Anda di halaman 1dari 7

BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Potensi Taman Hasanuddin sebagai Taman Kota
Taman Hasanuddin sebagai ruang publik menjadi tempat yang banyak dikunjungi oleh
masyarakat yang ingin menghabiskan waktu di ruang terbuka yang asri. Pengunjung taman
berasal dari banyak kalangan seperti orang dewasa, remaja bahkan juga anak-anak. Oleh
sebab itu, terjadi banyak aktivitas di dalam Taman Hasanuddin.
Sebagai taman kota, keberadaan Taman Hasanuddin yang berada di jalan Hasanuddin
memberikan nuansa hijau yang menyejukkan diantara bangunan-bangunan dan hiruk-pikuk
kendaraan. Pada bagian depan taman terdapat papan nama yang bertuliskan TAMAN
HASANUDDIN. Papan ini tidak terlalu besar dengan papan berwarna putih dan tulisan
berwarna hijau dengan tinggi sekitar dua meter.

Gambar 4.1 Tampak Depan Taman Hasanuddin


Pohon-pohon yang rindang membuat nyaman untuk berada dibawahnya, cuaca yang
panas menjadi sejuk ketika kita berada di dalam taman. Jenis pohon yang berada di taman
Hasanuddinpun beragama bukan hanya satu jenis saja melainkan terdiri atas beberapa jenis
pohon diantaranya pohon Palem, pohon Trembesi dan lainnya.
Pohon-pohon tersebut ada beberapa yang diberi papan informasi dan yang lainnya belum
diberi papan informasi. Papan ini berwarna putih hijau dengan tulisan berwarna hitam yang
ditempel di pohon dengan ketinggian sekitar dua setengah meter dari permukaan tanah.

Gambar 4.2 Beragam jenis pohon di Taman Hasanuddin


Selain pohon-pohon besar, di taman Hasanuddin juga terdapat bunga-bunga yang
berwarna-warni ditanam rapi berjejer semakin mempercantik taman Hasanuddin. Bungabunga ini juga berasal dari beragam jenis yang ditanam berselang-seling tiap jenisnya dan
dibuatkan tempat khusus yang bersusun untuk menanam bunga-bunga tersebut.

Gambar 4.3 Beragam jenis bunga di taman Hasanuddin


Selain pepohonan dan bunga-bunga terdapat sarana dan prasarana yang disediakan
untuk masyarakat yang berkunjungan ke taman Hasanuddin. Diantaranya taman Hasanuddin
menggunakan pavin blok untuk tempat pejalan kaki. Pavin blok yang digunakan di taman ini

adalah pavin blok tipe A yang berbentuk segi banyak. Pola pemasangan blok menggunakan
pola tulang ikan yaitu membentuk sudut 45o seperti tulang ikan.
Terdapat juga beberapa tempat duduk yang disediakan bagi pengunjung taman
Hasanuddin. Tempat duduk ini berbentuk memanjang dan terbuat dari beton, selain itu
terdapat juga tempat duduk yang terbuat dari jenis besi yang dicat dengan warna merah.
Terdapat juga tempat duduk yang memanjang dan bertingkat-tingkat di area taman. Lampulampu jalan juga terlihat terpasang di beberapa titik di taman. Lampu taman berfungsi
sebagai penerangan di area taman ketika malam hari.
Untuk anak-anak juga disediakan arena bermain yang membuat anak-anak betah
berada di taman Hasanuddin. Diantaranya ada seluncuran yang terbuat dari beton, ayunan,
dan lainnya. Selain itu tempat sampah juga disediakan dibeberapa titik di taman Hasanuddin,
tempat sampah ini berwarna biru dengan penutup berwarna hitam. Yang menarik juga
terdapat sumur resapan ditempatkan di taman Hasanuddin.

Gambar 4.4 Beberapa tempat duduk yang disediakan

Gambar 4.5 Tempat duduk memanjang yang berada di taman

Gambar 4.7 tempat sampah yang disediakan di taman dan lampu jalan
Gambar 4.6 arena bermain untuk anak

Gambar 4.8 sumur resapan di sekitar taman Hasanuddin

4.2 Pengembangan Potensi Taman Hasanuddin


Taman Hasanuddin memiliki banyak potensi-potensi yang dapat dikembangkan menjadi
lebih baik lagi untuk kedepannya agar masyarakat yang berkunjung menjadi lebih nyaman.
Seperti kuantitas jenis pohon di taman dapat diperbanyak, dengan banyaknya jenis tanaman,
taman Hasanuddin dapat memberikan unsur pendidikan melalui pembelajaran dan

pengenalan melalui papan informasi tentang nama tanaman yang ada di Taman Hasanuddin
walaupun dapat dilihat beberapa tumbuhan telah memiliki papan informasi namun semakin
banyak jenis tanaman akan semakin bagus.

