, sejumlah standar yang terkait LCA (ISO 14.040-14.043) dan laporan teknis telah
diterbitkan dalam Organisasi Internasional untuk Standarisasi (ISO) untuk merampingkan
metodologi.
Penggunaan energi dan emisi lingkungan seperti udara, air dan limbah padat
berkurang secara signifikan. Dampak kategori termasuk peningkatan keasaman, keracunan
air, efek rumah kaca, eutrofikasi, toksisitas manusia, penipisan ozon dan kabut juga
berkurang sebagai akibat langsung dari penggunaan kimia yang lebih efisien menghasilkan
direkomendasikan dosis yang lebih rendah dan performa yang lebih baik untuk mencuci
super compacts.
Harus ditekankan bahwa mayoritas dari konsumsi energi dan emisi yang terkait
penggunaan berasal dari fase siklus hidup. Ini berarti bahwa bagaimana kita menggunakan
suatu produk, misalnya deterjen akan berdampak pada lingkungan dari produk yang kita
pilih. Dengan pemikiran ini, kita harus menyediakan konsumen dengan petunjuk penggunaan
yang relevan, dan mencoba untuk mengembangkan perbaikan yang mengarah pada suhu yang
lebih rendah mencuci, penggunaan sedikit air, mengurangi penggunaan energi, dosis rendah,
dan kurang kemasan. LCA tidak akan memberikan taksiran/penilaian terhadap resiko yang
akan terjadi. Hal ini karena LCA tidak mempertimbangkan eksposur, yang sangat penting
untuk menilai risiko.
2.2 Alasan Menggunakan Analisis Daur Hidup
Minimal terdapat tiga alasan mengapa perusahaan perlu menggunakan LCA, yaitu :
1. Beroritentasi produk dan jasa, sangat penting dalam setiap masyarakat. Semua aktifitas
ekonomi tergantung pada penggunaan dan konsumsi produk dan jasa. Produk dan jasa-jasa
adalah sumbu dimana aktifitas ekonomi berjalan. Kebijakan pada produk dan jasa dalam
bisnis dan pemerintahan merupakan alat yang penting untuk membuat aktifitas ekonomi
lebih berkelanjutan.
2. Pendekatan integratif, dengan pendekatan ini LCA dapat di gunakan untuk mencegah 4
bentuk umum terjadinya masalah polusi :
a. Dari satu tahap siklus hidup ke tahap lainnya
b. Dari satu media lingkungan ke lainnya

c. Dari satu lokasi ke lainnya


d. Dari saat ini ke masa depan
3. LCA dirancang untuk menyediakan informasi paling ilmiah dan kuantitatif yang mungkin
untuk mendukung pengambilan keputusan. Tipe kriteria lain (ekonomi, sosial, dan politik)
memasuki diskusi ketika pengambil keputusan menggunakan keseluruhan informasi yang
disediakan LCA untuk menganalisa informasi secara lengkap.
2.3 Tujuan Analisis Daur Hidup
LCA dapat digunakan untuk membantu strategi bisnis dalam pembuatan keputusan,
untuk peningkatan kualitas produk dan proses, untuk menetapkan criteria eco-labelling, dan
untuk mempelajari aspek lingkungan dari suatu produk. Elemen utama dari LCA antara lain :
a. Mengidentifikasi dan mengkuantifikasikan semua bahan yang terlibat, misalnya energi dan
bahan baku yang dikonsumsi, emisi dan limbah yang dihasilkan.
b. Mengevaluasi dampak yang potensial dari bahan-bahan tersebut terhadap lingkungan.
c. Mengkaji beberapa pilihan yang ada untuk menurunkan dampak tersebut.
Konsep dasar dari LCA ini didasarkan pada pemikiran bahwa suatu sistem industri
tidak lepas kaitannya dengan lingkungan tempat industry itu berada. Dalam suatu sistem
industri terdapat input dan output. Input dalam sistem adalah material-material yang diambil
dari lingkungan dan outputnya akan dibuang ke lingkungan kembali. Input dan output dari
sistem industri ini tentu saja akan memberi dampak terhadap lingkungan. Pengambilan
material (input) yang berlebihan akan menyebabkan semakin berkurangnya persediaan
material, sedangkan hasil keluaran dari sistem industri yang bisa berupa limbah (padat, cair,
udara) akan banyak memberi dampak negatif terhadap lingkungan. Oleh karena itu LCA
berusaha untuk melakukan evaluasi untuk meminimumkan pengambilan material dari
lingkungan dan juga meminimumkan limbah industri.
Tujuan LCA adalah untuk membandingkan semua kemungkinan kerusakan lingkungan
yang dapat diakibatkan dari suatu produk maupun proses, agar dapat dipilih produk maupun
proses yang mempunyai dampak paling minimum.
Prosedur dari life cycle assessment (LCA) merupakan bagian dari ISO 14000
environmental management standards: in ISO 14040:2006 and 14044:2006. (ISO 14044
replaced earlier versions of ISO 14041 to ISO 14043.)

