Anda di halaman 1dari 10

I

PENDAHULUAN
1.1.Latar Belakang
Ayam terbagi ke dalam dua jenis yaitu ayam jenis pedaging dan ayam jenis
petelur. Ayam jenis pedaging, pastinya dibudidayakan karena untuk dihasilkan
daging dalam jumlah yang banyak dengan kualitas yang baik, sedangkan ayam
petelur dibudidayakan untuk dihasilkan telur dengan jumlah yang banyak dan
kualitas yang baik. Dalam beternak, kita perlu memperhatikan mulai dari pakan,
kandang, penyakit serta pengobatannya, sifat genetikanya, asal usulnya, vaksinasi
dan sebagainya.
Perkembangan peternakan layer (ayam petelur) di Indonesia masih
memiliki prospek yang bagus, terlebih lagi konsumsi protein hewani masih kecil.
Sesuai standar nasional, konsumsi protein per hari per kapita ditetapkan 55 g yang
terdiri

dari

80%

protein

nabati

dan

20%

protein

hewani

(www.litbang.deptan.co.id). Hal itu berarti target konsumsi protein hewani sekitar


11 g/hari/perkapita. Namun yang terjadi, konsumsi protein hewani penduduk
Indonesia baru memenuhi 4,7 g/hari/perkapita, jauh lebih rendah dibanding
Malaysia, Thailand dan Filipina. Dalam makalah ini akan dibahas bagaimana
perkembangan peternakan ayam petelur dari tahun ke tahun.
1.2.Maksud dan Tujuan
Maksud dan tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk membahas
perkembangan peternakan ayam ras petelur selama tujuh tahun terakhir.

II
PEMBAHASAN
2.1 Populasi Ayam Petelur di Indonesia
Tabel populasi Ayam Petelur di Indonesi
Tahun

Jumlah Populasi Ayam Petelur

2009

111.417.637

2010

105.210.062

2011

124.635.794

2012

138.717.751

2013

146.621.514

2014

146.660.415

2015

151.419.000

Sumber : Badan Pusat Statistik, 2015

Populasi Ayam Ras Petelur di Indonesia Tahun 2009-2015


160000000
140000000
120000000
100000000
80000000
60000000
40000000
20000000
0

Sumber: Badan Pusat Statistik, 2015


Populasi ternak adalah kumpulan atau jumlah ternak yang hidup pada
wilayah dan waktu tertentu. Khusus untuk ayam ras petelur adalah populasi ayam
ras petelur yang ada di dalam usaha budidaya peternak, demikian juga untuk

ternak ayam ras pedaging adalah populasi ayam ras pedaging komersial yang
hidup/pernah hidup di dalam usaha budidaya peternak selama setahun.
Salah satu penghasil hewani adalah ternak. Secara nasional, perkembangan
populasi berbagai jenis ternak menunjukkan penigkatan yang besar, terutama
untuk ternak unggas. Walaupun demikian, Indoneisa dengan jumlah penduduk
200 juta orang masih tergolong sebagai Negara yang tingkat konsumsi daging
ayam dan telur yang masih rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan gizi
maupun konsumsi Negara lain.
Berdasarkan tabel data yang didapat dari Badan Pusat Statistik, populasi
ayam petelur di Indonesia pada tahun 2009 populasi ayam petelur di Indonesia
berjumlah 111.417.637 ekor diikuti penurunan pada tahun berikutnya yaitu tahun
2010 dengan populasi yang berjumlah 105.210.062 ekor.
Di tengah tekanan yang mendera berbagai sektor industri di dalam negeri,
sektor peternakan unggas tetap mampu bertahan. Tahun 2009 ketika krisis global
yang belum berlalu ketika terjadi penurunan daya beli yang kemudian mendorong
substitusi pangan ke produk unggas, industri perunggasan masih mampu bertahan.
Produk unggas yang tetap bertahan di tengah krisis adalah ayam dan telur, yang
termasuk sebagai protein hewani yang harganya relatif murah dibandingkan
dengan harga daging sapi.
Pada tahun 2011 terjadi peningkatan kembali setelah terjadi penurunan
ditahun 2010. Populasi ayam petelur di Indonesia pada tahun 2011 berjumlah
124.635.794 ekor. Kenaikan drastis ini dapat dikarenakan oleh meningkatnya
jumlah penduduk di Indonesia hingga tahun 2010 yang mencapai 238 juta jiwa
(BPS, 2010) dan peningkatan kesadaran masyarakat Indonesia akan pentingnya
protein hewani juga memberikan dampak positif terhadap perkembangan usaha
dibidang peternakan ayam ras petelur.
Pada tahun 2012 hingga 2015 populasi ayam petelur di Indonesia terus
mengalami penigkatan dari tahun ketahun, dari yang berjumlah 138.717.751 ekor
ditahun 2012, lalu meningkat di tahun 2013 yaitu berjumlah 146.621.514 ekor,

