Anda di halaman 1dari 7

Nama

NIM
Jurusan
Kelas
Kelompo
k

Feby Indriyani Balqis


165100501111034
THP
R
R4

Pertanyaan:
1. Jelaskan mengenai perbedaan karakteristik fisik dari setiap sampel limbah cair yang diamati!
Hubungkan antara parameter fisik tersebut dengan asal sampel cair!
Berdasarkan praktikum yang dilakukan mengenai Keanekaragaman Hayati Pada
Ekosistem Perairan, kami menggunakan beberapa sampel, yaitu air kolam, air sungai, air
selokan dan air limbah industry tahu. Dari beberapa sampel tersebut setelah kami amati
ternyata setiap sampel memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Perbedaan berdasarkan
parameter fisik tersebut, yaitu warna, bau, suhu dan kekeruhan. Pada sampel 1 yang
menggunakan air kolam, warna air adalah hijau muda, airnya berbau, memiliki suhu 270 C
dan airnya sedikit keruh. Pada sampel 2 yang menggunakan air selokan, warna airnya adalah
abu-abu keruh, airnya berbau, memiliki suhu 260 C dan airnya keruh. Pada sampel 3 yang
digunakan adalah air sungai, warnanya bening, sedikit berbau, memiliki suhu 290 C dan
airnya sedikit keruh. Hal tersebut dikarenakan air sungai mengandung berbagai
mikroorganisme. Pada sampel 4 air yang digunakan adalah air limbah industry tahu,
warnanya kuning keruh dan sangat bau, memiliki suhu 280 C dan airnya sangat keruh.
Perbedaan perbedaan yang terjadi pada sampel adalah banyak sedikitnya komponen serta
mikroorganisme yang terkandung didalamnya. Warna yang berbeda disebabkan oleh
perbedaan reaksi maupun interaksi mikroorganisme bahan sampel. Bau yang berbeda
disebabkan oleh perbedaan metabolisme mikroorganisme pada sampel. Suhu yang berbeda
diakibatkan oleh pembusukan yang terjadi, semakin tinggi suhu maka pencemaran lebih
tinggi. Dan kekeruhan diakibatkan oleh partikel partikel yang terkoloid dan tersuspensi
(Kusnandar, 2008).
2. Sampel air limbah diteliti berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi. Jelaskan mengenai
analisis air limbah yang berkaitan dengan parameter fisik dan kimia!
Analisis berdasarkan parameter fisik, yaitu warna, bau, suhu dan kekeruhan. Pada warna
terdapat perbedaan pada seluruh sampel. Warna yang berbeda menyatakan bahwa
pencemaran berbeda beda yang sesuai dengan mikroorganisme yang terkandung didalamnya.
Warna dapat digunakan sebagai parameter tercemar atau tidaknya perairan. Pada suhu juga
terdapat perbedaan, suhu perairan yang tercemar limbah akan lebih tinggi. Pada bau terdapat
perbedaan jenis bau yang diamati. Bau pada suatu perairan dapat disebabkan karena adanya
dekomposisi zat zat organik pada suatu perairan yang menghasilkan gas. Pada kekeruhan
juga terdapat perbedaan pada setiap sampel, kekeruhan akan mempengaruhi masuknya sinar
matahari yang masuk. Pada parameter kimia yang dilakukan pada praktikum ini yang diamati
adalah pH dari setiap sampel. Pada sampel air kolam memiliki pH 7,58. Pada sampel air
selokan memiliki pH 7,25 . Pada sampel air sungai memiliki pH 7,55. Pada sampel air limbah

Nama
NIM
Jurusan
Kelas
Kelompo
k

Feby Indriyani Balqis


165100501111034
THP
R
R4

industry tahu memiliki pH 3,59. Pada air limbah pabrik tahu pH menunjukkan bahwa air
limbah pabrik tahu yang diamati bersifat asam. Pada air kolam, air selokan dan air sungai pH
menunjukkan bahwa air yang diamati bersifat netral cenderung ke basa. Nilai pH suatu
perairan memiliki ciri yang khusus, adanya keseimbangan antara asam dan basa dalam air
dan yang diukur adalah konsentrasi ion hidrogen. Dengan adanya asam-asam mineral bebas
dan asam karbonat menaikkan pH, sementara adanya karbonat, hidroksida dan bikarbonat
dapat menaikkan kebasaan air. pH sangat penting sebagai parameter kualitas air karena ia
mengontrol tipe dan laju kecepatan reaksi beberapa bahan dalam air. Selain itu, ikan dan
makhluk makhluk hidup pada selang pH tertentu, sehingga dengan diketahuinya nilai pH,
kita dapat mengetahui apakah air tersebut sesuai atau tidak untuk menunjang kehidupan
mereka (Rahayu, 2007).
3. Sampel air limbah diteliti berdasarkan parameter fisik, kimia dan biologi. Jelaskan mengenai
analisis air limbah yang berkaitan dengan parameter biologi!