2.4 Langkah Utama Analisis Daur Hidup


Berdasarkan ISO 14040 dan 14044 standards, life-cycle analysis dilaksanakan dalam
empat langkah utama.

Langkah 1 (Tujuan dan cakupan (Goal and Scoping))


Langkah pertama dalam LCA adalah menentukan ruang lingkup dan batasan
dari pembahasan. Langkah ini dinamakan goal and scope definition. Pada tahap ini,
alasan untuk melaksanakan LCA diidentifikasikan: penentuan produk, proses, maupun
pelayanan yang akan dipelajari; pemilihan unit fungsional dari produk; penentuan pilihan
tentang batasan sistem, termasuk batasan ruang maupun waktu. Yaitu, inventarisasi
kegiatan yang diperkirakan dapat menimbulkan dampak penting yang ditimbulkan oleh
proses atauproduk tertentu terhadap lingkungan.
Batasan sistem menentukan unit proses mana yang tercakup dalam pembahasan
LCA

dan

batasan

tersebut

harus

mencerminkan

tujuan

dari

pembahasan.

Kesimpulannnya, tahap ini mencakup deskripsi dari metode yang diaplikasikan untuk
memperkirakan

potensi

dampak

lingkungan

dan

dampak

mana

yang

akan

diperhitungkan.
Langkah 2 (Analisis inventori (Inventory Analysis))
Langkah kedua dalam life-cycle assessment adalah menginventrisasikan input,
seperti bahan baku dan energi, dan output, seperti produk, produk samping, limbah, dan
emisi, yang terjadi dan digunakan sepanjang daur hidupnya. Analisis inventori
merupakan bagian LCA yang berisi inventori input yang berupa energi maupun bahan
baku, dan output emisi maupun limbah. Pada proses ini dilakukan pengumpulan data
kuantitatif untuk menentukan level atau tipe inputenergi maupun material pada suatu
sistem industri dan hasil yang di lepaskan kelingkungan. Langkah ini terkadang

membutuhkan porsi waktu dan data paling banyak di antara langkah-langkah yang lain.
Langkah 3 (Penakaran dampak (Impact Assessment))
Hasil dari langkah life-cycle inventory merupakan kumpulan bahan/material
yang terkandung dari setiap bahan yang digunakan atau yang dikeluarkan. Untuk
mengubah tiap elemen dalam inventarisasi tersebut menjadi suatu kajian kualitatif
terhadap kondisi lingkungan maka memerlukan suatu langkah untuk memperkirakan
dampak lingkungan yang merupakan akibat dari emisi dan bahan yang digunakan.
Sehingga, langkah ketiga ini adalah untuk memperkirakan dampak lingkungan dari
semua input dan output yang sudah terkumpul dalam inventaris tahap dua. Langkah ini
disebut life-cycle impact analysis. Penakaran dampak digunakan untuk menganalisis
dampak suatu proses terhadap lingkungan dan kesehatan manusia yang telah didata
secara kuantitatif pada penakaran inventori. Dalam pengklasifikasian, data inventori
yang dihubungkan dengan efek potensi terhadap ekologi dan kesehatan manusia

ditempatkan dalam kategori-kategori khusus.


