Anda di halaman 1dari 3

TINDAKAN KARDIOVERSI

SPO

No. Dokumen
/ Yanmed
Tanggal terbit

Pengertian

No. revisi
2 ( dua )

Halaman
1/3

Ditetapkan

1. Definisi :
Merupakan usaha konversi secara elektrik pada aritmia atrial atau
ventrikular dengan memakai DC (Direct Current) shock yang
synchronized dan DC shock unsynchronized yaitu pada awal
gelombang T kira-kira 30 ms sebelum apeks gelombang T
2. Tujuan :
Menghentikan aritmia yang mengancam menjadi irama sinus
yang normal
3. Indikasi :
- Fibrilasi ventrikuler, flutter atrial atau fibrilasi atrial yang
menyebabkan gangguan hemodinamik dan tidak responsif
dengan terapi farmakologis
- Takikardi supraventrikuler yang menyebabkan gangguan
hemodinamik dan tak responsif dengan antiaritmia atau vagal
maneuver
- Takikardi ventrikuler yang menyebabkan gangguan
hemodinamik dan tak responsif dengan obat antiaritmia
4. Kontraindikasi :
- Fibrilasi atrial kronik pada stenosis mitral atau regurgitasi
mitral dan tirotoksikosis
- Fibrilasi atrial dengan slow ventricular rate
- Hipokalemia
- Intoksikasi digitalis
-

Tujuan

Sebagai acuan dalam pelaksanaan tindakan kardioversi

Kebijakan

1. Undang-undang Kesehatan RS nomor : 23 tahun 1992.


2. Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
nomor : 436/Menkes/SKA71/93, tentang berlakunya Standar
pelayanan Rumah Sakit dan Standar pelayanan Medis di
Rumah Sakit

TINDAKAN KARDIOVERSI

SPO

No. Dokumen
/ Yanmed
Tanggal terbit

Kebijakan

No. revisi
2 ( dua )

Halaman
2/3

Ditetapkan

3. SK Menkes nomor 133/Menkes/SK/II/2004 tentang Sistem


Kesehatan Nasional

4. Surat Edaran Direktorat Jenderal Pelayanan Medis nomor :


:YM.02.04.3.5.2504 tentang Pedoman Hak Kewajiban Pasien,
Dokter dan Rumah Sakit

Prosedur

1. Persiapan :
- Informed consent kepada pasien dan keluarga
- Alat cardioverter dan monitor jantung berfungsi dengan baik
- Sebaiknya puasa untuk menghindari regurgitasi dan asfiksia
- Pemakaian digitalis stop 1-2 hari sebelum tindakan
- Kadar elektrolit serum harus optimal
- Terpasang oksigen
- Premedikasi dengan meperidin 100mg atau diazepam 5 mg
(IV)
2. Tindakan :
- Flutter atrial dengan dosis 20 J bila gagal diulang dengan 50 J
atau 100 J
- Fibrilasi atrial diawali dengan dosis 100 J bila gagal
diteruskan dengan 200 J atau 300 J. Sehari sebelumnya
pasien diberi kuinidin oral tiap 6 jam, kadang kadang obat ini
diperlukan untuk waktu yang lama. Prokainamid dapat
dipakai bila pasien tak toleran dengan kuinidin
- Takikardi supraventrikuler 10 J biasanya efektif. Dosis 100 J
hampir selalu efektif
- Fibrilasi ventrikuler dosis awal 200 J bila gagal segera pakai
360 J
3. Penyulit :
- Bradiaritmia atau asistol sehingga perlu disiapkan atropin,
isoproterenol dan pacu jantung sementara
- Takiaritmia ventrikuler atau fibrilasi ventrikuler, pasien perlu
di monitor kira-kira 8 jam paska tindakan

TINDAKAN KARDIOVERSI

SPO

No. Dokumen
/ Yanmed

No. revisi
2 ( dua )

Tanggal terbit

Prosedur

Unit Terkait

4. Informed Consent
Diperlukan secara lisan dan tertulis
Ruangan Rawat Inap
ICU
UGD
Laboratorium
Radiologi
Rekam Medis

Ditetapkan

Halaman
3/3