Pada parameter biologi yang dilakukan pada praktikum ini pada sampel air kolam terdapat
koliform berjumlah sangat banyak berwarna merah muda dan berbentuk seperti bulat dan
batang. Pada sampel air selokan terdapat ganggang dengan cacing berjumlah 2, berwarna
hijau tua dan berbentuk lonjong. Pada sampel air sungai terdapat ganggang yang jumlahnya 1
berwarna hijau dan berbentuk basil. Pada sampel air tahu terdapat ganggang yang jumlahnya
1, berwarna coklat dan berbentuk tidak beraturan. Parameter biologi ditentukan dengan
adanya kolifrom,ganggang dan bakteri (Rahayu, 2007).
Koliform merupakan suatau grup bakateri yang di gunakan sebagai indikator adanya
polusi kotoran dan kondisi sanitasi yang tidak baik terhadap air, makanan, susu, dan
produk-produk susu. Adanya bakteri koliform di dalam makanan atau minuman
menunjukan kemungkinan adanya mikroorganisme yang bersifat enteropatogenik dan
atau toksigenikyang berbahaya bagi kesehatan. Bakteri koliform dapat di bedakan
menjadi dua golongan, yaitu bakteri koliform golongan fekal misalnya Escherichia
coli dan bakteri koliform golongan non fekal misalnya Enterobakter aerogenes
(Rahayu, 2007).
Bakteri adalah suatu organisme yang jumlahnya paling banyak dan tersebar luas
dibandingkan dengan organisme lainnya di bumi. Bakteri umumnya merupakan
organisme uniseluler atau bersel tunggal, prokariota/prokariot, tidak mengandung
klorofil, serta berukuran mikroskopik atau sangat kecil (Rahayu, 2007).
Ganggang merupakan tumbuhan yang belum mempunyai akar, batang dan daun yang
sebenarnya, tetapi sudah memiliki klorofil sehingga bersifat autotrof. Tubuhnya terdiri
atas satu sel atau uniseluler dan ada pula yang banyak sel atau multi seluler. Yang

Nama
NIM
Jurusan
Kelas
Kelompo
k

Feby Indriyani Balqis


165100501111034
THP
R
R4

Uniseluler umumnya sebagai Fitoplankton sedang yang multiseluler dapat hidup


sebagai Nekton, Bentos atau Perifiton. Habitat alga adalah air atau di tempat basah,
sebagai Epifit atau sebagai Endofit. Ganggang berkembang biak dengan cara vegetatif
dan generative (Rahayu, 2007).
4. Organisme apa saja yang mungkin terdapat pada setiap sampel cair? Jelaskan alasan anda!
Pada sampel air kolam yang diamati adalah koliform. Pada sampel air selokan yang
diamati adalah ganggang. Pada sampel air sungai yang iamati adalah ganggang. Pada sampel
air tahu yang diamati adalah ganggang . Sungai adalah suatu badan air yang mengalir ke satu
arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air
dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Pada air kolam,
mikroorganisme berperan sebagai organisme yang baik, mereka menetralkan zat kimia
berbahaya menjadi kimia yang dapat ditolerir. Amoniak/Amonium (NH3/NH4) berasal dari
kotoran ikan dan sisa-sisa daun mati, yang mana zat ini termasuk berbahaya, tetapi
mikroorganisme mengoksidasi NH3/NH4 menjadi Nitrit NO2 yang berbahaya, dan selanjutnya
diubah menjadi NO3 yang dapat ditolerir bagi biota di kolam. Rantai makanan dalam
ekosistem kolam dibagi menjadi tiga tingkat trofik dasar, yaitu tingkat trofik pertama yang
menyiapkan makanan sendiri dengan bantuan sinar matahari, diwakili oleh produsen atau
autotrofik, misalnya tumbuhan hijau, yaitu enceng gondok, rumput, lumut, ganggang. Tingkat
trofik yang kedua diwakili oleh ikan ikan kecil yang memakan tumbuhan hijau semisal
lumut. Sedangkan yang terakhir tingkat trofik yang ketiga diwakili oleh ikan besar yang
makan ikan kecil maupun rumput rumputan. Sungai merupakan air yang mengalir ke satu
arah. Air sungai dingin dan jernih serta mengandung sedikit sedimen dan makanan. Aliran air
dan gelombang secara konstan memberikan oksigen pada air. Suhu air bervariasi sesuai
dengan ketinggian dan garis lintang. Komunitas yang berada di sungai berbeda dengan
danau. Air sungai yang mengalir deras tidak mendukung keberadaan komunitas plankton
untuk berdiam diri, karena akan terbawa arus. Sebagai gantinya terjadi fotosintesis dari
ganggang yang melekat dan tumbuhan berakar, sehingga dapat mendukung rantai makanan.
Pada air selokan yang tercemar terdapat bakteri koliform yang merupakan indikator mikroba
patogen yang berbentuk batang. Pada air limbah industry tahu, terdapat mikroba yang
menguraikan zat organik, contohnya ialah air ganggang (Madigan, 2007).

