Anda di halaman 1dari 20

TUGAS AKHIR

SEJARAH PEMIKIRAN EKONOMI


dan KELEMBAGAAN (ECEU 602004 )
Sejarah dan Peranan E-commerce Dalam Perekonomian
Indonesia

Disusun Oleh :

Rendy Dwi Ramanda - 1206229105


Alexander Kevin Utomo - 1206237284
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
Universitas Indonesia
Depok
2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
rahmat dan hidayah-Nya, kami dapat menyelesaikan makalah laporan ini. Penulisan makalah
laporan akhir ini bertujuan untuk memenuhi tugas akhir mata kuliah Sejarah Pemikiran Ekonomi
dan Kelembagaan serta menambah wawasan penulis mengenai topik e-commerce dan ekonomi.
Penulis juga memberikan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah membantu penulisan
makalah laporan akhir ini, karena penulis menyadari bahwa tanpa bantuan berbagai pihak akan
sangat sulit dalam menyelesaikan makalah laporan ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih
kepada Dosen Prof.Dorodjatun Kuntjoro-Jakti, Ph.D dan Femmy Roeslan, SE, MA yang telah
memberikan bimbingan selama perkuliahan di kelas sehingga penulis dapat menyusun makalah
laporan akhir ini. Terlepas dari berbagai kekurangan yang ada, penulis berharap semoga makalah
laporan akhir ini dapat memberikan manfaat sebanyak mungkin kepada pengembangan dan juga
kepada masyarakat khususnya mahasiswa di lingkungan Universitas Indonesia.

Depok, 4 Desember 2016

Penulis

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang
Perkembangan internet menyebabkan terbentuknya dunia baru yang disebut dunia maya.
Di

dunia maya, setiap individu memiliki hak dan kemampuan untuk berinteraksi dengan

individu lain tanpa batasan apapun yang dapat menghalanginya. Globalisasi yang sempurna
sebenarnya telah berjalan di dunia maya yang menghubungkan seluruh komunitas digital. Dari
seluruh aspek kehidupan manusia yang terkena dampak kehadiran internet, sektor bisnis
merupakan sektor yang paling terkena dampak dari perkembangan teknologi informasi dan
telekomunikasi serta paling cepat tumbuh.
Seiring berkembangnya zaman khususnya pada bidang teknologi informasi dan komunikasi yang
semakin cepat telah mempengaruhi perubahan gaya hidup masyarakat khususnya dalam aspek
kehidupan dan kebutuhannya. Dari tahun 2000-2011 pertumbuhan penggunaan internet di dunia
mencapai 528,1% [1]. Dari jumlah penduduk di dunia yaitu 6.930.055.154 sebesar 32,7% telah
menggunakan internet, hal ini menunjukkan internet telah dikenal banyak orang atau sudah
menjadi gaya hidup sehari-hari[1]. Berkembangnya pemanfaatan media internet sebagai sarana
interaksi sosial telah mengantarkan banyak kemudahan komunikasi maupun informasi dalam
segala bidang. Terutama pada dunia bisnis yang sekarang ini menghadapi persaingan global yang
ketat.
Saat ini internet menjadi unggulan bagi para pebisnis dalam usaha memenangkan persaingan
bisnis. Ini didasari oleh meningkatnya pengguna internet di dunia yang dimana memudahkan
para pebisnis untuk memasarkan dan memperkenalkan lahan bisnisnya, Internet dan teknologi
informasi telah membawa bentuk baru perdagangan yang disebut dengan electronic commerce
atau yang biasa kita kenal dengan e-commerce. Kalangan bisnis memilih untuk menerapkan
konsep e-commerce di dalam organisasinya maupun dalam usahanya dengan tujuan
meminimalkan pengeluaran, meningkatkan efisiensi, dan memberikan jaminan pelayanan yang
lebih baik kepada konsumen dan pihak-pihak yang turut bekerja sama, seperti pemasok.
Sekarang ini, e-commerce dapat dikatakan menjadi komponen yang semakin penting dalam suatu

