Anda di halaman 1dari 250

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan

Mata Pelajaran

: Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan)

Kelas/Semester

: X / 1

Materi pokok

: Karakteristik kewirausahaan

Waktu

: 4 JP (8 x 45 Menit)

A. Kompetensi Inti

KI 1 :

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar

1. KD Pada KI-3

KD 3.1.

Memahami karakteristik kewirausahaan (misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil resiko) dalam menjalankan kegiatan usaha bahan pangan

2. KD Pada KI-4

KD 4.1.

Mengidentifikasi karakteristik kewirausahaan berdasarkan keberhasilan dan kegagalan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati hewani

Halaman | 1 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

C.

Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Indikator KD Pada KI-3

3.1.1. Memahami pengertian kewirausahaan, macam-macam kualitas dasar dan kualitas instrumental wirausaha yang berhasil dan gagal

3.1.2. Membuat dasar pengelompokkan karakteristik keberhasilan dan kegagalan seorang wirausahawan

2. Indikator KD Pada KI-4

4.1.1. Mencoba Mengumpulkan data/informasi tentang pengertian kewirausahaan, macam- macam kualitas dasar dan kualitas insrumental wirausaha yang berhasil dan gagal

4.1.2. Menyajikan hasil analisis dan simpulan dalam berbagai bentuk media (lisan dan tulisan)

D. Materi Pembelajaran

Jenis karakteristik atau dimensi kewirausahaan ( kualitas dasar dan kualitas instrumental kewirausahaan)

Pengembangan kewirausahaan

Ciri-ciri seorang wirausahawan

Keberhasilan dan kegagalan wirausahawan

E. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ke 1 (2 x 45 Menit)

Alokasi

Waktu

Kegiatan

Pembelajaran

Deskripsi Pembelajaran

Kegiatan

Pendahuluan

Kegiatan Pendahuluan

a. Apersepsi

15 Menit

Guru mengkondisikan ruangan kelas dan taman yang bersih dengan meminta petugas kelas untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat dan kenyamanan ruang belajar

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

Absensi kehadiran siswa

Membaca Buku Referensi selama 15 menit

Menjelaskan cakupan materi yang akan dipelajari

Halaman | 2 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

karakteristik kewirausahaan misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil resiko) dalam menjalankan kegiatan usaha b. Memotivasi

 

Guru menjajaki kesiapan belajar siswa dengann memberikan beberapa pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.

Menyampaikan materi pembelajaran yang akan dibahas yaitu tentang Jenis karakteristik atau dimensi kewirausahaan (kualitas dasar dan kualitas instrumental kewirausahaan) .

Menginformasikan tugas yang akan diakan kerjakan

Menugaskan peserta didik untuk membentuk kelompok 5-6 orang perkelompok untuk penyelesaian tugas yang akan diberikan oleh guru

Inti

 

60 Menit

Stimulation

(pemberian

Mengamati:

stimulus)

Membaca buku teks tentang Jenis karakteristik atau dimensi kewirausahaan ( kualitas dasar dan kualitas instrumental kewirausahaan)

Menonton dan mengamati video tentang kisah sukses dan kegagalan seorang wirausahawan

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan adalah Kreatif dimana peserta didik mengajukan pendapat yang berkenaan dengan suatu pokok bahasan)

Menanya:

Problem statement (pertannyaan/iden tifikasi masalah)

Dengan arahan dan bimbingan guru peserta didik diarahkan untuk membuat pertanyaan terhadap apa yang belum dipahami dari bacaan atau hasil tayangan video tentang kisah sukses dan kegagalan seorang wirausahawan antara lain:

1. Pengertian Kewirausahaan!

2. Karakteristik Kewirausahaan dari hasil pengamatan tayangan video tentang kisah sukses dan kegagalan seorang wirausahawan

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran)

Halaman | 3 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Data Collection

Mengeksplorasi:

 

(pengumpulan

data)

Mengumpulkan data dan informasi tentang Jenis karakteristik atau dimensi kewirausahaan (kualitas dasar dan kualitas instrumental kewirausahaan) melalui berbagai sumber

Mengumpulkan data/informasi tentang pengertian kewirausahaan, macam- macam kualitas dasar dan kualitas insrumental wirausaha yang berhasil dan gagal

(Nilai Kewirasusahaan yang dikembangkan adalah adalah disiplin dimana peserta didik Tertib dalam melaksanakan tugas- tugas sekolah)

Verification

Mengasosiasi:

(pembuktian)

Menganalisis dan menyimpulkan informasi/data serta membuat hubungan antara pengetahuan kewiraushaan dan praktik/pengalaman wirausahawan

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Menghargai akan prestasi dimana peserta didik mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya)

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

15 Menit

2. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

3. Refleksi dengan melakukan sebuah games konsentrasi angka kurang lebih sekitar 20 Menit

4. Memberikan tugas membaca materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya yaitu mengenai Pengembangan kewirausahaan

5. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan materi yang telah dibahas.

6. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

7. Mengingatkan petugas piket kelas untuk membersihkan ruangan dan taman kelas, memastikan sampah sudah bersih, menyiram bunga dan tanaman yang ada di taman kelas

8. Mengucapakan salam

Halaman | 4 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Pertemuan Ke 2 (2 x 45 Menit)

Kegiatan

 

Alokasi

Pembelajaran

Deskripsi Pembelajaran

Waktu

Kegiatan

Kegiatan Pendahuluan

10

Menit

Pendahuluan

 

a. Apersepsi

Mengkondisikan ruangan kelas yang bersih dengan memeriksa ruangan dan taman kelas sudah bersih, mengingatkan peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan khususnya lingkungan sekolah agar tercipta lingkungan yang sehat diawali dengan menghimbau kesadaran peserta didik untuk membuang sampah pada tempatnya.

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

Absensi kehadiran siswa

Inti

 

60

Menit

Data Collection

 

(pengumpulan

Mengeksplorasi:

data)

Guru menugaskan kepada peserta didik untuk mencari informasi wirausahaan yang sukses dan mempelajari kisah hidupnya serta mempelajari apakah dari karakter pribadi wirausaha tersebut sudah memiliki karakteristik kewirausahaan dari materi yang telah dipelajari baik dari Buku Paket Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X atau dari informasi lainnya seperti Internet atau artikel lainnya

Verification

(pembuktian)

Mengasosiasi:

Dari materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, peserta didik diminta untuk menganalisis dan menyimpulkan informasi/data tentang Pengembangan kewirausahaan

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Menghargai akan prestasi dimana peserta didik mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya)

Halaman | 5 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Generalization

(menarik

kesimpulan/gener

alisasi)

Mengomunikasikan:

1. Melaporkan hasil analisis dan temuan dalam bentuk tulisan tentang Karakteristik Kewirausahaan yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha untuk menuju kesuksesan baik berdasarkan pengalaman Pribadi maupun secara teori dari Buku referensi yang bisa dipercaya

2. Membuat presentasi hasil analisis dan temuan dalam bentuk tulisan tentang Karakteristik Kewirausahaan yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha untuk menuju kesuksesan baik berdasarkan pengalaman Pribadi maupun secara teori dari Buku referensi yang bisa dipercaya

3. Mempresentasikan hasil analisis dan temuan dalam bentuk Power Point tentang Karakteristik Kewirausahaan yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha untuk menuju kesuksesan baik berdasarkan pengalaman Pribadi maupun secara teori dari Buku referensi yang bisa dipercaya di depan kelas

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan adalah percaya diri dimana peserta didik berani presentasi di dalam kelas)

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

2. Guru mereview hasil presentasi dari masing-masing kelompok yang telah membacakan hasil diskusi

3. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

4. Refleksi dengan melakukan sebuah games konsentrasi angka kurang lebih sekitar 20 Menit

5. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan materi yang telah dibahas.

6. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

7. Mengucapakan salam

20 Menit

Pertemuan Ke 3 (2 x 45 Menit)

Kegiatan

Pembelajaran

Alokasi

Waktu

Deskripsi Pembelajaran

Halaman | 6 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Kegiatan

Kegiatan Pendahuluan

 

15

Menit

Pendahuluan

   

a. Apersepsi

Guru mengkondisikan ruangan kelas dan taman yang bersih dengan meminta petugas kelas untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat dan kenyamanan ruang belajar

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

Absensi kehadiran siswa

 

Membaca Buku Referensi selama 15 menit

 

Menjelaskan cakupan materi yang akan dipelajari Ciri-ciri seorang wirausahawan dan Keberhasilan dan kegagalan wirausahawan

b. Memotivasi

Guru menjajaki kesiapan belajar siswa dengann memberikan beberapa pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.

Menyampaikan materi pembelajaran yang akan dibahas yaitu tentang Ciri-ciri seorang wirausahawan dan Keberhasilan dan kegagalan wirausahawan .

Menginformasikan tugas yang akan diakan kerjakan

Menugaskan peserta didik untuk membentuk kelompok 5-6 orang perkelompok untuk penyelesaian tugas yang akan diberikan oleh guru

Inti

 

60

Menit

Stimulation

 

(pemberian

Mengamati:

stimulus)

Membaca

buku

teks

tentang

Ciri-ciri

seorang

wirausahawan

dan

Keberhasilan

dan

kegagalan

wirausahawan

 

Menonton dan mengamati video tentang kisah sukses dan kegagalan seorang wirausahawan

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan adalah Kreatif dimana peserta didik mengajukan pendapat yang berkenaan dengan suatu pokok bahasan)

Halaman | 7 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Problem statement (pertannyaan/iden tifikasi masalah)

Menanya:

 

Dengan arahan dan bimbingan guru peserta didik diarahkan untuk membuat pertanyaan terhadap apa yang belum dipahami dari bacaan atau hasil tayangan video tentang kisah sukses dan kegagalan seorang wirausahawan antara lain:

 

1. Ciri-ciri seorang wirausahawan!

2. Faktor apa yang mendorong Keberhasilan dan kegagalan wirausahawan

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran)

Mengeksplorasi:

Data Collection

(pengumpulan

data)

Mengumpulkan data dan informasi tentang Ciri-ciri

seorang wirausahawan dan Keberhasilan dan kegagalan wirausahawan melalui berbagai sumber

Mengumpulkan data/informasi tentang faktor-gaktor yang mempegaruhi Keberhasilan dan kegagalan wirausahawan

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran)

Verification

Mengasosiasi:

(pembuktian)

Menganalisis dan menyimpulkan informasi/data serta membuat hubungan antara Ciri-ciri seorang wirausahawan dengan Keberhasilan dan kegagalan wirausahawan dalam menjalakan wirausahanya

(Nilai Kewirasusahaan yang dikembangkan adalah Mandiri dimana peserta didik melakukan sendiri tugas kelas yang jadi tanggungjawabnya)

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

15 Menit

2. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

3. Refleksi dengan melakukan sebuah games konsentrasi angka kurang lebih sekitar 20 Menit

4. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan

Halaman | 8 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

materi yang telah dibahas.

5. Guru memberikan tugas kelompok untuk mewawancarai seorang wirausaha yang berada disekitar lingkungan siswa dan menuliskan hasil wawancaranya untuk dipresentasikan di depan kelas

6. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

7. Mengingatkan petugas piket kelas untuk membersihkan ruangan dan taman kelas, memastikan sampah sudah bersih, menyiram bunga dan tanaman yang ada di taman kelas

8. Mengucapakan salam

Pertemuan Ke 4 (2 x 45 Menit)

Kegiatan

 

Alokasi

Pembelajaran

Deskripsi Pembelajaran

Waktu

Kegiatan

Kegiatan Pendahuluan

10

Menit

Pendahuluan

 

a. Apersepsi

Mengkondisikan ruangan kelas yang bersih dengan memeriksa ruangan dan taman kelas sudah bersih, mengingatkan peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan khususnya lingkungan sekolah agar tercipta lingkungan yang sehat diawali dengan menghimbau kesadaran peserta didik untuk membuang sampah pada tempatnya.

