Anda di halaman 1dari 7

TUGAS

Artikel Tentang Pengawasan Koperasi


Pemeriksaan Koperasi

OLEH :
NAMA : TENI
NIM

: ABB 114 076

UNIVERSITAS PALANGKA RAYA


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMP PENDIDIKAN
JURUSAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL
PENDIDIKAN EKONOMI
2016

PENGAWASAN KOPERASI
1.Sendi-sendi dasar koperasi
Menurut UU No.12 Tahun 1967,sendi sendi dasar koperasi adalah:
Sifat keanggotaannya suka rela dan terbuka untuk setiap warga Negara Indonesia
Rapat angota meruapakan kekuasaan tertinggi sebagai pencerminan dalam
pencerminan koperasi
Pembagian SHU di atur menurut jasa masing-masing anggota
Adanya pembatasan bunga atas modal
Pengembangan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada
anggotanya
Usaha dan ketatalaksanaannya bersifat terbuka
Swadaya,swakarta dan swasembada sebagai pencerminan prinsip dasar percaya pada
diri sendiri.
2.Tipe pengawasan dari metode penelitian
Dalam pengawasan terdapat beberapa tipe pengawasan. Fungsi pengawasan dapat
dibagi dalam tiga macam tipe, atas dasar fokus aktivitas pengawasan, antara lain:
a) Pengawasan Pendahuluan (preliminary control).
b) Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control)
c) Pengawasan Feed Back (feed back control)
Penjelasan:
a. Pengawasan Pendahuluan (preliminary contro)
Prosedur-prosedur pengawasan pendahuluan mencakup semua upaya manajerial
guna memperbesar kemungkinan bahwa hasil-hasil aktual akan berdekatan hasilnya
dibandingkan dengan hasil-hasil yang direncanakan.
Dipandang dari sudut prespektif demikian, maka kebijaksanaankebijaksanaan
merupakan pedoman-pedoman untuk tindakan masa mendatang. Tetapi, walaupun
demikian penting untuk membedakan tindakan menyusun kebijaksanaan-kebijaksanaan
dan tindakan mengimplementasikannya.
Merumuskan kebijakan-kebijakan

termasuk

dalam

fungsi

perencanaan

sedangkan tndakan mengimplementasi kebijaksanaan merupakan bagian dari fungsi


pengawasan.
Pengawasan pendahuluan meliputi:
1. Pengawasan pendahuluan sumber daya manusia.
2. Pengawasan pendahuluan bahan-bahan.
3. Pengawasan pendahuluan modal

4. Pengawasan pendahuluan sumber-sumber daya finansial


b. Pengawasan Pada Waktu Kerja Berlangsung (concurrent control)
Concurrent control terutama terdiri dari tindakan-tindakan para supervisor yang
mengarahkan pekerjaan para bawahan mereka.
Direction berhubungan dengan tindakan-tindakan para manajer sewaktu mereka
berupaya untuk:
a. Mengajarkan para bawahan mereka bagaimana cara penerapan metode-metode
serta prosedur-prsedur yang tepat.
b. Mengawasi pekerjaan mereka agar pekerjaan dilaksanakan sebagaimana mestinya.
Proses memberikan pengarahan bukan saja meliputi cara dengan apa petunjukpetunjuk dikomunikasikan tetapi ia meliputi juga sikap orang-orang yang memberikan
penyerahan.
c. Pengawasan Feed Back (feed back control)
Sifat khas dari metode-metode pengawasan feed back (umpan balik) adalah bahwa
dipusatkan perhatian pada hasil-hasil historikal, sebagai landasan untuk mengoreksi

1.
2.
3.
4.

tindakan-tindakan masa mendatang.


