Anda di halaman 1dari 8

Laporan Praktikum Sintesis Kimia Organik, Tahun Akademik 2016/2017

Substitusi Elektrofilik Aromatik: Pembuatan Asam Pikrat


Nuur Indah Wulan Sari (1406557094), Larassati Denaputri (1406603176), Arbhyando Tri
Putrananda (1406529784)
Departemen Kimia, Fakultas MIPA, Universitas Indonesia
Kampus UI Depok, 16424, Depok, Jawa Barat, Indonesia
E-mail: nuurindahws@gmail.com
Abstrak
Reaksi pembuatan Asam Pikrat yang terjadi merupakan reaksi nitrasi yang menghasilkan asam
pikrat sebagai turunan (derivative) dari fenol, dimana reaksi nitrasi ialah penggabungan satu atau lebih
gugus nitro (-NO2) yang terikat pada karbon sebagai senyawa nitroaromatik. Gugus OH pada fenol
merupakan gugus pengaktivasi cincin benzena dan merupakan gugus penunjuk orto dan para (Gugus
Aktivasi Kuat), sehingga senyawa asam pikrat memiliki 3 gugus NO 2 pada posisi orto dan para. Tujuan
dari pecobaan ini selain untuk mengetahui sintesis asam pikrat dari fenol, juga untuk mengetahui
mekanisme reaksi yang terjadi pada sintesis asam pikrat, memahami konsep dasar dari reaksi reaksi
substitusi elektrofilik aromatik. Metode Substitusi Elektrofilik merupakan reaksi penggantian pada atom
hidrogen suatu aromatik oleh suatu elektrofil. Hasil yang diperoleh ialah Asam Pikrat berbentuk padatan
kristal berwarna kuning, didapatkan massa Asam Pikrat murninya sebesar 1,93 gram. Dengan % Yield
massa dari perhitungannya sebesar 15,87 % dan % KR sebesar 84,12 %
Kata kunci: asam pikrat, fenol, asam nitrat, asam sulfat pekat, substitusi elektrofilik
1.

PENDAHULUAN

Asam Pikrat pertama kali dibuat oleh Woulff tahun 1771, dipakai sebagai zat warna kuning
untuk sutra dan wol. Kristal padat berwarna kuning ini adalah salah satu fenol yang paling asam dan
vinylogous untuk asam nitrat. Namanya berasal dari Yunani (pik ros), yang berarti pahit, yang
mencerminkan rasa pahit. Pada tahun 1885 bangsa Perancis menggunakan sebagai bahan peledak
dengan nama melinit dan tahun 1888 Inggris memakainya dengan nama liddyt.
Asam pikrat adalah senyawa kimia yang bersifat eksplosif. Terbentuk karena reaksi antara fenol
dan asam nitrat hingga menghasilkan 2,4,6-trinitrofenol. Secara fisik, asam pikrat berupa kristalin
kuning dan sangat beracun. Asam pikrat dapat disintesis secara substitusi elektrofilik dari fenol. Reaksi
substitusi elektrofilik aromatik. melipati pemindahan atom hidrgoen (proton) aromatic oleh suatu spesi
elektrofilik. Substitusi elektrofilik aromatik meliputi pemindahan atom hidrogen (proton) aromatik oleh
suatu spesi elektrofilik. Pembuatan asam pikrat didasari oleh reaksi substitusi elektrofilik dengan
menambahkan fenol dan HNO3 serta H2SO4 ke dalam campurannya.
Reaksinya :

Gambar 1. Reaksi Pembentukan Asam Pikrat


Sumber Gambar : http://www.academia.edu/10857048/reaksi_pembentukan_asam_pikrat

2.

