Anda di halaman 1dari 2

Hal ini membuktikan bahwa terdapat perbedaan lama waktu koagulasi darah pada

masing-masing probandus yang dapat disebabkan karena faktor usia dan berat badan. Probandus
dengan berat badan yang lebih berat cenderung memiliki waktu koagulasi darah lebih cepat
daripada probandus dengan berat badan yang lebih kecil. Pada faktor berat badan, probandus
dengan berat badan tinggi diasumsikan memiliki asupan nutrisi yang tinggi pula sehingga nutrisi
dapat mempengaruhi koagulasi darah karena pada makanan yang dikonsumsi banyak
mengandung zat besi, kalsium dan vitamin K maka dapat mempercepat proses pembekuan darah.
Pembekuan darah juga dipengaruhi oleh vitamin K karena vitamin ini berperan dalam
pembentukan protombin dan trombin (Pearce E. Anatomi dan fisiologi untuk paramedik .
Jakarta : Gramedia utama (1999).)
Hal ini kemungkinan dikarenakan adanya perbedaan aktivitas fisik antara pria dan wanita
karena aktivitas fisik diketahui berdampak pada koagulasi dan fibrinolisis. Efek aktivitas fisik
terhadap sistem koagulasi ini, berdasarkan konsep klasik, terlibat melalui peningkatan faktor VIII
yang ada dalam darah [8]. Aktifitas fisik diketahui berdampak pada koagulasi dan fibrinolisis,
Efek aktivitas fisik terhadap sistem koagulasi ini, berdasarkan konsep klasik, diduga kuat terlibat
melalui peningkatan faktor VIII yang ada dalam darah [9].
Selain faktor diatas, faktor pembekuan darah juga akan dipengeruhi oleh golongan darah
masing-masing probandus. Dapat diketahui bahwa rata-rata waktu ketiga probandus dalam
koagulasi hampir sama, golongan darah AB dengan risiko peningkatan pembekuan darah.
Kondisi ini bahkan bisa mengancam nyawa penderitanya. Selain itu, seseorang yang memiliki
golongan darah AB berisiko 4 persen lebih besar mengalami bekuan darah ketimbang orang yang
bergolongan darah O. Golongan darah AB merupakan golongan darah yang memiliki faktor A
dan B di sel darah merah yang mengakibatkan naiknya level von Willerand. Makin tingginya
kadar level ini dapat memicu bekuan darah. Meski begitu, tidak semua orang dengan golongan
darah AB akan mengalami bekuan darah. Namun, golongan darah bisa mengindikasikan siapa
saja yang paling berisiko VTE. Sebagai pencegahan, sebaiknya lakukan peregangan pada otototot kaki secara teratur bila Anda berada dalam perjalanan yang lama serta pastikan Anda cukup
mengonsumsi air. Hal ini lah yang menyebabkan ketiga probandus yang memiliki golongan
darah O, A, dan Bmemiliki rata rata koagulasi yang sama karena tidak ada probandus yang
memiliki golongan darah AB [10].
SH.Goodnight, Hathaway WE.

[8] Disorder of Haemostasis and Thrombosis :a Clinical Guide. 2nd ed.


New York: McGrawHill. (2001).
[9] Schmid, K
. Animal Physiology Adaptation and Environment
. US: Cambridge University Press (1997).
[10] Contreras,marcela.
Petunjuk Penting Transfusi.
Jakarta:EGC. (1995)