Anda di halaman 1dari 8

Thomas Kuhn

1. Paradigma adalah model, percontohan, representatif, tipikal, karakteristik, atau


ilustrasi, tentang solusi permasalahan atau pencapaian dalam suatu bidang ilmu
pengetahuan.

Model

: pola (contoh)

Representatif

: mewakili atau sebagai wakil

Tipikal

Karakteristik : keistimewaan, kekhususan, keunikan

Ilustrasi

: gambar, design

Solusi

: penyelesaian

: khas

Paradigma ialah pola atau contoh yang mewakili dan khas, atau gambar tentang
penyelesaian
permasalahan atau pencapaian dalam suatu bidang ilmu
pengetahuan.
2. Tidak hanya terbentuk oleh teori-teori semata
Paradigma terbentuk dari tidak hanya teori melainkan juga ada hal yang lain.
3. Merupakan suatu masterpiece yang mencakup semua unsur praktik-praktik
ilmiah didalam
sejumlah area of inquiry atau bidang studi/penelitian yang
terspesialisasi

Masterpiece : karya besar

Area of inquiry

Spesialisasi : pengahlian di suatu cabang ilmu

: area penyelidikan

Paradigma merupakan suatu karya besar atau maha karya yang mencakup
semua unsur
praktikpraktik ilmiah didalam sejumlah area penyelidikan
atau bidang studi/penelitian yang
terspesialisasi atau terfokuskan
4. Menggariskan parameter-parameter penting mana yang akan diukur,
mendefinisikan standar ketepatan yang dibutuhkan, menunjukan cara
bagaimana (hasil) observasi akan diinterpretasi,
serta metoda eksperimen
mana yang akan dipilih untuk diterapkan

Parameter

: ukuran atau patokan

Standar

Observasi

Interpretasi : menafsirkan

: ukuran tertentu yang dijadikan patokan


: peninjauan secara cermat

Metoda
: (metode) cara teratur yang digunakan untuk
melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai dengan yang
dikehendaki

Eksperimen : percobaan yang bersistem dan berencana

Menggariskan ukuran atau patokan penting mana yang akan diukur,


mengartikan ukuran
ketepatan yang dibutuhkan, menunjukan cara bagaimana
(hasil) peninjauan atau pengamatan akan ditafsirkan, serta cara teratur
percobaan mana yang akan dipilih untuk diterapkan.
5. Keseluruhan koleksi, kelompok, kombinasi, gabungan, paduan, campuran
dari komitmen yang
diterima, diakui, diyakini, dianut, dipegang, dipakai
atau diterapkan bersama oleh anggotaanggota komunitas ilmu
pengetahuan tertentu
Gabungan dari komitmen yang diterima, diyakini, dan diterapkan bersama oleh
anggota
komunitas tertentu.
6. Pencapaian ilmu pengetahuan yang diakui secara universal yang untuk waktu
tertentu
memberikan model permasalahan berikut pemecahan
permasalahan tersebut kepada suatu komunitas praktisi (dari suatu bidang,
disiplin atau cabang ilmu pengetahuan)

Universal

Praktisi

: umum
: pelaksana

Ilmu pengetahuan yang diakui secara umum dalam waktu tertentu untuk
memberikan model
permasalahan serta penyelesaiannya pada komunitas
pelaksana.
7. (rangkuman) Paradigma sebenarnya adalah Disciplinary Matrix , yakni suatu
pangkal, wadah,
tempat cetakan, sumber atau kandungan di/dari mana
suatu disiplin ilmu pengetahuan
dianggap bermula, berasal, berakar,
dicetak, bersumber atau mengalir, terlahir atau dijadikan.
Paradigma sebenarnya adalah Disciplinary Matrix dimana sumber di/dari mana
suatu ilmu pengetahuan berasal.

Chalmers (1976)
Paradigma dipahami sebagai suatu framework of belief (kerangka keyakinan)
and standard (patokan) yang digunakan untuk membuat hasil karya dan karsa
(kehendak) yang legitimate (sah) dari suatu bidang, disiplin, atau cabang ilmu
pengetahuan.
Chalmers sendiri menjelaskan tentang karakteristik paradigma, yang meliputi :

Tersusun oleh hukum-hukum paradigma dimaksud dan asumsi-asumsi


teoritis yang dinyatakan secara eksplisit.

Mencakup cara-cara standar bagi penerapan hukum-hukum tersebut


kedalam beragam situasi dan kondisi.
Mempunyai instrumentasi dan teknik-teknik instrumental yang diperlakukan
guna menjadikan hukum-hukum tersebut berjaya didunia nyata.
Terdiri dari beberapa prinsip metafisika yang memandu segala karya dan
karsa didalam lingkup paradigma dimaksud.
Mengandung beberapa ketentuan metodologis.

