Anda di halaman 1dari 12

SEVEN SEGMENT

I.

Tujuan
1. Dapat mengetahui apa itu rangkaian seven segment display
2. Mampu memahami dan merangkai rangkaian peraga tujuh ruas
(seven segment display)
3. Dapat mengetahui bagaimana prinsip kerja dari rangkaian peraga
tujuh ruas (seven segment display)
4. Mampu mengetahui perbedaan common anoda dan common katoda

II. Teori Dasar


Seven Segment Display (7 Segment Display) dalam bahasa Indonesia
disebut dengan Layar Tujuh Segmen adalah komponen Elektronika yang
dapat menampilkan angka desimal melalui kombinasi-kombinasi segmennya.
Seven Segment Display pada umumnya dipakai pada Jam Digital, Kalkulator,
Penghitung atau Counter Digital, Multimeter Digital dan juga Panel Display
Digital seperti pada Microwave Oven ataupun Pengatur Suhu Digital . Seven
Segment Display pertama diperkenalkan dan dipatenkan pada tahun 1908
oleh Frank. W. Wood dan mulai dikenal luas pada tahun 1970-an setelah
aplikasinya pada LED (Light Emitting Diode).
Seven Segment Display memiliki 7 Segmen dimana setiap segmen
dikendalikan secara ON dan OFF untuk menampilkan angka yang diinginkan.
Angka-angka dari 0 (nol) sampai 9 (Sembilan) dapat ditampilkan dengan
menggunakan beberapa kombinasi Segmen. Selain 0 9, Seven Segment
Display juga dapat menampilkan Huruf Hexadecimal dari A sampai F.
Segmen atau elemen-elemen pada Seven Segment Display diatur menjadi
bentuk angka 8 yang agak miring ke kanan dengan tujuan untuk
mempermudah pembacaannya. Pada beberapa jenis Seven Segment
Display, terdapat juga penambahan titik yang menunjukan angka koma
decimal. Terdapat beberapa jenis Seven Segment Display, diantaranya

adalah Incandescent bulbs, Fluorescent lamps (FL), Liquid Crystal Display


(LCD) dan Light Emitting Diode (LED).
II.1.

LED 7 Segmen (Seven Segment LED)

Salah satu jenis Seven Segment Display yang sering digunakan oleh
para penghobi Elektronika adalah 7 Segmen yang menggunakan LED (Light
Emitting Diode) sebagai penerangnya. LED 7 Segmen ini umumnya memiliki
7 Segmen atau elemen garis dan 1 segmen titik yang menandakan koma
Desimal. Jadi Jumlah keseluruhan segmen atau elemen LED sebenarnya
adalah 8. Cara kerjanya pun boleh dikatakan mudah, ketika segmen atau
elemen tertentu diberikan arus listrik, maka Display akan menampilkan angka
atau digit yang diinginkan sesuai dengan kombinasi yang diberikan.
Terdapat 2 Jenis LED 7 Segmen, diantaranya adalah LED 7 Segmen
common Cathode dan LED 7 Segmen common Anode.
a. LED 7 Segmen Tipe Common Cathode (Katoda)

Pada LED 7 Segmen jenis Common Cathode (Katoda), Kaki Katoda


pada semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan Kaki

Anoda akan menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED. Kaki Katoda
yang terhubung menjadi 1 Pin ini merupakan Terminal Negatif (-) atau Ground
sedangkan Signal Kendali (Control Signal) akan diberikan kepada masingasing Kaki Anoda Segmen LED.
Gambar 2.1.1 common catoda
b. LED 7 Segmen Tipe Common Anode (Anoda)
Pada LED 7 Segmen jenis Common Anode (Anoda), Kaki Anoda pada
semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan kaki Katoda
akan menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED. Kaki Anoda yang
terhubung menjadi 1 Pin ini akan diberikan Tegangan Positif (+) dan Signal
Kendali (control signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Katoda
Segmen LED.

