Anda di halaman 1dari 9

CONTOH STUDI KELAYAKAN

BISNIS

Nurhidayat-Mahasiswa Progdi Manajemen UM Purworejo 2008


PROFIL USAHA
Nama Usaha

: UD. Bambu Jaya

Alamat Usaha/Outlet

: Jalan Magelang Km. 15 Desa Bener, Purworejo

Jenis Usaha

: Aneka Kerajinan Kursi Bambu

ASPEK PASAR DAN PEMASARAN


1. Segmentasi Pasar
Geografik

: Calon Konsumen dari daerah Kecamatan Bener, wilayah

Kabupaten Purworejo dan sebagian luar Purworejo seperti Magelang, Wonosobo,


Yogyakarta dan Kebumen.
Demografik

: Rata-Rata pembeli merupakan masyarakat umum.


Pengusaha
Pemborong / CV / Kontraktor Bangunan

Psikografik

: Kelas Sosial semua kalangan.

2. Penawaran
Prospek Penawaran

: Dengan tantangan persaingan bisnis Kerajinan yang

semakin ketat, maka UD. Bambu Jaya harus menawarkan produk yang lebih
kreatif dan inovatif. Pelayanan juga harus semakin ditingkatkan, mungkin juga

harus menyediakan pelayanan purna jual seperti service kursi bambu. UD. Bambu
Jaya tetntunya juga harus membuka outlet cabang yang baru untuk memperluas
pasar.
3. Permintaan
Prospek Permintaan : Permintaan yang paling potensial adalah Pengusaha,
Kantor-Kantor Pemerintahan/Swasta.
4. Analisis Kelayakan Pemasaran
UD. Bambu Jaya mempunyai jaringan perseorangan untuk memenuhi stok bahan
baku (bamboo). UD. BAmbu Jaya juga harus membuka mitra seluas-luasnya
kepada pengusaha, kontraktor, instansi-instansi yang sering membutuhkan kursi
bamboo. UD. Bambu Jaya juga selayaknya harus membuka outlet cabang di luar
daerah agar pasarnya semakin luas.
5. Analisis Persaingan
a.

Kursi Bambu mempunyai nilai seni yang tinggi, sehingga mempunyai nilai jual
yang cukup tinggi pula.

b. Di daerah Desa Bener merupakan sentra produk kursi bamboo (penjualan), jadi
persaingan usaha pun juga sangat tinggi.
c.

UD. Bambu Jaya harus mempunyai differensiasi dan diversifikasi produknya agar
memiliki inovasi yang tinggi, sehingga menjadi strategi usahanya dalam
persaingan yang ketat.

6. Program Pemasaran
a.

Jika jarak kurang dari 3 km, diantar mobil secara gratis.

b. Penetapan harga

: sesuai dengan jenis dan kualitas bamboo

Menyesuaikan dengan harga beli bahan baku dari pemasok


Menyesuaikan harga jual di pasar.
Menyesuaikan dengan ketersediaan bahan baku
c.

Kegiatan Promosi

: Pamflet

Banner
Penggunaan Blog pada internet
Diskon jika membeli dalam jumlah banyak
Mencari mitra dengan pengusaha.
ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

1. Pemilihan Strategi Produk


Agar masyarakat bisa tersepsikan produk Bambu Jaya yang berkualitas bagus,
maka Bambu Jaya memiliki strategi aneka macam kursi bamboo dengan bahan
baku bambu yang tua, karena bamboo yang tua mempunyai kualitas tinggi
(ketahanan&kekuatan bamboo lebih kuat).
Keanekaragaman kreatifitas seni bamboo juga diterapkan di Bambu Jaya,
sehingga Bambu Jaya menyediakan banyak jenis seni Kursi Bambu dan anyaman
pagar bambu.
2. Rencana Kualitas
Selain bambu yang emiliki umur sudah tua, plitur yang dipake memilih kualitas
yang tinggi sehingga warna bamboo menjadi lebih mengkilap.
3. Manajemen Persediaan
Bambu Jaya lebih membatasi persediaannya, karena bambu tidak mempunyai
ketahanan kualitas yang lama. Bambu mempunyai sensitifitas yang tinggi jika
terkena cuaca yang tidak tentu (panas dan hujan).

4. Peralatan dan Mesin


Peralatan yang digunakan untuk membuat/memproduksi kursi bambu yaitu:
Gergaji
Bor Listrik
Paku
Golok
Pisau Bambu
5. Bahan Baku dan Bahan Penolong
Bahan Bakunya adalah bamboo hitam (wulung). Bahan penolongnya adalah rotan,
plitur dan lem kayu.
6. Lokasi Pabrik

Lokasi pembuatan berada sama dengan outletnya, atau lebih dikenal dengan
Sanggar Bambu. Jadi, konsumen dapat melihat langsung proses cara
membuat/produksinya. Alanmatnya adalah di Jalan Magelang Km. 15 desa Bener
Purworejo.
7. Lay out

Ket.