organisasi bisnis, baik secara umum untuk mendapatkan keunggulan dalam berkompetisi dan
juga mendapatkan akses terhadap perkembangan pasar global yang luas [2].
E-commerce merupakan proses pembelian, penjualan atau pertukaran barang/jasa dan informasi
melalui jaringan komputer termasuk internet. Bagi sebagian perusahaan besar e-commerce
menjadi bagian dalam pengembangan, pemasaran, penjualan, pengiriman, pelayanan dan
pembayaran para pelanggan dengan dukungan dari jaringan para mitra bisnis di seluruh dunia.
Adapun pendapat mengenai pengertian e-commerce bahwa e-commerce mengacu pada internet
untuk belanja dengan cara online dan jangkauannya lebih sempit. Dimana e-commerce bisa
dikatakan subperangkat dari e-bisnis dengan cara pembayarannya bisa melalui transfer uang
secara digital seperti melalui account paypal atau kartu kredit, sedangkan e-bisnis mengacu pada
internet namun cakupannya lebih luas. Area bisnisnya terjadi ketika suatu perusahaan atau
individu dapat berkomunikasi dengan klien atau nasabah melalui e-mail tapi pemasaran atau
penjualan dilakukan dengan internet [3].
Perkembangan e-commerce di Indonesia berjalan seiring berkembangnya internet sejak pertama
kali masuk indonesia di awal tahun 1990-an. Saat ini kegiatan e-commerce di Indonesia
merambah berbagai jenis kegiatan bisnis dari skala industri kecil sampai kepada industri yang
skala besar. Kegiatan e-commerce dalam skala kecil saat ini telah menjamur di seluruh penjuru
Indonesia, ini disebabkan karena tersedianya berbagai macam wadah untuk bertransaksi secara
online dengan mudah. Seperti pada penggunaan situs jejaring sosial seperti Facebook yang pada
awalnya hanya berfungsi sebagai situs pertemanan dan pertukaran informasi sesama teman atau
kerabat dekat, saat ini telah beralih fungsi sebagai lahan marketing suatu perusahaan maupun
toko online dalam skala industri rumahan, seperti contoh banyak industri rumahan yang
berjualan di situs ini dengan memanfaatkan grup atau forum jual beli. Tidak hanya situs jejaring
sosial seperti Facebook, media online lainnya seperti Forum, blog dan microblog seperti Twitter
dapat menjadi wadah untuk melakukan kegiatan e-commerce di dunia maya, karena sekarang ini
juga sudah banyak yang berjualan dengan memanfaatkan situs-situs ini [4].
Pemanfaatan internet memungkinkan UKM melakukan pemasaran dengan tujuan pasar global,
sehingga peluang menembus ekspor sangat mungkin. Usaha kecil menengah (UKM) sebagai

bagian dari bentuk usaha di Indonesia seharusnya memanfaatkan teknologi imformasi demi
kemajuan usahanya. Masalah utama perkembangan bisnis pengolahan (manufaktur) di Indonesia
saat ini adalah kesulitan dalam pemasaran. Ada dua tantangan utama bagi pengusaha Indonesia
dalam perdagangan internasional saat ini yaitu, akses pasar dan peningkatan daya saing [5].
Penggunaan teknologi informasi dalam pemasaran produk UKM adalah salah satu usaha untuk
memperluas akses pasar produk tersebut. Menurut Keputusan RI No 99 Tahun 1998 pengertian
Usaha Kecil adalah Kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil dengan bidang usaha yang
secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil dan perlu dilindungi untuk mencegah dari
persaingan usaha yang tidak sehat.
Usaha kecil dan menengah (UKM) merupakan salah satu bagian penting dari perekonomian
suatu negara maupun daerah, termasuk di Indonesia. Usaha kecil dan Menengah (UKM) ini
sangat berperan dalam penyerapan tenaga kerja dan Usaha baru dan juga dapat menambah
jumlah unit usaha baru yang mendukung pendapatan rumah tangga dari Usaha Kecil dan
Menengah (UKM) tersebut. Sarana e-commerce yang sering digunakan perusahaan UKM adalah
e-mail dan website. E-mail atau electronic mail adalah sarana komunikasi yang menggantikan
proses surat-menyurat antara perusahaan dengan pembeli. Pengiriman catalog atau negoisiasi
harga dapat dilakukan dengan lebih murah dan cepat. Selain itu perusahaan dapat melakukan
penghematan karena semua proses surat-menyurat tidak memerlukan kertas hanya berupa file
computer. Website perusahaan berfungsi sebagai pengganti took atau show-room bagi
perusahaan UKM.
Dalam makalah laporan akhir ini yang berjudul Sejarah dan Peranan e-commerce dalam
perekonomian Indonesia dengan fokus UKM penulis akan menjelaskan sejarah dari munculnya
e-commerce di Indonesia dan juga pengaruh e-commerce dalam mengembangkan UKM. Tujuan
dari penulisan makalah laporan akhir ini bahwa penulis akan memberikan gambaran sejarah
perkembangan e-commerce di Indonesia serta pengaruh dari e-commerce dalam mendorong
UKM yang nantinya dapat bermanfaat pada ekonomi Indonesia dan juga manfaat dari judul
makalah laporan akhir ini adalah masyarakat khususnya mahasiswa dapat mengerti dan juga
sering menggunakan e-commerce demi memajukan UKM di Indonesia.