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

Absensi kehadiran siswa

Inti

 

60

Menit

Data Collection

 

(pengumpulan

Mengeksplorasi:

data)

Guru menugaskan kepada peserta didik untuk mencari informasi dari hasil wawancara wirausahaan yang sukses yang terdapat disekitar lingkungan peserta didik

Mengasosiasi:

Verification

(pembuktian)

Dari materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, peserta didik diminta untuk menganalisis dan menyimpulkan informasi/data tentang hasil wawancara

Halaman | 9 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

wirausahaan yang sukses yang terdapat disekitar lingkungan peserta didik apa kendala yang dihadapi oleh wirausaha tersebut dan faktor pendukung keberhasilannya

 

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Menghargai akan prestasi dimana peserta didik mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya)

Mengomunikasikan:

Generalization

1. Melaporkan hasil analisis dan temuan dalam bentuk tulisan tentang hasil wawancara wirausahaan yang sukses yang terdapat disekitar lingkungan peserta

(menarik

kesimpulan/gener

alisasi)

didik apa kendala yang dihadapi oleh wirausaha tersebut dan faktor pendukung keberhasilannya

2. Membuat presentasi hasil analisis dan temuan dalam bentuk tulisan tentang hasil wawancara wirausahaan yang sukses yang terdapat disekitar lingkungan peserta didik apa kendala yang dihadapi oleh wirausaha tersebut dan faktor pendukung keberhasilannya

3. Mempresentasikan hasil analisis dan temuan dalam

bentuk Power Point tentang hasil wawancara wirausahaan yang sukses yang terdapat disekitar lingkungan peserta didik apa kendala yang dihadapi oleh wirausaha tersebut dan faktor pendukung keberhasilannya

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan adalah percaya diri dimana peserta didik berani presentasi di dalam kelas)

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

5 Menit

2. Guru mereview hasil presentasi dari masing-masing kelompok yang telah membacakan hasil diskusi

3. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

4. Refleksi dengan melakukan sebuah games konsentrasi angka kurang lebih sekitar 20 Menit

5. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan materi yang telah dibahas.

6. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

7. Mengucapakan salam

Halaman | 10 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

F. Penilaian, Remidial dan Pengayaan

Penilaian

a. Bentuk Soal Uraian Test Rubrik Soal Pengetahuan

1.

No

Soal

Skor

1

Tuliskan pengertian wirausaha menurut :

 

a. Para ekonom

b. Gede Parma

c. Para psikolog

2

Tuliskan pengertian kewirausahaan menurut:

 
 

a.Robin

b.

Inpres No. 4 tahun 1995

3

Apakah tujuan kewirausahaan?

 

4

Jelaskan ketrampilan yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha untuk menunjang keberhasilannya !

 

5

Faktor apa sajakah yang mendorong seseorang {Triggering event/pemicu]terjun ke dunia wirausaha?

 

6

Sebutkan 8 faktor penyebab kegagalan wirausaha?

 

7

Sebutkan penyebab keberhasilan wirausaha dari sisi pengusaha?

 

8

Sebutkan karakteristik wirausaha menurut Fadel Muhammad?

 

9

Karakter-karakter apa sajakah yang harus dipakai seorang wirausaha dalam mempertahankan bisnisnya?

 

10

Berikan 4 contoh wirausaha yang sukses karena keuletan, ketekunan dan komitmen tinggi?

 

b. Bentuk Soal Pilihan Ganda

No

Soal

Skor

1

Wirausaha adalah orang yang berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain, hal ini dikemukakan oleh :

 

a. Robin

b. Zimmerer

c. Savary

d. A. Pekerti

e. Gede Parma

2

Yang termasuk tujuan kewirausahaan adalah :

 

a. Kemampuan bekerja dengan semangat kemandirian

b. Mendidik masyarakat agar hidup effisien dan tidak boros

c. Para generasi muda terutama anak putus sekolah

d. Meningkatkan kesejahteraan dan kemajuan di masyarakat

e. Kemampuan bekerja secara tekun, teliti dan produktif

3

Asas kewirausahaan : keberanian mengambil resiko adalah ………

 

Halaman | 11 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

a. Kemampuan memecahkan masalah dan mengambil keputusan

b. Kemempuan bekerja secara tekun, teliti dan produktif

 

c. Kemampuan berkarya dengan semangat kemandirian

d. Kemampuan berkarya dalam kebersamaan dengan mitra usaha

e. Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif serta inovatif

 

4

Salah satu keuntungan menjadi wirausahawan adalah …………

a. Terbuka peluang untuk mendapat laba yang banyak

 

b. Terbuka peluang untuk menjadi bos di perusahaan sendiri

c. Terbuka peluang untukmenciptakan produk yang baru

d. Terbuka peluang untuk memasarkan produk sendiri

e. Terbuka peluang untuk bekerjasama dengan orang lain

5

Sikap dan perilaku kewirausahaan yang utama adalah :

 

a. Kemampuan berkarya dengan semangat kebersamaan

b. Kemampuan bekerja secara tekun , teliti dan produktif

c. Kemampaun dalam mengambil keputusan

 

d. Kemampuan dalam mengambil resiko

 

e. Kemampuan berpikir dan bertindak kreatif serta inovatif

 

6

Yang bukan termasuk sikap mental wirausaha adalah :

 

a. Jujur dan bertanggung jawab

 

b. Berkemauan keras

 

c. Berkeinginan kuat menggali sumber sumber ekonomis

 

d. Berpikir konstruktif dan kreatif

 

e. Tekun dan ulet dalam bekerja

7

Karakteristik wirausaha menurut M. Celland diantaranya adalah sebagai berikut kecuali:

a.

Sikap tanggap terhadap perubahan

 

b.Keinginan untuk berprestasi c.Persepsi kepada kemungkinan hasil d.Preferensi kepada resiko-resiko menengah

 

e.Keinginan untuk bertanggungjawab

 

8

Kedisiplinan dapat dilatih melalui satu cara berikut yaitu:

 

a.Banyak

bergaul

b.Ramah tamah

 

c.Berpikir

kritis

d.Permisif

 

e.membatasi keinginan

9

Proses

pengembangan

kewirausahaan

yaitu

keinginan

untuk

Halaman | 12 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

berprestasi termasuk: a. Innovatif b.Triggering Event c.Implementasi d.Motivasi e.Growth 10 Menjalin kemitraan
berprestasi termasuk:
a.
Innovatif
b.Triggering Event
c.Implementasi
d.Motivasi
e.Growth
10
Menjalin
kemitraan
termasuk
ketrampilan
khusus
yang
harus
dimiliki seorang wirausaha yaitu :
a.
Technical Skill
b.
Conceptual Skill
c.
Industrial Skill
d.
Human Skill
e.
Manegerial skil
2.
Remidial

Mata Pelajaran

:

Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan)

Kelas/Semester

:

X/1

Kompetensi Dasar

:

3.1 Memahami karakteristik kewirausahaan

(misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil resiko) dalam menjalankan kegiatan usaha bahan pangan Topik/Subtopik : Karakteristik kewirausahaan misalnya berorientasi ke masa depan dan berani mengambil resiko dalam menjalankan kegiatan

Indikator Pencapaian Kompetensi

usaha

: 3.1.1.

Memahami pengertian kewirausahaan, macam-macam kualitas dasar dan kualitas instrumental wirausaha yang berhasil dan gagal

Rubrik Pengetahuan

Lengkapilah pernyataan berikut ini:

1. Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan Membudayakan Kewirausahaan diatur dalam…….

2. Kreatif,inovatif dan fleksibel termasuk perilaku wirausaha yang memiliki ………

3. Ketrampilan melakukan kegiatan usaha secara menyeluruh berdasarkan konsep yang dibuatnya disebut…………

4. Komitmen terhadap visi dan misi adalah perilaku wirausaha ………….

5. Mencintai pekerjaan bisnisnya dan hasil produksi sama artinya ……….

6. Usaha untuk mengatur kelakuan seseorang untuk mencapai tujuan disebut……

7. Optimis akan mendorong seorang wirausaha bersikap………

8. Sikap yang selalu ingin maju disebut …….

Halaman | 13 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

9.

Guru, Jaksa, Atlit termasuk jenis profesi ………

10.

Memiliki sikap mental dan spiritual yang tinggi, pandai berinisiatif termasuk ……….

3.

Pengayaan

1. Apa yang dimaksud dengan kewirausahaan menurut Inpres No. 4 Tahun 1995 !

2. Tuliskan dan jelaskan karakteristik wirausaha menurut Bygrave yang dikenal dengan 10 D !

3. Tuliskan 5 (lima) karakteristik yang harus ditinggalkan oleh wirausaha !

4. Tuliskan pula 5 (lima) faktor keberhasilan wirausaha !

5. Jelaskan 3 (tiga) tipe kreatifitas !

G. Media/Alat, Bahan dan Sumber Belajar

Sumber

1. Buku Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas X Sesuai Kurikulum 2013

2. Internet

Alat

1. LCD Proyektor

2. Laptop/Notebook atau komputer

3. Jaringan Internet/Modem

Media Pembelajaran

1. White board

2. Video Pembelajaran Manajemen

3. Gambar-gambar pendukung

4. Presentasi Power Point (Bahan Ajar) PPT

Guru Pamong

Percut Sei Tuan, Mahasiswa PPL

Agustus 2016

DAMAINI, S.Pd NIP. 19641231 200003 2 024

NIM.

Mengetahui, Kepala SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan

Halaman | 14 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

MULIADI, S.Pd, M.Si NIP. 19651012 198811 1 003

Halaman | 15 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Lampiran Materi

Pengertian Kewirausahaan Wirausaha adalah seseorang yang bebas dan memiliki kemampuan untuk hidup mandiri dalam menjalankan kegiatan usahanya atau bisnisnya atau hidupnya. Ia bebas merancang, menentukan mengelola, mengendalikan semua usahanya. Sedangkan kewirausahaan adalah suatu sikap, jiwa dan kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru yang sangat bernilai dan berguna bagi dirinya dan orang lain.

Kewirausahaan merupakan sikap mental dan jiwa yang selalu aktif atau kreatif berdaya, bercipta, berkarsa dan bersaahaja dalam berusaha dalam rangka meningkatkan pendapatan dalam kegaitan usahanya atau kiprahnya. Seorang yang memiliki jiwa dan sikap wirausaha selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Dari waktu-ke waktu, hari demi hari, minggu demi minggi selalu mencari peluang untuk meningkatkan usaha dan kehidupannya. Ia selalu berkreasi dan berinovasi tanpa berhenti, karena dengan berkreasi dan berinovasi lah semua peluang dapat diperolehnya. Wirausaha adalah orang yang terampil memanfaatkan peluang dalam mengembangkan usahanya dengan tujuan untuk meningkatkan kehidupannya.

Pada hakekatnya semua orang adalah wirausaha dalam arti mampu berdiri sendiri dalam emnjalankan usahanya dan pekerjaannya guna mencapai tujuan pribadinya, keluarganya, msaayarakat , bangsa dan negaranya, akan tetapi banyak diantara kita yang tidak berkarya dan berkarsa untuk mencapai prestasi yang lebih baik untuk masa depannya, dan ia menjadi ketergantungan pada orang lain, kelompok lain dan bahkan bangsa dan Negara lainnya. Istilah kewirausahaan, kata dasarnya berasal dari terjemahan entrepreneur, yang dalam bahasa Inggris di kenal dengan between taker atau go between. Pada abad pertengahan istilah entrepreneur digunakan untuk menggambarkan seseorang actor yang memimpin proyek produksi, Konsep wirausaha secara lengkap dikemukakan oleh Josep Schumpeter, yaitu sebagai orang yang mendobrak sistem ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru, dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru atau pun yang telah ada. Dalam definisi tersebut ditekankan bahwa wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut. Sedangkan proses kewirausahaan adalah meliputi semua kegiatan fungsi dan tindakan untuk mengejar dan memanfaatkan peluang dengan menciptakan suatu organisasi. Istilah wirausaha dan wiraswasta sering digunakan secara bersamaan, walaupun

Halaman | 16 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

memiliki substansi yang agak berbeda. Norman M. Scarborough dan Thomas W. Zimmerer (1993:5) mengemukakan definisi wirausaha sebagai berikut : “ An entrepreuneur is one who creates a new business in the face of risk and uncertainty for the perpose of achieving profit and growth by identifying opportunities and asembling the necessary resourses to capitalize on those opportunuties”. Menurut Dan Steinhoff dan John F. Burgess (1993:35) wirausaha adalah orang yang mengorganisir, mengelola dan berani menanggung resiko untuk menciptakan usaha baru dan peluang berusaha. Secara esensi pengertian entrepreneurship adalah suatu sikap mental, pandangan, wawasan serta pola pikir dan pola tindak seseorang terhadap tugas-tugas yang menjadi tanggungjawabnya dan selalu berorientasi kepada pelanggan. Atau dapat juga diartikan sebagai semua tindakan dari seseorang yang mampu memberi nilai terhadap tugas dan tanggungjawabnya. Adapun kewirausahaan merupakan sikap mental dan sifat jiwa yang selalu aktif dalam berusaha untuk memajukan karya baktinya dalam rangka upaya meningkatkan pendapatan di dalam kegiatan usahanya. Selain itu kewirausahan adalah kemampuan kreatif dan inovatif yang dijadikan dasar, kiat, dan sumber daya untuk mencari peluang menuju sukses. Inti dari kewirausahaan adalah kemampuan untuk menciptakan seuatu yang baru dan berbeda (create new and different) melaui berpikir kreatif dan bertindak inovatif untuk menciptakan peluang dalam menghadapi tantangan hidup. Pada hakekatnya kewirausahaan adalah sifat, ciri, dan watak seseorang yang memiliki kemauan dalam mewujudkan gagasan inovatif kedalam dunia nyata secara kreatif.