Paradigma menurut GREGORY (1986)


Paradigma adalah sebuah hal yang mencangkup berbagai working
assumption (asumsi bekerja),prosedur (tahapan-tahapan yang berada di dalam
masyarakat) dan temuan yang secara teratur dan tidak berubah-ubah yang di
terima oleh sekelompok scholar (ilmuan).
Dari temuan-temuan tersebut mendefinisikan suatu pola aktifitas
ilmiah/ilmu pengetahuan yang setabil. Dapat diartikan bahwa paradigma seperti itu
pada ahirnya akan mendefinisikan sebuah kelompok ilmuan itu sendiri.
Paradigma Menurut Patton
Pengertian paradigma menurut Patton ialah suatu set proposisi yang
menjabarkan bagaimana dunia ini dipahami, mengandung suatu worldview, yakni
suatu perangkat melalui mana kompleksitas dunia ini dipilah agar mudah
dimengerti. Secara umum patton menggariskan bagi researcher: apa yang
penting, apa yang legitimatedan apa yang reasonable.
proposisi/proposisi/ n 1 rancangan usulan; 2 Ling ungkapan yang dapat
dipercaya, disangsikan, disangkal, atau dibuktikan benar-tidaknya;
Paradigma dikatakan sebagai worldview bahwa pandangan dunia dari
sekelompok orang atau suatu komunitas ilmuwan dalam memandang diri mereka
dan lingkungannya
kompleksitas/kompleksitas/ /komplksitas/ a kerumitan; keruwetan:
kerumitan/kerumitan/ n perihal rumit; kesulitan;kesukaran; kesusahan
legitimasi/legitimasi/ /lgitimasi/ n 1 Huk keterangan yang mengesahkan atau
membenarkan bahwa pemegang keterangan adalah betul-betul orang yang
dimaksud; kesahan; 2 pernyataan yang sah (menurut undang-undang atau sesuai
dengan undang-undang); pekemukakan pengesahan;
reasonable: bijaksana, adil, logis, masuk akal
menggariskan/menggariskan/ v 1 menggaritkan; menggoreskan; 2 membuat
garis; 3 ki memberikan pedoman atau ketentuan-ketentuan (sebagai pegangan);

Jadi, Paradigma yang dikemukakan Patton pada tahun 1990 ialah


seperangkat rancangan atau usulan yang menguraikan secara rinci bagaimana
kerumitan permasalahan dunia ini dipilah atau dikelompokkan agar mudah
dimengerti. Secara umum, Patton memberikan pedoman kepada peneliti atau
sekelompok orang atau komunitas ilmuwan dalam memilah permasalahan yaitu
apa yang penting, apa yang sah, dan apa yang masuk akal.

Pendapat Neuman (1991)


Paradigma seperti atau sama dengan pendekatan (metode untuk mencapai
pengertian tentang masalah penelitian atau approach) maupun tradisi (adat
kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam
masyarakat atau penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada
merupakan yang paling baik dan benar)
Suatu orientasi (peninjauan untuk menentukan sikap (arah, tempat, dan
sebagainya) yang tepat dan benar atau pandangan yang mendasari pikiran,
perhatian atau kecenderungan) dasar tentang teori (pendapat yang didasarkan
pada penelitian dan penemuan, didukung oleh data dan argumentasi) dan research
(penelitian)
Merupakan keseluruhan sistem berpikir yang meliputi asumsi dasar (dugaan
yang diterima sebagai dasar atau landasan berpikir karena dianggap benar) ,
research question (pertanyaan penelitian) berbagai metoda pengumpulan (cara
teratur yang digunakan untuk melaksanakan suatu pekerjaan agar tercapai sesuai
dengan yang dikehendaki atau cara kerja yang bersistem untuk memudahkan
pelaksanaan suatu kegiatan guna mencapai tujuan yang ditentukan) dan analisis
(penyelidikan terhadap suatu peristiwa untuk mengetahui keadaan yang
sebenarnya atau penguraian suatu pokok atas berbagai bagiannya dan penelaahan
bagian itu sendiri serta hubungan antarbagian untuk memperoleh pengertian yang
tepat dan pemahaman arti keseluruhan) serta contoh-contoh penelitian yang baik.

