Anda di halaman 1dari 7

LATIHAN II

ALAT REPRODUKSI JANTAN ANGIOSPERMAE


A. Tujuan
1. Mengamati struktur antera
2. Mengamati perkembangan mikrospora
3. Mengamati morfologi serbuk sari
B. Latar Belakang
Bunga terdiri dari bagian fertil, yaitu benang sari dan putik serta, bagian steril
yaitu daun kelopak dan daun buah. Benang sari merupakan alat kelamin jantan pada
bunga. Benang sari (stamen) terdiri dari tangkai sari dan kepala sari (anthera). Benang
sari pada umumnya terdiri dari 4 ruang yang berisi pollen yang disebut dengan
mikrosporangium dan suatu tangkai yang mendukung anthera yang disebut filamen atau
tangkai sari.
Pada awal gametogenesis inti serbuk sari membelah menjadi dua sel, yaitu sel
vegetatif dan sel generatif. Kedua sel tersebut ukurannya tidak sama. Sel vegetatif lebih
besar dibandingkan dengan sel generatif. Selanjunya sel generatif membelah secara
mitosis menghasilkan 2 sel sperma. Dinding generatif segera dibentuk diantara 2
membran sel dan berhubungan dengan intin. Dinding intin papa beberapa jenis terdiri
dari dari kalose. Setelah pembelahan mitosis, sel vegetatif melanjutkan pertumbuhan,
organel sel bertambah jumlah dan ukurannya, vakuola semakin menghilang. Setelah
lepas dari dinding , sel generatif bentuknya speris. Bentuk ini selalu berubah selama
perkembangan butir pollen. Sperma dibentuk dari pembelahan mitosis inti sel generatif
(Nugroho, 2006)
Oleh karena itu, praktikum ini dilakukan untuk mengetahui lebih dalam
mengenai struktur antera, perkembangan mikrospora, dan morfologi dari serbuk sari
(pollen).

C. Metode
1. Alat

Alat yang digunakan dalam praktikum ini antara lain, silet, objek glass, cover
glass, mikroskop, gelas arloji, lampu bunsen, pinset, tusuk gigi, dam tissue.
2. Bahan
kuncup bunga Passiflora sp berbagai ukuran (0,3 cm; 0,5 cm; 0,7 cm; 1,2 cm;
1,3 cm; 1,4 cm; 1,5 cm; 2cm), air,
3. Cara Kerja
Dalam praktikum ini, menggunakan dua metode, yaitu free hand section dan
squash. Langkah-langkah untuk metode free hand section yaitu, kuncup bunga
markisa (Passiflora sp.) diukur panjangnya sesuai dengan yang telah ditentukan
(....). Kuncup bunga disayat secara melintang, kemudian diletakkan pada objek glass
dan diberi air secukupnya. Lalu, ditutup dengan cover glass. Kemudian diamati
morfologi serbuk sarinya dibawah mikroskop.
Dalam cara kerja squash langkah pertama yang dilakukan yaitu antera dipisahkan
dengan bagian bunga lainnya. Kemudian dimasukan dalam botol kecil kemudian
diberi larutan. Larutan tersebut adalah campuran antara alkohol dan AAG dengan
perbandingan 3 berbanding 1. Setelah larutan dimasukkan dalam botol kecil berisi
antera kemudian botol tersebut ditutup dan diamkan selama 30 menit. Langkah
selanjutnya antera tersebut dibilas dengan aquades dan diletakkan diatas gelas arloji.
Antera tersebut ditetesi dengan HCL 1N dan dipanaskan diatas spirtus sampai
mengasilkan uap. Kemudian didiamkan selama 6 menit. Selanjutnya antera tersebut
kembali dibilas dengan aquades dan diberi warna dengan ditetesi aseto cermine.
Langkah terakhir yaitu antera tersebut diamati dibawah mikroskop dan hasilnya
digambar dan diberi keterangan.
4. Analisis data
Data dianaisis secara diskriptif.
D. Hasil dan Pembahasan
Pada pengamatan yang dilakukan menggunakan kuncup bunga
Passiflora sp. bertujuan untuk mengamati struktur antera, mengamati
perkembangan mikrospora, dan mengamati morfologi serbuk sari. Antera
Passiflora yang digunakan terdiri atas berbagai macam ukuran. Ukuran
passiflora yang digunakan adalah 0,3 cm; 0,5 cm; 0,7 cm; 1,2 cm; 1,3 cm;
1,4 cm; 1,5 cm; dan 2cm (mekar) .Proses yang terjadi pada alat reproduksi
jantan Angiospermae tidak seluruhnya dapat dilihat secara proses
morfologi. Oleh karena itu perlu dilakukan dengan metode free hand
section dan squash untuk memudahkan pengamatan dibawah mikroskop.
2

Antera yang baru mencapai 0,3 cm tampak bahwa antera terdiri


atas sel-sel parenkimatis yang homogen. Di antara sel-sel parenkimatis
tersebut terdapat sel-sel yang memiliki ukuran dan bentuk berbeda
dengan sel-sel sekitarnya yaitu lebih besar, memanjang ke arah radial dan
mempunyai

inti.