TINJAUAN PUSTAKA

Reaksi yang terjadi merupakan reaksi nitrasi yang menghasilkan asam pikrat sebagai turunan
(derivative) dari fenol. Reaksi nitrasi adalah penggabungan satu atau lebih gugus nitro (-NO2) yang
terikat pada karbon sebagai senyawa nitroaromatik atau nitroparafin. Dan juga bisa terjadi pada oksigen
sebagai senyawa nitrat ester maupun pada nitrogen sebagai senyawa nitramina. Reaksi Pembentukan
Nitrasinya, yaitu :
1

Laporan Praktikum Sintesis Kimia Organik, Tahun Akademik 2016/2017

Gambar 2. Reaksi Nitrasi


Sumber gambar : Smith, Janice G. 2011. Organic Chemistry, Third Edition. New York : McGraw-Hill

Proses reaksi sebagai subtitusi atom hidrogen, reaksi nitrasi juga bisa berlangsung dengan
subtitusi atom atau gugus lain seperti, halida, sulfonat dan asetil. Reaksi nitrasi adalah salah satu reaksi
yang penting dalam industri sintesa bahan organik. Garis besar penggunaannya adalah bahan pelarut
(solvent), pewarna, farmasi, peledak, maupun bahan antara untuk produk lebih lanjut (Lukman Arifin,
dkk. 2013). Sementara yang dimaksud reaksi substitusi elektrofilik adalah reaksi paling utama dari
senyawa aromatik dimana elektrofilik (E+) akan bereaksi dengan cincin aromatik dengan mengantikan
satu atom hidrogen.
Berikut ini reaksi substitusi elektrofilik secara umum :

Fenol merupakan senyawa yang sangat reaktif terhadap reaksi substitusi elektrofilik,
dikarenakan adanya pasangan elektron bebas (PEB) tak berikatan pada gugus hidroksil yang dapat
membentuk kompleks sigma dengan cincin aromatik.

Gambar 3. Fenol
Sumber Gambar : Smith, Janice G. 2011. Organic Chemistry, Third Edition. New York : McGraw-Hill

Gugus hidroksil juga merupakan penunjuk orto-para, dimana gugus hidroksi merupakan gugus
yang dapat mengakibatkan cincin benzena menjadi lebih reaktif karena adanya gugus OH sebagai donor
Pasangan Elektron Bebas (PEB) yang menyebabkan cincin benzene menjadi lebih stabil saat terjadinya
resonansi (Muatan yang beresonansi terstabilkan oleh gugus donor pada penyerangan di posisi Orto dan
Para oleh Elektrofil). Berikut Resonansinya :

Gambar 4. Resonansi Orto Para


Sumber Gambar : Smith, Janice G. 2011. Organic Chemistry, Third Edition. New York : McGraw-Hill

Cincin benzene menjadi lebih reaktif dan biasa dinamakan dengan gugus aktivasi. Sementara
gugus yang mengakibatkan cincin benzena kurang reaktif dinamakan gugus deaktivasi. Gugus hidroksi
merupakan gugus pengaktivasi yang sangat kuat, sehingga gugus tersebut mengarahkan orientasi
penyerangan reaksi substitusi elektrofilik pada posisi orto-para.

Laporan Praktikum Sintesis Kimia Organik, Tahun Akademik 2016/2017

Asam pikrat adalah senyawa kimia secara resmi disebut 2,4,6 - trinitrophenol ( TNP ). Kristal
ini kuning padat adalah salah satu yang paling fenol asam dan vinylogous untuk asam nitrat. Seperti
senyawa yang sangat ternitrasi lain seperti TNT, asam pikrat adalah bahan peledak. Namanya berasal
dari Yunani (pik ' ros), yang berarti "pahit", yang mencerminkan rasa pahit nya.Penggunaan
utamanya adalah sebagai bahan peledak. Pikrat juga telah digunakan dalam pengobatan (antiseptik ,
membakar perawatan), pewarna, dan sebagai agen kimia.