1.2. Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang akan dijawab oleh penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana e-commerce dapat berkembang di Indonesia?
2. Apa saja faktor-faktor penggunaan e-commerce yang dapat mempengaruhi perkembangan UKM
di Indonesia yang nantinya dapat membantu perekonomian negara?
1.3. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah yang telah diajukan, tujuan yang akan dicapai dari penelitian ini
adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui perkembangan e-commerce dari mulai sejarah hingga sekarang di Indonesia.
2. Mengetahui faktor-faktor penggunaan e-commerce yang dapat mempengaruhi perkembangan
UKM yang nantinya dapat membantu perekonomian Indonesia.
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diambil dari penelitian ini adalah
1. Penelitian ini dapat memberikan gambaran bagi individu maupun organisasi tentang sejarah
munculnya dan perkembangan e-commerce di Indonesia..
2. Penelitian ini juga memiliki manfaat mengenalkan definisi apa itu sebenarnya e-commerce.
3. Dapat memberikan informasi mengenai faktor-faktor penggunaan e-commerce yang dapat
mempengaruhi perkembangan UKM di Indonesia.
4. Mendorong peneliti lain untuk melakukan penelitian dengan topik yang berhubungan dengan ecommerce, atau dapat juga mengembangkan penelitian berdasarkan topik yang sama dalam
penelitian ini.
5. Memberikan rekomendasi dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi penerapan e-commerce
pada perusahaan dengan harapan perusahaan dapat ikut mengembangkan UKM di Indonesia
nantinya dapat membantu perekonomian negara.

BAB II
PEMBAHASAN

Pada bagian ini akan dijelaskan istilah-istilah yang terkait dengan bagian pembahasan. Pertama,
penelitian ini akan menjelaskan konsep mengenai e-commerce. Selanjutnya akan dijelaskan
mengenai jenis-jenis dari e-commerce serta sejarah perkembangan e-commerce di Indonesia dan
juga akan dijelaskan mengenai adanya e-commerce dapat membantu perkembangan UKM di
Indonesia yang nantinya dapat membantu perekonomian negara dan mempengaruhi kondisi
ekonomi Indonesia.
A. E-commerce
E-commerce adalah the process of buying, selling, or exchanging products, services, or
information via computer [6]. E-commerce dapat dikatakan juga adalah perdagangan
elektronik yang mencakup proses
produk, layanan, atau

pembelian, penjualan, transfer, atau pertukaran

informasi melalui jaringan computer atau termasuk jaringan

Internet. E-commerce dapat didefinisikan sebagai proses jual beli, pertukaran

produk

atau infomasi melalui jaringan komputer. Dalam definisi yang lebih luas,e-commerce
tidak hanya mencakup transaksi jual beli, tetapi

juga terkait pelayanan terhadap

konsumen dan kolaborasi dengan partner [7]. Dengan kata lain, e-commerce dapat
memudahkan seseorang bahkan suatu bisnis untuk melakukan empat proses yaitu
pertukaran informasi, kegiatan jual beli, pelayanan kepada konsumen, dan kolaborasi
antar partner atau pelaku usaha. E-commerce menyediakan kemampuan seseorang untuk
membeli dan menjual produk dan informasi melalui internet dan layanan online lainnya.
E-commerce juga dapat diartikan bahwa dalam satu website menyediakan atau dapat
melakukan transaksi secara online atau juga bisa dikatakan merupakan suatu cara
berbelanja atau berdagang secara online atau direct selling yang memanfaatkan fasilitas
Internet dimana terdapat website yang dapat menyediakan layanan get and deliver. Ecommerce akan merubah semua kegiatan marketing dan juga sekaligus memangkas
biaya-biaya operasional untuk kegiatan trading (perdagangan) [8]. Dari penjelasan
tersebut dapat dikatakan bahwa e-commerce dapat memperkecil semua pengeluaran yang
ada, karena semua kegiatan dilakukan secara efisien dan jelas.
B. Jenis-jenis e-commerce

Ada tujuh jenis dasar e-commerce atau bentuk bisnis e-commerce dengan karakteristik
berbeda, yaitu:
Business-to-Business (B2B)
Pada jenis ini transaksi elektronik barang atau jasa yang dilakukan antar
perusahaan. Produsen dan pedagang tradisional biasanya menggunakan jenis ecommerce ini. Umumnya e-commerce dengan jenis ini dilakukan dengan
menggunakan EDI (Electronic Data Interchange) atau proses transfer data yang
terstruktur, dalam format standar yang disetujui, dari satu sistem komputer ke
sistem

komputer

lainnya,

dalam

bentuk

elektronik.

Contoh

B2B:

www.krakatausteel.com dan www.unilever.co.id.


Business-to-Consumer (B2C)
Jenis e-commerce antara perusahaan dan konsumen akhir (Individu). Merupakan
transaksi ritel dengan pembeli individual. Jenis ini bisa lebih mudah dan dinamis,
namun juga lebih menyebar secara tak merata atau bahkan bisa terhenti. Jenis ecommerce ini berkembang dengan sangat cepat karena adanya dukungan
munculnya website serta banyaknya toko virtual bahkan mal di internet yang
menjual beragam kebutuhan masyarakat. Contoh B2C: www.bhinneka.com,
www.berrybenka.com dan www.tiket.com.
Consumer-to-Consumer (C2C)
Jenis e-commerce yang meliputi semua transaksi elektronik barang atau jasa antar
konsumen. Umumnya transaksi ini dilakukan melalui pihak ketiga yang
menyediakan platform online untuk melakukan transaksi tersebut. Contoh C2C:
www.elevenia.co.id, www.bukalapak.com dan www.tokopedia.com.
Consumer-to-Business (C2B)
Jenis e-commerce dengan pembalikan utuh dari transaksi pertukaran atau jual beli
barang secara tradisional. Menjual produk atau jasa kepada organisasi atau
individu yang mencari penjual untuk menawar pada produk atau layanan yang