Nama
NIM
Jurusan
Kelas
Kelompo
k

Feby Indriyani Balqis


165100501111034
THP
R
R4

5. Bagaimana hubungan nilai pH dan masing-masing sampel limbah cair yang diamati? Mengapa
demikian? Hubungkan dengan tempat asal sampel diambil !
Pada pecobaan keanekaragaman hayati ekosistem perairan sampel yang digunakan, yaitu
air kolam, air selokan, air sungai, dan air limbah tahu didapatkan nilai pH yang berbeda.
Faktor yang mempengaruhi perbedaan pH pada ekosistem perairan tersebut dikarenakan
tempat asal sampel yang berbeda juga. Hubungan nilai pH dengan masing-masing sampel
yang diamati dilakukan untuk mengetahui seberapa tercemarnya perairan tersebut dengan
dilakukan nya parameter kimia, dengan menggunakan pH meret. Pada air limbah tahu
didapatkan pH 3,59, limbah ini terkesan asam, karena dari tempat asal yaitu pembuatan tahu
cenderung menjadikan bahan bersifat asam. Pada air kolam didapatkan pH 7,58, cenderung
bersifat basa, dikarenakan kontaminasi langsung dengan tanah dan udara sekitar. Pada air
selokan didapatkan pH 7,25, cenderung bersifat basa, hal ini tidak jauh berbeda dengan pH
yang didapatkan pada air kolam. Dan pada air sungai didapatkan ph sebesar 7,55, bersifat
basa dikarenakan kontaminasi dan bercampurnya dengan segala macam limbah. Hubungan
nilai pH dengan masing-masing sampel cair yang diamati, dilakukan untuk mengetahui
seberapa tercemarnya perairan tersebut yang telah dilakukan dengan parameter kimia dengan
menggunakan pH meter (Buckle, 2010).
6. Bagaimana hubungan antara bentuk dan morfologi organisme yang ditemukan pada sampel air
limbah dengan parameter fisik dan kimia sampel? Mengapa demikian?
Pada praktikum yang sudah dilakukan, diketahui ciri-ciri pada perairan darat yaitu
dengan kandungan garam <1%, habitatnya pada air tawar, temperature mengalami
penurunan. Hal ini dapat menyebabkan mikroorganisme seperti ganggang dan koliforn hidup.
Bentuk dan morfologi organisme pada suatu limbah tersebut dikarenakan karena adanya
penyesuaian dan adaptasi dengan komponen abiotik yang terdapat pada habitat / ekosistem
air sampel tersebut. Pada praktikum didapatkan hasil dari parameter kimia dan fisik, masing
masing mikroorganisme pada sampel dengan bentuk yang berbeda. Hubungan antara bentuk
dan morfologi organisme yang ditemukan pada sampel air limbah dengan parameter fisik dan
kimia masing-masing sampel berasal dari daerah yang berbeda. Selain dari faktor wilayah
yang berbeda, bentuk dan morfologi organisme disebabkan karena faktor fisik, kimia, juga
biologi. Hal ini menyebabkan bentuk struktur, morfologi, dan perbedaan pola hidup yang
berbeda (Kadaryanto, 2006).

