Anda di halaman 1dari 3

RSUD DAYAKU RAJA

KOTA BANGUN

Standar Prosedur Operasional


Tonsilitis Akut
No. Dokumen

No. Revisi

Halaman
1/1

Tanggal Terbit

PROSEDUR TETAP
Penanganan Pasien
Tonsilitis Akut

Ditetapkan Oleh
Direktur

dr. Aulia Rahman Basri


NIP. 19850823 201101 1 001
Adalah peradangan pada tonsil. Etiologi terbanyak
karena kuman grup A Streptokokus hemolitikus, ,
Pneumokokus, Streptokokus viridian dan Streptokokus
piogenes. Virus terkadang juga menjadi penyebab

PENGERTIAN

penyakit ini. Gejala: demam (bisa sampai 40C),


disfagia, nyeri tenggorokan dan nyeri saat menelan,
nafas yang berbau, lesu dan tidak nafsu makan, rasa
nyeri di telinga. Tonsil tampak bengkak, merah, dengan
dentritus berbentuk folikel atau membrane, kelenjar

TUJUAN

submandibula membengkak dan nyeri tekan.


Mengatasi gejala secepat mungkin sehingga membatasi
penyebaran infeksi dan komplikasi lebih lanjut
Rujuk ke dokter Spesialis THT jika :
1. Terjadi kekambuhan lebih dari 6 kali dalam

KEBIJAKAN

setahun
2. Terjadi tanda-tanda obstruksi (kesulitan menelan,

PROSEDUR

sulit bernafas dengan hidung)


1. Perawat memeriksa tanda tanda vital
2. Dokter melakukan anamnesa untuk mengetahui
riwayat penyakit
3. Dokter melakukan pemeriksaan fisik
4. Lakukan pemeriksaan laboratorium bila
diperlukan

5. Dokter menentukan diagnosa


6. Dokter memberikan terapi berupa:
a. Terapi kausal antibiotik
1) Amoksisilin 3 x 500 mg selama 10 hari
2) Eritromisin (untuk pasien alergi
penicilin) 4 x 500 mg selama 10 hari
b. Terapi simtomatik seperti antipiretik,
antinyeri, antiradang: Parasetamol atau
Ibuprofen, serta terapi simptomatik lainnya
c. Berikan obat kumur yang mengandung
desinfektan
4. Dokter dapat merujuk pasien ke spesialis THT
bila terdapat penyulit
5. Dokter melakukan pengisian rekam medis
6. Admin poli umum akan melakukan pencatatan
dalam buku register pasien dan mengembalikan
UNIT TERKAIT

rekam medis pasien ke bagian rekam medis


Dokter dan Perawat Poliklinik, Laboratorium

Beri Nilai