mereka butuhkan. Sekelompok besar individu menyediakan layanan jasa atau


produk mereka bagi perusahaan yang mencari jasa atau produk tersebut. Contoh
C2B: Appstore dan GooglePlay.
Business-to-Administration (B2A)
Jenis e-commerce yang mencakup semua transaksi yang dilakukan secara online
antara perusahaan dan administrasi publik. Jenis e-commerce ini melibatkan
banyak layanan, khususnya di bidang-bidang seperti fiskal, jaminan sosial,
ketenagakerjaan, dokumen hukum dan register, dan lainnya. Beberapa contoh
website administrasi publik yang menerapkan B2A adalah www.pajak.go.id,
www.allianz.com dan www.bpjs-online.com.
Consumer-to-Administration (C2A)
Jenis C2A meliputi semua transaksi elektronik yang dilakukan antara individu dan
administrasi publik.
Contoh area yang menggunakan jenis e-commerce ini adalah :

Pendidikan penyebaran informasi, proses pembelajaran jarak jauh, dan lainnya.


Jamsostek penyebaran informasi, pembayaran, dan lainnya
Pajak pengajuan pajak, pembayaran pajak, dan lainnya.
Kesehatan janji pertemuan, informasi mengenai penyakit, pembayaran layanan kesehatan dan
lainnya.

Online-to-Offline (O2O)
Jenis e-commerce yang menarik pelanggan dari saluran online untuk toko fisik.
O2O mengidentifiaksikan pelanggan di bidang online seperti email dan iklan
internet, kemudian menggunakan berbagai alat dan pendekatan untuk menarik
pelanggan agar meninggalkan lingkup online. Contoh 020: www.alfacart.com,
www.klikindomaret.com, dan www.mataharimall.com.
C. E-commerce di Indonesia
Di tengah pertumbuhan ekonomi yang cukup lambat dalam lima tahun terakhir
ini, pertumbuhan industri e-commerce di Indonesia justru semakin pesat dan diharapkan

dapat menjadi salah satu tulang punggung bagi perekonomian nasional untuk
mewujudkan Indonesia menjadi kekuatan ekonomi baru dunia pada tahun 2020 nanti.
Potensi industri e-commerce di Indonesia saat ini cukup menjanjikan didukung
oleh beberapa fakta yang terkait. Data hasil analisis dari konsultan Ernst & Young
menunjukkan bahwa pertumbuhan nilai penjualan bisnis online di Indonesia meningkat
40 persen setiap tahunnya. Pada masa ini, ada sekitar 93,4 juta pengguna internet dan 71
juta pengguna telepon pintar di Indonesia.
Dari jumlah tersebut, ternyata penduduk Indonesia tidak hanya menggunakan
teknologi digital untuk sekedar berkomunikasi dan mencari informasi, tetapi juga
melakukan transaksi e-commerce yang sudah menjadi bagian dari gaya hidup mereka.
Perkembangan ini juga ditunjang pertumbuhan jumlah penduduk kalangan menengah ke
atas dan perilaku konsumtif dari mereka.
Industri e-commerce di Indonesia tidak hanya mencakup transaksi barang dan jasa
via internet saja. Industri ini juga tidak lepas dari peran industri lainnya seperti
penyediaan jasa pengiriman atau logistik, jasa provider telekomunikasi, dan industri
telepon pintar. Tentunya, semua industri ini perlu mendapat perhatian dan harus saling
terintegrasi agar kemudian dapat berdampak positif bagi laju perekonomian nasional.
Nilai dari industri e-commerce di Indonesia pada tahun 2014 diperkirakan telah
mencapai USD 12 miliar, namun sayangnya belum ada regulasi dan sistem khusus yang
mengatur mengenai bisnis online ini. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia melalui
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian dan Kementerian Kominfo bekerja sama
dengan para pemangku kepentingan dari kalangan asosiasi dan pelaku usaha e-commerce
mencoba mengembangkan E-Commerce Roadmap dan berusaha untuk menciptakan
ekosistem yang baik bagi para pelaku usaha e-commerce untuk mengembangkan
industrinya.
D. Manfaat, kelebihan dan kekurangan e-commerce
Manfaat dan kelebihan e-commerce:
Dalam menggunakan e-commerce dalam melakukan kegiatan jual-beli banyak manfaat
yang akan dirasakan, baik untuk produsen maupun konsumen. Adapun keuntungan yang
dapat diperoleh dengan menggunakan transaksi melalui e-commerce bagi produsen
maupun perusahaan adalah sebagai berikut:

Kemampuannya untuk menjangkau pasar global, tanpa harus menyiratkan investasi keuangan

yang besar.
Mengurangi biaya pembuatan, pendistribusian, pengambilan dan pengelolaan.
Dapat memberikan layanan tanpa ada batasan waktu 1 x 24 jam.
Dengan banyaknya pilihan pelanggan dapat membandingkan harga satu dengan lainnya.
Dapat mencari barang yang dibutuhkan sampai ke negara lain.
Dengan penerapan e-commerce sebuah perusahaan dapat memiliki sebuah pasar
internasional. Bisnis dapat dijalankan tanpa harus terbentur pada batas negara dengan
adanya teknologi digital. Pihak perusahaan dapat bertemu dengan partner dan kliennya
dari seluruh penjuru dunia. Selain itu, dengan memakai atau menggunakan e-commerce
konsumen atau masyarakat juga sangat diuntungkan khususnya mahasiswa Universitas
Indonesia.
Berikut ini adalah manfaat dari e-commerce yang dapat dirasakan khususnya kalangan
mahasiswa:

Mahasiswa dapat berbelanja atau membeli dengan transaksi selama 24 jam sepanjang hari, serta
dapat berbelanja di berbagai lokasi.
Konsumen atau masyarakat dapat berbelanja di seluruh dunia, serta dapat dengan mudah
membandingkan harga serta discount atau promo dari masing-masing website. Jadi dapat
membeli sesuai dengan kemampuan dan juga sesuai harga termurah.
Dapat mencari barang yang dibutuhkan sampai ke negara lain, karena terkoneksinya seluruh
dunia karena mudahnya dalam mengakses sebuah website.
Hal diatas dapat lah tercapai apabila suatu e-commerce sudah dapat kepercayaan dari
masyarakat, karena penggunaan e-commerce yang paling penting adalah kepercayaan.
Kepercayaan merupakan konsep yang kompleks sehingga tidak bisa digeneralisasi dan
diasumsikan sama untuk setiap individu.
Kekurangan e-commerce:
Adapun kekurangan yang dapat dirasakan dengan menggunakan e-commerce bagi
produsen maupun perusahaan adalah sebagai berikut:
Ketergantungan yang sangat kuat pada teknologi informasi dan komunikasi.
Kurangnya undang-undang untuk mengatur kegiatan e-commerce.

Budaya pasar yang menolak perdagangan elektronik (pelanggan tidak bisa menyentuh atau
mencoba produk).
Hilangnya privasi, cakupan wilayah, serta identitas dan perekonomian negara.
Rawannya melakukan transaksi bisnis online.
Warna dan kualitas produk yang dijual belum tentu sama antara foto yang ditampilkan di website
dengan produk asli.
E. Posisi UKM dalam Perekonomian Indonesia
Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan salah satu bagian penting dari
perekonomian suatu negara ataupun daerah, termasuk di Indonesia. Pengertian dari Usaha
Kecil menurut Keputusan RI no.99 tahun 1998 yaitu Kegiatan ekonomi rakyat yang
berskala kecil dengan bidang usaha yang secara mayoritas merupakan kegiatan usaha kecil
dan perlu dilindungi untuk mencegah dari persaingan usaha yang tidak sehat. Sedangkan
kriteria suatu usaha dapat digolongkan sebagai usaha kecil menurut UU No.9 Tahun 1995
adalah sebagai berikut :
1. Memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000,- (dua ratus juta rupiah) tidak
termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
2. Memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp.1.000.000.000,- (satu milyar rupiah)
3. Milik Warga Negara Indonesia.
4. Berdiri sendiri, bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang tidak
dimiliki, dikuasai, atau berafiliasi baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha
menengah dan usaha besar.
5. Berbentuk usaha perorangan, badan usaha yang tidak berbadan hukum, atau badan usaha
yang berbadan hukum, termasuk koperasi.
UKM adalah bentuk dominan dari organisasi bisnis di Indonesia dan memainkan
peran penting dalam perekonomian Indonesia. UKM secara kolektif mewakili lebih dari 99%
jumlah total bisnis di Indoensia, 97% jumlah lapangan kerja dan 57% dari PDB tahunan
Indonesia (OECD,2012). UKM memiliki peran penting dalam mempercepat pertumbuhan
ekonomi Indonesia, terutama dalam penyerapan tenaga kerja. Ada sekitar 55 juta UKM di
Indonesia yang mempekerjakan 108 juta orang dan menyumbangkan 57% dari PDB
Indonesia per tahunnya. Namun, di sisi lain terdapat fakta bahwa UKM mengalami tingkat
produktivitas 4% lebih rendah dibandingkan dengan bisnis skala besar (OECD,2012).

