Anda di halaman 1dari 1

Pengukuran tekanan air dilakukan untuk mengetahui apakah dimensi yang ada

telah mencukupi suplai air yang dibutuhkan. Sebagai acuan dipilih kehilangan
tekanan yang paling besar, yaitu pada alat plambing di titik kritis. Hal ini
dilakukan agar sisa tekan pada titik lain dapat terpenuhi. Titik kritis dipilih
berdasarkan pipa terpanjang dari tangki atap menuju ruang saniter terjauh.
Sehingga didapatkan titik kritis adalah pada titik p412. Dari hasil perhitungan
diketahui bahwa pada titik kritis terdapat head sisa tekan 1,839 m. bahwa pada
titik kritis terdapat head sisa tekan 1,839 m. Nilai ini memang belum memenuhi
standar tekanan minimum pada alat plambing (sink) 3 m namun air tetap dapat
mengalir hingga ke titik kritis. Hal ini menandakan bahwa standar tekanan
minimum pada sink tidak harus mencapai 3 m. Namun untuk menjaga agar
aliran air tetap lancar ke titik kritis maka dapat dilakukan dengan mengatur
tekanan air tiap lantai, dengan cara mangatur bukaan gate valve yang
dilengkapi manometer sebagai penunjuk tekanan air dalam pipa. Selain itu
dengan mengatur tekanan tiap lantai juga berfungsi mencegah tekanan yang
terlalu besar di lantai dasar, lantai 1 dan lantai 2. Karena berdasarkan
perhitungan head sisa tekan yang didapat lebih besar dari standar tekanan
minimum alat plambing.