ditahun berikutnya yaitu 2014 terjadi peningkatan kembali yaitu sebanyak


146.660.651, dan data pada tahun terakhir yaitu tahun 2015 populasi ayam petelur
di Indonesia meningkat lagi yaitu dengan populasi 151.419.000 ekor.
Secara umum, populasi ayam ras petelur di Indonesia mengalami
peningkatan dari tahun ke tahun mengingat pentingnya pemenuhan kebutuhan
protein hewani dengan harga yang relative murah sehingga peternak lebih
mengutamakan untuk mengembangbiakaan ayam ras petelur.
Pengaruh telur terhadap masyarakat dapat dilihat dari berapa banyaknya
perusahaan ayam di Indonesia, dapat dilihat dalam tabel.
Tabel jumlah perusahaan Ayam Petelur sebagai Kegiatan Utama
Sumber : Badan Pusat Statistik, 2015

Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa pada tahun 2000 sampai tahun
2007 terjadi peningkatan jumlah perusahaan ayam petelur di Indonesia dari 1417
perusahaan menjadi 2316 perusahaan, namun saat memasuki tahun 2008 terjadi
penurunan drastic yaitu sebanyak 138 total perusahaan sampai pada tahun 2014
mengalami peningkatan kembali menjadi 173 perusahaan.
Penurunan perusahaan ayam petelur terjadi akibat wabah flu burung yang
terjadi sekitar tahun 2005 sampai 2008 dimana banyak perusahaan budidaya ayam
petelur tingkat menengah terpaksa gulung tikar dan menjadikan pembudidayaan
ayam petelur bukan sebagai kegiatan utama.
2.2 Produksi Telur Ayam di Indonesia
Tahun
Jumlah
produks
i

telur

2009

2010

2011

2012

909.519

945.635

1.027.846

1.139.949

ayam

Tabel produksi Telur Ayam di Indonesia


Sumber : Badan Pusat Statistik, 2015

2013
1.224.40
2

2014

2015

1.244.311

1.289.718

JUMLAH PRODUKSI TELUR AYAM DI INDONESIA 2009-2015


1,400,000
1,200,000
1,000,000
800,000
Jumlah Produksi
600,000
400,000
200,000
0
Tahun Produksi
2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

Sumber : Badan Pusat Statistik, 2015

Produksi telur ayam di Indonesia dari tahun 2009-2015 cenderung


meningkat karena jumlah pelaku usaha yang sangat berpengaruh semakin
bertambah tiap tahunnya , pada populasi telur ayam ras di Indonesia. Mengingat
telur ayam meruakan sumber protein hewani yang mudah di dapat dan hampir
seluruh masyarakat juga menyukai telur sehingga permintaan akan telur ayam
kian meningkat. Selain itu, produk olahan telur juga semakin berkembang, hal ini
menyebabkan produksi telur ayam terus meningkat dari tahun ke tahun.
Walaupun terjadi penurunan populasi pada tahun 2010, tidak menyebabkan
produksi telur ayam ikut menurun hal ini dikarenakan semakin meningkat
populasi telur ayam ras itu sendiri setiap tahunnya di Indonesia.
2.3 konsribusi Telur Ayam di Indonesia
Tahun
produks
i telur
ayam