Menurut Hudha Sakti (2006), terdapat beberapa aspek yang menjadikan UKM
sebagai bagian vital dalam menggerakkan dan mendorong perekonomian Indonesia yaitu :
1. Kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dengan tingkat pendidikan dan
keterampilan yang relatif rendah. Perkiraan daya serap pada sektor UKM mencapai 79,04
juta tenaga kerja atau 99,4 % dari total angkatan kerja yang bekerja.
2. Aktivitas bisnis UKM mengisi semua sektor ekonomi diantaranya pertanian, perdagangan,
jasa, dan industri
3. Kontribusi UKM dalam pertumbuhan PDB cukup signifikan yaitu mencapai sekitar 56,72
% dari total PDB
4. Proses produksi lebih banyak memanfaatkan bahan baku lokal
5. Agregasi atau jaringan UKM memperkuat perekonomian lokal maupun nasional.
Eksistensi UKM dalam perekonomian Indonesia terutama terbukti saat krisis
ekonomi melanda Indonesia beberapa tahun lalu. Pada masa tersebut, di saat banyak usaha
berskala besar yang terpaksa gulung tikar dan menghentikan aktivitasnya, UKM justru tetap
bertahan dan tetap beroperasi. Hal ini terutama disebabkan karena mayoritas UKM di
Indonesia merupakan usaha mikro di sektor informal yang menggunakan bahan baku lokal
dengan pasar lokal sehingga tidak terpengaruh secara langsung oleh krisis global. Namun
pada kenyataannya, perkembangan UKM di Indonesia masih dihadapkan pada berbagai
persoalan sehingga menyebabkan lemahnya daya saing terhadap produk impor. Persoalan
utama yang dihadapi UKM, antara lain keterbatasan infrastruktur dan akses pemerintah
terkait dengan perizinan dan birokrasi serta tingginya tingkat pungutan.
Memasuki masa liberalisasi perdagangan internasional, pemerintah telah menyepakati
perjanjian kerjasama ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) yang telah berlaku tahun
2010 dan perjanjian Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun 2015. Namun sayangnya, hal
ini tidak diikuti dengan kesiapan UKM di dalam negeri untuk bisa bersaing misalnya dari
segi kesiapan kualitas produk, harga jual produk, peta persaingan pasar. Bila kondisi ini
dibiarkan, UKM dapat mengalami stagnansi usaha dan mengalami kebangkrutan. Oleh
karena itu, dalam upaya memperkuat UKM sebagai fundamental ekonomi nasional, perlu
kiranya diciptakan iklim investasi domestik yang kondusif dalam upaya penguatan pasar
dalam negeri agar UKM dapat menjadi penyangga perekonomian nasional.

Masalah lain yang dihadapi dan sekaligus menjadi kelemahan UKM adalah
kurangnya akses informasi, khususnya mengenai informasi pasar. Hal ini berakibat pada
rendahnya orientasi pasar dan lemahnya daya saing di tingkat global. Efek secara langsung
bagi UKM dalam hal ini adalah tidak dapat mengarahkan pengembangan usahanya secara
jelas dan fokus, sehingga perkembangannya mengalami stagnasi. Untuk itu UKM harus
pintar mencari terobosan baru dalam pemasaran produknya. Usaha Kecil dan Menengah
(UKM) dapat memanfaatkan berbagai media pemasaran yang tersedia. Salah satu media yang
dapat digunakan adalah internet yang dapat menjangkau pasar secara global dewasa ini. Pada
makalah ini, media yang khususnya dibahas adalah e-commerce atau perdagangan secara
elektronik.
F. Peranan E-Commerce dalam Meningkatkan Daya Saing UKM di Indonesia
Pada survey yang dilakukan oleh Deloitte Access Economics, terdapat fakta
mengejutkan bahwa walaupun penggunaan broadband oleh UKM semakin meningkat,
kemmpuan e-commerce dan integrasi web sosial tetap rendah. Hasil survei ini menyebutkan
bahwa 12% bisnis mempunyai kemampuan dasar e-commerce (pelanggan dapat memesan
barang dan jasa) dan 10% bisnis lainnya mengatakan bahwa mereka juga memiliki sistem
pembayaran online. Sedangkan, 41% dari total UKM yang disurvey menyebutkan bahwa
mereka memiliki situs web yang dapat berinteraksi dengan pengguna melalui platform sosial.
UKM lainnya tidak mempunyai apapun dalam jaringan dan hanya memiliki informasi
sederhana di situs web mereka seperti informasi kontak, alamat, dan jam kerja.

Gambar Kemampuan E-Commerce UKM, 2015


Sumber : Stancombe Research & Planning, Deloitte Access Economics

Penguatan sektor ekonomi digital melalui penerapan e-commerce akan


memainkan peranan penting bagi perekonomian Indonesia untuk mencapai seluruh
potensinya. Dengan semakin banyaknya usaha kecil dan menengah (UKM) yang terlibat
dalam ekonomi digital melalui jaringan broadband, e-commerce, media sosial, cloud, dan
platform ponsel (mobile platforms), diharapkan UKM dapat terus bertumbuh dari segi
pendapatan dan penyediaan lapangan kerja, serta menjadi lebih inovatif dan kompetitif
untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA).
Berdasarkan permodelan ekonomi oleh konsultan Deloitte Access Economics dan
penelitian Bank Dunia sebelumnya, terdapat kesimpulan bahwa menggandakan tingkat
penetrasi broadband dan meningkatkan keterlibatan UKM secara digital dapat
meningkatkan pertumbuhan PDB Indonesia sebesar 2% menjadi 7% sebagai target bagi
Indonesia di tahun 2025.