Gambar 5. Asam Pikrat


Sumber Gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/Asam_pikrat

Senyawa kimia asam nitrat (HNO3) adalah sejenis cairan korosif yang tak berwarna, dan
merupakan asam beracun yang dapat menyebabkan luka bakar. Larutan asam nitrat dengan kandungan
asam nitrat lebih dari 86% disebut sebagai asam nitrat berasap, dan dapat dibagi menjadi dua jenis
asam, yaitu asam nitrat berasap putih dan asam nitrat berasap merah. (Nitric Acid Fact)

Gambar 4. Asam Nitrat


Sumber Gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/asam_nitrat

Asam sulfat, H2SO4, merupakan asam mineral (anorganik) yang kuat. Zat ini larut
dalam air pada semua perbandingan. Asam sulfat mempunyai banyak kegunaan dan merupakan salah
satu produk utama industri kimia. Kegunaan utamanya termasuk pemrosesan bijih mineral, sintesis
kimia, pemrosesan air limbah dan pengilangan minyak. (International Chemical Safety Card 0362)

Gambar 5. Asam Sulfat


Sumber gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/asam_sulfat

Etanol juga biasa disebut etil alkohol, minum alkohol, atau hanya alkohol adalah jenis utama
dari alkohol ditemukan dalam minuman beralkohol, yang dihasilkan oleh fermentasi gula oleh ragi. Ini
adalah neurotoksik obat psikoaktif dan salah satu obat rekreasi yang paling tua yang digunakan oleh
manusia. Hal ini dapat menyebabkan keracunan alkohol ketika dikonsumsi dalam jumlah yang cukup.
Etanol bersifat volatile, mudah terbakar, cairan tidak berwarna dan sedikit berbau. Hal ini digunakan
sebagai antiseptik, pelarut, bahan bakar , dan, karena titik beku yang rendah, menjadi cairan aktif dalam
termometer pasca - merkuri. Rumus struktural, CH3CH2OH-, sering disingkat sebagai C2H5OH, C2H6O
atau EtOH. (Brust, 2010)

Gambar 6. Etanol
Sumber gambar : https://en.wikipedia.org/wiki/etanol

3.

METODE PERCOBAAN

Menyiapkan labu bulat, masukkan fenol 5 gram, tambahan sama sulfat pekat 15 ml, kocokkocok, panaskan campuran dalam pemanas air mendidih selama 45 menit , amati perubahan campuran
menjadi semakin jernih, yaitu terbentuknya asam fenolsulfonat. Dinginkan dengan icebath,tambahkan
dengan hati-hati asam nitrat pekat 15 ml,amati perubahan cairan menjadi semakin kental,segera
dilakukan pengocokan selama 1-2 menit akan terbentuk gas kemerahan (nitrogen oksida) dan cairan
akan berubah menjadi merah. Panaskan kembali campuran dalam pemanas air mendidih selama 1,5 jam
lagi, disertai kadang-kadang dengan pengocokan, biarkan dingin, setelah dingin masukan ke dalam ice
bath 10c dan menambahkan air sebanyak 40 ml,dinginkan campuran tersebut dengan ice bath hingga
3

Laporan Praktikum Sintesis Kimia Organik, Tahun Akademik 2016/2017

larutan berwarna kuning, saring dengan buchner dengan mencuci dengan air dingin, terbentuk endapan
kuning. Memindahkan Kristal yang diperoleh. Rekristalisasikan dengan melarutkan kembali dengan
air:etanol (2:1)sampai tepat larut.

(a)

(b)

(c)

(d)

(e)

(f)
(g)
Gambar (a) pemanas fenol dan asam sulfat pekat
(b)pendinginan fenol dan asam sulfat pekat
(c) setelah penambahan asam nitrat
(d) setelah gas NO2 hilang
(e) proses pendinginan dalam ice bath
(f) kristal yang diperoleh
(g) penyaringan menggunakan buchner dan pencucian dengan etanol:air
3.1

3.2

Alat dan Bahan


Labu bulat
Penangas air (waterbath)
Corong Buchner
Bahan:

Fenol
Asam sulfat pekat
Asam nitrat

Metode Perhitungan

Persentase yield pada percobaan ini dapat ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
massa percobaan
% yield =
X 100%
massa literatur
Kesalahan relatif pada percobaan ini dapat ditentukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
massa percobaanmassa teoritis
% Kr =
X 100%
massa teoritis

Massa teoritis dapat dihitung dengan menggunakan stoikiometri reaksi.