Dari beberapa konsep yang ada ada 6 hakekat penting kewirausahaan sebagai berikut ( Suryana, 2003 : 13), yaitu:

1. Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diwujudkan dalam perilaku yang dijadikan dasar sumber daya, tenaga penggerak, tujuan, siasat, kiat, proses, dan hasil bisnis (Acmad Sanusi, 1994)

2. Kewirausahaan adalah suatu kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda (ability to create the new and different) (Drucker, 1959).

3. Kewirausahaan adalah suatu proses penerapan kreativitas dan inovasi dalam memecahkan persoalan dan menemukan peluang untuk memperbaiki kehidupan (Zimmerer. 1996).

Halaman | 17 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

4.

Kewirausahaan adalah suatu nilai yang diperlukan untuk memulai suatu usaha (start-up phase) dan perkembangan usaha (venture growth) (Soeharto Prawiro, 1997).

5. Kewirausahaan adalah suatu proses dalam mengerjakan sesuatu yang baru (creative), dan sesuatu yang berbeda (inovative) yang bermanfaat memberi nilai lebih.

6. Kewirausahaan adalah usaha menciptakan nilai tambah dengan jalan mengkombinasikan sumber-sumber melaui cara-cara baru dan berbeda untuk memenangkan persaingan. Nilai tambah tersebut dapat diciptakan dengan cara mengembangkan teknologi baru, menemukan pengetahuan baru, menemukan cara baru untuk menghasilkan barang dan jasa yang baru yang lebih efisien, memperbaiki produk dan jasa yang sudah ada, dan menemukan cara baru untuk memberikan kepuasan kepada konsumen.

Berdasarkan keenam konsep diatas, secara ringkas kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai sesuatu kemampuan kreatif dan inovatif (create new and different) yang dijadikan kiat, dasar, sumber daya, proses dan perjuangan untuk menciptakan nilai tambah barang dan jasa yang dilakukan dengan keberanian untuk menghadapi risiko.

Dari segi karakteristik perilaku, Wirausaha (entepreneur) adalah mereka yang mendirikan, mengelola, mengembangkan, dan melembagakan perusahaan miliknya sendiri. Wirausaha adalah mereka yang bisa menciptakan kerja bagi orang lain dengan berswadaya. Definisi ini mengandung asumsi bahwa setiap orang yang mempunyai kemampuan normal, bisa menjadi wirausaha asal mau dan mempunyai kesempatan untuk belajar dan berusaha. Berwirausaha melibatkan dua unsur pokok (1) peluang dan, (2) kemampuan menanggapi peluang,

Berdasarkan hal tersebut maka definisi kewirausahaan adalah “tanggapan terhadap peluang usaha yang terungkap dalam seperangkat tindakan serta membuahkan hasil berupa organisasi usaha yang melembaga, produktif dan inovatif.” (Pekerti, 1997)

Halaman | 18 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Sejalan dengan pendapat di atas, Salim Siagian (1999) mendefinisikan: “Kewirausahaan adalah semangat, perilaku, dan

Sejalan dengan pendapat di atas, Salim Siagian (1999) mendefinisikan: “Kewirausahaan adalah

semangat, perilaku, dan kemampuan untuk memberikan tanggapan yang positif terhadap

peluang memperoleh keuntungan untuk diri sendiri dan atau pelayanan yang lebih baik pada

pelanggan/masyarakat; dengan selalu berusaha mencari dan melayani langganan lebih banyak

dan lebih baik, serta menciptakan dan menyediakan produk yang lebih bermanfaat dan

menerapkan cara kerja yang lebih efisien, melalui keberanian mengambil resiko, kreativitas dan

inovasi serta kemampuan manajemen.”

KARAKTERISTIK KEWIRAUSAHAAN

1. Motif Berprestasi Tinggi

2. Para ahli mengemukakan bahwa seseorang memiliki minat berwirausaha karena adanya motif tertentu, yaitu motif berprestasi (achievement motive). Menurut Gede Anggan Suhanda (dalam Suryana, 2003 : 32) Motif berprestasi ialah suatu nilai sosial yang menekankan pada hasrat untuk mencapai yang terbaik guna mencapai kepuasan secara pribadi. Faktor dasarnya adalah kebutuhan yang harus dipenuhi. Seperti yang dikemukakan oleh Maslow (1934) tentang teori motivasi yang dipengaruhi oleh tingkatan kebutuhan kebutuhan, sesuai dengan tingkatan pemuasannya, yaitu kebutuhan fisik (physiological needs), kebutuhan akan keamanan (security needs), kebutuhan harga diri (esteem needs), dan kebutuhan akan aktualisasi diri (self-actualiazation needs). Menurut Teori Herzberg, ada dua faktor motivasi, yaitu:

Halaman | 19 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

2. Selalu Perspektif 3. Memiliki Kreatifitas Tinggi 4. Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi 5. Selalu Komitmen

2. Selalu Perspektif

3. Memiliki Kreatifitas Tinggi

4. Memiliki Perilaku Inovatif Tinggi

5. Selalu Komitmen dalam Pekerjaan, Memiliki Etos Kerja dan Tanggung Jawab

6. Mandiri atau Tidak Ketergantuangan

7. Berani Menghadapi Risiko

8. Selalu Mencari Peluang

9. Memiliki Jiwa Kepemimpinan

10. Memiliki Kemampuan Manajerial

11. Memiliki Kerampilan Personal

Halaman | 20 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan

Mata Pelajaran

Kelas/Semester

Materi pokok

: Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) : X / 1 :

Perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

Waktu

: 4 JP (8 x 45 Menit)

A. Kompetensi Inti

KI 1 :

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar

1. KD Pada KI-3

KD 3.2.

Memahami perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

2. KD Pada KI-4

KD 4.2.

Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Indikator KD Pada KI-3

Halaman | 21 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

3.2.1.

Memahami pengertian ide dan peluang usaha, analisa peluang usaha, sumber daya yang di butuhkan serta administrasi dan pemasaran

3.2.2. Menganalisis perencanaan usaha usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

2. Indikator KD Pada KI-4

4.2.1. Mencoba Mengumpulkan data/informasi tentang ide dan peluang usaha, analisa peluang usaha, sumber daya yang di butuhkan serta administrasi dan pemasaran

4.2.2. Menentukan usaha pengolahan makanan awetan yang akan dilakukan

4.2.3. Mencoba Membuat perencanaan usaha pengolahan makanan

4.2.4. Menyajkan hasil analisis dan simpulan tentang perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati yang dibuat dalam bentuk lisan dan tulisan

D. Materi Pembelajaran

Ide dan peluang usaha

Analisa peluang usaha

Sumber daya yang di butuhkan

Administrasi dan pemasaran

Komponen perencanaan usaha

Langkah-langkah penyusunan perencanaan usaha

E. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ke 5 (2 x 45 Menit)

Alokasi

Waktu

Kegiatan

Pembelajaran

Deskripsi Pembelajaran

Kegiatan

Pendahuluan

Kegiatan Pendahuluan

a. Apersepsi

15 Menit

Guru mengkondisikan ruangan kelas dan taman yang bersih dengan meminta petugas kelas untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat dan kenyamanan ruang belajar

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

Absensi kehadiran siswa

Membaca Buku Referensi selama 15 menit

Halaman | 22 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

   

Menjelaskan cakupan materi yang akan dipelajari

 
 

Perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

b. Memotivasi

 

Guru menjajaki kesiapan belajar siswa dengann memberikan beberapa pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.

Menyampaikan materi pembelajaran yang akan

 

dibahas yaitu tentang Perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

 

Menginformasikan tugas yang akan diakan kerjakan

Menugaskan peserta didik untuk membentuk kelompok 5-6 orang perkelompok untuk penyelesaian tugas yang akan diberikan oleh guru

Inti

 

60 Menit

Stimulation

(pemberian

Mengamati:

stimulus)

Membaca buku teks tentang Perencanaan usaha

 

pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

Menonton, mengamati video dan mencermati tentang model perencanaan usaha kerajinan

(Nilai Kewirasusahaan yang dikembangkan adalah Komunikatif dimana peserta didik mendengarkan secara aktif)

Menanya:

Problem statement (pertannyaan/iden tifikasi masalah)

Dengan arahan dan bimbingan guru peserta didik diarahkan untuk membuat pertanyaan terhadap apa yang belum dipahami dari bacaan atau hasil tayangan video tentang

model perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati antara lain:

 

1. Ide dan peluang usaha!

2. Analisa peluang usaha

3. Sumber daya yang di butuhkan

4. Administrasi dan pemasaran

5. Komponen perencanaan usaha

6. Langkah-langkah penyusunan perencanaan usaha

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran)

Data Collection

Mengeksplorasi:

(pengumpulan

data)

Mengumpulkan data dan informasi tentang perencanaan

Halaman | 23 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

 

melalui berbagai sumber Mengumpulkan data/informasi tentang perencanaan

usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

dengan memperhatikan ide dan peluang usaha, analisa peluang usaha, Sumber daya yang di butuhkan, Administrasi dan pemasaran, Komponen perencanaan usaha dan Langkah-langkah penyusunan perencanaan usaha

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran)

Verification

Mengasosiasi:

(pembuktian)

Menganalisis

dan

menyimpulkan

informasi/data

serta

membuat hubungan antara perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dengan

memperhatikan ide dan peluang usaha, analisa peluang usaha, Sumber daya yang di butuhkan, Administrasi dan pemasaran, Komponen perencanaan usaha dan Langkah- langkah penyusunan perencanaan usaha

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Menghargai akan prestasi dimana peserta didik mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya)

 

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

15 Menit

2. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

3. Refleksi dengan melakukan sebuah games konsentrasi angka kurang lebih sekitar 20 Menit

4. Memberikan tugas membaca materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya

5. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan materi yang telah dibahas.

6. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

7. Mengingatkan petugas piket kelas untuk membersihkan ruangan dan taman kelas, memastikan sampah sudah bersih, menyiram bunga dan tanaman yang ada di taman kelas

8. Mengucapakan salam

 

Halaman | 24 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Pertemuan Ke 6 (2 x 45 Menit)

Kegiatan

   

Alokasi

Pembelajaran

 

Deskripsi Pembelajaran

Waktu

Kegiatan

Kegiatan Pendahuluan

 

10

Menit

Pendahuluan

   

a. Apersepsi

 

Mengkondisikan ruangan kelas yang bersih dengan memeriksa ruangan dan taman kelas sudah bersih, mengingatkan peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan khususnya lingkungan sekolah agar tercipta lingkungan yang sehat diawali dengan menghimbau kesadaran peserta didik untuk membuang sampah pada tempatnya.

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

Absensi kehadiran siswa

 

Inti

 

60

Menit

Data Collection

 

(pengumpulan

Mengeksplorasi:

 

data)

Guru

menugaskan

kepada

peserta

didik

untuk

mencari

informasi perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari

bahan pangan nabati khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau dari materi yang telah dipelajari baik dari Buku Paket Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X atau dari informasi lainnya seperti Internet atau artikel lainnya

Mengasosiasi:

 

Verification

 

(pembuktian)

Dari materi yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, peserta didik diminta untuk menganalisis dan menyimpulkan informasi/data tentang perencanaan usaha

pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Menghargai akan prestasi dimana peserta didik mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya)

Generalization

(menarik

kesimpulan/gener

Mengomunikasikan:

 

1.

Melaporkan

hasil analisis dan temuan dalam bentuk

Halaman | 25 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

alisasi)

tulisan tentang perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati khususnya yang

 

bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau

2. Membuat presentasi hasil analisis dan temuan dalam

bentuk tulisan tentang perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati khususnya

yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau

3. Mempresentasikan hasil analisis dan temuan dalam bentuk Power Point tentang perencanaan usaha

pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan- bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau di depan kelas

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan adalah percaya diri dimana peserta didik berani presentasi di dalam kelas)

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

20

Menit

2. Guru mereview hasil presentasi dari masing-masing kelompok yang telah membacakan hasil diskusi

 

3. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

4. Refleksi dengan melakukan sebuah games konsentrasi angka kurang lebih sekitar 20 Menit

5. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan materi yang telah dibahas.

6. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

7. Mengucapakan salam

Pertemuan Ke 7 (2 x 45 Menit)

Kegiatan

Pembelajaran

Alokasi

Waktu

Deskripsi Pembelajaran

Kegiatan

Pendahuluan

Kegiatan Pendahuluan

a. Apersepsi

15

Menit

Guru mengkondisikan ruangan kelas dan taman yang bersih dengan meminta petugas kelas untuk

Halaman | 26 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

membuang sampah pada tempatnya sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat dan kenyamanan ruang belajar

 

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

Absensi kehadiran siswa

Membaca Buku Referensi selama 15 menit

Menjelaskan cakupan materi yang akan dipelajari Ciri-ciri seorang wirausahawan dan Keberhasilan dan kegagalan wirausahawanb. Memotivasi

Guru menjajaki kesiapan belajar siswa dengann memberikan beberapa pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.