Gambar Target Ekonomi PDB Indonesia


Sumber : MP3EI, Deloitte Access Economics

Salah satu kunci keberhasilan bagi usaha kecil dan menengah adalah tersedianya
pasar yang jelas bagi produk UKM. Namun justru kelemahan mendasar yang dihadapi
UKM saat ini terletak dalam bidang pemasaran dimana orientasi pasar masih rendah,
rendahnya tingkat daya saing dan infrastruktur pemasaran yang masih belum memadai.
Menghadapi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif terutama di skala
internasional, penguasaan pasar merupakan prasyarat yang penting untuk meningkatkan
daya saing . Oleh karena itu, dalam hal ini peran pemerintah sangat diperlukan dalam

mendorong keberhasilan UKM untuk memperluas akses pasar melalui pemberian fasilitas
teknologi informasi berbasis web yang dapat digunakan sebagai media komunkasi bisnis
global. Dengan demikian diharapkan UKM dapat mendapatkan berbagai keuntungan
dalam mempromosikan usahanya, mengakses informasi faktor-faktor produksi,
melakukan transaksi usaha, serta melakukan komunikasi bisnis lainnya secara global,
dalam rangka memperluas jaringan usahanya.

Gambar Manfaat Teknologi Digital bagi UKM


Sumber : Stancomber Research & Planning, Deloitte Access Economics
Dari bagan hasil survey di atas, terdapat beberapa manfaat dari penggunaan teknologi
digital dan penerapan e-commerce bagi UKM di Indonesia. Manfaat yang paling tinggi
dirasakan oleh mayoritas UKM adalah akses yang semakin luas kepada pelanggan-pelanggan
baru di dalam negeri. Hal ini tentunya semakin meningkatkan paparan produk untuk
menjangkau masyarakat luas termasuk hingga ke masyarakat internasional dan turut
berdampak pada tingkat penjualan dan pendapatan bagi UKM tersebut. Selain itu, manfaat
lain yang juga dirasakan oleh UKM adalah cara transaksi yang lebih mudah terhadap
pelanggan dan pemasok karena tidak perlu bertatap muka atau menggunakan transaksi uang
tunai. Manfaat selanjutnya yang juga dirasakan adalah menurunnya biaya pemasaran untuk
penjualan karena menggunakan media internet dimana hasil jangkauan pasarnya lebih luas
dengan biaya yang relatif murah.

BAB III
PENUTUP
Penerapan e-commerce di Indonesia masih terkendala oleh beberapa hambatan baik
secara teknis maupun non teknis. Tentunya hal ini memerlukan kerjasama dari berbagai pihak
termasuk pemerintah, pengembang dari e-commerce, pebisnis, dan para konsumen. Selain
itu, media e-commerce ini masih membutuhkan waktu untuk dapat dikenal dan diterima
sebagai salah satu media perdagangan barang dan jasa di Indonesia
Namun, terlepas dari berbagai hambatan yang terjadi dalam penerapannya di
Indonesia, peran e-commerce di masa depan tetap sangat dibutuhkan untuk mendorong
kemajuan UKM dan meningkatkan daya saing dari UKM. Hal ini pun tidak lepas dari
berbagai peluang yang ada di masa depan seperti jumlah penduduk di Indonesia yang masih
sangat besar dimana potensi pasar domestik masih dapat digarap. Penerapan e-commerce ini
juga sangat membantu perekonomian Indonesia yang kondisi geografisnya merupakan
negara kepulauan. Tentunya, penerapan e-commerce lebih dapat menjangkau pasar di pulaupulau tersebut. Terlebih Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah
yang kemudian dapat diolah menjadi produk-produk untuk dijual kembali. Kebudayaan dan
adat istiadat yang ada juga turut menjadi sumber inspirasi bagi pengusaha untuk
mengembangkan produk yang sesuai dengan kultur daerah sekaligus mengembangkan
potensi perdagangan dan pariwisata daerah.
Dengan berbagai perluang yang masih mungkin untuk digarap, UKM di Indonesia
dipastikan siap untuk memetik keuntungan dari transformasi digital. Dalam hal ini, peran
pemerintah sangat dibutuhkan untuk mempercepat penerapan ekonomi digital melalui
peningkatan akses broadband, fasilitas pembayaran elektronik, akses terhadap investasi, dan
pemberian kemudahan fasilitas akses terhadap piranti digital baru.
Pemerintah dapat membantu UKM menjadi bisnis digital dengan memberi dukungan
dalam bentuk bantuan teknis, sumber daya, dan informasi yang penting dalam mendorong
UKM untuk memanfaatkan keuntungan teknologi digital. Pemerintah dapat membuat

