Anda di halaman 1dari 5

PNEUMONIA

Infeksi akut pada parenkim paru yang meliputi alveolus dan jaringan intertistiil. Bakteri
dan virus dapat menyebabkan pneumonia. Faktor yang dapat meningkatkan risiko
untuk terjadinya dan beratnya pneumonia antara lain : defek anatomi bawaan, defisit
imunologi, polusi, GER, aspirasi, dll.

PENCEGAHAN
Pencegahan terhadap Pneumococcus dan H. Influenzae dapat dilakukan dengan
imunisasi. Efektifitas vaksin pneumokok 70%, sedangkan H. Influenzae 95%. Infeksi H.
Influenzae dapat dicegah dengan rifampisin bagi kontak di rumah atau ditempat
penitipan anak.

DIAGNOSIS
Anamnesis
Demam tinggi, batuk, gelisah, rewel, dan sesak napas.
Bayi

: gejala tidak khas, sering tanpa demam, dan batuk.

Anak besar : kadang disertai nyeri kepala, nyeri perut, dan muntah.
Pemeriksaan fisis

Neonatus : takipneu, retraksi dinding dada, grunting, dan sianosis.

Bayi : takipneu, retraksi, sianosis, batuk, panas, iritabel, jarang grunting.

Anak prasekolah : demam, batuk, takipneu, dan dispneu (retraksi dinding dada).

Anak sekolah dan remaja: demam, batuk, nyeri dada, nyeri kepala, dehidrasi,
dan letargi.

Pada semua kelompok umur akan ditemukan napas cuping hidung.

Suara pernapasan menurun.

Ronki basah halus, khas pada anak besar.

Redup, vokal fremitus menurun.

Gerakan dada menurun saat inspirasi.

Anak berbaring kearah yang sakit dan kaki fleksi.

Rasa nyeri dapat menjalar ke leher, bahu, dan perut.

Takipneu :
< 2 bulan

: > 60x/menit

> 2-11 bulan

: > 50x/menit

1-5 tahun

: > 40x/menit

6 tahun-pubertas

: 16-20x/menit

Pemeriksaan penunjang
Foto Rongent AP, sedangkan lateral jika diperlukan.
Gambaran klasik :

Konsolidasi lobar/segmental, air bronchogram (+), biasanya disebabkan


pneumococcus, atau bakteri lain.

Pneumonia

interstitiil,

biasanya

oleh

virus

atau

Mycoplasma.

Corakan

bronkhovaskular bertambah, peribronchial cuffing, dan overairiation. Pachy


consolidation disebabkan atelektasis.

Gambaran bilateral yang difus, corakan peribronhial bertambah, dan infiltrat


halus sampai ke perifer, biasanya disebabkan S.aureus dan bakteri lain.

Staphylococcus pneumonia : gambaran pneumatocelle dan efusi pleural (empiema).


Mycoplasma : gambaran infiltrat retikular, atau retikulonodular yang terlokasir di satu
lobus.
Laboratorium

Lekosit > 15.000/l dengan dominasi netrofil.

Trombositopenia 90% pada pneumonia dengan empiema.

Biakan darah positif 3-11%, tetapi untuk pneumokokus dan H.influenzae 25-95%.

TERAPI
Medikamentosa

Pemberian

antibiotik

secara

empirik,

kuman

yang

sering

ditemukan

adalah

Streptococcus pneumonia dan Haemophilus influenzae.


Pemberian antibiotika sesuai dengan kelompok umur.

Bayi < 3 bulan.


o
o
o
o

> 3 bulan 5 tahun.


o
o
o
o
o
o

Golongan penisilin dan aminoglikosida.


Amoksisilin-asam klavulanat.
Amoksisilin dan aminoglikosida.
Sefalosporin generasi ke-3.

Ampisilin dan kloramfenikol.


Beta-laktam amoksisilin.
Amoksisilin/amoksisilin-klavulanat.
Golongan sefalosporin.
Kotrimoksazol.
Makrolid (eritromisin).

> 5 tahun.
o Amoksisilin atau makrolid (eritromisin, klaritromisin, azitromisin).
o Tetrasiklin (usia > 8 tahun).

Bila berat atau terdapat empiema : golongan sefalosporin.


Antibiotik parenteral diberikan sampai 48-72 jam setelah panas turun, dilanjutkan

dengan peroral selama 7-10 hari. Alergi terhadap penisilin dapat diberikan cefazolin,
klindamisin, atau vancomycin. Lama pengobatan untuk stafilokok adalah 3-4 minggu.

Dosis antibiotik untuk pneumonia


Obat

Cara pemberian

Dosis (mg)

Frekuensi (jam)

Golongan penisilin

Ampisilin

iv, im, po

100-200

4-6

Amoksisilin

po

25-100

Tikarsilin

iv, im

300-600

4-6

Oksasilin

iv

150

Kloksasilin

iv

100

4-6

Dikloksasilin

iv

25-80

4-6

Golongan sefalosporin

Sefalotin

iv

75-150

Sefuroksim

iv

100-150

6-8

Sefotaksim

iv

50-200

Seftriakson

iv, im

50-100

12-24

Seftazidim

iv

100-150

Golongan aminoglikosida

Gentamisin

iv, im

Amikasin

iv, im

15-20

6-8

Netilmisin

iv

4-6

12

Golongan makrolid

Eritromisin

po/iv lambat

30-50/ 40-70

Roksitromisin

po

5-8

12

Klaritromisin

po

5-8

12

Azitromisin

po

10

24

Klindamisin

po

10-30

Iv

15-40

po/iv

76-100/ 50-75

Kloramfenikol

Asidosis
Diberikan bicarbonat iv.
Dosis awal

: 0,5 x 0,3 x defisit basa x BB (kg) = mEq

AGD tidak bisa dilakukan : 0,5 x 2-3 mEq x BB (kg) = mEq


Bedah
Bila ada komplikasi pneumotoraks/pneumomediastinum.

Suportif
Pemberian oksigen sesuai derajat sesaknya.
Nutrisi parenteral diberikan selama pasien sesak.

PEMANTAUAN
Bila dalam 48-72 jam tidak ada respons klinis (sesak, demam tidak membaik), antibiotik
dapat diganti dengan golongan sefalosporin.