Menyampaikan materi pembelajaran yang akan

dibahas yaitu tentang perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati khususnya

yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau .

Menginformasikan tugas yang akan diakan kerjakan

Menugaskan peserta didik untuk membentuk kelompok 5-6 orang perkelompok untuk penyelesaian tugas yang akan diberikan oleh guru

Inti

 

60 Menit

Stimulation

(pemberian

Mengamati:

stimulus)

Membaca buku teks tentang Peluang usaha apa yang dapat dilakukan untuk membuat perencanaan usaha

pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan- bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau

Menonton dan mengamati video tentang kisah sukses dan kegagalan seorang wirausahawan yang

berkecimpung di bidang usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati khususnya yang

Problem

bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan-bahan yang mudah

statement

Halaman | 27 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

(pertannyaan/iden tifikasi masalah)

didapat dan harga terjangkau

 

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan adalah Kreatif dimana peserta didik mengajukan pendapat yang berkenaan dengan suatu pokok bahasan)

 

Menanya:

Dengan arahan dan bimbingan guru peserta didik diarahkan untuk membuat pertanyaan terhadap apa yang belum dipahami dari bacaan atau hasil tayangan video tentang kisah sukses dan kegagalan seorang wirausahawan yang

berkecimpung di bidang usaha perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati:

1. Alasan wirausahan tersebut memilih wirausaha bidang

perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan

pangan nabati khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau

2. Kendala apa yang dihadapi wirausaha tersebut dalam menjalankan usahanya

3. Apa peran pemerintah untuk membantu wirausaha dalam mengembangkan usahanya yang bercirikan usaha

pengolahan

makanan

awetan

dari

bahan

pangan

nabati

khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan- bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau dan dapat dijadikan sebagai makanan khas oleh-oleh daerah kita

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran)

Data Collection

Mengeksplorasi:

 

(pengumpulan

 

data)

Peserta didik mengumpulkan data dan informasi

tentang wirausaha bidang usaha pengolahan makanan

awetan

dari

bahan

pangan

nabati

khususnya

yang

bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau dan dapat dijadikan sebagai makanan khas oleh-oleh daerah kita

Mengumpulkan data/informasi tentang peluang sukses

wirausaha bidang usaha pengolahan makanan awetan dari

bahan pangan nabati khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat

Halaman | 28 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

dari bahan-bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau dan dapat dijadikan sebagai makanan khas oleh-oleh daerah kita

 

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran)

Verification

Mengasosiasi:

(pembuktian)

Menganalisis dan menyimpulkan informasi/data serta membuat hubungan antara peluang sukses wirausaha bidang

usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau dan dapat dijadikan sebagai makanan khas oleh-oleh daerah kita

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Menghargai akan prestasi dimana peserta didik mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya)

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

15 Menit

2. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

3. Refleksi dengan melakukan sebuah games konsentrasi angka kurang lebih sekitar 20 Menit

4. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan materi yang telah dibahas.

5. Guru memberikan tugas kelompok untuk membuat langkah-langkah penyusunan perencanaan usaha kerajinan dengan inspirasi budaya lokal non benda Khas Sumatera Utara khsusnya Kabupaten Deli Serdang yaitu Tarian adat yang sering digunakan untuk upacara adat seperti pernikahan dan menuliskan hasil wawancaranya untuk dipresentasikan di depan kelas

6. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

7. Mengingatkan petugas piket kelas untuk membersihkan ruangan dan taman kelas, memastikan sampah sudah bersih, menyiram bunga dan tanaman yang ada di taman kelas

8. Mengucapakan salam

Halaman | 29 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Pertemuan Ke 8 (2 x 45 Menit)

Kegiatan

   

Alokasi

Pembelajaran

 

Deskripsi Pembelajaran

Waktu

Kegiatan

Kegiatan Pendahuluan

 

10

Menit

Pendahuluan

   

a. Apersepsi

 

Mengkondisikan ruangan kelas yang bersih dengan memeriksa ruangan dan taman kelas sudah bersih, mengingatkan peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan khususnya lingkungan sekolah agar tercipta lingkungan yang sehat diawali dengan menghimbau kesadaran peserta didik untuk membuang sampah pada tempatnya.

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

 

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

Absensi kehadiran siswa

 

Inti

 

60

Menit

Data Collection

 

(pengumpulan

Mengeksplorasi:

 

data)

Guru menugaskan kepada peserta didik untuk mencari informasi dari berbagai media peluang kesuksesan ataupu kegagalan terhadap perencanaan usaha

 

pengolahan

makanan

awetan

dari

bahan

pangan

nabati

khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan- bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau dan dapat dijadikan sebagai makanan khas oleh-oleh daerah kita

Guru menugaskan sistem dan cara pemasaran usaha

 

pengolahan

makanan

awetan

dari

bahan

pangan

nabati

khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan- bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau dan dapat dijadikan sebagai makanan khas oleh-oleh daerah kita dan bagaimana wirausahawan tersebut menyikapi permintaan dari masyarakat.

Mengasosiasi:

 

Verification

Dari

materi

yang

telah

dipelajari

pada

pertemuan

Halaman | 30 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

(pembuktian)

sebelumnya, peserta didik diminta untuk menganalisis dan menyimpulkan informasi/data tentang hasil perencanaan

 

usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau dan dapat dijadikan sebagai makanan khas oleh-oleh daerah kita.

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Menghargai akan prestasi dimana peserta didik mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya)

Generalization

Mengomunikasikan:

(menarik

1. Melaporkan hasil analisis dan temuan dalam bentuk tulisan tentang hasil perencanaan usaha pengolahan

kesimpulan/gener

alisasi)

makanan awetan dari bahan pangan nabati khususnya

yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan-bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau dan dapat dijadikan sebagai makanan khas oleh-oleh daerah kita

2. Membuat presentasi hasil analisis dan temuan dalam bentuk tulisan tentang hasil perencanaan usaha

pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan- bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau dan dapat dijadikan sebagai makanan khas oleh-oleh daerah kita

3. Mempresentasikan hasil analisis dan temuan dalam bentuk Power Point tentang hasil perencanaan usaha

pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

khususnya yang bercirikan makanan khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang Seperti terbuat dari bahan- bahan yang mudah didapat dan harga terjangkau dan dapat dijadikan sebagai makanan khas oleh-oleh daerah kita

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan adalah percaya diri dimana peserta didik berani presentasi di dalam kelas)

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

5 Menit

2. Guru mereview hasil presentasi dari masing-masing

Halaman | 31 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

kelompok yang telah membacakan hasil diskusi

3. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

4. Refleksi dengan melakukan sebuah games konsentrasi angka kurang lebih sekitar 20 Menit

5. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan materi yang telah dibahas.

6. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

7. Mengucapakan salam

F. Penilaian, Remidial dan Pengayaan

1.

Penilaian

 

a.

Bentuk Soal Uraian Test Rubrik Soal Pengetahuan

 
 

No

Soal

Skor

1

Tuliskan bahan hewani atau nabati apa yang banyak terdapat di sekitar tempat tinggal Anda

 

2

Peluang usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

 

apa yang terdapat di lingkungan sekitar Anda?

 

3

Tuliskan Pengertian dari usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati?

 

4

Sumber

daya

apa

yang

dibutuhkan

untuk

membuat

usaha

 

pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati apa yang

terdapat di lingkungan sekitar Anda !

 

5

Tuliskan lankah-langkah penyusunan perencanaan usaha

   

2.

Remidial

 

Mata Pelajaran

:

Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan)

Kelas/Semester

:

X/1

Kompetensi Dasar

:

4.2

Menyusun perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi, dan pemasaran

Topik/Subtopik

:

Perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati

Indikator Pencapaian Kompetensi

:

4.2.1.

Mencoba Mengolah informasi dan data yang diperoleh, membuat hubungan antara pengetahuan dan praktik dalam bentuk perencanaan usaha dan menyimpulkan

Halaman | 32 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Rubrik Keterampilan

1.

Peserta didik ditugaskan untuk perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran yang terdapat dilingkungan tempat tinggal peserta didik.

2.

Tugas dibuat dalam bentuk makalah dan diprsentasikan didepan kelas menggunakan slide Power Point

3.

Pengayaan

1. Membuat Kliping tentang perencanaan usaha pengolahan makanan awetan dari

bahan pangan nabati yang meliputi ide dan peluang usaha, sumber daya, administrasi dan pemasaran

2. Hasil klipping dikumpulkan sebagai penilaian secara pribadi

G. Media/Alat, Bahan dan Sumber Belajar

Sumber

1. Buku Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas X Sesuai Kurikulum 2013

2. Internet

Alat

1. LCD Proyektor

2. Laptop/Notebook atau komputer

3. Jaringan Internet/Modem

Media Pembelajaran

1. White board

2. Video Pembelajaran Manajemen

3. Gambar-gambar pendukung

4. Presentasi Power Point (Bahan Ajar) PPT

Guru Pamong

Percut Sei Tuan, Mahasiswa PPL

Agustus 2016

DAMAINI, S.Pd NIP. 19641231 200003 2 024

NIM.

Mengetahui, Kepala SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan

MULIADI, S.Pd, M.Si NIP. 19651012 198811 1 003

Halaman | 33 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

PENGOLAHAAN DAN WIRAUSAHA PENGAWETAN HEWANI

Mengenal produk pengawetan Bahan Nabati dan Hewani

PENGOLAHAN artinya membuat, menciptakan bahan dasar menjadi benda produk jadi agar dapat dimanfaatkan secara luas. Pada prinsipnya, kerja pengolahan adalah mengubah benda mentah menjadi produk matang dengan mencampur, memodifikasi bahan tersebut.

Pengolahan dan pengawetan pangan telah dimulai dari zaman prasejarah saat manusia memproses bahan mentah menjadi berbagai jenis bahan masakan dengan cara pemanggangan diatas api, pengasapan, perebusan, fermentasi, pengeringan dengan matahari, dan penggaraman.

1. Manfaat pengawetan bahan nabati dan hewani

Mutu bahan pangan terbaik adalah sesaat setelah pemanenan atau pemotongan. Setiap produk makanan atau minuman mempunyai masa keawetan yang berbeda beda, banyak hal yang mempengaruhinya. Proses pengawetan adalah suatu cara untuk menjadikan hasil peternakan dan pertanian yang awalnya bersifat mudah rusak menjadi produk makanan atau minuman (pangan) yang lebih awet dengan sebisa mungkin tetap mempertahankan sifat fisik (tekstur, warna) dan zat gizinya.

Pengawetan pangan tujuan utamanya adalah untuk memperpanjang masa simpan. Kerusakan bahan pangan dapat disebabkan oleh beberapa faktor yaitu Pertumbuhan dan aktivitas mikroba, yaitu bakteri, khamir, dan kapang Aktivitas enzim-enzim di dalam bahan pangan,¡ Serangga, parasit, dan tikus, Suhu termasuk suhu pemanasan dan pendinginan Kadar air, udara terutama oksigen;sinar dan jangka waktu penyimpanan

Enzim

Proses Pengawetan dan Pengolahan

Manfaat/Kerugian

Pektinase

Pengolahan sari buah

Menjernihkan sari buah

Protase (papain dan bromelin)

Pengolahan daging

Mengempukan daging

Alfa-Amilse

Pengolahan gula

Memecah pati menjadi glukosa

poliphenol

Pengolahan apel

Munculnya warna cokelat waktu pengupasan apel

Lipoksigenase

Pengoahan susu kedelai

Munculnya bau langu pada susu kedelai

Khlorofil oksidase

Pengeringan sayuran

Perubahan warna pada saat pengeringan dan penyimpanan

Keawetan bahan makanan juga dipengaruhi oleh kadar air, udara terutama oksigen, sinar, dan jangka waktu penyimpanan Secara umum, dapat dikatakan bahwa makin rendah kadar air, pangan makin awet. Sebagai contoh, misalnya susu yang disimpan dalam botol yang tembus sinar, cita rasanya dapat berubah karena terjadinya oksidasi lemak dan perubaan protein yang prosesnya dibantu oleh katalisator sinar.

Bahan pangan adalah hasil pertanian yang secara umum dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar yaitu kelompok bahan nabatidan bahan hewani. Bahan nabati adalah bahan yang diperoleh

Halaman | 34 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

dan berasal dari tumbuhan seperti sayuran, buah-buahan, rempah-rempah, umbi-umbian, rumput laut dan serealia(padi, jagung dan kacang-kacangan) Bahan hewani dihasilkan oleh hewan seperti daging, ikan, susu dan telur.