Nama
NIM
Jurusan
Kelas
Kelompo
k

Feby Indriyani Balqis


165100501111034
THP
R
R4

7. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi bervariasinya organisme pada setiap sampel cair
hasil pengamatan anda!
Faktor-faktor yang mempengaruhi keanekaragaman hayati pada ekosistem perairan adalah
sebagai berikut (Kadaryanto, 2006) :
Kimia dalam air : Kandungan bahan kimia yang terdapat pada suatu perairan dalam
suatu ekosistem, dapat mempengaruhi kehidupan biota yang ada pada ekosistem
perairan tersebut. Pencemaran bahan kimia pada suatu perairan misalnya C, P, N, Fe
dll (Kadaryanto, 2006).
Arus air : Kecepatan arus air dapat mempengaruhi pergerakan suatu organisme dan
juga berpengaruh pada ekosistemnya misalnya ikan dan juga mikroorganisme yang
terdapat dalam suatu ekosistem terebut. Kecepatan ini juga mempengaruhi
perpindahan dan migrasi biota perairan (Kadaryanto, 2006).
Sinar matahari : Sinar matahari juga merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi
keanekaragaman hayati pada ekosistem perairan. Sinar matahari merupakan sebuah
hal yang penting dari pengendalian ekosistem. Dampak adanya sinar matahari
berpengaruh pada kelembapan, uap air, dan suhu lingkungan sekitar perairan tersebut
(Kadaryanto, 2006).

Tangga
l

Nilai

Paraf
Asisten

Nama
NIM
Jurusan
Kelas
Kelompo
k

Feby Indriyani Balqis


165100501111034
THP
R
R4

Kesimpulan
Keanekaragaman hayati pada ekosistem perairan adalah suatu variasi yang dapat
ditemukan antar ekosistem perairan antara satu dengan yang lain, yang disebabkan komponen
biotik dan biotik. Fungsi dari keanekaragaman hayati pada ekosistem perairan adalah sebagai
penyokong kehidupan dimuka bumi. Parameter yang digunakan adalah parameter fisik yang
meliputi (warna, bau, suhu, dan kekeruhan), parameter kimia untuk mengetahui pH pada
sampel dengan menggunakan pH meter, dan parameter biologi yang bertujuan untuk
mengetahui bentuk/struktur tubuh dari mikroorganisme yang ada didalam sampel. Pada
sampel 1 yang menggunakan air kolam, warna air adalah hijau muda, airnya berbau,
memiliki suhu 270 C dan airnya sedikit keruh. Pada sampel 2 yang menggunakan air selokan,
warna airnya adalah abu-abu keruh, airnya berbau, memiliki suhu 260 C dan airnya keruh.
Pada sampel 3 yang digunakan adalah air sungai, warnanya bening, sedikit berbau, memiliki
suhu 290 C dan airnya sedikit keruh. Hal tersebut dikarenakan air sungai mengandung
berbagai mikroorganisme. Pada sampel 4 air yang digunakan adalah air limbah industry tahu,
warnanya kuning keruh dan sangat bau, memiliki suhu 280 C dan airnya sangat keruh. Pada
sampel air kolam memiliki pH 7,58. Pada sampel air selokan memiliki pH 7,25 . Pada sampel
air sungai memiliki pH 7,55. Pada sampel air limbah industry tahu memiliki pH 3,59. Pada
air limbah pabrik tahu pH menunjukkan bahwa air limbah pabrik tahu yang diamati bersifat
asam. Pada air kolam, air selokan dan air sungai pH menunjukkan bahwa air yang diamati
bersifat netral cenderung ke basa. Pada sampel air kolam terdapat koliform berjumlah sangat
banyak berwarna merah muda dan berbentuk seperti bulat dan batang. Pada sampel air
selokan terdapat ganggang dengan cacing berjumlah 2, berwarna hijau tua dan berbentuk
lonjong. Pada sampel air sungai terdapat ganggang yang jumlahnya 1 berwarna hijau dan
berbentuk basil.

Nama
NIM
Jurusan
Kelas
Kelompo
k

Feby Indriyani Balqis


165100501111034
THP
R
R4

DaftarPustaka
Buckle, K.A, dkk. 2010. Ilmu Pangan. Jakarta: Universitas Indonesia
Kadaryanto. 2006. Biologi: Mengungkap Rahasia Alam Kehidupan. Jakarta: Yudhistira
Kusnandar, S. 2008. Menjelajah Dunia Biologi. Jakarta: Platinum
Madigan MT Brock. 2007. Biology of Microorganisms (edisi ke-12). San Fransisco:
Pearson Benjamin Cummings
Matfuchah, dkk. 2012. Analisis Biologi Molekuer. Yogyakarta: Deepublish
Rahayu, W.P. 2007. Penanganan Limbah Industri Pangan. Yogyakarta: Kanisius