4.

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1

Perhitungan Massa, Kesalahan Relatif, dan % Yield dari Asam Pikrat

a. Perhitungan massa teoritis


Massa fenol
= 5 gram
Mr fenol
= 94 gr/mol
Volume H2SO4
= 15 ml
Massa jenis H2SO4
= 1.84 gr/ml
Mr H2SO4
= 98 gr/mol

Volume HNO3
Massa jenis HNO3
Mr HNO3
Mr asam pikrat

= 15 ml
= 1.42 gr/ml
= 63 gr/mol
= 229.1 gr/mol

Menentukan massa asam pikrat secara teoritis


Fenol

Laporan Praktikum Sintesis Kimia Organik, Tahun Akademik 2016/2017

Mol fenol =

5
94

= 0.0531

1.84

15

98 /

HNO3
Mol HNO3 =

H2SO4
Mol H2SO4 =

1.42

11

63

= 0.281

= 0.338

Reaksi yang terjadi dalam percobaan


M
B

HNO3
0.338 mol
0,281 mol

0.0602 mol

+
H2SO4
0.281 mol
0.281 mol

HSO4-

NO2+

H2O

0.281 mol

0,281 mol

0.281mol

0.281 mol

0.281 mol

0.281 mol

Mencari massa teoritis dari asam pikrat


OH
+

HO

3 NO2+

NO2

NO2

phenol

NO2

M
B

0.0531 mol
0.0531 mol

0.281 mol
0.159 mol

0.0531 mol

0.122 mol

0.0531 mol

Dengan demikian diperoleh massa teoritis dari asam pikrat untuk kemudian dibandingkan
dengan hasil percobaan yang didapatkan, yaitu ;
Massa asam pikrat teoritis = mol x Mr = 0.0531 mol x 229.1 gr/mol = 12,16 gr

b. Perhitungan Massa Percobaan

Gambar. Massa endapan dan massa kertas saring


Dari percobaan didapatkan massanya :
Massa Endapan + Kertas Saring = 2,93
Pada percobaan didapatkan massa Asam Pikrat = (massa kertas saring + endapan) (massa kertas
saring) = (2,93 gr 1,0 gr) = 1,93 gr

Laporan Praktikum Sintesis Kimia Organik, Tahun Akademik 2016/2017

% KR massa

=|

=|

1,93 12,16
|
12,16

x 100%

x 100%

= 84,12%
% Yield massa

x 100%

1,93

= 12,16 g x 100%
= 15,87 %
4.2

Pembahasan
Percobaan kali ini dilakukan pembuatan asam pikrat. Percobaan ini bertujuan untuk mengetahui
cara mensintesis asam pikrat dari fenol, asam nitrat dan asam sulfat, mengetahui mekanisme reaksi yang
terjadi pada sintesis asam pikrat, memahami konsep dasar dari reaksi reaksi substitusi elektrofilik
aromatik. Prinsip kerja pada percobaan ini adalah fenol dioksidasi oleh asam nitrat dalam suasana asam.
Reaksi yang terjadi adalah reaksi nitrasi yang menggunakan peraksi asam nitrat dengan katalis asam
sulfat pekat membentuk senyawa nitro benzena.
Senyawa aromatik adalah senyawa hidrokarbon yang memiliki sifat-sifat yang mirip dengan
sifat-sifat kimia dan benzena. Reaksi pada senyawa hidrokarbon aromatik cenderung merupakan reaksi
substitusi elekrofilik. Asam pikrat (2,4,6-trinitrofenol) adalah suatu turunan dan fenol. Reaksi
pembentukan asam pikrat dari fenol tidak dapat diperoleh secara langsung dari asam nitrat dengan fenol,
karena fenol terlalu sensitif terhadap reaksi oksidasi. Untuk memperoleh hasil baik, maka dalam
prosesnya fenol harus terlebih dahulu disulfonasi untuk pembentukkan asam, 2,4-disulfonat dan
kemudian ditambahkan asam nitrat untuk reaksi campuranya. Gugus asam sulfonat dapat melindungi
fenol dan oksidasi dari asam nitrat dan baru kemudian gugus-gugus asam tersebut akan pelan-pelan
digantikan oleh gugus nitro.
Mekanisme yang terjadi adalah sebagai berikut.
:OH