2009

160.921

2010
175.52
8

2011

2012

2013

2014

2015

187.558

197.083

194.620

184.636

191.765

buras

Tabel Produksi Telur Ayam Buras di Indonesia


Sumber : Badan Pusat Statistik, 2015

Tahun
produksi

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

telur Itik

236.427

245.038

256.198

275.938

290.369

303.051

314.228

Tabel Produksi Telur Itik di Indonesia


Sumber : Badan Pusat Statistik, 2015

Produksi Telur Unggas di Indonesia


1400000.
1200000.
1000000.
800000.
600000.
400000.
200000.
2009

2010
Telur Ayam

2011

2012

Telur Itik 2

2013

2014

2015

Telur Ayam Buras

Tahun
Total

2009

2010

2011

2012

2013

2014

2015

Produk

1.306.8

1.366.2

1.471.6

1.612.9

1.709.3

1.731.9

1.795.7

si Telur

67

01

02

70

91

98

11

69,60

69,22

69,85

70,67

71,63

71,84

71,82

12,31

12,85

12,75

12,22

11,39

10,66

10,68

18,09

17,94

17,41

17,11

16,99

17,50

17,50

Ungas
Persent
asi telur
ayam
(%)
Persent
asi telur
ayam
buras
(%)
Persent
asi telur
itik (%)

Tabel Persentasi Kontribusi setiap Telur Unggas di Indonesia

Dari data yang diperoleh diketahui telur ayam di produksi lebih banyak
dibadingkan telur ayam buras dan telur itik. Hal ini terjadi karena telur ayam
mudah untuk di dapatkan, harga relatif lebih murah dibandingkan yang lain, serta
banyak di sukai oleh masyarakat. Kontribusi telur ayam dalam menyediakan telur
unggas nasional sebanyak 69,60% pada tahun 2009; 69,22% pada tahun 2010;
69,85% pada tahun 2011; 70,67% tahun 2012; 71,63% pada tahun 2013; 71,84%
pada tahun 2014; dan 71,82% pada tahun 2015.

III
KESIMPULAN

Populasi ayam petelur di Indonesia dari tahun 2009 ke 2010 menurun,


namun di tahun berikutnya yakni 2011, 2012, 2013, 2014, dan 2015 mengalami
peningkatan. Produksi telur ayam di Indonesia dari tahun 200 samapai 2015 relatif
meningkat. Telur ayam memberikan kontribusi yang besar dalam produksi Telur
Unggas di Indonesia.

DAFTAR PUSTAKA
Badan Pusat Statistik. Table Populasi Ayam Petelur di Indonesia 2009-2015. 2015.
[ONLINE] tersedia di http://www.bps.go.id. Di akses pada Selasa, 6
September 2016 pukul 20.00 WIB.
Badan Pusat Statistik. Table Produksi Telur Ayam Petelur di Indonesia 2009-2015.
2015. [ONLINE] tersedia di http://www.bps.go.id. Di akses pada Selasa,
6 September 2016 pukul 20.36 WIB.
Badan Pusat Statistik. Table Produksi Telur Ayam Buras di Indonesia 2009-2015.
2015. [ONLINE] tersedia di http://www.bps.go.id. Di akses pada Rabu,
7 September 2016 pukul 21.22 WIB.
Badan Pusat Statistik. Table Produksi Telur Itik di Indonesia 2009-2015. 2015.
[ONLINE] tersedia di http://www.bps.go.id. Di akses pada Rabu, 7
September 2016 pukul 21.54 WIB.
Badan Pusat Statistik. Table Perusahaan Ayam Petelur berdasarkan kegitan utama
di Indonesia. 2014. [ONLINE] tersedia di http://www.bps.go.id. Di
akses pada Rabu, 7 September 2016 pukul 19.55 WIB.
Direktorat Jendral Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2013. Statistik Peternakan
dan Kesehatan Hewan. Kementerian Pertanian RI, Jakarta.
Indonesian

Commercial

Perkembangan

Newsletter.
Peternakan

2009.

Laporan

Market

Unggas

di

Indonesia.

Intellegent
(online)

http://www.datacon.co.id/Ternak2-2009.html. Diakses pada tanggal

6 September 2016, Pukul 19:56 WIB.

LAMPIRAN
Pendahuluan : Hadi Setiadi
Materi

: Restu Fathimatuz Zahra Ramdhani


Fachlevi Reyno Ajisaka
Hadi Setiadi
Wahidiyat Suyudi
Anies Nuraeni
Annisa Savitri Wijaya

Penutup

: Anies Nuraeni

Print

: Fachlevi Reyno Ajisaka

PPT

: Hafidz Hasbi