Adapun sejumlah metode pengawasan feed back yang banyak dilakukan yaitu:
Analysis Laporan Keuangan (Financial Statement Analysis)
Analisis Biaya Standar (Standard Cost Analysis).
Pengawasan Kualitas (Quality Control)
Evaluasi Hasil Pekerjaan Pekerja (Employee Performance Evaluation)
3. Metode Pengawasan
Secara garis besar pengawasan dapat dibagi menjadi dua, yaitu metode
pengawasan kualitatif dan metode pengawasan kuantitatif. Pengawasan kualitatif
dilakukan oleh manajer untuk menjaga performance organisasi secara keseluruhan,
sikap serta performance karyawan. Metode pengawasan kuantitatif dilakukan dengan
menggunakan data, biasanya digunakan untuk mengawasi kuantitas maupun kualitas
produk. Ada beberapa cara yang biasa digunakan untuk mengadakan pengawasan
kuantitatif, antara lain: dengan menggunakan anggaran, mengadakan auditing, analisis
break even, analisis rasio dan sebagainya.
4. Manajemen koperasi
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan
pengawasan, usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber
daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Koperasi seperti halnya organisasi yang lain membutuhkan manajemen yang baik agar
tujuan koperasi tercapai dengan efisien.
Hal yang membedakan manajemen koperasi dengan manajemen umum adalah
terletak pada unsur-unsur manajemen koperasi yaitu rapat anggota, pengurus, dan
pengawas. Adapun tugas masing-masing dapat diperinci sebagai berikut : Rapat anggota
bertugas untuk menetapkan anggaran dasar, membuat kebijaksanaan umum,
mengangkat/memberhentikan pengurus dan pengawas. Pengurus koperasi bertugas
memimpin koperasi dan usaha koperasi sedangkan Pengawas tugasnya mengawasi
jalannya koperasi.
Untuk koperasi yang unit usahanya banyak dan luas, pengurus dimungkinkan
mengangkat manajer dan karyawan. Manajer atau karyawan tidak harus anggota
koperasi dan seyogyanya memang diambil dari luar koperasi supaya pengawasannya
lebih mudah. Mereka bekerja karena ditugasi oleh pengurus, maka mereka juga
bertanggung jawab kepada pengurus.
5. Proses Perencanaan Perencanaan dalam Koperasi
1. Organisasi koperasi sama dengan organisasi yang lain, perlu dikelola dengan baik
agar dapat mencapai tujuan akhir seefektif mungkin.
2. Fungsi perencanaan merupakan fungsi manajemen yang sangat penting karena
merupakan dasar bagi fungsi manajemen yang lain. Agar tujuan akhir koperasi
dapat dicapai maka koperasi harus membuat rencana yang baik, dengan melalui
beberapa langkah dasar pembuatan rencana yaitu menentukan tujuan organisasi
mengajukan beberapa alternatif cara mencapai tujuan tersebut dan kemudian
alternatif-alternatif tersebut harus dikaji satu per satu baik buruknya sebelum
diputuskan alternatif mana yang dipilih
3. Tipe rencana yang dapat diambil dalam koperasi dapat bermacam-macam
tergantung pada jangka waktu dan jenjang atau tingkatan manajemen.
6. Struktur Organisasi dalam Koperasi
Sebagai pengelola koperasi, pengurus menghadapi berbagai macam masalah
yang harus diselesaikan. Masalah yang paling sulit adalah masalah yang timbul dari
dalam dirinya sendiri, yaitu berupa keterbatasan. Keterbatasan dalam hal pengetahuan
paling sering terjadi, sebab seorang pengurus harus diangkat oleh, dan dari anggota,
sehingga belum tentu dia merupakan orang yang profesional di bidang perusahaan.

Dengan kemampuannya yang terbatas, serta tingkat pendidikan yang terbatas pula,
pengurus perlu mengangkat karyawan yang bertugas membantunya dalam mengelola
koperasi agar pekerjaan koperasi dapat diselesaikan dengan baik.
Dengan masuknya berbagai pihak yang ikut membantu pengurus mengelola
usaha koperasi, semakin kompleks pula struktur organisasi koperasi tersebut. Pemilihan
bentuk struktur organisasi koperasi harus disesuaikan dengan macam usaha, volume
usaha, maupun luas pasar dari produk yang dihasilkan. Pada prinsipnya semua bentuk
organisasi baik, walaupun masing-masing mempunyai kelemahan.
7. Pengarahan
Pengarahan merupakan fungsi manajemen yang sangat penting. Sebab masingmasing orang yang bekerja di dalam suatu organisasi mempunyai kepentingan yang
berbeda-beda. Supaya kepentingan yang berbeda-beda tersebut tidak saling bertabrakan
satu sama lain, maka pimpinan perusahaan harus dapat mengarahkannya untuk
mencapai tujuan perusahaan.
Seorang karyawan dapat mempunyai prestasi kerja yang baik, apabila mempunyai
motivasi. Maka dari itu, tugas pimpinan perusahaan adalah memotivasi karyawannya
agar mereka menggunakan seluruh potensi yang ada dalam dirinya untuk mencapai
hasil yang sebaik-baiknya. Supaya manajer atau pimpinan perusahan dapat memberikan
pengarahan yang baik, pertama-tama ia harus mempunyai kemampuan untuk memimpin
perusahaan dan harus pandai mengadakan komunikasi secara vertikal.
8. Manajemen Kepegawaian
Seorang manajer kepegawaian adalah pembantu pengurus yang diserahi tugas mengurus
administrasi kepegawaian, yang mencakup:
1. mendapatkan pegawai yang mau bekerja dalam koperasi,
2. meningkatkan kemampuan kerja pegawai,
3. menciptakan suasana dan hubungan kerja yang baik sehingga para karyawan
tersebut tidak bosan bekerja bahkan dapat meningkatkan prestasinya,
4. melaksanakan kebijaksanaan yang dibuat pengurus, mengawasi pelaksanaannya
dan menyampaikan informasi maupun laporan kepada pengurus secara teratur,
5. memberikan saran-saran/usul-usul perbaikan.
9. Pengertian dan Tujuan Pengawasan
Pengawasan adalah suatu usaha sistematik untuk membuat semua kegiatan perusahaan
sesuai dengan rencana. Proses pengawasan dapat dilakukan dengan melalui beberapa