OH

OH

OH

NO2

NO2

OH
O2N

OH+

OH
No2
NO2

H
NO2

NO2

NO2
-H3O+

H
O
NO2

No2

Berdasarkan mekanisme reaksi yang terjadi, gugus NO2 yang masuk ke dalam fenol berada pada
posisi orto dan para. Hal ini dikarenakan gugus OH pada fenol merupakan gugus pengaktivasi cincin
benzema dan merupakan penunjuk posisi orto dan para, sehingga senyawa asam pikrat memiliki 3 gugus
NO2 pada posisi orto dan para.
Langkah pertama yang dilakukan adalah mencampurkan fenol dan asam sulfat pekat dalam labu
bulat lalu dipanaskan dalam water bath untuk mempercepat proses reaksi. Fenol berfungsi sebagai reagen
utama yang mempunyai cincin aromatik dan gugus OH. Gugus OH merupakan gugus pendorong
elektron yang akan mengaktifkan inti benzene, sekaligus pengaruh posisi orto-para. Asam sulfat pekat
berfungsi sebagai reaktan yang akan melindungi posisi para pada fenol sekaligus mengurangi kereaktifan
fenol membentuk 4-hidroksi benzenasulfonat dan sebagai katalis yang akan mengubah asam nitrat
menjadi ion nitronium. Asam sulfat akan kembali terbentuk setelah atom hidrogen yang berikatan dengan
cincin benzene terlepas. Kemudian larutan akan berubah warna menjadi lebih bening yang menandakan
bahwa telah terbentuk asam fenolsulfonat.
Langkah selanjutnya adalah mendinginkan larutan sambil ditetesi asam nitrat pekat. Pendinginan
dilakukan karena reaksi yang terjadi bersifat eksoterm. HNO3 pekat berfungsi sebagai reaktan penitrasi
yang akan masuk ke dalam cincin benzene dalam bentuk ion nitroniumnya. Ion nitronium terbentuk
akibat presensi dari asam sulfat. Ketika penambahan asam nitrat menghasilkan uap kemerahan yaitu gas
6

Laporan Praktikum Sintesis Kimia Organik, Tahun Akademik 2016/2017

NO2 dari reaksi antara asam p-fenolsulfonat dengan asam nitrat. Selanjutnya campuran dipanaskan sambil
dikocok sampai gas NO2 hilang yang ditandai dengan timbulnya uap berwarna kuning.
Langkah selanjutnya adalah menambahkan aquades dan didinginkan hingga terbentuk endapan
lalu disaring dan dicuci dengan aquades dingin. Aquades berfungsi sebagai pelarut yang akan menarik
pengotor polar yang menempel pada kristal asam pikrat sehingga didapatkan kristal yang murni.
Selanjutnya melakukan rekristalisasi dengan penambahan air : etanol (2:1). Rekristalisasi adalah proses
pemurnian suatu kristal dengan melarutkan kristal dengan pelarut mendekati titik didih pelarut lalu
dinginkan untuk kembali membentuk kristal. Penggunaan air dan etanol ini karena kedua larutan tersebut
mempunyai perbedaan kepolaran sehingga dapat menghilangkan pengotor. Selain itu takaran 2:1 dengan
komposisi 2 untuk air dan 1 untuk etanol dilakukan agar stabil kadar antara air dan etanol. Disamping itu
juga agar tidak banyak kristal asam pikrat yang larut ketika proses rekristalisasi karena asam pikrat larut
dalam etanol. Kristal kemudian dikeringkan dan ditimbang. Kristal yang terbentuk berwarna putih
kekuningan yang disebut dengan asam pikrat.
Reaksi yang terjadi pada pembuatan asam pikrat ini adalah sebagai berikut:

Dalam percobaan ini didapatkan massa Asam Pikrat murninya sebesar 1,93 gram. Dengan %
Yield massa dari perhitungannya sebesar 15,87 % dan % KR sebesar 84,12 %. Terjadinya kesalahan
diakibatkan oleh beberapa hal diantaranya kesalahan pengukuran dan pembacaan skala peralatan, kurang
sterilnya reagen yang digunakan, kurang sterilnya peralatan yang digunakan, terdapat pengotor ketika
melakukan reaksi, kurang lamanya waktu pemanasan sehingga kristal yang dihasilkan kurang sempurna.
5.