A = Ruang Produksi
B = Ruang Bazar /Bagian depan
C = Meja Kasir/Manager

8. Perkembangan Teknologi
Teknologi yang digunakan masih menggunakan teknologi sederhana, hanya
beberapa alat yang menggunakan teknologi kekinian. Produk ini memang lebih
didominasi dengan kreatifitas seni tangan, sehingga teknologi kekinian pun jarang
digunakan. Namun, perlu dikembangkan pula dalam pemasaran produk
menggunakan teknologi. Misalnya saja, iklannya menggunakan internet, sehingga
pasarnya bisa lebih luas.
ASPEK MANAJEMEN
UD. Bambu Jaya merupakan usaha dagang menengah, tapi dalam
prakteknya, nilai-nilai manajemen pun juga diterapkan walaupun sederhana.
Perencanaan / Planning :
Dalam perencanaan bisnis, pemilik UD. Bambu Jaya melakukan observasi
sederhana ke masyarakat tentang kebutuhan kursi bamboo. Dengan demikian,
akan tau seberapa besar prospek bisnis kerajinan bambu (kursi bambu) ke depan.
Tidak hanya itu, strategi bisnis pun juga bisa disiapkan yang disesuaikan dengan
situasi dan kondisi persaingan bisnis yang ada.
Organizing :
Dalam pengelolaan ini, ada pengelompokan tugas-tugas dari tiap unit. Bagian
Produksi, UD. Bambu Jaya merekrut karyawan, pemasaran, keuangan dan
penjualan ditangani oleh pemilik UD. Bambu Jaya sendiri karena dirasa sangat
sederhana dan mudah.
Pelaksanaan / Actuating :
Dalam pelaksanaan, pemilik UD. Bambu Jaya mempuyai peran penting, karena
berperan multi fungsi yang juga sebagai pemimpin. Pemilik harus memberikan
motivasi, menggerakkan, member arahan kepada karyawannya.
Pengawasan / Controlling :
Pengawasan dilakukan secara kontinyu dan setiap saat oleh pemimpin, termasuk
pengawasan produk.
ASPEK SUMBER DAYA MANUSIA

Tenaga Kerja
Bambu Jaya memiliki tenaga kerja/karyawan 4 orang sebagai staf
produksi. Keempat karyawan tersebut hanya bertugas sebagai perakit kursi
bambu. Di dalam perekrutan karyawan, tentu UD. BAmbu Jaya harus memilih
tenaga kerja yang memiliki keahlian khusus dalam perakitan kerajinan bamboo
(kursi bambu). Jadi, penyeleksiannya (secara sederhana) bisa dicek secara
langsung dari hasil kerajinan kursi bambunya. Tenaga kerja mempunyai status
karyawan tetap dengan syarat 3 bulan menjalani masa training atau masa uji coba.
Dalam pemeliharaan karyawan, UD. Bambu Jaya menerapkan system
bonus tambahan gaji sebagai reward prestasi kerja dan ketercapaian target
penjualan produk.
ASPEK FINANSIAL
Kebutuhan dan Sumber Dana
Sumber Dana dari internal dan eksternal.
Internal

: Tabungan

Eksternal

: Hutang dari lembaga keuangan

Kebutuhan Biaya Modal untuk Bahan Baku untuk 1 set Kursi Bambu
No.
1
2
3
4
5

Bahan Baku
Bambu (Wulung)
Rotan
Paku dan Lem kayu
Tenaga Kerja
Biaya Lain-lain

Banyak

Harga Satuan
(Rp)

12
gulung

5.000
100.000

2 hari

50.000

TOTAL

Jumlah Harga
(Rp)
60.000
50.000
30.000
100.000
50.000
290.000

Kebutuhan Modal untuk Operasional


No.
1
2
3
4
5
6
7

Bahan Baku

Banyak

Sanggar Bambu
Rotan
5 gulung
Paku
Lem Kayu
2 bungkus
Ijuk
Promosi
Peralatan
(Gergaji,

Harga Satuan
(Rp)
100.000
30.000

Jumlah Harga
(Rp)
15.000.000
500.000
500.000
60.000
500.000
500.000
2.500.000

dll)
TOTAL

19.560.000

Maka bisa diperkirakan untuk investasi yang dibutuhkan adalah Rp.


20.000.000,00 kemudian ditambah biaya bahan habis pakai, jika 1 set dibutuhkan
kurang lebih Rp.300.000,00 kami asumsikan untuk satu tahun habis 100 set (1
bulan = 8-10 set), sehingga total biaya habis pakai adalah Rp. 300.000,00 x 100 =
Rp. 30.000.000,00
Berikut total investasi yang dibutuhkan UD. Bambu Jaya :
Rp. 20.000.000,00 + Rp. 30.000.000,00 = Rp. 55.000.000,00 (asumsi kebutuhan
1 tahun).
Ada pun untuk perhitungan BEP adalah sebagai berikut :
Biaya bahan baku + operasional

: Rp. 300.000,00

Harga jual 1 set

: Rp. 500.000,00

Laba Bersih 1 set

: Rp. 200.000,00

Laba dalam 1 bulan diasumsikan terjual 9 set: Rp. 1.800.000,00


Maka, BEP = Rp. 55.000.000,00 : Rp. 1.800.000,00 = 30 bulan = 2,5 tahun
ASPEK EKONOMI, SOSIAL POLITIK
1. Aspek Ekonomi
a.