Ada beberapa metode pengawetan pangan yaitu dengan cara menonaktifkan, menghambat dan mencegah faktor-faktor penyebab kerusakan makanan, metode tersebut : Pengawetan dengan suhu rendah¡ Pengawetan dengan suhu tinggi Pengawetan dengan pengeringan Pengawetan dengan bahan kimia¡

B. Bahan nabati dan hewani

Bahan nabati adalah bahan-bahan makanan yang berasal tanaman bahkan keseluruhannya) atau bahan makanan yang diolah dari bahan dasar dari tanaman. Contoh bahan nabati antara lain yaitu, manfaat kelapa biasa maupun kelapa sawit, minyak nabati yang biasa digunakan ialah minyak kelapa sawit, jagung, zaitun, kedelai, jarak,tengkawang, kacang tanah, kemiri, jagung, jambu mete, biji kapas, coklat, kelapa, manfaat buah apukat yang dapat meningkatkan lemak lipid pada tubuh manusia, dan masih banyak contoh bahan nabati yang lainnya.

Bahan pangan hewani merupakan bahan-bahan makanan yang berasal dari hewan atau olahan yang bahan dasarnya dari hasil hewan. Contoh bahan hewani antara lain yaitu susu sapi, telur, ikan, daging, dan masih banyak contoh bahan hewani yang lainnya.

Mencari ide Perobaan Perencanaan produksi Pembuatan produk pengawetan dari bahan nabati dan hewani Berdasarkan hal di atas maka pengolahan menjadi penting. Pengolahan penting karena dapat memperanjang masa simpan, meningkatnya daya tahan, meningkatnya kualitas, nilai tambah dan sebagai sarana diversifikasi produk. Dengan demikian maka suatu produk menjadi memiliki daya ekonomi yang lebih setelah mendapat sentuhan teknologi pengolahan.

(Merujuk dari beberapa sumber)

Kalau selama ini kita hanya mengenal produk hewani berupa daging, susu, dan telur, maka kita perlu tahu lebih dalam sebenarnya yang termasuk produk pangan hewan itu apa saja? Secara istilah, bahan pangan hewani adalah bahan makanan yang berupa atau berasal dari hewan atau produk- produk yang diolah dengan menggunakan bahan dasar asal

hewan.

Adapun yang termasuk dalam jenis-jenis pangan hewani adalah:

a. Susu, yaitu brupa cairan putih yang dihasilkan oleh hewan ternak mamalia dan diporeh dengan cara pemerahan.

b. Ikan, dalam arti sempit adalah semua jenis ikan sungai, ikan danau, ikan rawa-rawa, ikan yang dipelihara di empang-empang, dilaut dan sebagainya. Termasuk dalam kategori ini adalah hasil-hasil perikanan lainnya yaitu: kerang, teripang, telur ikan dan lain-lain.

c. Daging, yaitu produk yang diperoleh dengan cara pemotongan ternak (mamalia dan ungags).

d. Telur, yaitu produk utama dari pemeliharaan ayam petelur, atau produk sampingan pemeliharaan ungags pedaging.

e. Produk-produk olahan dari bahan tersebut di atas, misalnya produk

f. Olahan susu adalah krim, keju, susu bubuk dan sebagainya. Produk olahan daging adalah cured meat, sosis, dendeng, dan sebagainya. Produk olahan ikan adalah ikan beku, ikan pidang, bendeng asap, dan sebagainya. Produk olahan telur adalah telur pindang, telur asin, bubuk telur dan sebagainya.

Halaman | 35 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

C.

Proses dan Alat Pengawetan Bahan Nabati Dan Hewani

Secara umum, bahan hasil pertanian, peternakan, dan perikanan setelah dipanen akan mudah mengalami kerusakan sehingga terjadi penurunan mutu. Untuk menjaga kualitas bahan pangan dan produknya, maka bahan pangan tersebut perlu dilakukan pengolahan dan pengawetan. Ada beberapa metode peng- awetan pangan yaitu dengan cara menonaktifkan, menghambat dan mencegah faktor-faktor penyebab kerusakan pangan. Setiap metode pengawetan pangan hanya akan

berhasil jika mekanisme peng- awetannya tepat dan sesuai. Bahan pangan hasil pertanian masing-

masing

digunakan sebagai dasar saat proses penanganan dan pengolahan.

mempunyai sifat-sifat yang berbeda-beda yang penting untuk diketahui untuk

Dengan mengetahui sifat setiap bahan pangan, diharapkan proses penanganan dan pengolahan akan tepat dan sesuai. Beberapa metode untuk pengawetan bahan pangan adalah sebagai berikut.

1. Pengawetan dengan Suhu Rendah

Salah satu proses usaha untuk mengawetkan adalah dengan menyimpan bahan makanan di dalam lemari pendingin yaitu kulkas atau freezer (pembeku). Lemari pendingin memiliki suhu yang rendah. Umumnya yang dimaksud dengan suhu rendah ini berkisar antara -2°C sampai 8°C. Cara pengawetan pangan dengan suhu rendah ada 2 macam yaitu pendi- nginan (cooling) dan pembekuan (freezing). Pendinginan yang biasa dilakukan sehari-hari dalam lemari es pada umumnya mencapai suhu 5 sampai 8 C atau -2 sampai 8 C. Pembekuan adalah penyimpanan bahan pangan dalam keadaan beku. Pembekuan yang baik biasanya dilakukan pada suhu -12 sampai -24 C. Pembekuan cepat (quick freezing) dilakukan pada suhu -24 sampai -40 C.

Buah-buahan dan sayur-sayuran juga memerlukan suhu penyimpanan tertentu. Suhu di mana produk mempunyai keawetan yang paling lama disebut suhu optimum. Jika penyimpanan dilakukan di bawah suhu optimum, atau di tempat yang terlalu dingin, buah-buahan dan sayur-sayuran akan mengalami kerusakan fisik yang sering disebut chilling injury. Apabila penyimpanan buah dan sayuran dilakukan di atas suhu optimum, atau pada suhu yang terlalu hangat, juga tidak akan menghasilkan keawetan.

2. Pengawetan dengan Suhu Tinggi

Pengawetan dengan suhu panas sebenarnya sudah lama digunakan, sejak manusia dikenalkan dengan istilah memasak. Saat kamu memasak, misalnya merebus atau menggoreng suatu bahan makanan, sebenarnya kamu sedang melakukan proses pengawetan dengan suhu panas. Tetapi seringkali kita tidak mengetahui batasan pemanasan yang dilakukan terhadap makanan.

Jika

dimasak tersebut. Pemanasan yang baik adalah secukupnya agar nilai gizi yang hilang tidak terlalu banyak. Dua faktor yang harus diperhatikan dalam pengawetan dengan panas, yaitu sebagai berikut. 1) Jumlah panas yang diberikan harus cukup untuk mematikan mikroba pembusuk dan mikroba pathogen. 2) Jumlah panas yang digunakan tidak boleh menyebabkan penurunan gizi dan cita rasa makanan.

pemanasannya tidak tepat, maka akan banyak nilai gizi yang hilang dari makanan yang

Jumlah panas yang diberikan dalam proses pengolahan pangan tidak boleh lebih dari jumlah minimal panas yang dibutuhkan untuk membunuh mikroba yang dimaksud. Dalam proses pemanasan, ada hubungan antara panas dan waktu, yaitu jika suhu yang digunakan rendah, maka waktu pemanasan harus lebih lama. Jika suhu tinggi, waktu pemanasan singkat. Sebagai contoh:

misalnya jumlah panas yang diterima bahan jika kita memanaskan selama 10 jam di dalam air mendidih (100 C) kira-kira sama dengan memanaskan bahan tersebut selama 20 menit pada

Halaman | 36 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

suhu 121 C. Berdasarkan penggunaan suhu, waktu dan tujuan pemanasan, proses pemanasan dapat dibagi dalam dua kelompok besar, yaitu proses pasteurisasi dan sterilisasi.

a.Sterilisasi

Istilah sterilisasi berarti membebaskan bahan dari semua mikroba. Karena beberapa spora bakteri relatif lebih tahan terhadap panas. Maka sterilisasi biasanya dilakukan pada suhu yang tinggi misalnya 121 C (250 F) selama 15 menit. Pada makanan dikenal istilah sterilisasi komersial. Sterilisasi komersial adalah sterilisasi yang biasanya dilakukan terhadap sebagian besar pangan di dalam kaleng atau botol. Makanan yang steril secara komersial berarti semua mikroba penyebab penyakit dan pembentuk racun (toksin) dalam makanan tersebut telah dimatikan, demikian juga semua mikroba pembusuk. Dengan demikian, produk pangan yang telah mengalami sterilisasi akan mempunyai daya awet yang tinggi; beberapa bulan sampai beberapa tahun.

b. Pasteurisasi

Pasteurisasi adalah suatu proses pemanasan yang relatif cukup rendah (umumya dilakukan di bawah 100 C) dengan tujuan untuk mengurangi populasi mikroorganisme pembusuk sehingga bahan pangan yang dipasteurisasi tersebut akan mempunyai daya awet beberapa hari (misalnya produk susu pasteurisasi) sampai beberapa bulan (misalnya produk sari buah pateurisasi). Walaupun proses ini hanya mampu membunuh sebagian populasi mikroorganisme, namun pasteurisasi ini sering diaplikasikan terutama jika dikhawatirkan bahwa penggunaan panas yang lebih tinggi akan menyebabkan terjadinya kerusakan mutu (misalnya pada susu). Tujuan utama proses pemanasan hanyalah untuk membunuh mikro-organisme pathogen (penyebab penyakit; misalnya pada susu) atau inaktivasi (menghentikan aktivitas) enzim-enzim yang dapat merusak mutu (misalnya pada sari buah). Makanan yang dipasteurisasi tidak dapat menyebabkan penyakit tetapi mempunyai masa simpan yang terbatas disebabkan mikroba nonpatogen dan pembusuk masih ada dan dapat berkembang biak. Oleh karena itu pasteurisasi biasanya disertai dengan cara pengawetan lain, misalnya makanan yang dipasteurisasi kemudian disimpan dengan cara pendinginan (di dalam lemari pendingin).

c. Blanching

Blanching adalah pemanasan pendahuluan yang biasanya dilakukan terhadap buah-buahan dan sayur-sayuran untuk menginaktifkan enzim-enzim di dalam bahan pangan tersebut, di antaranya adalah enzim katalase dan peroksidase yang merupakan enzim-enzim yang paling tahan panas di dalam sayur-sayuran. Blanching selalu dilakukan jika bahan pangan akan dibekukan karena pembekuan tidak dapat menghambat keaktifan enzim dengan sempurna. Bergantung pada panas yang diberikan, blanching juga dapat mematikan beberapa mikroba. Blanching biasanya dilakukan pada

d. Sterilisasi Produk secara Sinambung

(Proses Aseptis) Pada prinsipnya, proses sterilisasi dapat dilakukan dengan berbagai kombinasi

suhu dan waktu. Jika digunakan suhu yang lebih tinggi, waktu

Diketahui bahwa kombinasi suhu yang lebih tinggi dan waktu pendek ini dapat memberikan keuntungan berupa mutu produk yang lebih baik. Karena itulah, muncul konsep sterilisasi High Temperatur Short Time (HTST) dan Ultra High Temperature (UHT). Pada kondisi ini, sterilisasi dilakukan pada suhu 130-145 C tetapi hanya dalam beberapa detik saja. Karena itu, diperlukan peralatan pemanasan yang mampu men- capai suhu tersebut dan sekaligus secara cepat mampu mendinginkannya kembali. Pada sistem aseptik ini, dilakukan proses sterilisasi produk pangan dan

sterilisasinya makin pendek.

Halaman | 37 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

bahan pengemas (wadah) secara terpisah. Pengisisan produk dilakukan setelah wadah dan produk terlebih dahulu disterilisasikan sehingga untuk mempertahankan sterilitas produk dan wadah, proses pengisian harus dilakukan pada ruangan yang steril. Karena itulah, proses pengisian dan pengemasan dengan cara ini disebut sebagai proses pengemasan aseptik karena memang diperlukan kondisi yang aseptik.