KESIMPULAN

Pada percobaan kali ini dilakukan sintesis Asam Pikrat dari bahan awal Fenol. Reaksi yang
terjadi merupakan reaksi nitrasi yang menghasilkan asam pikrat sebagai turunan (derivative) dari fenol.
Prinsip reaksi yang digunakan, yaitu reaksi nitrasi. Reaksi nitrasi adalah penggabungan satu atau lebih
gugus nitro (-NO2) yang terikat pada karbon sebagai senyawa nitroaromatik atau nitroparafin
Fenol merupakan senyawa yang sangat reaktif terhadap reaksi substitusi elektrofilik,
dikarenakan adanya pasangan elektron bebas (PEB) tak berikatan pada gugus hidroksil yang dapat
membentuk kompleks sigma dengan cincin aromatik. Cincin benzene menjadi lebih reaktif dan biasa
dinamakan dengan gugus aktivasi. Sementara gugus yang mengakibatkan cincin benzena kurang reaktif
dinamakan gugus deaktivasi.
Didapatkan massa Asam Pikrat murninya sebesar 1,93 gram. Dengan % Yield massa dari
perhitungannya sebesar 15,87 % dan % KR sebesar 84,12 %.
UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih saya ucapkan kepada rekan praktikum saya, Larasati Denaputri , Arbhyando Tri
Putrananda, Yudis Ananda, Shafira Kuamila, dan Syahrul Rizky yang telah membantu dan bekerja sama
7

Laporan Praktikum Sintesis Kimia Organik, Tahun Akademik 2016/2017

dengan baik, serta terima kasih untuk Kak Ladya dan kak Rendi, sebagai asisten laboratorium atas
bimbingan, bantuan, dan petunjuk yang diberikan selama praktikum sehingga saya dan rekan praktikum
saya dapat menyelesaikan praktikum Kopling Radikal ini dengan baik. Juga saya ucapkan terima kasih
untuk para dosen dan laboran yang telah mengawasi jalannya praktikum.
DAFTAR PUSTAKA
Fessenden & Fessenden. 1992. Kimia organik. Jakarta : PT. Gramedia.
Groggin, P.H. 1985. Unit Processes in Organic Synthesis. Mac, Grow Hill Book Company Inc. New
York.
Harvey, David. 2000. Modern Analytical Chemistry. Singapore: Mc Graw Hill International Ed.
Riswiyanto. 2009. Kimia organik. Jakarta : Erlangga
Skoog DA, West DM, Holler FJ. 1996. Fundamentals of Analytical Chemistry. 7th edition. New York:
Saunders College Publishers.
Tim KBI Organik. 2013. Praktikum Sintesis Kimia Organik. Depok : FMIPA UI.
RIWAYAT PENULIS

Nuur Indah Wulan Sari lahir pada tanggal 21


Mei 1996 di Bogor. Penulis merupakan anak ketiga dari tiga
bersaudara. Pendidikan yang telah ditempuh dari SDN 05
Gunung Putri, Bogor. SMP Puspanegara dan SMA Negeri 01
Cibinong, Bogor. Lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) pada
tahun 2014 dan melanjutkan ke S-1 Ilmu Kimia Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA), Universitas
Indonesia di Kota Depok, Jawa Barat dan sedang menjalani
kuliah semester lima. Saat ini, penulis sedang menyelesaikan
Laporan Praktikum Kimia Organik sebagai salah satu
prasyarat untuk lulus disemester lima ini.