Gambar 2.1.2 common anoda

II.2.

Prinsip Kerja Dasar Driver System pada LED 7 Segmen

Berikut ini adalah Blok Diagram Dasar untuk mengendalikan LED 7 Segmen :

Gambar 2.2.1 blok diagram dasar seven segment

Blok Dekoder pada diagram diatas mengubah sinyal Input yang diberikan
menjadi 8 jalur yaitu a sampai g dan poin decimal (koma) untuk meng-ONkan segmen sehingga menghasilkan angka atau digit yang diinginkan.
Contohnya, jika output dekoder adalah a, b, dan c, maka Segmen LED akan
menyala menjadi angka 7. Jika Sinyal Input adalah berbentuk Analog,
maka diperlukan ADC (Analog to Digital Converter) untuk mengubah sinyal
analog menjadi Digital sebelum masuk ke Input Dekoder. Jika Sinyal Input
sudah merupakan Sinyal Digital, maka Dekoder akan menanganinya sendiri
tanpa harus menggunakan ADC.
Fungsi daripada Blok Driver adalah untuk memberikan arus listrik yang cukup
kepada Segmen/Elemen LED untuk menyala. Pada Tipe Dekoder tertentu,
Dekoder sendiri dapat mengeluarkan Tegangan dan Arus listrik yang cukup
untuk menyalakan Segmen LED maka Blok Driver ini tidak diperlukan. Pada
umumnya Driver untuk menyalakan 7 Segmen ini adalah terdiri dari
8 Transistor Switch pada masing-masing elemen LED.

III. Alat dan Bahan


- Trainer
- Mikrokontroller ATMega16
- Kabel Penghubung secukupnya
- Software CodeVisionAVR C Compiler
- Software Proteus
IV.Langkah Kerja
A. Membuat program menampilkan angka 0-9 pada seven segmen
menggunakan Software CodeVisionAVR
B. Meng-compile program yang telah dibuat menggunakan Build The
Project untuk mengetahui adanya kesalahan dalam program.
C. menghubungkan AVR modul dengan komputer menggunakan kabel
USB.
D. Men-download program ke AVR modul menggunakan Program to
Chip

E. Setelah program telah terdownload, sambungkan AVR Modul ke


trainer
1. Menyambungkan

grounding

dan

Vcc

pada

trainer

mikrokontroller
2. Menghubungkan PA0 pada mikrokontroller ke A pada trainer
3. Menghubungkan PA1 pada mikrokontroller ke B pada trainer
4. Menghubungkan PA2 pada mikrokontroller ke C pada trainer
5. Menghubungkan PA3 pada mikrokontroller ke D pada trainer
6. Menghubungkan PA4 pada mikrokontroller ke E pada trainer
7. Menghubungkan PA5 pada mikrokontroller ke F pada trainer
8. Menghubungkan PA6 pada mikrokontroller ke G pada trainer
9. Menghubungkan PA7 pada mikrokontroller ke DS4 pada trainer
V. Hasil Pengamatan
Gambar 5.1 hasil pengamatan percobaan seven segment

ke

VI.Analisa Hasil Percobaan


a. Analisa Gambar Rangkaian

Gambar 6.1. Analisa Gambar Rangkaian Display Seven Segmen


design by proteus 8

Dapat dilihat pada gambar, seven segmen yang digunakan adalah


jenis Common Katoda yang dapat aktif jika diberi logika tinggi atau

high.
Menggunakan PORT A sebagai output dari program yang telah

dimasukkan ke dalam ATmega 16


Kaki 0-3 PORT A pada ATmega 16 dihubungkan dengan kaki a-d pada

seven segmen (nibble 1)


Kaki 4-7 PORT A pada ATmega 16 dihubungkan dengan kaki e-h pada

seven segmen (nibble 2)


Penamaan kaki seven segmen (a-h) dimulai dari kanan ke kiri.