UD. Bambu Jaya dapat menyerap tenaga kerja desa setempat untuk membuat
aneka kursi bambu. Jadi, secara tidak langsung mampu mengurangi tingkat
pengangguran di desa Bener dan meningkatkan kesejahteraan rakyat secara
umum.

b. UD. Bambu Jaya adalah bisnis mikro (UKM) yang layak.


c.

Adanya lowongan pekerjaan baru.

2. Aspek Sosial
a.

UD. Bambu Jaya kelak harus mampu melaksanakan kewajibannya, yakni


tanggungjawab social dengan paling tidak memberikan THR, Zakat/Shodaqoh,
dll.

b. Menjadi salah satu sumber donatur, ketika ada kegiatan social di desa setempat.
3. Aspek Politik

a.

Pemilik UD. Bambu Jaya mampu memberikan ketokohannya dalam panggung


politik local, yaitu mampu memberikan kontribusi pemikirannya dalam pemilihan
kepala desa.

b.

Dengan ketokohannya, UD. Bambu Jaya menjadi terkenal sehingga mampu


mendongkrak citra desa sekaligus menjadi keuntungan UD. Bambu Jaya yang
dikenal oleh banyak orang.

ASPEK LINGKUNGAN INDUSTRI


a.

Ijin usaha UD. Bambu Jaya secara yuridis belum ada, terkait dengan ijin usaha
dengan tetangga sekitar, UD. Bambu Jaya cukup mengundang mereka untuk
mengadakan syukura.

b.

Bagi usaha sejenis, tentunya akan berdampak pada meningkatnya persaingan


yang ketat.

c.

Bagi perajin bamboo setempat, akan berupaya meningkatkan kualitas


produksinya.

ASPEK LINGKUNGAN HIDP (AMDAL)


a.

Limbah indutri bamboo dapat mudah diatasi, karena bersifat mudah dibakar.
Misalnya potongan bamboo, rotan dan kayu. Jadi tidak menjadi masalah besar
bagi industry kerajinan bamboo pada UD. Bambu Jaya ini.

b.

Menjadi kemudahan UD bamboo Jaya dalam mengelola limbah, sering warga


sekitar malah meminta limbah untuk dijadikan kayu bakar.

ASPEK HUKUM
a.

Bentuk usaha ini adalah Usaha Dagang (UD).

b. Belum mempunyai NPWP dan SIUP.


HAMBATAN DI BIDANG EKONOMI, SOCIAL, DAN LINGKUNGAN
HIDUP
a.

Karena bahan baku dari alam, maka sangat tergantung pada iklim dan cuaca yang
mempengaruhi kualitas bahan baku yakni bambu. Jadi, produk kursi bamboo pun
mempunyai kualitas yang rendah.

b.

Oleh karena ketergantungan iklim dan cuaca sebagai factor pengaruh kualitas
bahan baku, maka harga bahan baku bamboo pun menjadi tidak menentu.
KESIMPULAN
Dalam aspek pasar dan pemasran, usaha kerajinan kurssi bamboo ini
cukup menjanjikan. Pasalnya, kursi bamboo saat ini justru menjadi trend dan
model yang banyak dicari oleh masyarakat umum bahkan instansi swasta dan
pemerintahan pun banyak yang berminat. Hal ini, dikarenakan oleh kursi bamboo
mempunyai nilai seni yang tinggi serta mempunyai harga yang cukup ekonomis.
Kemudian, dalam praktek pengelolaannya, UD. Bambu Jaya menerapkan
fungsi-fungsi manajemen perusahaan walaupun masih sabgat sederhana. Begitu
juga dengan Sumber Daya Manusianya, yang masih sedikit karena dibutuhkan
seleksi yang mempunyai keahlian khusus dalam merakit kerajinan kursi bambu.
UD. Bambu Jaya pun juga harus mempunyai uang yang cukup besar untuk
modal investasinya dalam bidang kerajinan kursi bambu. Akan tetapi, jika strategi
yang dipakai tepat, dalam jangka waktu 2 tahun, sudah bisa menikati kembali
modal.
UD

Bambu

Jaya

masih

menggunakan

teknik

sederhana

dalam

memproduksi bambunya. Seharusnya usaha bisnis ini harus mulai menerapkan


teknologi kekinian sehingga proses produksinya bisa lebih efektif dan efisien.
Di dalam kehidupan social politik, UD. Bambu Jaya mampu memberikan
kontribusi nyata terhadap kondisi stabilitas dan kemajuan desa Bener. UD. Bambu
Jaya juga mampu memberikan sokongan ekonomi dengan memberikan lowongan
pekerjaan baru, mewarnai dunia industri mikro sejenis dan ikut serta dalam
membangun kemajuan ekonomi. Namun, UD. Bambu Jaya belum mampu
memenuhi kewajibannya untuk mempunyai NPWP maupun SIUP agar tercatat
dalam data Departemen UMKM dan Industri.
Diposkan 30th June 2011 oleh Nur Hidayat Cokropawiro (NHC)