Sarantakos (1993)
Paradigma dapat dipadankan atau disetarakan dengan perspektif. Sarantakos
memandang tahap pemilihan bidang penelitian dan perspektif teoretis sebagai
sesuatu yang berhubungan sehingga hal itu seharusnya dipandang sebagai satu
langkah. Proses tersebut disebut dengan pemilihan paradigma yang tepat.
(perspektif dalam kbbi = cara melukiskan suatu benda pada permukaan
yang mendatar sebagaimana yang terlihat oleh mata dengan tiga dimensi)
Pendapat Sarantakos berbeda dengan teori Denzin dan Lincoln (1994) Yang teorinya
menjelaskan:

tidak sependapat,

perspektif pada dasarnya ber-derajat di bawah paradigma, karena ia adalah


suatu sistem belief yang kurang atau belum terlalu berkembang
sebagaimana halnya dengan paradigma,

tidak akan terlalu bermasalah bila komponen-komponen penyusun suatu


perspektif saling dipertukarkan dengan komponen-komponen perspektif
lainnya

Denzin dan Lincoln


Menurut Denzin dan Lincoln paradigma adalah suatu sistem filosofis atau
berdasarkan filsafat utama, induk, atau payung yang meliputi ontologi yaitu cabang
ilmu filsafat yang berhubungan dengan hakikat hidup, epistemologi yaitu cabang
ilmu filsafat, dan metodologi yaitu uraian dari metode tertentuyang tidak dapat
begitu saja dipertukarkan
Mempresentasikan suatu belief system tertentu yang menyodorkan atau
memperlihatkan cara bagaiman dunia ini dilihat, dipelajari dan juga dipahami. Maka
dengan kata lain mengaitkan penganutnya dengan worldview tertentu.
Dari pengertian paradigma yang diperkenalkan oleh Denzin dan Lincoln terdapat
unsur-unsur
penting yang menggambarkan tentang paradigma, yaitu :
1. unsur sistem filosofis payung utama,
2. unsur yang meliputi ontologi, epistimologi, dan metodelogi,
3. unsur yang tidak dapat begitu saja dipertukarkan antar paradigma
4. merepresentasikan belief system dasar,
5. yang merekatkan penganutnya pada worldview tertentu.
Karena ketika membahas paradigma, kita berada dalam ranah filsafat yang
setiap paradigma memiliki ontologi, epistimologi, dan metodelogi tertentu yang
masing-masing paradigma itu berbeda. Hal ini terjadi karena merupakan kumpulan
cara pandang dunia tentang seseorang terhadap sesuatu (merupakan gambaran
dari sebuah cara pandang).

Paradigma menurut Denzin dan Linclon


a. Ontologi

Ontologi disini diawali oleh sebuah pertanyaan mengenai bagaimanakah


bentuk dan sifat dari realitas yang ada? Dan karenanya, apakah yang dapat
diketahui dari hal ini. Artinya ontologi adalah sebuah
realitas/kenyataan/pengalaman sesungguhnya yang ada disekitar seseorang
kemudian dia mengkaji hingga dapat menemukan hakikat dari realitas itu, yang
kesemuanya merupakan kumpulan dari belief-belief dasar yang di yakini seseorang
tersebut. Saya akan mencoba menjelaskan ontologi dari hipotetis dari realitas. Prof
Soetandyo Wignyosoebroto sebagai mana yang di kutip oleh Prof I Dewa Gede
Atmadja, Sh. Ms (Filsafat Hukum-dimensi, tematis, dan historis., Malang, 2013)
menunjukkan ada 6 pemaknaan ontologi hukum sebagai hakikat hukum, yaitu;

Aliran Hukum Alam/Kodrat

Aliran Positivisme Hukum

Aliran Utilitarianisme

Aliran Sociological Jurisprudence

Aliran Mashab/Sejarah

Aliran Realisme Hukum


b. Epistimologi

Diawali pula dengan pertanyaan mengenai bagaimanakah sifat hubungan antara


peneliti dan yang diteliti? Dan apa yang dapat diketahui tentang hal ini. Epistimologi
sebagai cabang filsafat yang mempelajari pengetahuan dan menggali sifat-sifat dari
pengetahuan.
c.

Metodologi

Metodologi juga berangkat dari sebuah pertanyaan besar mengenai


bagaimana peneliti dapat menemukan segala hal yang diyakini dapat diketahui
seperti telah disebutkan sebelumnya? Kaitannya mengenai tata cara yang
sistematis dan dapat dipertanggung jawabkan secara keilmuan tentang kebenaran
dari basic belief yang seseorang akui.

Paradigma dan research strategy


Manakala seorang research atau peneliti melangkah dari paradigma yang dianutnya
untuk memasuk dunia empiris
Ia akan menerapkan research strategy atau strategy inquiry (secara sederhana
dapat diartikan sebagai sekumpulan skill atau keahlian, asumsi atau dugaan yang
diterima sebagai, dan praktek-praktek penelitian, termasuk didalamnya adalah
metoda pengumpulan dan analisa data) tertentu.