Menggunakan grounding karena data yang diberikan adalah high


sehingga data mengalir ke kaki a-h.

b. Analisa Program
Project : Seven Segment
Version :
Date

: 11/22/2016

Author : Yoas Harpian


Company : PNUP
Chip type

: ATmega16

Program type

: Application

AVR Core Clock frequency: 12.000000 MHz


Memory model

: Small

External RAM size

:0

Data Stack size

: 256

*****************************************************/

#include <mega16.h>
atmega16

//merupakan library dari microchip

#include <delay.h>

//merupakan library fungsi delay

void main(void)
akan di jalankan

//merupakan bagian program inti yang

// Port A initialization

PORTA=0x00;
DDRA=0xFF;

//Pin pada PORT A berlogika 0


//Fungsi DDRA sebagai pengkondisi
port A sebagai output

while (1)
//mengulang program apabila masingmasing pernyataan bernilai benar
{
PORTA=0X3F;
data hexa pada PORT A

//menampilkan angka 0 menggunakan

delay_ms(30);
//memberikan waktu tunda atau delay
eksekusi selama 30 milisecond
PORTA=0X06;
data hexa

//menampilkan angka 1 menggunakan

delay_ms(30);
//memberikan waktu tunda atau delay
eksekusi selama 30 milisecond

PORTA=0X5B;
hexa

//menampilkan angka 2 menggunakan data

delay_ms(30);
//memberikan waktu tunda atau delay
eksekusi selama 30 milisecond
PORTA=0X4F;
data hexa

//menampilkan angka 3 menggunakan

delay_ms(30);
//memberikan waktu tunda atau delay
eksekusi selama 30 milisecond
PORTA=0X66;
hexa

//menampilkan angka 4 menggunakan data

delay_ms(30);
//memberikan waktu tunda atau delay
eksekusi selama 30 milisecond
PORTA=0X6D;
data hexa

//menampilkan angka 5 menggunakan

delay_ms(30);
//memberikan waktu tunda atau delay
eksekusi selama 30 milisecond
PORTA=0X7D;
data hexa

//menampilkan angka 6 menggunakan

delay_ms(30);
//memberikan waktu tunda atau delay
eksekusi selama 30 milisecond
PORTA=0X07;
hexa

//menampilkan angka 7 menggunakan data

delay_ms(30);
//memberikan waktu tunda atau delay
eksekusi selama 30 milisecond
PORTA=0X7F;
data hexa

//menampilkan angka 8 menggunakan

delay_ms(30);
//memberikan waktu tunda atau delay
eksekusi selama 30 milisecond
PORTA=0X6F;
hexa

//menampilkan angka 9 menggunakan data

delay_ms(30);
//memberikan waktu tunda atau delay
eksekusi selama 30 milisecond

}
}

VII.

Kesimpulan

Dengan selesainya penulisan laporan ini dapat disimpulkan beberapa


hal yang terkait dengan praktikum Mikrokontroller sebagai berikut:

1. Mahasiswa dapat memahami dasar-dasar sistem kontrol output


menggunakan seven segmen
2. Mahasiswa dapat membuat program menggunakan teknik scanning
seven segment pada VBB
3. Mahasiswa dapat mengetahui bagaimana meng-output-kan karakter
angka dan huruf pada seven segment menggunakan program CodeVision
AVR.

Daftar Pustaka

http://elektronikaa-industri.blogspot.co.id/2014/03/pengertianjenis-fungsi-

seven-segmen.html#.WE4e0PlTLIU
http://teknikelektronika.com/pengertian-seven-segment-display-layar-

tujuh-segmen/
https://www.maximintegrated.com/en/app-notes/index.mvp/id/3210
http://elektro-kontrol.blogspot.co.id/2011/06/program-mengakses-seven-

segment.html
http://elektronika-dasar.web.id/display-7-segment/