3. Pengawetan dengan Pengeringan

Saat petani padi tiba waktunya untuk memanen hasil bertaninya, pernahkan kamu melihat hal apa yang dilakukan petani tersebut dengan padi hasil panennya? Pernahkah kamu melihat petani tersebut menjemur padi di bawah sinar matahari? Itulah salah satu contoh proses pengeringan. Pengeringan adalah suatu metode untuk mengeluarkan atau menghilangkan sebagian air dari suatu bahan dengan cara menguapkan air tersebut dengan menggunakan energi panas. Biasanya kandungan air bahan tersebut dikurangi sampai suatu batas agar mikroba tidak dapat tumbuh lagi di dalamnya. Keuntungan produk hasil pengeringan adalah awet, lebih ringan, volume lebih kecil sehingga memudahkan penyimpanan dan transportasi, serta menimbulkan citarasa khas. Selain itu, banyak bahan yang hanya dapat digunakan apabila telah dikeringkan, misalnya tembakau, kopi, teh, biji-bijian, dan lain- lainnya. Pengeringan dapat berlangsung dengan baik jika pemanasan secara merata, dan uap air dikeluarkan dari seluruh permukaan bahan tersebut. Faktor-faktor yang memengaruhi pengeringan terutama adalah luas permukaan bahan, suhu pengeringan, aliran udara, dan tekanan uap di udara. Pengeringan dapat dilakukan dengan menggunakan suatu alat pengering (articial drier), atau dengan penjemuran (sun drying), yaitu pengeringan dengan menggunakan energi langsung dari sinar matahari. Pengeringan buatan (articial drying) mempunyai keuntungan karena suhu dan aliran udara dapat diatur sehingga waktu pengeringan dapat ditentukan dengan tepat dan kebersihan dapat diawasi sebaik-baiknya. Penjemuran mempunyai keuntungan karena energi panas yang digunakan murah dan bersifat murah serta melimpah, tetapi kerugiannya adalah jumlah panas sinar matahari yang tidak tetap sepanjang hari, dan kenaikan suhu tidak dapat diatur sehingga waktu penjemuran sukar untuk ditentukan dengan tepat. Selain itu, karena penjemuran dilakukan di tempat terbuka yang langsung berhubungan dengan sinar matahari, kebersihannya harus diawasi dengan sungguh- sungguh. Kadar air suatu bahan yang dikeringkan memengaruhi seberapa jauh penguapan dapat berlangsung, lamanya proses pengeringan dan jalannya proses pengeringan.

4. Pengawetan dengan Bahan Kimia

Pengawetan bahan pangan dapat juga dilakukan dengan melakukan penambahan bahan kimia tertentu, yang telah diketahui memiliki efek mengawetkan. Penggunaan bahan kimia untuk pengawet harus digunakan dalam takaran yang tepat dan sesuai dengan ketentuan agar aman bagi manusia.Pemberian Asam, Asam dapat menurunkan pH makanan sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri pembusuk. Asam dapat dibagi dalam 3 golongan yaitu:

(1) asam alami yang pada umumnya adalah asam organik misalnya asam tartrat dan asam dari buah-buahan, misalnya asam sitrat seperti yang terdapat pada jeruk nipis dan belimbing wuluh;

(2) asam yang dihasilkan melalui proses fermentasi, misalnya asam laktat dan asam asetat; dan

(3) asam-asam sintetik, misalnya asam malat, asam fosfat, dan asam adipat. Cuka adalah asam sintetik yang dapat kita temui sehari-hari.

D. Cara merancang pengawetan bahan nabati dan hewani

1. Mencari ide

Halaman | 38 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Ide perancangan yang dicari dapat berupa modifikasi atau penyempurnaan dari proses pengawetan yang sudah dilakukan di daerah setempat, atau berupa proses pengawetan yang belum pernah dilakukan di daerah tersebut.

2. Percobaan

Lakukan beberapa percobaan modifikasi terhadap proses pengolahan produk pengawetan yang sudah ada, atau percobaan untuk memperoleh resep baru pengawetan. Lakukan percobaan sampai ditemukan proses dan teknik yang tepat

3. Perencanaan Produksi

Rancangan proses pengawetan yang akan dilakukan dimulai dengan pengadaan dan persiapan bahan serta peralatan, langkah-langkah pada proses pengawetan hingga pengemasan. Buatlah perancangan sesuai dengan meliputi waktu, sarana, dan proses yang harus dilakukan

4. Pembuatan Produk

Lakukan proses sesuai rencana dengan hati-hati dan teliti. Kesalahan pada salah satu langkah akan mempengaruhi kualitas. Ingatlah selalu untuk memperhatikan keselamatan kerja dan kebersihan agar menghasilkan produk pengolahan yang higienis

E. Pengawetan dan perawatan produk hasil pengawetan bahan nabati dan hewani

Pengemasan dan pelabelan adalah tahap terkakhir dalam proses pengolahan pangan sebelum dipasarkan. Pengemasan adalah salah satu faktor penentu kesuksesan suatu produk. Jadi, peran teknis, ekonomis, dan sosial harus dipahami dengan baik.

Kemasan yang baik adalah kemasan yang memenuhi keinginan konsumen. Hal-hal yang harus diperhatikan adalah sebagai berikut :

1. Kemasan harus melindungi isi dnegan baik, mudah dibuka dan mudah ditutup serta mudah

dibawa.

2. Bentuk dan ukuran menarik serta sesuai kebutuhan.

3. Labeling harus jelas dan komplit.

4. Bahan kemasan haruslah ramah lingkungan.

A. Fungsi Kemasan

3 dasar fungsi kemasan :

1. Fungsi perlindungan, meliputi melindungi isi dari kerusakan fisik, perubahan kadar air, dan

sinar matahari

2. Fungsi penanganan, meliputi kemudahan dalam membuka, mudah dalam tahap penanganan,

pengangkutan dan distribusi ; mempunyai fisik yang baik, efisien, ekonomis ; aman untuk lingkungan ; mempunyai ukuran, bentuk dan bobot yang sesuai norma dan standar yang ada ; mudah dibuang dan mudah di bentuk atau dicetak ;

3. Pemasaran, meliputi menampakkan identifikasi, informasi, daya tarik, dan penampilan

kemasan.

B. Jenis dan Bahan

a. Kemasan Primer : Kemasan yang berhubungan langsung dengan produk, ukurannya relatif kecil dan biasa disebut kemasan eceran. Contoh : air putih (cup), botol mizon*, botol aqu*

Halaman | 39 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

b. Kemasan Sekunder : Kemasan kedua yang berisi sejumlah kemasan primer, kemasan ini tidak kontak langsung dengan produk yang dikemas. Contoh : kemasan krat kayu untuk sirup dalam botol.

c. Kemasan Tersier : Bahan Kemasan kemasan tersier adalah kemasan yang banyak diperuntukan sebagai kemasan transport. Contoh : container dan kotak karton gelombang

C. Bahan Kemasan

Bahan-bahan kemasan yang umumnya digunakan yaitu :

1.

Logam

2.

Gelas

3.

Plastic

4.

Kertas

5.

flexsibel.

D.

Persyaratan Kemasan

1. Kemasan harus melindungi isi : dari pengaruh luar, pengaruh dalam, dan menjaga kestabilan mutu agar tetap sama.

2. Kemasan harus menjadi media penandaan terhadap barang yang dikemas sehingga label harus tercetak dengan jelas dan komplit.

3. Kemasan harus mudah dibukadan mudah ditutup kembali serta berdesain atraktif

4. Kemsan harus dapat mempromosikan diri sendiri jika dipajang etalase toko swalayan.

5. Bahan kemasan harus ramah lingkungan dan dapat didaur ulang

E.

Pelabelan

Label dan pelabelan berkaitan dengan fungsi pengemasan, yaitu fungsi identifikasi. Fungsi identifikasi mengandung arti bahwa kemasan harus berbicara kepada konsumen ; memberikan informasi tentang bahan yang dikemas, cara menggunakan produk, cara penganganan kemasan bekas, kapan tanggal kadaluarsa, komposisi produk, ukuran, volume, bobot, dan siapa produsennya, lokasi produksi, customer service, identifikasi persyaratan lingkungan.

Label juga harus mengikuti UU Pangan No.7 Tahun 1996 Pasal 30 Bab IV menyebutkan bahwa “setiap orang yang memproduksi atau memasukan ke dalam wilayah Indonesia, pangan yang dikemas untuk diperdagangkan wajib mencantumkan label pada, didalam dan atau dikemasan pangan”

Label yang dimaksud adalah sekurang-kurangnya :

1. Nama Produk

2. Nama dagang

3. Komposisi

4. Berat/isi bersih

5. Nama dan alamat produsen

6. Nomor pendaftaran (PIRT/MD)

7. Tanggal/bulan dan tahun kadaluarsa

8. Kode Prouduksi

Halaman | 40 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)

Satuan Pendidikan : SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan

Mata Pelajaran

Kelas/Semester

Materi pokok

: Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) : X / 1 :

Sistem pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

Waktu

: 4 JP (8 x 45 Menit)

A. Kompetensi Inti

KI 1 :

Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya

KI 2 : Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan pro-aktif dan menunjukkan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingintahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI 4 : Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, dan mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar

1. KD Pada KI-3

KD 3.3.

Menganalisis sistem pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

2. KD Pada KI-4

KD 4.3.

Mengolah makanan awetan dari bahan pangan nabati berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

Halaman | 41 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

C.

Indikator Pencapaian Kompetensi

1. Indikator KD Pada KI-3

3.3.1.

Memahami Jenis dan karakteristik bahan dan alat pengolahan

3.3.2.

Menganalisis Macam-macam makanan awetan

3.3.3.

Memahami Teknik pengolahan/pengawetan

3.3.4.

Menganalisis jenis dan kegunaan bahan kemas

3.3.5

Mengevaluasi teknik penyajian dan pengemasan

2. Indikator KD Pada KI-4

4.3.1. Mencoba Latihan membuat makanan awetan dan mengemas dari bahan pangan nabati

4.3.2. Mengolah atau menganalisis informasi yang telah dikumpulkan dari kegiatan mengamati dan eksperimen pengolahan makanan serta membuat hubungan keduanya dan menyimpulkan

D. Materi Pembelajaran

Jenis dan karakteristik bahan dan alat kerajinan

Macam-macam makanan awetan

Teknik pengolahan/pengawetan

Tahapan pengolahan/pengawetan

Jenis dan kegunaan bahan kemas

Teknik penyajian dan pengemasan

E. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan Ke 9 (2 x 45 Menit)

Alokasi

Waktu

Kegiatan

Pembelajaran

Deskripsi Pembelajaran

Kegiatan

Pendahuluan

Kegiatan Pendahuluan

a. Apersepsi

15 Menit

Guru mengkondisikan ruangan kelas dan taman yang bersih dengan meminta petugas kelas untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat dan kenyamanan ruang belajar

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

Absensi kehadiran siswa

Membaca Buku Referensi selama 15 menit

Halaman | 42 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

Menjelaskan cakupan materi yang akan dipelajari

 

Sistem pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

b. Memotivasi

Guru menjajaki kesiapan belajar siswa dengann memberikan beberapa pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan.

Menyampaikan materi pembelajaran yang akan

dibahas

yaitu

tentang

Sistem

pengolahan

makanan

awetan

dari

bahan

pangan

nabati

dan

pengemasan

berdasarkan

daya

dukung

yang

dimiliki

oleh

daerah

setempat

Menginformasikan tugas yang akan diakan kerjakan

Menugaskan peserta didik untuk membentuk kelompok 5-6 orang perkelompok untuk penyelesaian tugas yang akan diberikan oleh guru

Inti

 

60 Menit

Stimulation

(pemberian

Mengamati:

stimulus)

Peserta

didik

membaca

buku

teks

tentang

Sistem

pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

Guru

menugaskan

peserta

didik

untuk

mengamati

berbagai produk makanan awetan di industri sekitar sekolah, toko makanan, internet, video dan atau membaca literatur/buku teks

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan adalah Kreatif dimana peserta didik mengajukan pendapat yang berkenaan dengan suatu pokok bahasan)

Menanya:

Problem statement (pertannyaan/iden tifikasi masalah)

Dengan arahan dan bimbingan guru peserta didik diarahkan untuk membuat pertanyaan terhadap apa yang belum dipahami dari berbagai produk makanan awetan di industri sekitar sekolah, toko makanan, internet, video dan atau membaca literatur/buku teks

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran)

Halaman | 43 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Data Collection

Mengeksplorasi:

(pengumpulan

data)

Mengumpulkan data dan informasi tentang pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat melalui berbagai sumber

Mengumpulkan data/informasi tentang bagaimanakah jenis, karakterteristik bahan dan alat pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat yang akan diproduksi dalam hal ini karena kita berada di Sumatera Khususnya berada di Lingkungan Masyarakat Kabupaten Deli Serdang, Medan dan sekitarnya, maka pengolahan makanan yang akan diproduksi harus menjadi ciri khas daerah kita seperti menjadi oleh-oleh khas makanan Bika Ambon, Roti Ketawa, Bolu Gulung Miranti, Roti Kacang Hitam Cap Beo dan lainnya. Semua itu merupakan makanan sederhana yang menjadi ikon oleh-oleh dari Sumatera Utara

Guru menugaskan kepada peserta didik untuk mencari informasi Macam-macam pengolahan makanan dengan nabati yang mudah didapat dan harganya sangat terjangkau diolah mnejadi makanan yang enak, sehat dan bergizi serta diharapkan nantinya dapat menjadi makanan oleh-oleh khas Sumatera Utara Kab. Deli Serdang dari materi yang telah dipelajari baik dari Buku Paket Prakarya dan Kewirausahaan Kelas X atau dari informasi lainnya seperti Internet atau artikel lainnya

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran)

Verification

Mengasosiasi:

(pembuktian)

Menganalisis dan menyimpulkan informasi/data serta membuat hubungan antara jenis, karakterteristik bahan dan alat pengolahan makanan yang akan diproduksi dalam hal ini karena kita berada di Sumatera Khususnya berada di Lingkungan Masyarakat Kabupaten Deli Serdang, Medan dan sekitarnya dengan bahan-bahan dasar yang banyak terdapat dilingkungan kita sehingga dapat diproduksi dengan harga yang ekonomis

Guru bersama siswa secara bersama-sama mendiskusikan pengolahan makanan awetan dari bahan

Halaman | 44 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat yang akan di praktekkan dan akan dipasarkan

 

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Menghargai akan prestasi dimana peserta didik mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya)

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

15

Menit

2. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

 

3. Refleksi dengan melakukan sebuah games konsentrasi angka kurang lebih sekitar 20 Menit

4. Memberikan tugas membaca materi yang akan dibahas pada pertemuan berikutnya

5. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan materi yang telah dibahas.

6. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

7. Mengingatkan petugas piket kelas untuk membersihkan ruangan dan taman kelas, memastikan sampah sudah bersih, menyiram bunga dan tanaman yang ada di taman kelas

8. Mengucapakan salam

Pertemuan Ke 10 (2 x 45 Menit)

Alokasi

Waktu

Kegiatan

Pembelajaran

Deskripsi Pembelajaran

Kegiatan

Pendahuluan

Kegiatan Pendahuluan

a. Apersepsi

10

Menit

Mengkondisikan ruangan kelas yang bersih dengan memeriksa ruangan dan taman kelas sudah bersih, mengingatkan peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan khususnya lingkungan sekolah agar tercipta lingkungan yang sehat diawali dengan menghimbau kesadaran peserta didik untuk membuang sampah pada tempatnya.

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua

Halaman | 45 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

 

Absensi kehadiran siswa

Guru membuat kelompok peserta didik berdasarkan kelompok Pengolahan makanan yang sudah ditentukan yaitu

1. Kelompok 1 Pengolahan makanan dari bahan dasar aneka jenis Umbi-umbian (Ubi) dan Pisang seperti keripik Singkong, Keripik pisang dan lainnya

2. Kelompok 2 Peng0lahan makanan bahan dasar aneka kacang seperti Kacang Tojin, Kacang Tepung, Kacang Arab atau diolah menjadi Kue Kacang seperti Kue Kcang Cap Beo dari Tebing Tinggi

3. Kelompok 3 Pengolahan makanan aneka jenis Wajik

4. Kelompok 4 Pengolahan makanan Kue Bawang, Keju Goreng (Kue Daki istilah lainnya), Kue Sepit atau Kipas dan lainnya

5. Kelompok 5 Pengolahan makanan awetan dari aneka buah seperti Sirup buah, Pancake Durian, dan lainnya

6. Kelompok 6 Pengolahan Makanan sejenis Bolu dan Pengolahan makanan lainnya dengan bahan dasar khas yang mudah dan banyak terdapat di Sumatera Utara Khususnya Kabupaten Deli Serdang

Inti

 

60 Menit

Stimulation

(pemberian

Mengamati:

stimulus)

Peserta didik membaca cara pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat dalam hal ini pengolahan makanan yang akan di dipraktekkan oleh masing-maing kelompok pengolahan makanan yang sudah di bagi guru

Setiap kelompok berdasarkan kelompok pengolahan makanan yang sudah ada, mengamati tanyangan video tentang cara pembuatan, baik alat, bahan dan langkah-langkah pengolahan makanan sesuai kelompoknya masing-masing.

1. Kelompok 1 Pengolahan makanan dari bahan dasar aneka jenis Umbi-umbian (Ubi) dan Pisang seperti

Halaman | 46 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Problem statement (pertannyaan/iden tifikasi masalah)

keripik Singkong, Keripik pisang dan lainnya

2. Kelompok 2 Pengolahan makanan bahan dasar aneka kacang seperti Kacang Tojin, Kacang Tepung, Kacang Arab atau diolah menjadi Kue Kacang seperti Kue Kcang Cap Beo dari Tebing Tinggi

3. Kelompok 3 Pengolahan makanan aneka jenis Wajik

4. Kelompok 4 Pengolahan makanan Kue Bawang, Keju Goreng (Kue Daki istilah lainnya), Kue Sepit atau Kipas dan lainnya

5. Kelompok 5 Pengolahan makanan awetan dari aneka buah seperti Sirup buah, Pancake Durian, dan lainnya

6. Kelompok 6 Pengolahan Makanan sejenis Bolu dan Pengolahan makanan lainnya dengan bahan dasar khas yang mudah dan banyak terdapat di Sumatera Utara Khususnya Kabupaten Deli Serdang

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan adalah Kreatif dimana peserta didik mengajukan pendapat yang berkenaan dengan suatu pokok bahasan)

Menanya:

Dengan arahan dan bimbingan guru peserta didik diarahkan untuk membuat pertanyaan terhadap apa yang belum dipahami dari berbagai produk pengolahan makanan dengan inspirasi makanan dengan bahan dasar yang mudah didapat didaerah lingkungan sekitar peserta didik berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat sesuai kelompok pengolahan makanan yang ditetapkan guru antara lain:

Bagaimana mengatasi tingkat kesukaran dari masingmasing pengolahan makanan yang akan dibuat

Apakah produksi pengolahan makanan yang akan dibuat dapat dipasarkan?

Bagaimana teknik pemasarannya?

Berapa lama waktu yang diberikan guru untuk menyelesaikan tugas pengolahan makanan sesuai dengan kelompok dan produk makanan yang akan dibuat dan berapa jumlah yang akan diproduksi

Bagaimana pembiayaan untuk produksi terhadap produk pengolahan makanan yang akan dibuat

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya kepada guru dan teman tentang materi pelajaran)

Halaman | 47 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Data Collection

Mengeksplorasi:

 

(pengumpulan

data)

Mengumpulkan data dan informasi tentang Teknik produksi terhadap produk pengolahan makanan yang akan dibuat antara lain:

1. Pengolahan makanan dari bahan dasar aneka jenis Umbi-umbian (Ubi) dan Pisang seperti keripik Singkong, Keripik pisang dan lainnya

2. Pengolahan makanan bahan dasar aneka kacang seperti Kacang Tojin, Kacang Tepung, Kacang Arab atau diolah menjadi Kue Kacang seperti Kue Kcang Cap Beo dari Tebing Tinggi

3. Pengolahan makanan aneka jenis Wajik

4. Pengolahan makanan Kue Bawang, Keju Goreng (Kue Daki istilah lainnya), Kue Sepit atau Kipas, aneka peyek gurh dan renyah, roti ketawa

5. Pengolahan makanan awetan dari aneka buah seperti Sirup buah, Pancake Durian, dan lainnya

6. Pengolahan Makanan sejenis Bolu dan Pengolahan makanan lainnya dengan bahan dasar khas yang mudah dan banyak terdapat di Sumatera Utara Khususnya Kabupaten Deli Serdang

Mengumpulkan data/informasi tentang tahapan proses, jenis dan kegunaan bahan kemas serta teknik penyajian dan pengemasan terhadap hasil produk pengolahan makanan yang akan diproduksi dan siap dipasarkan agar menarik bagi calon pembeli

Guru menugaskan kepada peserta didik untuk mencari macam-macam pembuatan pengemasan terhadap hasil produk pengolahan makanan yang nantinya setelah diselesaikan

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran)

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

20 Menit

2. Guru mereview hasil presentasi dari masing-masing kelompok yang telah membacakan hasil diskusi

3. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

4. Menugaskan kepada setiap kelompok kerajinan untuk

Halaman | 48 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk mempraktikkan produk pengolahan makanan yang akan dipraktekkan

5. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan materi yang telah dibahas.

6. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

7. Mengingatkan petugas piket kelas untuk membersihkan ruangan dan taman kelas, memastikan sampah sudah bersih, menyiram bunga dan tanaman yang ada di taman kelas

8. Mengucapakan salam

Pertemuan Ke 11 (2 x 45 Menit)

Kegiatan

 

Alokasi

Pembelajaran

Deskripsi Pembelajaran

Waktu

Kegiatan

Kegiatan Pendahuluan

15 Menit

Pendahuluan

a. Apersepsi

Guru mengkondisikan ruangan kelas dan taman yang bersih dengan meminta petugas kelas untuk membuang sampah pada tempatnya sehingga tercipta lingkungan yang bersih dan sehat dan kenyamanan ruang belajar

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

Absensi kehadiran siswa

Membaca Buku Referensi selama 15 menit

Menjelaskan cakupan materi yang akan dipelajari Teknik produksi dan Tahapan proses produksi pengolahan makanan

b. Memotivasi

Guru menjajaki kesiapan belajar siswa dengan memberikan beberapa pertanyaan tentang materi yang akan diajarkan dan memerika kelengkapan alat dan bahan setiap kelompok untuk dipraktekkan.

Menyampaikan materi pembelajaran yang akan dibahas yaitu tentang Teknik produksi dan Tahapan proses produksi pengolahan makanan .

Halaman | 49 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

Menginformasikan tugas yang akan diakan kerjakan

 

Menugaskan peserta didik untuk duduk berdasarkan kelompok pengolahan makanan yang telah ditentukan untuk penyelesaian tugas yang akan diberikan oleh guru

Inti

Mengamati

60 Menit

Data Collection

(pengumpulan

Sebagai bahan pertimbangan dan masukan, guru mendemontraikan atau menunjukkan video tutorial langkah-langkah pembuatan beberapa pengolahan makanan ringan dari bahan-bahan dasar yang mudah didapat dilingkungan tempat tinggal pesreta didik dan menjadi makanan khas daerah tersebut khususnya Sumatera Utara Kabupaten Deli Serdang yang memiliki nilai jual yang tinggi dan ekonomis

Guru menampilkan gambar-gambar pengolahan makanan dari bahan nabati yang mudah didapat didaerh tempat tinggal peserta didik:

data)

Verification

 

(pembuktian)

Gambar produk pengolahan makanan aneka macam keripik

Gambar produk pengolahan makanan aneka macam keripik
tinggal peserta didik: data) Verification   (pembuktian) Gambar produk pengolahan makanan aneka macam keripik
tinggal peserta didik: data) Verification   (pembuktian) Gambar produk pengolahan makanan aneka macam keripik

Halaman | 50 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Contoh gambar pengolahan makanan dari aneka kacang

Contoh gambar pengolahan makanan dari aneka kacang Gambar Aneka makanan Ringan lainnya
Contoh gambar pengolahan makanan dari aneka kacang Gambar Aneka makanan Ringan lainnya

Gambar Aneka makanan Ringan lainnya

Contoh gambar pengolahan makanan dari aneka kacang Gambar Aneka makanan Ringan lainnya
Contoh gambar pengolahan makanan dari aneka kacang Gambar Aneka makanan Ringan lainnya
Contoh gambar pengolahan makanan dari aneka kacang Gambar Aneka makanan Ringan lainnya

Halaman | 51 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Gambar aneka macam peyek
Gambar aneka macam peyek
Gambar aneka macam peyek
Gambar aneka macam peyek

Gambar aneka macam peyek

Gambar aneka macam peyek

Halaman | 52 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Contoh makanan yang menjadi makanan oleh- oleh khas daerah kita
Contoh makanan yang menjadi makanan oleh- oleh khas daerah kita

Contoh makanan yang menjadi makanan oleh- oleh khas daerah kita

Contoh makanan yang menjadi makanan oleh- oleh khas daerah kita
Contoh makanan yang menjadi makanan oleh- oleh khas daerah kita

Halaman | 53 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Mengeksplorasi:  Peserta didik berdasarkan data dan informasi tentang Teknik dan tahapan proses produksi pengolahan
Mengeksplorasi:  Peserta didik berdasarkan data dan informasi tentang Teknik dan tahapan proses produksi pengolahan
Mengeksplorasi:  Peserta didik berdasarkan data dan informasi tentang Teknik dan tahapan proses produksi pengolahan

Mengeksplorasi:

Peserta didik berdasarkan data dan informasi tentang Teknik dan tahapan proses produksi pengolahan makanan sesuai dengan Kelompok pengolahan makanan yang sudah ditentukan mencoba mempraktikkan tahap demi tahap

Peserta didik mengeksplor langkah-langkah yang mereka ketahui dengan contoh pengolahan makanan yang telah ditayangkan /didemontraikan oleh guru

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Rasa ingin tahu dimana peserta didik bertanya atau membaca sumber di luar buku teks tentang materi yang terkait dengan pelajaran)

Halaman | 54 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

Mengasosiasi:

 

Menganalisis dan menyimpulkan informasi/data serta membuat hubungan antara Teknik dan tahapan proses produksi pengolahan makanan sesuai dengan Kelompok pengolahan makanan yang sudah ditentukan mencoba mempraktikkan tahap demi tahap

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Menghargai akan prestasi dimana peserta didik mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya)

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

15

Menit

2. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

 

3. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan materi yang telah dibahas.