Paradigma (Guba dan Lincoln)

Guba dan Lincoln mendefinisikan paradigma terbangun atau tersusun dari


jaringan premise [yakni] pernyataan dari mana sebuah kesimpulan dapat diambil
secara logis] ontologis, epistemologis, dan metodologis.
Suatu kumpulan set sistem belief dasar yang berkenaan dengan prinsip
prinsip utama yang memandu tindakan para penganutnya.

Jadi Guba dan Lincoln menjelaskan bahwa paradigma adalah suatu sistem
filosofis utama, induk atau payung yang terbangun dari ontologi, epistemologi, dan
metodologi tertentu, yang masing masingnya terdiri dari satu set belief dasar atau
wordview yang tidak dapat begitu saja dipertukarkan dengan belief dasar dari
ontologi, epistemologi, dan metodologi paradigma lainya. Paradigma
mempresentasikan suatu sistem atau set belief dasar tertentu yang berkenaan
dengan prinsip prinsip uatama atau pertama, yang mengingatkan penganut/
pengunanya pada wprd view tertentu, berikut cara bagaimana dunia harus
dipahami dan dipelajari, serta yang senantiasa memandu setiap pikiran, sikap, kata
dan perbuatan penganutnya.
Pengertian Umum Paradigma
Pengertian Pertama

Lebih mengedepankan makna luas dan mencakup dari paradigm. Paradigma


dapat disejajarkan dengan matriks disiplin atau bidang ilmu (disciplinary matrix).
Pengertian ini cenderung bersifat merengkuh semua komitmen bersama yang
berlaku dalam suatu masyarakat ilmiah. Hanya akan ada beberapa paradigma
(besar) yang diakui, untuk dipilih/dianut salah satunya
Pembahasan
Dalam bahasan ini, pengertian paradigma lebih mengedepankan makna yg
luas dari paradigm itu sendiri. Sehingga dalam hal ini dapat disejajarkan dengan
matrix disiplin (accuan/kerangka) atau bidang ilmu atau wadah sumber atau
kandungan suatu disiplin ilmu pengetahuan berasal, bermula, bersumber atau
dijadikan (pendapat Kuhn). Pengertian bersifat merengkuh (menarik/mendekatkan)
komitmen (keterikatan) yang berlaku dalam masyarakat ilmiah. Sehingga hal ini
akan menimbulkan beberpa paradigm saja yang akan diakui untuk dipilih salah
satunya.
Lebih Lanjut Tentang Paradigma

Paradigm bagaikan jumlah dari bagian bagian yang ada (the summation of
the parts) serta mencakup keseluruhan muatan yang termaktub
didalamanya, seperti beragam teori, beraneka model dan lain sebagainya
Dimungkinkan adanya mix method

Dengan paradigm seringkali diasumsikan atau(tanpa disadari) dianut begitu


saja, suatu masyarakat ilmiah dapat melihat atau memahami dunia berikut
segala isinya secara lebih rinci, jelas dan komprehensif

Pembahasan
Disini paradigma bagai jumlah dari bagian2 yang ada (dalam semua illmu
pengetahuan) dan mencakup seluruh muatan yang ada didalamnya. Sehingga
dalam hal ini dimungkinkan adanya mix method (percampuran metode) untuk
memahaminya. Kemudian hal ini membuat paradigm dianut begitu saja, oleh
masyaraat ilmmiah untuk memahami dunia degan segala isinya secara lebih rinci,
jellas dan komprehensif.

Pengertian Kedua
Melihat paradigma secara lebih sempit, serta cenderung meng-isolasi komitmen
tertentu yang dianggap penting didalam sebuah masyarakat ilmiah
*isolasi

: pemisahan suatu hal

Mereka yang tergabung dalam kelompok ini cenderung merujuk kepada paradigma
sebagai semacam eksemplar (exemplar)
*eksemplar : penggolongan benda (barang cetakan)
Pemahaman kedua ini bisa dianggap sebagai bagian (subset) dari pengertian
pertama
Bisa jadi yang dikatakan paradigma sebenarnya adalah cara pandang atau aliran (
isme), sehingga jumlahnya adalah sebanyak jumlah manusia yang berpikir
Pengertian kedua ini lebih melihat paradigma secara lebih sempit, berbeda dari
pengertian pertama yang melihat secara luas. Bagian ini bisa dianggap bagian dari
pengertian pertama, bisa juga dikatakan bahwa paradigma adalah cara pandang
sehingga jumlahnya sebanyak jumlah manusia yang berpikir (subjektif)
Pengertian kedua ini selain melihat paradigma secara lebih sempit, juga
memisahkan komitmen tertentu yang dianggap penting didalam sebuah
masyarakat ilmiah. Mereka(orang-orang yang menganut pengertian kedua ini)
cenderung merujuk paradigma sebagai penggolongan benda (barang cetakan) (?)