program-program meliputi dukungan terkait SDM, produksi, manajemen umum, kontrol


kualitas, teknologi, dan pusat inovasi UKM. Zona khusus untuk pengembangan ICT dan
pendanaan untuk mendorong perkembangan aplikasi teknologi inovatif untuk UKM
indonesia juga akan memajukan kinerja UKM.
Untuk mendukung perkembangan ekonomi digital dan penerapan e-commerce di
Indonesia, dibutuhkan platform dalam jasa perbankan dan keuangan yang lebih kuat untuk
memfasilitasi transaksi online. Dalam hal ini, pemerintah perlu memperkuat keamanan online
dan membuat peraturan khusus mengenai pembayaran elektronik.
Teknologi digital merupakan cara yang efektif bagi pemerintah untuk meningkatkan
efisiensi dalam menyediakan jasa publik. Hal ini sangat berperan dalam meningkatkan
kepercayaan konsumen dan bisnis dalam menggunakan perangkat digital dan mendukung
penerapan ekonomi digital di Indonesia. Pemerintah juga dapat menciptakan suatu web portal
untuk UKM dalam mengiklankan produk usahanya serta mengadakan lokakarya bagi para
pemilik usaha untuk memahami penggunaan dari teknologi digital. Tentunya dengan bantuan
dan dukungan dari pemerintah dan pihak-pihak yang terkait, langkah-langkah ini dapat
meningkatkan persepsi publik dan para pelaku UKM akan pentingnya penerapan ekonomi
digital dan mendorong penggunaan teknologi digital di kalangan UKM.

BAB IV
KESIMPULAN
Mengingat pentingnya posisi UKM dalam zona perekonomian di Indonesia, maka
perlu dilakukan upaya untuk terus menjaga keberlangsungan UKM di Indonesia. Salah satu
faktor kendala utama dalam perkembangan UKM adalah penguasaan pasar yang merupakan
prasyarat utama dalam meningkatkan daya saing UKM terutama dalam menghadapi
mekanisme pasar yang semakin terbuka dan kompetitif dewasa ini. Agar dapat menguasai
pasar, tentunya UKM perlu mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat mencakup
informasi mengenai pasar produksi dan pasar faktor produksi untuk memperluas jaringan
pemasaran produk yang dihasilkan oleh UKM.
Dalam hal ini, UKM dapat memanfaatkan penggunaan teknologi informasi dimana
salah satunya adalah e-commerce. Melalui e-commerce, jangkauan promosi pemasaran dari
produk UKM akan semakin luas dan akan berdampak pada peningkatan volume penjualan
dan pendapatan dari UKM tersebut. Hal ini juga semakin memperbesar peluang UKM untuk
memperluas pasarnya hingga ke skala internasional dan menembus pasar ekspor.
Penerapan e-commerce di Indonesia masih menemui beberapa kendala dan hambatan
dalam implementasinya di lapangan. Tentunya hal ini membutuhkan perhatian dan kerjasama
dari berbagai pihak terkait seperti pemerintah, asosiasi teknologi digital, lembaga, dan para
pelaku usaha. Di masa depan, dengan tersedianya sarana dan prasarana infrastruktur yang
memadai, diharapkan bahwa UKM dan juga usaha-usaha lainnya dapat semakin berkembang
dengan implementasi e-commerce dalam sistem usahanya sehingga daya saing UKM
semakin meningkat dan UKM dapat memperluas pasarnya di kancah internasional.

DAFTAR PUSTAKA
[1] Mujiyana, Ingge Elissa. Analisis Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Keputusan Pembelian
Via Internet Pada Toko Online, Depok, Vol VIII, No 3, September 2013.
[2] Lestarini Nurhayati, Suci and Wuri Handayani, Putu. Pendefinisian Instrumen Evaluasi
Website E-commerce Business to Consumer (B2C).2010.
[3] Grover, Varun. H.Segars, Albert and Editors, Guest. Introduction to the Special Issue:
Electronic Commerce and Market Transformation. 1999.
[4] Saragih, Hoga and Ramadhany, Rizki. Pengaruh Intensi Pelanggan dalam Berbelanja Online
kembali Melalui Media Teknologi Informasi Forum Jual Beli (FJB) KASKUS.2012.
[5] Jauhari, Jaidan. Upaya pengembangan usaha kecil dan menengah (UKM) dengan meManfaatkan E-commerce. jurnal sistem informasi fakultas ilmu komputer UNSRI. 2010.
[6] E-book. E-commerce. Pearson Education, Inc. Publishing as Prentice Hall. 2011.
[7] Albrecht, Hans. Introduction to the Special Issue: Electronic Commerce and Market
Transformation. 2004.
[8] Grover, Varun. H.Segars, Albert and Editors, Guest. Introduction to the Special Issue:
Electronic Commerce and Market Transformation. 1999.
Shanti, Dewi. E-Commerce untuk Pemasaran Produk Usaha Kecil dan Menengah. Jurnal
Manajemen dan Bisnis. Purworejo, No. 1, Januari 2011
Widyanti, Beby; Wijaya, Wilson. UKM Pemicu Kemajuan Indonesia.Deloitte Access
Economics. 2015
Sudaryanto. Strategi Pemberdayaan UMKM Menghadapi Pasar Bebas ASEAN. 2011
Kominfo. 2016. Indonesia Akan Jadi Pemain Ekonomi Digital Terbesar di Asia Tenggara.
https://kominfo.go.id/index.php/content/detail/6441/Indonesia+Akan+Jadi+Pemain+Ekonomi+Di
gital+Terbesar+di+Asia+Tenggara/0/berita_satker . diakses pada Minggu, 27 November 2016.
OECD. 2012. Promoting SME Development in indonesia. Organisation for Economic Cooperation and Development.