Gambar 4.8 Papan informasi di salah satu pohon

Area Bermain Anak yang disediakan dapat dikembangkan sebagai taman pintar dengan
menambahkan permainan-permainan eksperimen dimana area ini anak-anak dapat belajar
sambil bermain. Tempat duduk yang disediakan juga dapat ditambah agar masyarakat
semakin nyaman untuk berkumpul ditaman sambil istirahat. Dapat juga disediakan ruang
baca disekitar tempat duduk memanjang yang berada di taman Hasanuddin.
Lahan yang masih kosong juga dapat dimanfaatkan sebagai area terapi dan kesehatan
bagi para orangtua. Dengan menggunkan batu-batu kecil seperti batu-batu dari sungai
berwarna hitam yang dipendam di dalam tanah. Namun batu-batu tersebut tidak dipendam
secara keseluruhan, melainkan hanya setengahnya saja yang dipendamkan. Apabila kita
berjalan di atas jalur refleksi, maka telapak kaki kita akan merasakan sensasi seperti
tertusuk-tusuk oleh batu-batu tersebut. Apabila terwujud jalur refleksi ini dapat menjadi
salahsatu fasilitas kesehatan yang ada di taman Hasanuddin.
Tempat sampah yang ada ditaman juga dapat dikembangkan dengan membuat tempat
sampah yang memilah sampah menjadi dua atau tiga bagian agar masyarakat mulai belajar
memilah sampah sejak dari sumbernya. Seperti tempat sampah untuk sampah organik dan

anorganik atau tempat sampah dipilah menjadi tiga bagian menjadi tempat sampah organic,
anorganik dan plastik.
Diharapkan sampah yang berada di taman Hasanuddin baik sampah organik dan sampah
anorganik dapat dimanfaatkan kembali seperti sampah organik dibuatkan sebagai kompos
dan sampah anorganik dimanfaatkan kembali menjadi barang layak pakai atau dibawa ke
bank sampah.
Papan-papan peringatan juga dapat ditambahkan seperti Dilarang membuang sampah.
Dapat juga dibuatkan papan informasi-informasi mengenai lingkungan disekitar taman agar
sebagai pembelajaran mengenai lingkungan untuk masyarakat yang berkunjung.
Selain itu sumur resapan yang berada di taman Hasanuddin dapat ditambah lagi. Air
sumur resapan ini juga dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman yang berada di taman
agar tidak membuang lebih banyak air.
4.3 Masalah yang dihadapi Taman Hasanuddin
Taman Hasanuddin yang dikelola oleh pemerintah kota Makassar selain memiliki
beberapa kelebihan-kelebihan juga masih terdapat beberapa kekurangan yang belum dapat
diatasi secara menyeluruh oleh pemerintah khususnya dinas Pertamanan. Permasalahan ini
perlu penanganan secepatnya ataupun tindakan-tindakan preventif agar masalah yang
ditimbulkan tidak semakin banyak.
Diantara masalah-masalah itu yang pertama adalah pavin blok yang berada di taman
dibeberapa bagian terlihat sudah mulai rusak dan perlu diganti. Selanjutnya papan informasi
tumbuhan yang berada di taman Hasanuddin terlihat tulisannya kurang besar sehingga
kurang dapat dibaca oleh pengunjung taman.
Tempat sampah yang berada ditaman juga kurang banyak karena dibeberapa sudut bagian
belum disediakan tempat sampah. Tempat sampah yang berada di taman juga belum
dipisahkan antara sampah organik dan sampah anorganik. Permasalah lain yang ada di
taman Hasanuddin adalah belum disediakannya WC umum dan musholla bagi masyarakat
yang ingin beribadah.

Gambar 4.9 Pavin blok yang berada ditaman yang terlihat mulai rusak

4.4 Penanganan Masalah


Sebelumnya telah dipaparkan masalah-masalah yang berada di taman Hasanuddin,
masalah ini tidak dapat dikatakan masalah sepele melainkan perlu perhatian dari dinas
terkait karena masalah ini apabila dibiarkan akan mengurangi estetika dari taman tersebut
dan dapat menurunkan kualitas fungsi dari taman tersebut.
Permasalah yang pertama mengenai pavin blok yang sudah mulai rusak perlu diganti
dengan pavin blok yang baru agar terlihat lebih indah. Tempat sampah di taman juga perlu
diperbanyak agar masyarakat yang berkunjung tidak kesulitan menemukan tempat sampah
di taman dan bila perlu dipisah antara sampah organik dan sampah anorganik. Papan
informasi mengenai pohon juga perlu diperbanyak dan font tulisan diperbesar agar
masyarakat dapat belajar dan mengetahui nama-nama pohon dan jenisnya. Dan perlu
disediakan wc umum dan tempat beribadah atau musholla agar masyarakat meskipun
ditempat terbuka dapat berbibadah dengan khusyu.