Sel-sel

tersebut

diperirakan

merupakan

sel

arkhesporium. (Maheswari, 1950:29)


Berdasarkan pengamatan, pucuk Passiflora sp. dengan panjang
sekitar 0,3 cm tidak teramati secara jelas. Namun hanya terlihat seperti
sel-sel

parenkimatis

yang

homogen

serta

terdapat

se-sel

yang

diperkirakan merupakan sel arkesporium.(gambar....)


Berdasarkan teori, pada antera yang sangat muda tampak bahwa
antera terdiri atas sel-sel parenkimatis yang homogen. Di antara sel-sel
parenkimatis tersebut terdapat sel-sel yang memiliki ukuran dan bentuk
berbeda dengan sel-sel sekitarnya yaitu lebih besar, memanjang ke arah
radial dan mempunyai inti. Sel-sel tersebut adalah sel arkhesporium.
Dalam perkembangannya, sel arkhesporium membelah secara periklinal
membentuk lapisan parietal primer ke arah luar dan lapisan sporogen
primer ke arah dalam. Sel-sel parietal primer membelah dengan dinding
periklinal dan antiklinal menghasilkan beberapa lapisan, biasanya 2
sampai 5 lapisan sel yang menyusun dinding kepala sari. (Budiwati, 2016)
Gambare esti
Pada pengamatan kuncup Passiflora sp. Dengan ukuran 0,5 cm
sudah tidak dalam bentuk sel-sel parenkimatis yang homogen namun
sudah terlihat dalam bentuk tetratsoprangium. Lapisan yang menyusun
dinding kepala sari dari luar ke dalam adalah sebagai berikut : epidermis,
endotesium, lapisan tengah, dan tapetum. Epidermis merupakan lapisan
terluar yang diikuti oleh endotesium kemudian lapisan tengah yang
biasanya mencapai 1 sampai 3 lapisan. Tapetum merupakan lapisan
terdalam yang memiliki fungsi fisiologis karena semua bahan makanan
yang masuk sel-sel sporogen harus melalui tapetum . Antera terbagi
dalam dua belahan dan tiap belahan mempunyai dua kantung serbuk
sari(mikrosporangia). Antara kedua belahan antera dihubungkan oleh
jaringan

steril

yang

disebut

konektivum.

Sel-sel

sporogen

primer

mengalami pembelahan kemudian menjadi sel-sel induk mikrospora.Pada


3

gambar tetrat mikrospora tampak sudah terdapat sel-sel induk mikrosopra


yang masih rapat.
GAMBARE DEWE
PEMBAHASAN TEMEN TEMEN
Pada diktat terdapat diskusi yaitu

1. bagaimana susunan tetrad mikrospora Lillium sp. Dan Leucana gluca?


Jawab : Kami tidak melakukan pengamatan tetrad mikrospora Lilium sp. dan Leucana
gluca.
2. mengapa antera tetrasporangiat yang sudah tua sebelum pecah hanya
memperlihatkan dua ruang sari?
Jawab : Karena tapetum pada akhirnya menghilang. Dalam proses pematangan serbuk
sari, diinding serbuk sari mengalami penebalan. Penebalan dinding mendapat nutrisi
yang berasal dari tapetum dan mikrospora itu sendiri. Pemberian nutrisi untuk dinding
serbuk sari itulah yang menyebabkan tapetum menghilang.
3. Serbuk sari masak pada lillium sp. dan Leucana gluca berupa butir tunggal, tetrad,
atau poliad?
Jawab : Kami tidak melakukan pengamatan tetrad mikrospora Lilium sp. dan Leucana
gluca.
4. Jelaskan perbedaan tipe unit serbuk sari yang anda amati!
Jawab : pada praktikum ini kami hanya megamati Passiflora sp. Dan serbuk sari yang
teramati berbentuk tetrahedral.
Dan juga terdapat tugas mahasiswa yaitu,
1. Buat skema terbentuknya lapisan dinding antera dan sel induk mikrospora dari
preparat yang diamati!
Jawab :
a. Pembentukan lapisan dinding antera

Keterangan : e. Epidermis, end. Endotesium, m. Middle layer, t. Tapetum, sp.


Sel sporogen. (Sumber : Embryology of Angiosperms)
Dinding antera terbentuk dari sel arkesporium yang membelah menjadi sel
parietal primer, sel parietal primer kemudian membelah manjadi dua sel
parietal sekunder. Satu sel parietal primer akan membelah menjadi endotesium
yang akan berekembang menjadi endotesium dan menjadi upper middle layer
yang akan berkembang menjadi middle layer. Sel parietal sekunder yang satu
lagi akan membelah menjadi lower middle layer yang akan berkembang
menjadi middle layer dan tapetum yang akan berkembang menjadi tapetum.
b. Perkembangan sel induk mikrospora

(Sumber:Pollen Terminology)

2. Jelaskan bagaimana terbentuknya tetrad mikrospora tetrahedral dan isobilateral!


Jawab : Pembelahan sel induk mikrospora dapat suksesif atau simultan. Pada tipe
suksesif sekat terbentuk segera setelah pembelahan pertama pada meiosis dan
sekat kedua terbentuk setelah pembelahan kedua. Tipe suksesif itu menghasilkaan
tetrad mikrospora dengan suasana isobilateral. Pada tiipr simultan tidak terjadi
pembentukan dinding setelah pembelahan pertama dan sel induk terbagi menjadi 4
setelah pembelahan meiosis kedua. Tipe simultan menghasilkan tetrad
mikrosporadengan suasana tetrahedral.

E. Kesimpulan