Anda di halaman 1dari 4

TINDAKAN TES TREADMILL

SPO

No. Dokumen
/ Yanmed
Tanggal terbit

Pengertian

No. revisi
2 ( dua )

Halaman
1/4

Ditetapkan

1. Definisi :
Merupakan salah satu modalitas non invasif yang digunakan
untuk menilai pasien dengan dugaan atau terbukti menderita
penyakit jantung
2. Tujuan :
Memperkirakan prognosis dan menentukan kapasitas fungsional
3. Indikasi :
- Untuk diagnosis penyakit jantung koroner (PJK)
- Penilaian resiko dan prognosis pada pasien dengan gejala
atau riwayat penyakit jantung koroner sebelumnya
- Pada pasien dengan IMA untuk menilai prognosis, toleransi
aktivitas, evaluasi terapi medis dan rehabilitasi jantung
- Evaluasi pasien dengan gejala yang berulang yang disertai
iskemia paska revaskularisasi
4. Kontraindikasi :
Absolut :
- Infark miokard akut
- Angina pektoris tidak stabil yang belum stabil dengan terapi
medis
- Aritmia yang tidak terkendali yang menyebabkan keluhan
atau gangguan hemodinamik
- Stenosis aorta berat simtomatik
- Gagal jantung simtomatik yang belum terkendali
- Emboli paru akut atau infark paru
- Miokarditis atau perikarditis akut
- Diseksi aorta akut
Relatif :
- Stenosis arteri koroner (left main)
- Penyakit jantung katup stenotik moderat
- Gangguan elektrolit
- Hipertensi berat

TINDAKAN TES TREADMILL

No. Dokumen
/ Yanmed

SPO

Tanggal terbit

Pengertian

Tujuan
Kebijakan

No. revisi
2 ( dua )

Halaman
2/4

Ditetapkan

Bradiaritmia dan takiaritmia


Kardiomiopati hipertropik dan bentuk obstruksi out flow
tract
Penurunan fisik dan mental yang menyebabkan
ketidakmampuan melakukan latihan secara adekuat
Blok AV derajat tinggi

Sebagai acuan dalam pelaksanaan tindakan tes treadmill


1. Undang-undang Kesehatan RS nomor : 23 tahun 1992.
2. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
nomor : 436/Menkes/SKA71/93, tentang berlakunya Standar
pelayanan Rumah Sakit dan Standar pelayanan Medis di
Rumah Sakit

3. Surat Edaran Direktorat Jenderal Pelayanan Medis nomor :


:YM.02.04.3.5.2504 tentang Pedoman Hak Kewajiban Pasien,
Dokter dan Rumah Sakit

Prosedur

1. Persiapan :
- Pasien diberitahukan untuk tidak makan atau merokok
sekurang-kurangnya 2 jam sebelum tes
- Anamnesis singkat dan pemeriksaan fisik untuk
menyingkirkan kontraindikasi tes
- Menanyakan obat-obatan yang rutin diminum
- Pemeriksaan EKG 12 sadapan pada pasien telentang dan
berdiri sebelum tes dilakukan
2. Tindakan :
- Perekaman EKG dilakukan sebelum, selama dan setelah tes
dilakukan
- Sebelum tes, perekaman EKG dilakukan saat pasien posisi
tidur, posisi yang sesuai saat tes, dan setelah pasien diminta
bernafas dengan cepat (hiperventilasi)

TINDAKAN TES TREADMILL

No. Dokumen
/ Yanmed

SPO

Tanggal terbit

Prosedur

No. revisi
2 ( dua )

Halaman
3/4

Ditetapkan

Selama tes gambaran EKG diambil melalui osiloskop,


sedangkan perekaman dikerjakan 10-30 detik terakhir setiap
beban tes, setelah tes treadmill diakhiri, dan dalam intervalinterval tertentu selama 6 menit berikutnya atau setelah
abnormalitas menghilang
Biasanya minimal dikerjakan 1 perekaman baku dengan
exploring electrode diletakkan di V5, sedangkan refferrence
electrode disesuaikan dengan posisi listrik jantung
Indikasi penghentian tes:
Absolut :
TD sistolik turun (menetap dibawah baseline) walaupun
dengan peningkatan beban latihan
Nyeri dada angina baru atau meningkat
Gejala SSP (pusing, near syncope, ataksia)
Tanda perfusi perifer menurun
Aritmia serius (ventrikuler derajat tinggi seperti
multiform, triplet, VT atau SVT)
Kesulitan teknis dalam pemantauan EKG atau TD
sistolik
Pasien minta berhenti
Relatif :
Perubahan interval ST atau QRS seperti perubahan
segmen ST 3-4 mm, depresi junctional atau perubahan
aksis QRS
Peningkatan rasa tidak enak didada
Lelah, sesak nafas, wheezing
Target heart rate 100% sudah tercapai

TINDAKAN TES TREADMILL


No. Dokumen
/ Yanmed

No. revisi
2 ( dua )

Halaman
4/4

SPO
Tanggal terbit

Unit Terkait

Poliklinik
Rekam Medis

Ditetapkan