4. Guru memberikan tugas kelompok untuk menyelesaikan Produk pengolahan makanan dengan inspirasi bahan dasar yang mudah didapat di daerah sekitar berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat seuai kelompok pengolahan makanan yang sudah ditetapkan

5. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

6. Mengingatkan petugas piket kelas untuk membersihkan ruangan dan taman kelas, memastikan sampah sudah bersih, menyiram bunga dan tanaman yang ada di taman kelas

7. Mengucapakan salam

Pertemuan Ke 12 (2 x 45 Menit)

Kegiatan

Pembelajaran

Alokasi

Waktu

Deskripsi Pembelajaran

Kegiatan

Pendahuluan

Kegiatan Pendahuluan

a. Apersepsi

10

Menit

Mengkondisikan ruangan kelas yang bersih dengan memeriksa ruangan dan taman kelas sudah bersih, mengingatkan peserta didik untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan khususnya lingkungan sekolah agar tercipta lingkungan yang sehat diawali dengan menghimbau kesadaran peserta didik untuk membuang

Halaman | 55 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

 

sampah pada tempatnya.

 

Memastikan peserta didik siap mengikuti PBM:

Menyanyikan Lagu Indonesia Raya jika pada jam pelajaan pertama

Melaksanakan Doa bersama dipimpin oleh ketua kelas sebagai implementasi wujud syukur kepada Tuhan YME

Absensi kehadiran siswa

Inti

 

60 Menit

Verification

(pembuktian)

Mengasosiasi:

Setiap kelompok kerajinan mempersiapkan produk kerajnan yang akan dipresentaikan di depan kelas, mulai dari langkah pembuatan, tingkat kesulitan, kemungkinan pasar atau daya jual, dan keuntungan yang akan diperoleh dari modal yang dikeluarkan dalam proses pembuatan produk makanan

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan Menghargai akan prestasi dimana peserta didik mengerjakan tugas dari guru dengan sebaik-baiknya)

Mengomunikasikan:

Generalization

(menarik

1. Setiap kelompok secara bergantian mempresentasikan hasil produk pengolahan makanan sesuai kelompok yang udah ditetapkan oleh guru 2. Kelompok lain mengamati dan memberikan tanggapan, kritik, dan saran terhadap hasil produk pengolahan makanan yang telah dipresentasikan oleh kelompok lainnya.

(Nilai Kewirasusahaan yang diterapkan adalah percaya diri dimana peserta didik berani presentasi di dalam kelas)

kesimpulan/gener

alisasi)

Kegiatan Penutup

1. Guru memberikan penilaian terhadap hasil diskusi dan presentasi dari peserta didik baik penilaian pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam mengajukan pendapat, memberikan perntanyaan, kerjasama dan sopan santun.

5 Menit

2. Guru mereview hasil presentasi dari masing-masing kelompok yang telah membacakan hasil diskusi

3. Diskusi dan tanya jawab materi yang telah dipelajari

4. Guru menugaskan kepada setiap kelompok untuk memasarkan hasil produksi kelompoknya, dan melaporkan hasil penjualannya pada pertemuan berikutnya.

5. Memberikan Pekerjaan Rumah yaitu membuat catatan

Halaman | 56 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

materi yang telah dibahas.

6. Menyanyikan lagu Wajib Nasional sebelum pulang jika berada pada jam pelajaran terakhir

7. Mengucapakan salam

F. Penilaian, Remidial dan Pengayaan

1.

Penilaian

 

a.

Bentuk Soal Uraian Test Rubrik Soal Pengetahuan

 
 

No

Soal

Skor

1

Peserta didik ditugaskan secara berkelompok menulikan dengan sistematik dimulai dari alat, bahan, serta langkah-langkah pembuatan pengolahan makanan yang telah dipraktikkan

 

2

Berapakah modal yang dikeluarkan untuk produksi pengolahan makanan yang telah di praktikkan

 

3

Apakah kerajinan yang dirpoduksi dapat dipasarkan dengan nilai jual yang baik?

 

4

Tuliskan Teknik penyajian dan pengemasan yang baik untuk menunjang harga jual dari produk makanan kelompok Anda

 

5

Tuliskan Macam-macam kerajinan berdasarkan inspirasi budaya lokal non benda dan material daerah sekitar berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat di Kabupaten Deli Serdang?

 

2.

Remidial

 

Mata Pelajaran

:

Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan)

Kelas/Semester

:

X/1

Kompetensi Dasar

:

4.3 Mengolah makanan awetan dari bahan pangan nabati berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat Sistem pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

Topik/Subtopik

:

Indikator Pencapaian Kompetensi

:

4.3.2.

Menyajkan hasil analisis dan simpulan dalam berbagai bentuk media (lisan dan tulisan) Memproduksi pengolahan makanan awetan dari bahan pangan nabati dan pengemasan berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat

Halaman | 57 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Rubrik Keterampilan

1. Membuat Presentasi terhadap produksi pengolahan makanan dengan inspirasi bahan dasar nabati yang mudah didapat di daerah sekitar berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat yang telah dipraktekkan dan disajikan didepan kelas secara berkelompok

2. Membuat makalah tentang perencanaan usaha sesuai dengan produksi pengolahan makanan dengan inspirasi bahan dasar nabati daerah sekitar berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat yang telah dipraktekkan

3.

Pengayaan

1. Bahan dasar nabati apa saja yang dapat di jadikan sebagai bahan produksi pengolahan makanan khususnya yang terdapat di Sumatera Utara Kabupaten Deli

Serdang??

2. Menurut Anda, bagaimanakah Potensi produksi pengolahan makanan dengan

inspirasi bahan dasar nabati daerah sekitar

penduduk setempat?

dapat membantu perekonomian

3. Apakah pemerintah setempat memberikan bantuan atau dukungan terhadap kegiatan produksi pengolahan makanan dengan inspirasi bahan dasar nabati daerah sekitar?

G. Media/Alat, Bahan dan Sumber Belajar

Sumber

1. Buku Prakarya dan Kewirausahaan SMA Kelas X Sesuai Kurikulum 2013

2. Internet

Alat

1. LCD Proyektor

2. Laptop/Notebook atau komputer

3. Jaringan Internet/Modem

Media Pembelajaran

1. White board

2. Video Pembelajaran Manajemen

3. Gambar-gambar pendukung

4. Presentasi Power Point (Bahan Ajar) PPT

Guru Pamong

Percut Sei Tuan, Mahasiswa PPL

Agustus 2016

DAMAINI, S.Pd NIP. 19641231 200003 2 024

NIM.

Mengetahui, Kepala SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan

MULIADI, S.Pd, M.Si NIP. 19651012 198811 1 003

Halaman | 58 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Lampiran Materi

CARA MEMBUAT KERIPIK SINGKONG RENYAH

Keripik singkong adalah makanan yang terbuat dari singkong yang diiris tipis lalu digoreng. Nama makanan ini memang sudah terkenal di seluruh wilayah Indonesia. Dengan ciri khas rasanya yang enak dan renyah membuat semua orang suka. Makanan ini termasuk kedalam golongan makanan ringan.

Untuk memdapatkan keripik singkong yang enak dan gurih, pilihlah singkong yang benar-benar masih segar dan bagus. Singkong yang masih segar biasanya terlihat dari tanah yang masih menempel pada singkong tersebut, dan ketika dikupas dalamnya masih telihat putih bersih tidak adak bercak garis yang berwarna biru. Baiklah, membahas tentang singkong,mari kita simak resep dan Cara Membuat Kripik Singkong Renyah dibawah ini .

dan Cara Membuat Kripik Singkong Renyah dibawah ini . Bahan :  1 kg singkong yang

Bahan :

1 kg singkong yang masih segar

1 sendok makan kapur sirih

250 ml air

Bumbu yang dihaluskan :

3 sendok makan garam halus

1 sendok makan gula pasir

8 butir bawang merah

4 siung bawang putih

minyak untuk menggoreng secukupnya

Cara Membuat Kripik Singkong Renyah :

1. singkong dikupas terlebih dahulu lalu dicuci dengan air sampai benar-benar bersih

2. singkong diiris tipis-tipis dengan alat pemotong supaya hasilnya sama dan seukuran

3. masukkan kapur sirih kedalam air

4. rendam singkong yang sudah diiris tipis kedalam air kapur sirih

5. masukkan bumbu yang sudah dihaluskan kedalam rendaman singkong lalu aduk rata diamkan selama 1 jam

6. singkong yang sudah direndam angkat lalu tiriskan sampai benar-benar kering tanpa dijemur dibawah sinar matahari

Halaman | 59 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

7.

panaskan minyak diatas api sedang lalu goreng singkong yang yang sudah kering tunggu sampai matang sambil sedikit diaduk, angkat tiriskan

8. masukkan singkong yang sudah matang kedalam toples dan siap disajikan

CARA MEMBUAT KERIPIK PISANG RENYAH

Makanan yang terbuat dari buah pisang mentah ini memang selalu dijadikan sebagai cemilan yang paling populer dan bahkan sangat terkenal dimana-mana. Di supermarket keripik pisang ini banyak tersedia berbagai merk dan pilihan rasa. Buah pisang mentah dibuat menjadi keripik pisang yang sangat enak dan renyah yang dimilikinya. Keripik pisang ini punya variasi rasa yaitu ada keripik pisang manis, keripik pisang asin dan juga keripik pisang dengan rasa coklat. Dan keripik pisang coklat inilah yang akan dibuat sebagai resep terbaru dari kami yang bisa anda langsung mencobanya di rumah.

Keripik pisang coklat merupakan cemilan yang bisa dikatakan sebagai kue kering karena makanan ini dibuat dengan cara digoreng kering. Biasanya disimpan kedalam toples supaya tidak lembab dan rasanya tidak renyah lagi. Untuk resepnya sama seperti keripik pisang manis dan asin yaitu dibuat dengan cara digoreng lalu ditaburi dengan coklat bubuk. Untuk resepnya akan dipaparkan dibawah ini :

coklat bubuk. Untuk resepnya akan dipaparkan dibawah ini : Bahan :  1 kg buah pisang

Bahan :

1 kg buah pisang mentah

gula halus secukupnya

garam sedikit saja

air kapur sirih 2 sendok makan

minyak goreng 600 gr

coklat bubuk secukupnya

tepung meizena 2 sendok makan

air untuk merendam secukupnya Proses Membuat Keripik Pisang Coklat :

1. Kupas kulit buah pisang yang masih mentah lalu diiris tipis memanjang

2. Campurkan air kapur sirih engan air biasa dan rendam buah pisang kedalamnya

3. Diamkan dulu selama 35 menit lalu diangkat dan tiriskan dan taburi garam

4. Panaskan minyak lalu goreng buah pisang sampai kering dan renyah, angkat sisihkan

5. Campurkan coklat bubuk, gula halus dan tepung meizena sambil diaduk-aduk

6. Taburi pisang dengan bahan taburan yang sudah dicampur sampai rata lalu siap disajikan

Halaman | 60 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Memang mudah bagi anda yang sudah biasa membuatnya. Akan tetapi, bagi anda yang belum pernah mempraktekkannya pasti akan merasa kesulitan dalam Proses Cara Membuat Keripik Pisang Coklat Manis Renyah ini. Tapi apabila terus mencoba pasti akan menemukan cita rasa yang pas.

CARA MEMBUAT KUE TELUR GABUS (KUE KEJU GORENG) RENYAH

Bahan-bahan

1. 250 gram tepung sagu/kanji/tapioka

2. 2 butir telur

3. 50 gram mentega/ margarine (suhu ruangan)

4. 100 gram keju Cheddar (parut)

5. 1/4 sendok teh garam

6. minyak untuk menggoreng Langkah

1.

Blender keju parut,mentega,garam,telur hingga halus,lembut dan tercampur rata

2.

 
 

Masukan tepung sagu/kanji/tapioka ke mangkuk yang sudah halus tadi

buat

lubang ditengah lali tuang hasil blenderan

3.

buat lubang ditengah lali tuang hasil blenderan 3. Halaman | 61 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran

Halaman | 61 Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Mata Pelajaran Prakarya dan Kewirausahaan (Pengolahan) Kelas X Kurikulum 2013 SMA Negeri 1 Percut Sei Tuan Tahun Pelajaran 2016/2017

Aduk dengan spatula

lalu

uleni dengan tangan sampai kalis dan mudah dibentuk

4.

 
 

Ambil sejumput adonan, jangan terlalu besar agar kue kering dan renyah. Letakkan di telapak tangan kemudian gelintirkan adonan dengan cara menggosokan kedua telapak tangan hingga adonan berbentuk silinder panjang dengan ujung-ujung yang runcing (seperti cacing)

5.

 
 

Masukan adonan yang sudah dibentuk kedalam wajan yg berisi minyak dingin (minyak dengan suhu normal yg belum dipanaskan) hingga semua adonan terendam

6.