tahap, yaitu menetapkan standar, membandingkan kegiatan yang dilaksanakan dengan


standar yang sudah ditetapkan, mengukur penyimpangan-penyimpangan yang terjadi,
kemudian mengambil tindakan koreksi apabila diperlukan. Setiap perusahaan
mengadakan pengawasan dengan tujuan agar pelaksanaan kegiatan sesuai dengan
rencana yang sudah ditetapkan.
10. Hubungan Kerja antara Manajer dengan Pengurus dan Pihak Lain
Dewasa ini semakin banyak koperasi yang mengangkat manajer untuk
menangani usaha koperasi dengan berbagai macam alasan. Alasan yang biasa
dikemukakan adalah yang menyangkut kemampuan pengurus. Pengurus diangkat dari
anggota koperasi yang mempunyai kemampuan terbatas di bidang manajemen
perusahaan. Selain itu pengurus mempunyai tugas yang lebih luas, yaitu memimpin
koperasi secara keseluruhan, sehingga hal-hal yang bersifat operasional dapat
diserahkan kepada manajer. Dari segi waktu, pengurus dipilih hanya untuk jangka
waktu tertentu untuk mengurus usaha koperasi, sebab biasanya pengurus mempunyai
pekerjaan sendiri selain menjadi pengurus koperasi. Sedangkan menjalankan usaha
koperasi tidak dapat dilakukan sambil lalu, tetapi harus dikerjakan penuh ketekunan.
Seorang manajer koperasi diangkat pengurus untuk membantu menjalankan
usaha koperasi, oleh karena itu manajer harus mempertanggungjawabkan pekerjaannya
kepada pengurus, bukan kepada orang lain. Manajer hanya boleh mengerjakan sesuatu
kalau diberi kewenangan atau kekuasaan oleh pengurus, misalnya dalam berhubungan
dengan bank, manajer hanya boleh mengadakan kontak dengan bank untuk hal-hal yang
diizinkan oleh pengurus. Di luar hal-hal yang diizinkan tersebut, manajer tidak boleh
mengadakan hubungan dengan bank, melainkan pengurus sendiri yang akan
melakukannya.
11. Administrasi Koperasi
Penyelenggaraan administrasi yang baik mempunyai suatu tujuan yaitu efisiensi.
Efisiensi di sini menggambarkan adanya perbandingan yang paling baik antara suatu
usaha dengan hasil yang dicapai dari usaha tersebut. Dilihat dari hasilnya, suatu usaha
dikatakan efisien bila usaha tersebut memberikan hasil yang terbaik. Sebaliknya dilihat
dari segi usaha, suatu usaha dapat dikatakan efisien apabila hasil yang ditentukan dapat
dicapai dengan usaha yang paling ringan.
12. Sumber Keuangan dan Penggunaan Dana Koperasi

Sebagai suatu perusahaan yang bergerak di bidang ekonomi, koperasi


membutuhkan modal untuk menjalankan usahanya. Ada empat macam modal koperasi
menurut penggunaannya, yaitu (1) modal untuk organisasi, (2) modal untuk alat
perlengkapan, (3) modal kerja atau modal lancar dan (4) modal untuk uang muka.
Untuk memenuhi kebutuhannya akan modal, koperasi memiliki beberapa sumber
modal, antara lain: dari anggota, berupa simpanan pokok, simpanan wajib dan simpanan
sukarela; dari Sisa Hasil Usaha dan dari luar koperasi, yang dapat berupa pinjaman dari
bank maupun dari penanam modal.
13. Auditing Koperasi
Koperasi supaya dapat bersaing dengan perusahaan lain harus dalam kondisi
sehat, baik dari sudut organisasi maupun keuangannya. Untuk keperluan tersebut,
koperasi harus menjalani pemeriksaan secara periodik. Pemeriksaan dapat dilakukan
oleh pihak intern koperasi, yaitu oleh pengawas. Salah satu tugas pengawas adalah
memeriksa jalannya koperasi, baik dari aspek organisasi, manajemen maupun keuangan.
Pemeriksaan oleh pihak intern sering kurang objektif, karena dalam kenyataan memang
sulit memeriksa diri sendiri dan mencari kesalahan sendiri. Selain itu ada kemungkinan
anggota pengawas tidak mempunyai bekal pengetahuan tentang akuntansi.