Langkah 4 (Interpretasi atau analisis perbaikan (Improvement Analysis))

Langkah keempat dalam life-cycle assessment adalah untuk menginterpretasikan


hasil dari langkah ketiga, bila mungkin disertakan saran untuk langkah perbaikan. Jika
life-cycle assessment ditujukan untuk membandingkan produk, langkah ini bisa berisi
tentang rekomendasi produk yang paling ramah terhadap lingkungan. Jika hanya satu
produk yang dianalisis, saran untuk memodifikasi produk bisa ditambahkan dalam tahap
ini. Langkah keempat ini disebut improvement analysis atau interpretation step. (Pada
tahapan ini dilakukan interpretasi hasil, evaluasi, dan analisis terhadap usaha-usaha yang
dapat dilakukan untuk perbaikan).
2.5 Pengertian Produk Stewardship
Produk Stewardship adalah stategi manajemen lingkungan yang mendesain,
memproduksi, menjual atau menggunakan produk untuk meminimalisir pengaruh produk
terhadap lingkungan selama semua tahapan dari produk life cycle termasuk akhir dari
manajemen kehidupan.
2.6 Tujuan Produk Stewardship
a. Menjadikan kesehatan, keselamatan, dan lingkungan sebagai prioritas utama dari
perencanaan untuk semua produk dan proses.
b. Untuk mengembangkan dan memproduksi bahan kimia yang bisa diproduksi
diangkut, digunakan, dan dibuang dengan aman.
c. Untuk memperluas pengetahuan dengan melakukan atau mendukung penelitian
tentang kesehatan, keselamat, dan dampak lingkungan dari produk, proses, dan
material limbah.
d. Untuk memberikan konsultasi kepada pelanggan tentang penggunaan yang aman,
transportasi, dan pembuangan produk kimia.
e. Melaporkan segera kepada pejabat, karyawan, pelanggan dan masyarakat informasi
tentang bahan kimia kesehatan terkait atau bahaya lingkungan dan merekomendasikan
tindakan perlindungan.
f. Untuk mempromosikan prinsip-prinsip dan praktek responsible care melalui berbagi
pengalaman dan menawarkan bantuan kepada orang lain yang memproduksi,
menangani, penggunaan, transportasi atau pembuangan bahan kimia.
2.7 Pengertian dan Prinsip Green Engineering

Green Engineering adalah pengembangan dan komersialisasi proses industri yang layak
secara ekonomi dan mengurangi resiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.
1. Inherent Rather Than Circumstantial
2. Prevention Instead of Treatment
3. Design for Separation
4. Maximize Efficiency
5. Output-Pulled Versus Input Pushed
6. Conserve Complexity
7. Durability Rather Than Immortality
8. Meet Need, Minimize Excess
9. Minimize Material Diversity
10. Integrate Material and Energy Flows
11. Design for Commercial Afterlife
12. Renewable Rather Than Depleting

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Analisis Daur Hidup (Life Cycle Analysis) adalah alat untuk menilai potensi
dampak lingkungan dari sistem produk atau jasa pada semua tahap dalam siklus hidup
mereka dari ekstraksi sumber daya, melalui produksi dan penggunaan produk
menggunakan kembali, daur ulang atau pembuangan akhir. Produk Stewardship adalah
stategi manajemen

lingkungan yang

mendesain,

memproduksi,

menjual atau

menggunakan produk untuk meminimalisir pengaruh produk terhadap lingkungan selama


semua tahapan dari produk life cycle termasuk akhir dari manajemen kehidupan. Green
Engineering adalah pengembangan dan komersialisasi proses industri yang layak secara
ekonomi dan mengurangi resiko terhadap kesehatan manusia dan lingkungan.